• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1956

TENTANG

PERPANJANGAN JANGKA WAKTU MASA-KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH YANG TERBENTUK BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 39 TAHUN 1950 *)

Presiden Republik Indonesia,

Menimbang : 1. bahwa sesuai dengan maksud pasal 3 ayat 3 j o, pasal 46 ayat 3

Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948 dan pasal 3 ayat 2 Undang-undang Pembent ukan yang bersangkut an, yang t ersebut dalam konsiderans bagian "Mengingat " huruf c, d, e dan f masa-kerj a dari anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang t elah t erpilih menurut Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 t elah berakhir pada t anggal 15 Juli 1955;

2. bahwa berhubung dengan dit erimanya mosi Hadikusumo oleh Dewan Perwakilan Rakyat , maka Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 t idak dapat dipakai lagi sebagai dasar hukum unt uk membent uk suat u Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru; 3. bahwa sist em pemil ihan bert ingkat yang t ermakt ub dalam

Undang-undang No. 7 t ahun 1950 sudah kurang sesuai lagi dengan kehendak masyarakat dewasa ini, dan karena it u undang-undang t ersebut seyogyanya t idak dipakai lagi sebagai dasar hukum unt uk mengadakan pemil ihan anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru;

4. bahwa berhubung dengan hal-hal t ersebut di at as, perlu segera diadakan perat uran, unt uk mengesahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang sej ak t anggal 15 Juli 1955 sudah harus bubar it u, unt uk meneruskan t ugas kewaj ibannya dengan sah sampai dibent uknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru berdasarkan undang-undang pemilihan;

Mengingat : a. pasal-pasal 89, 131 dan 142 Undang-undang Dasar Sement ara;

b. Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948;

c. Undang-undang No. 10 t ahun 1950 dan No. 11 t ahun 1950;

Dengan perset uj uan Dewan Perwakilan Rakyat ;

Memut uskan:

Menet apkan : Undang-undang t ent ang Perpanj angan Jangka Wakt u masa-kerj a

(2)

Pasal I.

Anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang unt uk pert ama kali t erpilih berdasarkan perat uran pemilihan dimaksud dalam pasal 46 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948, yait u Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 at as dasar pasal 3 ayat 3 undang-undang t ersebut di at as, t ermasuk anggot a-anggot a yang ant ar-wakt u menggant ikannya, mel et akkan j abat annya bersama-sama pada t anggal 1 Juli 1956.

Pasal II

Undang-undang ini mulai berl aku pada hari diundangkan dan berlaku surut sampai t anggal 15 Juli 1955.

Agar supaya set iap orang dapat menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempat an dal am Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakart a

pada t anggal 19 Maret 1956. Presiden Republik Indonesia, t t d.

SOEKARNO Diundangkan

Tanggal 23 Maret 1956 MENTERI KEHAKIMAN t t d.

LOEKMAN WIRIADINATA

Ment eri Dalam Negeri a. i. , t t d.

(3)

PENJELASAN

MENGENAI

USUL UNDANG-UNDANG TENTANG PERPANJANGAN JANGKA WAKTU MASA-KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH YANG TERBENTUK BERDASARKAN

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 39 TAHUN 1950.

Dalam t iap-t iap Undang-undang at au Perat uran Pemerint ah penggant i Undang-undang, yang membent uk daerah-daerah ot onom di wilayah Republik Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948, t ercant um sebuah pasal yang memuat ket ent uan, bahwa anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari daerah-daerah ot onom yang bersangkut an, yang pert ama t erbent uk dengan Undang-undang pemilihan melet akan j abat annya bersama-sama pada t anggal 15 Juli 1955, ket ent uan mana merupakan perwuj udan dari maksud pasal 3 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948.

Rasio dari penent uan t anggal t ersebut ial ah, supaya pada saat yang bersama semua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dapat diperbaharui dan selanj ut nya t iap-t iap lima t ahun berikut nya. Dapat lah kiranya dit arik kesimpulan, bahwa rasio yang demikian it u didasarkan at as dugaan, bahwa sebelum t anggal 15 Juli 1955 it u yait u lima t ahun sesudah pembent ukan pert ama daerah-daerah ot onom berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948 it u, semua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah t elah dapat dibent uk at as dasar Undang-undang pemil ihan.

Yang dimaksud dengan Undang-undang pemilihan disini ialah Undang-undang pemilihan sebagaimana dit et apkan dalam pasal 3 ayat 4 Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948. Undang-undang pemilihan t ersebut pada t anggal 19 Juni 1950 t elah dit et apkan oleh Republik Indonesia di Jogyakart a dan berwuj ud Undang-undang No. 7 t ahun 1950.

"Dalam kenyat aannya sebagian besar dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang t elah t erbent uk berdasarkan Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 it u habis masa kerj anya pada akhir t ahun 1955, sedangkan sebagian kecil ada yang habis masa kerj anya pada permulaan t ahun 1956, sehingga karena it u bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang sudah habis masa kerj anya it u, perlu diadakan pemilihan anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru".

Adapun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah lainnya yang t erbent uk menurut Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950, j adi t idak t erbent uk menurut Undang-undang pemilihan, t idak t erikat pada bat as wakt u 5 Juli 1955.

(4)

Just ru karena Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 it u bersumber pada Undang-undang Republik Indonesia No. 22 t ahun 1948, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang t elah dilahirkan berdasarkan Perat uran Pemerint ah t ersebut , hanya t erikat pada masa sidang lima (5) t ahun, sebagaimana t ermakt ub dalam pasal 3 ayat 2 Undang-undang No, 22 t ahun 1948, t erhit ung dari hari peresmiannya. Berhubung dengan it u, maka ket ent uan dalam pasal 2 dari Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 yang berbunyi :

"Anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dipilih at au dit unj uk menurut ket ent uan dalam pasal 1 dan anggot a yang menggant ikan menj abat kedudukannya sebagai anggot a sampai pada wakt u Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang bersangkut an dibent uk dengan undang-undang Pemilihan".

Tidak mungkin dit af sirkan bert ent angan dengan maksud Undang-undang Republik Indosesia No. 22 t ahun 1948 it u. At au dengan perkat aan lain anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang t elah t erpilih berdasarkan Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 it u, menj abat kedudukannya sebagai anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selama-lamanya 5 (lima) t ahun, dan melihat int i sari maksud ket ent uan pasal 2 dari Perat uran Pemerint ah t ersebut , maka semua anggot a it u, j uga yang ant ar-wakt u menggant ikannya, melet akkan j abat an bersama-sama sesudah lima t ahun t erhit ung mulai hari peresmiannya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah it u.

Dalam kenyat aannya sebagaian besar dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang t elah t erbent uk berdasarkan Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950 it u akan habis masa kerj anya pada permulaan t ahun 1956, sedangkan sebagian kecil memang ada yang habis masa kerj anya pada akhir t ahun 1955, sehingga karena it u bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang sudah habis masa kerj anya it u perlu diadakan pemilihan anggot a Dewan Perwakil an Rakyat Daerah yang baru.

"Akan t et api dengan dit erimanya mosi Hadikusumo oleh Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Perat uran Pemerint ah No. 39 t ahun 1950, dan berhubung dengan anggapan Pemerint ah, bahwa sist im pemil ihan bert ingkat yang t ermakt ub dalam Undang-undang No. 7 t ahun 1950 it u sudah kurang sesuai lagi dengan kehendak masyarakat dewasa ini, dan karena it u segera akan disampaikan rancangan Undang-undang t ent ang pemilihan anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai penggant i rancangan Undang-undang yang t elah pernah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat , maka pada t ingkat sekarang ini t ernyat a t idak ada dasar hukum yang dapat dipakai unt uk mengadakan pemilihan anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru. "

Berhubung dengan it u, maka sambil menunggu keluarnya Undang-undang pemilihan anggot a-anggot a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru, perlu segera diadakan pengat uran yang memungkinkan Dewan-dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang t elah dibent uk berdasarkan Perat uran Pemerint ah No 39 t ahun 1950 it u unt uk sement ara wakt u meneruskan t ugas kewaj ibannya sampai dibent uknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru berdasarkan undang-undang pemilihan it u. Dengan demikian t imbulnya kekosongan dalam pemerint ah daerah kiranya dapat dicegah.

(5)

Selanj ut nya dij elaskan bahwa berhubung beberapa diant ara Dewan-dewan Perwakilan Rakyat Daerah dimaksud t elah berakhir masa kerj anya sebelum berlakunya undang-undang ini, yait u ant ara lain Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupat en-kabupat en Krawang, Tasikmalaya dan Kuningan yang t elah berakhir masa kerj anya pada t anggal 30 Sept ember 1955, maka unt uk memberikan dasar-hukum kepada t indakan-t indakan yang t elah diadakan oleh pemerint ah-pemerint ah daerah t ersebut dalam j angka wakt u sesudah t anggal diat as sampai pada wakt u mulai berlakunya undang-undang ini, undang-undang ini dinyat akan berlaku surut sampai t anggal 15 Juli 1955.

Sekret aris Kement erian Kehakiman.

Mr. SOEDARJO.

Referensi

Dokumen terkait

280 dan beberapa ordonansi paj ak yang bersangkut an, t idak berl aku l agi sampai pada wakt unya yang kemudian akan dit ent ukan.. PRESIDEN

Presiden, Wakil Pr esiden, Ment eri-ment eri, Ket ua, Wakil Ket ua dan Anggot a, Dew an Perwakil an Rakyat , Ket ua, Wakil Ket ua dan Anggot a Mahkamah Agung, Jaksa

b. memaj ukan dengan sekuat t enaga perkembangan kebangsaan dalam kebudayaan sert a kesenian dan ilmu penget ahuan. Ilmu penget ahuan adalah pent ing sekali unt uk kemaj uan,

Saya bersum pah (berjanji) bahw a saya, senant iasa akan m enjunjung t inggi Am anat Penderit aan Rakyat , bahw a saya akan t aat dan akan m em pert ahankan Pancasila sebagai

(2) Ket ent uan mengenai pencarian benda cagar budaya at au benda berharga yang t idak diket ahui pemil iknya t ermasuk syarat -syarat dan t at a cara perizinan sebagaimana

(2) Dal am hal pesert a berhent i bekerj a l ebih dari 10 (sepul uh) t ahun sebel um dicapainya usia pensiun normal , maka berdasarkan pil ihan pesert a, hak at as pensiun

unt uk menyel enggarakan pemel iharaan kesehat an, yang t idak berbent uk badan hukum dan t idak memil iki izin operasional sert a t idak mel aksanakan ket ent uan t ent ang

(2) Sisa Hasil Usaha set el ah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggot a st anding dengan j asa usaha yang dil akukan ol eh, masing-masing anggot a dengan Koperasi,