• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV - DOCRPIJM a3a833ff01 BAB IVBab 4 Profil Kabupaten Kota Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB IV - DOCRPIJM a3a833ff01 BAB IVBab 4 Profil Kabupaten Kota Yogyakarta"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019 dan antara 0715”24”- 0749’26” Lintang Selatan dengan batas wilayah administratif:

 Sebelah Utara : Kabupaten Sleman

 Sebelah Timur : Kabupaten Bantul dan Sleman  Sebelah Selatan : Kabupaten Bantul

 Sebelah Barat : Kabupaten Bantul dan Sleman

Gambar 4.1Posisi Kota Yogyakarta

Wilayah administratif Kota Yogyakarta terdiri dari 14 Kecamatan dan 48 Kelurahan. Kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.1Luas Wilayah menurut Kecamatan dan Kelurahan di Kota Yogyakarta

No Kecamatan Luas

3 Mergangsan 2,31 Brontokusuman 0,93

Keparakan 0,53

(2)

No Kecamatan Luas

9 Gondomanan 1,12 Prawirodirjan 0,67

Ngupasan 0,45

12 Gedongtengen 0,96 Pringgokusuman 0,46

(3)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

Gambar 4.2Peta Administratif Kota Yogyakarta

4.2

GambaranDemografi

Profil demografi menjelaskan mengenai struktur penduduk Kota Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin, pendudukmiskin. Profil demografi menjelaskan pula laju pertambahan dan kepadatan, sertasebaran penduduk di Kota Yogyakarta.

4.2.1 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Sex ratio penduduk Kota Yogyakarta adalahsebesar 94,56yang berartijumlahlaki-laki 5

(4)

Sumber: BPS Kota Yogyakarta

Gambar 4.3Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis KelamindanUsia 2013

Sumber: BPS Kota Yogyakarta, 2013

(5)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019 Sumber: BPS Kota Yogyakarta, 2013

Gambar 4.5Struktur Penduduk Kota Yogyakarta Berdasarkan Jenis Kelamin, 2013

4.2.2 Laju Pertambahan dan Kepadatan Penduduk

Jumlahpenduduk Kota Yogyakarta Tahun 2013 berdasarkan data BPS

adalahsebanyak402.679orang. Lajupertumbuhanpenduduk di KotaYogyakartaselama 1

dekadeterakhiradalahsebesar-0,21persen. Jikadilihat per kecamatan,

lajupertumbuhanpenduduktertinggiadalahKecamatanKotagedeyaknisebesar

1,12persensedangkanlajupertumbuhanpendudukterendahadalah di KecamatanNgampilan. KecamatanUmbulharjo yangmempunyaijumlahpendudukterbesar di Kota Yogyakarta

yaknisebesarmasihsejalandengantingginyalajupertumbuhanpenduduk yang

merupakanterbesarkeduayaitusebesar 1,04persenpertahun.

Sumber: BPS Kota Yogyakarta, 2013

Gambar 4.6LajuPertumbuhanPendudukKecamatan

Laki-laki

195.712

49%

Perempuan

(6)

Proyeksi penduduk Kota Yogyakarta tahun 2013-2019 disajikan dalam gambar di bawah ini.

Gambar 4.7Proyeksi Penduduk Kota Yogyakarta Tahun 2013-2019

Kepadatan penduduk Kota Yogyakarta 12.390 jiwa/km2. Kecamatan dengan kepadatan

penduduk diatas 17.000 jiwa/km2 berada di Kec. Ngampilan, Kec.

GedongTengendanKec.Danurejan. Jumlah dan kepadatan penduduk Kota Yogyakarta Tahun 2013 dijelaskan dalam gambar berikut ini.

Sumber: BPS Kota Yogyakarta, 2013

Gambar 4.8KepadatanPendudukMenurutKecamatanKota Yogyakarta, 2013

2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

Ji

w

a

Tahun

(7)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

Sebaranpendudukberdasarkankecamatantahun 2013disajikandalamgambarberikutini.

Gambar 4.9Sebaranpendudukberdasarkankecamatantahun 2013 (BPS, 2013)

(8)

Lajupertumbuhanpenduduk Kota Yogyakarta selama 3 dekadeterakhirdijelaskansebagaiberikut

Tabel 4.2LajuPertumbuhanPenduduk Kota Yogyakarta dalamKurunwaktu 1980 - 2010

No Kecamatan

(9)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

(a) Elevasi (b) Kemiringan Gambar 4.11Kondisi Topografi Kota Yogyakarta

4.4

GambaranGeohidrologi

Kondisi hidrologi secara umum wilayah Kota Yogyakarta adalah bagian dari dataran kaki fluvio vulkanik Merapi, yang berkelimpahan air tanah dan permukaan, terdapat akuifer airtanah, kedalaman airtanah bervariasi antara 0,5 m hingga 20 m. Semakin ke selatan permukaan air tanah semakin dangkal dan tercemar. Pencemaran air kebanyakan disebabkan oleh praktek-praktek sanitasi yang buruk, baik pada lingkungan permukiman maupun non permukiman. Indikasi pencemaran air tanah adalah kandungan nitrat dan bakteri coli yang tinggi pada beberapa bagian kota, yakni pada kawasan padat penduduk dan elevasi rendah

(10)

4.5

GambaranGeologi

Kondisi geologi secara umum wilayah Kota Yogyakarta adalah bagian dari dataran kaki fluvio vulkanik Merapi. Batuan dasar vulkanik adalah batuan dasar jenis tanah di Kota Yogyakarta, yakni jenis regosol, secara umum kesuburan sedang-baik dan cukup porus. Tekanan konversi lahan untuk urbanisasi sangat tinggi

(a) Geologi (b) Jenis Tanah

Gambar 4.13Kondisi Geologi dan Jenis Tanah Kota Yogyakarta

4.6

GambaranKlimatologi

Berdasarkanpemantauandaristasiunpengamatanhujan, curah hujan

rata-ratatertinggiterjadipadabulanJanuarisebesar384 mm/hr dengan 16 hari hujan, suhu rata-rata berkisar 26,08°C dan kelembaban rata-rata 86,27%. Angin pada umumnya bertiup angin muson dan pada musim hujan bertiup angin barat daya dengan arah 220° bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° - 140° dengan rata-rata kecepatan 2-5,6 knot/jam.

Tabel 4.3CurahHujan Kota Yogyakarta Tahun 2013 Berdasar 3 StasiunPengamatan

No BULAN Dongkelan PDAM Nitikan Rata-rata mm hh/rd mm hh/rd mm hh/rd mm hh/rd

(11)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

Tabel 4.4KelembabandanSuhuUdara Kota Yogyakarta Tahun 2013

No BULAN KelembabanUdara (%) SuhuUdara ( C) Sumber : BMKG-StasiunGeofisikaKelas I Yogyakarta

Tabel 4.5KecepatanAngindanTekananUdara Kota Yogyakarta Tahun 2013

(12)

No BULAN ArahAngin KecepatanAngin (Knot) TekananUdara (mb) Min Max Rata-rata Min Max Rata-rata

7 Juli E 2,0 8,0 4,6 1012,2 1017,4 1015,2 8 Agustus S 2,0 7,0 4,6 1015,7 1018,4 1017,0 9 September S 3,0 7,0 4,1 1015,5 1019,4 1017,2 10 Oktober S 4,0 7,0 4,9 1015,0 1018,8 1017,2 11 November S 3,0 8,0 4,7 1012,8 1016,6 1014,2 12 Desember SW 2,0 7,0 3,5 1011,6 1016,4 1013,8 Sumber : BMKG- StasiunGeofisikaKelas I Yogyakarta

4.7

KondisiSosialdanEkonomi

Kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pertumbuhanPDRB selama 5 (empat) tahunterakhir yaitu 2009 – 2013. Nilai dan kontribusi sektor dalamPDRB Kota Yogyakarta dapat dilihat berdasarkan harga konstan dan harga berlaku.PadaTahun 2013 PDRB Kota Yogyakarta tumbuhsebesar 5,64%, akantetapinilaiiniturunsebesar 0,12%

biladibandingkan PDRB Tahun 2012. Hal

inidisebabkanolehpelemahanekonomisecaranasional yang

dipengaruhisecaralangsungolehkenaikanhargabbmdanmelemahnyakurs rupiah terhadap dollar.

Sektoryangmemberikansumbangan yang besarbagi PDRB padatahun

(13)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

Tabel 4.6Pertumbuhanekonomiatasdasarhargakonstanuntuksektorlapanganusaha

(14)
(15)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

Gambar 4.15PDRB Kota YogyakartaatasdasarHargaKonstandanHargaBerlaku 2009 - 2013

Dalam sepuluh tahun terakhir terdapat peningkatan derajat kesehatan yang cukup signifikan, antara lain ditandai dengan menurunnya angka kematian bayi,angka kematian ibu, dan meningkatnya status gizi. Namun dengan adanya krisis ekonomi, masalahkurang gizi cenderung mengalami peningkatan sehingga status gizi sebagian penduduk rendah.Persebaran sarana dan prasarana kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit telah merata, namunbelum diikuti sepenuhnya dengan peningkatan mutu pelayanan dan keterjangkauan oleh seluruh lapisanmasyarakat.

Secara umum penyediaan fasilitas pendidikan, dasar dan menengah, terdistribusikan relatif merata disemua wilayah akan tetapi belum terdapat pemerataan kualitas pendidikan, masih terdapatperbedaan mencolok antara sekolah unggulan dengan sekolah bukan unggulan. Rendahnya kualitaspendidikan yang disebabkan oleh faktor internal, seperti kurangnya sarana prasarana belajar,kurangnya jumlah dan mutu guru, lemahnya kurikulum dan sistem pengelolaan/manajemen sekolah,merupakan permasalahan utama. Disamping itu juga terdapatnya faktor eksternal, seperti belumoptimalnya peran masyarakat, orang tua dan pemerintah dalam mendukung pembangunan pendidikanyang bermutu.

(16)

diruntuhkan. Fasilitas budaya yang atraktif(museum, galeri, dan gedung pertunjukan) masih sangat kurang.

Contents

4.1 Gambaran Geografi dan Administratif Wilayah ... 1

4.2 Gambaran Demografi ... 3

4.2.1 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ... 3

4.2.2 Laju Pertambahan dan Kepadatan Penduduk ... 5

4.3 Gambaran Topografi ... 8

4.4 Gambaran Geohidrologi ... 9

4.5 Gambaran Geologi ... 10

4.6 Gambaran Klimatologi ... 10

4.7 Kondisi Sosial dan Ekonomi ... 12

(17)

RPI2-JM KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2019

Tabel 4. 3 Curah Hujan Kota Yogyakarta Tahun 2013 Berdasar 3 Stasiun Pengamatan ... 10

Tabel 4. 4 Kelembaban dan Suhu Udara Kota Yogyakarta Tahun 2013 ... 11

Tabel 4. 5 Kecepatan Angin dan Tekanan Udara Kota Yogyakarta Tahun 2013 ... 11

Tabel 4. 6 Pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan untuk sektor lapangan usaha . 13 Tabel 4. 7 Pertumbuhan ekonomi Kota Yogyakarta, D.I.Yogyakarta, dan Indonesia Tahun 2009 s/d 2013 ... 13

Gambar 4. 1 Posisi Kota Yogyakarta ... 1

Gambar 4. 2 Peta Administratif Kota Yogyakarta ... 3

Gambar 4. 3 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia 2013 ... 4

Gambar 4. 4 Sex Ratio Penduduk Menurut Kecamatan ... 4

Gambar 4. 5 Struktur Penduduk Kota Yogyakarta Berdasarkan Jenis Kelamin, 2013 ... 5

Gambar 4. 6 Laju Pertumbuhan Penduduk Kecamatan ... 5

Gambar 4. 7 Proyeksi Penduduk Kota Yogyakarta Tahun 2013-2019 ... 6

Gambar 4. 8 Kepadatan Penduduk Menurut KecamatanKota Yogyakarta, 2013 ... 6

Gambar 4. 9 Sebaran penduduk berdasarkan kecamatan tahun 2013 (BPS, 2013) ... 7

Gambar 4. 10 Distribusi Persentase Penduduk KecamatanKota Yogyakarta 2013 ... 7

Gambar 4. 11 Kondisi Topografi Kota Yogyakarta ... 9

Gambar 4. 12 Kondisi Hidrologi Kota Yogyakarta ... 9

Gambar 4. 13 Kondisi Geologi dan Jenis Tanah Kota Yogyakarta ... 10

Gambar 4. 14 Pertumbuhan Ekonomi Kota Yogyakarta 2006 - 2013 ... 14

Gambar

Gambar 4.1Posisi Kota Yogyakarta
Gambar 4.2Peta Administratif Kota Yogyakarta
Gambar 4.3Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis KelamindanUsia 2013
Gambar 4.5Struktur Penduduk Kota Yogyakarta Berdasarkan Jenis Kelamin, 2013
+7

Referensi

Dokumen terkait

Nilai kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kabupaten Jembrana atas dasar harga berlaku dan harga konstan dari Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2015

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi bahwa registrasi penduduk terakhir per-kecamatan diketahui bahwa keseluruhan jumlah

RPIJM KOTA BATAM 2015 - 2019 Bab III - 4 Perkembangan pembangunan yang semakin pesat di Kota Batam telah.. menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang untuk

Sektor pertanian selama tahun 2014 menghasilkan nilai tambah terbesar dalam struktur perekonomian Kabupaten Solok yang dipresentasikan melalui PDRB Atas dasar Harga

Berdasarkan Data Kota Jayapura Dalam Angka Tahun 2011 Kota Jayapura Tahun 2011, jumlah penduduk Kota Jayapura tahun 2010 adalah 256.705 jiwa dengan laju pertumbuhan 4,10% per

Terminal angkutan barang sebagai tempat untuk memuat dan membongkar muatan barang, untuk mendukung simpul distribusi barang pada skala lokal dan regional. Kabupaten Grobogan

Kota Madiun berada dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo pada Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo, dan dilintasi oleh Sungai Madiun sebagai sungai utama

Dilihat menurut kecamatan, jumlah Surat Izin Usaha Perdagangan yang paling banyak dikeluarkan adalah di Kecamatan Singkawang Barat sebanyak 161 izin usaha dan