Technical View & Key Calls

Teks penuh

(1)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Lebron James-I like criticism, it makes you strong.

Macro Wrap

BI prediksi inflasi pada Maret 2021 mencapai 1,37% secara tahunan

BI memperkirakan adanya inflasi tipis pada Maret 2021. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2021, inflasi diperkirakan sebesar 0,09% mom, secara tahun kalender sebesar 0,45% ytd dan sebesar 1,37% yoy. Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% mom, bawang merah sebesar 0,03% mom, ikan mas dan tomat masing-masing sebesar 0,01% mom. (Kontan.co.id)

15 Provinsi yang Menjalankan PPKM Mikro Mulai 23 Maret hingga 5 April

Sebelumnya, sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 5 Tahun 2021, PPKM mikro berlaku untuk 10 provinsi. Namun kini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro berlaku di 15 provinsi (Jawa-Bali ditambah Kalimantian Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat). Adapun, Pembelajaran di perguruan tinggi dan akademi diizinkan tatap muka, Kegiatan seni budaya diizinkan maksimal 25 persen, sedangkan pembelajaran di tingkat SMA/SMK masih secara online. (Bisnis.com)

Susi Sebut Impor Garam Tak Boleh Lebih dari 1,7 Juta Ton

Gaji Rp3 Juta-Rp4 Juta Dominasi Penerima KPR Rumah Subsidi

Technical View & Key Calls

IHSG. Support: 6290-6300, Resistance: 6370 / 6400.

BSDE

Speculative Buy, Entry Level: 1215-1225; Target: 1280-1300 / 1325-1360; Stoploss : 1195

HMSP

Buy, Entry Level: 1535-1520; Target: 1670; Stoploss: 1495. Market Wrap

DJIA (-0.71%), S&P500 (-0.06%), Stoxx600 (-0.76%), DAX (1.05%)

Pada akhir perdagangan Jumat (19/3) S&P 500 dan Dow Jones Industrial Aver-age ditutup melemah dengan saham bank di bawah tekanan setelah Federal Re-serve mengatakan tidak akan memperpanjang bantuan sementara dari aturan persyaratan modal untuk bank. mbal hasil obligasi tetap menjadi pendorong uta-ma pasar keuangan, kata analis. Hasil pada catatan Treasury 10-tahun TMUBMUSD10Y, 1,726% menghapus penurunan sebelumnya untuk naik sebagian menjadi 1,725%, menguji tertinggi 14 bulan yang terlihat pada hari Kamis. Dari harga comodity minyak ditutup menguat lebih dari 2%, setelah pada pada hari Kamis, minyak turun 7% karena ekonomi besar Eropa memberlakukan kembali pembatasan aktifitas bisnis, sementara program vaksinasi di sana terhambat oleh masalah distribusi dan kekhawatiran efek samping.

Pada akhir perdagangan hari Jumat (19/3), IHSG ditutup menguat 0.13% ke level 6,356.2. Penutupan perdagangan diikuti aksi beli bersih investor asing sebesar Rp512.4 miliar. Secara sektoral pergerakan IHSG ditopang oleh sektor barang konsumsi (+2.47%) dan sektor industri dasar (+0.99%). Adapun saham-saham big cap yang menjadi penopang indeks yaitu HMSP (+6.60%), SMMA (+12.03%), dan BBCA (+0.82%).

JCI Statistic

Daily Foreign Net Flow (IDR Bn)

JCI Performance Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP Economic Indicators GDP Growth 4Q20 YoY (%) -2.19 GDP Nominal 4Q20 (IDR Tn) 3,929.2

CPI Jan. 2021 YoY (%) 1.55

Trade Bal. Feb 2021 (USD Bn) 2.01

BI 7-day RR Rate Feb. (%) 3.50

M2 Januari 2021 (IDR Tn) 6,761

Third Party Fund Jan YoY (%) 10.57

Banking Loan Jan. YoY (%) -1.92

Reserves January (USD Bn) 138.00

-1200 -1000 -800 -600 -400 -200 0 200 400 600 800 5 -M ar 8 -M ar 9 -M ar 1 0 -M ar 1 2 -M ar 1 5 -M ar 1 6 -M ar 1 7 -M ar 1 8 -M ar 1 9 -M ar 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 3000 3500 4000 4500 5000 5500 6000 6500 7000 M ar-1 8 Jul -1 8 No v-18 Ma r-19 Jul-1 9 No v-19 Ma r-20 Jul-2 0 No v-20 Ma r-21 Volume, IDRbn (RHS) JCI Index Last Spot 6,356.16 1D change (%) 0.13 1M change (%) 1.61 1Y change (%) 51.52 52W High 6,504.99 52W Low 3,911.72 Volume (bn) 16.04 Value (bn) 12,678.05 PER (TTM) 33.77 PBV (TTM) 1.65 ROE (TTM) 14.06 GIDN10YR Index 6.80

Industry and Sector

Stock News

EXCL (0.00%) Akan Kembangkan Bisnis Baru

ESSA (+18.79%)Ini Capaian Kinerja Operasionalsepanjang 2020

IPCM (-1.81%) Terus Melakukan Pembangunan Kapal

(2)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Comparative Table

Stock Key Calls — HMSP

Overview

HMSP break out level Parallel Channel (black) dengan demikian membuka potensi penguatan menuju Target 1670, sekaligus tutup Gap bulan Desember2020.

Sup-port terdekat : upper channel di sekitar 1515.

Rekomendasi:

Buy, Entry Level: 1535-1520; Target: 1670; Stoploss: 1495.

Stock Key Calls — LQ45

Overview

Fokus LQ45 hari ini adalah berusaha ditutup di atas MA50 / 961 dengan demikian membuka peluang menuju Target dari level previous High 977 , up to

982; yang mana apabila mampu ditembus akan mengakhiri trend Sideways ini dan melapangkan jalan

menuju 1000.

Rekomendasi:

Buy On Break, Support: 950 ; Resistance : 961 / 982.

Technical View & Key Calls

Stock Key Calls — BSDE

Overview

Speculative Buy BSDE di area Support Trendline yang menggawangi trend Sideways ini. Average Up ketika BSDE mampu mantap di atas MA10 & 20 atau di atas

1240. Target terdekat adalah garis Resistance jk.pendek di seputar 1280-1300, disusul level

previ-ous Highs antara 1325-1360.

Rekomendasi:

Speculative Buy, Entry Level: 1215-1225; Target: 1280-1300 / 1325-1360; Stoploss : 1195 Source: Bloomberg, HP

Indices Last Price 1D% 1M% 3M% Commodities Last Price 1D% 1M% 3M%

Dow Jones 32627.97 -0.71% 3.51% 8.70% Bloomberg Commodity 84.52 1.03% -2.51% 10.41%

S&P 500 3913.10 -0.06% 0.94% 6.12% Nymex Oil 60.70 -1.17% -1.28% 29.09%

DAX 14621.00 -1.05% 4.81% 8.96% Brent Crude 63.87 -1.02% -2.10% 27.54%

Nikkei 225 29358.27 -1.46% -2.65% 11.05% CPO Rotterdam

Kospi 3036.19 -0.11% -1.41% 11.07% CPO Malaysia 4013.00 -1.64% 2.53% 9.56%

Hang Seng 28990.94 -1.41% -4.38% 10.99% Soybean CBT 1,415.00 -0.09% 2.26% 13.45%

Straits Times 3134.54 -0.10% 8.79% 10.87% Rubber Tocom 262.00 -2.96% 3.64% -4.38%

Shanghai 3404.66 -1.69% -6.53% 1.43% Nickel Spot 16,253.50 1.64% -16.93% -6.74%

S&P/ASX 200 6724.60 0.24% -0.83% 1.89% Nickel Inventory 259974.00 -0.09% 4.21% 6.45%

IHSG 6356.16 0.13% 1.61% 5.53% Tin Spot 28,050.00 -1.37% -2.40% 39.21%

LQ-45 957.74 0.09% 0.68% 2.00% Tin Inventory 1825.00 2.53% 35.19% -40.36%

EIDO 23.35 2.23% -1.10% -2.18% Newcastle Coal 92.75 1.92% 7.85% 15.94%

Vix Index 20.95 -2.92% -10.66% -13.54% Gold 1738.72 -0.37% -3.92% -6.56%

Currency Last Price 1D% 1M% 3M% Bond Yield Last Price 1D% 1M% 3M%

USD-IDR 14408.00 0.01% -2.38% -1.93% US 10 Year 1.70 -1.13% 24.62% 85.67%

EUR-USD 1.19 -0.15% -2.23% -2.28% ID 10 Year 6.80 -0.06% 2.12% 10.96%

USD-JPY 108.88 0.00% -3.49% -4.81% ID 30 Year 7.02 -0.20% 2.90% -0.48%

(3)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Industry and Sector

Susi Sebut Impor Garam Tak Boleh Lebih dari 1,7 Juta Ton

Pemerintah memutuskan untuk melakukan impor garam hingga 3 juta ton pada tahun ini. Sejumlah pihak menyayangkan hal tersebut, termasuk Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia menilai, importasi garam sebanyak itu justru bisa membuat harga garam lokal akan merosot hingga di bawah Rp1.500 per kilogram. Adapun, dalam Pasal 3 ayat 1 PP No.9/2018, Impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman dilaksanakan berdasarkan Rekomendasi dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan.(Bisnis.com)

Gaji Rp3 Juta-Rp4 Juta Dominasi Penerima KPR Rumah Subsidi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan debitur penerima subsidi perumahan didominasi oleh debitur yang memiliki gaji berkisar Rp3 juta sampai Rp4 juta sebesar 51% dan debitur dengan gaji pokok dibawah Rp2 juta hingga Rp3 juta sebesar 36%. Lalu sisanya bervariariasi di bawah gaji pokok Rp2 Juta dan diatas Rp4 juta. Adapun profil debitur penerima subsidi perumahan didominasi oleh pekerja di sektor swasta 72,79%, wiraswasta 10,47%, PNS dan TNI/POLRI 14,9%, serta debitur yang bekerja di sektor informal 1,83%. (Bisnis.com)

Stocks News

EXCL (0.00%) Akan Kembangkan Bisnis Baru

EXCL berencana membangun bisnis baru. Bisnis ini bergerak pada segmen internet of things (IoT) solutions, application pro-gramming interface (API), big data, dan Information and communication technology (ICT). Meski belum memberikan rinci proyeksi pemasukan dari segmen baru ini, namun ada sejumlah indikator awal yang membuat EXCL serius membangun bisnis tersebut. Salah satunya, margin tebal yang dihasilkan. Beberapa indikator lain berdasarkan peritungan awal juga meyakinkan manajemen EXCL untuk terus mengembangkan segmen tersebut. Segmen IoT, API, big data dan ICT memiliki selisih nilai arus kas yang masuk saat ini dengan masa mendatang atawa net present value (NPV) sebesar Rp 105,23 miliar. Tingkat imbal hasil atau internal rate of return (IRR) segmen tersebut sebesar 33,8%. Tingkat ini lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat diskonto 10,42%. Sejalan dengan tingkat pengembalian tersebut, nilai arus kas bersih yang bakal masuk dibanding dengan nilai investasi saat ini alias profitability index sebesar 1,33 kali. Umumnya, profitability index harus di atas 1 kali untuk menentukan sebuah bisnis layak dilanjutkan atau tidak. Semakin besar angkanya, semakin layak. Rata-rata break event bisnis baru EXCL ditaksir mencapai Rp 103,51 miliar. Ini setara 175,82% dari pendapatan. Sedang Rata-rata-Rata-rata laba atas investasi atau return on investment sebesar 27,99%. ( Kontan.co.id )

ESSA (+18.79%)Ini Capaian Kinerja Operasional sepanjang 2020

ESSA ini mencatatkan produksi liquefied petroleum gas (LPG) sebesar 61.448 metric ton (MT) atau menurun 17,9% dari total produksi tahun 2019 yang mencapai 74.871 MT. ESSA juga mencatatkan penurunan produksi kondensat sebesar 139.961 barel atau menurun 15,1% dari produksi tahun 2019 yang mencapai 164.948 barel. Penurunan juga dialami oleh lini produksi ammonia. ESSA mencatatkan produksi sebesar 659.734 MT atau menurun 13,9% dari 766.988 MT di 2019. Presiden Direktur & Chief Executive Officer ESSA, Vinod Laroya menyampaikan, meskipun harga Amonia mengalami penurunan secara signifikan akibat dampak Covid-19 yang mengakibatkan pelambatan di tahun 2020, Vinod melihat amonia relatif mampu bertahan terhadap pandemi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan kembali harga Amonia secara sig-nifikan sejak Januari 2021, yang didorong oleh masalah hambatan pasokan serta karena memasuki masa awal pemulihan permintaan Lebih lanjut, Vinod juga melihat trend peningkatan permintaan Amonia akibat keterbatasan pasokan. ESSA juga melihat potensi kenaikan yang signifikan untuk mengembangkan amonia biru (blue ammonia) pada fasilitas produksi Amonia ESSA sebagai alternatif energi rendah-karbon untuk masa depan. Pada 18 Maret 2021 lalu, ESSA melalui anak usahanya, yakni PT Panca Amara Utama (PAU), menandatangani MoU tentang pengumpulan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization & storage /CCUS) bersama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). (Kontan.co.id)

IPCM (-1.81%) Terus Melakukan Pembangunan Kapal

IPCM Dapat banyak kontrak baru, emiten jasa pandu dan tunda kapal, PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) merampungkan tahap akhir pembangunan 4 kapal tunda berkapasitas 2 x 2200 horse power dengan nilai investasi Rp230 miliar. Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Amri Yusuf menuturkan penambahan 4 armada ini akan menjadi tambahan kekuatan perseroan untuk menjaga kinerja perseroan di tengah pandemi Covid-19. Pada November 2020 lalu IPCM telah memperoleh pelimpahan pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan [pilotage] dan penundaan [towage] dari Kementerian Perhubungan RI di wilayah perairan wajib pandu Pelabuhan Internasional Patimban, pelabuhan baru di daerah Subang Jawa Barat, dan Terminal Khusus [Tersus] PT Jawa Satu Power. dengan semakin luasnya peluang pasar IPCM pada 2021, perseroan akan melakukan pengadaan penambahan jumlah armada lagi yakni 1 kapal tunda dan 3 motor pandu dengan total investasi Rp95,4 miliar. ( bisnis.com)

AMRT (+1.65% ) Siapkan Rp1 Triliun Lebih Untuk Lunasi Obligasi

AMRT telah menyiapkan dana untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya menjelaskan perseroan telah menyediakan dana untuk membayar pokok dan bunga Obligasi Berke-lanjutan II Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2018 yang akan jatuh tempo pada 12 April 2021 senilai Rp1,01 triliun. Dana untuk pembayaran obligasi dan bunga berasal dari internal kas perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Sep-tember 2020, pengelola gerai Alfamart ini mencatatkan total pendapatan neto mencapai Rp56,37 triliun. Nilai itu meningkat 4,17% year on year (yoy) dari Rp54,11 triliun per September 2019. Sumber pendapatan neto berdasarkan jenis persediaan ialah makanan Rp37,46 triliun, bukan makanan Rp18,88 triliun, dan jasa Rp18,88 miliar. Laba bruto AMRT mencapai Rp11,48 triliun per kuartal III/2020, naik 6,45% yoy dari sebelumnya Rp10,78 triliun. Namun, laba AMRT terkoreksi tipis 1,85 persen yoy menuju Rp638,4 miliar dari sebelumnya Rp650,23 miliar. ( Bisnis.com)

(4)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini

Economic Calendar

Date Country Event

Survey Actual Prior Revised

03/19/2021 15:55 CH FX Net Settlement - Clients CNY Feb -- 216.8b 263.7b --

03/22/2021 08:30 CH 1-Year Loan Prime Rate 1-Mar 0.0385 -- 0.0385 --

03/22/2021 08:30 CH 5-Year Loan Prime Rate 1-Mar 0.0465 -- 0.0465 --

03/22/2021 16:00 EC ECB Current Account SA Jan -- -- 36.7b --

03/22/2021 19:30 US Chicago Fed Nat Activity Index Feb 0.71 -- 0.66 --

03/22/2021 21:00 US Existing Home Sales Feb 6.50m -- 6.69m --

03/22/2021 21:00 US Existing Home Sales MoM Feb -0.029 -- 0.006 --

03/19/2021 15:55 CH FX Net Settlement - Clients CNY Feb -- 216.8b 263.7b --

03/22/2021 08:30 CH 1-Year Loan Prime Rate 1-Mar 0.0385 -- 0.0385 --

03/22/2021 08:30 CH 5-Year Loan Prime Rate 1-Mar 0.0465 -- 0.0465 --

03/22/2021 16:00 EC ECB Current Account SA Jan -- -- 36.7b --

03/22/2021 19:30 US Chicago Fed Nat Activity Index Feb 0.71 -- 0.66 --

03/22/2021 21:00 US Existing Home Sales Feb 6.50m -- 6.69m --

03/22/2021 21:00 US Existing Home Sales MoM Feb -0.029 -- 0.006 --

Oil Price Bloomberg Commodity Index

Daily Sector Performance IDR Currency

Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP

Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP

50 60 70 80 90 100

Feb-19 Aug-19 Feb-20 Aug-20 Feb-21 Charts

Corporate Action

Code Type OS:NS Rp Cum Ex Record Pay Trade

MAYA Right Issue 3659:5000 400 08-Mar-21 09-Mar-21 10-Mar-21 19-Mar-21

FAST Right Issue 7:100 1.25

MEGA Dividend 301 01-Mar-21 02-Mar-21 03-Mar-21 19-Mar-21

AMOR Dividend 27 05-Mar-21 08-Mar-21 09-Mar-21 30-Mar-21

88 91 94 97 100 103 106 12000 13000 14000 15000 16000 17000

Mar-18 Aug-18 Jan-19 Jun-19 Nov-19 Apr-20 Sep-20 Feb-21 IDR Currency USD Index (RHS)

10 20 30 40 50 60 70 80 90

Feb-18 Aug-18 Feb-19 Aug-19 Feb-20 Aug-20 Feb-21 NYMEX Oil Brent Oil

-2% 0% 2% 4%

ISE (Indonesia) Agriculture Basic Industry & Chemicals Construction & Property Consumer Goods Financials Infrastructure Mining Miscellaneous Trade & Services

(5)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini

DISCLAIMER: Laporan ini diterbitkan oleh PT Henan Putihrai Sekuritas, anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan ini dan akses el-ektronik apa pun di dalamnya dibatasi dan dimaksudkan hanya untuk klien, entitas terkait, dan digunakan oleh penerima yang dialamatkan oleh PT Henan Putihrai Sekuritas.

Laporan ini dapat berisi informasi rahasia dan/atau hak khusus secara hukum. Laporan ini tidak direproduksi, disalin, atau disediakan untuk pihak lain. Dalam keadaan apa pun laporan ini tidak dianggap sebagai penawaran penjualan atau permintaan pembelian efek. Setiap rekomendasi di laporan ini mungkin tidak tepat untuk semua investor. Dalam mempertim-bangkan setiap jenis investasi, Anda harus membuat penilaian mandiri dan mencari nasihat keuangan dan hukum yang profesional. Meskipun informasi dalam dokumen ini diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, keakuratan dan kelengkapannya tidak dapat dijamin. PT He-nan Putihrai Sekuritas secara khusus menyangkal semua kewajiban atas kerugian langsung atau tidak langsung, konsekuensi atas hilangnya keuntungan yang ditimbulkan oleh Anda atau pihak ketiga, yang mungkin timbul dari ketergantungan pada laporan ini atau atas faktor keandalan, akurasi, kelengkapan atau ketepatan waktu.

Jika Anda bukan penerima yang dituju atau telah menerima informasi ini secara tidak senga-ja, harap segera memberitahukan kepada kami. Jika Anda bukan penerima yang dituju, se-tiap penggunaan, ketergantungan pada, referensi, pengungkapan, perubahan atau penyali-nan dan/atau distribusi informasi yang terkandung untuk tujuan apa pun sangat dilarang dan mungkin melanggar hukum. PT Henan Putihrai Sekuritas tidak akan bertanggung jawab atas setiap kehilangan dan/atau kerusakan yang disebabkan oleh virus yang ditransmisikan oleh laporan ini atau lampirannya, atau untuk pengiriman informasi secara tepat dan lengkap, atau untuk setiap keterlambatan dalam penerimaannya. Seluruh hak cipta dimiliki oleh PT Henan Putihrai Sekuritas. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi nomor (+62 21) 520 6464.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :