• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ept

No. 95/11/6172/Th. X, 1 November 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

KOTA SINGKAWANG BULAN OKTOBER 2016 SEBESAR -0,40 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (deflasi/inflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai April 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang

BPS KOTA SINGKAWANG

Pada bulan Oktober 2016 terjadi deflasi sebesar 0,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,45. Dua kota di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang sama-sama mengalami deflasi. Di bulan Oktober ini, Kota Pontianak mengalami deflasi sebesar 0,36 persen dengan IHK sebesar 133,46.

Deflasi bulan ini terjadi karena penurunan indeks pada 3 (tiga) jenis kelompok pengeluaran dan kenaikan indeks pada 4 (empat) jenis kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 2,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,31 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,51 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,59 persen; kelompok sandang sebesar 1,13 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen.

Laju inflasi tahun kalender Oktober 2016 sebesar 1,69 persen.

Inflasi ”Year on Year” (Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) Kota Singkawang sebesar 3,00 persen.

(2)

dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel seIndonesia sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumah tangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumah tangga.

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang tercakup dalam IHK Kota Singkawang, terjadi terjadi karena penurunan indeks pada 3 (tiga) jenis kelompok pengeluaran dan kenaikan indeks pada 4 (empat) jenis kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 2,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,31 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,51 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,59 persen; kelompok sandang sebesar 1,13 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen.

Penurunan harga beberapa komoditi yang memberikan sumbangan deflasi Kota Singkawang antara lain daging ayam ras, ketimun, cabai rawit, sawi hijau, ayam hidup, udang basah, bawang merah, gula pasir, apel, akademi/perguruan tinggi, kacang panjang, cumi-cumi, sawi putih, pir, kerisi, bayam, minyak goreng, buncis, kol putih/kubis, kacang tanah, cabai hijau, angkutan udara, lobak, terong panjang, dan lain-lain.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Oktober 2016 di Kota Singkawang, yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,5798 persen; kelompok makanan jadi, minuman dan tembakau sebesar 0,0236 persen; kelompok perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 0,1500 persen; kelompok sandang sebesar 0,0611 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0359 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar -0,0179 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,0720 persen.

(3)

Tabel 1

Laju Inflasi Kota Singkawang Bulan Oktober 2016, Tahun Kalender 2016 dan Inflasi Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran

(Tahun Dasar 2012 = 100) (persen)

Kelompok Pengeluaran Desember IHK 2015 IHK Oktober 2016 Inflasi Oktober 2016*) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016**) Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U M U M / T O T A L 122,38 124,45 -0,40 1,69 3,00 1 Bahan Makanan 126,99 128,57 -2,15 1,24 2,69

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

121,06 124,42 0,14 2,78 4,22

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 122,76 124,82 0,59 1,68 2,42

4 Sandang 111,98 114,15 1,13 1,94 2,47

5 Kesehatan 118,03 127,97 0,65 8,42 9,62

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 123,96 130,09 -0,31 4,95 4,97 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,44 117,56 -0,51 -2,39 0,23 Keterangan:

*) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015. ***) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap IHK Oktober 2015.

Tabel 2

Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Singkawang Bulan Oktober 2016 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(1) (2)

U M U M / T O T A L -0,3991

1 Bahan Makanan -0,5798

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0236

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,1500

4 Sandang 0,0611

5 Kesehatan 0,0359

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga -0,0179

(4)

1,32 -0,40 0,13 -0,75 0,78 0,77 0,64 0,41 -0,19 0,02 0,26 -0,03 -0,85 -0,6 -0,35 -0,1 0,15 0,4 0,65 0,9 1,15 1,4 1,65 Nop'1 5 Des'1 5 Jan'16 Feb'16 Mar'1 6 Apr'1 6

Mei'16 Juni'16 Juli'16 Agust'16 Sept'1 6 Okt'16

Inflasi

persen persen bulan -0,5798 0,1500 0,0611 0,0359 -0,0179 -0,0720 0,0236 -0,8 -0,6 -0,4 -0,2 0 0,2 0,4

Bhn. Mak Mak. Jad i

Perumah an

Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Sumbangan Inflasi

Gambar 1

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Kota Singkawang Bulan Oktober 2016

Gambar 2

Perkembangan Inflasi Kota Singkawang Bulan Oktober 2015 sampai dengan Bulan Oktober 2016

(5)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Penurunan IHK kelompok bahan makanan pada bulan Oktober 2016 sebesar 2,15 persen disebabkan oleh penurunan harga pada beberapa komoditi seperti daging ayam ras, ketimun, cabai rawit, sawi hijau, ayam hidup, udang basah, bawang merah, dan lain-lain.

Dari sebelas sub kelompok yang termasuk kelompok bahan makanan, 8 (delapan) mengalami penurunan indeks, 2 (dua) mengalami kenaikan indeks, dan 1 (satu) cenderung tidak mengalami perubahan indeks. Dari 8 (delapan) sub kelompok yang mengalami penurunan indeks, penurunan paling besar terjadi pada sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar -10,57 persen.

Kelompok bahan makanan ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,5798 persen. Sumbangan deflasi komoditi pada kelompok ini antara lain daging ayam ras sebesar 0,284 persen; ketimun sebesar 0,0336 persen; cabai rawit sebesar 0,0328 persen; sawi hijau sebesar 0,0323 persen; ayam hidup sebesar 0,0315 persen; dan lain-lain.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,14 persen, yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada 2 (dua) sub kelompok pengeluaran dan 1 (satu) sub kelompok mengalami penurunan indeks. Kenaikan indeks terbesar terjadi pada sub kelompok makanan jadi, yaitu sebesar 0,46 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0236 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini,yaitu gula pasir sebesar 0,02 persen. 3. Perumahan, Air, Gas,dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada bulan Oktober 2016 mengalami kenaikan indeks sebesar 0,59 persen yang disebabkan adanya kenaikan indeks pada semua sub kelompok pengeluaran. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks terbesar adalah sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 3,16 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,1500 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan deflasi, yaitu besi beton sebesar 0,046 persen; sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,0005 persen; seng sebesar 0,0004 persen; dan lain-lain.

(6)

4. Sandang

Indeks Harga Konsumen pada kelompok sandang mengalami kenaikan indeks sebesar 1,13 persen. Kenaikan indeks terjadi pada sub kelompok sandang laki-laki dan sub kelompok wanita. Sementara itu, dua sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0611 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini yaitu baju muslim sebesar 0,0085 persen; dan handuk sebesar 0,0065 persen.

5. Kesehatan

Pada bulan Oktober 2016 kelompok ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,65 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan indeks terjadi pada semua sub kelompok pengeluaran. Peningkatan indeks terbesar terjadi pada sub kelompok jasa perawatan jasmani yaitu sebesar 4,22 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0359 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: shampo sebesar 0,0024 persen; hand body lotion sebesar 0,0012 persen; sabun mandi cair sebesar 0,0006 persen; dan lain-lain.

6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olah Raga

Kelompok ini pada bulan Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar persen 0,31. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan sub kelompok pendidikan dan sub kelompok olahraga. Sementara itu, tiga sub kelompok lainnya cenderung tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0179 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi yaitu akademi/perguruan tinggi sebesar 0,0176 persen; dan sepatu olahraga pria sebesar 0,0003 persen.

7. Transpor , Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Oktober 2016 mengalami penurunan indeks sebesar 0,51 persen dari bulan sebelumnya. Terjadi kenaikan indeks pada sub kelompok komunikasi dan pengiriman dan sub kelompok transpor mengalami penurunan. Dua sub kelompok lainnya, yaitu sub kelompok sarana dan penunjang transpor, dan sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0720 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah angkutan udara sebesar 0,0146 persen.

(7)

persen 1,69 6,03 2,69 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 2014 2015 2016 persen Oktober 3,00 6,13 6,21 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 2014 2015 2016 Oktober INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Oktober) 2016 sebesar 1,69 persen. Besarnya laju inflasi ”year on year” untuk Oktober 2016 terhadap Oktober 2015 sebesar 3,00 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2014 – 2016 (persen)

Inflasi 2014 2015 2016

1. Oktober -0,48 -0,44 -0,40

2. Oktober (tahun kalender) 6,03 2,69 1,69

3. Oktober terhadap Oktober (year on year) (tahun n) (tahun n-1) 6,13 6,21 3,00 Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Oktober) 2014–2016.

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2014–2016

(8)

persen 0,31 -0,26 -0,4 -0,36 -0,07 -0,34 0,31 -0,1 -0,63 -0,8 -0,6 -0,4 -0,2 0 0,2 0,4 PONT IANA K SAM ARIN DA TARA KAN SINGK AWAN G BALIK PAPA N SAM PIT PALA NGKA RAYA BANJ ARM ASIN TANJ UNG PANDA N PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA

PadaOktober2016, dari 82 kota IHK, 48 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,32 persen dengan IHK 130,83 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sorong, yaitu sebesar -1,10 persen dengan IHK 125,95.

PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTADI PULAU KALIMANTAN

Pada Oktober2016, dari 8 (delapan) kota IHK di pulau Kalimantan, tercatat bahwa 7 (tujuh) kota mengalami inflasi dan 1 (satu) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan sebesar 0,31 persen dengan IHK 135,52 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sampit, yaitu sebesar -0,63 persen (deflasi) dengan IHK 124,53. Sebagai pembanding daerah terdekat, Kota Tanjung Pandan mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan IHK sebesar 132,11.

Gambar 6.

Perbandingan Inflasi Antar Kota di Pulau Kalimantan Bulan Oktober 2016

(9)

Tabel 4.

Indeks Harga Konsumen Kota Singkawang Oktober 2016, Perubahannya serta Sumbangan Inflasi ( 2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok

Indeks

September Oktober Indeks Perubahannya Sumbangan

2016 2016 (%) Inflasi

(1) (3) (3) (4) (5)

UMUM 124,95 124,45 -0,40 -0,3991

1. BAHAN MAKANAN 131,4 128,57 -2,15 -0,5798

A .Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 126,87 126,82 -0,04 -0,0026

b. Daging dan Hasil-hasilnya 112,76 100,84 -10,57 -0,3136

c. Ikan Segar 142,35 141,47 -0,62 -0,0374

d. Ikan Diawetkan 129,27 129,3 0,02 0,0002

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 116,09 116,24 0,13 0,0038

f. Sayur-sayuran 148,5 140,76 -5,21 -0,1497

g. Kacang-kacangan 114,14 112,9 -1,09 -0,0076

h. Buah-buahan 156,24 155,03 -0,77 -0,0161

i. Bumbu-bumbuan 161,15 156,77 -2,72 -0,0469

j. Lemak dan Minyak 103,81 102,74 -1,03 -0,0099

k. Bahan Makanan Lainnya 136,27 136,27 0,00 0,0000 2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 124,24 124,42 0,14 0,0236

a. Makanan Jadi 116,27 116,8 0,46 0,0358

b. Minuman Tidak Beralkohol 119,97 119,2 -0,64 -0,0189

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 139,77 139,93 0,11 0,0067 3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 124,09 124,82 0,59 0,1500

a. Biaya Tempat Tinggal 122 122,02 0,02 0,0018

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 134,5 135,89 1,03 0,0686

c. Perlengkapan Rumah tangga 114,18 117,79 3,16 0,0705

d. Penyelenggaraan Rumah tangga 120,17 120,63 0,38 0,0091

4. SANDANG 112,87 114,15 1,13 0,0611

a. Sandang Laki-Laki 119,71 122,11 2,00 0,0368

b. Sandang Wanita 111,07 114,51 3,10 0,0445

c. Sandang Anak-Anak 106,7 105,6 -1,03 -0,0137

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 112,17 111,24 -0,83 -0,0065

5. KESEHATAN 127,14 127,97 0,65 0,0359

a. Jasa Kesehatan 122,35 123,5 0,94 0,0217

b. Obat-obatan 126,08 126,24 0,13 0,0013

c. Jasa Perawatan Jasmani 131,66 137,21 4,22 0,0110

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 133,28 133,41 0,10 0,0019 6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 130,5 130,09 -0,31 -0,0179

a. Jasa Pendidikan 141,88 141,19 -0,49 -0,0176

b. Kursus-kursus/Pelatihan 112,97 112,97 0,00 0,0000

c. Perlengkapan/PeralatanPendidikan 108,69 108,69 0,00 0,0000

d. Rekreasi 120,13 120,13 0,00 0,0000

e. Olahraga 125,37 124,91 -0,37 -0,0003

7. TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 118,16 117,56 -0,51 -0,0720

a. Transpor 126,52 126,31 -0,17 -0,0146

b. Komunikasi dan Pengiriman 105,62 103,8 -1,72 -0,0574

c. Sarana dan Penunjang Transpor 103,24 103,24 0,00 0,0000

(10)

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota Bulan Oktober 2016 (Tahun 2012 = 100)

No Kota Oktober Indeks

2016 Inflasi Oktober 2016 No Kota Indeks Oktober 2016 Inflasi Oktober 2016 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 SIBOLGA 130,83 1,32 23 TANJUNG PINANG 125,36 0,26

2 JAMBI 126,13 1,19 24 MAUMERE 118,72 0,26

3 MEDAN 131,74 1,11 25 DKI JAKARTA 125,63 0,25

4 TUAL 138,16 0,74 26 LHOKSEUMAWE 121,79 0,22

5 PEKANBARU 125,96 0,67 27 TEGAL 122,18 0,22

6 PEMATANG SIANTAR 130,32 0,63 28 PARE-PARE 120,78 0,22

7 BOGOR 125,11 0,59 29 KUDUS 129,94 0,19

8 BANDAR LAMPUNG 125,88 0,58 30 KUPANG 125,63 0,18

9 PADANG 131,90 0,56 31 SERANG 132,44 0,17 10 BUNGO 123,70 0,55 32 BANDUNG 123,84 0,14 11 BENGKULU 134,76 0,53 33 KENDARI 121,79 0,12 12 AMBON 124,59 0,53 34 CIREBON 120,73 0,10 13 PADANGSIDIMPUAN 124,37 0,50 35 BATAM 125,43 0,07 14 TEMBILAHAN 129,65 0,49 36 TANGERANG 131,99 0,07 15 DUMAI 126,50 0,47 37 SEMARANG 123,67 0,06 16 BAU-BAU 130,13 0,42 38 CILEGON 129,14 0,06 17 MATARAM 123,13 0,40 39 YOGYAKARTA 122,39 0,05 18 BUKITTINGGI 125,66 0,37 40 BULUKUMBA 129,09 0,05 19 MEULABOH 125,25 0,32 41 METRO 133,11 0,04 20 LUBUKLINGGAU 123,11 0,32 42 TASIKMALAYA 123,49 0,04

21 TANJUNG PANDAN 132,11 0,31 43 CILACAP 127,01 0,04

(11)

11 Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 95/11/6172/Th. X, 1 November 2016

Tabel 5 (Lanjutan).

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota Bulan Oktober 2016 (Tahun 2012 = 100)

No Kota Oktober Indeks

2016

Inflasi Oktober

2016

No Kota Oktober Indeks

2016 Inflasi Oktober 2016 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 45 PURWOKERTO 121,84 0,02 67 TERNATE 129,51 -0,21 46 MAKASSAR 125,53 0,02 68 JEMBER 121,05 -0,26 47 DEPOK 123,65 0,01 69 BANJARMASIN 125,11 -0,26 48 MANADO 124,03 0,01 70 SINGARAJA 133,21 -0,32

49 BANDA ACEH 118,92 -0,02 71 PANGKAL PINANG 130,12 -0,34

50 MERAUKE 130,73 -0,02 72 PALANGKARAYA 121,57 -0,34 51 SUMENEP 121,72 -0,05 73 PONTIANAK 133,46 -0,36 52 BEKASI 121,77 -0,07 74 SINGKAWANG 124,45 -0,40 53 MADIUN 121,57 -0,07 75 WATAMPONE 119,58 -0,42 54 BALIKPAPAN 129,79 -0,07 76 GORONTALO 120,47 -0,42 55 PALEMBANG 123,43 -0,08 77 BIMA 128,53 -0,46 56 KEDIRI 121,48 -0,08 78 SAMPIT 124,53 -0,63 57 JAYAPURA 126,72 -0,09 79 MANOKWARI 119,80 -0,82 58 SURAKARTA 121,31 -0,10 80 PALU 125,04 -0,95 59 SURABAYA 124,75 -0,10 81 TANJUNG 123,89 -1,08 60 SAMARINDA 127,36 -0,10 82 SORONG 125,95 -1,10 61 MAMUJU 123,73 -0,17 62 BANYUWANGI 121,62 -0,18 63 DENPASAR 121,92 -0,19 64 MALANG 125,06 -0,20 65 PALOPO 122,78 -0,20 66 PROBOLINGGO 122,05 -0,21

Referensi

Dokumen terkait

Pada Bulan Februari 2014 kelompok-kelompok komoditi memberikan andil/sumbangan deflasi adalah: kelompok Bahan Makanan sebesar -0,51 persen; kelompok Makanan Jadi,

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten secara berturut-turut adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar

Pada bulan Maret 2017 kelompok-kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,3326 persen; kelompok makanan jadi, minuman,

Kelompok- komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten berturut-turut sebagai berikut: kelompok bahan makanan sebesar -0,0143 persen; kelompok

Pada Bulan Oktober 2016 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,2 persen; kelompok makanan jadi,

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juli 2014, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,6637 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Februari 2016, yaitu: kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar -0,4470 persen; kelompok air, listrik, gas

Kelompok-kelompok komoditas yang pada Februari 2013 memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan