• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERKEMBANGAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI LAMPUNG

No. 11/04/18/Th. IV, 1 April 2016

P

ERKEMBANGAN

H

ARGA

P

RODUSEN

G

ABAH

D

AN

H

ARGA

B

ERAS DI

P

ENGGILINGAN

A. RATA-RATA HARGA GABAH (GKP) DI PETANI TURUN 3,59 PERSEN

Selama Maret 2016, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan gabah kualitas rendah.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp. 5.500,00 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo dan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Harga gabah terendah mencapai Rp. 3.900,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas IR 64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp. 3.700,00 per kg.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp. 5.620,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp. 4.000,00 per kg dengan Varietas IR 64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp. 3.750,00 per kg.

Harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan turun di bulan Maret. Penurunan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 3,59 persen dari Rp. 5.102,08 per kg menjadi Rp. 4.918,75 per kg, dan di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama, turun sebesar 4,98 persen dari Rp. 5.195,83 per kg menjadi Rp. 5.015,00 per kg.

(2)

Dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Maret 2016, pemantauan harga yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Selatan masing-masing 9 observasi (37,50 %), Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu masing-masing 3 observasi (12,50 %).

Selama Maret 2016, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP. Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas GKG dan kualitas rendah.

(Tabel 1).

Tabel 1. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas, April 2016

Kelompok Kualitas

Jumlah Observasi

Harga Gabah di Petani

Harga Rata-rata di Penggilingan

Harga Pembelian Pemerintah

(HPP)

Selisih Harga (Rp/kg)

Kol (5)-(7)

(%) Terendah Tertinggi Rata-

rata (Rp/kg) (Rp/kg) (Rp/kg) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

GKG 0

(0,00 %)

GKP 24 3.900,00 5.500,00 4.918,75 5.015,00 3.700,00 1.218,75 32,94

(100,00 %) (Kec.

Penengahan)

(Kec. Trimurjo

& Punggur) (Petani)

3.750,00 1.265,00 33,73 (Penggilingan)

Keterangan:

GKG : KA ≤ 14,00% dan KH ≤ 3,00%

GKP : KA (14,01% - 25,00%) dan KH (3,01% - 10,00%) Di Luar Kualitas : KA > 25,00% atau KH > 10%

HPP berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2015 tgl. 17 Maret 2015, diberlakukan mulai 17 Maret 2015

1. Harga Gabah Tertinggi dan Terendah

Harga gabah tertinggi di tingkat petani pada gabah kualitas GKP adalah Rp. 5.500,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 5.620,00 per kg terdapat di Kecamatan Trimurjo dan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dengan Varietas Ciherang. Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas Gabah Kering Panen yaitu Rp. 3.900,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 4.000,00 per kg terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan dengan Varietas IR 64. (Grafik 1).

(3)

2. Rata-rata Komponen Mutu

Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang diperjual belikan menunjukkan hasil yang baik dilihat dari rata-rata Kadar Air (KA). Rata-rata KA kelompok gabah kualitas GKP tercatat 14,58 persen pada Februari dan 13,65 persen pada Maret. Dilihat dari KH, kelompok gabah kualitas GKP tercatat 4,94 persen pada Februari dan 5,10 persen pada Maret. (Tabel 2).

Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah Januari s.d. Maret 2016

Kelompok

Kualitas

Kadar Air (%) Kadar Hampa/Kotoran (%)

Januari Februari Maret Januari Februari Maret

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

GKG - - - - - -

GKP 17,60 14,58 13,65 4,98 4,94 5,10

Kualitas

Rendah - - - - - -

(4)

Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Januari s.d. Maret 2016

Kelompok Kualitas

Petani (Rp/Kg) Penggilingan (Rp/Kg)

Januari Februari Maret Selisih

Perubahan (4) thd (3)

(%)

Januari Februari Maret Selisih

Perubahan (9) thd (8)

(%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

GKG - - - - - - - - - -

GKP 4.853,13 5.102,08 4.918,75 (183,33) (3,59) 4.949,17 5.195,83 5.015,00 (180,83) (3,48)

Kualitas

Rendah - - - - - - - - - -

4. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kecamatan

Selama Maret 2016, harga gabah di tingkat petani mengalami beberapa penurunan. Penurunan harga gabah tertinggi di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan sebesar 11,19 persen atau Rp. 500,00 per kg, diikuti Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu yang turun 8,49 persen atau Rp.

450,00 per kg, dan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur turun 7,55 persen atau Rp. 400,00 per kg. Sementara itu harga rata-rata gabah di petani juga naik di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 17,02 persen atau Rp. 800,00 per kg. (Tabel 4).

Tabel 4. Rata-rata Harga Gabah di Petani Menurut Kecamatan,

Januari s.d. Maret 2016

Kabupaten Kecamatan Harga Gabah (Rp/kg) Selisih (5) thd (4)

Perubahan (5) thd (4)

Januari Februari Maret (Rp/kg) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Lampung Tengah Punggur 4.600,00 4.700,00 5.500,00 800,00 17,02 Trimurjo 4.600,00 5.233,33 4.900,00 (333,33) (6,37)

Sendang Agung 5.475,00 5.316,67 5.250,00 (66,67) (1,25)

Lampung Timur Purbolinggo 5.500,00 5.300,00 4.900,00 (400,00) (7,55) Lampung Selatan Palas 4.233,33 5.216,67 4.966,67 (250,00) (4,79) Penengahan 4.800,00 4.466,67 3.966,67 (500,00) (11,19)

Sragi 4.116,67 5.283,33 5.016,67 (266,67) (5,05)

Pringsewu Ambarawa 5.500,00 5.300,00 4.850,00 (450,00) (8,49)

(5)

B. RATA-RATA HARGA BERAS DI PENGGILINGAN MARET 2016

Pemantauan harga dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Maret 2016 yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Pringsewu masing-masing 4 observasi (26,67 %), Kabupaten Tanggamus 3 observasi (20,00 %), dan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur masing-masing 2 observasi (13,33 %). (Tabel 5).

Tabel 5. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Maret 2016

Kelompok Kualitas

Harga Beras (Rp/kg)

Harga Rata-rata di Penggilingan (Rp/kg)

Terendah Tertinggi

(1) (2) (3) (4)

Selama Maret 2016, Survei Harga Beras di Penggilingan mencatat 15 observasi yang terdapat di 5 kabupaten terpilih. Berdasarkan kualitas beras, observasi yang dilakukan didominasi beras kualitas Medium dan Asalan. Berdasarkan jenis beras yang di perjual belikan didominasi oleh IR 64.

Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 10.000,00 per kg untuk kualitas Premium jenis beras Ciherang di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.300,00 per kg untuk beras kualitas Asalan jenis beras Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Selama Maret 2016, harga beras di tingkat penggilingan kelompok kualitas Medium mengalami penurunan 4,45 persen dan kualitas Asalan turun 4,96 persen. Namun, rata-rata harga beras Premium mengalami peningkatan 2,81 persen.

(6)

Rata-rata Komponen Mutu

Rata-rata komponen mutu beras yang diperjual belikan pada Maret 2016 menunjukkan hasil yang kurang baik dibandingkan bulan sebelumnya dilihat dari rata-rata kadar air. Rata-rata kadar air 12,54 persen pada Februari dan 13,66 persen pada Maret. Rata-rata kadar broken tercatat 16,31 persen pada Februari dan Maret. (Tabel 6).

Tabel 6. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Beras Januari s.d. Maret 2016

Kelompok

Kualitas

Kadar Air (%) Kadar Broken (%)

Januari Februari Maret Januari Februari Maret

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Premium 13,37 13,45 14,83 9,80 9,35 9,58

Medium 13,27 13,34 14,12 15,51 14,49 14,99

Asalan 10,84 10,83 12,02 23,92 25,10 24,37

Rata-rata 12,49 12,54 13,66 16,41 16,31 16,31

Rata-rata Harga Beras Menurut Kelompok Kualitas

Harga beras di tingkat penggilingan kelompok kualitas Medium dan Asalan mengalami penurunan.

Penurunan rata-rata harga beras kualitas Medium 4,45 persen dari Rp. 9.122,22 per kg menjadi Rp.

8.716,67 per kg. Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas Asalan turun 4,96 persen dari Rp. 8.575,00 per kg menjadi Rp. 8.150,00 per kg. Namun, rata-rata harga beras kualitas Premium meningkat sebesar 2,81 persen dari Rp. 9.500,00 per kg menjadi Rp. 9.766,67 per kg. (Tabel 7).

Tabel 7. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Januari s.d. Maret 2016

Kelompok Kualitas

Harga Rata-rata di Penggilingan

(Rp/kg) Selisih (Rp/kg)

Perubahan (4) thd (3)

(%) Januari Februari Maret

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Premium 9.766,67 9.500,00 9.766,67 266,67 2,81

Medium 9.144,44 9.122,22 8.716,67 (405,55) (4,45)

Asalan 8.560,00 8.575,00 8.150,00 (425,00) (4,96)

(7)

(8)

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG

Jl. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung Bandar Lampung 35215 Telepon (0721) 482909, 484329; Faksimili (0721) 484329

Email: [email protected] Website: lampung.bps.go.id Keterangan lebih lanjut hubungi : Kepala Bidang Statistik Distribusi

Bambang Widjonarko, SP Telpon (0721) 482909/484329

Email: [email protected]

Gambar

Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah  Januari s.d. Maret 2016
Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas  Januari s.d
Tabel 5.  Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah   Menurut Kelompok Kualitas, Maret 2016
Tabel 6. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Beras  Januari s.d. Maret 2016

Referensi

Dokumen terkait

4.850,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

4.750,00 per kg terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, dengan Varietas Ciherang Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas GKP

5.725,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah

4.950,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

4.565,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah dan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan

5.050,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

5.680,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Pb Bogor terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, sedangkan harga gabah terendah kelompok

5.335,00 per kg pada gabah kualitas GKG yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok