PENGARUH KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF , BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL, LOAN TO DEPOSIT RATIO , NON
PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus Pada Lembaga Perkreditan Desa Se-
Kecamatan Melaya Periode 2013-2016)
1I Ketut Gede Wiguna Sastra,
1Made Arie Wahyuni, 2Putu Eka Marvilianti Dewi
Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: {[email protected], [email protected], [email protected]}@undiksha.ac.id
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil pengujian dari pengaruh KAP, BOPO, LDR dan NPL terhadap profitabilitas secara simultan pada LPD Kecamatan Melaya. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal.
Subjek penelitian ini adalah LPD Kecamatan Melaya dan objek dari penelitian ini adalah KAP, BOPO, LDR dan NPL profitabilitas. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen dan dianalisis menggunakan analsis regresi linier brganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh negatif dan signifikan secara parsial dari KAP terhadap profitabilitas sebesar -44,8%, dan (2) ada pengaruh negatif dan signifikan secara parsial dari BOPO terhadap profitabilitas sebesar -77,2%, (3) ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial dari LDR terhadap profitabilitas sebesar 36,9%, dan (4) ada pengaruh positif namun tidak signifikan secara parsial dari NPL terhadap profitabilitas sebesar 28,8%.
Kata Kunci : KAP, BOPO, LDR, NPL, Profitabilitas
ABSTRACT
This study aimed at obtaining the testing result of the effect of PAQ, OCOI, LDR and NPL on profitability simultaneously on all Village Finance Institutions (LPD) in Melaya Subdistrict. The research design used was causal quantitative design. The subject of this research was all LPD in Melaya Subdistrict and the object of this research was PAQ, OCOI, LDR and NPL on profitability. In this study the data were collected by document recording method and analyzed by using multiple linear regression analysis. The results of this study indicated that (1) there was a partially negative and significant effect of PAQ on profitability of -44.8% and (2) there was a partially negative and significant effect of OCOI on profitability of -77.2%, (3) there was a partially positive and significant effect of LDR on profitability of 36.9%, and (4) There was partially positive but not significant effect of NPL on profitability of 28.8%.
Keyword: PAQ, OCOI, LDR, NPL, Profitability
PENDAHULUAN
Lembaga keuangan memiliki kegiatan utama yaitu menyediakan dana serta menampung uang yang sementara waktu belum digunakan oleh pemiliknya.Dalam surat keputusan Gubernur Provinsi Bali No.3 Tahun 2007 disebutkan bahwa LPD merupakan salah satu unsur kelembagaan keuangan Desa Pakraman untuk mengelola potensi keuangan Desa Pakraman tersebut. LPD dapat berkembang dengan baik apabila semua aspek-aspek pendukung yang ada didalamnya mendapat perhatian yang baik dari manajemen. Walaupun LPD tidak hanya untuk mencari laba namun di dalam menjalankan aktivitas usahanya. Sehat tidaknya kinerja keuangan perbankan dapat dilihat melaui kinerja profitabilitas suatu bank tersebut.
Keberadaan Profitabilitas di dalam dunia perbankan memiliki peran penting baik untuk pemilik, penyimpan, pemerintah dan masyarakat. Dalam penelitian ini rasio yang digunakan mengukur profitabilitas yaitu Return On Asset (ROA) karena dapat mengukur kemampuan dan efektivitas manajemen bank dalam memperoleh atau mengahasilkan laba secara keseluruhan.
Menurut Putri (2012:16), semakin tinggi ROA menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang semakin baik sebab semakin besar tingkat pengembalian yang diperoleh.
LPD yang terdaftar di Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Kabupaten Jembrana selama periode 2013-2016 sebanyak 13 LPD. Namun setiap tahunnya terdapat ada saja LPD yang mengalami penurunan profitabilitas. Dari pemaparan permasalahan di atas, yaitu apakah Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Net Performing Loan (NPL) berpengaruh terhadap profitabilitas (studi kasus pada lembaga perkreditan desa se- kecamatan melaya periode 2013–2016 ?
Untuk menjawab permasalahn tersebut,tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah KAP,BOPO,LDR dan NPL berpengaruh terhadap profitabilitas pada LPD se- Kecamatan Melaya yang sudah terdaftar di LPLPDK Jembrana Periode 2013-2016.
Kualitas aktiva produktif (KAP) merupakan penanaman dana dalam rupiah dan valuta asing yang dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan. Semakin besar nilai yang ditunjukkan oleh variabel KAP semakin besar pula bank harus mencadangkan keuntungan yang diperoleh untuk aktiva ini, sehingga laba bersih yang diperoleh bank akan semakin kecil (Simanjuntak, 2009: 66). Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Hesti (2010) pada Bank umum syariah nasional, dimana KAP mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas, artinya jika KAP meningkat maka profitabilitas akan menurun begitu juga sebaliknya, Dari uraian diatas maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:
H1: KAP berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se- Kecamatan Melaya yang terdaftar di LPLPDK Jembrana periode 2013 - 2016.
Rasio BOPO menunjukkan efisiensi bank dalam menjalankan usaha pokoknya, terutama kredit, dimana sampai saat ini pendapatan bank - bank di Indonesia masih didominasi oleh pendapatan bunga kredit. Semakin kecil BOPO menunjukkan semakin efisien bank dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Berdasarkan Hasil Penelitian sebelumnya Margareta dan Zai (2013) secara parsial variabel BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Berdasarkan pemaparan diatas maka rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H2: BOPO berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se- Kecamatan Melaya yang terdaftar di LPLPDK Jembrana periode 2013 - 2016.
LDR menunjukkan tingkat kemampuan bank dalam menyalurkan dana pihak ketiga yang dihimpun oleh bank. Peningkatan LDR berarti penyaluran dana ke pinjaman semakin besar sehingga laba akan meningkat.
Peningkatan laba tersebut mengakibatkan kinerja bank yang diukur dengan ROA semakin tinggi. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh Dewi (2015) pada LPD se-Kecamatan Buleleng, menunjukkan bahwa variabel LDR secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Berdasarkan pemaparan diatas maka rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H3: LDR berpengaruh positif terhadap Profitabilitas pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se- Kecamatan Melaya yang terdaftar di LPLPDK Jembrana periode 2013 – 2016
NPL digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam mengcover resiko pengembalian kredit oleh debitur.
NPL dihitung dengan memperbandingkan antara kredit bermasalah terhadap total kredit. Semakin tinggi NPL maka biaya yang dikeluarkan semakin besar, sehingga berpotensi terhadap kerugian pada bank dan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar.
Berdasarkan Hasil Penelitian Pelo (2012) yang menunjukkan adanya pengaruh positif NPL terhadap ROA namun tidak signifikan Berdasarkan pemaparan diatas maka rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H4: NPL berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se- Kecamatan Melaya yang terdaftar di LPLPDK Jembrana periode 2013 - 2016.
METODE
Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian terhadap hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Penelitian ini termasuk
dalam pendekatan kuantitatif karena data yang digunakan berbentuk angka-angka.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Variabel dalam penelitian ini adalah BOPO, Net Performing Loan (NPL), Loan To Deposit Ratio (ROA) dan KAP sebagai variabel independen dan profitabilitas sebagai variabel dependennya.
Subyek dalam penelitian ini adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan Melaya dan objek penelitian ini adalah Kualitas Aktiva Prduktif (KAP) (X1) ,Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) (X2), Loan To Deposit Ratio (LDR) (X3) Net Performing Loan (NPL) (X4) dan Profitabilitas (Y).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Lembaga Pekreditan Desa se-Kecamatan Melaya yang mengeluarkan laporan keuangan periode 2013-2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh LPD yang sudah terdaftar di LPLPDK Jembrana yaitu sebanyak 13 LPD. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 LPD yang telah memenuhi kriteria.
Jenis data yang digunakann dalam penelitian ini yaitu Data Kuantitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka- angka. Pendekatan kuantitatif dimaksud dengan penilaian terhadap rasio-rasio profitabilitas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan pencatatan dokumen HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Dalam Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, terdapat 3 LPD yang tidak lengkap dalam penyertaan laporan keuangan, sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 LPD yang telah memenuhi kriteria.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara langsung oleh peneliti dengan cara mendatangi LPLPD dan membaca laporan keuangan tahunan LPD se-Kecamatan Melaya dari tahun 2013 –
2016. Statistik deskriptif bertujuan untuk melihat distribusi data dari variabel yang digunakan dalam penelitian. Berikut statistik deskriptif menunjukkan bahwa variabel KAP memiliki nilai minimum sebesar 0,31, nilai maksimum sebesar 23,65, nilai rata – rata (mean) sebesar 6,46 dan nilai standar deviasi sebesar 5,65. BOPO memiliki nilai minimum sebesar 68,15, nilai maksimum sebesar 90,63, nilai rata – rata (mean) sebesar 80,42, dan nilai standar deviasi sebesar 6,47. LDR memiliki nilai minimum sebesar 41,30, nilai maksimum sebesar 102,78, nilai rata – rata (mean) sebesar 72,82, dan nilai standar deviasi sebesar 15,73.
NPL memiliki nilai minimum sebesar 0,80, nilai maksimum sebesar 38,84, nilai rata – rata (mean) sebesar 13,14, dan nilai standar deviasi sebesar 10,03.
Untuk menentukan data, peneliti telah memenuhi uji normalitas maka dapat dilihat pada normal probability plots, cara ini melihat distribusi data residual (otomatis oleh komputer) secara kumulatif. Data dikatakan berdistribusi normal jika plots atau titik – titik data residual mengikuti garis diagonal. Hasil dari normal probability plots dalam penelitian ini menunjukkan bahwa plots atau titik – titik dari data residual mengikuti garis diagonal,
Gambar 1. Normal Probability Plots Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.
Pengujian ada tidaknya gejala multikolinearitas dilakukan dengan memperhatikan nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance-nya.
Apabila tolerance value lebih tinggi dari 0,10 atau Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil daripada 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas.
Tabel 1. Hasil Uji Multikolonieritas No Variabel Bebas Tolerance VIF Keterangan
1 KAP 0,228 4,384 Tidak Terjadi Multikolinieritas 2 BOPO 0,907 1,102 Tidak Terjadi Multikolinieritas 3 LDR 0,650 1,537 Tidak Terjadi Multikolinieritas 4 NPL 0,227 4,399 Tidak Terjadi Multikolinieritas
Berdasarkan pada Tabel 1 dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari kedua varabel lebih besar dari 10% atau (0,228 >
0,1) dan nilai VIF lebih kecil dari 10 atau (4,384 < 10) untuk variabel KAP, nilai tolerance BOPO lebih besar dari 10%
atau (0,907 > 0,1) dan nilai VIF lebih kecil dari 10 atau (1,102 < 10), nilai tolerance variabel LDR lebih besar dari 10% atau (0,650 > 0,1) dan nilai VIF lebih kecil dari 10 atau (1,537 < 10), dan nilai tolerance
variabel NPL lebih besar dari 10% atau (0,227 > 0,1) dan nilai VIF lebih kecil dari 10 atau
(4,399 < 10). Jadi dari pemaparan hasil output SPSS uji multikolinieritas dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala multikolinieritas dalam model regresi penelitian ini.
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap disebut Homoskedastisitas. Dan Jika variance berbeda, disebut Heteroskedastisitas.
Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas terjadi jika pada grafik scatterplot titik - titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, baik menyempit, melebar. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas terlihat bahwa titik- titik menyebar secara acak serta tersebar di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi dalam penelitian ini,
sehingga layak untuk dilakukan pengujian selanjutnya
Gambar 2. Grafik Scatterplot
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menjelaskan ketentuan daerah terjadinya autokorelasi positif atau negatif, maupun tidak terjadi autokorelasi
Tabel 2. Hasil Uji Autokorelasi Durbin-
Watson dl du 4 - du 4 - dl Keterangan
1,667 1,2848 1,7209 2,2791 2,7152 Tidak terjadi autokorelasi Hasil uji Durbin Watson dalam
penelitian ini diketahui bahwa nilai DW sebesar 1,667. Sedangkan untuk α = 0,05 pada Tabel DW dengan n = 40 dan variabelnya (k) = 4 diperoleh dl =1,2848 dan du = 1,7209, karena hasil uji autokorelasi menunjukkan nilai DW lebih besar dari nilai dU dan lebih kecil dari nilai 4 – dU (dU<d<4 - dU) Maka dpat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam model regresi penelitian ini.
Analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan Koefisien Determinasi (R2) dan Analisis Regresi Linier Berganda. Kekuatan pengaruh variabel bebas terhadap variasi variabel terikat dapat diketahui dari besarnya nilai koefisien determinan (R2), yang berbeda antara nol dan satu.
Tabel 3. Hasil koefisien Determinasi (R2) Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 0,846a 0,715 0,683 0,85751 1,667
Tabel 3 menunjukkan koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R square). Nilai R menunjukkan tingkat hubungan antar variabel – variabel bebas (x) dengan variabel terikat (y). Dari hasil olehan data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,846 atau sama dengan 84,6% artinya hubungan antara variabel x
(NPL, BOPO, dan LDR) terhadap variabel y profitabilitas (ROA) dalam kategori kuat.
R square menjelaskan seberapa besar variasi y yang disebabkan oleh x, dari hasil perhitungan diperoleh nilai R2 sebesar 0,715 atau 71,5%. Adjusted R Square merupakan nilai R2 yang disesuaikan sehingga gambarannya lebih
mendekati mutu penjajakan model, dari hasil perhitungan nilai adjusted R square sebesar 68,3%. Artinya 68,3% ROA dipengaruhi oleh keempat variabel bebas KAP, BOPO, LDR, dan NPL. Sedangkan sisanya 67,3 % dipengaruhi oleh faktor- faktor lain diluar model. Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh variabel KAP, BOPO, LDR dan NPL sangat besar terhadap perubahan Profitabilitas.
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya pengaruh variabel bebas yaitu NPL (X1), BOPO (X2), dan LDR (X3) terhadap variabel terikat profitabilitas (Y).
Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda dengan bantuan program aplikasi komputer Statistical Package for Social Sience (SPSS) 17.0 for Windows, maka diperoleh hasil pengujian sebagai berikut.
Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14,485 2,072 6,989 0,000
KAP -0,151 0,51 -0,560 -2,966 0,005
BOPO -0,160 0,22 -0,680 -7,181 0,000
LDR 0,028 0,11 0,285 2,548 0,015
NPL 0,051 0,29 0,336 1,776 0,084
Berdasarkan hasil uji regresi berganda pada Tabel 4 diperoleh nilai konstanta (α) sebesar 14,485, nilai koefisien regresi KAP (β1) sebesar -0,151, nilai koefisien regresi BOPO (β2) sebesar -0,160, nilai koefisien regresi LDR (β3) sebesar 0,028 dan nilai koefisien regresi NPL (β4) sebesar 0,051. Sehingga persamaan regresi diformulasikan sebagai berikut;
Y = 14,485 – 0,151X1 – 0,160X2 + 0,028X3 + 0,051X4………(1) Nilai masing-masing koefisien regresi variabel bebas dari model regresi linier tersebut memberikan gambaran sebagai berikut:
(1) Konstanta sebesar 14,485 artinya bahwa apabila besarnya KAP (X1), BOPO (X2),LDR (X3), dan NPL (X4) nilainya sama dengan nol, maka Profitabilitas (Y) di LPD Kecamatan Melaya sebesar 14.485
(2) Nilai koefisien variabel KAP (X1) sebesar -0,151 menunjukkan bahwa KAP mempunyai pengaruh negatif
terhadap Profitabilitas (Y) sebesar - 0,151. Berarti bahwa jika terjadi peningkatan variabel KAP (X1) sebesar satu tingkat dengan asumsi variabel bebas yang lainnya konstan, maka besarnya profitabilitas (Y) akan mengalami peningkatan sebesar - 0,151 tingkat.
(3) Nilai koefisien BOPO (X2) sebesar - 0,160 menunjukkan bahwa BOPO mempunyai pengaruh negatif terhadap Profitabilitas (Y) sebesar - 0,160. Berarti bahwa jika terjadi peningkatan variabel BOPO (X2) sebesar satu tingkat dengan asumsi variabel bebas yang lainnya konstan, maka besarnya profitabilitas (Y) akan mengalami peningkatan sebesar - 0,160 tingkat.
(4) Nilai koefisien LDR (X3) sebesar 0,028 menunjukkan bahwa LDR mempunyai pengaruh positif terhadap Profitabilitas (Y) sebesar 0,028. Berarti bahwa jika terjadi peningkatan variabel LDR (X3) sebesar satu tingkat dengan asumsi
variabel bebas yang lainnya konstan, maka besarnya Profitabilitas (Y) mengalami peningkatan sebesar 0,028 tingkat.
(5) Nilai koefisien NPL (X4) sebesar 0,051 menunjukkan bahwa NPL mempunyai pengaruh positif terhadap Profitabilitas (Y) sebesar 0,028. Berarti bahwa setiap kenaikan NPL (X4) sebesar satu tingkat dengan asumsi variabel bebas yang lainnya konstan, maka besarnya Profitabilitas
(Y) mengalami peningkatan sebesar 0,051 tingkat
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan.
Hasil uji hipotesis parsial dapat dinterpretasikan dengan penjelasan sebagai berikut:
Tabel 5. Uji t
1. Pengaruh Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Profitabilitas
Berdasarkan tabel 5, untuk variabel KAP diperoleh (X1) sebesar - 0,151 dengan nilai p-value sebesar 0,005 < 0,05, hal tersebut berarti bahwa H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan variabel KAP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas LPD Kecamatan Melaya.
2. Pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas
Berdasarkan tabel 5, untuk variabel BOPO diperoleh (X2) sebesar -0,160 dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, hal tersebut berarti bahwa H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan variabel BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas LPD Kecamatan Melaya.
3. Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR) terhadap Profitabilitas
Berdasarkan tabel 5, untuk variabel LDR diperoleh (X3) sebesar 0,028 dengan nilai p-value sebesar
0,015< 0,05 hal tersebut berarti bahwa H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan variabel LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas LPD Kecamata Melaya.
4. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Profitabilitas
Berdasarkan tabel 5, untuk variabel NPL diperoleh (X4) sebesar 0,051 dengan nilai p-value sebesar 0,084 > 0,05 hal tersebut berarti bahwa H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan variabel NPL berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas LPD Kecamata Melaya.
PEMBAHASAN
Pengaruh KAP (X1) Terhadap Profitabilitas (Y)
Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada uji statistik t diperoleh hasil yaitu besarnya hubungan pengaruh KAP terhadap profitabilitas sebesar -0,151 dengan nilai p-value sebesar 0,005 <
0,05, hal tersebut berarti bahwa H0
Model Unstandardized
Coefficients
Standardize d
Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14,485 2,072 6,989 0,000
KAP -0,151 0,51 -0,560 -2,966 0,005
BOPO -0,160 0,22 -0,680 -7,181 0,000
LDR 0,028 0,11 0,285 2,548 0,015
NPL 0,051 0,29 0,336 1,776 0,084
ditolak, sehingga dapat disimpulkan variabel KAP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas pada LPD Kecamatan Melaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KAP yang diproksikan dengan PPAP berpengaruh negatif terhadap profitabilias LPD di Kecamatan Melaya, apabila PPAP naik, diprediksikan ROA akan turun karena PPAP merupakan beban bagi bank (Sadewo, 2009: 77). Peningkatan ataupun penurunan PPAP selama periode 2013 - 2016 akan mempengaruhi kenaikan atau penurunan profitabilias secara negatif signifikan LPD di Kecamatan Melaya.
Semakin rendah PPAP yang dicapai oleh LPD menunjukkan kinerja LPD semakin baik. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana, sehingga PPAP merupakan beban bagi bank.
Semakin besar PPAP menunjukkan kinerja dari aktiva produktif semakin menurun sehingga berakibat menurunkan ROA (Muljono, 1999). Semakin besar PPAP maka semakin buruk aktiva produktif bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin besar (Almilia dan Herdiningtyas, 2005: 13).
Adanya pencadangan yang semakin tinggi, mengindikasikan bahwa aktiva produktif yang dimiliki bank banyak yang memiliki kolektibilitas dalam perhatian khusus sampai dengan macet. Hal tersebut mengindikasikan bank kurang berhati-hati dalam menyalurkan dananya sebagai pembiayaan. Semakin besar nilai yang ditunjukkan oleh variabel KAP, maka semakin besar pula bank harus mencadangkan keuntungan yang diperoleh untuk aktiva ini, sehingga laba bersih yang diperoleh bank akan semakin kecil (Simanjuntak, 2009: 66). Adanya dana cadangan ini dapat mengakibatkan bank kekurangan likuiditas dan kehilangan kesempatan berinvestasi.
Kekurangan likuiditas dapat mengakibatkan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap bank. Hilangnya kesempatan berinvestasi dalam bentuk pembiayaan mengakibatkan pendapatan
potensial bank pun berkurang. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dari Hesti (2010) dan Aini (2013) yang menyatakan bahwa secara parsial variabel KAP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas.
Penelitian ini menolak penelitian Sartika (2013) yang menyatakan bahwa KAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.
Pengaruh BOPO (X2) Terhadap Profitabilitas (Y)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan regresi mempunyai arah koefisien beta negatif. Arah koefisien beta negatif berarti terdapat pengaruh negatif antara variabel BOPO terhadap variabel Profitabilitas, yang memperlihatkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut adalah tidak berbanding lurus. Semakin besar BOPO pada LPD Kecamatan Melaya maka LPD Kecamatan Melaya akan memiliki profitabilitas yang semakin kecil. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh secara parsial antara variabel BOPO dan profitabilitas. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada uji statistik t diperoleh hasil yaitu besarnya hubungan pengaruh BOPO Terhadap profitabilitas sebesar -0,160 dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, hal tersebut berarti bahwa H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan variabel BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas pada LPD Kecamatan Melaya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika BOPO meningkat yang berarti efisiensi menurun, maka profitabilitas yang diperoleh LPD akan menurun. Hal ini disebabkan karena tingkat efisiensi LPD dalam menjalankan operasinya berpengaruh terhadap pendapatan yang dihasilkan oleh LPD tersebut. Jika kegiatan operasional dilakukan dengan efisien, dalam hal ini nilai rasio BOPO rendah, maka pendapatan yang dihasilkan LPD tersebut akan naik. Selain itu, besarnya rasio BOPO juga disebabkan karena tingginya biaya dana yang dihimpun dan rendahnya
pendapatan bunga dari penanaman dana.
Semakin besar BOPO semakin kecil profitabilitas, sedangkan semakin kecil BOPO makan akan semakin besar profitabilitas LPD.
BOPO merupakan perbandingan antara total biaya operasional dengan total pendapatan operasional. BOPO digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam kegiatan operasinya, sesuai dengan logika teori yang menyatakan bahwa efisiensi bank dapat tercapai dengan beberapa cara salah satunya dengan meningkatkan pendapatan operasinal dengan memperkecil biaya operasional atau dengan biaya operasional yang sama akan dapat meningkatkan pendapatan operasional sehingga pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan LPD yang pada akhirnya dapat meningkatkan profitabilitas.
Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dari Nusantara (2009) yang menyatakan bahwa secara parsial variabel BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian Erista (2011), Margaretha dan Zai (2013) dan Eprima (2015) juga menyatakan pula bahwa variabel BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Penelitian ini menolak penelitian Eng (2013) yang menyatakan bahwa variabel BOPO tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
Pengaruh LDR (X3) terhadap Profitabilitas (Y)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan regresi mempunyai arah koefisien beta positif. Arah koefisien beta positif berarti terdapat pengaruh positif antara variabel LDR terhadap variabel Profitabilitas, yang memperlihatkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut adalah berbanding lurus. Semakin besar LDR pada LPD Kecamatan Melaya maka LPD Kecamatan Melaya akan memiliki profitabilitas yang semakin besar. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh secara parsial antara variabel
LDR dan profitabilitas. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada uji statistik t diperoleh hasil yaitu besarnya hubungan pengaruh LDR terhadap profitabilitas sebesar 0,028 dengan nilai p-value sebesar 0,015 < 0,05, hal tersebut berarti bahwa H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan variabel LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas pada LPD Kecamatan Melaya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika kemampuan LPD dalam menyalurkan kredit yang terkumpul adalah tinggi, maka semakin tinggi pula kredit yang diberikan pihak LPD dan akan meningkatkan laba LPD yang bersangkutan, dengan kata lain kenaikan Loan to Deposit Ratio akan meningkatkan profitabilitas, sehingga kinerja keuangan LPD akan semakin baik dengan asumsi LPD tersebut mampu menyalurkan kredit dengan efektif sehingga jumlah kredit macetnya akan kecil.
LDR merupakan rasio yang mengukur kemampuan LPD dalam mengeluarkan kredit dari dana pihak ketiga yang terkumpul di bank. Semakin rendah LDR menunjukkan kurangnya efektivitas LPD dalam menyalurkan kredit.
LDR yang rendah menunjukkan LPD
belum sepenuhnya mampu
mengoptimalkan penggunaan dana masyarakat. Semakin tinggi LDR maka laba yang diperoleh LPD tersebut akan meningkat, dengan asumsi LPD tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan efektif sehingga diharapkan jumlah kredit macetnya rendah
Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dari Erista (2011) yang menunjukkan variabel LDR mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian Margaretha dan Zai (2013) juga menyatakan bahwa terdapat LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.
Penelitian Nusantara (2009) dan Eprima (2015) yang menyatakan bahwa secara parsial menunjukkan ada pengaruh antara LDR terhadap profitabilitas. Penelitian ini menolak penelitian Eng (2013) yang menyatakan bahwa variabel LDR
berpengaruh negatif signifikan terhadap Profitabilitas.
Pengaruh NPL (X4) terhadap Profitabilitas (Y)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan regresi mempunyai arah koefisien beta positif. Arah koefisien beta positif berarti terdapat pengaruh positif antara variabel NPL terhadap variabel Profitabilitas, yang memperlihatkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut adalah berbanding lurus. Semakin besar LDR pada LPD Kecamatan Melaya maka LPD Kecamatan Melaya akan memiliki profitabilitas yang semakin besar.
Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada uji statistik t diperoleh hasil yaitu besarnya hubungan pengaruh LDR terhadap profitabilitas sebesar 0,051 dengan nilai p-value sebesar 0,084 <
0,05, hal tersebut berarti bahwa H0
diterima, sehingga dapat disimpulkan variabel NPL berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas pada LPD Kecamatan Melaya. Pengaruh yang tidak signifikan ini menunjukkan bahwa besar kecilnya nilai NPL tidak mempengaruhi nilai Profitabilitas perusahaan.
NPL merupakan rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan LPD dalam mengcover risiko pengembalian kredit oleh debitur. LPD dalam memberikan kredit harus melakukan analisis terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali kewajibannya. Setelah kredit diberikan, LPD wajib melakukan pemantauan terhadap penggunaan kredit serta kemampuan dan kepatuhan debitur dalam memenuhi kewajibannya. LPD juga dapat melakukan peninjauan, penilaian dan pengikatan terhadap kredit yang diberikan untuk memperkecil risiko kredit.
Penelitian ini didukung hasil penelitian dari Pelo (2012) yang menyatakan bahwa variabel NPL berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas. Penelitian ini menolak penelitian Nusantara (2009) yang menunjukkan adanya pengaruh
negatif dan signifikan variabel NPL terhadap profitabilitas.
Implikasi
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan untuk KAP (X1), BOPO (X2), LDR (X3), dan NPL (X4) terhadap Profitabilitas, implikasi dari hasil penelitian ini adalah: (1) Kualitas Aktiva Produktif bertujuan untuk menilai kondisi asset bank, termasuk antisipasi atas risiko gagal bayar dari pembiayaan yang akan muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KAP berpengaruh terhadap profitabilitas di LPD Kecamatan Melaya, hal ini mengandung implikasi agar kedepannya pihak LPD lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit atau menempatkan dananya pada bank lain, sehingga dapat meminimalkan resiko terjadinya kredit dalam perhatian khusus sampai macet yang mengharuskan LPD membentuk cadangan atas tidak tertagihnya kredit tersebut yang akan berdampak pada penurunan profitabilitas LPD. (2) Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) yang tinggi akan mempengaruhi tingkat dari profotabilitas LPD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh terhadap profitabilitas LPD Kecamatan Melaya, hal ini mengandung implikasi agar kedepannya pihak LPD lebih memperhatikan pengelolaan dari biaya operasional, ini dilakukan untuk mengurangi biaya - biaya operasional yang kurang efektif sehingga LPD dapat mengelola biaya operasionalnya dengan efektif dan efesien , sehingga akan berdampak pada peningkatan profitabilitas LPD. (3) LDR merupakan kemampuan LPD dalam menyalurkan kredit yang telah dihimpunnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LDR berpengaruh terhadap profitabilitas LPD Kecamatan Melaya, hal ini mengandung implikasi agar kedepannya pihak LPD dapat menyalurkan dana kepada masyarakat secara optimal, ini dilakukan untuk dapat meningkatkan tingkat pengembalian yang didapatkan pihak LPD dari penyaluran dana yang telah
dilakukan, sehingga terjadi peningkatan proftabilitas pada pihak LPD. (4) NPL merupakan kamampuan LPD dalam mengelola munculnya kredit bermasalah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NPL tidak berpengaruh terhadap profitabilitas LPD Kecamatan Melaya yang mengindikasikan bahwa naiknya kredit bermasalah tidak selalu menurunkan dari profitabilitas, hal ini mengandung impikasi agar kedepannya pihak LPD juga memperhatikan pendapatan aktiva produktif lainnya karena pendapatan LPD tidak hanya berasal dari pendapatan bunga kredit. SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil pengujian statistik dan hipotesis serta pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan dari KAP (X1) terhadap Profiabilitas (Y) pada Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Melaya. (2) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan dari BOPO (X2) terhadap Profitabilitas (Y) pada Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Melaya. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari LDR (X3) terhadap Profitabilitas (Y) pada Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Melaya. (4) Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan dari NPL (X4) terhadap Profitabilitas (Y) pada Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Melaya.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan simpulan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut.(1) LPD diharapkan agar lebih meningkatkan profitabilitas melalui aspek aktiva produktif (KAP), aspek aktivitas operasional (BOPO), aspek likuiditas (LDR), dan aspek kredit bermasalah (NPL). Dengan KAP, BOPO, LDR, dan NPL sudah baik, maka LPD akan semakin baik dalam meningkatkan keuntungan. (2) Peneliti selanjutnya yang berminat untuk mendalami bidang akuntansi manajemen
diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada LPD dengan menambah variabel yang berpengaruh terhadap profitabilitas seperti Ukuran Perusahaan, Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Net Interest Margin (NIM).
Peneliti juga diharapkan untuk menerapkan penelitian ini pada subjek penelitian yang berbeda sehingga dapat menguji kehandalan dari penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Dendawijaya, Lukman. 2009. Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Dewi, Ni Luh Candra. 2015. Analisis pengaruh tingkat suku bunga kredit, pertumbuhan kredit, loan to deposit ratio dan BOPO terhadap profitabilitas. Skripsi. Universitas Pendidikan Genesha: Singaraja Dewi, Luh Prima. 2015. Analisis Pengaruh
NIM, BOPO, LDR, dan NPL Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013). Skripsi. Universitas Pendidikan Genesha: Singaraja Eng, Tan Sau. 2013. Pengaruh NIM,
BOPO, LDR, NPL & CAR Terhadap ROA Bank Internasional dan Bank Nasional Go Public Periode 2007 – 2011. Jurnal Dinamika Manajemen. Vol. 1, No.
3, Hal: 153 – 141
Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang
Gubernur Bali. 2017. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Lembaga Perkreditan Desa
Ika, Valentina Erista. 2011. Analisis Pengaruh Car, KAP , NIM, BOPO,
LDR Dan Sensitiviy To Market Risk Terhadap Profitabilitas Perbankan.
Skripsi. Universitas Diponegoro:
Semarang
Margaretha, Farah dan Marsheilly Pingkan Zai. 2013. Faktor – Faktor Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perbankan Indonesia. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Universitas Trisakti. Vol. 15, No. 2, Hal: 133 - 141
Nusantara, Ahmad Buyung. 2009.
Analisis Pengaruh NPL, CAR, LDR, DAN BOPO Terhadap Profitabilitas BANK (Perbandingan Bank Umum Go Publik dan Bank Umum Non Go Publik di Indonesia Periode Tahun 2005-2007). Tesis.
Program Studi Magister Manajemen, Universitas Diponegoro: Semarang
Pelo, Christi Horman. 2012. Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Profitabilitas Bank Yang Terdaftar Pada BEI Selama Tahun 2000-2010. Skripsi. Universitas Hasanuddin: Makasar.
Siregar, Netty I. 2010. Pengaruh LDR (Loan To Deposit Ratio), NPL (Non Performing Loan), ROA (Return On Assets) Dan BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasional) Terhadap Kecukupan Modal Perbankan Pada Bank Yang Terdaftar Di BEI.
Skripsi. Program Studi Akuntansi Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara:Medan