• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI LAMPUNG

No. 11/01/18/Th. IV, 4 Januari 2016

P

ERKEMBANGAN

H

ARGA

P

RODUSEN

G

ABAH

D

AN

H

ARGA

B

ERAS DI

P

ENGGILINGAN

A. RATA-RATA HARGA GABAH (GKP) DI PETANI NAIK 1,96 PERSEN

Selama Desember 2015, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan gabah kualitas rendah.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp. 6.000,00 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Harga gabah terendah mencapai Rp. 4.650,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp. 3.700,00 per kg.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp. 6.105,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp. 4.750,00 per kg dengan Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp. 3.750,00 per kg.

Harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan naik di bulan Desember 2015. Kenaikan rata- rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 1,96 persen dari Rp. 5.280,00 per kg menjadi Rp. 5.383,33 per kg, dan di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama, naik sebesar 1,96 persen dari Rp. 5.375,20 per kg menjadi Rp. 5.480,42 per kg.

(2)

Dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Desember 2015, pemantauan harga yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Selatan masing-masing 9 observasi (37,50 %), Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu masing-masing 3 observasi (12,50 %).

Selama Desember 2015, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan gabah kualitas rendah. (Tabel 1).

Tabel 1. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas, Desember 2015

Kelompok Kualitas

Jumlah Observasi

Harga Gabah di Petani

Harga Rata-rata di Penggilingan

Harga Pembelian Pemerintah

(HPP)

Selisih Harga (Rp/kg)

Kol (5)-(7)

(%) Terendah Tertinggi Rata-

rata (Rp/kg) (Rp/kg) (Rp/kg) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

GKG 0 - - - - - - -

(0,00 %)

GKP 24 4,650.00 6,000.00 5,383.33 5,480.42 3,700.00 1,683.33 45.50

(100,00 %) (Kec.

Penengahan)

(Kec.

Trimurjo) (Petani)

3,750.00 1,730.42 46.14 (Penggilingan)

Keterangan:

GKG : KA ≤ 14,00% dan KH ≤ 3,00%

GKP : KA (14,01% - 25,00%) dan KH (3,01% - 10,00%) Di Luar Kualitas : KA > 25,00% atau KH > 10%

HPP berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2015 tgl. 17 Maret 2015, diberlakukan mulai 17 Maret 2015

1. Harga Gabah Tertinggi dan Terendah

Harga gabah tertinggi di tingkat petani pada gabah kualitas Gabah Kering Panen adalah Rp. 6.000,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 6.105,00 per kg terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah dengan Varietas Ciherang. Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas Gabah Kering Panen yaitu Rp. 4.650,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 4.750,00 per kg terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan dengan Varietas IR64. (Grafik 1).

(3)

2. Rata-rata Komponen Mutu

Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang diperjual belikan menunjukkan hasil yang kurang baik dilihat dari rata-rata Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa (KH). Rata-rata KA kelompok gabah kualitas GKP tercatat 14,46 persen pada November dan 14,64 persen pada Desember. Dilihat dari KH, kelompok gabah kualitas GKP tercatat 5,35 persen pada November dan 5,24 persen pada Desember. (Tabel 2).

Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah Oktober s.d. Desember 2015

Kelompok

Kualitas

Kadar Air (%) Kadar Hampa/Kotoran (%) Oktober November Desember Oktober November Desember

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

GKG - - - - - -

GKP 14.27 14.46 14.64 5.28 5.35 5.24

Kualitas

Rendah - - - - - -

3. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas

Rata-rata harga gabah di petani dan penggilingan mengalami peningkatan. Peningkatan rata-rata

(4)

Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Oktober s.d. Desember 2015

Kelompok Kualitas

Petani (Rp/Kg) Penggilingan (Rp/Kg)

Oktober November Desember Selisih

Perubahan (4) thd (3)

(%)

Oktober November Desember Selisih

Perubahan (9) thd (8)

(%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

GKG - - - - - - - - - -

GKP 5,078.26 5,280.00 5,383.33 103.33 1.96 5,174.57 5,375.20 5,480.42 105.22 1.96

Kualitas

Rendah - - - - - - - - - -

4. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kecamatan

Selama Desember 2015, harga gabah di tingkat petani mengalami beberapa peningkatan. Peningkatan harga gabah tertinggi di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 7,41 persen atau Rp. 400,00 per kg, diikuti Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan yang naik 5,56 persen atau Rp. 266,67 per kg. Sementara itu penurunan harga rata-rata gabah di petani terjadi di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur sebesar 0,65 persen atau Rp. 37,50 per kg, dan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu sebesar 1,21 persen atau Rp. 66,67 per kg. (Tabel 4).

Tabel 4. Rata-rata Harga Gabah di Petani Menurut Kecamatan,

Oktober s.d. Desember 2015

Kabupaten Kecamatan Harga Gabah (Rp/kg) Selisih (5) thd (4)

Perubahan (5) thd (4)

Oktober November Desember (Rp/kg) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Lampung Tengah Punggur 5,500.00 5,400.00 5,800.00 400.00 7.41 Trimurjo 4,366.67 5,700.00 5,933.33 233.33 4.09

Sendang Agung 5,300.00 5,400.00 5,550.00 150.00 2.78

Lampung Timur Purbolinggo 5,733.33 5,737.50 5,700.00 (37.50) (0.65) Lampung Selatan Palas 4,683.33 4,816.67 4,900.00 83.33 1.73 Penengahan 4,900.00 4,733.33 4,683.33 (50.00) (1.06)

Sragi 4,775.00 4,800.00 5,066.67 266.67 5.56

Pringsewu Ambarawa 5,266.67 5,500.00 5,433.33 (66.67) (1.21)

(5)

B. RATA-RATA HARGA BERAS DI PENGGILINGAN DESEMBER 2015

Pemantauan harga dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Desember 2015 yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah 6 observasi (35,29 %), Kabupaten Pringsewu 4 observasi (23,54 %), Kabupaten Tanggamus 3 observasi (17,65 %), Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur masing-masing 2 observasi (11,76 %). (Tabel 5).

Tabel 5. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Desember 2015

Kelompok Kualitas

Harga Beras (Rp/kg)

Harga Rata-rata di Penggilingan (Rp/kg)

Terendah Tertinggi

(1) (2) (3) (4)

Premium 9,500.00 10,000.00 9,775.00

Selama Desember 2015, Survei Harga Beras di Penggilingan mencatat 17 observasi yang terdapat di 5 kabupaten terpilih. Berdasarkan kualitas beras, observasi yang dilakukan didominasi beras kualitas medium. Berdasarkan jenis beras yang di perjual belikan didominasi oleh IR 64.

Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 10.000,00 per kg untuk kualitas Premium jenis beras Ciherang di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.000,00 per kg untuk beras kualitas Asalan jenis beras IR 64 terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Selama Desember 2015, harga beras di tingkat penggilingan beberapa kelompok kualitas mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan musim kemarau sehingga stok gabah berkurang.

Peningkatan rata-rata harga beras kualitas Premium 1,30 persen dan kualitas Medium 0,70 persen.

(6)

Rata-rata Komponen Mutu

Rata-rata komponen mutu beras yang diperjual belikan pada Desember 2015 menunjukkan hasil yang kurang baik dibandingkan bulan sebelumnya dilihat dari rata-rata kadar air. Rata-rata kadar air 12,78 persen pada November dan 13,89 persen pada Desember. Rata-rata kadar broken tercatat 15,62 persen pada November dan 15,54 persen pada Desember. (Tabel 6).

Tabel 6. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Beras Oktober s.d. Desember 2015

Kelompok

Kualitas

Kadar Air (%) Kadar Broken (%)

Oktober November Desember Oktober November Desember

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Premium 13.80 13.65 14.88 9.73 9.58 9.48

Medium 12.95 13.19 13.79 14.60 15.39 15.31

Asalan 12.30 11.50 13.00 21.40 21.90 21.85

Rata-rata 13.02 12.78 13.89 15.24 15.62 15.54

Rata-rata Harga Beras Menurut Kelompok Kualitas

Harga beras di tingkat penggilingan beberapa kelompok kualitas mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan musim kemarau sehingga stok gabah berkurang. Peningkatan rata-rata harga beras kualitas Premium 1,30 persen dari Rp. 9.650,00 per kg menjadi Rp. 9.775,00 per kg, harga beras kualitas Medium naik 0,70 persen dari Rp. 9.009,09 per kg menjadi Rp. 9.072,22 per kg. Sedangkan untuk beras kualitas asalan turun 0,58 persen dari Rp. 8.600,00 per kg menjadi Rp. 8.550,00 per kg. (Tabel 7).

Tabel 7. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Oktober s.d. Desember 2015

Kelompok Kualitas

Harga Rata-rata di Penggilingan

(Rp/kg) Selisih

(Rp/kg)

Perubahan (4) thd (3)

(%) Oktober November Desember

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Premium 9,350.00 9,650.00 9,775.00 125.00 1.30

Medium 8,833.33 9,009.09 9,072.22 63.13 0.70

Asalan 8,600.00 8,600.00 8,550.00 (50.00) (0.58)

(7)

(8)

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG

Jl. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung Bandar Lampung 35215 Telepon (0721) 482909, 484329; Faksimili (0721) 484329

Email: [email protected] Website: lampung.bps.go.id Keterangan lebih lanjut hubungi : Kepala Bidang Statistik Distribusi

Bambang Widjonarko, SP Telpon (0721) 482909/484329

Email: [email protected]

Gambar

Tabel 1.  Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan   Menurut Kelompok Kualitas, Desember 2015
Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah  Oktober s.d. Desember 2015
Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas  Oktober s.d
Tabel 5.  Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah   Menurut Kelompok Kualitas, Desember 2015
+2

Referensi

Dokumen terkait

4.850,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

4.750,00 per kg terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, dengan Varietas Ciherang Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas GKP

5.725,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah

4.950,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

5.050,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

5.680,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Pb Bogor terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, sedangkan harga gabah terendah kelompok

5.150,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas

5.335,00 per kg pada gabah kualitas GKG yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok