ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny. S DENGAN SUSP. TBC DI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny. S DENGAN SUSP. TBC DI DESA NGLAMBANG KELURAHAN JUMAPOLO
DESA NGLAMBANG KELURAHAN JUMAPOLO WILAYAH KERJA PUSKESMASWILAYAH KERJA PUSKESMAS JUMAPOLO DINAS KESEHATAN KOTA KARANGANYAR
JUMAPOLO DINAS KESEHATAN KOTA KARANGANYAR
Disusun oleh : Disusun oleh : 1 1.. AApprriilliia a DDeewwi i KK.. ((22001100..005588)) 2 2.. AAcchhmmaaddi i AAgguunng g DD..CC ((22001100..114444)) 3 3.. DDaannaanng Kg Kuurrnniiaawwaann ((22001100..115522)) 4
4.. IInnddrra a KKuussuumma a WW.. ((22001100..111100)) 5
5.. KKiikky y HHeerrlliinndda a SS.. ((22001100..111144)) 6
6.. LLuussyyaanna a IIkka a MM.. ((22001100..117722)) 7.
7. Ervia Ervia MayMaya a (201(2010.1650.165)) 8
8.. RRiikka a SSeettiiaanniinnggssiihh ((22001100..113322)) 9
9.. RRiinna a AAnnddrriiaannii ((22001100..118800)) 1
100.. TThheerreessiia a DDiitttta a MM..SS ((22001100..009911)) 1
AKADEMI KEPERAWATAN PANTI KOSALA
SURAKARTA
2012
Pengkajian dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 9 November 2012 pkl. 09.00 WIB dengan metode autoanamnesa, aloanamnesa, dan observasi.
A. DATA UMUM
1. Nama KK / Umur : Tn. K/ 73 tahun
2. Alamat : Nglambang, Jumapolo 3. Pekerjaan : Jasa sol sepatu
4. Pendidikan KK : -5. Suku Bangsa : Jawa
6. Agama : Islam
7. Komposisi Keluarga
No Nama JK Hub dg
KK
Umur Pend Status Imunisasi Ket
BCG Polio DPT HPT Camp 1. 2. 3. 4. 5. Ny. S Tn. S Ny. M An. H. U An. H P L P L P Istri Menantu Anak Cucu Cucu 70 th 35 th 30 th 12 th 8 th SMP SMP SMP SD Genogram Keterangan : : Pasien Perempuan
: Laki- laki
: Perempuan
: Laki- laki meninggal
: Keluarga serumah
: Hubungan anak
8. Tipe Keluarga
Pada keluarga Tn.K merupakan keluarga besar ( Extended Family ) , dimana Tn.K tinggal bersama istri dan dua orang cucunya. Tn. K mengatakan pengambilan keputusan dikeluarganya ada pada Tn.K, tetapi Tn.K juga meminta saran dan bermusyawarah dengan istrinya, sehingga pada keluarga Tn.K termasuk dalam tipe
keluarga Matrilineal.
9. Status Sosial Ekonomi
Tn.S mengatakan pendapatan perbulan yang didapat adalah sekitar Rp 500.000,-. Menurut Tn.K penghasilam yang didapat belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena Tn.K menanggung hidup istri dan kedua cucunya. Tn.K mengatakan keuangan diatur oleh istri.
10. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Tn. K mengatakan aktifitas rekreasi keluarga jarang dilakukan. Karena keterbatasan biaya.
11. Riwayat Penyakit Anggota Keluarga 1. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien mengeluh batuk berdahak ± 2 bulan, kadang dahak disertai darah, dada terasa ampeg, kadang sakit kepala, badan gembrebeg (demam) naik turun. Klien mengatakan akibat batuk yang dideritanya tak kunjung sembuh, nafsu makan menurun sehingga berat badannya turun secara drastis. Klien mengatakan sudah pernah periksa ke
puskesmas saat batuknya belum terlalu parah, mendapat 3 macam obat (klien tidak dapat menyebutkan nama dan jenis obat) namun sampai obat habis batuknya tidak juga sembuh. Klien mengaku malas berobat kembali ke puskesmas karena dianggap
tidak membuahkan hasil, sedangkan biaya untuk berobat ke dokter kurang. Klien mengatakan bingung tentang penyakitnya yang tak kunjung sembuh dan harus bagaimana lagi. Suami klien mengatakan tidak menderita batuk, merasa sehat meski
memiliki kebiasaan merokok tanpa filter. Kedua cucu klien mengatakan juga tidak menderita batuk.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien mengatakan bahwa dirinya pernah menjalani operasi hernia di RS Yarsis ± 20 tahun lalu, sedangkan ± 6 tahun yang lalu suaminya juga di operasi di rumah sakit yang sama karena menderita hernia.
3. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan tidak memiliki penyakit keturunan seperti hipertensi, Diabetes Melitus maupun jantung.
12. Pengkajian Data Dasar
Klien mengeluh batuk berdahak ± 2 bulan, kadang dahak disertai darah, dada terasa ampeg, kadang sakit kepala, badan gembrebeg (demam) naik turun. Klien mengatakan akibat batuk yang dideritanya tak kunjung sembuh, nafsu makan menurun sehingga berat badannya turun secara drastis. Klien mengatakan sudah pernah periksa ke puskesmas saat batuknya belum terlalu parah, mendapat 3 macam obat (klien tidak dapat menyebutkan nama dan jenis obat) namun sampai obat habis batuknya tidak juga sembuh. Klien mengaku malas berobat kembali ke puskesmas karena dianggap tidak membuahkan hasil, sedangkan biaya untuk berobat ke dokter kurang. Klien mengatakan bingung tentang penyakitnya yang tak kunjung sembuh dan harus bagaimana lagi. Klien mengatakan
tinggal bersama suami dan dua orang cucunya, hanya klien yang menderita batuk.
Dari pemeriksaan fisik pada klien didapatkan data berikut : klien tampak kurus, lemas, batuk dengan dahak, konjungtiva anemis, auskultasi dada ronchi, BB 38 kg dan TB 150
cm IMT 16,8 kg/m2 (kurang). Pemeriksaan TTV : tekanan darah 130/80 mmHg, suhu
Pemeriksaan kondisi rumah : dinding dari anyaman bambu, lantai tanah, jendela 2 buah tidak pernah dibuka, genting kaca 2 buah, kamar tidur tidak memiliki jendela,
ventilasi dan cahaya masuk kurang.
Pemeriksaan fisik anggota keluarga : suami klien tidak tampak batuk, konjungtiva tak anemis, TD 140/ 90 mmHg, S 36,8˚C, N 80 x/menit, R 18 x/menit. BB 50 kg, TB 155 cm, IMT 20,8 kg/m2 (normal). Kedua cucu klien tidak tampak batuk, tidak terdapat
pembesaran kelenjar limfe pada leher, konjungtiva tak anemis, cucu laki-laki klien : BB 45 kg, TB 150 cm, IMT 20 kg/m2(normal), S 36,9˚C. Cucu perempuan klien : BB 35 kg,
TB 140 cm, IMT 17,8 kg/m2(kurang), S 36,5˚C.
13. Data Fokus
Data Subyektif Data Obyektif
Klien mengeluh batuk berdahak ± 2 bulan, kadang dahak disertai darah, dada terasa ampeg, kadang sakit kepala, badan gembrebeg (demam) naik turun. Klien mengatakan akibat batuk yang dideritanya tak kunjung sembuh, nafsu makan menurun sehingga berat badannya turun secara drastis. Klien mengatakan sudah pernah periksa ke puskesmas saat batuknya belum terlalu parah, mendapat 3 macam obat (klien tidak dapat menyebutkan nama dan jenis obat) namun sampai obat habis batuknya tidak juga sembuh. Klien mengaku malas berobat kembali ke puskesmas karena dianggap tidak
membuahkan hasil, sedangkan biaya untuk berobat ke dokter kurang. Klien
mengatakan bingung tentang penyakitnya yang tak kunjung sembuh dan harus bagaimana lagi.
Dari pemeriksaan fisik pada klien didapatkan data berikut :
klien tampak kurus, lemas, batuk dengan dahak, konjungtiva anemis, auskultasi dada ronchi, BB 38 kg dan TB 150 cm IMT 16,8 kg/m2 (kurang). Pemeriksaan TTV : tekanan darah 130/80 mmHg, suhu 37,2˚C, nadi 82 x/menit, pernafasan 24 x/menit.
Pemeriksaan kondisi rumah : dinding dari anyaman bambu, lantai tanah, jendela 2 buah tidak pernah dibuka, genting kaca 2 buah, kamar tidur tidak memiliki jendela,
ventilasi dan cahaya masuk kurang.
14. Analisa Data
DS : Klien mengeluh batuk berdahak ± 2 bulan, kadang dahak disertai darah, dada terasa ampeg, kadang sakit kepala, badan gembrebeg (demam) naik turun. Klien mengatakan akibat batuk yang dideritanya tak kunjung sembuh, nafsu makan menurun sehingga berat badannya turun secara drastis. Klien mengatakan sudah pernah periksa ke puskesmas saat batuknya belum terlalu parah, mendapat 3 macam obat (klien tidak dapat menyebutkan nama dan jenis obat) namun sampai obat habis batuknya tidak juga sembuh. Klien mengaku malas berobat kembali ke puskesmas karena dianggap tidak membuahkan hasil, sedangkan biaya untuk berobat ke dokter kurang. Klien mengatakan bingung tentang penyakitnya yang tak kunjung sembuh dan harus bagaimana lagi.
DO: klien tampak kurus, lemas, batuk dengan dahak, konjungtiva anemis, auskultasi dada ronchi, BB 38 kg dan TB 150 cm IMT 16,8 kg/m2 (kurang). Pemeriksaan TTV : tekanan darah 130/80 mmHg, suhu 37,2˚C, nadi 82 x/menit, pernafasan 24 x/menit. Pemeriksaan kondisi rumah : dinding dari anyaman bambu, lantai tanah, jendela 2 buah tidak pernah dibuka, genting kaca 2 buah, kamar tidur tidak memiliki jendela, ventilasi dan cahaya masuk kurang.
Manajemen kesehatan individu kurang efektif Ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan tindakan kesehatan yg tepat, menciptakan lingkungan yg sehat, memanfaatkan fasilitas kesehatan 15. Daftar Masalah
1. Manajemen kesehatan individu kurang efektif ybd Ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan tindakan kesehatan yg tepat, menciptakan lingkungan yg sehat, memanfaatkan fasilitas kesehatan.
1. Manajemen kesehatan individu kurang efektif ybd Ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan tindakan kesehatan yg tepat, menciptakan lingkungan yg sehat, memanfaatkan fasilitas kesehatan.
No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran
1. Sifat Masalah : Aktual 3 1 1 Data sudah ditemukan 2. Kemungkinan masalah dapat diubah : Sebagian 1 2 1 Sumber daya keluarga dan masyarakat kurang 3. Potensi masalah dapat
dicegah : Cukup 2 1 0,67 Tindakan yg sudah dilakukan belum tepat, kepelikan masalah keperawatan sedang. 4. Menonjolnya masalah 2 1 1 Klien
mengatakan penyakitnya
sudah parah dan harus segera di tangani. Total/ Jumlah 3,67 17. Perencanaan No. Dx TUPAN TUPEN Kriteria Evaluasi Standar Evaluasi Rencana Tindakan 1. Keluarga Ny.S dapat mengelola pengobatan untuk Ny.S secara efektif setelah 1 minggu perawatan. Keluarga Ny. Pada kunjungan ke-2 (10-11-12) keluarga Ny. S dpt mengambil keputusan yg tepat bagi Ny.S yaitu dg melakukan pemeriksaan dahak. Pada Respon verbal Respon Fakta bhw keluarga membawa sputum ke pelayanan kesehatan Keluarga Mencari informasi ke puskesmas ttg fasilitas pemeriksaan
dahak utk BTA, Menyarankan keluarga Ny.S utk membawa dahak Ny.S agar di uji dgn ketentuan waktu (Sewaktu, Pagi, Sewaktu)
S dapat meningkatkan pemeliharaan kondisi rumah yg baik setelah 1 bulan perawatan kunjungan ke-3 (11-11-12) keluarga Ny.S mengenal dan memastikan penyakit yg diderita Ny.S. verbal, hasil pemerik-saan dahak menyampaikan diagnosa penyakit, program pengobatan, perawatan Ny.S dirumah
Ny.S & keluarga utk mematuhi program pengobatan,
Memotivasi Ny.S & keluarga
akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kondisi rumah yg sehat, Menjelaskan pd Ny.S & keluarga
ttg cara pencegahan penularan penyakit ke anggota keluarga lain dlm satu rumah. 18. Pelaksanaan Hari, Tgl, Kunjungan ke No.
Dx Tindakan Respon Paraf
Kamis, 9-11-12 (I) Sabtu, 10-11-12 (II) 1 1 1 Mengukur TTV anggota keluarga, pemeriksaan fisik
Memotivasi klien dan keluarga utk mau berobat kembali ke puskesmas dan melakukan pemeriksaan dahak.
Mengukur TTV pada klien
RS : klien mengatakan tdk merasa demam. RO : TD 130/80 mmHg, S 37,2˚C, N 82 x/menit, R 24 x/menit RS: klien mengatakan akan mencoba berobat lagi.
RO: klien tampak mengangguk setuju. RS: klien mengatakan sedikit pusing, sedikit demam, batuk blm berkurang RO : TD 140/90 mmHg, N 87x/menit, APPK APPK APPK
1
1
Memberikan informasi ttg penyakit TBC dan cara penularan
Kembali memotivasi klien & keluarga untuk melakukan pemeriksaan dahak di
pus-kesmas mengingat penyakit TBC hrs segera ditangani.
S 37,4˚C, R 25x/menit RS: klien & keluarga mengatakan khawatir bila terkena TBC
RO: klien & keluarga dapat memahami informasi yg disam- paikan, yaitu dgn menjawab 2 dr 3 prtanyaan yg diajukan dg benar. RS: klien mengatakan belum sempat
mela-kukan pemeriksaan RO: -19. Evaluasi Hari, Tgl, Kunjungan ke No.
Dx Evaluasi (SOAP) Paraf
Minggu,
12-11-12 (III)
1 S : Klien mengatakan batuk belum reda, masih dengan dahak kadang disertai darah. Badan kadang gembrebeg, dada masih ampeg dan terasa sesak. Makan masih sedikit, nafsu makan tidak ada. Klien mengatakan semakin khawatir akan kondisinya yang tak kunjung sembuh. Suami klien mengatakan belum sempat memeriksakan dahak, tidak ada perawatan khusus di rumah, klien hanya membeli obat batuk di warung. Suami klien mengatakan bahwa dirinya maupun kedua cucunya belum ada yang tertular batuk. O :
Pemeriksaan TTV : TD 120/80 mmHg, N 83 x/menit (irama teratur), R 25 x/menit (irama teratur, cepat,dalam), S 36,8˚C. Askultasi dada ronchi. Klien tampak lemas, pucat
A: Klien & keluarga belum mampu mencapai manajemen kesehatan yang efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan.
P: Lanjutkan pemantauan terhadap tindakan pemeriksaan penunjang (BTA), beri informasi ttg pemeliharaan rumah sehat, ajarkan keluarga untuk
mendukung pasien selama proses pengobatan, ajarkan bagaimana cara pencegahan penularan penyakit.