BAB VI BILANGAN JAM
1. Pengertian Bilangan Jam
0 0 7 0 1
5 1
3 1 6 2
4 2
2 3 5 4 3
Jam Empatan Jam Enaman Jam Delapanan
Himpunan bilangan jam dimulai dari 0 dan banyaknya anggota himpunan bilangan tergantung pada jam berapaan yang diterapkan.
- pada jam empatan angka tertinggi adalah 3, sehingga angka yang dipakai adalah {0, 1, 2, 3} - pada jam enaman angka tertinggi adalah 5, sehingga angka yang dipakai
adalah {0, 1, 2, 3, 4. 5}
- pada jam delapanan angka tertinggi adalah 7, sehingga angka yang dipakai adalah {0, 1, 2, 3, 4. 5,6, 7}
-Demikian juga dengan bilangan jam yang lain
2. Operasi hitung pada Bilangan Jam
Operasi hitung pada bilangan jam berbeda dengan operasi hitung pada bilangan asli atau bilangan cacah.
contoh : 4 + 2 = ...
Hasil penyelesaiannya tidak selalu 6, karena apabila soal di atas untuk operasi hitung jam limaan maka hasilnya adalah 1, tetapi jika pada jam enaman hasilnya adalah 0.
a. Penjumlahan
letakkan di angka 4 pada bilangan jam kemudian putar searah jarum jam sebanyak 3 hitungan, didapat angka 1, jadi 4 + 3 pada jam enaman adalah 1
- Apabila hasil penjumlahan sama dengan jam bilangannya, maka hasilnya adalah 0. Contoh: pada jam enaman 3 + 3 = 0 , pada jam empatan 3 + 1 = 0
- Apabila hasil penjumlahannya lebih besar dari bilangan jamnya, maka hasil penjumlahan tersebut dikurangi dengan bilangan jamnya. Contoh: pada jam limaan 2 + 4 = 6 – 5 = 1
pada jam enaman 3 + 5 = 8 – 6 = 2
-Pada penjumlahan, arah putaran searah dengan perputaran jarum jam (ke kanan)
b. Pengurangan
Cara pengerjaan:
letakkan di angka 1 pada bilangan jam kemudian putar berlawaran arah jarum jam sebanyak 3 hitungan, didapat angka 4, jadi 1 - 3 pada jam enaman adalah 4
- Apabila pengurang lebih besar dari yang dikurangi, maka bilangan yang dikurangi ditambah dengan jam bilangannya.
Contoh: pada jam tujuhan 4 – 6 = (4+7) – 6 = 5
-Pada pengurangan, arah putaran berlawanan dengan perputaran jarum jam (ke kiri)