24
Universitas Kristen Petra
3. METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuanti- tatif dan hubungan kausal. Metode Penelitian Kuantitatif, sebagaimana dikemuka- kan oleh Sugiono (2009, p.14) dapat diartikan sebagai metode penelitian yang ber- landaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara ran- dom, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Hubungan Kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi, pada hubung- an kausal terdapat variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan de- penden (dipengaruhi) (Sugiono, 2009, p. 56). Variabel independen dalam peneli- tian ini adalah Lingkungan Fisik (X1), dan Komunikasi Antar Personal (X2), vari- abel dependen adalah Produktivitas Kerja (Y)
3.2. Penentuan Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi dan Sampel
Menurut Sugiono (2009, p.215) sampel adalah “sebagian dari populasi itu”. Populasi itu misalnya penduduk di wilayah tertentu, jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan murid di sekolah tertentu dan sebagainya. Da- lam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, yakin seluruh karyawan Front Office sebanyak 38 orang. Menurut Sugiono (2009, p.68) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi di- gunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif ke- cil dan peneliti ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
Responden yang dipilih adalah karyawan yang terdiri dari manajer, supervisor, hingga staff biasa, seperti Bell boy, Door man, Concierge, petugas Vallet, Reception, Lift attandent dan Horizon staff.
25
Universitas Kristen Petra
3.3. Jenis dan Sumber Data 3.3.1. Jenis Data
Dalam penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif yakni dinyata- kan dalam angka-angka atau dapat ditranformasikan dalam angka. Penulis meng- gunakan jenis data kuantitatif karena penelitian ini merupakan penelitian hubung- an pengaruh dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan da- ta.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah 1) Data primer.
“Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data” Sugiono (2009, p.193). Data primer yang digunakan oleh peneliti adalah survei lingkungan (wawancara) dan berupa kuesioner yang disebarkan pada karyawan Hotel Shangri-La Surabaya.
2) Data sekunder.
“Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberi- kan data kepada pengumpul data” Sugiono (2009, p.193). Data se- kunder ini dibutuhkan dalam penelitian ini seperti gambaran umum perusahaan dan database perusahaan yang berhubungan dengan pe- nelitian ini.
3.4. Metode dan Teknik Pengumpulan Data 3.4.1. Kuisioner
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Jenis skala pengukuran pada kuisioner ini menggunakan Likert Scale be- rentang empat dimana Likert Scale digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena tertentu (Sugiono, 2009, p.107). Dalam skala Likert Scale ini penulis menggunakan ren- tang genap untuk menghindari jawaban yang tidak netral dari responden.
26
Universitas Kristen Petra
1) Sangat tidak setuju : bobot 1 2) Tidak setuju : bobot 2 3) Netral : bobot 3 4) Setuju : bobot 4 5) Sangat setuju : bobot 5
3.4.2. Wawancara
Menurut Sugiono (2009, p.137) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk me- nemukan masalah yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedi- kit/kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur (peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh) maupun tidak terstruktur (peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sis- tematis dan lengkap sebagai pengumpul datanya) dan dapat dilakukan secara lang- sung (tatap muka) maupun secara tidak langsung (melalui media seperti telepon).
3.5. Identifikasi Variabel Batasan operasional terhadap variabel-variabel digunakan dalam peneliti- an ini untuk mengukur produktivitas kerja karyawan. Variabel penelitian dibeda- kan menjadi 2 perubah (Bivariate) yang mempunyai pengaruh yang sama, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Varibel yang digunakan dalam pene- litian ini yaitu :
1) Varibel bebas (X), yaitu : Lingkungan Kerja Fisik sebagai X1 dan komunikasi antar personal sebagai X2.
2) Variabel terikat (Y), yaitu : Produktivitas kerja.
3.5.1 Definisi Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2009, p.36) definisi variabel adalah suatu variabel dengan tujuan memberi arti atau menspesifikasikan kegiatan atau membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi operasional variabel tersebut sebagai berikut:
27
Universitas Kristen Petra
1) Lingkungan kerja fisik
Pengertian dari lingkungan kerja fisik menurut Sedarmayanti (2001, p.26) yaitu semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi karyawan baik secara lang- sung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para karyawan di hotel Shangri-La Surabaya yang dapat mempengaruhi karyawan tersebut dalam menjalankan tugas-tu- gas yang diberikan kepadanya. Ada beberapa hal yang digunakan un- tuk mengukur lingkungan kerja fisik yaitu:
a. Penerangan
Penerangan / cahaya di tempat kerja, yaitu kesesuaian penerangan lampu yang ada pada tempat kerja dan posisi atau tata letak lampu yang strategis sehingga memudahkan karyawan dalam bekerja. Pe- nerangan yang baik dapat memberikan kepuasan dalam bekerja dan tentunya akan meningkatkan produktivitas karyawan hotel.
b. Pertukaran udara
Pertukaran udara di tempat kerja, yaitu kesesuaian sirkulasi udara yang cukup baik sehingga ruangan terasa nyaman.
c. Bising
Bising merupakan gangguan suara baik berasal dari dalam maupun luar tempat kerja. Merupakan suatu kondisi bising yang ada di seki- tar tempat kerja, akibat gangguan suara baik yang berasal dari luar ataupun dari dalam.
d. Warna
Adalah pemilihan warna ruangan yang ada di tempat kerja.
e. Ruang gerak
Tata ruang yang rapi akan mempermudah karyawan dalam melak- sanakan pekerjaannya. Ruang gerak merupakan penataan ruang kerja yang sesuai dengan aliran kerja guna meningkatkan efesiensi dan memudahkan koordinasi antar para karyawan.
28
Universitas Kristen Petra
f. Keamanan
Keamanan merupakan kondisi yang aman dari kerusakan dan keru- gian di tempat kerja, sehingga karyawan dapat melakukan pekerja- annya dengan perasaan aman.
2) Komunikasi antar personal
Komunikasi antar personal merupakan komunikasi yang dilakukan oleh karyawan terhadap rekan kerjanya. Komunikasi antar personal dapat dilihat dari keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan dan ke- setaraan.
a. Keterbukaan
Keterbukaan merupakan kesediaan karyawan untuk bertukar infor- masi. Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi seca- ra spontan terhadap orang lain.
b. Empati
Empati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalami- nya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama. Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang.
c. Dukungan
Dukungan merupakan dorongan yang diberikan karyawan terhadap rekan kerjanya. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap deskriptif, bukan evaluatif, spontan, bukan strategi, dan profesional, bukan sangat yakin.
d. Kepositifan
Kepositifan merupakan kondisi dimana karyawan bersikap positif kepada dirinya sendiri maupun rekan kerjanya. Sikap positif meng- acu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Per- tama, komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki si- kap positif terhadap diri mereka sendiri. Kedua, perasaan positif
29
Universitas Kristen Petra
untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk inte-
raksi yang efektif.
e. Kesetaraan
Kesetaraan merupakan kondisi dimana karyawan memiliki tujuan yang sama dalam berkomunikasi dengan rekan kerja. Suatu komu- nikasi akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama berni- lai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai se- suatu yang penting untuk disumbangkan.
3) Produktivitas kerja
Produktivitas kerja adalah hasil konkrit (produk) yang dihasilkan oleh individu atau kelompok, selama satuan waktu tertentu dalam suatu proses kerja. Produktivitas kerja dapat diukur melalui kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu.
Kuantitas kerja yang merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karya- wan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar ada atau dite- tapkan oleh perusahan, dapat dilihat melalui karyawan mampu bekerja secara efisien atau tidak. Kualitas kerja merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan. Dengan kemampuan karyawan untuk bekerja sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan ataupun pemahaman mengenai Job description yang hotel berikan dapat mengukur kualitas kerja seorang karyawan. Ketepatan waktu merupakan pengukuran dari persepsi kar- yawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi output. Misalnya dapt diukur melalui ketepatan waktu saat datang kerja atau dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
3.6 Teknik Analisis Data
Mengingat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner, maka kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan merupa- kan hal yang sangat penting dalam penelitian. Keabsahan atau kesahihan suatu ha- sil penelitian sosial sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan. Apabila alat
30
Universitas Kristen Petra
ukur yang dipakai tidak valid dan atau tidak dapat dipercaya, maka hasil peneliti- an yang dilakukan tidak akan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
Dalam mengatasi hal tersebut diperlukan dua macam pengujian, yaitu uji validitas (test of validity) dan uji keandalan (test of reliability). Jika validitas dan reliabilitas tidak diketahui, maka akibatnya menjadi fatal dalam memberikan ke- simpulan ataupun dalam memberi alasan terhadap hubungan-hubungan antar vari- abel, bahkan secara luas validitas dan reliabilitas mencakup mutu seluruh proses pengambilan data sejak konsep disiapkan sampai data siap untuk dianalisis.
3.6.1. Uji Validitas
Yang dimaksud dengan uji validitas adalah suatu data dapat dipercaya kebenarannya sesuai dengan kenyataan. Menurut Sugiono (2009, p.172) bahwa valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seha- rusnya diukur. Valid menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguh- nya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan alat bantu hitung berupa soft- ware SPSS 20.0 for windows untuk melakukan pengujian validitas. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan uji validitas:
1. Menu utama SPSS, pilih Analyze, kemudian pilih submenu Correlate, lalu pilih Bivariate.
2. Masukkan indikator-indikator dalam kotak Variables.
3. Pilih Correlation Coefficients Pearson.
4. Pilih OK.
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat nilai r-tabel lebih dari 0.26 maka butir dapat dikatakan valid dan sebaliknya. Jadi syarat validitas adalah korelasi antara skor butir dan r-tabel harus lebih besar.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Menurut Sugiono (2009, p.173) reliabilitas adalah instrument yang relia- bel adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kuisioner yang merupakan indikator dari variabel. Kuisioner dikatakan
31
Universitas Kristen Petra
reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten dari waktu ke wak- tu. Reliabilitas dianggap reliabel bila nilai Cronbach Alpha Coefficient lebih besar dari 0,60. Singarimbun dan Effendi (2006, p.147).
Berikut adalah langkah-langkah melakukan uji reliabilitas dengan SPSS : 1. Menu utama SPSS, pilih Scale, kemudian submenu Reliability Analysis 2. Masukkan indikator ke dalam kotak Item dan pilih model Alpha
3. Pilih tombol Statistics sehingga muncul Reliability Analysis Statistic 4. Pada bagian Descriptive for, pilih Item, Scale, dan Scale if item deleted,
serta Inter-item Correlation.
5. Tekan Continue, OK.
3.6.3. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Multikolinieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi dite- mukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2012). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi adalah dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjuk- kan adanya multinolonieritas adalah nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10 (Ghozali, 2012).
2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model reg- resi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2012). Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Un- tuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dalam model regresi ini, peneliti melakukan Uji Glejser. Jika probabilitas signifikansi masing-
32
Universitas Kristen Petra
masing variabel independen > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa mo- del regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, va- riabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2012). Uji statistik yang digunakan untuk uji normalitas data dalam penelitian ini adalah uji statistic non-parametrik Kolmogorov-Smirnov, apabila angka signifikansi (Sig) > α = 0,05, maka data berdistribusi normal.
3.6.4. Pengolahan dan Analisis Deskripsi
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkum- pul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku un- tuk umum atau generalisasi (Sugiono, 2009, p.206). Untuk menjelaskan analisis statistika deskriptif digunakan tabel frekuensi.
Berikut perhitungan untuk menentukan penilaian dari lingkungan kerja fisik dan komunikasi antar personal menggunakan perhitungan sebagai berikut : (Nilai tertinggi – Nilai terendah) / jumlah kelas
= ( 5 - 1 ) / 3
= 1.33 (3.1)
Berdasarkan pada penentuan range tersebut, maka kriteria penilaian adalah seba- gai berikut :
Tabel 3.1.
Kriteria penilalian untuk lingkungan kerja fisik
Kelas Interval Kriteria
1.00 - 2.33 2.34 - 3.67 3.68 – 5.00
Buruk
Sedang / Netral Baik
33
Universitas Kristen Petra
Tabel 3.2.
Kriteria penilaian untuk komuniaksi antar personal
Kelas Interval Kriteria
1.00 - 2.33 2.34 - 3.67 3.68 – 5.00
Buruk
Sedang / Netral Baik
Tabel 3.3.
Kriteria penilaian untuk produktivitas kerja
Kelas Interval Kriteria
1.00 - 2.33 2.34 - 3.67 3.68 – 5.00
Buruk
Sedang / Netral Baik
Sumber : diolah penulis
Hasil dari perhitungan uji reliabilitas, apabila nilai Alfa Cronbach pada program SPSS menghasilkan nilai > 0,6 maka suatu kuesioner telah reliabel. Se- baliknya, bila mengasilkan nilai < 0.6 maka suatu kuisioner dianggap tidak relia- bel.
3.6.5. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hu- bungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-ma- sing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaik- kan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.
Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = a + b
1X
1+ b
2X
2+e
(3.2)34
Universitas Kristen Petra
Keterangan:
Y = Variabel dependen yaitu produktivitas kerja a = Konstanta
b1 = Koefisien regresi untuk lingkungan kerja fisik b2 = Koefisien regresi untuk komunikasi antar personal X1 = Variabel independen yaitu lingkungan kerja fisik X2 = Variabel independen yaitu komunikasi antar personal e = Eror (faktor kesalahan)
3.6.6. Pengujian hipotesis secara simultan (uji F)
Uji F (simultan) dilakukan untuk mengetahui variabel bebas (X) secara bersama-sama berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (Y). De- rajat kepercayaan dalam penelitian ini 95% (α=0,05). Penelitian ini menggunakan alat bantu software SPSS 20.0 for windows, dengan langkah sebagai berikut:
Klik Analyze, pilih Regression, Linear
Masukkan variabel dependen kepuasan pelanggan (Y) ke dalam ko- tak ’Dependent’ dan variabel independen Lingkungan Kerja Fisik (X1), Komunikasi Antar Personal (X2), ke dalam kotak
‘Independent’
Klik ‘OK’ untuk mengakhiri langkah
3.6.7. Pengujian hipotesis secara parsial (uji t)
Uji t berfungsi untuk mengetahui apakah variabel independen mempenga- ruhi variabel dependennya secara parsial. Derajat kepercayaan dalam penelitian ini 95% (α=0,05). Penelitian menggunakan alat bantu hitung software SPSS 20.0 for windows untuk melakukan uji-t, dengan langkah sebagai berikut:
Klik Analyze, pilih Regression, Linear
Masukkan variabel dependen produktivitas karyawan (Y) ke dalam kotak ’Dependent’ dan variabel independen Lingkungan Kerja Fisik (X1), Komunikasi Antar Personal (X2), ke dalam kotak
‘Independent’
Klik ‘OK’ untuk mengakhiri langkah.