Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 601/PERPUS/UG/2021
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : KOMSI KORANTI, IR., MM., DR
Nomor Penulis : 910168
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Puri Bojong lestari 1, c/9
dengan penulis lainnya sebagai berikut:
Penulis ke-2/Nomor/Email : HANI LESTIYAWATI / 13218042 / [email protected]
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FILKOM/KA/PENELITIAN/601/2021
Judul Penelitian : CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN, PERSEPSI HARGA, PROMOSI DAN PERANANNYA DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN BOBA DRINK KOKUMI Tanggal Penyerahan : 12 / 07 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Dicetak pada: 13/07/2021 10:47:45 AM, IP:180.252.90.224 Halaman 1/1
1
CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN, PERSEPSI HARGA, PROMOSI DAN PERANANNYA DALAM
KEPUTUSAN PEMBELIAN BOBA DRINK KOKUMI
1Komsi Koranti
2Hani Lestiyawati
1Universitas Gunadarma ([email protected])
2Universitas Gunadarma ([email protected]) ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya pasar minuman bubble tea. Pada tahun 2018 pertumbuhan gerai bubble tea mencapai 200% di Asia Tenggara yang terdiri dari lebih dari 1.500 brand. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana peranan citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, dan promosi dalam keputusan pembelian Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan-Depok. Penelitian ini berbentuk asosiatif dan dilakukan pada konsumen Boba Drink Kokumi. Alat bantu analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara citra merek, kualitas produk, maupun harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Kondisi Sebaliknya terjadi pada kualitas pelayanan dan promosi, yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian Boba Drink Kokumi tersebut.
Kata Kunci: citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, promosi
PENDAHULUAN
Perkembangan industri makanan dan minuman terbukti mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan industri tersebut sebesar 7,91%, dimana peningkatan telah melampui Pertumbuhan Ekonomi Nasional di angka 5,17%
(https://kemenperin.go.id/artikel/20298/Industri-Makanan-dan-Minuman-Jadi-Sektor- Kampiun-).
Bubble tea merupakan sebuah jaringan kedai minuman teh susu mutiara yang berasal dari Taiwan. Berdasarkan data GrabFood (Gambar 1), pada tahun 2018 menunjukkan tingkat pertumbuhan 12.460% . Peringkat pertama pertumbuhan penjualan Bubble tea adalah Indonesia, dengan angka lebih dari 8.500% . Pertumbuhan dari Januari 2018 hingga Desember 2018 dan pertumbuhan gerai bubble tea atau boba mencapai 200% di Asia Tenggara dari lebih dari 1.500 brand.
Gambar 1. Grafik Pertumbuhan Minuman Kekinian
Sumber : https://www.grab.com/id/press/tech-product/demam-bubble-tea-di-grabfood/
2
Dalam persaingan bisnis minuman ringan yang semakin marak tersebut, setiap pelaku bisnis harus dapat mempertahankan kelangsungan dari bisnis yang dijalankan. Untuk dapat bertahan dan sukses dalam bisnis minuman ringan, pelaku bisnis harus dapat mempertimbangkan apa yang membuat konsumen menjadi tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian untuk memilih suatu produk minuman ringan, antara lain adalah citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, persepsi harga, promosi.
Boba Drink Kokumi merupakan UKM usaha minuman ringan yang berlokasi di Mall The Park Sawangan kota Depok-Jawa Barat. UKM ini menawarkan minuman ringan yang diharapkan dapat menjaring banyak. Boba Drink Kokumi menyediakan beraneka macam varian rasa, dengan empat kategori menu yaitu House Signature, Classic Tea, Cold Brew Tea, dan Coffe. Ukuran kemasan terswedia antara reguler atau large serta bisa memilih toppingnya. Kisaran harga yang ditawarkan antara Rp. 18.000 – Rp. 40.000. Kemasan produk dibuat yang lebih menarik dan kualitas tinggi.
Seperti halnya perusahaan yang lain, Boba Drink Kokumi tentunya memiliki harapan yaitu keputusan pembelian yang tinggi. Apabila kondisi tersebut tercapai, maka akan menjadikan produk akan cepat terjual. Dengan meningkatkan volume penjualan dan tercapainya target penjualan, diharapkan keuntungan perusahaan meningkat dan bisnis berjalan lancar.
Citra merek adalah apa yang kosumen pikirkan dan rasakan ketika mendengar atau melihat suatu merek (Kotler dan Amstrong, 2012). Dapat dipersepsikan bahwa citra merek merupakan penilaian konsumen terhadap merek tersebut dalam sebuah pasar. Selain mengerti akan merek sebagai suatu identitas produk, konsumen juga harus memahami nilai produk dan kualitas pada produk tersebut untuk pemenuhan kebutuhan yang diharapkan.
Kualitas Produk merupakan kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya. Hal ini dipertegas oleh Kotler dan Keller (2015), bahwa kualitas produk adalah termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.
Kualitas pelayanan merupakan faktor yang menentukan tingkat keberhasilan suatu perusahaan dimana kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada konsumen (Lupiyoadi, 2013). Jika kualitas pelayanan yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataannya maka pelanggan tersebut kemungkinan besar tidak akan melakukan pembelian ulang.
Harga merupakan elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan dan juga mengomunikasikan positioning nilai yang di maksudkan dari produk atau merek perusahaan ke pasar (Kotler dan Keller, 2015). Harga yang mahal dapat menjadi kendala dalam mencapai tingginya keputusan pembelian.
Promosi adalah merupakan suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 2013).
Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, persepsi harga, promosi dan peranannya dalam keputusan pembelian Boba Drink Kokumi.
3 METODE PENELITIAN
Objek penelitian merupakan konsumen Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan di wilayah Depok. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner melalui google formulir, dengan jumlah 100 responden. Metode Pengumpulan data penelitian adalah dengan menggunakan kuesioner secara online kepada responden. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui data tentang citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, persepsi harga, promosi dan keputusan pembelian Boba Drink Kokumi
Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kriteria responden adalah pernah membeli produk Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan, berumur 17 tahun dan berdomisili di wilayah Depok. Variabel Penelitian terdiri dari: 1.Variabel independen berupa citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, persepsi harga, promosi, 2.Variabel dependen berupa keputusan pembelian.
Tabel 1. Definisi Operasional Variabel
No Variabel Indikator
1. Citra merek (X1), menunjukkan apa yang kosumen pikirkan dan rasakan ketika mendengar atau melihat suatu merek (Kotler dan Armstrong, 2012)
1. recognition 2. reputasion 3. affinity 4. loyality 2. Kualitas produk (X2), mencerminkan kemampuan
sebuah produk dalam memperagakan fungsinya (Kotler dan Keller 2012)
1. form
2. customization 3. design 4. feature 3. Kualitas pelayanan (X3), adalah faktor yang
menentukan tingkat keberhasilan suatu perusahaan dimana kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada konsumen (Lupiyoadi 2013)
Keandalan Daya tanggap Jaminan Empati 1.
4. Promosi (X4), adalah suatu komunikasi pemasaran artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan (Tjiptono 2013)
Frekuensi promosi Kualitas promosi Kuantitas promosi Waktu promosi 5. Harga (X5) adalah elemen termudah dalam program
pemasaran untuk disesuaikan dan juga mengomunikasikan positioning nilai yang di maksudkan dari produk atau merek perusahaan ke pasar (Kotler dan Keller 2015)
Keterjangkauan harga Kesesuaian harga dengan
kualitas produk Kesesuaian harga dengan
manfaat produk Harga sesuai dengan
kemampuan dan daya saing 6. Keputusan pembelian (Y) adalah serangkaian proses
yang berawal dari konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi produk atau merek dan merek tersebut seberapa baik masing-masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya. Yang kemudian serangkaian proses tersebut mengarah kepada keputusan pembelian (Tjiptono 2014)
Kemantapan pada sebuah produk
Kebiasaan dalam membeli produk
Memberikan rekomendasi kepada orang lain
Melakukan pembelian ulang
4 Analisis dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Uji Validitas merupakan prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak.
2. Uji Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dipercaya atau dapat diandalkan.
3. Uji Asumsi Klasik adalah analisis yang dilakukan untuk menilai apakah didalam sebuat model regresi linear berganda yang berbasis Ordinary Least Square (OLS). Jika hasil asumsi klasik memenuhi kriteria maka data ini dikatakan layak untuk melakukan pengujian selanjutnya. Analisis asumsi klasik terdiri dari :
3.1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, dependent variabel dan independent variabel keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
Menurut Suliyanto (2011) untuk mengetahuinya dapat menggunakan uji kolmogrov- smirnov dengan kriteria sebagai berikut :
a. Jika nilai signifikan > 0,05 maka data terdistribusi normal b. Jika nilai signifikan < 0,05 maka data tidak terdistribusi normal.
3.2. Uji Multikolinieritas
Suliyanto (2011) mengatakan bahwa multikolinieritas bertujuan menguji apakah suatu model regresi yang terbentuk terdapat korelasi di antara variabel bebas atau tidak.
Untuk mengetahui hasil uji multikolinieritas dengan melihat dari : 1) Nilai tolerance
a. Apabila nilai tolerance > 0,10 maka tidak terjadi multikolinieritas b. Apabila nilai tolerance < 0,10 maka terjadi multikolinieritas 2) Nilai VIF (Variance Inflation Factor)
a. Jika nilai VIF > 10, maka data yang diuji memiliki multikolinieritas b. Jika nilai VIF < 10, maka data yang diuji tidak memiliki multikolinieritas 3.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Priyatno (2017) mengatakan bahwa heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan di dalam model regresi. Pada regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas. untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan menggunakan grafik Scatterplot dengan kriterian:
1. Jika terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka terjadi heteroskedastisitas 2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka
0 pada sumbu Y, maka model regresi memiliki kesamaan varians atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
4. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui dan memprediksi apakah variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependent. Regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent atau bebas yaitu Citra Merek (X1), Kualitas Produk (X2), Kualitas Pelayanan (X3), Promosi (X4), Harga (X5) dan Keputusan Pembelian (Y).
Menurut Sugiyono (2016) persamaan analisis regresi linier berganda adalah:
Keterangan : a = nilai konstanta
b1 = koefisien regresi variabel Citra Merek (X1) b2 = koefisien regresi variabel Kualitas Produk (X2)
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5
5
b3 = koefisien regresi variabel Kualitas Pelayanan (X3) b4 = koefisien regresi variabel Promosi (X4)
b5 = koefisien regresi variabel Harga (X5) 5. Uji Hipotesis
5.1 Analisis uji t
Menurut Priyatno (2017) uji t ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independent yaitu Citra Merek (X1), Kualitas Produk (X2), Kualitas Pelayanan (X3), Promosi (X4) dan Harga (X5) secara persial berpengaruh terhadap variabel dependent yaitu keputusan pembelian (Y) dengan hipotesis :
1. T hitung > T tabel, maka Ho ditolak, H1 diterima 2. T hitung < T tabel, maka Ho diterima, H1 ditolak
Apabila nilai signifikansi sebesar 0,000 maka dikatakan signifikan. Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut :
1. Jika angka signifikan hasil riset < 0,05 , maka hubungan antara variabel signifikan 2. Jika angka signifikan hasil riset > 0,05, maka hubungan antara variabel tidak signifikan.
5.2 Analisis uji F
Menurut Ghozali (2018) uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent secara bersama-sama atau simulatan mempengaruhi variabel dependent atau variabel terikat. Uji pengaruh simulatan (uji f) dikenal dengan uji serentak atau uji model/uji Anova. Uji statistik f pada analisis data penelitian ini menggunakan standar kepercayaan 0,05.
1. Jika nilai sig, < 0,05 maka Ho ditolak 2. Jika nilai sig, > 0,05 maka Ho diterima.
6. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) adalah mengukur seberapa besarnya kontribusi variabel independent (X) bergantungnya (Suliyanto, 2011). Semakin tinggi koefisien determinasi, semakin tinggi kemampuan variabel independent dalam menjelaskan variasi perubahan variabel tergantungnya. Uji Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependent. Nilai koefisien determinasi adalah anatara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independent dalam menjelaskan variasi variabel dependent amat terbatas.
Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel- variabel dependent.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
1. Uji Validitas dan Reliabilitas
Penggunaan instrumen dalam penelitian disyaratkan valid dan reliabel. Validitas tercapai apabila pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur..
Hasil uji validitas penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi antar item pernyataan pengukur variabel adalah lebih besar dari 0,1603. Dengan demikian terbukti komponen kuesioner valid, artinya komponen dapat digunakan untuk memperluas variabel.
Uji Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukan seberapa jauh alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbachs 'Alpha setiap variabel lebih besar dari 0,6. Dengan demikian kuesioner dinyatakan reliabel.
6 2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan alat uji yang harus dilewati terlebih dahulu sebelum ke uji regresi. Berdasarkan uji kolmogrov-smirnov diperoleh hasil nilai signifikan sebesar 0,086 yang menunjukkan bahwa data berditribusi normal. Dalam uji multikolinieritas diperoleh nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, yang menunjukkan bahwa penelitian ini bebas multikolinieritas antar variabel penelitian. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan grafik Scatterplot, yang terlihat titik-titik menyebar acak, tidak teratur, tidak membentuk pola tertentu. Hal ini menunjukkan tidak terjadi penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas pada model regresi. Berdasarkan uji asumsi klasik, terbukti bahwa penelitian lolos uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.
PEMBAHASAN
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel independent (citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, promosi dan harga) terhadap variabel dependent (keputusan pembelian). Olah data penelitian disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Olah Data
No Uji Hipotesis Hasil Keterangan
t hitung F hitung Determinasi Analisis Regresi Linear
Hipotesis
1 Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian
3.440 (sig .001)
.219 Ha diterima
2 Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian
3.881 (sig .000)
.310 Ha diterima
3 Pengaruh Kualitas pelayanan
Terhadap Keputusan Pembelian
.703 (sig .483)
.056 Ha ditolak
4 Pengaruh Promosi Terhadap
Keputusan Pembelian
.645 (sig .520)
.049 Ha ditolak
5 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
5.836 (sig .000)
.308 Ha diterima
6 Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, Kualitas pelayanan, Promosi dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian
-
96.773 (sig .000)
.763
Constanta -.897
Ha diterima
7
1. Citra merek berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0.219. Hal ini menunjukan bahwa apabila kualitas pelayanan Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan baik, maka akan tinggi keputusan pembelian atas produk tersebut. Nilai koefisien determinasi dari variabel kualitas pelayanan sebesar 76.3% dan hasil perhitungan nilai t hitung 3.440 (sig. 0.001) sehingga hipotesis pertama yang berbunyi diduga terdapat pengaruh antara Citra merek (X1) terhadap keputusan pembelian(Y) diterima.
Merek akan memudahkan konsumen dalam mengidentifikasi produk yang ada dipasar (Kotler dan Amstrong, 2012), produk-produk mana yang sesuai dengan selera pelanggan, dan merupakan suatu persepsi konsumen terhadap suatu merek tersebut. Citra merek mempunyai peran yang sangat besar dalam mempengaruhi konsumen terhadap keputusan pembelian karena banyak konsumen yang melihat merek terlebih dahulu dibandingkan fungsi utama dari produk tersebut.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penemuan Ratna (2017), bahwa citra merek berpengaruh sigmifikan terhadap terhadap keputusan pembelian Keputusan Pembelian Minuman Probiotik Konsumen Yakult di Kampung Botokan Pajang Laweyan Surakarta.
2. Kualitas Produk berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0.310. Hal ini menunjukan bahwa apabila kualitas produk Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan baik, maka akan tinggi keputusan pembelian atas produk tersebut. Nilai koefisien determinasi dari variabel kualitas pelayanan sebesar 76.3% dan hasil perhitungan nilai t hitung 3.881 (sig .000) sehingga hipotesis kedua yang berbunyi Diduga terdapat pengaruh antara Kualitas Produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) diterima.
Adanya kualitas produk yang bisa memenuhi keinginan para konsumen menjadikan konsumen semakin percaya terhadap kualitas produk. Tahap berikutnya adalah tidak ada keraguan dalam hati konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.
Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Fatmaningrum (2020) pada Minuman Frestea, bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
3. Kualitas Pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0.056. Hal ini menunjukan bahwa apabila konsumen tidak mempermasalahkan kualitas pelayanan produk Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan. Nilai koefisien determinasi dari variabel kualitas pelayanan sebesar 76.3% dan hasil perhitungan nilai t hitung 0.703 (sig. 0.483) sehingga hipotesis ketiga yang berbunyi Diduga terdapat pengaruh antara Kualitas Produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) ditolak.
Kualitas pelayanan adalah totalitas fitur dan karakteristik suatu produk atau jasa yang menanggung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat (menurut Kotler dan Keller 2012).
Hasil ini berbeda dengan temuan Agustini dan Suasana (2020), bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada gerai Starbucks di Bali.
4. Promosi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0.049
Hal ini menunjukan bahwa konsumen tidak mempermasalahkan promosi pada produk Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan. Nilai koefisien determinasi dari variabel kualitas pelayanan sebesar 76.3% dan hasil perhitungan nilai t hitung 0.645 (sig. 0.520) sehingga hipotesis keempat yang berbunyi diduga terdapat pengaruh antara promosi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) ditolak.
Promosi adalah berbagai jenis insentif jangka pendek untuk mendorong orang mencoba atau membeli produk atau jasa (menurut Kotler dan Keller, 2015). Pernyataan ini relevan
8
dengan hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa rata-rata responden setuju dengan adanya promosi dari segi frekuensi promosi, kualitas promosi, kuantitas promosi dan waktu promosi dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk boba drink Kokumi di Mall The Park Sawangan.
Hasil yang berbeda pada temuan Yusa dan Hastono (2018), bahwa promosi berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Air Minum Dalam Kemasan Rivero di Bandar Lampung.
5. Harga berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0.308. Hal ini menunjukan bahwa apabila harga Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan terjangkau, maka akan tinggi keputusan pembelian atas produk tersebut. Koefisien determinasi kualitas pelayanan sebesar 76.3% dan hasil perhitungan nilai t hitung 5.836 (sig. 0.000) sehingga hipotesis kelima bahwa diduga terdapat pengaruh antara harga (X5) terhadap keputusan pembelian (Y) diterima.
Gitasudarmo (2014), berpendapat bahwa harga adalah ukuran terhadap besar kecilnya seseorang terhadap produk yang dibelinya. Harga merupakan salah satu indikator yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, karena beberapa konsumen seringkali menjadikan harga sebagai kriteria utama dalam pengambilan keputusan pembelian.
Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Siregar dan Elizabeth (2018), bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian minuman Cocacola di Medan.
6. Citra Merek, Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Promosi, dan Harga berpengaruh secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung 96.773 (sig. 0.000). Hal ini menunjukan bahwa apabila Citra Merek, Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Promosi, dan Harga Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan baik, maka akan tinggi keputusan pembelian atas produk tersebut. Nilai koefisien determinasi dari variabel kualitas pelayanan sebesar 76.3% sehingga hipotesis keenam bahwa diduga terdapat pengaruh antara citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, promosi, dan harga (X6) terhadap keputusan pembelian (Y) diterima.
7. Nilai determinasi diperoleh 0,763 (Adjusted R Square), menunjukkan bahwa 76,3%
keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variasi dari kelima variabel independent (citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, promosi dan harga). Koefisien korelasi sebesar 0,878, menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, promosi dan harga terhadap keputusan pembelian produk Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan-Depok.
KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa Citra Merek, Kualitas Produk, dan Harga berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian. Kondisi yang sebaliknya yerjadi pada Kualitas Pelayanan dan promosi yang tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Namun secara simultan, citra merek, kualitas produk, kualitas pelayanan, promosi dan harga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk Boba Drink Kokumi di di Mall The Park Sawangan-Depok.
SARAN
Pengaruh positif yang terjadi pada Citra Merek, Kualitas Produk, dan Harga terhadap keputusan pembelian menjadikan masukan bagi perusahaan untuk lebih menjaga dan meningkatkan aspek-aspek tersebut terhadap produk Boba Drink Kokumi di Mall The Park Sawangan-Depok.
9 DAFTAR PUSTAKA
Agustini, Ni Putu Evi dan I Gst.A.Kt.Gd.Suasana. 2020. Pengaruh Ekuitas Merek, Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Pada Gerai Starbucks Di Bali.
Buletin Studi Ekonomi. 25 (1): 52-79
Fatmaningrum, Susanto dan Muinah Fadhila. 2020. Pengaruh Kualitas Produk Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Minuman Frestea. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 4 (1):176-188.
Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivarianate Dengan Program IBM SPSS 21.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Gitosudarmo, I. 2014. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: BPFE – Yogyakarta
Kotler dan Amstrong. 2012. Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Terjemahan Bob Sabran.
Jakarta : PT. Erlangga
Kotler dan Keller. 2015. Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Jakarta: Erlangga
Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat Priyatno, Dwi. 2017. Panduan Praktis Olah Data Menggunakan Spss. Yogyakarta: Andi Ratna, Desita D. 2017. Pengaruh Iklan, Kualitas Produk, dan Citra Merek Terhadap
Keputusan Pembelian Minuman Probiotik Konsumen Yakult di Kampung Botokan Pajang Laweyan Surakarta. Jurnal Sains Sosial dan Humaniora. 1 (1): 1-12
Marupa Siregar dan Elizabeth Haloho. 2018. Pengaruh harga dan promosi terhadap keputusan pembelian minuman coca-cola pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan. Jurnal Mutiara Manajemen, 3(1): 217-234 Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan : Teori Dan Aplikasi Dengan Spss. Yogyakarta:
Andi Offset
Tjiptono. 2013. Strategi Pemasaran. Edisi 2. Yogyakarta: Andi Offset
Yusa, Viola De dan Anugrah Lihin Hastono. 2018. Pengaruh Citra Merek, Harga Dan Promosi Dalam Keputusan Pembelian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Rivero Di Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah FE-UMM, 12 (1):69-80
https://kemenperin.go.id/artikel/20298/Industri-Makanan-dan-Minuman-Jadi-Sektor- Kampiun-
https://www.grab.com/id/press/tech-product/demam-bubble-tea-di-grabfood/