• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Desember 2015, semua kota IHK di Indonesia yaitu sebanyak 82 kota semuanya mengalami inflasi.

 Kota Manado pada bulan Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 1,74 persen, sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi “year on year” bernilai sama yaitu sebesar 5,56 persen.

 Inflasi di Kota Manado pada bulan Desember 2015 terjadi karena adanya kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar 5,93 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks terendah yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen.

 Penyumbang/andil inflasi terbesar di Kota Manado pada bulan Desember 2015 yaitu cabai rawit sebesar 0,7103 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah tindarung sebesar 0,0809 persen.

No. 01/01/71/Th.X, 4 Januari 2016

P

ERKEMBANGAN

I

HK

/I

NFLASI KOTA MANADO

DESEMBER 2015 KOTA MANADO MENGALAMI INFLASI SEBESAR 1,74 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Desember 2015 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Kota Manado mengalami inflasi sebesar 1,74 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,06 pada bulan November 2015 menjadi 125,20 pada bulan Desember 2015. Inflasi tahun kalender (Desember 2015 terhadap Desember 2014) nilainya sama dengan inflasi “year on year” (Desember 2015 terhadap Desember 2014) yaitu sebesar 5,56 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 5,93 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,79 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,40 persen, kelompok sandang sebesar 0,38 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,35 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit, bawang merah, beras, tomat sayur, minuman ringan, pisang, tarip listrik, telur ayam ras, semen, lemon dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain tindarung, cakalang/sisik, ekor kuning, daun bawang, anggur, apel, minyak goreng, sawi hijau, selada/daun selada, ketimun dan lain-lain.

Sumbangan/andil inflasi masing-masing kelompok pengeluaran pada bulan Desember 2015 yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,3981 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,1268 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,1143 persen, kelompok sandang sebesar 0,0201 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0119 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0225 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0457 persen.

(2)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Manado Desember 2015, Tahun Kalender 2015, dan Tahun ke Tahun

Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK November 2015 IHK Desember 2015 Inflasi Desember 20151) Inflasi Tahun Kalender 20152) Inflasi Tahun ke Tahun (Y o Y)3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U m u m (Headline) 123,06 125,20 1,74 5,56 5,56 1 Bahan Makanan 140,86 149,21 5,93 13,91 13,91

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 112,30 113,19 0,79 5,03 5,03 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 119,63 120,11 0,40 2,22 2,22

4 Sandang 106,64 107,04 0,38 2,19 2,19

5 Kesehatan 109,72 110,05 0,30 3,12 3,12

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 112,84 113,23 0,35 3,78 3,78 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 133,17 133,55 0,29 2,77 2,77

1) Persentase perubahan IHK Desember 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK Desember 2015 terhadap IHK Desember 2014 3) Persentase perubahan IHK Desember 2015 terhadap IHK Desember 2014

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Manado (2012=100)

Desember 2014 – Desember 2015

100.00 105.00 110.00 115.00 120.00 125.00 130.00 135.00 140.00 145.00

Des 14 Jan 15 Feb 15 Mar 15 Apr 15 Mei 15 Juni 15 Juli 15 Ags 15 Sept 15 Okt 15 Nov 15 Des 15

IH

K

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

(3)

Gambar 2

Inflasi Kota Manado (2012=100)

Tahun 2010 – 2015

Gambar 3

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Manado

Desember 2015 (2012=100)

1.3981 0.1268 0.1143 0.0201 0.0119 0.0225 0.0457 0.00 0.50 1.00 1.50 Bahan Makanan Makanan Jadi

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Su m b a n g a n /An d il (% ) Kelompok Pengeluaran

Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des

2010 0.41 0.49 -0.18 -0.08 1.37 -1.07 2.10 1.22 0.45 -0.70 0.64 1.50 2011 0.95 0.21 0.14 -1.43 -0.07 0.07 0.08 0.10 -0.22 0.33 -0.40 0.94 2012 -0.13 0.60 1.12 1.63 -0.84 0.50 0.85 2.16 -1.58 0.52 1.01 0.10 2013 -0.49 1.30 1.52 -0.56 -0.15 0.21 3.96 2.27 -2.10 -1.10 0.44 2.69 2014 1.06 -0.23 0.31 0.30 -0.15 0.67 0.85 -0.26 -0.03 1.42 1.56 3.83 2015 -0.71 -0.20 0.50 0.06 0.95 0.49 1.03 -0.53 0.62 1.49 -0.01 1.74 -2.50 -2.00 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 2010 2011 2012 2013 2014 2015

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 5,93 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 140,86 pada November 2015 menjadi 149,21 pada Desember 2015.

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, pada bulan ini sembilan sub kelompok diantaranya mengalami inflasi, dan dua sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Sub kelompok yang mendominasi terjadinya inflasi yaitu sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 37,61 persen; dan sub kelompok yang mengalami inflasi terendah yaitu kacang-kacangan sebesar 0,41 persen. Sub kelompok yang mengalami deflasi yaitu sub kelompok ikan segar sebesar 3,46 persen dan sub kelompok lemak dan minyak sebesar 1,23 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi terbesar yaitu 1,3981 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabai rawit sebesar 0,7103 persen; bawang merah sebesar 0,2138 persen; beras sebesar 0,2054 persen; tomat sayur sebesar 0,1686 persen; pisang sebesar 0,0776 persen; telur ayam ras sebesar 0,0462 persen; lemon sebesar 0,0402 persen; dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu: tindarung sebesar 0,0809; cakalang/sisik sebesar 0,0418 persen; ekor kuning sebesar 0,0230 persen; daun bawang sebesar 0,0213 persen; anggur sebesar 0,0213 persen; apel sebesar 0,0149 persen; minyak goreng sebesar 0,0141 persen; sawi hijau sebesar 0,0136 persen; selada/daun selada sebesar 0,0125 persen; ketimun sebesar 0,0100 persen; dan lain-lain.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada Desember 2015 mengalami inflasi 0,79 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,30 pada November 2015 menjadi 113,19 pada Desember 2015.

Semua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok makanan jadi sebesar 0,18 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 2,23 persen; serta sub kelompok tembakau dan minuman berakohol sebesar 0,93 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1268 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu minuman ringan sebesar 0,0803 persen; rokok kretek filter sebesar 0,0226 persen; sate sebesar 0,0135 persen; dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu gula pasir sebesar 0,0079 persen; sirop sebesar 0,0004 persen; dan lain-lain.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,40 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 119,63 pada November 2015 menjadi 120,11 pada Desember 2015.

Semua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,25 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air mengalami sebesar 0,84 persen; sub kelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,42 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,13 persen.

Pada Desember 2015 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1143 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarif listrik sebesar 0,0616 persen; semen sebesar 0,0427 persen; kayu balokan sebesar 0,0084 persen; kain gorden sebesar 0,0041 persen; dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu seng sebesar 0,0098 persen; besi beton sebesar 0,0049 persen; dan lain-lain.

(5)

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,38 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,64 pada November 2015 menjadi 107,04 pada Desember 2015.

Seluruh sub kelompok mengalami inflasi pada Desember 2015 yaitu sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,79 persen; sub kelompok sandang wanita sebesar 0,21 persen; sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,15 persen; dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 1,75 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,0201 persen; blus sebesar 0,033 persen; emas perhiasan sebesar 0,0031 persen; dan lain-lain. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu kemeja panjang sersin sebesar 0,0072 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu jam tangan sebesar 0,0008 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,72 pada November 2015 menjadi 110,05 pada Desember 2015.

Pada Desember 2015, semua sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,37 persen; sub kelompok obat-obatan sebesar 0,18 persen; sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 0,09 persen; dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,09 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi 0,0119 persen, dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu pasta gigi sebesar 0,0045 persen; obat flu sebesar 0,0013 persen; parfum sebesar 0,0009 persen; dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu hand body lotion sebesar 0,0008 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,35 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,84 pada November 2015 menjadi 113,23 pada Desember 2015.

Sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu rekreasi perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 2,80 persen dan rekreasi sebesar 0,07 persen; sedangkan tiga sub kelompok lainnya relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0225 persen dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu tas sekolah sebesar 0,0188 persen; buku pelajaran SD sebesar 0,0014 persen; flashdisk sebesar 0,0013 persen; dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi relatif tidak ada.

7. Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 133,17 pada November 2015 menjadi 133,55 pada Desember 2015.

Sub kelompok yang mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok transportasi sebesar 0,39 persen; sedangkan ketiga sub kelompok yang lain relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0457 persen dengan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu angkutan udara sebesar 0,0381 persen; dan kendaraan carter/rental sebesar 0,0083 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu bensin sebesar 0,0007 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi bulanan, inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun di Kota Manado disajikan dalam empat tahun terakhir yaitu sebagai berikut:

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun Kota Manado, Tahun 2012 – 2015

Inflasi 2012 2013 2014 2015

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Desember 0,10 2,69 3,83 1,74

2. Tahun kalender (Desember terhadap Desember ) 6,04 8,12 9,67 5,56 3. Desember terhadap Desember (tahun ke tahun)

(tahun n) (tahun n-1)

6,04 8,12 9,67 5,56

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI PULAU SULAWESI

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, pada Desember 2015 tercatat sembilan kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 1,27 persen dengan IHK sebesar 125,17 sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,10 persen dengan IHK sebesar 117,46.

Tabel 4

Perbandingan IHK dan Inflasi Desember 2015 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) K O T A Desember 2015 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Palu 125,22 1,96 2. Gorontalo 120,22 1,89 3. Manado 125,20 1,74 4. Mamuju 122,78 1,70 5. Bulukumba 128,34 1,30 6. Bau-bau 126,70 1,22 7. Pare-pare 119,57 0,74 8. Makassar 122,54 0,70 9. Palopo 120,48 0,55 10. Kendari 118,06 0,51 11. Watampone 118,49 0,47

(7)

Gambar 4

Pemetaan Inflasi Desember 2015 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) Manado Gorontalo Pare-Pare Watampone Kendari Palu Palopo Mamuju Makassar Bulukumba Bau-Bau 1,74 1,89 1,96 1,70 0,74 0,70 1,30 0,55 0,47 1,22 0,51

(8)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Marthedy M. Tenggehi, S.Si

Kabid. Statistik Distribusi

BPS Provinsi Sulawesi Utara

Telepon: 0431-847044

Fax.: 0431-862204

Email: [email protected]

Homepage: http://sulut.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Desember 2015 adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,50 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok

Pada bulan Juni 2013 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0342 persen; kelompok

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Januari 2016, yaitu: kelompok bahan makanan 1,50 persen; kelompok makanan jadi, minuman; rokok

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar 0,7743 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok

Seluruh kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juni 2016, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,57 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan

Pada bulan Maret 2007 kelompok-kelompok komoditi memberikan andil/sumbangan inflasi adalah sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,05 persen; kelompok makanan jadi, minuman,

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Desember 2014, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,1567 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok,

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi terbesar pada Maret 2016, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,2065 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok