22 A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian dimulai bulan Oktober 2010 dan lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis dalam penelitian lapangan adalah Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berlokasi di gedung Bursa Efek Indonesia (Indonesian Stock Exchange Building) menara II lantai galeri Edukasi Bursa Efek Indonesia, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.
2. Gambaran Umum Perusahaan Manufaktur Indonesia
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang menjalankan proses pembuatan produk. Sebuah perusahaan dikatakan perusahaan manufaktur apabila ada tahapan input-proses-output yang akhirnya menghasilkan suatu produk .
Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual. Upaya ini melibatkan semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi
komponen-komponen suatu produk. Sektor manufaktur sangat erat kaitannya dengan rekayasa dan tehnik.
Karakteristik utama industri manufaktur adalah mengolah sumber dana menjadi barang jadi melalui suatu proses pabrikasi. Aktivitas perusahaan yang tergolong dalam kelompok industri manufaktur mempunyai tiga kegiatan utama yaitu (Surat Edaran Ketua Badan Pengawas Pasar Modal, Pedoman Penyajian, dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik : 2002) :
1. Kegiatan utama untuk memperoleh atau menyimpan input atau bahan baku.
2. Kegiatan pengolahan atau pabrikasi perakitan atas bahan baku menjadi barang jadi.
3. Kegiatan menyimpan atau memasarkan barang jadi.
Ketiga kegiatan utama tersebut harus tercermin dalam laporan keuangan perusahaan pada perusahaan industri manufaktur. Dari segi produk yang dihasilkan aktivitas industri manufaktur mencakup berbagai jenis Industri antara lain:
a. Makanan Dan Minuman
Adalah industri yang bergerak dibidang penghasil berbagai jenis makanan dan minuman. Terdiri dari 19 (smbilan belas) perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu Ades Water Indonesia Tbk, Aqua Golden Mississipi Tbk, Cahaya Kalbar Tbk, Davomas
Abadi Tbk, Delta Djakarta Tbk, Fast Food Indonesia Tbk, Indofood Sukses makmur Tbk, Mayora Indah Tbk, Multi Bintang Indonesia Tbk, Pioneerindo Gourmet Internasional Tbk, Prasidha Aneka Niaga Tbk, Sekar Laut Tbk, Siantar TOP Tbk, Sierad Produce Tbk, SMART Tbk, Suba Indah Tbk, Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Tunas Baru Lampung Tbk, dan Ultra Jaya Milk Tbk. b. Industri Tembakau
Adalah industri yang menghasilkan rokok atau tembakau (hasil olahan tembakau). Terdiri dari 4 (empat) perusahaan yaitu, BAT Indonesia Tbk, Bentoel Internasional Investama Tbk, Gudang Garam Tbk, dan HM. Sampoerna Tbk.
c. Industri Tekstil dan Pemintalan Kapas
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil tekstil dan pemintalan. Terdiri dari 9 (sembilan) perusahaan yaitu, Argo Pantes Tbk, Century Textile Industry (Centex) Tbk, Eratex Djaja Tbk, Panasia Filament Inti Tbk, Panasia Indosyntec Tbk, Roda Vivatex Tbk, Sunson Textile Manufacture Tbk, Textile Manufacturing company Jaya (Texmaco Jaya) Tbk, dan TIFICO Tbk.
d. Industri Pakaian dan Produk Tekstil Lainnya
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil pakaian atau kain dan segala produk tekstil lainnya. Terdiri dari 13 (tiga belas) perusahaan, yaitu APAC Citra Centertex Tbk, Delta Dunia
Petroindo Tbk, Ever Shine Textile Industry Tbk, Fortune Mate Indonesia Tbk, Hanson Internasional Tbk, Indo Acidatama Tbk, Indorama Syntetic Tbk, Karwell Indonesia Tbk, Pan Brothers Tex Tbk, Primarindo Asia Infrastructure Tbk, Ricky Putra Globalindo Tbk, Sepatu Bata Tbk, dan Surya Intrindo Makmur.
e. Industri Kayu dan Produk Kayu
Adalah industri yang bergerak sebagai pemasok kayu dan menghasilkan berbagai produk kayu. Terdiri dari 5 (lima) perusahaan, yaitu Barito Pasific Timber Tbk, Daya Sakti Unggul Corporation Tbk, Sumalindo Lestari Jaya Tbk, Surya Dumai Industri Tbk, Tirta Mahakam Resources Tbk.
f. Industri Kertas dan Produk Lain Yang Berkaitan
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil kertas dan produk lain yang berkaitan.Terdiri dari 5 (lima) perusahaan, Fajar Surya Wisesa Tbk, Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Suparma Tbk, dan Surabaya Agung Industry Pulp Tbk. g. Industri Kimia dan Produk Lain Yang Berkaitan
Adalah industri yang bergerak di sektor kimia dan menghasilkan produk yang berkaitan. Terdiri dari 8 (delapan ) perusahaan, yaitu AKR Corporindo Tbk, Budi Acid Jaya Tbk, Colorpak Indonesia Tbk, Eterindo Wahanatama Tbk, Lautan Luas Tbk, Polysindo Eka Perkasa Tbk, Sorini Agro Asia Corporindo Tbk, dan Unggul Indah Cahaya Tbk.
h. Industri Bahan Perekat
Adalah Industri yang bergerak sebagai penghasil bahan perekat (lem). Terdiri dari 4 (empat) perusahaan, yaitu Duta Pertiwi Nusantara Tbk, Ekhadarma Internasional Tbk, Intanwijaya Internasional Tbk, dan Resource Alam Indonesia Tbk.
i. Industri Plastik dan Produk Kaca
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil plastik dan produk kaca. Terdiri dari 12 (dua belas) perusahaan, yaitu Aneka Kemasindo Utama Tbk, Argha Karya Prima industri Tbk, Assahimas Flat Glass Tbk, Asiaplast Industries Tbk, Berlina Tbk, Dynaplast Tbk, fatrapolindo Nusa Industri Tbk, Kageo Igar Jaya Tbk, Langgeng Maknur plastik Industry Ltd Tbk, Lapindo Internasional Tbk, Siwani Makmur Tbk , dan Trias Sentosa Tbk. j. Industri Semen
Adalah Industri yang bergerak sebagai penghasil semen. Terdiri dari 3 (tiga) perusahaan. Yaitu Holcim Indonesia Tbk, Indocement Tunggal Tbk, Prakarsa Tbk, dan Semen Gresik Tbk.
k. Industri Logam
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil besi. Terdiri dari 11 (sebelas) perusahaan, yaitu Alumindo Light Metal Industry Tbk, Betonjaya Manunggal Tbk, Citra Tubindo Tbk, Indal Aluminium Industry Tbk, Jakarta Kyoei Steel Works Tbk, Jaya Pari Steel Tbk,
Lion Tbk, Mesh Prima Tbk, Lion Metal Works Tbk, Pelangi Indah Canindo Tbk, Tembaga Mulia Semanan Tbk, Tira Austenite Tbk. l. Industri Logam Buatan
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil logam buatan. Terdiri 2 (dua) perusahaan, yaitu Kedaung Indah Can Tbk, dan Kedawung Setia Industrial Tbk.
m. Industri Batu, Tanah Liat, Kaca, dan Produk Dasar
Adalah Industri yang bergerak sebagai penghasil produk dasar yang berasal dari batu, tanah liat dan kaca. Terdiri dari 4 (empat) perusahaan, yaitu Arwana Citramulia Tbk, Mulia Industrindo Tbk, Intikeramik Alamasari Tbk, dan Surya Toto Indonesia Tbk.
n. Industrial Kabel
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil kabel. Terdiri dari 6 (enam) perusahaan, yaitu GT kabel Indonesia Tbk, Jembo Cable Company Tbk, Kabelindo Murni Tbk, Sumi Indo Kabel Tbk, Voksel Electric Tbk, dan Sucaco Tbk.
o. Industri Elektronik dan dan Perlengkapan Kantor
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil alat elektronik dan perlengkapan kantor. Terdiri dari 3 (tiga) perusahaan, yaitu Astra Graphia Tbk, Metrodata Electronics Tbk dan Multipolar Corporation Tbk.
p. Industri Automotif dan Produk Yang Berkaitan
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil kendaraan otomotif dan segala perlengkapannya. Terdiri dari 19 ( sembilan belas) perusahaan, yaitu Astra Internasional Tbk, Astra Otoparts Tbk, Brantamulia Tbk, Gajah Tunggal Tbk, Goodyear Indonesia Tbk, Hexindo Adiperkasa Tbk, Indomobil Sukses Internasional Tbk, Indospring Tbk, Intraco Penta Tbk, Nipress Tbk, Polychem Indonesia Tbk, Prima Alloy Steel Tbk, Sanex Qianjing Motor Internasional Tbk, Selamat Sempurna Tbk, Tunas Ridean Tbk, dan United Tractors Tbk.
q. Industri Perlengkapan Fotografi
Adalah industri yang bergerak sebagai penghasil atau penyedia alat-alat perlengkapan fotografi. Terdiri dari 3 (tiga) perusahaan, yaitu Intern Delta Tbk, Moleverega ration Photo Film Tbk, dan Perdanaan Bangun Pustaka Tbk.
r. Indutri Farmasi
Adalah Industri yang bergerak sebagai penghasil farmasi atau obat-obatan. Terdiri dari 9 (sembilan) perusahaan, yaitu Bristol-Myres Squibb Indonesia Tbk, Kimia Farma Tbk, Merck Tbk, Pyridam farma Tbk, Schering Plough Indonesia Tbk, dan Tempo Scan Pasific Tbk.
s. Industri barang Konsumsi
Adalah Industri yang bergerak sebagai penghasil barang konsumsi. Terdiri dari 3 (tiga) perusahaan, Yaitu Mandom Indonesia Tbk, Mustika Ratu Tbk, dan Unilever Indonesia Tbk.
B. Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal yaitu penelitian untuk mengetahui pengaruh satu variabel atau lebih (independent variabels) terhadap variabel tertentu (dependent
variabel). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran
persediaan terhadap rentabilitas ekonomis.
C. Variabel dan Skala Pengukuran
1. Perputaran Persediaan (Variabel X)
Perputaran persediaan merupakan rasio antara harga pokok penjualan terhadap rata-rata persediaan. Pengukuran terhadap variabel perputaran persediaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
2. Rentabilitas Ekonomis (Variabel Y)
Rentabilitas ekonomis menunjukkan persentase perbandingan antara jumlah laba operasi (EBIT) dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan (Total Aktiva). Pengukuran terhadap variabel rentabilitas ekonomis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
D. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berada di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) lantai satu. Atau data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD) tahun 2008 - 2009 untuk memastikan konsistensi data yang diolah.
Adapun metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data adalah Riset Kepustakaan (Library Reasearch) yaitu dengan mengumpulkan data – data penelitian seperti informasi mengenai teori – teori pembahasan yang diperoleh melalui buku – buku dan sumber – sumber lain yang berhubungan dengan penelitian.
E. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah sejumlah individu yang paling sedikit mempunyai sifat atau kepentingan yang sama (Hadi, 2001). Populasi merujuk pada sekumpulan orang atau obyek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus (Santoso dan Tjiptono, 2001). Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2008 – 2009. Pemilihan sampel ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar di JASICA (Jakarta Stock
Excange Industri Clasification) yang disusun oleh Bursa Efek Indonesia
(BEI). Kategori industri yang diambil adalah dalam bidang manufaktur/industri, yang dalam JASICA tahun 2008 - 2009 terdiri dari:
basic industry and chemical (56 perusahaan), miscellaneous (52
perusahaan), dan consumer good industry (38 perusahaan).
Adapun sampel penelitian diambil setelah memenuhi beberapa kriteria yang berlaku bagi penerapan definisi operasional variabel. Teknik pengambilan sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan anggota sampel dengan berdasarkan pada kriteria – kriteria tertentu.
Adapun kriteria–kriteria yang digunakan dalam penelitian ini mencakup :
1. Perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).
2. Memiliki laba selama periode peneliti 2008 – 2009.
3. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan periode 2008 – 2009 dengan akhir periode tanggal 31 Desember.
4. Perusahaan menyediakan laporan keuangan yang telah diaudit.
5. Perusahaan memiliki nilai laba bersih kisaran puluhan milyar rupiah.
Tabel 3.1 Sampel Penelitian
Keterangan Jumlah
Perusahaan
1. Total perusahaan manufaktur yang listed di BEI
selama tahun 2008 – 2009.
155
2. Perusahaan manufaktur yang tidak konsisten listed di BEI pada tahun 2008 – 2009.
(32)
3. Laporan keuangan yang tidak berakhir 31 Desember. -
4. Laporan keuangan tidak lengkap selama tahun 2008 –
2009.
(18)
5. Perusahaan yang listed namun mengalami kerugian
selama tahun 2008 – 2009.
(40)
6. Laporan keuangan perusahaan yang tidak memiliki
nilai laba bersih kisaran puluhan milyar rupiah.
(32)
7. TOTAL SAMPEL 33
Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, maka penulis menggunakan 33 sampel perusahaan untuk penelitian ini yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.2
Daftar Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia
No. KODE NAMA
PERUSAHAAN PERUSAHAAN
1 ARNA PT. ARWANA CITRAMULIA, TBK 2 TOTO PT. SURYA TOTO INDONESIA TBK 3 LION PT. LION METAL WORKS, TBK 4 PICO PT. PELANGI INDAH CANINDO, TBK 5 BRNA PT. BERLINA, TBK
6 TRST PT. TRIAS SENTOSA, TBK
7 YPAS PT. YANAPRIMA HASTAPERSADA, TBK 8 INDS PT. INDOSPRING, TBK
9 BRAM PT. INDO KORDSA, TBK 10 SMSM PT. SELAMAT SEMPURNA, TBK 11 FASW PT. FAJAR SURYA WISESA, TBK 12 AALI PT. ASTRA AGRO LESTARI, TBK 13 IKBI PT. SUMI INDO KABEL, TBK
14 ACES PT. ACE HARDWARE INDONESIA, TBK 15 AISA PT. TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD, TBK 16 ASGR PT. ASTRA GRAPHIA, TBK
17 CEKA PT. CAHAYA KALBAR, TBK
18 HMSP PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA, TBK 19 INDF PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK 20 INTP PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, TBK 21 KLBF PT. KALBE FARMA, TBK
22 MRAT PT. MUSTIKA RATU, TBK 23 MYOR PT. MAYORA INDAH, TBK 24 SMGR PT. SEMEN GRESIK, TBK 25 TCID PT. MANDOM INDONESIA, TBK 26 UNVR PT. UNILEVER INDONESIA, TBK 27 ULTJ PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY, TBK
28 RMBA PT. BENTOEL INTERNASIONAL INVESTAMA, TBK 29 DVLA PT. DARYA-VARIA LABORATORIA, TBK
30 KAEF PT. KIMIA FARMA (PERSERO), TBK
31 SMAR PT. SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY, TBK 32 SMCB PT. HOLCIM INDONESIA, TBK
F. Metode Analisis Data 1. Statistik Deskriptif
Statistik Deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Tujuan dari analisis deskriptif adalah untuk memberi gambaran umum mengenai kecenderungan dari rentabilitas ekonomis dan perputaran persediaan.
2. Uji Normalitas Data
Uji ini sebaiknya dilakukan sebelum menerapkan metode statistik. Uji normalitas data ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dipakai berdistribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas data yang digunakan adalah Kolmogorov-Smirnov.
Hipotesis :
Ho = Data berdistribusi normal. Ha = Data berdistribusi tidak normal.
Dasar pengambilan keputusan adalah dengan melihat angka probabilitas :
a. Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima. b. Jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak.
3. Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi merupakan suatu metode statistik yang digunakan untuk mengambil pola hubungan antara dua variabel atau lebih. Tujuan utama analisis regresi linier sederhana adalah untuk membuat perkiraan nilai suatu variabel (independent variable) jika nilai variabel yang lain berhubungan dengan variabel tersebut (dependent variable) sudah ditentukan. Dalam analisis regresi linier sederhana, untuk mengetahui hubungan antara variabel yang satu dengan variabel lain menggunakan suatu persamaan estimasi.
Adapun persamaan estimasi yang digunakan adalah sebagai berikut :
Y = a + bX Keterangan :
Y = variabel tidak bebas (independent variable) X = variabel bebas (dependent variable)
b = koefisien arah regresi a = nilai intercept (konstanta)
Sedangkan nilai a dan b dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:
Dari hasil perhitungan regresi linier sederhana, pengujian terhadap koefisien tersebut akan dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu uji t dengan prosedur pengujian sebagai berikut:
Untuk mengetahui ketepatan persamaan estimasi dapat digunakan kesalahan standar estimasi (standard error of estimate). Kesalahan standar estimasi diberi simbol Se, dengan formula sebagai berikut:
4. Uji Hipotesis
a) Uji Koefisien Determinasi
Selanjutnya dilakukan dengan ujian koefisien determinasi yaitu koefisien yang akan menjelaskan berapa besar variabel terikat, sedangkan sisanya berarti dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Maka dilakukan perhitungan koefisien determinasi.
Rumus koefisien determinasi adalah sebagai berikut : KD = r2 x 100%
Keterangan :
KD = Koefisien Determinasi
b) Uji Keberartian Regresi (Uji Statistik t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) terdapat pengaruh yang berarti, untuk uji ini digunakan uji t.
Adapun formula untuk keberartian regresi yaitu :
Hipotesis :
Ho : artinya, variabel independen bukan merupakan penjelas atau tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
Ha : artinya, variabel independen merupakan penjelas atau berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
Dasar pengambilan keputusan :
1. Berdasarkan pada perbandingan t hitung dengan t tabel : a. Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak.
2. Berdasarkan pada nilai probabilitas :
a. Probabilitas > 0,05 maka Ho diterima dan otomatis Ha ditolak.
b. Probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak dan otomatis Ha diterima.