• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VIII - DOCRPIJM 1480659323BAB 8 ASPEK TEKNIS PER SEKTOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB VIII - DOCRPIJM 1480659323BAB 8 ASPEK TEKNIS PER SEKTOR"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-1

FINAL REPORT

BAB VIII

Aspek Teknis Per Sektor

Bagian ini menjabarkan rencana pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup empat sektor yaitu pengembangan permukiman, penataan bangunan dan lingkungan, pengembangan air minum, serta pengembangan penyehatan lingkungan permukiman yang terdiri dari air limbah, persampahan, dan drainase. Penjabaran perencanaan teknis untuk tiap-tiap sektor dimulai dari pemetaan isu-isu strategis yang mempengaruhi, penjabaran kondisi eksisting sebagai baseline awal perencanaan, serta permasalahan dan tantangan yang harus diantisipasi. Tahapan berikutnya adalah analisis kebutuhan dan pengkajian terhadap program-program sektoral, dengan mempertimbangkan kriteria kesiapan pelaksanaan kegiatan. Kemudian dilanjutkan dengan merumuskan usulan program dan kegiatan yang dibutuhkan.

8.1. Pengembangan Permukiman

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, permukiman didefinisikan sebagai bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau perdesaan.

(2)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-2

FINAL REPORT

8.1.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan

Arahan kebijakan pengembangan permukiman mengacu pada amanat peraturan perundangan, antara lain:

1. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Arahan RPJMN Tahap 3 (2015-2019) menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung bagi seluruh masyarakat terus meningkat, sehingga kondisi tersebut mendorong terwujudnya kota tanpa permukiman kumuh pada awal tahapan RPJMN berikutnya.

2. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pasal 4 mengamanatkan bahwa ruang lingkup penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman juga mencakup penyelenggaraan perumahan (butir c), penyelenggaraan kawasan permukiman (butir d), pemeliharaan dan perbaikan (butir e), serta pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh (butir f).

3. Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.

Pasal 15 mengamanatkan bahwa pembangunan rumah susun umum, rumah susun khusus, dan rumah susun negara merupakan tanggung jawab pemerintah.

4. Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

(3)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-3

FINAL REPORT

5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

Peraturan ini menetapkan target berkurangnya luas permukiman kumuh di kawasan perkotaan sebesar 10% pada tahun 2014.

8.1.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan a. Isu Strategis Pengembangan Permukiman

Kajian isu-isu permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan prioritas pada dasarnya merupakan kajian untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan pada kawasan yang menjadi obyek dalam perumusan SPPIP Kota Parepare.Kawasan yang dimaksud meliputi; Kawasan Soreang, Kawasan Lompoe-Lapadde dan Kawasan Mattiro Tasi.Kajian isu-isu permukiman dan infrastruktur perkotaan Kota Parepare dapat dilihat pada penjelasan Tabel di bawah ini.

Tabel 8.1.Isu-Isu Strategis Sektor Pengembangan Permukiman Skala Kota

No Isu Strategis Keterangan

1 Kawasan rawan banjir (genangan)

Kawasan Soreang

2 Kawasan merupakan daerah kumuh nelayan

3 Daya dukung lingkungan rendah dan

kepadatan bangunan tinggi

4 Infrastruktur kawasan masih memerlukan

peningkatan (belum optimal)

5 Kondisi lahan kawasan umumnya

bergelombang hingga berbukit

Kawasan Lompoe-Lapadde 6 Kawasan rawan konflik

7 Infrastruktur kawasan masih memerlukan

peningkatan (belum optimal)

(4)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-4

FINAL REPORT

genangan dan sumber air tanah terbatas

9 Kawasan merupakan daerah kumuh nelayan

10 Infrastruktur kawasan masih memerlukan

peningkatan (belum optimal) Sumber: SPPIP Kota Parepare

b. Kondisi Eksisting Pengembangan Permukiman

Luas wilayah Kota Parepare yang berkisar 9.933Ha, dimanfaatkan sebagai areal permukiman sekitar 4.37% atau 434,14 Ha, yang tersebar pada Kota Bawah dan Kota Atas.

Kondisi Permukiman pada bagian bawah Kota Parepare cenderung padat dan tidak tertata dengan baik. Daya dukung dan daya tampung lahan untuk pengembangan permukiman di masa yang akan datang sudah tidak memungkinkan. Sehingga upaya pengembangan permukiman pada daerah bawah akan diprioritaskan pada program penataan lingkungan dan perbaikan prasaranan dan sarana dasar permukiman.

(5)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-5

FINAL REPORT

Tabel 8.2. Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Peraturan Walikota/Bupati/Perraturan Lainnya Terkait Pengembangan Permukiman

No

Perda/Pergub/Perwal/Perbu/Peraturan Lain

Amanat Kebijakan Daerah Jenis Produk

Pengaturan No./Tahun Perihal

1. Peraturan Daerah Kota Parepare

Nomor 10 Tahun 2011

Rencana

bahwa perkembangan

pembangunan

khususnya pemanfaatan ruang di wilayah Kota Parepare

diselenggarakan dalam

rangka meningkatkan

kesejahteraan

masyarakat melalui

pemanfaatan potensi

sumberdaya alam,

sumberdaya buatan, dan

sumberdaya manusia

dengan tetap

memperhatikan daya

dukung, daya tampung,

dan kelestarian

lingkungan hidup;

Tabel 8.3 Data Kawasan Kumuh di Kota Parepare

No

Lokasi Kawasan

Kumuh

Rumah Semi

Permanen

Tabel 8.4 Data Kondisi RSH di Kota Parepare

NO Lokasi

(6)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-6

FINAL REPORT

Tabel8.5DataKondisiRusunawadiParepare

No Lokasi

Rusunawa

Tahun

Pembangunan Pengelola

Jumlah

Penghuni Kondisi

Prasarana CKyang

Ada

** Untuk data Kondisi Rusunawa di Kota Parepare belum tersedia

Tabel 8.6 Data Program Perdesaan di Kota Parepare

No Program/Kegiatan Lokasi Volume/

Satuan Status

Kondisi infrastruktur

** Untuk data Program Pedesaan di Kota Parepare belum tersedia

c. Permasalahan dan Tantangan

Tabel 8.7. Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Permukiman Kota Parepare

No

Permasalahan PengembanganPermukiman

Tantangan Pengembangan

Alternatif Solusi

1. Aspek Teknis dan Aspek Lingkungan Permukiman

Tumbuhnya permukiman liar yang terkesan kumuh di beberapa kawasan dengan mengesampingkan arahan pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang;

a. Tetap mengikuti arahan tata ruang.

b. Adanya

(7)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-7

FINAL REPORT

2 Aspek Kelembagaan Sistem kelembagaan yang bertugas, belum terorganisir dengan baik sehingga komunikasi antara instansi terkait dalam hal pengembangan permukiman tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan

a. Kelembagaan yang menangani Bidang Keciptakaryaan

khususnya pengembangan

permukiman yang didukung dengan uraian tugas dan fungsi (tupoksi) yang jelas, serta penempatan tenaga pelaksana sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki

b. Peningkatan peran serta masyarakat dalam menangani

program/kegiatan pengembangan

permukiman baik individu maupun Organisasi Masyarakat.

Implementasi penataan bangunan dan lingkungan di Kota Parepare jika mengacu pada aturan yang dipersyaratkan oleh peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Direktur Jenderal Cipta Karya maupun peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan tata bangunan gedung dan lingkungan serta peraturan daerah daerah yang mengatur tentang penyelenggaran Bangunan Gedung, maka permasalahan secara fisik, sebagai berikut:

a. Umumnya bangunan yang ada belum memenuhi syarat teknis maupun keserasian bangunan dan lingkungannya;

b. Masih terdapat bangunan yang melanggar aturan tentang garis sempadan jalan, sungai, pantai dan kawasan non budidaya lainnya;

c. Belum adanya aturan yang jelas, antara lain; peraturan bangunan setempat (PBS) dan peraturan bangunan lainnya; dan

(8)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-8

FINAL REPORT

8.1.3 Analisis Kebutuhan Pengembangan Permukiman

Analisis kebutuhan merupakan tahapan selanjutnya dari identifikasi kondisi eksisting. Analisis kebutuhan mengaitkan kondisi eksisting dengan target kebutuhan yang harus dicapai. Terdapat arahan kebijakan yang menjadi acuan penetapan target pembangunan bidang Cipta Karya khususnya sektor pengembangan permukiman baik di tingkat Pusat maupun di tingkat kabupaten/kota. Di tingkat Pusat acuan kebijakan meliputi RPJMN 2010-2014, MDGs 2015 (pengurangan proporsi rumah tangga kumuh tahun 2020), Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk pengurangan luasan kawasan kumuh tahun 2014 sebesar 10%, arahan MP3EI dan MP3KI, percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat, arahan Direktif Presiden untuk program pro-rakyat, serta Renstra Ditjen Cipta Karya 2010-2014. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota meliputi target RPJMD, RTRW Kabupaten/Kota, maupun Renstra SKPD. Acuan kebijakan tersebut hendaknya menjadi dasar pada tahapan analisis kebutuhan pengembangan permukiman di Kota Parepare

Sistem Infrastruktur permukiman yang diusulkan adalah adanya keserasian dan keseimbangan pembangunan infrastruktur permukiman perkotaan dan perdesaan diharapkan mengacu kepada konsep pembangunan prasarana kota terpadu antar sektor sesuai dengan rencana induk sistem prasarana dan sarana yang ada seperti peningkatan kualitas permukiman kumuh dan pengembangan pemukiman baru, yang ditunjang dengan pembangunan sektor lainnya seperti pembangunan drainase, persampahan, pengelolaan air limbah dan pembangunan jalan kota.

(9)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-9

FINAL REPORT

dalam rangka meningkatkan aksesibilitas kehidupan dan penghidupan masyarakat menuju terwujudnya masyarakat damai dan sejahtera.

Tabel 8.8 Perkiraan Kebutuhan Program Pengembangan Permukiman di Perkotaan Untuk 5 Tahun

No. Uraian Unit Tahun

Penduduk Jiwa

Kepadatan

Tabel 8.9 Perkiraan Kebutuhan Program Pengembangan Permukiman di Perdesaan yang Membutuhkan Penanganan untuk 5 Tahun

No. Uraian Unit Tahun

Penduduk Jiwa

Kepadatan Penduduk

Jiwa/ km2

(10)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-10

FINAL REPORT

Persebaran Penduduk

km2

Proyeksi Persebaran Penduduk Miskin

Jiwa/ km2

2

Desa Potensial untuk

Agropolitan Desa

3

Desa Potensial untuk

Minapolitan Desa

4

Kawasan Rawan

Bencana Kws

5 Kawasan Perbatasan Kws

6

Kawasan Permukiman Pulau – pulau kecil

Kws

7 Desa Kategori

Miskin Desa

8

Kawasan dengan Komoditas Unggulan

Kws

** Data Belum Tersedia

8.1.4 Program-Program Sektor Pengembangan Permukiman

Kegiatan pengembangan permukiman terdiri dari pengembangan

permukiman kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan. Pengembangan permukiman kawasan perkotaan terdiri dari:

a. pengembangan kawasan permukiman baru dalam bentuk pembangunan Rusunawa serta

(11)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-11

FINAL REPORT

Sedangkan untuk pengembangan kawasan perdesaan terdiri dari:

a. pengembangan kawasan permukiman perdesaan untuk kawasan potensial (Agropolitan dan Minapolitan), rawan bencana, serta perbatasan dan pulau kecil,

b. pengembangan kawasan pusat pertumbuhan dengan program PISEW (RISE),

c. desa tertinggal dengan program PPIP dan RIS PNPM.

Selain kegiatan fisik di atas program/kegiatan pengembangan permukiman dapat berupa kegiatan non-fisik seperti penyusunan RP2KP/SPPIP dan RPKPP ataupun review bilamana diperlukan.

Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan

 Infrastruktur kawasan permukiman kumuh

 Infrastruktur permukiman RSH

 Rusunawa beserta infrastruktur pendukungnya Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan

 Infrastruktur kawasan permukiman perdesaan potensial

(Agropolitan/Minapolitan)

 Infrastruktur kawasan permukiman rawan bencana

 Infrastruktur kawasan permukiman perbatasan dan pulau kecil

 Infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi dan sosial (PISEW)

 Infrastruktur perdesaan PPIP

(12)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-12

FINAL REPORT

Gambar 8.1 Alur Fungsi Dan Program Pengembangan Permukiman.

Sumber: Dit. Pengembangan Permukiman, 2012

8.1.5 Usulan Program dan Kegiatan

a. Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan Permukiman

Setelahmelalui tahapananalisis kebutuhan

untukmengisikesenjangan

(13)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-13

FINAL REPORT

Tabel 8.10Format Usulan dan Prioritas Program Infrastruktur Permukiman di Kota Parepare

No. Program/Kegiatan Volume/satuan Biaya (Rp) Lokasi Kriteria Kesiapan

1 Penyusunan FS Rumah

Susun Sederhana Sewa 1 13,200,000

Kecamatan Soreang

2

Pembangunan dan

rehailitasi Jalan Lingkungan pada kawasan kumuh

1 1,000,000 Kecamatan

Soreang

3

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

1 1,000,000 Kota

Parepare

4

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH Infrastruktur Permukiman RSH

1 1,560,000 Kota

Parepare

6 Sarana dan Prasarana

Perkim (P2P), 1 1,500,000

Kota Parepare

7

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

1 1,000,000 Kota

Parepare

9

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH

1 700,000 Kota

Parepare

10 Sarana dan Prasarana

Perkim (P2P), 1 1,000,000

Kota Parepare

11

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

1 700,000 Kota

Parepare

12

Pembangunan dan rehab jalan setapak/jalan lingkungan

1 700,000 Kecamatan

Soreang

13

RTH Kawasan Soreang 1 1,000,000

Kecamatan Soreang

14

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

1 3,250,000 Kota

Parepare

15

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH

1 1,560,000 Kota

Parepare

16 Sarana dan Prasarana

Perkim (P2P), 1 1,500,000

Kota

(14)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-14

FINAL REPORT

17

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya Jalan Lingkungan dan aluran Air

1 1,000,000 Kawasan

Soreang

19

Pembangunan/Peningkatan Jalan Lingkungan dan aluran Air

1 1,000,000 Kawasan

Ujung

20

Pembangunan/Peningkatan Jalan Lingkungan dan aluran Air

1 1,000,000

Kawasan Bacukiki

Barat

b. Usulan Pembiayaan Pengembangan Permukiman

Dalam pengembangan permukiman, Pemerintah Daerah didorong untuk terus meningkatkan alokasinya pada sektor tersebut serta mencari alternatif sumber pembiayaan dari masyarakat dan swasta (KPS, CSR).

Tabel 8.11Contoh Usulan Pembiayaan Proyek

No Program/kegiatan APBN APBD

Prov

1 Penyusunan FS Rumah Susun

Sederhana Sewa 12,000,000 0 1,200,000 0 0 0 13,200,000

2

Pembangunan dan rehailitasi Jalan Lingkungan pada kawasan kumuh

1,000,000 0 0 0 0 0 1,000,000

3

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

1,000,000 0 0 0 0 0 1,000,000

4 Penataan/Peningkatan

Infrastruktur Permukiman RSH - 0 1,500,000 0 0 0 1500000 5 Penataan/Peningkatan

Infrastruktur Permukiman RSH 1,200,000 120,000 240,000 0 0 0 1,560,000 6 Sarana dan Prasarana Perkim

(P2P), - 0 1,500,000 0 0 0 1,500,000

7

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

360,000 0 0 0 0 0 360,000

8

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

1,000,000 0 0 0 0 0 1,000,000

9 Penataan/Peningkatan

Infrastruktur Permukiman RSH 700,000 0 0 0 0 0 700,000 10 Sarana dan Prasarana Perkim

(P2P), 0 1,000,000 0 0 0 1,000,000

11

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

700,000 0 0 0 0 0 700,000

12 Pembangunan dan rehab jalan

(15)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-15

FINAL REPORT

13 RTH Kawasan Soreang 0 0 1,000,000 0 0 0 1,000,000

14

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

2,500,000 250,000 500,000 0 0 0 3,250,000

15 Penataan/Peningkatan

Infrastruktur Permukiman RSH 1,200,000 120,000 240,000 0 0 0 1,560,000 16 Sarana dan Prasarana Perkim

(P2P), 0 1,500,000 0 0 0 1,500,000

17

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

800,000 0 0 0 0 0 800,000

18 Pembangunan/Peningkatan

Jalan Lingkungan dan aluran Air 1,000,000 0 0 0 0 0 1,000,000 19 Pembangunan/Peningkatan

Jalan Lingkungan dan aluran Air 1,000,000 0 0 0 0 0 1,000,000 20 Pembangunan/Peningkatan

Jalan Lingkungan dan aluran Air 1,000,000 0 0 0 0 0 1,000,000

(16)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-16

FINAL REPORT

Tabel 8.12 Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan Permukiman Kota Parepare

No .

Sektor Progra

m

Rincian Kegiatan Lokasi Vo l

Tahu

n Satuan

Sumber Pembiayaan APBN

Penyusunan FS Rumah Susun Sederhana Sewa

Kecamata

n Soreang 1 2015 Paket 12,000,000 0 0 0 1,200,000 0 0 0 0

2

Pembangunan dan rehailitasi Jalan

Lingkungan pada kawasan kumuh

Kecamata

n Soreang 1 2015 Paket 1,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0

3

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

Kota

Parepare 1 2015 0 1,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0

4

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH

Kota

Parepare 1 2015 0 - 0 0 0 1,500,000 0 0 0 0

5

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH

Kota

Parepare 1 2015 0 1,200,000 0 0 120,000 240,000 0 0 0 0

6 Sarana dan Prasarana Perkim (P2P),

Kota

Parepare 1 2015 0 - 0 0 0 1,500,000 0 0 0 0

7

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

Kota

(17)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-17

FINAL REPORT

8

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

Kota

Parepare 1 2016 0 1,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0

9

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH

Kota

Parepare 1 2016 0 700,000 0 0 0 0 0 0 0 0

10 Sarana dan Prasarana Perkim (P2P),

Kota

Parepare 1 2016 0 0 0 0 1,000,000 0 0 0 0

11

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

Kota

Parepare 1 2016 0 700,000 0 0 0 0 0 0 0 0

12

Pembangunan dan rehab jalan setapak/jalan lingkungan

Kecamata

n Soreang 1 2016 Paket 700,000 0 0 0 0 0 0 0 0

13 RTH Kawasan Soreang Kecamata

n Soreang 1 2016 Paket 0 0 0 0 1,000,000 0 0 0 0

14

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman Kawasan Kumuh

Kota

Parepare 1 2017 0 2,500,000 0 0 250,000 500,000 0 0 0 0

15

Penataan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman RSH

Kota

Parepare 1 2017 0 1,200,000 0 0 120,000 240,000 0 0 0 0

16 Sarana dan Prasarana Perkim (P2P), Parepare Kota 1 2017 0 0 0 0 1,500,000 0 0 0 0

17

Pembangunan Rusunawa Beserta Inrastruktur Pendukungnya

Kota

Parepare 1 2017 0 800,000 0 0 0 0 0 0 0 0

18

Pembangunan/Peningkata n Jalan Lingkungan dan aluran Air

Kawasan

(18)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-18

FINAL REPORT

19

Pembangunan/Peningkata n Jalan Lingkungan dan aluran Air

Kawasan

Ujung 1 2018 Paket 1,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0

20

Pembangunan/Peningkata n Jalan Lingkungan dan aluran Air

Kawasan Bacukiki Barat

(19)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-19

FINAL REPORT

8.2. Penataan Bangunan dan Lingkungan 8.2.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan

Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah serangkain kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan lingkungan binaan, baik dari perkotaan maupun di pedesaan, khususnya wujud fisik bangunan gedung dan lingkungannya.Untuk memberikan gambaran kondisi tata bangunan dan lingkungan, perlu diuraikan hal-hal sebagai berikut:

a. Kondisi aturan keselamatan, keamanan dan kenyamanan Bangunan Gedung termasuk pada daerah-daerah rawan bencana;

b. Kondisi persampahan dan sarana hidrant;

c. Kualitas pelayanan publik dan perizinan mengenai bangunan;

d. Kondisi bangunan gedung Negara yang belum memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan dankenyamanan;

e. Jumlah kawasan kumuh yang terdapat di lingkungan Kota Parepare;

f. Permukiman-permukiman tradisional dan bangunan gedung bersejarah yang mempunyai potensi wisata dan nilai ekonomis; dan

(20)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-20

FINAL REPORT

Gambar 8.2LingkupTugasPBL

Sumber : Dit. PBL, DJCK, 2012

8.2.2 Isu Strategi, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan

a. Isu Strategis

(21)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-21

FINAL REPORT

Tabel 8.13Isu Strategis Sektor PBL di Kota Parepare

No. Kegiatan Sektor PBL

Isu Strategis Sektor PBL di Kota Parepare

1. Penataan Lingkungan Permukiman  Umumnya bangunan

yang ada belum

memenuhi syarat

teknis maupun

keserasian bangunan dan lingkungannya;

 Masih terdapat

bangunan yang

melanggar aturan

tentang garis

sempadan jalan,

sungai, pantai dan

kawasan non

budidaya lainnya;

 Belum adanya aturan yang jelas, antara lain;

peraturan bangunan

setempat (PBS) dan

peraturan bangunan

lainnya; dan

 Prilaku masyarakat

yang tidak

(22)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-22

FINAL REPORT

b. Kondisi Eksisting

Kondisi fisik bangunan dan lingkungan menunjukkan adanya kekumuhan pada daerah perkotaan yang merupakan daerah urban dan pada kawasan kumuh nelayan dengan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat tanpa melihat secara detail rencana tata ruang yang ada/ tanpa melaporkan izin pada dinas tata ruang kabupaten, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penataan kota sehingga tidak menimbulkan kekumuhan dan dampak lingkungan lainnya, rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat miskin kota, pengetahuan tentang desain bangunan dan faktor sosial budaya masyarakat.

Penataan bangunan gedung dan lingkungan di Kota Parepare, khususnya bangunan gedung milik pemerintah daerah belum optimal. Pada beberapa bangunan gedung sudah mengalami kerusakan akibat tidak adanya pemeliharaan, sehingga bangunan tersebut terbengkalai. Begitupula pada penataan lingkungan, baik lingkungan permukiman, kawasan perkantoran, perdagangan, koridor jalan, dan sebagainya memerlukan suatu bentuk penanganan yang baik dan terencana sehingga dapat berfungsi dengan baik.

Tabel 8.14Peraturan Daerah/Peraturan Walikota/Peraturan Bupati terkait Penataan Bangunan dan Lingkungan

N o.

Perda/Pergub/Perbup/Peraturan lainnya

Amanat Kebijakan Daerah Jenis Produk

Pengaturan

No.

Tahun Perihal

1 PermenPU No.

06/PRT/M/2007

Nomer 06 Tahun 2007

Pedoman Rencana Tata Bangunan dan

(23)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-23

FINAL REPORT

Tabel 8.15

Penataan Lingkungan Permukiman Kawasan

Tradisional RTH Pemenuhan SPM

Penanganan

Tabel 8.16 Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Rumah Negara

No n Utilitas

BG

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. FungsiHunian:

...unit

FungsiKhusus : ...unit

Tabel 8.17

Pemberdayaan Komunitas dalam Penanggulangan Kemiskinan

No. Kecamatan Kegiatan PNPM

Perkotaan (P2KP)

Kegiatan Pemberdayaan

Lainnya

(1) (2) (3) (4)

(24)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-24

FINAL REPORT

c. Permasalahan dan Tantangan

Permasalahan

Dalamkegiatanpenataanbangunandanlingkunganterdapatbeberapa permasalahandantantanganyangdihadapi,antaralain:

Tabel 8.18Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Penataan Banguna dan Lingkungan

No. Aspek PBL Permasalahan yang dihadapi

I. Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman

1. Aspek Teknis pada umumnya bangunan memenuhi syarat teknis maupun keserasian bangunan dan lingkungannya seperti yang terjadi di kawasan perumahan, perkantoran, perdagangan dan pada kawasan khusus seperti kawasan wisata dan kawasan bersejarah. Dilain pihak masih banyak bangunan yang melanggar garis sempadan jalan, sungai, pantai dan kawasan non budidaya lainnya.

2. Aspek

Kelembagaan

Belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang penyelenggaraan bangunan gedung

3. Aspek Pembiayaan Masih terbatasnya kemampuan APBD untuk mendanai kegiatan-kegiatan tersebut

4. Aspek Peran Serta Masyarakat/swasat

Kurangnya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat serta swasta dalam penataan bangunan dan lingkungan

5. Aspek Lingkungan Permukiman

II. Kegiatan Pemberdayaan Komunitas dalam Penanggulangan Kemiskinan

1. Aspek Teknis

2. Aspek

(25)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-25

FINAL REPORT

4. Aspek Peran Serta Masyarakat/swasat 5. Aspek Lingkungan

Permukiman

III. Kegiatan Pemberdayaan Komunitas dalam Penanggulangan Kemiskinan

1. Aspek Teknis

2. Aspek

Kelembagaan 3. Aspek Pembiayaan

4. Aspek Peran Serta Masyarakat/swasat 5. Aspek Lingkungan

Permukiman

Tantangan

(26)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-26

FINAL REPORT

8.2.3 Analisis Kebutuhan Penataan Bangunan dan Lingkungan

Kota Parepare yang belum menyelesaikan PERDA bangunan gedung yang dimilikinya agar sesuai dengan Undang-Undang Bangunan dan Gedung (UUBG). Masih tidak dilibatkannya tim ahli bangunan gedung yang berfungsi dalam pembinaan penataan bangunan dan lingkungan. Pemerintah daerah belum menerbitkan sertifikasi layak Fungsi (SLF) bagi seluruh bangunan gedung yang ada terutama bangunan baru hasil pembangunan.Beberapa kawasan yang perlu segera dilakukan penataan, antara lain:

a. Penataan kawasan kumuh.

b. Rencana induk sistem proteksi kebakaran.

c. Penataan bangunan dan lingkungan kawasan perdagangan. d. Penataan bangunan dan lingkungan kawasan perkantoran. e. Penataan bangunan dan lingkungan bantaran Sungai f. Penataan bangunan dan lingkungan koridor jalan utama. g. Perbaikan sarana dan prasarana perkantoran.

h. Penataan taman-taman kota.

i. Pemeliharaan sarana dan prasarana umum. j. Revitalisasi kawasan.

(27)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-27

FINAL REPORT

Tabel 8.19

Kebutuhan Sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan

No. Uraian Satuan

I. Kegiatan Penataan Lingkunan Permukiman

1. RuangTerbuka

Hijau(RTH) M2 Tenaga Pendata HSBGN

laporan

7. lainnya

II. Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Rumah Negara

1. BangunanFungsi

Hunian unit

2.

BangunanFungsi

Keagamaan unit

3. BangunanFungsi

Usaha unit

4. BangunanFungsi

SosialBudaya unit

5. BangunanFungsi

Khusus unit

III. Kegiatan Pemberdayaan Komunitas dalam Penanggulangan Kemiskinan

1. P2KP 2. lainnya

** Data Belum Tersedia

8.2.4 Program dan Kriteria Kesiapan Pengembangan PBL

(28)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-28

FINAL REPORT

a. Melakukan penataan bangunan agar dapat memberi nilai tambah fisik, ekonomi dan sosial.

b. penataan bangunan dan lingkungan untuk mewujudkan arsitektur perkotaan dan pelestarian arsitektur bangunan gedung yang dilindungi dan dilestarikan untuk menunjang kearifan budaya lokal.

(29)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-29

FINAL REPORT

8.2.5 Usulan Program dan Kegiatan

Tabel 8.20Contoh Tabel Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan Penataan Bangunan dan Lingkungan Kabupaten Parepare

No .

Sektor Progra

m

Rincian Kegiatan Lokasi Vol Tahu

n Satuan

Sumber Pembiayaan APBN

Sosialisasi Bidang Penataan Bangunan Gedung & Lingkungan

Kota

Parepare 1 2015 0 0 0 0 0 30,000 0 0 0 0

2

Bantuan Teknis Pelatihan Tenaga Pengawas Kecipta karyaan

Kota

Parepare 1 2015 0 0 0 0 50,000 0 0 0 0 0

3

Sistem Komputerisasi Data Base Tata Bangunan

Kota

Parepare 1 2015 0 0 0 0 0 250,000 0 0 0 0

4

Pemeliharaan dan Pengembangan Standarisasi Bangunan Gedung & Lingkungan

Kota

(30)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-30

FINAL REPORT

5

Pembangunan/Rehabilita si Pedestrian jalan Andi Makkasau

Pembangunan Anjungan Mallusetasi (Tahap Awal)

7 Rehabilitasi Alun-Alun Kota (Lap. A. Makkasau)

Lap. A.

Makkasau 1 2015 0 0 0 0 0 400,000 0 0 0 0

8

Bangunan Gedung dan Fasilitasnya

(Penanggulangan Bahaya Kebakaran)

Kota

Parepare 1 2015 0 2,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0

9

Dukungan Prasarana dan Sarana Ruang Terbuka Hijau

Kota

Parepare 1 2015 0 2,000,000 0 0 0 100,000 0 0 0 0

10 Pembangunan Sumur sumur resapan

Kota

Parepare 1 2015 0 0 0 0 0 100,000 0 0 0 0

11 Pengembangan Lobang Biofuer i Bangunan Monumen Korban 40.000 jiwa

Kota

Parepare 1 2015 0 0 0 0

100,00

(31)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-31

FINAL REPORT

14 RTBL Kawasan Lompoe Kawasan

Lompoe 1 2016 0 250,000 0 0 0 0 0 0 0 0

15

Pemeliharaan dan Pengembangan Standarisasi Bangunan Gedung & Lingkungan

Kota

Parepare 1 2016 0 0 0 0 0 250,000 0 0 0 0

16

Pembangunan/Rehabilita si Pedestrian jalan Andi Makkasau

Pembangunan Anjungan Mallusetasi

18 Pemeliharaan/Rehabilitas i Sumur Jodoh

Pembangunan Jaringan Hidrat Kebakaran Kawasan Wekkee

Kawasan

Wekkee 1 2016 0 0 0 0 0 100,000 0 0 0 0

20

Dukungan Prasarana dan Sarana Ruang Terbuka Hijau

23 Pengembangan Lobang Biofuer

Kota

(32)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-32

FINAL REPORT

24

Sarana Prasarana Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Kawasan

Soreang 1 2016 Paket 0 0 0 0 100,000 0 0 0 0

26

Pembangunan/Rehabilita si Trotoar (Pedestrian) Kawasan Mallusetasi

Kawasan Mallusetas

i

800 2017 0 0 0 0 0 600,000 0 0 0 0

27 Rehabilitasi Kawasan Lap. Soreang Kawasan Soreang 1 2017 0 0 0 0 0 100,000 0 0 0 0

28 Rehabilitasi Kawasan Sumur Jodoh

Kawasan

Pembangunan Anjungan Mallusetasi (Tahap Lanjutan)

Dukungan Prasarana dan Sarana Ruang Terbuka Hijau (Kawasan Mallusetasi)

Kawasan Mallusetas

i

(33)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-33

FINAL REPORT

33 Penataan Taman Kota Kota

Parepare 1 2017 0 0 0 0 0 50,000 0 0 0 0

34

Sarana Prasarana Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Kawasa

n Ujung 1 2017 Paket 0 0 0 0 100,000 0 0 0 0

35

Sarana Prasarana Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Kawasan

Ujung 1 2017 Paket 0 0 0 0 100,000 0 0 0 0

Total 45750000 0 0 450000 10,480,0

(34)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-34

FINAL REPORT

8.3. Sistem Penyediaan Air Minum

8.3.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan

Sub bidang air minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum memiliki program dan kegiatan yang bertujuan meningkatkan pelayanan air minum di perdesaan maupun perkotaan, khususnya bagi masyarakat miskin di kawasan rawan air. Selain itu meningkatkan keikutsertaan swasta dalam investasi dalam pembangunan sarana air minum di perkotaan.

8.3.2 Isu Strategi, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan a. Kondisi Eksisting

Kebutuhan akan air bersih untuk air minum Kota Parepare hingga saat ini

belum sepenuhnya dapat dipenuhi, seperti beberapa kawasan

hanyamenggunakan air tanah dan mata air sebagai sumber air bersih, terutama pada daerah pegunungan, sehingga diperlukan peningkatan pelayanan kebutuhan air bersih untuk air minum di wilayah Kota Parepare. Perlunya pemanfaatan sumber air baku dengan menggunakan sistem distribusi melalui pemasangan jaringan perpipaan ke kelompok permukiman penduduk melalui sistem gravitasi dimanfaatkan berdasarkan kondisi wilayah yang bertopografi, pengelolaan potensi sumber air bersih yang ada di Kota Parepare adalah dengan memanfaatkan secara maksimal sumber air permukaan Sungai KarajaE dan Sungai Jawi-Jawi.

Sumber Air Bersih yang paling utama adalah dari sungai karaje. Oleh karena itu pelestarian derah tangkapan air pada hulu sungai tersebut perlu perhatian yang serius. Disamping dari sungai karaje juga diharapkan dari sumur-sumur bor/terbuka terutama penduduk yang jauh dari pesisir pantai.

(35)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-35

FINAL REPORT

Tabel 8.21

Kondisi Eksisting Pelayanan SPAM Kota Parepare

Sistem Jaringan

Daerah Pelayanan Tingkat Pelayanan Sumber Air Luas

WP

Jumlah Pendudu k WP

Jumlah Peduduk Terlayani

% Pendudu

k

% Wilaya

h

Lokas

i Debit

(1) (2) (3) (4

)

(5) (6) (7) (8)

Total Kab/kota

** Data Belum Tersedia

b. Permasalahan dan Tantangan

Permasalahan pokok yang dihadapi dalam hal pemenuhan kebutuhan akan air minum, sebagai berikut:

a. Kemampuan dana yang disediakan pemda dalam pengalokasian dan distribusi air minum terbatas; dan

b. Kurangnya sumber-sumber air baku yang dapat dijadikan sebagai sumber air minum dalam suatu wilayah/kawasan.

c. Perhatian terhadap kebutuhan air minum dinilai masih kurang khususnya bagi masyarakat yang bermukim di perdesaan.

(36)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-36

FINAL REPORT

Tabel 8.22Contoh Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM

No. Aspek Pengelolahan Air

Minum Permasalahan

Tindakan Tata Laksana(SOP, koordinasi,dll) Bangunan Intake IPA

Sambungan Rumah Rumah Meter Pelanggan

C.

(37)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-37

FINAL REPORT

Tabel 8.23Analisis Permasalahan Melalui Perbandingan Alternatif Pemecahan Masalah

No .

Parameter yang Diperbandingkan

Alternatif-1 Alternatif-2 Alternatif-3

Tekni u Bangunan Intake IPA

ReservoirdanPompa Distribusi

JaringanTransmisi JaringanDistribusi Sambungan

Sambungan Rumah Rumah Meter Pelanggan

C.

penarikan retribusi Realisasi yar retribusi

Kemauanberpartisipasi

(38)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-38

FINAL REPORT

8.3.3 Analisis Kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum

a. Analisis Kebutuhan Pengembangan SPAM Kota Parepare

Untuk memenuhi kebutuhan warga kota mengenai air bersih, seiring dengan semakin meningkatnya usaha sosial ekonomi masyarakat, seperti semakin tumbuhnya perhotelan dan perumahan dan lain-lain maka tentu akan diikuti dengan semakin meningkatnya tingkat kebutuhan air bersih. Oleh karena itu dengan kondisi sekarang ini saja sudah menunjukkan kekurang mampuan pihak PDAM dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pencarian sumber air baku yang baru dan memenuhi kualitas menjadi suatu kebutuhan.

Tabel 8.24 Analisis Kebutuhan

No. Uraian Kondisi

Eksisting

Kebutuhan

Tahun I

Tahun II

Tahun III

Tahun IV

Tahun V

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. SistemPerpipaan(PDAM)

a. Kebocoran(%)

b. CakupanPelayanan Penduduk(%)

c. Kebutuhan(liter/org/hari)

2. SistemBukanPerpipaan

a. Kebocoran(%)

b. CakupanPelayanan Penduduk(%)

c. Kebutuhan(liter/org/hari)

3. SistemPerpipaanNon

PDAM

a. Kebocoran(%)

b. CakupanPelayanan Penduduk(%)

c. Kebutuhan(liter/org/hari)

(39)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-39

FINAL REPORT

No. Uraian Kondisi

Eksisting

Kebutuhan

Tahun I

Tahun II

Tahun III

Tahun IV

Tahun V

5. JumlahPelanggan

a. ProporsiSambungan Langsung

b. ProporsiSambungan Umum

c. JumlahSambungan Langsung

d. JumlahSambunganUmum

6. UnitKonsumsi

a. SambunganLangsung,SL

b. SambunganUmum,SU

c. NonDomestic

7. Kebutuhan Air

a. KebutuhanAir Domestik

b. KebutuhanNonDomestik

c. SubTotalKebutuhanAir

8. Kebutuhan Air Rata-rata(Qr)

9.

Kebutuhan Air Maksimum (Qmax) 10

.

PeakHour Factor (Faktor JamPuncak)

** Data Belum Tersedia

b. Kebutuhan Pengembangan SPAM Daerah

KebutuhanPengembanganSPAMyang mengacudari

RenstraDJCKtahun2010-2014 khususnyadalamKegiatan:

Pengaturan,Pembinaan,Pengawasan,Pengembangan Sumber

PembiayaanDanPolaInvestasi,DanPenyelenggaraan Serta

(40)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-40

FINAL REPORT

Tabel 8.25Analisis Kebutuhan Program Pengembangan SPAM

No. Output Satuan

Kebutuhan

Tahun I Tahun II

Tahun III

Tahun IV

Tahun V

** Data Belum Tersedia

8.3.4 Program dan Kriteria Kesiapan, serta Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM

1. Program Pengembangan SPAM

Usulan dan prioritas proyek penyediaan pengelolaan air minum adalah: a. kegiatan penyedian prasarana dan sarana air minum, yang terdiri dari

pengadaan perpipan untuk daerah pesisir, pengadaan hydrant Umum, sumur bor, pengadaan mesin pompa dan pembuatan bak penampungan air yang lokasinya tersebar di beberapa desa dan kecamatan di Kota Parepare b. Kegiatan penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi kawasan rhs

yang terdiri dari penyusunan Master Plan Air Minum Kota Parepare. c. kegiatan pembangunan sarana prasarana air minum di desa rawan air,

pesisir dan desa terpencil.

d. Kegiatan bantuan teknis/ bantuan program penyehatan PDAM diantaranya pembenahan jaringan PDAM, perencanaan dan pembangunan jaringan air sistem gravitasi kapasitas 0,5 liter/ detik dan instalasi penjernihan air minum/ minum.

e. Kegiatan pembangunan SPAM IKK/ Kawasan yang belum memiliki SPAM

(41)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-41

FINAL REPORT

Tabel 8.26Lingkup Penyusunan RISPAM

Kegiatan

Penyusun Pemda

Penyelengga ab./ KotaTerkait

Penetapan Bupati/ Walikota Bupati/ Walikota

Gubernur dengan Gubernur dan Bupati/Walikota Terkait. fasilitasi dari Pemda terkait dan Gubernur

Penyelenggara dengan fasilitasi dari Pemda terkait, Gubernur,dan Jasa/ Sendiri

Penyedia Jasa/ Sendiri

Penyedia Jasa/ Sendiri

2. Kriteria Penyiapan (Readiness Criterian)

Kelengkapan (readiness criteria) usulan kegiatan

PengembanganSPAMpemerintahKota Parepareadalahsebagaiberikut : 1. TersediaRencanaIndukPengembanganSPAM(sesuaiPPNo.16/2005

(42)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-42

FINAL REPORT

2. TersediadokumenRPI2JMbidangCiptaKarya 3. Tersediastudikelayakan/justifikasiteknisdanbiaya

 StudiKelayakanLengkap:Penambahankapasitas≥20l/detik ataudiameterpipaJDUterbesar≥ 250mm

 StudiKelayakanSederhana:Penambahankapasitas15-20 l/detik

ataudiameterpipaJDUterbesar200mm.

 JustifikasiTeknisdanBiaya:Penambahankapasitas≤10l/detik ataudiameterpipaJDUterbesar≤150mm;

4. TersediaDED/RencanaTeknis(sesuaiPermenNo.18/2007) 5. Adaindikatorkinerjauntukmonitoring

 IndikatorOutput:100%pekerjaanfisik

 Indikator Outcome: Jumlah SR/HU yang dimanfaatkan oleh masyarakatpadatahunyangsama

6. Tersedia lahan/ada jaminan ketersediaan lahan

7. Tersedia Dana Daerah Untuk Urusan Bersama (DDUB) sesuai kebutuhan fungsional dan rencana pemanfaatan sistem yang akan dibangun

8. Institusi pengelola pasca konstruksi sudah jelas (PDAM/PDAB, UPTD atau BLUD)

9. Dinyatakan dalam surat pernyataan Kepala Daerah tentang kesanggupan/ kesiapan menyediakan syarat-syarat di atas.

3. Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM a. Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM

(43)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-43

FINAL REPORT

Tabel8.27SkemaKebijakanPendananaanPengembanganSPAM

Kegiatan SPAM Air Baku Unit Produksi

Transmisi dan Distribusi (SR dan

HU)

KOTA APBN

APBD, PDAM,

KPS, (APBN)

APBN, PDAM,

KPS, APBN

(MBR)

IKK APBN APBN APBN (s.d.

HidranUmum)

DesaRawan Air APBN APBN APBN (s.d.

HidranUmum)

Desadenganair bakumudah

(Pamsimas) APBN

APBN, APBD,

Masyarakat

PAMSIMAS (APBN:70%, APBD : 10%,dan Masyarakat :20%.

(44)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-44

FINAL REPORT

8.3.5 Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan SPAM

Berikut usulan program dan kegiatan pengembangan Sistem Penyedian air minum:

Tabel 8.28 Tabel Usulan dan Kegiatan Pengembangan SPAM

No

Kegiatan Lokasi Vo

Sumber Pembiayaan APBN tanah Untuk Reservoar Kap. 500 m3 Sumur Air Baku Intake Sistim Air Minum Masyarakat Sungai Karajae)

(45)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-45

FINAL REPORT

5

Pemeliharaan Sistim Air Minum Berbasis Sarana Air Bersih

Sistem Air Minum Kawasan Kumuh Nelayan Cempae

(46)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-46

FINAL REPORT

(47)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-47

FINAL REPORT

8.4. Penyehatan Lingkungan Permukiman

Penyehatan lingkungan permukiman meliputi sektor pembangunan Drainase, sektor Persampahan dan sektor air limbah, program ini lebih di fokuskan pada wilayah yang dianggap memiliki masalah bidang PLP, yang cukup tinggi dan memerlukan penanganan sesuai dengan kriteria perencanaan seperti masalah persampahan, banjir/genangan air dan pencemaran lingkungan. Prioritas pengelolaan air limbah antara lain:

1. Pengadaan MCK khususnya pada permukiman penduduk dengan kepadatan penduduk tinggi;

2. Pengadaan prasarana pengolahan lumpur tinja;

3. Pengadaan TPS dan countainer untuk kawasan yang belum memiliki sistem persampahan; dan

4. Sosialisasasi mengenai pengelolaan persampahan yang baik dan benar.

8.4.1 Air Limbah

8.4.1.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan

Peningkatan kondisi dan tingkat pelayanan sektor air limbah manusia dari permukiman perlu diarahkan untuk menghilangkan atau mengurangi jumlah penduduk yang masih membuang air limbah di tempat terbuka dan mengurangi penyebaran penyakit yang ditularkan memlalui air. Untuk meningkatkan kondisi dan tingkat pelayanan air limbah maka diperlukan pembangunan fasilitas sanitasi sistem setempat, seperti MCK, SPAL dan toilet umum.

Fasilitas tersebut merupakan stimulan yang beertujuan memberikan contoh mengenai pengelolaan sanitasi yang benar dan diharapkan masyarakat selanjutnya dapat membangun dan membiayai fasilitas sanitasinya. Untuk perlu adanya tindakan nyata berupa:

1. Penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalm mewujudkan lingkungan yang sehat dan tidak terganggu oleh air limbah;

(48)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-48

FINAL REPORT

3. Pembangunan Septic Tank baik setiap rumah tangga atau per kelompok; 4. Peningkatan pelayanan pengurasan dan pembuangan lumpur septik,

peningkatan pelayanan sarana air limbah sistem penanganan kawasan pusat kota dalam permukiman kepadatan tinggi dan terutama kelompok masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas;

5. Peningkatan penyediaan sarana air limbah untuk penduduk berpenghasilan rendah;

6. Peningkatan penyediaan sarana air limbah untuk tempa-tempat umum; dan 7. Peningkatan monitoring /pengawasan sarana air limbah maupun industri, serta

kualitas dan kuantitas badan-badan penerima air.

8.4.1.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan a. Isu Strategis Pengembangan Air Limbah Permukiman

a) Kondisi Tingkat pelayanan pengelolaan air limbah pada sistem pembuangan air limbah permukiman belum dipisahkan dengan sistem pembuangan air hujan (belum ada pemilihan antara system air limbah domestic dan non domestik)

b) Kota Parepare belum memiliki prasarana IPAL Skala Kota

c) Kota Parepare belum memiliki prasarana IPLT yang memadai dalam mendukung pengelolaan Limbah. Kondisi permasalahan yaitu Kota Parepare hanya memiliki 1 armada penyedotan tinja dengan cakupan jumlah penduduk 129.013 jiwa kondisi IPLT di Lappadde dalam kondisi kurang layak operasional dalam proses penanganan limbah tinja maupun limbah cair lainnya (B3 dan K3) yang perlu dilakukan perbaikan.

d) Opsi Teknologi pengelolaan limbah

b. Kondisi Eksisting Pengembangan Air Limbah Permukiman

(49)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-49

FINAL REPORT

rumah tangga. Sehingga untuk saat ini belum membutuhkan pengelolaan yang bersifat kimiawi dan dapat dialirkan langsung ke saluran drainase kota. Namun, mengingat dinamika perkotaan yang cenderung bergerak cepat, perlu dipikirkan pengelolaan air limbah dengan system off site atau on site.

Off site system adalah system penanganan air limbah domestic

melalui jaringan pengumpul yang diteruskan ke Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sementara On site system adalah system penanganan air limbah domestic yang dilakukan secara indifidual dan atau komunal dengan fasilitas dan pelayanan dari satu atau beberapa bangunan yang pengolahannya diselesaikan secara setempat atau di lokasi sumber.

Tabel 8.29

Kapasitas Pelayanan Eksisting Skala Kota Parepare Prasarana

dan

Sarana Jumlah Kapasitas

Sistem Pengolahan

Lembaga Pengelola

Keterangan Kondisi

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

TrukTinja … unit … unit

IPLT IPAL Dst.

** Data Belum Tersedia

Tabel 8.30

Cakupan Pelayanan Sistem On Site

No. Kecamatan

Jumlah PS Sanitasi Sistem Onsite

Pengumpulan Pengolahan

Jamban

Keluarga MCK Lainnya

Septik

tank Cubluk Lainnya

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Kota Parepare 83,18% 71,4%

(50)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-50

FINAL REPORT

Tabel 8.31

Pelayanan Air Limbah Komunitas Berbasis Masyarakat

No. Lokasi

Sistem Dibangun

Tahun

Cakupan

Pelayanan Kondisi

MCK ++

IPAL Komunal

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

** Data Belum Tersedia

Tabel 8.32

Parameter Teknis Wilayah

No. Uraian Besaran Keterangan

(1) (2) (3) (4)

Karakteristik Fisik Kota

1. JumlahPenduduk ………….. Jiwa

TingkatKepadatan -

SangatTinggi(>400jiwa/hektar)

- Tinggi(300-400 jiwa/hektar) ………….Ha

- Sedang(200-300jiwa/hektar) ………….Ha

- Rendah(<200jiwa/hektar) ………….Ha

2. TipeBangunanRumahTangga

- Permanen ….%KK atau… unit

- SemiPermanen ….%KK atau… unit

- TidakPermanen ….%KK atau… unit

3. BadanAir

- NamaSungai/ danau/ waduk - Peruntukan

- Debit ……….Liter/detik

- kualitas

……….BOD

Mg/liter

……….CODMg/liter

(51)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-51

FINAL REPORT

c. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Air Limbah

Sistem pengolahan limbah hasil buangan masyarakat masih menggunakan sistem setempat (onsite sanitation) yang berupa jamban keluarga (pribadi) dengan bak penampungan (septic tank individu), sehinggan bila septick tank penuh masyarakat manggali dan membuat septick tank baru, hal ini sangat berbahaya sebab dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi dengan air tanah dan tercemarnya sumber air minum (sumur).

Tabel 8.33

Permasalahan Pengelolahan Air Limbah yang Dihadapi

No. Aspek Pengelolahan Air

Limbah Permasalahan

Tindakan

- Bentuk Organisasi Kondisi Tingkat pelayanan pengelolaan air limbah pada sistem

pembuangan air limbah

permukiman belum dipisahkan dengan sistem pembuangan air hujan (belum ada pemilihan antara system air limbah domestic dan non domestik)

- Tata Laksana (Tupoksi, SOP,dll)

- KualitasdanKuantitasSDM

B.

Perundangan terkait sektor

D. PeransertaMasyarakatdanswasta E. TeknisOperasional:

1. SistemOn-SiteSanitation:

(52)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-52

FINAL REPORT

- Jamban keluarga/ membuat septick tank baru, hal ini sangat berbahaya sebab dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi dengan air tanah dan tercemarnya sumber air minum (sumur).

2. SistemOffSiteSanitation: - Sambunganrumah - Sistemjaringanpengumpul - Sistem sanitasi

berbasis masyarakat - IPAL

Parepare belum memiliki

prasarana IPAL Skala Kota

** Data Belum Tersedia

Tabel 8.34Standar Pelayanan Minimal Bidang Cipta Karya berdasarkan Permen PU No. 14/PRT/M/2010

JenisPelayanan

(53)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-53

FINAL REPORT

Baik pengolahan air limbah dari tinja maupun buangan rumah tangga dan dari berbagai sumber lainnya perlu dilakukan pengembangan seiring dengan bertambahnya jumlah penghasil air limbah, demikian pula tentang umur ekonomis dan cakupan pelayanannya, hal ini perlu diproyeksikan perencanaan jangka menegah dan jangka panjang.

Usulan dan prioritas program terutama ditujukan untuk air limbah industri yang dianggap berbahaya bagi manusia dan lingkungan, juga buangan rumah tangga dan kegiatan ekonomi produktif lainnya yang menghasilkan limbah. Penanganan air limbah merupakan bagian program pemerintah dalam menjaga kesehatan lingkungan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Untuk meningkatkan kondisi dan tingkat pelayanan air limbah di Kota

Parepare, maka Pemerintah Kota membangun dan memfasilitasi

pembangunan fasilitas sanitasi sistem setempat seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), SPAL dan Toilet Umum, dengan adanya fasilitas sanitasi tersebut dapat memberikan contoh bagi masyarakat mengenai pengelolaan sanitasi yang benar dan diharapkan masyarakat selanjutnya dan membangun dan mengelolanya.

Beberapa langkah-langkah yang telah dan selalu menjadi program penanganan dan pembangunan sanitasi, yaitu penyuluhan terhadap masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan tidak terganggu oleh air limbah, penanganan air limbah secara terpadu, penyediaan septic tank di setiap rumah tangga dan septic tank terpadu, peningkatan pelayanan sarana air limbah, sistem penanganan pada kawasan perkotaan dengan kepadatan permukiman yang tinggi, terutama pada masayarakat golongan ekonomi menengah ke atas, peningkatan sarana air limbah pada tempat-tempat umum seperti kawasan perdagangan, pelabuhan, tempat rekreasi, rumah sakit dan perkantoran.

(54)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-54

FINAL REPORT

rumah tangga, sehingga tidak membutuhkan pengelolaan yang bersifat kimiawi dan dapat dialirkan langsung ke saluran drainase, selain itu mengingat investasi bangunan dan teknologi cukup tinggi, maka untuk mengantisifasinya dibutuhkan pendekatan teknologi tepat guna, yaitu dengan teknologi sederhana yang hasilnya tetap terjaga dan terkontrol, ramah lingkungan dan pengoperasiannya mudah.

Sistem pengelolaan air limbah di Kota Parepare yang akan dikembangkan meliputi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terletak di Kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung dan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang terletak di Kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung.

Berdasarkan hal diatas, maka pengembangan sistem pengelolaan limbah di Kota Parepare meliputi:

a. Mengembangkan sistem pengelolaan air limbah domestik dan non domestik secara terpisah;

b. Meningkatkan kondisi dan tingkat pelayanan air limbah dengan pembangunan fasilitas sanitasi terpadu; dan

c. Membangun tempat pengelolaan limbah B3 dengan memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, keselamatan dan keberlanjutan di kawasan TPA Lapadde.

d. Pembangunan IPLT serta pengadaan sarana air bersih dan peralatannya (genset, pompa dan instalasinya);

e. Pembangunan Septick tank komunal pada kawasan permukiman kepadatan tinggi;

f. Pengadaan armada tinja; dan

(55)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-55

FINAL REPORT

Tabel 8.35Contoh Analisis Kebutuhan dan Target Pencapaian Daerah

No. Uraian Kondisi

- Ketersediaan PeraturanbidangAir

kuantitas SDM

C Pembiayaan

- Sumber pembiayaan (APBD Prov/ Kab/ kota/ swasta/ masya- rakat/ dll)

- TarifRetribusi

- Realisasi penarikan retribusi (%terhadap target)

D

Peran swasta dan masyarakat

(Sudahada/belumada/ bentuk kontribusi, dll)

E. Sistem setempat (on

site)

- Ketersediaan dan kondisi IPLT

(ada/tidak, baik/rusak)

- Kapasitas IPLT ……….M3

- Tingkat cakupan Pelayanan IPLT

(%daritarget)

- Ketersediaan dan

kondisiTruk tinja

(56)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-56

FINAL REPORT

No. Uraian Kondisi

Eksisting

Kebutuhan

Tahun I

Tahun II

Tahun III

Tahun IV

Tahun V

- BiayaO&P

- KualitasefluenIPLT (BOD danCOD)

……….Mg/liter ……….Mg/liter

- KetersediaanSistem (…….unit,

pengolahan air limbah skala kecil/ kawasan/komunitas

baik/rusak)

F. Sistem Terpusat (off

site)

- Ketersediaan dan kondisi IPAL

(ada/tidak, baik/rusak)

- Kapasitas IPAL ……….M3

- Tingkat cakupan Pelayanan IPAL

(%daritarget)

- BiayaO&P

** Data Belum Tersedia

8.4.1.4 Program dan Kriteria Kesiapan Pengembangan Air Limbah

A. Program Pembangunan Prasarana Air Limbah Sistem Setempat (on-site) dan Komunal

Baik pengelolaan pengolahan air limbah dari tinja maupun buangan rumah tangga dan dari berbagai sumber lainnya perlu dilakukan pengembangan seiring dengan bertambahnya jumlah penghasil air limbah, demikian pula tentang umur ekonomis dan cakupan pelayanannya, hal ini perlu diproyeksikan perencanaan jangka menegah dan jangka panjang.Kebutuhan pegembangan disesuaikan dengan jumlah penduduk serta sistem pengelolaannya yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya.

(57)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-57

FINAL REPORT

Program pengelolaan air limbah yang diusulkan adalah penyediaan sarana dan prasarana meliputi:

1. Pembangunan IPLT baru serta pengadaan sarana air minum dan peralatannya (genset, pompa dan instalasinya).

2. Pembangunan septick tank komunal pada kawasan perkotaan, khususnya pada kawasan permukiman kepadatan tinggi.

3. Pengadaan armada tinja.

4. Pengembangan sistem penanganan air limbah terpusat.

5. Pembuatan MCK umum pada kawasan perdesaan.

Kriteria Kesiapan Pengembangan Air Limbah

 SudahmemilikiRPI2JMCKdanSSK/Memorandum Program

atausudahmengirimsuratminatuntukmengikutiPPSP;

 tidakterdapatpermasalahan dalampenyediaanlahan(lahan

sudahdibebaskan);

 sudahterdapatdokumen perencanaanyanglengkap,termasuk

dokumenlelang(nonSanitasiBerbasisMasyarakat), termasuk draftdokumen RKMuntukkegiatanSanitasiBerbasis Masyarakat;

 sudahadaMoUantaraPengembangdanpemerintahkab./kota (IPALRSH);

 sudahterdapatinstitusiyang nantinyamenerimadanmengelola

prasaranayangdibangun;

 pemerintah kota bersedia menyediakan alokasi dana untuk

(58)

P E M E R I N T A H K O T A P A R E P A R E

PENYUSUNAN RPI2-JM TAHUN 2015 – 2019

VIII-58

FINAL REPORT

Gambar 8.4SistemPengolahanAir LimbahSetempatdanKomunal

B. Pembangunan Prasarana Air Limbah Terpusat (off-site)

Kriteria Lokasi

Kotayangtelahmenyusun MasterPlanAirLimbahsertaDED

untuktahunpertama, yangterdiri dari8kotayaituBandar Lampung,

Batam,Bogor,Cimahi,Palembang, Makassar, SurabayadanPekanbaru.

Lingkup Kegiatan

 Rehabilitasi unit IPAL dan peralatannya dalam rangka membantupemulihanataumeningkatkankinerjapelayanan;

 pengadaan/pemasanganpipautama(maintrunksewer)dan

pipautamasekunder(secondary maintrunksewer)yaitu

pengembanganjaringanperpipaanuntukmendukungperluasan

kemampuan pelayanannyadalamrangkapemanfaatan kapasitasidle;

 TOTkepadaTimPelatihKabupaten/Kotauntukdapat melaksanakanpelatihanoperatorIPAL;

 sosialisasi/diseminasiNSPMpengelolaanIPAL;

 produkmateripenyuluhan/promosikepadamasyarakat;

 penyediaanmedia komunikasi(brosur, pamflet, baliho, iklan

Gambar

Gambar 8.1 Alur Fungsi Dan Program Pengembangan Permukiman.
Tabel 8.10Format Usulan dan Prioritas Program Infrastruktur  Permukiman di Kota Parepare
Tabel 8.11Contoh Usulan Pembiayaan Proyek
Tabel 8.12 Usulan Program dan Kegiatan  Pengembangan Permukiman Kota Parepare
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bagian ini menguraikan peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sistem drainase perkotaan yang meliputi kesediaan masyarakat peduli dan menjaga aliran

strategis yang diikuti dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur proritas Tata Ruang Fisik Penataan Kawasan Permukiman Prioritas Kawasan Permukiman Prioritas

c) Penanganan kawasan permukiman yang tidak layak huni. 2 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2014 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Malang Tahun

perkotaan dan kawasan perdesaan. Pengembangan permukiman kawasan perkotaan terdiri dari:.. ASPEK TEKNIS PER SEKTOR VIII - 10 1) pengembangan kawasan permukiman baru

Berdasarkan hasil studi RP4D Kabupaten Ponorogo dapat diketahui kondisi prasarana dan sarana dasar permukiman beserta lingkungannya pada wilayah permukiman

Pembangunan BG dan lingkungan percontohan Kawasan Pattalassang Takalar. - 0 Kawasan

1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, permukiman didefinisikan sebagai bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan

Hal ini dapat dilakukan dengan pengembangan sistem aktivitas perkotaan yang saling bersinergi baik secara internal wilayah Kabupaten Takalar maupun terhadap