•
Waskita Beton sudah gunakan capex Rp 912 miliar.•
Champion Pacific ragu bisa tumbuh tinggi.•
ROTI harapkan kontribusi Filipina terasa 2018.•
Harga rights issue SDPC Rp 110 per saham.DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD Change
Market Preview
Penguatan IHSG akhir pekan lalu ter-tahan di resisten harian 5950 akibat aksi ambil untung, tutup di 5924,124 atau koreksi tipis 2,089 poin (0,03%). Nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu mencapai Rp6,2 triliun meningkat dibandingkan rata-rata harian pekan lalu sebesar Rp5,52 tril-iun. Sentimen pasar digerakkan antisi-pasi pasar atas rilis 3Q17 emiten sek-toral, pergerakan bullish harga ko-moditas logam, dan rilis data perda-gangan China September lalu yang kembali melanjutkan tren pertumbu-hannya sepanjang tahun ini. Selama sepekan IHSG berhasil melanjutkan tren bullish, menguat 0,32%. Sepekan terakhir pergerakan pasar cenderung fluktuatif memanfaatkan sejumlah isu individual seperti antisipasi atas rilis
lab 3Q17 emiten sektoral, rencana aksi korporasi seperti pembagian dividen. Namun pasar juga menghadapi resiko keluarnya arus dana asing. Sepekan terakhir pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih hingga Rp1,34 triliun. Sepanjang tahun ini hingga akhir pekan lalu penjualan bersih asing mencapai Rp15,65 triliun. Ke-luarnya asing dari aset beresiko sepanjang tahun ini terutama memasuki paruh kedua tahun ini, terutama dipicu kekhawatiran berlanjutnya pelemahan rupiah atas dolar AS menyusul perkembangan positif perekonomian negara AS dan respon atas kebijakan normalisasi moneter The Fed. Sepekan terakhir rupiah cenderung mele-mah 0,17% di Rp13508 akhir pekan lalu. Sepanjang tahun ini rupiah melemele-mah 0,53% (YTD).
Sementara Wall Street akhir pekan lalu kembali melanjutkan tren bullish. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,13% dan 0,09% di 22871,72 dan 2553,17. Indeks Nasdaq menguat 0,22% di 6605,80. Pasar Wall Street terutama digerakkan dengan rilis laba 3Q17 sejumlah emiten sektoral. Pasar optimis laba se-jumlah emiten di 3Q17 akan tumbuh kuat. Sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,43% dan 0,15%. Harga komoditas minyak mentah akhir pekan lalu menguat 1,66% dan sepekan menguat 5,48% di USD51,95/barel. Sedang-kan harga nikel di LME akhir peSedang-kan lalu menguat 2,7% dan sepeSedang-kan menguat 10,73% di USD11715/MT.
Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, IHSG berpeluang bergerak di teritori positif. Sentimen positif ditopang pergerakan bullish harga sejumlah komodi-tas tambang dan energi. Sentimen individual terutama antisipasi akomodi-tas rilis laba 3Q17 turut menopang sentimen pasar. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5890 hingga
5950 cenderung menguat. S1 5890 S2 5860 R1 5930 R2 5950 Index Last Chg % DJIA 22871.72 30.71 0.13 S&P 500 2553.17 2.24 0.09 FTSE 100 7535.44 (20.80) (0.28) CAC 40 5359.74 (1.07) (0.02) DAX 12991.87 8.98 0.07 NIKKEI 225 21320.81 364.08 1.74 HANGSENG 28476.43 17.40 0.06 STI 3319.11 7.25 0.22 SHENZHEN 2036.81 13.45 0.66 SHANGHAI 3390.52 4.42 0.13 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 51.90 1.09 2.15 CPO (RM/M.T) 2749.00 38.00 1.40 Gold (USD/T.oz) 1303.70 6.40 0.49 Nikel (USD/M.T 11660.00 650.00 5.90 Timah (USD/M.T) 20700.00 25.00 0.12 Coal (USD/M.T) 95.15 (0.60) (0.63) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13473.00 (37.00) (0.27) USD/EUR 1.182 (0.00) (0.22) JPY/USD 112.02 (0.17) (0.15) IDR/SGD 9981.67 2.28 0.02 IDR/AUD 10616.00 30.80 0.29 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 32.54 4384 0.10 0.31
Top Gainers IDR % Chg KIOS 1,700 25.00 340 MTWI 284 24.60 56 DNAR 278 18.80 44 CMPP 1,200 17.60 180
SHID 1,435 17.10 210 Top Losers IDR % Chg
HOTL-W 9 (18.20) (2) AKSI 590 (16.30) (115) LPGI 4,750 (13.60) (750) ESTI 94 (7.80) (8) ESSA 1,950 (7.60) (160) Top Value IDR % (miliar)
TLKM 4,430 (0.20) 1,086 B BBRI 15,350 (0.20) 763 B
SRIL 388 1.60 739 B ASII 8,475 3.40 702 B BMRI 6,775 (0.70) 676 B Top Volume IDR % (juta)
SRIL 388 1.60 1,916.754 MYRX 129 0.80 955.808 WSBP 360 5.30 924.381 PGAS 1,640 3.10 673.279 IIKP 214 0.00 563.265 IHSG 5,924.12 Change (2.08) Change (%) (0.04) Change (%/ytd) 11.85 Total Value (IDR triliun) 7.197 Total Volume (miliar saham) 8.683 Net Foreign Buy (IDR miliar) (195.000) Up: 163 Down: 175 Unchange: 139
News Update
2
Waskita Beton sudah gunakan capex Rp 912 miliar. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyerap 48% belanja modal yang dianggarkan tahun ini. Tahun 2017, WSBP mematok belanja modal sebesar Rp 1,9 triliun. Artinya, WSBP telah menggunakan belanja modal sebesar Rp 912 miliar. Jarot Subana, Direktur Utama WSBP menyatakan diantara belanja modal yang sudah terserap, dipergunakan untuk pembangunan dan pembebasan lahan plant precast, quarry, kebutuhan peralatan precast, dan readymix. Pasalnya, WSBP tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan ekspansi pabrik. Sejauh ini, peningkatan kapasitas dilakukan dengan pembangunan pabrik dan perluasan secara eksiting. Belum ada rencana akuisisi pabrik. Dia menambahkan, saat ini WSBP tengah menggenjot pembangunan pabrik di Penajam, Kalimantan Timur dan Medan, Sumatra Utara. Sejauh ini, progres kedua pabrik tersebut sedang disiapkan pembangunannya. WSBP juga meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Gasing, Sumatra Selatan. "Per September progresnya (Gasing) sudah sekitar 85% dan optimistis bisa selesai tahun ini," terang Jarot. (Kontan)
Champion Pacific ragu bisa tumbuh tinggi. Produsen kemasan, PT Champion Pacific Indonesia Tbk pesimistis bisa menorehkan pertumbuhan bisnis sesuai target pada tahun ini. Sebelumnya, perusahaan berkode saham IGAR di BEI ini mematok pertumbuhan pendapatan 10%-15% pada tahun ini. Presiden Direktur IGAR Antonius Muhartoyo mengatakan, setelah melihat kondisi bisnis saat ini, pihaknya tidak berani menargetkan pertumbuhan yang cenderung tinggi. “IGAR selalu konservatif,” ujarnya. Bahkan, ia memprediksi pencapaian bisnis IGAR sedikit turun dibandingkan perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 792 miliar. “Tahun lalu pertumbuhan bisnis memang luar biasa dalam sejarah bisnis packaging (kemasan),” katanya. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2017, perseroan memperoleh penjualan bersih senilai Rp 371 miliar. Angka tersebut turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 391 miliar. “Bisnis kemasan memang turun dibandingkan tahun lalu, kemungkinan stok tahun lalu belum semuanya terjual,” sebut Antonius. Laba IGAR sampai semester I 2017 hanya Rp 39 miliar, turun 9% dari periode sama tahun lalu yang Rp 43 miliar. Padahal, beban pokok penjualan juga turun 4% dari Rp 316 miliar menjadi Rp 303 miliar. Antonius mengakui, harga bahan baku tahun ini naik cukup signifikan. “Antara 3%-4% dihampir semua bahan baku,” ujarnya. Namun pembelian bahan baku perseroan sampai semester I 2017 tercatat turun 7,6% menjadi Rp 252 miliar. Antonius enggan merinci pencapaian produksi perusahaan sampai saat ini. IGAR dikenal fokus pada produksi kemasan untuk industri farmasi. Sampai semester pertama 2017, penjualan dari segmen farmasi naik tipis 2,5% menjadi Rp 321 miliar, atau 86% dari total penjualan. Sedangkan segmen non-farmasi turun 35% menjadi Rp 50 miliar. Menurut Antonius, IGAR memang fokus pada kemasan farmasi karena memiliki mesin produksi yang punya spesialisasi memproduksi kemasan tersebut. Namun pasar kemasan farmasi hanya tumbuh sedikit, Antonius menilai, permintaan obat-obatan dari program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) mempengaruhi keuntungan dari industri kemasan. “Memang ada pertumbuhan, tapi harga-harga menurun semua,” ungkap Antonius. Sampai saat ini IGAR belum akan melakukan ekspansi, perseroan hanya melakukan beberapa pembelian mesin baru untuk menunjang produksi. (Kontan)
ROTI harapkan kontribusi Filipina terasa 2018. PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) belum berpuas diri setelah masuk ke pasar Filipina
dengan pembangunan pabrik di negeri itu. Perusahaan ini tengah bersiap untuk melebarkan sayap ke negara-negara tetangga lainnya. Adapun proyek pabrik di Filipina yang merupakan pabrik hasil patungan dengan Monde Nissin Corporation yang bernama Sarimonde Foods Corporation akan selesai pada akhir tahun ini. Dalam proyek itu, ROTI memiliki porsi saham mayoritas, sekitar 55% dan 45% dipegang oleh Monde Nissin. Untuk pembangunan pabrik anyar itu, emiten berkode ROTI ini merogoh kocek Rp 100 miliar yang diambil dari belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini yang totalnya Rp 498 miliar. Adapun, sisa belanja modal sekitar Rp 398 miliar akan digunakan untuk perawatan dan memaksimalkan kinerja perseroan selama 2017. Public Relations ROTI, Stephen Orlando bilang, pembangunan pabrik Sarimonde Foods Corporation di Filipina ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2017. "Kami harapkan selesai akhir tahun ini agar mulai beroperasi pada Kuartal I 2018," ujarnya kepada KONTAN, Jum'at (13/10). Sayangnya Stephen tak mengungkapkan, berapa kontribusi produksi pabrik di Filipina kepada pendapatan perusahaan. Namun, yang pasti pabrik di Filipina bukanlah pabrik terakhir yang akan dibangun oleh ROTI. Dia menjelaskan, bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan jika nantinya ROTI akan menyasar ke pasar-pasar negara tetangga selain Filipina. "ROTI selalu terbuka terhadap peluang-peluang yang ada," imbuh dia. Namun, sayangnya Stephen enggan memberitahu mengenai pertumbuhan penjualan ROTI hingga bulan Oktober 2017, akan tetapi ia mengatakan jika tren penjualan pada semester II mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Sekedar informasi, pada semester I 2017, ROTI hanya mencatatkan pendapatan Rp 1,2 triliun atau turun 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersih ROTI juga terjun bebas. Pada semester I 2017, keuntungan perusahaan hanya Rp 46 miliar, turun 64% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat Rp 129 miliar. Saat ini, ROTI mengoperasikan total 10 pabrik di dalam negeri dan dan penambahan 1 pabrik di Filipina pada tahun ini. Stephen juga pernah bilang bahwa ROTI selain membangun pabrik di Filipina, juga akan membangun 45 pabrik lagi di Pulau Jawa. (Kontan)
Harga rights issue SDPC Rp 110 per saham. PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Jumat (13/10), SDPC menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per saham. Dengan demikian, emiten distributor produk kesehatan ini bakal meraup dana sekitar Rp 60,06 miliar. Perolehan dana itu mengacu pada jumlah saham yang diterbitkan, yakni 546 juta saham atau 42,86% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. SDPC menggelar aksi ini melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap pemegang empat saham lama akan memiliki tiga HMETD, di mana setiap satu HMETD memberikan hak atas satu saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Pharmaniaga International Corporation Sdn Bhd menjadi pembeli siaga dalam rights issue SDPC. Pharmaniaga tak lain adalah pemegang 55% saham SDPC. SDPC akan memakai dana rights issue untuk ekspansi. Perinciannya, sebesar Rp 54 miliar atau 90% untuk mengakuisisi 15% saham PT Ernita Pharma. Sisanya Rp 3,5 miliar untuk modal kerja perusahaan. Rights issue SDPC dijadwalkan mendapat pernyataan efektif OJK pada 27 November 2017. Sehingga cum HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi berakhir 5 Desember 2015, dilanjutkan ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 6 Desember 2017. Cum dan ex HMETD di pasar tunai masing-masing pada 8 Desember dan 11 Desember 2017. (Kontan)
4
Stock Picks
WSKT 1820-1920.
Tekanan jual atas saham emiten jasa konstruksi, Waskita Karya Tbk (WSKT) pekan lalu berhasil
redah dan harganya kembali rebound tutup di Rp1865 akhir pekan lalu. Sebelumnya tekanan jual sempat membawa
harganya anjlok ke Rp1780 (2/10). Sepanjang tahun ini harga sahamnya bergerak bearish. Akhir 2016 lalu harganya
masih di Rp2550. Harga sahamnya tertinggi tahun ini sempat mencapai Rp2680 (18/1). Namun sejak Februari tahun
ini harganya cenderung bearish seiring meningkatnya kekhawatiran atas arus dana perseroan di tengah banyaknya
proyek infrastruktur yang digarapnya. Dalam waktu dekat rilis laba 3Q17 akan menjadi katalis pergerakan harga
sahamnya. Saat ini harganya sudah relatif murah baik secara technical maupun fundamental. Perseroan baru-baru ini
menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap I 2017 senilai Rp3 triliun. Penerbitan obligasi ini menambah arus dana
perseroan untuk menalangi kebutuhan modal kerja akibat pengerjaan proyek perseroan yang kebanyakan bersifat
Turnkey Project sehingga ada mismatch antara kebutuhan dana modal kerja dengan arus dana masuk dari pemilik
proyek. Sekitar 80% hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja, sedangkan sisanya akan digunakan
untuk investasi di anak usaha. Dari jumlah tersebut akan digunakan 80% untuk penyertaan modal di PT Waskita Toll
Road dan 20% di Waskita Karya Realty. Hingga akhir 2Q17 perseroan memiliki kontrak Rp120 triliun. Saham WSKT
termasuk murah dibandingkan emiten jasa konstruksi lainnya karena ditransaksikan dengan PE 7,2x dibandingkan rata
-rata industri di sekitar 11x. Secara kinerja, pendapatan usaha perseroan sepanjang 1H17 mencapai Rp15,55 triliun
atau melonjak 92,32% dibandingkan 1H16 sebesar Rp8,08 triliun. Laba bersih naik hingga 118,66% mencapai Rp1,28
triliun dibandingkan 1H16 sebesar Rp586,27 miliar. Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan di 1H17 ditopang
perolehan kontrak baru Rp32,47 triliun atau sekitar 54% dari proyeksi kontrak baru tahun ini sebesar Rp60 triliun.
Pendapatan tahun ini diperkirakan mencapai Rp40 triliun atau tumbuh 68% dari 2016 lalu sebesar Rp23,80 triliun.
Hingga 1H17 pencapaian pendapatan usaha mencerminkan 39% target tahun ini. Sedangkan proyeksi laba bersih
tahun ini mencapai Rp3,5 triliun atau tumbuh 106% dari 2016 lalu sebesar Rp1,7 triliun. Hingga 1H17 pencapaian laba
bersih baru mencerminkan 41% proyeksi laba tahun ini. EPS proyeksi 2017 Rp258. Tahun ini perseroan menyiapkan
belanja modal Rp25 triliun hingga Rp30 triliun. Harga sahamnya kami perkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE
14x (E/17) atau mencapai Rp3610. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 94%. Secara technical, support saat ini di
Rp1800 dan resisten terdekat menguji Rp1920. Maintain Buy, SL 1750
Stock Picks
3PWON 580-630.
Harga saham emiten properti, Pakuwon Jati Tbk (PWON) akhir pekan lalu tutup di Rp600. Harga
sa-hamnya bergerak bearish sejak Agustus lalu. Pekan lalu harganya terendah di Rp580, merupakan terendahnya sejak
perdagangan 20 Mei lalu. Tahun ini harganya tertinggi di Rp725 (31/7). Akhir tahun lalu harganya tutup di Rp565.
Di-bandingkan harganya akhir Juli lalu di Rp725, harganya saat ini sudah terkoreksi 17%. Secara technical peluang
re-bound cukup terbuka mengingat posisi harganya berada di area oversold. Support saat ini di Rp580 dengan peluang
rebound menguji resisten terdekat di kisaran Rp630. Dalam waktu dekat pasar akan merespon rilis laba 3Q17. Resiko
pergerakan harganya saat ini adalah kekhawatiran pelemahan rupiah atas dolar AS yang saat ini di kisaran Rp13500,
mengingat perseroan memiliki utang obligasi dalam dolar sebesar USD250 juta yang baru diterbitkan Februari tahun
ini. Dari sisi kinerja, sepanjang paruh pertama tahun ini (1H17) pendapatan bersih perseroan tumbuh 20,89% (yoy)
mencapai Rp2,95 triliun dari Rp2,44 triliun di 1H16. Tahun ini pendapatan perseroan diperkirakan tumbuh 26%
men-capai Rp6,10 triliun dibandingkan 2016 sebesar Rp4,84 triliun. Hingga 1H17 raihan pendapatan telah mencerminkan
48,4% dari target tahun ini. Pendapatan perseroan 1H17 ditopang raihan marketing sales mencapai Rp1,14 triliun
atau mencerminkan 42% dari target marketing sales perseroan tahun ini sebesar Rp2,7 triliun. Sebagian besar
mar-keting sales perseroan dikontribusikan dari proyek apartemen mencapai Rp755 miliar dan sisanya Rp366 miliar
dikon-tribusikan dari proyek landed house yakni dari proyek Grand Pakuwon dan Pakuwon City di Surabaya. Pada paruh
kedua tahun ini, perseroan merilis tiga proyek baru yakni dua Tower Gedung Perkantoran dan Satu Tower
Kondomin-ium. Di Jakarta perseroan memiliki proyek Gedung Perkantoran dan Kondominium di Kota Kasablanka. Tahun ini
perseroan anggarakan capex Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun. Sedangkan laba bersih 1H17 hanya tumbuh tipis 0,51%
mencapai Rp900,50 miliar dari 1H16 sebesar Rp895,97 miliar. Tahun ini laba bersih diperkirakan mencapai Rp1,86
triliun atau tumbuh 11,35% dari 2016 lalu sebesar Rp1,67 triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp38,63. Dengan pendekatan
nilai buku saham perseroan setahun terakhir ditransaksikan dengan rata-rata PBV2,63x. Dengan PBV 2,63x harga
sa-hamnya berpeluang mencapai Rp700 atau ada ruang penguatan sekitar 16,7% dari harga penutupan akhir pekan lalu
di Rp600. Maintain Buy, SL 570
5
Stock Picks
BBNI 7400-7700
.
Harga saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akhir pekan lalu melanjutkan rebound tutup di
Rp7625 menguji kembali resisten di kisaran Rp7700. Sedangkan support saat ini di Rp7400. Pelaku pasar kembali
memburu sahamnya merespon rilis laba sembilan bulan pertama 2017 yang tumbuh 31,62% (yoy) mencapai Rp10,16
triliun dibandingkan periode yang sama 2016 Rp7,72 triliun. Secara kuartalan laba 3Q17 perseroan mencapai Rp3,74
triliun tumbuh 17,47% (qoq) dibandingkan kuartal sebelumnya Rp3,18 triliun dan naik 11,90% (yoy) dibandingkan
3Q16 Rp3,34 triliun. Pencapaian pertumbuhan laba sepanjang 9M17 dikontribusikan dari pendapatan bunga bersih
naik 7,5% (yoy) mencapai Rp23,51 triliun dan pendapatan non bunga naik 15,1% (yoy) mencapai Rp7,18 triliun dari
Rp6,24 triliun di 9M16. Pendapatan bunga bersih dikontribusikan dari pertumbuhan penyaluran kredit hingga 13,3%
(yoy) mencapai Rp421,4 triliun. Perseroan optimis tahun ini pertumbuhan kredit di kisaran 13-14%. Pertumbuhan
kredit perseroan di atas rata-rata industri sebesar 8,2% (per Juli). Selain pertumbuhan kredit, pertumbuhan laba turut
ditopang membaiknya kualitas kredit bermasalah perseroan (NPL). Rasio NPL gross turun 38 bp menjadi 2,75% dari
3,13% di periode yang sama 2016. Perseroan sepanjang 9M17 juga berhasil menghimpun DPK yang naik 19,6% (yoy)
mencapai Rp480,53 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp401,88 triliun. Biaya kredit perseroan
sepanjang 9M17 turun menjadi 1,7% dari 2,4% di periode yang sama 2016. NIM perseroan dipertahankan di level
5,5%. Perseroan tahun ini menargetkan pertumbuhan laba sekitar 30% atau mencapai Rp14,74 triliun dibandingkan
2016 lalu sebesar Rp11,34 triliun. Hingga akhir kuartal III 2017 pencapaian laba bersih mencerminkan 69% dari target
tahun ini. Sebelumnya harga sahamnya diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,7x atau mencapai
Rp7865. Trading Buy, SL 7200
Senin, 16 Oktober 2017
Saham Pilihan
ASII 8250-8600 Buy, SL 7900
BBRI 15250-15600 Buy, SL 14800
INCO 2950-3120 TB, SL 2900
WIKA 1740-1820 Buy, SL 1700
WSBP 350-378 Buy, SL 340
PTPP 2600-2820 Buy, SL 2480
ELSA 316-336 TB, SL 310
Stock View
6
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5924.12 5942.94 5961.76 5910.22 5896.32
PERKEBUNAN AALI 14750 14,883.33 15,016.67 14,608.33 14,466.67 13,059,216.00 -19.91 393.15 -75.27 45.02 BWPT 244 248.00 252.00 240.00 236.00 LSIP 1445 1,463.33 1,481.67 1,423.33 1,401.67 4,189,615.00 -11.36 91.36 -32.01 18.72 SGRO 2390 2,393.33 2,396.67 2,383.33 2,376.67 SIMP 520 526.67 533.33 516.67 513.33 13,835,444.00 -7.53 16.72 -68.60 25.18 UNSP 228 236.00 244.00 222.00 216.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1900 1,921.67 1,943.33 1,871.67 1,843.33 37,032,346.42 -10.48 65.74 -5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 82 54.67 27.33 54.67 27.33 BUMI 194 210.67 227.33 182.67 171.33 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2250 2,273.33 2,296.67 2,233.33 2,216.67 ITMG 20800 21,175.00 21,550.00 20,550.00 20,300.00 21,925,897.16 -9.27 770.46 -65.05 8.53 PTBA 11075 11,258.33 11,441.67 10,958.33 10,841.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1215 1,238.33 1,261.67 1,188.33 1,161.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 85 87.00 89.00 84.00 83.00
ELSA 326 333.33 340.67 317.33 308.67 3,775,323.00 -10.56 51.43 -8.99 7.17
ENRG 75 78.33 81.67 72.33 69.67
ESSA 1950 2,053.33 2,156.67 1,893.33 1,836.67
MEDC 790 798.33 806.67 783.33 776.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 645 655.00 665.00 640.00 635.00 10,531,504.80 11.79 -151.06 85.85 -3.10 INCO 3000 3,056.67 3,113.33 2,966.67 2,933.33 10,894,532.28 -15.64 70.11 -67.49 26.24 TINS 865 875.00 885.00 855.00 845.00 6,874,192.00 -6.74 13.64 -84.08 56.09 SEMEN INTP 19275 19,366.67 19,458.33 19,216.67 19,158.33 17,798,055.00 -10.99 1,183.48 -17.34 17.00 SMCB 840 845.00 850.00 835.00 830.00 9,239,022.00 -12.25 22.85 -73.80 47.91 SMGR 9200 9,308.33 9,416.67 9,108.33 9,016.67 26,948,004.47 -0.14 762.28 -18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 87 89.67 92.33 84.67 82.33 JPRS 136 136.67 137.33 134.67 133.33 KRAS 498 502.67 507.33 495.67 493.33 PAKAN TERNAK CPIN 3120 3,143.33 3,166.67 3,073.33 3,026.67 JPFA 1350 1,376.67 1,403.33 1,331.67 1,313.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8475 8,583.33 8,691.67 8,258.33 8,041.67 184,196,000.00 -8.68 357.28 -24.59 20.71
GJTL 700 723.33 746.67 688.33 676.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8825 8,891.67 8,958.33 8,716.67 8,608.33 INDF 8325 8,375.00 8,425.00 8,300.00 8,275.00 MYOR 2160 2,200.00 2,240.00 2,110.00 2,060.00 ROTI 1270 1,280.00 1,290.00 1,255.00 1,240.00 GGRM 64200 65,425.00 66,650.00 63,550.00 62,900.00 INAF 2250 2,283.33 2,316.67 2,223.33 2,196.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2790 2,816.67 2,843.33 2,756.67 2,723.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1700 1,706.67 1,713.33 1,686.67 1,673.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
UNVR 48750 50,233.34 51,716.67 47,058.34 45,366.67
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 280 286.00 292.00 274.00 268.00 ASRI 390 397.33 404.67 385.33 380.67 BKSL 142 144.67 147.33 140.67 139.33 BSDE 1750 1,763.33 1,776.67 1,738.33 1,726.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1165 1,178.33 1,191.67 1,158.33 1,151.67 CTRA 1160 1,166.67 1,173.33 1,156.67 1,153.33 CTRP 1160 1,166.67 1,173.33 1,156.67 1,153.33 CTRS 1160 1,166.67 1,173.33 1,156.67 1,153.33 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 308 310.00 312.00 306.00 304.00 MDLN 334 336.67 339.33 332.67 331.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2070 2,090.00 2,110.00 2,040.00 2,010.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 75 77.00 79.00 74.00 73.00 PTPP 2720 2,786.67 2,853.33 2,586.67 2,453.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 670 683.33 696.67 648.33 626.67 TOTL 760 765.00 770.00 750.00 740.00 WIKA 2300 2,343.33 2,386.67 2,233.33 2,166.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 1640 1,685.00 1,730.00 1,595.00 1,550.00 42,333,969.71 -0.16 228.31 -38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1360 1,365.00 1,370.00 1,350.00 1,340.00 JSMR 6075 6,116.67 6,158.33 6,016.67 5,958.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 3530 3,566.67 3,603.33 3,496.67 3,463.33 22,876,182.00 -2.49 -2.97 -97.16 -1,348.39 ISAT 6200 6,266.67 6,333.33 6,166.67 6,133.33 TLKM 4530 4,686.67 4,843.33 4,336.67 4,143.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 324 328.00 332.00 320.00 316.00 52,627,783.53 7.55 40.78 -122.73 10.94 MBSS 398 406.00 414.00 390.00 382.00 WINS 270 270.67 271.33 268.67 267.33 1,378,353.91 -37.37 -19.45 -129.08 -10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 2230 2,303.33 2,376.67 2,173.33 2,116.67 BANK BBCA 20675 20,900.00 21,125.00 20,500.00 20,325.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 565 573.33 581.67 558.33 551.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7625 7,666.67 7,708.33 7,566.67 7,508.33 36,895,081.00 10.58 486.18 -15.91 10.90 BBRI 15350 15,450.00 15,550.00 15,275.00 15,200.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 3050 3,130.00 3,210.00 3,010.00 2,970.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5475 5,516.67 5,558.33 5,441.67 5,408.33 22,420,658.00 -2.48 249.70 -8.09 16.40 BJBR 2570 2,593.33 2,616.67 2,553.33 2,536.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 6775 6,925.00 7,075.00 6,700.00 6,625.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1205 1,236.67 1,268.33 1,186.67 1,168.33 22,318,759.00 7.24 17.02 -81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 7225 7,350.00 7,475.00 7,075.00 6,925.00 19,764,821.14 -12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 298 300.67 303.33 294.67 291.33 UNTR 24150 24,550.00 24,950.00 23,575.00 23,000.00 49,347,479.00 -7.14 1,033.07 -28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6850 6,900.00 6,950.00 6,800.00 6,750.00 RALS 935 955.00 975.00 920.00 905.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1475 1,486.67 1,498.33 1,466.67 1,458.33 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 56 58.00 60.00 55.00 54.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 - Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of
Indo-nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00
Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
ISSP Steel Pipe Industry of
Indo-nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00
Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai-tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo-nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta Selatan -
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta - Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24-Jun-16
27-Jun-16
21-Jul-16
SQBB
16000
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
SQBI
16000
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
DPNS
5
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
GEMA
16
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
MREI
50
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
JTPE
14
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
PEGE
10
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
CPIN
29
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
TALF
3
22-Jun-16
23-Jun-16
12-Jul-16
KBLI
7
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
SRTG
32
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
KKGI
20
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
CTRP
4
22-Jun-16
23-Jun-16
13-Jul-16
CTRS
22
22-Jun-16
23-Jun-16
13-Jul-16
CTRA
6
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
IDPR
5
21-Jun-16
22-Jun-16
30-Jun-16
UNVR
424
21-Jun-16
22-Jun-16
15-Jul-16
INPP
1.5
21-Jun-16
22-Jun-16
14-Jul-16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.