• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BIDANG ARSIP DAN MUSEUM"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Anggota jang

hadir.

DEWAN PERWAKILAN RAKJAT . RISALAH PERUNDINGAN

Sidang IV. RAP AT 152. Hari Seninr 3 Nopember 1958.

(Djam panggilan: 19.30).

· Ranitjangan Anggaran Negara tahun 1959 (Sid.

19~8, P .. 350)._

.

-Ketua: H.

·zaimil Arifin.

Sekertaris: Mr Djoko Sumarjono. Jang hadir 158 anggota:

Rapat 152~

3 72 9

E. Z. Muttaqien, Djadja Wiriasumita, Sastra. A. Nunung Kusnadi, Njaju H. Mariam Kanta Sum-pena, S. M. Thaher, Soelaemarr Widjojosoebroto, Mr R. Memet Tanumidja]ia, E. Moh. Mansjur; R. P. R. Situmeang, Pandoe Kartawigoena, Nj. S. Marijamah Djoenaidie, Soelardi, H. S. Moeslich, Nj. Sutijah Surya Hadi, Nj. Sunarjo Mangunpus• pito, R. W. Probosuprodjo, S. Danoesoegito, Soe• kamsi Djojoadiprodjo, Djadi Wirosubroto, Josota~ runo lchsan Noer, K. H. Muslich, Soetoko Djojo. soebroto, Rs. Wirjosepoetro, Partoadiwidjojo, R Soesilo Prawirosoesanto, Notosoekardjo, Balja Umar H. Achmad, H. Zain Alhabsji, Moh. Anwar Zain, Nj. Asmah Sjachrunie, Ridwan Sjachrani, Daeng Mohamad Ardiwinata, Soedrasman, Z. lmban, J ah1a Siregar, Ahem Erningpradja, Njono, Soemardi J at~

mosoemarto, Nj. Suzanna Hamdani, Silas Papare: A. B. Karubuy, Tan Kiem Liang, Oei Tjeng Hieri, E. F. Wens, J .R. Koot, Lie' Po Yoe, Ang Tjiang Liat. Wakil Pemerintah: Mr Soetikno Slamet, Menteri

.Keuangan.

Ketua: Saudara~saudara, sesuai dengan keten-tuan-ketentuan jang telah kita tetapkan, k1ta landjut~

kan pemandangan umum babak pertama mengenai rantjang;an Anggaran Negara tahun 1959 (Sid. 1958, P. 350).

Dan pada mafam ini waktu jang kita pakai untuk: berapat, mulai dari djam 19.30 sampai djan1 23.30. Pembitjara pertama pada malam ini adalah Saudara Moenadir jang akan berbitjara dalam waktu 30

me-nit. ·

Saja persilakan Saudara Moenadir.

· H. ·Hasan Basri, Ismail Napu, Anwar Harjono, H. Moh. Arnin Iskandar, B. J. Rambitan, H. Zainal Abidin Ahmad, H. · Siradjuddin Abbas, Dr H. Ali Akbar, .. T. S. Mardjohan, H. Zainul Arifin, Wijono ,Soerjokoesoemo, Sjabboeddin Latif, H. A Chamid Widjaja, Peris Pardede, R. H. Soetarto Hadisoe-dibyo, Siauw Giok Tjhan, I. J. Kasimo, Nj. Moe-dikdio, Suhaimi Rachman, Anwar Kadir, Saifuddin _zubri, Rasjid Sutan Radja Emas, S. Martosoewito, Aj.ip Muchaniad Dzukhri, Singgih Tirtosoediro, Su-latno, Mr Soebagio Reksodipoero, Ir Thaher Tha-jeb, M. H. Loekman, Soepeno Hadisiswojo, K. H. Moh. Dachlan, F. Runturambi, Sudjarwo Haryowi· sastro, 0. Suriapranata, Nj. Soepeni, Soedjono, Mr Sudjono Hardjosudiro, Anwar Tjokroaminoto, Soe-darsono, Husein Ka~tasasmita, Imam Soetardjo, Nj.

Mahmudah Ma war di, Nj. Oemi Sardjono, Asrarud- · ·· Moenadir: Saudara _Ketua jang terhormat, sudah din, Umar &alim Hubeis, Hartojo Prawi1rosudarmo, '"pada ·tempatnjalah kiranja kalau saja terlebih dahulu Soetomo alias Bung Torno, Soetojo Mertodimoeljo, menjambut kedjadian jang menggembirakan dalam Moersid Idris, Ja'cob Mahmud, M. Caley, Suhardjo, sedjarah parlementer kita ini dengan utjapan sjukur, Mr Soeprapto, Moenadir, Murtadji Bisri, Maniudin bahwa.a<:hirnja hak· budget dad pada Parlemen jang J3rodjotruno. Abdul Aziz Dijar, Tjoo Tik Tjoen, didjamin dalam pasal 114 Undang-undang Dasar Se· Soejoso Abdul Wacliid, K. H •. Misbach, H. Moeda- mentara kita, dapat dipergunakan lebih madju dad wari, R. Moh. Sa.Ieh Surjaningprodjo, Achmad pada tahun-tahun jang lalu. Kedjadian ini pantas Sjaichu, Sudojo, · Sefi\anhadi Sastrowidjojo, Rd. Soe- didjadi.kan pegangan kiota 1selandjutnja, bahwa a~I prapto, Soepardi, Dr R. Soeatmadji, Harsono Tjo- • kita ~au bekerdja keras sadja banjak sekali jang da~ kroaminoto, Zainal Arifin Tanamas, R. T. A. Moh. pat k1ta laksanakan, sesuai dengan idam-idaman kita. Ali Pratamingkoesoetno, Wasis, Imam Soeparni Han· Memang buat pertama kali inilah dalam sedjarah dokowidjojo, Nj. Hadi,nijah Hadi, R. Soehardjo a1ias parlementer kita, bahwa sesuatu rantjangan anggaran _Bedjo, H. Andi Sew~ng Da·eng Muntu, Abdul Rasjid belandja dapat diperbintjangkan dalam sidang pleno Faqih, Hussein Salen Assegaff, K. H. Muh . .Saifud· Parlemen sebe!um masa jang berkenaan dengan ang-din, Nj. Ch. Salawati, H. Sr~nduk, H. Moeh. Akib, garan itu. Dengan demikian, maka bagi kita dibuka-Moh. Soleml!n, M. Sondakh, M. Sire,gar, Sahar gelar lab kesempatah jang bai.k sekali untuk memperguna-.Sutan Besar, Nja' Di~an, K. H. Masjhµr Azhari, Dr kan hak budget itu jang sebaik-baiknja djuga. Mu-Moh. Isa, Nungtjik ~. R., Djadil Abdullah. Ma'rifat dah~mudahan sadja kemungkinaa itu dapat kifa Mardjani, M. 0. Ba~adhal; Dr Sjech H. DjalaludcJl'n, pergunakan sebaik mungkin agar dapat dirasa• V. B.•Saka, I Madel Sugitha, Drs J~ Piry, I G. · O. kan manfaa.tnja bagi seluruh Jakjat dan baJngi:;a Iri· $µbamia,. Anuar~ek,I L. Kape, AbdulmutaHb Daeng• donesia! •

'falu, Mqh .. ThaJtb tbduUah, Chr. 1. Mooy, Djum- .Dalam pada itu memang harus diaikui, bah'Wa me~ bur Hakim; R. Da~sono. Osa Maliki, M. Ardiwi- -~1usun sesuatu ~ggara11 belanClja bagi tahun berikut. nao;gun, R. !do Gar~ida, ·Asmuni, Uwes Abubakar, . BJa ·daliam' pertengahari· tahunjang meildahlih1iilja,

(2)

3 7 30

Rapat 1s2; Rantjangan Anggaran Negara tahun 1959 (Sid. -1958; P. 350);. (Moenadk.)

seperti halnja dengan rantjangan Anggaran Belandja tahun 1959 ini jang harus disusun dalam pertengah~

an tahun 1958, agar rantjangan anggaran bela-ndja itu dapat dimasukkan dalam Parlemen pada waktu-nja, adalah suatu usaha jang dirasakan oleh Peme~

rintah sebagai suatu usaha jang tidak dapat dikata-kan mudah. Hal ini dikemukadikata-kan oleh Pemerintah dalam Nota Keuangannja dengan mengemukakan alasan-alasan, bahwa pertama karena angka-angka realisasi dari Anggaran Belandja tahun 1958 belum tersedia untuk suatu masa jang tjukup lama dan ke• dua karena keadaan ekonomi didal'am dan diluar negeri berubah setjara tjepat, sehingga dirasakan sulit untuk memperoleh gambaran dari perkembang-an dalam tahun 1959, jang dapa1t didjadikan pe-gangan.

Akan tetapi; Saudara Ketua, sebaliknja harus dju-ga diakui, bahwa sesungguhnja bagi Parlemen lebih tidak mudah lagi untuk mengadakan penilaian jang sebaik-baiknja mengenai perangkaan-perangkaan jang dapat dibatja dalam rantjangan anggaran be-landja, karena ba,gifihak Pai:lemen dirasa adanja ke-kurangan bahan-bahan perbandingan jang dapat di-pertanggung-djawabkan. Kiranja tidaklah salah apa-bila saja katakan, bahwa pedoman jang sebaik-baik-nja untuk dapat didjadikan bahan penilaian menge-nai angka-angka jang diperuntukkan masing-masing mata-anggaran dalam tiap-tiap rantjangari anggaran belandja ialah: Begrotingsrekeni:ng, balans kekajaan negara, pendjelasan-pendjelasan lain jang dapat menggairibarkari sampai dimana hasil usaha dari pada pelaksanaan keuangan dalam tahun-tahun jang lalu dan pendjelasan jang hendak ditjapai dalain ta-hun anggaran. Begrotingsrekening dan. vermogens-balarts sampai kini belum sadja dapat disampaiK:an oleh Pemerintah, sedang pendjelasan-pendjelasal1 jang saja maksud tidak terdapat dalam ·memori pen~

djelasan masing-masing anggaran dengan terang. Untuk keperluan penilaian. akan perangkaan da~

lam

anggaran belandja dibutuhkan dapatnja _ m~­

ngetahui pengalaman-pengalaman jang ada pada kita se.Irnlian dalam tahun-tahun jang silam. untuk dapat menilai besar-ketjilnja pos-pos dan/atau pe~lu dan tidaknja pos-pos itu ditjantumkan dafa111 Tantjangan. anggaran belandja.

Berhubung dengan itu, maka sekali lagi saja mengandjurkan kepada Pemerintah supaja dengan sekuat tenaga dapat menjediakan ~ahan-bahan per-bandingan jang saja maksud diatas, ialah begrotings-.rekening dan vermogensbal~ns tersebut tadi..

Dalam hubungan adanja kurang bahan perban-dingan itu, maki hendaknjalah tindjauan kita me-ngenai rantjangan Anggaran BelaAdia tf!:hun dinas

1959 ini dinilai .dan jpabila na_nti: dari. fihak fraksi k:ami ad~ hal-hal i.ang ~ii;ni~taka? J'end]~l~s<)J~ maka hendakn1alah hal itu d1mla1 .dan imdut 1m. d1uga. - Saudara Ketua jang tethormat, sesunggrihrija

un-tuk leJ!lgkapnja t~ndjauan-~eIJ.gen~i _ ta.n~ja,ii~_ A?:g;~

garan Belandja tahun dinas 1959 ini harus dilaku-kan dari beberapa segi, ialah:

a. segi politis jang tergambar dalam angka-angka jang terdapat dalam rantjangan anggaran belan-dja bagi masing-masing mata-anggaran.

b. segi financieel-ekonomis bagi negara jang meli-puti penjusunan angka-angkanja dalam rantjang· an anggaran belandja dan jang mungkin menda-pat pengaruh dari padanja.

c. segi sosial-ekonomis atau kehidupan rakjat pada umumnja jang meliputi penjusunan angka-angka· nja dalam rantjangan anggaran belandja dan jang mungkin terpengaruh olehnja.

Namun demikian bukanlah kehendak saja dalam pemandangan umum baba:k ixrrtama ini untuk me-nindjau rantj·angan anggaran belandja ini dari segi~

segi tersebut diatas, akru1 tetapi jang saja utamakan dalam tindjauan saja ini ialah jang mengenai aspek tehnis budgeter dilihat dari pangkal berfolak tertentu }ang bersangkut-paut dengan segi-segi tersebut tadi. Adapun sebagai pangkal bertolak saja dalam me· nindjau rantjangan Anggaran Belandja tahun dinas 1959 ini ialah:

a. Tudjuan jang hendak ditjapai oleh partai jang saja anut, ialah Partai Nasional Indonesia dan program perdjuangannja untuk dapat mentjapai tudjuannja.

b. Program kerdja Kabinet Karya jang hendak di-selesaika:n dalam tahun Anggaran 1959 dalam hu-bungannja dengan program kabinet dalam kese-luruhannja.

_c. · Keadaan jang meliputi dalam dan luar negeri~

·· sebagai suatu realiteit jang tidak boleh dikesam-pingkan dalam menindjau rantjangan anggaran belandja.

-Dai:i hal-hal tersebut tadi, jang saja diadikan pang-kal bertolak, maka saja hendi:tk mengadakan peni, laian apakah rr.ntjangan Anggaran Belandja tahun 1959 jang kita hadapi ini sudap dapat

menggambar-kan basil jang maximal dalam; inentjari keseimbang-·an ditindjau · dari pangkal beritolak saja. Hasil dar1 .":pada pentjaharian keseimbang~n itulah jang didjadi• -kail pedoman untuk mengad*an penilaian apaka:h rantjangan anggaran belandja ~ni dapat memberi

ha-rapan sebesai~besarnja bagi r~kjat dan bangsa kita~ sebagaimana dikehendaki olehl partai jang saja anut

tiengan demikian maka ap1

bila nanti dari fihtl fraksi kami setelah ada pend elasan-pendjelasan le-.bih lafldjut dari fihak Pemeri tah sebagai tambahan

bahan. perbandingan dan/atau bahan penilaian ada usul-usul dan/atau saran-saran maka segala sesuatu jtu ·hendaknjalah dihubungkan dengan kehendak un-·tuk mentjari keseimbangan itu

· _ · Saudara Keiua jang terho at, terlebih '1ahulu .-perlu saja beri garirbaran seke mja hal-hal jang saja djadikan pangkal bertolak sek Iipun hanja soa:l-soru jarig pentiiig saClja agar tidak memakan wakitu jang

banjak. .. • 1 · :

":: - , . -~ - - " '- ! ,, ., . ·~

I

l

(3)

l

RMtjangan Ailggaran Negara tahun 1959 (Sid;· 1958, P~ JSO): · .Rapat 152.

3731

· ~(Moenadk.) .

a. Tudjuan jang hendak ditjapai oleh. Partai NasiO-. nal Indonesia ialah masjarakat marhaenis dengan · program perdjuangamija dalam lapangan keuang·

an sebagai berikut:

L Mengenai polhik keuangan: I. Politik.

Politik keuangan pada umumnja ditudjukan kepa-da penjelenggaraan keuangan kearah pembangunan ekonomi nasional jang sehat, adil dan merata bagi l<:emakmuran rakjat lahir dan batin.

II. Dasar Usaha.

1. Pemerintah menguasa:i periputaran modaL

2.

Pemerintah menggerakkan semua modal untuk

pembangunan ekonomi nasional. III. Penjelenggaraan.

1. Segala bank harus mendjadi bank-bank negara otonom, bank koopera:tif atau bank tjampuran. 2. Bank-bank negara harus dikoordinir dan

diada-kan spesialisaisi mengenai tugas dan lapangan be-kerd janja untuk melajani sektor-sektor ekonomi jang viltal, diantaranja:

. a. Pertanian dan perikanan.

b. Perkebunan.

c. Perindustrian dan pertambangan.

d. Impor1t dan export.

e. Perdagangan · menengah.

f.

Trnnsipor dan pelajaran. IV. Program.

t.

Bank asing dalam djangka waktu tertentu (misal-nja 5 tahun) harus sudah le(misal-njap.

2. Bank-bank partikelir dalam djangka waktu ter-. tentu mendjadi bank tjampuran Pemerintah dan

atau kooperatif.

3. Pemberian kredit !guna pemberantasan idjon. 4, Pemberian kredit untuk menambah produksi dan

perbaikan mutu. ,

S:

Keseimbangan · pe~geluaran dan pemasukan ke-uangan negara. ,

1. pemberian prioriteit kepada pengeluaran-penge-luaran untuk pemulihan keamanan;

2. · pengeluaran-pengeluaran jang belum dan tidak termasuk dalam Anggaran Belandja tahun 1958, seperti pengeluaran dalam rangka pemulihan ke-amanan, pembelian barang-barang chusus untuk Angkatan Perang, Pemilihan Umum dan sebagai·

nja; ..

3. dalam bidang pembangunan pengeluaran dititik~

beratkan ·kepada beberapa objek jang vital. c. Achirnja, Saudara Ketua, gambaran mengenai keadaan dalatn dan luar negeri jang mempengaruhi keadaan perekonomian negara kita dan jang meru-pakan fa,ktor menen:tukan dalam penjusunan Ang-gatan Belandja ta)mn .1959, da.p!l-tlah saja kemuka· kan hal-hal sebagai berikut: ·

1. Adanja perang dingin antara blok Barat dan Timur jang rrienjebabkan adanja usaha dari ke~ dua belah pihak untuk menarik Indonesi.a ke· dalam pengarnh bloknja masing-masing;

2. Adanja pengeruhan conjunctuur harga bahan ex• port jang selalu Jabil, sehingga tindakan dalani lapangan import <ljuga terpengaruh oleh karena·

nja;

3. Keamanan dalam negeri jang belum pulih sama seikali dan menelan biaja jang tidak sedikit; 4. Masih adanja perdagangan luar negeri jang

be-lum melalui saluran-saluran jang wadjar. Saudara Ketua jang terhormat, setelah saja utara-kan serba ringkas autara-kan hal-hal jang saja djadiutara-kan pangkal bertolak membahas rantjangan Anggaran ]3eliindja tahun · dinas 1959 ini, maka selandjutnja saja hendak mengadakan penilaian apakah perang-kaan jang dapat dibatja dalam rantjangan anggaran belandja ini disertai · pendjelasan-pendjelasannja sudah dapTtt menggambarkan hasil jang

mak-~mal dengan memperhitungkan tudjuan jang achirnja hendak ditja1pai oleh partai saja dengan adanja realiteit Jang kita hadapi ialah ber-hubung dengan program kerdja jang hendak dilaksanakan oleh Pemerintah dalam tahun Ang-garan 1959 serta kenjataau jang merupakan faktor jang niempengaruhi perekonomian negara kita.

Saudata Ketua, mengenai:

6. Pembiajaan terh~dap. deficit .· hams ditjarikan A. Tjara penjusunan rantjangan anggaran be-djangan menamb~h tekanan inflasi. •1andja .. ···

7.

Perimbangan antata dinas biasa dan dina1s modal I. Kesan ja:ng pertama jang dapat saja tangkap harus mendjamin ~erlaksananja plan pemfbangyn- setelah mempeladjari isi rantjangan Anggaran Be· an ekonomi jang ~ehart. landja tahun 1959 ini ialah bahwa Pemerintah selalu 8. Menga:dakan bud' et deviezen. • terikat .· kepada ~erhitungan penerimaan jang

nota-b. Saudara Ketua ja g terhormat, mengenai program _bene. selalu ditentukan dengan berhati-hati se~ali se· kerdja Kabinet arya jang hendak diselesaikan hingga menguiangi kebebasan dalam mentjntukan dalam tahun 1959 dapatlah saja. katakan, bahwa ."djumlah pengeluaran. ' 1pendjelasan hal i i dapat saja ketemukan. dalain - · :beI1gan p;ocedure d_emikian maira kiranja ~ulitlah N?fa Keuan:gan d n keterang.an tambahan jahg

?i-

untuk mentiflp1;ti hasil j;mg maksimal dalam tahun utJ_apkan oleh Sa da~;i, Wakil ~e~_ana Men,t~n I 'Anggaran l959~ kareiui selalu 4':1iliputi oleh k;etakut· ~audara Mr i:ard d1muka Pamtia Ad hoc Ang-• an.· tambahnja deficit sadja. faipun djl.lga beraki-. garan BelandJaberaki-. • . .. :lJa~ bahwa p~njusu1'an anggaran belandja m'endJadi . : :qari pen_ djelasan. i~u ~aka saja dapat mengatnbil :S;\l.a_t_uJawar"mepawar antara penerimaan dan penge. J<es1mpulan .sebaga1 11enkut: i .. . . · · . luaran. · ·

~ i •

. ··· ..

~

j

~I~

$; .. ···.·.· .. ;_,_· :_F_··.•.•.-.·_·_·.:1.•.·_• ___ ' .• ·.· ,:;·;\f; .. ·:;~

1

1 ·.·.·.··_·1

j

(4)

3 7 3 2

Rapat 152.

. (Moenadir.)

Selandjutnja apab:Ia kita mendjeladjah perangka-an-perangkaian dalam bagian-bagian anggaran belan-dja, maka ternjata banjak pos jang dinjatakan dengan

~.pro memorie". Ini tentunja mudah menimbulkan pertanjaan-pertanjaan sebagai berikut:

. 1. Apakah dengan demikian dikehendaki adanja kebebasan mengeluiarkan biaja bagi pos-pos jang dinjatakan dengan ,,pro memorie", karena tidak di-kehendaki adanja ikatan dengan suatu plafondering

jang tertentu? · · ·

2. Apakah dengan demikian dikandung maksud

adanja ,,reservering" untuk mengadjukan anggaran

tambahan? ·

·: Selain dad pada itu, Saudara Ketua, tampak sekali

1'-~h'Ya bagi masing-masing pos tidak ada atau kurang diberi pendjelasan jang terang apa jang sesungguhnja

~dikehendaki o}eh pos jarig bersangkutan, . sehingga seakan-akan ada ,,willekeurigheid" atau ,,oportunrs: me" dalam memilih objek jang hendak dibiajai de-ngan. mata-iuiggaran jang bersangkutan dan. ,,Qver-geleverd" sama sekali kepada kehendak mereka jang 'kebehilan diberi kekuasaan merealisir. Pun djuga tidak dapat diketahui perbedaan antara pembiajaan jang hendak digunakan untuk objek-objek menurut Plan Lima Tahun dan jang hendak digunakan untuk objek-objek jang hendak d;Iaksanakan oleh masing~

masing kementerian sendiri.

Saudara Ketua jang terhormat, kesimpulan jang dapat saja tarik dari apa jang saja konstatir tadi ialah, hahwa pelaksanaan program kerdja Pemerintah dan arah politik jang hendak digambarkan dengan angka-angka dalam rantjangan anggaran belamfja mendjadi .kabur oleh karenanja. Sebagai tjontoh maka progral\} .Pemerintah untuk mendjadikan prioritet pertama pe-mulihan keamanan kurang dapat dibatja dalam ran-ijangai:t anggaran belandja, mengingat bahwa pemu-.Jihan keamanan itu tidak hanja terletak dalam bidang .jang bersifat operasionJ sadja, tetapi djuga pada .bidang politik, sosial dan ekonomi. Tjontoh lainnja ialah kehendak penjederhanaan susunan organisasi qegara tidak .nam.pak saina se:kali dalam apgka-angka

"dalam' rantjangan angg;aran belandja. •

~elandj~tnja dal:am rll/ntjangan Anggaran B~fandja ,lahuii ·1959 :jarig · kifa ·hadapr irii · s'l1kitrlah ·· bagi saja

untuk dapat memisahkan berbagai djenis pengeluar•

a11.,

Surnrnuhpun A~ggaran ~ela.nd~ tahun 1959 di:

maks~d~an ~ebaga1. ,.orgamsas1 .begr~ting", tetap1 'dengalil pend1elasan 1ang terang d1serta1 dengan her-groeperingen dari atigka-ang°ka, temtama dalam Nota

Keuangan funksi dari pada anggaran dapat d1gam-.barkalil, supaja dapat diketahui:

: .. 1. biaja jang dii»rgunakan untuk kelangsungan · .1;1.:dim~njstrasi negara! · •

. ~ 2. !biaja jang. dipergunakan tintuk· pengeluaran ·peinghi!dupa:il dan kehidupan rakjat~a •. ~'in the short

run" .tinaupun "in the long run".

Berhubung dengan itu maka sukarlah. unt.uk men-dapatkan gambaran, agar dapat diketahui dengan djelas biaja-biaja ja.ng dipergunakan untuk: . .

1. pengeluraran jang · berulang · tia p•tia p tahun da-lam hal personil dan materil, seperti gadji, ongkos kantor dan sebagainja untuk keperluan kelangsungan administrnsi negara dj.uga jang berhubungan de11gan

penghidupan dan kehidupan rakjat. · ·

2. pengeluaran sebagai penananiaii · ·modal

jang · langsung dan tida:k langsung berhubungan

de-~ngan produksi, jang rendabel maupuri tidak untuk keperiuan kelangsungan achninis\rasi negara, djuga jang berhubun.gan dengan ·· penghidupan dan kehi· dupan rakjat.

Achirnja dal:im rantjangaiil anggaran belandja ta: :bun ini 'tidaklah dapat saja ketahui hasil dad pada perusahaan-perusahaan.-bukan I.B.W., Jetapi jang pada hakeka:tnja adalah perusahaan-perusahaan dan dibiajai .oleh Pemerintah, Ka.rena sa:ham-sahaninja ·adalah kepun]aan negara atau karena modalnja ada~ lah modal Pemeri·ntab dan sering djuga mempunjai omzet jang berdjuta-djuta. Maka tini.bullah perta= 'njaan, apakah hal itu tidak perlu dima,sukkan dalam anggaran belandja. Apab:Ia tidak dimasu~kan,: ke· mana larinja laba-laba jang mungkin didapat · oleh perusahaan-per.usahaan itu, jang seharusnja dapat memperbesar penerimaan negara?

Sebagai kesimpulain dafam keseluruhannj.a memz,e-nai tjara penjusunan rantjangan Anggaran Belandja

tahun 1959 dapatlah saja kemukakan sebagai berikut: 1. Saja belum memperoleh gambaran jang djelas apakah isi rnntjangan Anggaran BeJ.andja tahunT959

ini sudah dapat memberi hasil jangmaksimal setelah memperhitungkan hal-hal jang saja djadikan pangkal

bertolak. · ·

,:.-..

2. Saja belum dapat memi,sahkan dengan terang mana jang sesungguhnja pengeluaran jang tidak

rendabel karena semata-mata untuk kelangsugg~g

admi11istrasi negara dan m~na jang merupakan

pengeluaran jang rendabel uintl\k menambah ke-uangan negara dan/!!tau u.nt\)k meninggikan t?-faf hidup rakjat dengan langsung.·

. Bethubung dengan itu ma:ka:

a. Apakah tidakpada tempa~nja, bahwa sekaHpu11

harus diakui, b.ahwapenenfoan plafond bagi tiap-.•. tiap bagian dan/a'tau pos-ros dalam rantjangan

· anggaran beiandja harus dipikirkan 111enuru.t

draa. g~rac_ht, a.ka .. n··~tet~pi he daknja.lah ..

pcilicy

·.jang

konknt harus d1d1ad1kan egangan 1ang menen:~

tukari; • · · · · · · •

b. Apahh tidak pada tempat ja untuk menentukan

setjara konkrit bahwa dal m Nota Keuangan itu harus dapl!t dinjatakan s ain aspek-asp~k jang menentukan perangkaan . alam rantjangan ang-gatan belandja dan lain se rti jang berlaku$am-pai sekaran~. djuga diberi keterangan~k~terangan

jang. dapat tnemberi gamb . an mengenai usaha-usaha jang telalil, sedang . n

akan

dilakS~akal1

-~--·-·

--~··---i

.J

(5)

Rantjangan Anggaran Negara tahun 1959 (Sid. 1958, P. 350). Rapat 152.

;3733

(Moeuadil'.)

uitgedrukt dalam rupiah dalam bidang-bidang administrasi negara dan volkswelvaart.

c. apakab tidak perlu dipikirkan lebib landjut untuk mcngubab tjara tnengatur penjusunan rantjangan anggaran belandja.

d. apabila nanti mungkin ada usul-U!i1Ul perubaban dari fraksi kami maka segala sesuatunja ben-daknja ditindjau dari kebendak untuk mentjari basil jang maksimal ini.

Saudara Ketua jang terbormat, mengenai penen-tuan perangkaan dalam rantjangan anggaran belan· dja ini menurut Nota Keuangannja ditulis

berdasar-keir. angka realisasi tahun Anggaran 1958 jang kurang representatif dan pandangan kedepan dengan factor sekarang, sedang beberapa unsur di-namik, walaupun ada, belum dapat diperhitungkan dalam angka anggaran belandja, karena belum ada alasan tjukup kuat bertindak demikian". Selandjut-nja ditulis djuga ,,sebagai baban perbandingan di· tindjau pula Anggaran 1957 jang sudah selesai pe-laksanaannja".

· Dalam pada itu bukan maksud saja untuk menin-djau basil pene111tuan angka-angka dari tiap-tiap ba-gian atau pos-pos dalam rantjangan anggaran belan-dja akan tetapi banjfl basil penentuan dalam keselu-rubannja jang menjatakan adanja deficit Rp. 8 mil-jard.

Selandjutnja apa!bila k1ita mengikuti apa jang di-djadikain dasar p~nentuan angka-angka dengan mengadakan perbandingan dengan realisasi semen· tara dari An~garan 'Belandja tahun 1957 dan Ang-garan BelandJa tahun 1958, maka kHa ak:an mene-mukan angka-angka; sebagai berikut:

a. Oambaran realisasi Anggaran Belandja tahun

1957, berdasarkan angka-angka sementara ten· tang pengeluaran, dan penerimaan. adalah seba· gai berikut: ' Pengeluaraq. Penerimaan 25.870.434.000 20.570.645.000 Deficit 5.299.789.000

b. G~111baran Anggll:tan Belandja tahun 1958 mula- _

mula: !

Pengeluara~

25.400 djUlta Penerimaa1 23.000 · djuta. Deficit I Tetaipi aehirnja:

!

Pengeluar Penerimaa e Deficit 2.400 djuta (., 29.400 djuta 19.700 djuta

"

9.700 djuta

Menurut kal>ar m ka realisasi sampai JS Ok.tober menundju:kkan defic t 5;5 miljatd · dan dikirakan ti·

dak

akan melampa i djumlah 8 ·miljard. ·. · ·

c. Gambaran rantjangan Anggaran Belandja tahun 1959: Pengeluaran Penerimaan 28.969 djuta 20.969 djuta Deficit 8.000 djuta

Kalau kita lihat lebih landjut mengenai deficit rantjangan Anggaran Belandja tahun 1959 maka:

Untuk dinas biasa: Pengeluaran · Penerimaan Deficit Untuk dinas modal:

Pengeluaran Penerimaan Deficit 22.306 djuta 18.239 djuta 4.067 djuta 6.663 djuta 2.730 djuta 3.933 djuta.

2. Berhubung dengan angka-angka jang saja kemukakan tadi djuga apabila kita menindjau angka· angka dari realisasi pengeluaran dalam Anggaran Belandja tahun 1951 sampai 1956, maka pengeluar· an dari tahun ketabun bertendens naik dan ternjata tidak dapat ditekan sekalipun selalu diusahakan tindakan kearah pengbematan, lebib-lebih dalam tahun-tabun teracbir berbubung dengan gangguan· gangguan keamanan jang barus dipulihkan. Seba-liknja penerimaan rupanja tidak: mung.kin lebih besar lagi sehingga mentjapai angka 21 miljard.

Memang menurut pendapat saja rasanja ·memang demikian halnja, apabila kita mengingat babwa pe· nerimaan negara terutama tergantung dari basil ex-port jang~ basisnja masih bersifat kolonial, ialah masih export karet, kopra. kopi dan sebagainja.

3. Saudara Ketua jang terhormat, apabila kita melulu melihat besarnja deficit 8 miljard jang akan dialami dalam tahun 1959, maka kita barus menge-tahui bahwa besarnja deficit itu merupa~an ,.red light" dari keadaan keuangan negara kita, jang ha-rus mendjadikan kita .,prihatin". Namun demikian kiranja tidak pada tempatnja djika kita '1endjadi takut oleh karenanja untuk melaksanak~n suatu usaha dalam lapangan pembangunan jang minta bi-aja lagi asal jang bersifat productief. Sjukur apabila dapat dibiajai dengan tidak menambah deficit dengan djalan antara lain:

a. perluasan kesempatan penambahan 11:euangan

negara dengan pindjaman-pindjaman atau inves· tasi-investasi lain.

b. penekanan pengelua'tan jang bersifat con~umptief.

c. pemulihan keamanan dengan tjepat da~ seeffek-tief mungkin, sehingga tidak ,Perlu dipe~unakan seluruh. biaja jang dirantjangkannja.

d. Ui3'aha derigan matjam-in!{tjam djalan ·~tuk me-narik diu1 mengikut-sertakan hot mon untuk pembanguna,n, misalnja .memberi facillit iten · ke- · pada insta.f!Si-instansi baru dengan membebaskan padjak dalam beberapa tahun, :

(6)

3 7 36

Rapat 152. Rantjangan Anggaran Negara taboo 1959 (Sid. 1958, P. 350). (Ma'rifat Mardjani.)

Rengat, Tembilahan, Selatpandjang, Bengkalis dan Iain-lain lagi; tetapi didalam kenjataan pelabuhan-pelabuhan tersebut belum banjak mendapat perbaik-an, walaupun setiap bulan pelabuhan-pelabuh-an itu menghasilkpelabuhan-pelabuh-an devisen jpelabuhan-pelabuh-ang tidak sedikit.

Bagi daerah-daerah perairan adanja pelabuhan-pelabuhan itu amat terasa penting sekali, sebab dari pelabuhan-pelabuhan itu diexport basil bumi rakjat dan dari pelabuhan-pelabuhan itu pula dapat di-masukkan basil segala kebutuhan rakjat sehari-hari.

Maka sungguh sal.u keuntungan hati bagi

rakjat Riau dengan kedatangan Jang Mulia Saudara Menteri Pelajaran barn-baru ini ke Tandjungpinang dan sampai menindiau ke Tandjung Uban didalam perdjalanannja ke Sumatera.

Disini ingin saja bertania rentjana apa jang telah dipikirkan oleh Jang Mulia Saudara Menteri Pela-jaran setelah beliau kembali dari Riau mengenai perbaikan-perbaikan pe:labuhan-pelabuhan didaerah Riau.

Saudara Ketua jang terhormat, bertalian dengan itu pada kesempatan ini ingin saja mendengar dari Pemerintah tentang apa jang pernah diuraikan oleh Sa.udara Asraruddin didalam salah satu interpiunja mengenai pelabuhan samudera didaerah Riau.

Menurut jang saja ketahui keinginan untuk mem-bangun satu pelabuhan samudera didaerah Riau itu telah lama mendjadi perhatian para pembesar di Indonesia, tetapi entah dimana salahnia samoai se-karang permulaan dari tiita-tjita jang baik dan penting itu belum djuga kelihatan.

Menurut ian[r pernah saia batja banda,r Singapura dibangun oleh Stanford Raffles adalah pada tahun 1150 atas perintah London dan Calcutta.

Walaupun sebenarnja bandar Singapura tel ah men-tj!atat sedjarah iang pandjang dan gemilang semen-djak masa Sritri Buana, akan tetapi sesuai dengan politik bangsa Barat terhadap bam1sa-bam!sa Asia sediarah Singapura itu hanja ditulis dari masa Raffles.

Dan memang achirnja Singapura mendjadi kota d:in bandar ian!! memell'.ang peranan penting dibenua • Timur, baik dalam soal ekonomi maupun pertahanan dan karena funksinia sebagai pelabuhan samudera.

Tetapi djangan dilupakan, bahwa 80% dari bahan-bahan rnentah jang diexport dari Simrapura kese-luruh dunia seperti karet, kopra. kinri, teh, tembakau,. sagu, kaju, timah dan lain-lain adalah berasal dari Indonesia, dengan kalimat •lain dari segi ekonomi Singapura tanpa hasil bumi Indonesia tidak ada arti sama sekali; keatlaan jang seperti itu telah berlaku selama ratusan tahun.

Dalam keadaan Si~gapura jang itelah mengambil

keuntungan jang tidak ternilai dari- hasil bumi Indo-nesia. tidak pula dapat dilupakan, bahwa Singapura adalah pangkalan dan tempat bersl}rangnia anasir-anasir buruk jang hendak menghantjurkan Indonesia.

Disanalah dahulu pangkalan Nica dengan agen-agennja dan kapal-kapal perangnja memusatkan tenaga untuk menghantjurkan Republik Indonesia kembali, disana pulalah Westerling algodjo besar dari 40.000 bangsa Indonesia di Sulawesi mendapat per-lindungan, dari sana pulalah disinjalir adanja pema-sukan uang-uang palsu jang akan meruntuhkan nilai keuangan Republik Indonesia.

Dan dapat ditambahkan Iagi bahwa djuga di

Singapura tempat mengatur subversief asing jang hendak meruntuhkan Indonesia dan bukan satu soal jang tersembunji lagi bahwa wakil-wakil dari pihak pemberontak di Indonesia merasa hidup aman dan senang di Singapura.

Dari kesemuanja itu dapat diambil kesimpulan

bagi bangsa Indonesia bahwa Singapura jang men-djadi besar dan dja:ia oleh basil bumi Indonesia itu sampai kini belum pernah memperlihatkan dirinja sebagai satu tetangga jang baik melainkan sebaliknja. Begitu pula dengan diresmikannja baru-baru ini

pelabuhan samudera di Dumai Pakan Bar~ rrmng~in

akan sedikit sekali artinja bagi perekonomtan rakiat karena adanja pelabuhan samudera Dumai itu. ada-lah untuk kepentingan Caltex dalam menga!trkan minjaknja keluar negeri walaupun resminja telah diserahkan kepada Pemerintah.

Dan akan dapatlah diharapkan dengan adanja pe-labuhan samudera didaerah Riau jang dibangun atas inisiatif dan anggaran dari Pemerintah sendiri sudah pasti akan mell:iberikan suatu wadjah baru bagi In-donesia terutama dalam pandangan negara-negara asing atas kesanggupan Pemerintah Republik Indo· nesia.

Demi untuk keselamatan Republik Indonesia ter-utama · dibidang ekonomi, hubungan ekonomi de· ngan Singapura itu hendaknja ditindjau la!:!;i setjara mendalam dan adanja pembangunan pelabuhan sa-mudera didaerah Riau sudah sepatutnjalah didjadi-kan soal jang urgent.

Barangkali tidak terlampau pagi djikalau saja di· sini menjatakan, bahwa salah satu tempat jang ter-baik jang dapa·t ditjalonkan untuk itu ialah pulau Sugih di Kewedanaan Karimun, karem~ pulau terse-but dapat memenuhi sjarat alam jang dapat rnengim-bangi Singapura dan kaja dengan latar belakang ekonomi terutama dengan Sumatera jang kaja dengan basil-basil bumi itu. Kemudian dapat ditambahkan bahwa dengan didjadikannja pulau Sugih mendjadi pelabuhan samudera maka kegiatan-kegiatan

penje-lundu~:in jang merugikan negara selama ini akan dapat dibatasi atau dihapuskan sama sekali.

Didalam hubungan ini ingin pula sa1a menjaran-kan kepada Pemerintah bertalian dengan soal-soal pelajaran ini, sesuai dengan keadaan keamanan jang

telah pulih kembali didaerah Riau, kiranja

Pemerintah akA.n mengatur kembali hubungln laut •dengan Riau Daratain dan Riau Lautan sebagai

sedia-kala, walaupun •dalam djumlahnja belum dapat da-Iam arti sepenuhnj.a tetapi dalam pengangkutan

ba-ban-bahan

vital untµk kepentingan rakjat banjak

(7)

Rantjangan Anggaran Negara

tahun

1959 (Sid. 1958,

P.

350). Rapat 152.

3 7 3 7

Mengenai tani karet sebagaimana diketahui selu-ruh Riau Daratan disepandjang Sungai Indragiri, hendaknja dapat diatur sedemikian rupa agar de· Kampar, Siak Sri Indrapura, Rokan Kiri dan Rokan ngan demikian beberapa sektor pengisian otonomi Kanan adalah daerah jang menghasilkan karet jang tingkat I Riau itu dapat dilihat buktinja oleh rakjat bukan sedikit, tetapi amat disajangkan bahwa karena

banjak. kekurangan pemeliharaan dari petani-petani karet

itu terhadap kebunnja masing-masing maka dewasa (Ma'rifat Mardjani.)

Saudara Ketua jang terhormat, daerah Riau jang ini semua kebun kepunjaan rakjat itu sudah tua dan luasnja 96.000 km2 i1tu dengan penduduknja hampir hasilnjapun sudah djauh berkurang sedangkan

kebun-1 (satu) djuta orang a:dalah terdiri dari daerah da- kebun karet jang baru hampir tidak dapat dibangun-ratan dan daerah kepulauan. Pulau-pulau besar dan kan karena kekurangan modal.

ketjil didaerah Riau itu mentjapai djumlah 2.300

buah. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa Betul ada Jajasan Karet Rakjait tetapi dimasa rakjat Riau didalam garis besarnja hanja terdiri dari jang berlalu dimana Riau termaswk Propinsi Su-2 golongan, jaitu: Golongan tani dan golongan ne- matera Tengaih, maka uang Jajasan Karet Rakjat

lajan. itu amait sedikit sekali jang disampaikan kepada

Dj,ikalau Pemerintah ingin membangun daerah petani-petani karet didaerah Riau. Gandjilnja, Riau menurut bakat jang ada bagi rakjat didaerah Riau jang banjak karet, mendapat sedikit uang dari itu sesuai dengan tingkatan ketjerdasannja dewasa J ajasan Karet Rakjat, tetapi daerah jang sedikit ini, m.aka Pemerintah harus memberikan dorongan karetnja mendapat banjak uang dari Jajasan Karet kepada rakjat Riau didalam soal-soal pertanian dan Rakjat. Begitulah tjaranja Sumatera Tengah

beker-l · dja dimasa-masa jang berlalu.

ne a1an.

Sekarang setelah Riau merupakan propinsi ter-Bertalian dengan itu maka adanja Bank Tani dan sendiirii, disamping uang J ajasan Karet Rakjat jang Nelajan didaerah Riau adalah satu hal jang amat diharapkan akan disampaikan kepada petani karet

urgent sekali. didaerah Riau, maka adanja Bank Tani dan

Nela-Dengan adanja Bank Tani dan Nelajan didaerah jan didaerah Riau akan memberikan dorongan Riau, maka kaum tani dan kaum nelajan akan dapat jang baik sekali untuk petani karet didaerah ivu. setapak demi setapak melepaskan diri dari :pengamh Mengenai pertanian didaerah Riau sampai seka-idjon sistim jang telah berurat dan berakar kepada rang ini masih merupakan pertanian jang primitief. batang tubuh rakjat didaerah itu. Hal itu disebabkan daerahnja jang rendah jang saban Mengenai soal pertanian maka akan meliputi per- tahun dilanda bandjir dan amat kurangnja irigasi-tanian untuk bertanam padi, bertanam karet dan ko- irigasi desa didaerah tersebut; tetapi sebagai tadi pra diseluruh Riau Daratan. sudah saja terangkan, rakjat Riau sebahagian besar

Seluruh pantai Timur pulau Sumatera jang terma- adalah rakjat tani.

suk Daerah Swatantra tingkat I Riau adalah daerah Djikalau Pemer.intah ingin memberi bimbingan ke-kopra jang subur :sekali, tetapi amait disajangkan ha- pada rakjat Riau dalam. soal pertanian ind }ang ter-sil dari kebkebun kopra itu telah begitu berku- • utama harnslah disokong dengan modal, tanah un-rang karena sudah tma umurnja, sedangkan tanaman tuk pertanian tjukmp luas dan subur diantaranja baru hampir 1tidak ada karena kekurangan modal, Sungai Indragiri, dengan Sungai Kampar iterbentang

begitu pula karena didalam masa jai1g singkat ban- rimba raya jang subur untuk pertanian, begitu djuga tuan dari Pemerintah jang diharapkan itu jaitu pin- didaerah Pasir Pengaraian daerah Bangkinang dan djaman dari Bank Tani dan Nelajan tidak djuga daerah Teluk Kuantan adalah daerah pertanian jang kundjung datang, maka daerah jang da:hulunja dina- subur sekal!i.

makan sumber penghasilan kopra akan niendjadi Tetapi d}ikalau Pemerintah belum mengambil per-daerah jang gundul dan tidak menghasilkan apa-apa hatian penuh atas daerah pertanian ditempat-tempat

lagi. • jang s.udah di:sebUJtkan itadi, maka a:kan tetaipJ.ah

Disamping itu saja minta djuga perhatian Peme- Riau itu merupakan daerah jang minus, dimana rintah sepenuhnja atas gangguan-gangguan mu~uh ba:han ma:kanan harus didatangkan dari Iuar daerah jang menjebabkan kurangnja penghasilan kebutf-ke- itu terus-menerus seperti sekarang ini dan amat di-bun kopra tersebut, jaitu gangguan beruk jang me- rasa penting s'ljk:ali adanja Bank Tani dan Nelajan makan buah kopra jang masih muda. • diidaerah Riau itu dalam masa jang setjepat mung· Usaha-usaha ,petani kopra kea:rah memberantas kin sebagai sala:h satu ichtiar untuk membimbing beruk-beruk itu sudah tjukup banjak tetapi amat di- rakjat didaerah itu guna memasuki alam pertanian sajangkan amat sedikit sekali mendapatkan basil se- jang modern. •

bagaimana jang dih~rapkan. Kabupaten kepulauan Riau dan Kabupaten Beng-Di~tti saja hairapl<:an perhatian P.emerintah untuk kalis termasuk Bagan Siapi~pi adalah daerah ne-memberikan pertolongan kepada petani-petani kopr~ lajan jang mengihasilkan ikan basah dan ikan kering itu untuk memberantas musuh-musuh tersebut jang jang tidak sediICit djumlahnja. · · menjebabkan berkurangnja basil koipra dari tahun Djikalau dilihat orangnja para nelajan itu adalah

lcetahun. bangsa Indonesia seluruhnja, tetapi kalaµ ~litindjau

~--· ~· --~--

!

l

. l

' ' ·- -i

j

1

-l l 1 ~

(8)

3738

Rapat 152. Rantjangan Anggaran Negara tahun 1959 (Sid. 1958, P. 350).

(Ma'rifat Mardjani.) Ketua: Saja persilakan Saudara Moh. Noor Ab· doelgani. Tidak ada? Kalau tidak ada, saja persila· kan Saudara Lie Po Yoe.

lebih dalam maka seluruh modal untuk kaum nelajan itu adalah dari bangsa asing semuanja dan harga

ikan ditentukan oleh sang tauke dan timbangannja· Lie Po Yoe: Saudara Ketua jang terhonnat, bisa pun menurut kemauan tauke sendiri, sebab memang diduga dan diperhitungkan dari semula, bahwa Ang· tidak ada kontrak untuk itu dari pihak Pemeriritah. garan Belandja tahun 1959 pasti akan

menundjuk-Dari zaman kezaman bangsa Indonesia jang hi- kan suatu deficit. Apalagi bagi mereka jang dengan . k seksama dan penuh perhatian mengi:kuti perkem-dup sebagai nelajan itu tetap mendjadi kuh, eun- bangan-perkembangan keadaan di Indonesia, deficit tungan jang besar dari titik peluhnja masuk kan- tersebut tidak mengherankan.

tong orang asing.

Djusteru djika Anggaran Belandja tahun 1959 ti· Djikalau Pemerintah tidak dan belum djuga mem· d:ak menundjukkan suatu deficit, mungkin akan men· beri pertolongan jang Jangsung jang merupakan

pembangunan Bank Tani dan Nelajan, keadaan jang djadikan mereka tidak pertjaja akan kebenarannja serupa itu tidak akan dapat bembah untuk selama- susunan rantjangan Anggaran Belandja 'tahun 1959 itu, bahkan mungkin akan membikin mereka

,,ter-lamanja. kedjut" keheran-heranan, seolah-olah Pemerintah

Maka dari mimbar ini saja harapkan dengan se- menggunakan ,,ilmu sulap angka" atau seolah-sungguhnja agar Pemerintah mengambil perhatian olah Pemerintah membuat anggaran belandjanja se-penuh atas nasib kaum nelajan chususnja didaerah tjara ,,serampangan" sadja, asal tidak menundiukkan

Riau itu. suatu deficit, suatu rantjangan anggaran belandja jang

Achimja saja ingin bertanja, sudah sampai di· tentu tidak bisa dipertanggung-djawabkan!

mana persiapan Pemerintah untuk membangunkan Maka, pada pokoknja kamipun dari Fraksi Partai Bank Tani dan Nelajan didaerah Riau sebagai satu Nasional Indonesia, tidak begitu menaruh keberatan, propinsi jang baru berdiri. bahwa Anggamn Bel:a:ndja tahun 1959 menundjukkan Saudara Ketua jang terhormat, disini saja minta suatu deficit, asal deficit itu merupakan suatu de-pula perhatian Pemerintah mengenai uang simpanan fici1t jang produktif, djangan merupakan suatu deficit daerah-daerah swapradja pada beberapa bank, jang pemborosan atau kemewahan, serta Pemerintah be-disimpan oleh daerah-daerah tersebut sebelum pe· tul-betul berusaha untuk sedapat mungkin menekan

rang. deficit ters·ebut, setidak-tidaknja djangan sampai

me-Menurut kabar jang saja peroleh, uang-uang ter- Iampaui plafond deficit j:ang sudah diitentukan. sebut diblokir oleh Kementerian Dalam Negeri mu- Hanja sedikit saiang, Saudara Ketua jang terhor-iai dari tahun 1951 dan sampai sekarang belum di· mat, Nota Keuangan tahun 1959 dengan bagian-ba·

lepaskan. giannja jang isinja penuh dengan rangkaian

angka-Apakah Pemerintah tidak sependa:pat dengan saja, angka jang semuanja tersusun rapih dan beres dengan bahwa uang-uang tersebut dapat mencijadi stoot· uraian-uraian dan keterangan-keterangannja, djuga kapitaal bagi daerah-daerah otonom jang meliputi terdapat terlampau baniak pos ,,pro memori" bekas daerah swapradja tersebut dalam membiajai• dan memang sebetulnja dalam keseluruhannja sukar beberapa project pembangunan. dimengerti dan tidak mudah menggambarkan, kearah Sebagai tjontoh dapat pada kesempatan ini saja mana sebetulnja politik beleid Pemerintah, terutama kemukakan ,,simpanan tertutup" dari Landschaps· dalam lapangan ekonomi dan keuangan, hendak di· kas Kuantan Di<stricten pada Bank N.H.M. di Dja- tudju.

karta. Pada saat meletusnja perang dunia kedua, Kesimpulan terutama jang kami dapat dari doku-simpanan ini berdjumlah 20.000,- gulden. men-dokumen penting tadi adaJah, seolah-olah tiap-Saja menBharap agar P.emerintah bersedia. ~em- tiap bagian ~etjara tergesa-gesfl ,,b~rl~mba-lomba" berikan deblokkering dan uang-uang sepert1 1ang • untuk mengad1ukan Anggaran Beland1an1a tahun 1959 saja sebutkan tadi dan m~ngatur procedure jang ,,setinggi-tingginja dan se~sar•besarnja" dan .u~t':1k praktis untuk pelaksanaann1a. pengeluaran-pengeluaran 1ang l:telum sempat

d1p1k1r-Seiring dengan persoalan terse but,. saja. h~rapkan kalil dan diperhitun~kan a tau ~s~h ~agu-ragu ~alam pula perhatian Pemerintah mengena1 pemla1an ter- mempertanggung·d1awabkann1a diad1ukan sad1a de-hadap masa kerdja pegawai-pegaw~ negeri. selama ngan ws-pos ,,pro me1.1:-~~i'.'·

i.

.

mereka dulu berdinas dilingkungan swapradJa. Me· Pos-pos ,,pro memon m1lah 11ang sebetuln1a, terus nurut kabar jang saja dapttt, untuk masa kerdja terang sadja, Saudara Ketua j~ng terhormat, kami itu hanja dihargai seperdua, sesuai dengan Undang- tidak mengerti maksudnja danl bikin bingung kami undang No. 20 tahun 1952 dan Peraturan Peme· serta membujarkan semua pik ran dan perhitungan rintah No. 64 tahun 1954. Atas dasar fikiran apa Anggaran Bela:ndja tahun 195 dalam ker;eluruhan· Pemerimtah menilai !*lemikian itu dan membeda· nia. Pos-pos ,,pPO memori" bisa nol tetapi dju~ bisa kannja dengan penilaian terhadap epegawai-~gawai ebera1ti sekian djuta dan .• ?iika .anj~ ter~apat bebe· jang dulu bekerdja pada pemermtah kolomal Be· rapa pos ,,pro. memon ka 1 k1ra tidak akan

Ianda. begitu mempengar11hi seluruh eficitnja, tetapi

pos-Demiikian, Saudara Ketua, terima

hsih,

J>OS ,,pro memori" terdapa, diseluruh · bagiaa

(9)

Rantjangan Anggaran Negara tabun 1959 (Sid. 1958, P. 350). Rapat 152.

3 7 3 9

(Lie Po Yoe.)

dan tidak sadja satu atau dua, tetapi puluhan, ja bahkan ratusan. D1dalam bagian VB dan VC sadja terdapat tidak kurang dari 101 pos-pos pro memon (kalau kami tidak salah reken!) dalam pos-pos pengelluar.an dan penerimaannja.

Mudah dimengerti, Saudara Ketua jang terhormat, bahwa plafond deficit 8 miljard sukar dipertahankan, djika tiap-tiap bagian diberi kesempatan untuk me-ngeluarkan tambahan anggaran bel.andjanja masing• masing dengan melalui djalan pospos ,,pro memori" -nja.

Maka untuk menambah djaminan, bahwa plafond deficit 8 miljard itu tidak mudah dilampauinja kami sarankan pos ,,pro memori" hendaknja sebanjak dan sedapat mungkin diganti sadja dengan pos-pos ,,in memori atau in memoriam" alias dikubur dan dihilangkan sadja; dengan djalan demikian diku-rangilah hasrat dari tiap-tiap bagian untuk dengan leluasa mengeluarkan pos-pos jang tidak tertjantum dalam rantjangan masing-ma:sing anggaran belan-djanja.

Saudara Ketua jang terhormat, bagi tiap-tiap orang, apalagi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakjat jang terhormat, adalah sangat mudah untuk mentjari kesalahan-kesalahan dan kekeliruan-kekeliruan Pe-merinah didalam politik beleidnja Pemerintah jang sangat luas itu, serta mengkritiknja dan. ,,menghan-tamnja" setjara habis-habisan, lebih-lebih djika asal mengkritik dan ,,menghantam" sadja, tanpa setjara konsekwen dan praktis memberikan djalan keluar-nja.

Memang harus diakui setjara sportif dan djudjur, bahwa disampingnja masih banjak masalah jang membikin tidak kepuasan dan keluh-kesah kepada rakjat terbanjak, djuga banjak jang telah tertjapai dengan hasil jang sangat memuaskan oleh Pemerin-tah.

Waktu tidak mengizinkan untuk mengupa:s dan membahas segala masalah dan persoalan tersebut; oleh karenanja kami akan membatasi diri kepada hanja beberapa masalah jang kami anggap tjukup urgent dan penting untuk mendapat perhatian Pe-merintah sepenuhnja, serta segera mendapat kepu-tusan dan penjelesaiannja.

Saudara Ketua jang terhorma't, beberapa bulan ja:ng lalu, dalam pembahasan Anggaran Belandja tabun 1958 kami telah kemukakan, bahwa untuk

mengha-dapi dan mengatasi keadaan perekonomian ~ng

su-ram itu, salah satu djalan adalah mengerahkan dan memobili1>ir ie;gala dan seluruh kekuMan dan

kemam-puan kita dilapangan keuangan, perekonomian dan perindustrian jang ada pada kita. Djuga pada ke-sempatan ini, kami tidak akan djemu-djemu untuk meng1111ukakan lagi. beta pa perlunjti, demi kepen-tingan Pemerintah sendiri beserta rakjatnja jang ter-. besar, untuk mengerahkan dan meqggunakan segala dan seluruh kekuatan dari pot~nsi kita jang ada didalam negeri sebaik-baiknja dan

seeffektif-effektif-•

nja guna membangun disegala lapangan dimana me-reka bisa dipergunakannja ..

Seluruh kekuatan dan seluruh potensi kita, tidak perduli dari golongan mana, asal s.adja mereka s~­ nasib dan setanah air, dengan tulus 1chlas, tulus hatl, dapat kita persatu-padukan untuk membangun dan mengatasi segala kesukaran didalam segala la-pangan.

Djika Pemerintah bisa mengkoordinir segal.a ke-kuatan dan poitensi jang tersebut diatas, kam1 rasa Pemerintah tidak perlu merasa terpaksa menaikkan harga beras.

Sebab, tidak perduli alasan apapun jang dikemu-kakan oleh Pemerintah, dengan sangat menjesal, fraksi kami tidak bisa menerima kenaikan harga beras tersebut, apalagi kenaikan tersebut djusteru

dilaku-kan pada masa sekarang, dimana musim p~tjeklik

berada diambang pintu dan pada waktu d1usteru pembelian padi Pemerintah hampir berachir, seolah-olah Pemerintah hendak ingin menang sendiri sadja. Diwaktu masa pembelian padi diberi distribusi dan indjeksi dengan harga murah untuk memaksakan petani-ketjil mendjual padi dengan harga jang. dite-tapkan oleh Pemerintah, tetapi setelah pembelian selesai dan padi sudah masuk, Pemerintah menaikkan harga stock berasnja.

Bagi mereka, golongan atau pihak jang tidak nang dengan Pemerintah kesempatan ini mudah se-kali dipergunakan untuk melantjarkan propaganda-nja betapa kedjampropaganda-nja Pemerintah bertindak terhadap petaninja sendiri. Membeli padi/beras dari

petani-pe-tani luar negeri dengan suka membajar harga tinggi, tetapi dari petaninja sendiri dengan harga jang djauh lebih murah dan seolah-olah menggunakan tipu

mus-lihat.

Ditambah lagi kenaikan tersebut tidak berlaku ba-•gi Angkatan Perang, Polisi dan pegawai negeri be-serta keluarganja, seolah-olah Pemerintah hendak mentjari "backing" dari pihak-pihak tersebut untuk menghadapi rakjat bagian terbesar jang djusteru tidak mampu mcmbe1i beras dengan harga sedemikian tinggi.

Alasan bahwa dengan kenaikan tersebut Peme-rintah bisa menghemat Rp. 170 djuta untuk tahun • Anggaran Belandja tahun 1959, adalah merupakan suatu alasan jang kami sama sekali tidak bisa me-nerimanja, seolah-olah Pemerintah tidak rriempunjai djalan lain untuk menghema.t Rp. 170 djuta tadi.

Alasan lain jang dikemukakan adalah katanja: keadaan jang 'fama jang sebelum harga diubah, mengakibatkan adanja penjerotan dari luar terhadap Jajasan Urusan Bahan•Makanan dengan tjara pen· djualan D.0.-D.O., bahkan dibuktikannja antara lain, bahwa beras impor dari Mesir, R~R.T., Birma dar, lain-lain berada didalam pasar bebas lebih banjak dari injeksi-injeksi jang peenah dilakukan oleh Jajasan Urusan iahan Makanan setiap hari sampai berbulan-bulan lamanja jang terbukti tertjatat pada daftar tjatatan harga-harga beras bebas (orijs notering). Alas·an ini, Saudara Ketua jang

terhor-·.; ...

~.j.·.i

"~ • !

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(10)

3 7 40

Rapat 152. Rantjangan Anggaran Negara tahun 1959 (Sid. 1958, P. 350).

(Lie Po Yoe.)

mat, merupakan suatu pengakuan dari Pemerintah, bahwa sistim distribusi atau penjalurannja adalah katjau, seperti djuga dengan segala matjam sistim distribusi dan penjaluran dari lain-lain barang. Hampir seluruh barang-barang jang sangat dibutuh-kan oleh rakjat jang disalurdibutuh-kan dengan bermatjam-matjam sistim distribusi, penjalurannja adalah kurang be res.

Beras jang menurut perhitungan sesudah ditambah dengan beras impor tjukup, tetapi penjalurannja tidak be res.

Produksi gula pasir tjukup katanja, tetapi rakjat satu waktu harus mentjari dimana bisa mendapat gula pasir.

Bensin dan minjak tanah tidak kurang produksi dari jang sudah-sudah, tetapi rakjat harus berderet-deret untuk mendapatkan satu botol minjak tanah.

Semen Gresik, pabriknja siang dan malam ber-putar, tetapi untuk mentjari satu zak semen rakjat hams berani membajar 80 sampai 90 rupiah, sedang harga resminja hanja 68 rupiah, begitupun dengan lain-lain barang.

Kami rasa sudahlah tiba waktunja untuk mengubah segala matjam sistim distribusi/penjaluran jang pada hakekatnja hampir semuanja hanja memberikan keuntungan kepada segolongan ketjil sadja dengan mengorbankan bagian rakjat jang terbesar untuk terus-menerus menderita.

Saudara Ketua jang terhormat, kami bukan sadja akan sangat setudju dan akan menjokongnja bahkan frnksi kami akan mempelopori memperdjuangkan bahwa negara hams memimpin politik distribusi mu-lai dari produsen sampai kekonsumen d~ngan ber-pedoman: mendekatkan produsen dan konmmen. Apalagi didjaman serba ,,terpimpin" pada masa se- • karang ini, dimana ada ,,demokrasi terpimpin" dan ,.ekonomi terpimpin", asal djangan semuanja pihak ikut ,,memimpin", sebab pada masa sekarang ini, terlampau banjak jam,g memimpin dan jang ikut tjam-pur tangan dalam segala urusan sampai seketjil-ketjilnja, segala-galanja ada laporan rangkap se-kian helai kepada sese-kian instansi dalam tingkatan ka-bupaten, keresidenan, propinsi dan Pusat dan harus membajar sekian retribusi, sekian contribusi dFtn se-kian sokongan ,,pembangunan" resmi atau tidak res-mi, sehingga baik jang memimpin maupun jang di-pimpin pada satu waktu bingung sendiri apa

sebetul-nja jang dipimpin. •

Dan achirnja jang mendjadi korba:n dan harus menderita adalah rakjat lagi, ~eperti dalam persoalan kenaikan harga beras tadi.

Dalam persoaloo beras ini kamipun minta per-hatian Pemerintah dalam masalah pembeliannja padi, jang setjara lebih luas Qanti akan dibahas oleh rekan kami sefraksi Saudara Martosoewitq,

Boleh dikatakan, bahwa rentjana pembelian padi Pemerintah sedjak tahun 1952 hin_gga sekarang belum pernah mentja,pai

hasil

jang memuaskan,

Tahun demi tahun, tudjuh tahun lamanja, Peme-rintah selalu hanja mentjari 1alasan-alasan barn

kenapa rentjana gagal, djuga tahun ini kami dengar dari Dewan Bahan Makanan, bahwa amat banjak ,,inteme da:n exiterne" faktoren jang menjebabkan ga-galnja rentjana pembelian padi Pemerintah dengan segala systeem koperasi-koperasi single buyer dan single seller beserta Badan Pembelian Padinja.

Tetapi tudjuh tahun lamanja, seolah-olah tidak atau belum tjukup menginsjafkan Pemerintah, bahwa selain adanja interne atau externe faktoren, djuga ada ,,psychologis" faktor jang belum pernah atau sama sekali kurang mendapat perhatian Pemerintah.

Daerah-daerah jang menghasilkan dan mengum-pulkan padi, tiap itahun djika membutuhkan beras pada suatu saat, hams ,,meminta" dahulu, mengirim rekes lewat dan diketahui beberapa instansi., me-ngirim beberapa kali delegasi, untuk achirnja tidak mendapat apa-apa, sedang didaerahnja sendiri ter-timbun dipenggilingan-penggilingan padi dan beras Pemerintah jang diangkut ke-veem-veem jang pada umumnja terletak djauh dari daerah-daerah dan djika, mungkin setjara kebetulan, daerah mendapat sebagian dari permohonannja beras, daerah itu harus mcngangkut kembali dari veem-veem tersebut

Saudara Ketua jang terhormat, bisa diperhitung-kan berapa ongkos-ongkos jang dengan tjuma .. tjuma telah dibuang, belum terhitung onderwicht-wicht baik didjalanan, pulang-pergi, maupun onder-wicht-onderwicht di-veem-veem akibat penimbunan-penimbunan dan sebagainja.

Ongkos-ongkos transport, jang pada masa seka-rang bukan main mahalnja, pulang-pergi, ongkos-ongkos opslag, uitslag, muat dan bongkar dari kendaraan, menimbang, sewaan veem, semuanja ini achirnja dibebankan lagi kepada konsumen alias rakjatnja.

Penghematan dari ini sadja, kami rasa tjukup bagi Pemerintah untuk mendapatkannja jang 170 djuta tadi jang Pemerintah ingin mendapat dari hasil kenaikan harga beras.

,,Psychologis faktor" tersebut, perasaan ,,mendong-kol" baik dari para pedjabat maupun petugas • jang menghadapinja didaerah-daerah maupun dari petaninja jang diwaktu panen d1engan segala matjam, ,,akal dan tjara" diandjurkan untuk mendjual se-baghn hasil padinja kepada Pemerintah dengan harga 1ang djauh lebih rendah dari pada har-ga umum, nanti diwaktu mereka membutuhkan-nja didaerahmembutuhkan-nja masing-masing, sama ~ekali tidak berhak sedikitpun atas padi jang dikumpulkannja didalam daerahnja, semuanja harus diangkut ke-veem-veem dan djika membutuhkannja boleh minta tetapi belum pa~i diberi. • • ,,Psychologis faktor" tersebut jang kami ingin mendapat perhaiian sepenuhnja dari Pemerintah, dalam hal ini Dewan Bahan Makanan. Kami

saran-kan,

hendaknja daerah diberi persentage kwantum

(11)

---~----1· -~_,--.,-~~--~----

----

--~---

..

·~~---~--

.,, ______

----'

Rantjangan Anggaran Negara tahun 1959 (Sid. 1958, P. 350). a.apat 1s2.

3 7 4S

(Singgih Tirtosoediro.)

dengan tahun 1958. Apakah tidak diperlukan pendi-dikan kader jang lebih lilas, terutama kader-kader pegawai-pegawai rendahan, mengingat makin luas-nja pekerdjaan Kementeria:n ,Perhubungan? Pela-djaran da.n pendidikan apa sadja jang kini diseleng-garakan oleh Kementerian 1Perhubungan?

tanja apakah dalam tahun 1959 tidak ada pengelu-aran-pengeluaran jang tetap? Padahal masih banjak rumah-rumah/gedung-gedung Djawatan Lalu-Lintas Djalan jang memerlukan perbaikan dan pemelihara-an jpemelihara-ang baik. Suatu tjontoh misalnja jpemelihara-ang pernah saja lihat ialah Kantor Djawatan Lalu-Lint~s Dja~n di Padang. Kantor tersebut adalah kepun1aan D3a-watan Pekerdjaan Umum. DjaD3a-watan Lalu-Lintas

Di:alau b:ani:a_ weunmnauQ; sadia

Temnat

u~tnk

me-Rantjangan Anggaran Negara tahm 1959 (Sid. 1958, P. 350). Rapat 152.

s

7 41

(Lie Po Yoe.)

jang tertentu jang mereka boleh menguasai 100% sepenuhnja, setiap waktu boleh menggunakannja

untuk daerahnja s-endiri, tanpa terlet>ih dahuiu • .meminta-minta" atau mengadjukan rek.es-rekes.

Saran tersebut setjara lebih .. uitgewerkt" kami lampirkan d:sini, jang kami anggap, untuk menghe-mat waktu, sudah dibatja (Lihat lampiran).

Mengenai pokok-pokok perdagangan luar negeri, Saudara Ketua jang terhormat, dalam lapangan impor, kami mengkonstateer, bahwa Pemerintah sodah tidak mengimpor lagi barang-barang jang luxe da.n jang tidak sangat dibutuhkan oleh rakjat terbanjak.

Dalam hal ini k:ami sarankan, hendaknja Peme· rintah djangan menstop djuga impor kendaraan truck, bis-bis dan opelet-opelet, sebab kendaraan tersebut merupakan kendaraan-kendaraan transport umum. Betapa hebatnja nanti dimana produksi kita bisa naik, djika tidak atau kurang kendaraan truck untuk mentransportnja, hasil-hasilnja dari kenaikan produksi itu akan rusak ditempat-tempat penimbun-an, disebabkan tidak ada atau sukarnja transport. Oleh karena itu hendaknja Pemerintah setjepat mungki.n mengimpor kendaraan-kendaraan truck ter-sebut. Begitupun mengenai bis-bis dan opelet-opelet, rakjat ingin mendapat transport jang tjukup murah dan tjepat untuk pergi dari kampung kekota, atau sebaliknja dimana tidak ada hubungan kereta api.

Dalam lapangan export kami dengar, bahwa sedikit demi sedikit, keadaan mulai memuaska.n dengan dihilangkannj11 barter-barter berkat keak.tief-an dari Menteri Stabilisasi Ekonomi dkeak.tief-an pengawas-an penjelunduppengawas-an setjara keras oleh Angkatpengawas-an Laut.

Sedikit demi sedikitpun djaminan emas naik, se-hingga .,pot" deviezen bertambah; hanja kami usul-k:an hendaknja djangan Pemerintah terlalu ,,kukuh" ingin menabung deviezen sebanjak-banjaknja, sehing. ga ,.lupa" menjediakan deviezen-diviezen untuk. ba-rang-barang modal jang sangat dibutnhkannja.

se-perti tersebut diatas tadi.

Saudara Ketua, walaupun tidak termasuk 100% dalam bidang k.ami~ namun kami anggap sangat penting dalam rangbian menghubungkan dan me-lantjarkan perdagangan antar daerah, dimana suatu daerah bisa mempr~duceer tjukup banjak bahan

makanan, tetapi tida~ bisa mengangkutnja.

Saudara Ketua japg terhormat, kesempatan ini kami henda>k gunaikan untuk miQta perhatian Pemerintah dalam ! masalah pembangunan dari

da~rah dimana kami I berasal. Ini sekali-kali bukan berarti, bahwa kami ·rieinfecteerd" penjakit ,.daerah-isme" "lian hanja me ikirkan daeraknja sendiri sa-dja, sekali lagi tidak. Hanja oleh karena kami rasa- __ kan kurang perhatiatjnja Pemerintalt Pusat terhadap daerah-daerah jang &gak terpentiil letaknja, walau-pun masih terletak d~lam satu pulau dengan Peme-r.intah .Pusat, '

Daerah jang kami maksudkan adalah bagian terpentjil dari daerah Keresidenan Banjumas suatu daerah, djusteru oleh karena terpentjilnja berdjasa dalam massa revolusi clash kesatu dan clash kedua dengan fihak Belanda, dimana berpusat diwaktu itu pemerintahan daerah resmi dan merupakan .,benteng pertahanan" rakjat d:mana belum pernah fihak musuh mendudukinja. Daerah tersebut terle-tak di Kabupaten Purbolinggo, Karesidenan Banju· mas. Kewedanaan Bukatedja/Ilobotsari dan bemama Ketjamatan-ketjamatan Rembang, Karangmontjol, Kedjobong dan Karanganjar. Suatu daerah jang mempunjai areal tanaman 8.000 ha lebih dengan penduduknja jang berdjumlah kurang-lebih 150.000 djiwa.

Daerah tersebut hanja bisa dapat dikundjungi, djika mus'.m kemarau tiba, dimusim hudjan daerah tersebut sama sekali geisoleerd, oleh karena tidak: ada djembatan-dljembatan diatas kali jang menghu-bungkan daerah tersebut dengan daerah luarnja.

Oleh karenanja rakjat dari daerah tersebut hanja siang-malam mengharap-harap Pemerintah pada suatu waktu mengabulkan keinginannja akan adanja djembatan-djembatan diatas kali-kali tersebut.

Gambar-gambar dan begroting telah dibikin oleh Djawatan Pekerdjaan Umum Daerah Swatantra ting-kat II Purbolinggo, tetapi hingga kini masih

tetap merupakan hanja gambar-gambar dan begr<>-ting-begroting diatas kertas sadja.

Alangkah berterima kasihnja rakjat daerah terse. but, djika Pemerintah setjara ,,tegas dan tepat" menjataka_n setudjunja dengan keinginan rakjatnja dan segera memberikan begrotingnja guna keperluan tersebut diatas sesuai dengan adanja .,operasi makmur", apalagi begroting tersebut hanja berdjum-lah paling banjak 7 djuta rupiah, berikut dengan pembukaan djalan jang menghubungkan desa Karanguengah (Ibukota Ketjamatan Karanganjar) dengan Rembang. sepandjang hanja 15 km.

Dimana disalah satu ramalan jang ten:Dasjhur • .Djojobojo" disebutkan (kalau tidak salah!), bahwa nanti djika ada Bupati jang bukan Bupati dan bukan Bupati mendjadi Bupati, disitulab kali-kali Tambra. Genteng. Kuripan dan lain-lain akan .,dipajungi" dengan djembatan-djembatan kepunjaan rakjat. disinilah Saudara Ketua, kami rasa sudah tiba wak· tunja untuk Pemerintah menolong rakjatnja meng-bubungkan daerahnja dengan ,,dunia Juar", sebab

so-karang sudah ada Patih bukan Bupati jang mendja-bat Bupati dan Kepala Daerah jang bukan Bupati.

Dengan djawaban Pemerintah nanti

kami

harap Pemerintah suka dengan tegas nrenjatakan kapao delegasi dari pemerintahan daerah tersebut boleb menghadap kepada Pemerintch Pusat untuk

men-dapat keputusatWja jang sangat mengembirakan rakjatnja daerah tersebut, buat mana sebeJ.umnja kami, mendahului, menghaturkan banjak-banjak to. rima kasih kepada Pemerintah atas nama rakjat

daerah

tersebutl

(12)

3746

Rapat

1s.t.

:Rantjaiigan

Anggaran Negara

tahun

1959

(Sid. 1958, P. 350).

_ (Sin.ggih Tirtosoetliro.)

illi

du;ehut ,,Memori". Ini berarti, bahwa ada

pega-wai-pegawai jang berdiam dihotel, mess atau -los-m-en. Apakah tidak dipikirkari untuk m,endirikan perumahan untuk pegawai-pegawai jang berS1ang-lmtan?

Men:urut mata-anggaran 8A.5A.l.22, pembefo•n bis, truck, mesin-mesin, kraanwagens dan sebagainja berdjumlah Rp. 22.500.000,-. Sedang dalam itahun 1958 pos tersebut berdjumlah Rp. 13 djuta. Saja m.inta diberi perintjian dan pendjelasan tentiang p~ggunaan truck-truck, mesin-mesin dan sebagainja itu;. Dalam pos tersebut ,termasuk djuga pembelian 20 buah bis ham dari Hongaria. Menurut pendje-lasan- dalam surat 3c bis-bis j1ang akan dibeli dari Hongari:a itu berojumlah 100 1buah. Kapankah kira-nja jang 80 buah bis lainkira-nja itu dapat didatangkan? Menurut keterangan 20 .buah bis j.ang akan datang dalam tahun 1959 dibajar kontan oleh Pemerintah.

rug dapat menghasilkan penerbang-penerbang dan tehnisi penerbangan tiap tahunnja?

Mengingat akan pentingnja'l1alu-lintas udara, saja andjurkan: · supaja pembarigunan lapangari-lapangaI1 terb:ang; __ !eruta,nia di-Nusa Tenggara, Ka'1iimmtan, Sulawesi dan. Sumatera dapat disegerakan. Selain itu hendaknja setasiun-setasiun udara diperlengkapi de-ngan alat-alat dan instalasi-instalasi untuk meng-atur keamanan dan lalu-lintas udara, misalnja sadja setasiuii-setasiun udara di Nusa Tenggai:a jang sa~

ngat kurang perlengkapannja. Sumbangan kepada Garuda Indonesian Airways dalam tahun 1959 ber-djumlah Rp. 200 djuta. Dapatkah Pemerintah mem-berikan perintjian tentang pengduaran dan peneri-mai:m Garuda Indonesian Airways trajek demi trajek? Oleh karena Gamda Indonesian Airways mendapat

sum~angan jang tidak sedikit dari Pemerintah,- hen-d'.lkn1a balans Garuda Indonesian Airways clilam-prrkan pada Nota Keuangan tahun 1959.

Sampai dimana usaha Garuda lndonesiari Airways menambah pesawat-pesawat udara baru? · Apakah tidak dapat diusahakan dengan

pemba-jaran kredit? Apakah,ada rentjana untuk meniperluas Hingga kini dalam pembelian pesawat-pesawat ttajek:-trajek? Menurut Anggaran Belandja tahun udara Garuda Indonesian Airways berorientasi ke 1959- ·· · penerimaan D. A. M. R. I. berdjumlah Erop~h Ba~at sadj_a. Apa~ah tidak ada usaha djuga

Rp ..

'36;680.000,- sedang pengeluarannja berdjumlah beroi:ientasi ke Eropah Timur? Mungkin ada pen-R. ·· · 8-O 080 000 p. . . , - men 1a ·

ct·

d. k I erugian · DA M RI . . . . . dapat bahwa dengan a:danja bermatjam~mat1·.am type

ber_djumlah + Rp. 43 djuta. Untuk bisa menutup, pesawat-pesawat udara akan menjulitkan pemeliha-setida:k-tidaknja mengurangi deficit ini, apakah tidak raannja. Pendapat demikian ini kiranja dapat diban-dipikirkan untuk membedkan trajek-trajek jang ,,ge- tah dengan menundjukkan pengalaman-pengafaman fuu~" ·. da_ n. atau memperluas trajek-trajek? . j.ar.rg baik ~ari Angkatan Udara Republik Indonesia

de.rig~n dipa!cainja djuga pesawat~pesawat udara Ilju-Mi-srunja sadja membuka trajek barn untuk

sin:-14:

keluaran Eropah Tiinur.

D.A.M.R.I. didaerah transmigrasi di Lampung dari Garuda -Indonesian Airways pada waktu ini tidak Tandjung Karang kedaerah Metro dan Gedungta- m~makaUagi-pes!lwat-pesawat Heron. Dalam tahun taa,n. . .. ·· . • . - 19$.7' telah dapat didjual sebuah pesawat Heron

de-·napatkah kiranja kepada Dewan Perwakilan Rak- ngan harg_a .£. 20.500,-.

jat ~iberi perintjian tentang ~e~dapatan D.A.M.R.I.? • Apakah dad 13 buah pesawat Heron Iainnja sudah ··. DJawatan rPenerbangan S1plli. ada jang terdjual daliam tahun 1958? Menurut kete-.-_.J,>os-untuk pemeliharaan/perhaikan gedung-gedung rangan tida:k dipakainja pesawat"pesawat Heron itu

dan rumah-rumah disebutkan ,,Memori". Apakah disebabkan · karena kesukarkesukaran teknis an-dalam tahun 1959 tidak ada pengeluaran-pengeluaran

t~ra

Iain tidak bisa m'endapatkan lagi spareparts' jang jang dapat ditentukan untuk pemeliharaan/perbaikan dibutuhkan. Apakah pada waktu membeli pesawat-gedun:g-gedung dan rumah-rumah dari Djawatan Pe-:. pesawat t_er,bang teFsebut hal-hal itu tidak diperhi-nerbangan Sipil? Sokongan untuk hotel, mess/losnien tungkan? Berapakah<'kiranja kerugian Garuda Indo-berdjumlab Rp. 830.000,-. Sedang dalam tahun .nesia1:1; Air~ars setjata bedrijfseconomisch dengan ti-'1958 djunilah pos tersebut Rp. 330.000,___:_, mendjadi <:lak dipakamJa lagi pesawat-pesawat Heron tersebut?

naik · Rp. 500.000,___:~ Mengingat nailrnja p0s tersebu-t Menuiut keterangan, -

iziii ··

peri.erbangan

ke

India jang begitu banjak, apakah tidak ada usaha untuk dan ~~rma telah didapat dari negara-negara jang her~ meridirikan perumahan-perumahan u~uk pegawai? sangkutan. Kapankah kiranja lin~Un tersebut dibuka? · · Biaja untuk pendidikan pegawai berdjumlah -

M~ngi!igat

akanmakjn perttingnja lalu-lintas

uda-Rp. l?. 200.000,--:. • tra,bmaka henddakrija phem~angui:ia~··lapanga)1~lapangan er aI1;g men apat per atian, t~rut11ma pembanguna,n/ . > Dalam tahun 1958 biaja ini berdjumlah perba1kan lapangan terbang d1 Npsa Tenggara,

Kali-Rp. 16.339.000,-.9Mengingat kebutuhan Pemerintah mantan, Sulawesi dan Sti!materai Dalam Anggaran akan penerbang"penerbang dan tehnisi penerbangan, Belandja .t~hun: 1959 disediakan!pos-pos untu\ ke-~pakah biaja· tersebut fudah tjukup? Garuda Indo- perluan . mi. Jang perlu- ialah <l>torisasi dari pada

nesian Airways tentunja masih kel&rangan pener- l'1aja-biaja djangan sa,mpai terlambat. Dalam praktek ~ng-penerbang dan tehnisi penerbangan. Berapakah !elah ~erbukti, bahwa ~torisasi-~t_orisasi biaja-biaja -kiranja dju.ml~h japg ·dib.ut:uhkan ole~ Garuda In- ~t~_ser)llg ter,~amb~t, •seh_mgga_ pe~erdjaan~pekerdjaan don~siaif Airways dan &erapakah pendidikan di Tju- Jang telal_l d1rent1anakan · mat1et 1 karenanja. ·

-•

I

, 1

__ __.. ....

Referensi

Dokumen terkait

rakjat Indonesia disana berharap dengan sangat supaja me,.. reka pada waktu ini dapat berkumpul dan bersatu lagi dalam satu negara merdeka, ialah Negara

Di samping memperhatikan hak asasi manusia dalam setiap melaksanakan tugas dan wewenangnya, setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib pula

Sidang yang terhormat, Sebagaimana kita maklumi perhitungan untuk perkiraan penerimaan negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1986/1987 yang bersumber dari

1) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD mengamanatkan kepada MPR untuk memasyarakatkan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia

PENGESAHAN PENYATUAN TIMOR .·TilVlUR. KE DALAM NEGARA KESh'l'UAN REPUBLIK INDONESIA. hapuskan, karena tidak· ses·uai dengan peri~kemci.nusia8,ri. dan dukungan dari

hafalan dan menghil angkan sifat pelupa, dan l ain -l ain s ebagai nja, jaitu berm atj am-berm atj am mas al ah j ang wal aupun dapat dit erima pada mas a-masa j ang lam pau namun pada

Mereka, sudah tentu akan me- njampaikan kepada tanah asal- nja dan kepada luar negeri, bahwa Republik Indonesia Seri- kat jang baru dibentuk itu, ada- lah sungguh2 suatu Negara hu- kum

lam"· nja Sibolga inenaj,i!di iqoe kota kira kira pada tanggal l Februari tahoen 1931 jang akan- date boekoe dari Taman Poestaka, j tentof'lah tidak akan mendapat ,nama I dari