PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PENGABDIAN KEPADA MASYARKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

!

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN CABAI DALAM RANGKA DIVERSIFIKASI PRODUK DAN

PENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT PADA KWT PUTRI HANDAYANI KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS

Oleh:

Ir. Ribut Sugiharto, M.Sc., NIDN: 0014036603, SINTA ID: 6041593 Novita Herdiana, S.Pi., M.Si., NIDN: 0018117602, SINTA ID: 6162434 Pramitasari Anung Putri, S.T.P., M.Si., NIDN: 0018098802, SINTA ID: 6149171

Esa Ghanin Fadhallah, S.Pi., M.Si., NIDN: 0029019104, SINTA ID: 6718112

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG 2014

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Judul Pengabdian : Penyuluhan dan Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Cabai dalam Rangksa Diversifikasi Produk dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat pada KWT Putri Handayani di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

Ketua Peneliti

a. Nama Lengkap : Ir. Ribut Sugiharto, M.Sc.

b. NIDN : 0014036603 c. SINTA ID : 6041593 d. Jabatan Fungsional: Lektor

e. Program Studi : Teknologi Hasil Pertanian f. Nomor HP : 082185001727

g. Alamat surel : ribut.sugiharto@fp.unila.ac.id Anggota (1)

a. Nama Lengkap : Novita Herdiana, S.Pi., M.Si.

b. NIDN : 0018117602

c. Program Studi : Teknologi Hasil Pertanian Anggota (2)

a. Nama Lengkap : Pramitasari Anung Putri, S.T.P., M.Si.

b. NIDN : 0018098802

c. Program Studi : Teknologi Industri Pertanian Anggota (3)

a. Nama Lengkap : Esa Ghanin Fadhallah, S.P.i., M.Si.

b. NIDN : 0029019104

c. Program Studi : Teknologi Hasil Pertanian Jumlah mahasiswa yang terlibat: 2 orang

Jumlah alumni yang terlibat: Tidak ada Jumlah staf/teknisi yang terlibat: 1 orang Lama Kegiatan : 5 bulan

Biaya Kegiatan : Rp. 20.000.000,00 Sumber dana

a. Sumber dana institusi: DIPA BLU Unila b. Sumber dana lain : Tidak ada

Bandar Lampung, 2 Maret 2021.

Mengetahui: Ketua,

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung,

Prof. Dr. Ir. Irwan Sukribanuwa, M.Si. Ir. Ribut Sugiharto, M.Sc.

NIP. 196110201986031002 NIP. 196603141990031009

Menyetujui,

Ketua LPPM Universitas Lampung,

Dr. Ir. Lusmelia Afriani, D.E.A.

NIP. 196505101993032008

(3)

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM

1. Judul Pengabdian: Penyuluhan dan Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Cabai dalam Rangksa Diversifikasi Produk dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat pada KWT Putri Handayani di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

2. Tim Peneliti:

Keterangan: * = (1 x 10 jam/kunjung lapang) + (2 x 10 jam/persiapan di kampus) 3. Objek Pengabdian:

Petani produsen cabai yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Putri Handayani di Desa Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

4. Masa Pelaksanaan

Mulai : bulan April 2019 Berakhir : bulan Agustus 2019 5. Usulan Biaya : Rp. 20.000,00

6. Lokasi Pengabdian: Desa Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus (peta lokasi terdapat dalam Lampiran)

7. Instansi lain yang terlibat (jika ada, dan uraikan apa kontributornya): Tidak ada

8. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu terhadap masyarakat (uraikan tidak lebih dari 50 kata ):

Pengembangan dan diversifikasi produk hasil pertanian merupakan bagian dari ilmu teknologi hasil pertanian yang memusatkan perhatian pada rekayasa proses untuk mendapatkan produk-produk baru yang dapat meningkatkan nilai tambah dan memberikan keuntungan bagi produsennya. Berdasarkan bidang ilmu tersebut, dikembangkanlah beberapa (diversifikasi) jenis produk dengan bahan baku cabai merah

No. Nama Jabatan Bidang Keahlian Program

Studi Alokasi Waktu 1 Ir. Ribut

Sugiharto, M.Sc.

Ketua Teknologi pengolahan hasil pertanian,

rekayasa proses.

THP 30 jam/

bulan*

2 Novita Herdiana, S.Pi., M.Si.

Anggota Mikrobiologi hasil pertanian.

THP 30 jam/

bulan*

3 Pramita Sari Anungputri, S.T.P., M.Sc., M.Si.

Anggota Teknolog industri pertanian, managemen industri.

TIP 30 jam/

bulan*

4 Esa Ghanin Fadhallah, S.Pi., M.Si.

Anggota Teknologi Pasca Panen

THP 30 jam/

bulan*

(4)

dan termasuk dikembangkan peralatan yang dapat meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, yang dapat diterapkan dan diproduksi oleh masyarakat untuk meningkatkan ekonomi mereka.

9. Jurnal ilmiah pengabdian yang menjadi sasaran untuk setiap penerima hibah (tuliskan nama terbitan berkala ilmiah dan tahun rencana publikasi)

Jurnal ilmiah pengabdian nasional terakreditasi yang akan menjadi sasaran penerbitan hasil pengabdian adalah RAJE (Riau Journal of Empowermnet) Rencana submited pada kuartal III tahun 2019 dan diterbitkan pada kuartal I tahun 2020.

(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ………. v

BAB 1. PENDAHULUAN ………. 1

1.1. Analisis Situasi ………. 1

1.2. Permasalahn Mitra ………. 2

1.3. Tujuan Kegiatan ………. 3

1.4. Manfaat Kegiatan ………. 4

BAB 2. SOLUSI DAN TARGET LUARAN ………. 5

2.1. Solusi Masalah ………. 5

2.2. Target Capaian Luaran ………. 6

2.3. Tinjauan Pustaka ………. 7

2.3.1. Tanaman Cabai ………. 7

2.3.2. Kandungan Gizi Cabai ………. 8

2.3.3. Produk Hail Olahan Cabai ………. 10

BAB 3. METODE PELAKSANAAN ………. 13

3.1. Ceramah dan Diskusi ………. 13

3.2. Praktek atau Demonstrasi ………. 13

3.3. Keterkaitan dan Peranan Mitra ………. 13

3.4. Rancangan Evaluasi ………. 14

BAB 4. PERSONALIA PENGUSUL DAN KEAHLIAN ………. 15

BAB 5. RENCANA ANGGARAN BELANJA DAN JADWAL PELAKSANAAN .. 17

5.1. Rencana Anggaran Belanja ……… 17

5.2. Jadwal Pelaksanaan ……… 18

DAFTAR PUSTAKA ……… 19

LAMPIRAN-LAMPIRAN ……… 20 Lampiran 1. Daftar Riwayat Hidup Personel

Lampiran 2. Gambaran Iptek yang Akan Dilaksanakan

(6)

Lampiran 3. Peta Lokasi Kegiatan Pengabdian

Lampiran 4. Surat Kesediaan Mitra untuk Bekerja Sama

(7)

Penyuluhan dan Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Cabai dalam Rangksa Diversifikasi Produk dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat pada KWT Putri

Handayani di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus ABSTRAK

Sampai saat ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum terampil dalam membuat produk olahan cabai yang berupa abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai, selain itu mereka juga belum memiliki pengetahuan mengenai wirausaha dan analisis usaha tentang pembuatan olahan abon cabai dan manisan cabai. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan dan pelatihan tentang pengembangan produk olahan cabai, sanitasi dan higiene produk olahan serta analisis usaha produk olahan yang tepat. Perubahan yang diharapkan dari kegiatan penyuluhan ini adalah perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: a) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KWT Putri Handayani mengenai proses produksi diversifikasi olahan cabai. b) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KWT Putri Handayani mengenai sanitasi dan higiene selama proses produksi diversifikasi produk olahan cabai. c) Meningkatkan pengetahuan KWT Putri Handayani mengenai wirausaha dan analisis usaha produksi diversifikasi produk olahan cabai.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini direncanakan selama 5 bulan. Metode pelaksaan pengabdian akan dilakukan melalui ceramah dan penyuluhan yang dilengkapi dengan contoh- contoh yang berhubungan dengan materi pelatihan untuk memberikan motivasi kepada para peserta untuk bertanya dan berdiskusi. Selain ceramah juga dilakukan praktek cara membuat olahan cabai (abon, saos, dan manisan cabai), yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini para peserta mampu memproduksi produk olahan cabai dengan baik dan benar. Selanjutnya dilakukan bimbingan mengenai senitasi dan higiene proses produksi, serta bimbingan tentang wirausaha dan analisis usaha produksi abon, saos, dan manisan cabai. Untuk mengetahui hasil dan luaran kegiatan pengabdian, dilakukan evaluasi, yang terdiri dari evaluasi awal untuk mengetahui pengetahuan responden terhadap teknologi yang akan diberikan, evaluasi pada saat program sedang berjalan (evaluai pertengahan program) untuk mengetahui partisipasi responden, dan evaluasi akhir untuk mengetahui keberhasilan program kegiatan pengabdian.

(8)

I. PENDAHULUAN 1.1. Analisi Situasi

Salah satu potensi hasil pertanian yang ada di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus adalah cabai (Capsicum annuum L). Tanaman cabai merupakan tanaman yang sangat penting karena merupakan tanaman berperan dalam ekonomi rumah tangga di daerah tersebut. Cabai yang dihasilkan dari daerah terseburt selama ini hanya dijual dalam bentuk segar, tanpa diolah terlebih dahulu.

Pada saat musim panen raya buah cabai banyak ditemukan di pasaran dengan harga yang relatif murah sehingga merugikan petani. Karena buah cabai termasuk bahan hasil pertanian yang mudah busuk (rusak), untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mengawetkannya, sehingga produk cabai dapat jual pada saat harga produk cabai menguntungkan bagi petani.

Salah satu cara untuk mengawetkan cabai adalah dengan mengolah cabai menjadi produk lainnya, seperti cabai kering (abon cabai), saus cabai, dan manisan cabai. Dengan demikian, pengolahan cabai menjadi produk-produk hasil olahannya, merupakah salah satu alternatif untuk menyelamatkan hasil panen cabai dan memperpanjang daya simpan cabai yang dihasilkan, menganekaragamkan produk dari bahan baku cabai, serta meningkatkan ekonomi masayarakat setempat.

Kehidupan masyarakat di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting, umumnya memiliki mata pencarian sebagai petani ladang, yang sebagian petani yang menanam cabai sebagai tanaman selingan (tumpang sari), sedangkan kalangan ibu-ibunya lebih banyak berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Secara umum perekonomian masyarakat di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus termasuk ekonomi lemah, dimana rata-rata latar belakang pendidikan masyarakat umumnya hanya tamatan SMP dan SMA. Kelompok wanita tani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus pada mempunyai usaha bersama yang menghasilkan produk industri rumah tangga yang berupa keripik singkong dan keripik pisang yang bahan bakunya cukup banyak, mereka belum banyak mengetahui pontensi produk industri rumah tangga lainnya, yang bahan bakunya pada saat-saat tertentu sangat

(9)

Masyarakat Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung bermaksud melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat Pekon Sidokaton, khususnya anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Handayani untuk dapat memproduksi abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai, disaat produksi cabai berlimpah dan harganya murah.

Dengan adanya diversifikasi produk olahan cabai, ketergantungan anggota KWT terhadap tata niaga cabai segar menjadi berkurang, karena para anggota KWT telah mampu menghasilkan produk lainnya dengan bahan baku cabai yang mempunyai daya simpan dan harga lebih tinggi. Peningkatan pengetahuan dalam teknologi pengolahan sangat perlu dilakukan selain menghindari kerugian, juga untuk meningkatkan nilai jual dan penghasilan masyarakat. Peningkatkan perekonomian masyarakat dapat diupayakan melalui penyuluhan dan pelatihan sehingga dapat menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok wanita tani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dengan melakukan memperkenalkan teknologi pengolahan cabai menjadi abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai, serta pengenalan sanitasi dan higiene pengolahan cabai, dan penyuluhan mengenai wirausaha dan analisis usaha pengolahan cabai.

Selain kurangnya pengetahuan mengenai teknologi pengembangan (diversifikasi) olahan produk cabai, KWT Putri Haandayani juga belum mempunyai pengetahuan mengenai keamanan pangan, higiene dan sanitasi selama proses pembuatan olahan cabai sampai produk tersebut siap dikemas untuk dikonsumsi. Dalam rangka mewujudkan keadaan yang diinginkan sesuai dengan uraian diatas maka Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung memandang perlu untuk mengadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengembangan (diversifikasi) produk olahan cabai, sebagai upaya untuk meningkatkan jenis produk olahan cabai yang dihasilkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat KWT Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

1.2. Permasalahan Mitra

Sampai saat ini, KWT Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum terampil dalam membuat produk olahan cabai yang berupa abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai, selain itu mereka juga belum memiliki pengetahuan mengenai wirausaha dan analisis usaha tentang pembuatan olahan abon cabai, saos cabai, dan manisan

(10)

cabai. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan dan pelatihan tentang pengembangan produk olahan cabai, sanitasi dan higiene produk olahan serta analisis usaha produk olahan yang tepat. Perubahan yang diharapkan dari kegiatan penyuluhan ini adalah perubahan pengetahuann, keterampilan, dan sikap.

Berdasarkan hasil analisis stuasi dan pengamatan pendahuluan, maka permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah :

1. Pada saat penen raya cabai di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus, harga cabai menjadi murah, sehingga merugikan petani cabai. Cabai dapat diolah lebih lanjut menjadi produk turunnya, seperti abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai.

2. KWT Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum mengetahui cara pembuatan produk olahan cabai (abon cabai, saos cabai, dan dan manisan cabai) yang memiliki harga jual lebih tinggi.

3. KWT Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum mengetahui higiene dan sanitasi selama pengolahan dan pengemasan produk olahan cabai

4. KWT Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum mengetahui kelayakan usaha usaha diversifikasi produk olahan cabai.

1.3. Tujuan Kegiatan

Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk :

1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KWT Putri Handayani mengenai cara produksi diversifikasi olahan cabai (abon, saos, dan manisan)

2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KWT Putri Handayani mengenai sanitasi dan higiene selama proses produksi diversifikasi produk olahan cabai (abon, saos, dan manisan)

3. Meningkatkan pengetahuan KWT Putri Handayani mengenai wirausaha dan analisis

(11)

1.4. Manfaat Kegiatan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. Universitas Lampung, yaitu sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan

teknologi dalam upaya memberikan sumbangan bagi pelaksanaan pembangunan.

2. KWT Putri Handayani, yaitu sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi produksi olahan cabai dan meningkatkan pendapatan dengan membuat diversifikasi produk olahan cabai (abon, saos, dan manisan)

(12)

II. SOLUSI DAN TARGET LUARAN 2.1. Solusi Masalah

Sampai saat ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Handayani di Desa Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum mengembangkan produk olahan cabai.

Cabai selain dapat diolah dalam bentuk segar juga dapat diolah menjadi beberapa produk yang memiliki nilai tambah yang sangat tinggi antara lain dapat dibuat abon, saos, dan manisan. Diversifikasi produk cabai selain memanfaatakan hasil panen cabai yang berlebih pada saat panen besan, juga dapat meningkatkan pendapatan kelompok wanita tani tersebut.

Untuk dapat mengembangkan produk olahan cabai ini diperlukan pengetahuan dan keterampilan mulai dari mulai dari penanganan, pengolahan, pengemasan yang baik dan tepat sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Dismping itu perlu dilakukan penuluhan mengenai sanitasi proses produksi abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai, supaya produk yang dihasilkan dapat diterima dan mendapatkan izin dari instansi yang terkait, terutama untuk didaftarka pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk mendapatkan Nomor PIRT. KWT Putri Handayani juga belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai wirausaha dan analisis usaha tentang diverifikasi olahan cabai, oleh karena itu akan dilakukan juga penyuluhan dan pelatihan wirasusaha deiversifikasi prduk olahan cabai. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Kelompok Tani Trubus di Pekon Pringsewu Barat kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu.

Guna memecahkan permasalahan yang ada maka dibuat suatu perumusan dan pemecahan masalah seperti tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Kerangka perumusan dan pemecahan masalah Situasi Sekarang Perlakuan yang

diberikan Situasi diinginkan Kelompok Wanita Tani belum

mempunyai kemampuan untuk melakukan diversifikasi produk olahan cabai.

Ceramah, diskusi, dan praktek tentang cara produksi abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai.

Kelompok Wanita Tani

mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam

memproduksi abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai.

(13)

Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa pada saat ini Kelompok Wanita Tani Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus belum mengetahui alternatif diversifikasi lain dari produk olahan cabai (seperti abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai), sanitasi dan higiene dalam pengolahan produk olahan cabai serta berwirausaha dan analisis usaha. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Lampung merasa mempunyai tanggung jawab untuk membantu memecahkan masalah yang ada di lapangan dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan serta membantu merintis wirausaha diversifikasi produk olahan cabai.

Disamping itu juga Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas lampung akan melaksanakan pembinaan, pelayanan konsultasi terpadu baik mengenai kualitas maupun pemasaran produk untuk menjamin keberadaan dan kelangsungan wirausaha diversifikasi produk olahan cabai. Pada akhirnya kegiatan ini akan secara nyata memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pendapatan anggota KWT Putri Handayani dan masyarakat di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

2.2. Target Capaian Luaran

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi pengolahan cabai. Dengan bimbingan Tim Pengabdian pada Masyarakat Universitas Lampung sebelumnya, KWT Putri Handayani dari Pekon Sidokaton Kecamatan Gistis Kabupaten Tanggamus, diharapkan mampu melakukan diversifikasi produk dari cabai, menjadi abon cabai, sasos cabai, dan manisan cabai yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi. Sehingga dengan kegiatan pengabdian ini, diharapkan KWT Putri Handayani dan

Kelompok Wanita Tani belum mengetahui tentang sanitasi dan higiene proses pembuatan produk olahan cabai.

Ceramah dan diskusi tentang sanitasi dan higiene dalam pembuatan produk olahan cabai.

Kelompok Wanita Tani mendapatkan pengetahuan tentang sanitasi dan higiene dalam pembuatan produk olahan cabai.

Pengetahuan kelompok Wanita Tani mengenai wirausaha dan analisis usaha pembuatan produk olahan cabai.

Ceramah dan diskusi serta praktek

menghitung analisis usaha pembuatan produk olahan cabai.

Pengetahuan kelompok Wanita Tani mengenai wirausaha dan analisis usaha tentang cara pembuatan produk olahan cabai.

Situasi Sekarang Perlakuan yang

diberikan Situasi diinginkan

(14)

masyarakat sekitarnya dapat menghasilkan produk olahan olahan cabai dengan tingkat produksi kontinyu dan mutu yang baik dan stabil, dan mampu memasarkannya sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Tabel 2. Rencana target capaian luaran

2.3. Tinjauan Pustaka 2.3.1. Cabai

Tanaman cabai menurut sejarahnya berasal dari Ancon dan Huaca Prieta di Peru. Sebagian besar masyarakat di dunia hampir dipastikan telah mengenal cabai. Cabai lazim di sebut pepper, hot pepper, chili, dan sweet pepper (paprika), dengan nama ilmiah capsicum spp.

Dibeberapa daerah di Indonesia cabai sering disebut lombok atau cabai. Pendayagunaan cabai dalam kehidupan sehari-hari umunya untuk keperluan bumbu dapur ataupun rempah- rempah penambah cita rasa makanan atau masakan (Rukmana, 1996).

No Jenis Luaran Indikator Capaian

Luaran Wajib

1 Publikasi ilmiah pada jurnal ber ISSN/prosiding ber ISBN. reviewed 2 Publikasi pada media cetak/online/repository PT. published 3 Peningkatan daya saing (peningkatan kualitas, kuantitas, serta

nilai tambah barang, jasa, diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya).

produk

4 Peningkatan penerapan iptek di masyarakat (mekanisasi, IT, dan manajemen).

sudah dilaksanakan 5 Perbaikan tata nilai masyarakat (seni budaya, sosial, politik,

keamanan, ketentraman, pendidikan, kesehatan).

tidak ada Luaran Tambahan

1 Publikasi jurnal intersanional. tidak ada

2 Jasa, rekayasa sosial, metode atau sistem, produk/barang. produk

3 Inovasi baru/TTG. produk

4 Hak kekayaan intelektual (paten, paten sederhana, hak cipta, merek dagang, desain produk industri, perlindungan varietas tanaman, perlindungan desain topografi sirkuit terpadu).

tidak ada

5 Buku ber ISBN tidak ada

(15)

Menurut Apandi (1984), cabai secara botanis termasuk dalam golongan buah, tetapi atas dasar kebiasaan dan kesepakatan umum, cabai digolongkan sebagai sayuran. Komoditi yang biasanya dimakan sebagai teman nasi, seperti kentang, kangkung, cabai , dan tomat, termasuk dalam golongan sayuran. Sedangkan komidit yang biasanya dimakan dalam bentuk segar dan terpisah dari nasi termasuk golongan buah-buahan. Hortikultura terbagi menjadi tiga golongan tanaman yaitu tanaman buah-buahan, tanaman sayuran, dan tanaman hias. Hasil panen tanaman hortikultura mampu untuk disimpan dalam jangka waktu lama asalkan kondisi penyimpanannya sesuai, seperti kadar air bahan dan suhu lingkungan penyimpanan (Arief,1990). Suhu lingkungan penyimpanan yang tidak terkendali akan menyebabkan penyusutan kandungan air hasil panen (kelayuan), yang merupakan salah satu indikator penurunan mutu hasil panen.

Di pasar, dikenal cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai hijau. Sesuai dengan namanya, buh cabai merah keriting berbentuk panjang mengeriting dan rasanya relative lebih pedas dibandingkan dengan cabai merah besar dan cabai hijau. Cabai merah besar adalah cabai besar yang bentuknya bulat memanjang dan lurus. Sementara itu, cabai hijau adalah cabai merah besar atau cabai keriting yang dipetik ketika masih muda dan belum berubah menjadi merah (Anonimous, 2008). Cabai merah buahnya rata atau halus, agak gemuk, kulit buah tebal, kurang tahan simpan, dan begitu pedas. Cabai keriting buahnya bergelombang atau keriting, ramping, kulit buah tipis, lebih tahan simpan, dan pedas. Cabai mempunyai nilai ekonomis yang baik karena penggunaannya yang cukup luas. Selain itu, cabai juga merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup potensial..

2.3.2. Manfaat dan Kandungan Gizi Cabai Merah

Dewasa ini, pengunaan cabai tidak hanya untuk konsumsi segar, tetapi sudah banyak diolah menjadi berbagai produk olahan seperti saus cabai, sambal cabai, pasta cabai, bubuk cabai, obat anestesi, dan salep. Selain dicampur dalam bumbu masakan, cabai juga dikonsumsi masyarakat dalam bentuk segar dan dicampur dengan berbagai makanan. Pengunaan cabai segar appetizer banyak dimanfaatkan oleh orang Meksiko. Cabai dimakan bukan sebagai bumbu melainkan sebagai penggugah selera makan (Anonimous,2008).

Cabai merah dapat dipasarkan dalam berbagai bentuk, misalnya buah muda atau cabai hijau, buah tua atau cabai merah, bauh segar atau bahan industry (giling, kering, tepung), produk

(16)

olahan (sambal, ariasi bumbu,), dan hasil industri (oleoresin, pewarna, dan rempah). Adapun pasar ekspor memilki permintaan yang tinggi terhadap kombinasi cabai segar, cabai kering, dan cabai beku. Peluang pemasaran cabai merah menepati urutan teratas dibandingkan dengan cabai keriting dan cabai rawit. Mencermati indikator permintaan pasar, maka pengembangan agribisnis cabai merah harus diarahkan pada sasaran pemenuhan kebutuhan pasar, yang meliputi konsumen rumah tangga, lembaga (hotel, restoran, rumah sakit), dan industri pengolahan bahan makanan, serta ekspor (Rukmana dan Yuniarsih, 2005).

Cabai mengandung capsaicin dan dihidrocapsaicin yang menyebabkan rasa pedas. Buah cabai juga mengandungan karotenoid (capsanthin, capsorubin,carotene, dan lutein), lemak, protein, Vitamin A dan C, serta sejumlah kecil minyak atsiri. Minyak atsiri dari cabai mengandung 125 komponen dan 24 diantaranya sudah dapat diidentifikasi, diantaranya adalah 4 metil-1 pentil-2metil butirat, 3 dimentil-1-pentil-3-metil butirat, dan isohexyl isocaproat (Santika, 2007).

Selain sebagai bumbu dan penggugah selera makan, cabai juga banyak digunakan untuk terapi kesehatan. Dari berbagai hasil penelitian, ternyata buah cabai dapat membantu menyembuhkan kejang otot, rematik, sakit tenggorakan, dan alergi. Cabai juga dapat melancarkan sirkulasi darah dalam jantung. Khasiat cabai juga yang begitu banyak disebabkan oleh senyawa capsaicin (C18H27NO3). Capsaicin yang merupakan unsur aktif dan unsur pokok yang berkhasiat terdiri dari lima komponen capsaicinoid, yakni nordihidro capsaicin, capsaicin, dihidro capsaicin, homo-capsaicin, dan homo dihidro capsaicin (Anonimous,2008).

Senyawa capsaicin dapat digunakan untuk pengobatan sirkulasi darah yang tidak lancer pada tangan kaki dan jantung. Sewaktu mengkonsumsi cabai yang berasa pedas (buah cabai merah dan cabai rawit), suhu tubuh akan meningkat sehingga merangsang metabolism tubuh.

Akibatnya, sirkulasi darah lancer dan aliran nutrisi pada jaringan tubuh meningkat. Jika digunakan sebagai obat luar, misalnya dioleskan pada kulit, cabai bersifat analgesic yang dapat meringankan rasa pegal dan dingin akibat rematik dan encok (Anonimous,2008).

Tabel 3. Kandungan gizi buah cabai dalam tiap 100 gram

(17)

Sumber: Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1981)

Capsicol yang merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam buah cabai juga bisa menggantikan fungsi minyak kayu putih untuk mengurangi rasa pegal-pegal, rematik, sakit gigi, sesak nafas, dan gatal-gatal. Salah satu obat luar yang mengandung cabai adalah koyo.

Di Negara-negara yang mempunyai musim dingin, cabai banyak di manfaatkan bersama rempah-rempah lain untuk menghangatkan tubuh dengan cara mencapurnya dalam masakan (Anonimous,2008).

2.3.3. Produk Olahan Cabai 1. Manisan cabai

Manisan merupakan salah satu bentuk pangan olahan yang dibuat dengan proses penggulaan dengan kadar gula yang tinggi. Dengan kadar gula yang tinggi, manisan dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Pembuatan manisan merupakan salah satu alternatif untuk memperpanjang daya simpan pangan. Dengan demikian pembuatan manisan cabai dapat memperpanjang umur cabai, menyelamatkan panen, dan menambah khasanah pengawetan cabai. Manisan adalah produk yang dibuat dari buah segar dengan penambahan gula dan dikeringkan dengan atau tanpa perlakuan Komposisi

Jenis Cabai Hijau besar Merah besar

keriting Merah besar

segar Rawit segar

Kalori (kal) 23,0 311,0 31,0 103,0

Protein (gr) 0,7 15,9 1,0 4,7

Lemak (gr) 0,3 6,2 0,3 2,4

Karbohidrat (gr) 5,2 61,8 7,3 19,9

Kalsium (mg) 14,0 160,0 29,0 45,0

Fosfor (mg) 23,0 370,0 24,0 85,0

Zat besi (mg) 0,4 2,3 0,5 2,5

Vitamin A (SI) 260,0 576,0 470,0 11050,0

Vitamin B1 (mg) 0,1 0,4 0,1 0,2

Vitamin C (mg) 84,0 50,0 18,0 70,0

Air (gr) 93,4 10,0 90,9 71,2

(18)

pendahuluan. Manisan kering adalah manisan yang setelah direndam air gula pekat yang dikeringkan dibawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering. Produk manisan merupakan usaha untuk menurunkan kandungan air, dengan demikian diharapkan dapat memperpanjang daya tahan simpan dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme pencemar atau perusak.

Adapun bahan yang diperlukan dalam pembuatan manisan yaitu:

a) Bahan baku

Bahan baku merupakan bahan dasar yang menjadi unsur pokok dalam pembuatan manisan kering. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan manisan kering adalah buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan dan gula pasir. Prinsip dasar pembuatan manisan dari buah-buahan atau bagian tumbuh-tumbuhan adalah buah melalui proses penggulaan baik secara perendaman maupun pelumuran dengan gula sehingga secara perlahan gula akan meresap, dengan demikian kadar gula dalam jaringan buah cukup tinggi sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.

Gula mutlak diperlukan untuk membuat manisan, gula berfungsi sebagai pemanis dan pengawet. Konsentrasi gula tidak kurang dari 65%. Prinsip dasar pemakaian gula dalam pembuatan manisan buah adalah dalam bentuk larutan gula yang dibuat dengan mencampurkan gula pasir dengan air dalam kadar tertentu. Penggunaan larutan garam bertujuan untuk mengurangi asam pada buah, mencegah terjadinya reaksi browning pada buah dan untuk membunuh bakteri tertentu. Pemakaian garam dapat digunakan cara perendaman dalam larutan garam, pemberian langsung kemudian diaduk atau dengan pelumuran.

b) Bahan tambahan

Bahan tambahan yang dikonsumsi sebaiknya mempunyai mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, menyehatkan, dan aman. Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah asam sitrat. Asam sitrat dipakai sebagai bahan tambahan makanan yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Tujuan penambahan bahan makanan ini adalah untuk

(19)

memperbaiki dan mempertahankan keasaman makanan sehingga mempunyai rasa yang diinginkan atau meningkatkan kestablan makanan.

c) Bahan perendam

Kapur sirih diperlukan dalam pembuatan manisan terutama dalam proses perendaman.

Jumlah kapur yang digunakan lebih kurang 2 sendok teh per liter air.

2. Abon cabai

Abon adalah salah satu makanan yang biasanya berasal dari daging cincang yang telah dihaluskan, dididihkan, dan kemudian digoreng. Abon selain terbuat dari daging juga dapat terbuat dari berbagai macam sayuran, salah satunya adalah cabai. Biasanya abon memiliki penampilan berwarna cokelat terang hingga kehitaman. Abon tampak seperti serat, karena didominasi oleh serat-serat otot yang mengering. Abon cabai adalah abon yang terbuat dari cabe merah dan cabe rawit segar merupakan sambal kering yang dapat disajikan sebagai lauk juga mudah dibawa kemanapun. Abon ini berfungsi sebagai penambah selera makan dan memanjakan penggemar citarasa pedas Indonesia.

(20)

III. METODE PELAKSANAAN 3.1. Ceramah dan Diskusi

Penyampaian materi pengabdian dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, kemudian dilakukan diskusi (tanya jawab) untuk memberikan kesempatan kepada peserta memahami materi dan menyampaikan gagasan atau permasalahan yang terkait dengan pengembangan produk berbasis ikan. Metode ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pengetahuan dan sikap peserta pelatihan dan penyuluhan.

Materi yang akan disampaikan pada kegiatan pengabdian dalam metode ini adalah : 1. Pembuatan produk olahan cabai seperti abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai.

2. Sanitasi dan higene dalam pembuatan produk olahan cabai.

3. Analisis usaha pembuatan produk olahan cabai.

4. Pengemasan dan pemasaran produk olahan cabai.

3.2. Praktek atau Demonstrasi

Kegiatan praktek pembuatan produk olahan berbasis cabai seperti abon, saos, dan manisan cabai akan dilaksanakan langsung di tempat penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan.

3.3. Keterkaitan dan Partisipasi Mitra

Kegiatan pengabdian yang dilakukan merupakan kegiatan dibidang teknologi pangan dengan sasaran Kelompok Wanita Tani Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus. Pada proses penyuluhan dan pelatihan, akan selalu melibatkan (mengajak) Pegawai Penyuluh Lapangan (PPL) setempat, dengan pertimbaangan bahwa petugas PPL yang akan memberikan bimbingan secara berkelanjutan dilapangan. Pelatihan dan penyuluhan tentang pembuatan produk olahan cabai, KWT akan menyediakan tempat untuk kegiatan dan juga menyiapkan bahan baku (cabai) yang akan diolah menjadi produk- produk yang diinginkan, sedangkan Tim Pengabdian pada Masyarakat (PKM) Universitas Lampung akan memberikan peralatan yang diperlukan untuk memulai usaha produksi abon cabai, saos cabai, dan manisan cabai. Kegiatan pengabdian ini juga mempunyai keterkaitan

(21)

3.4. Rancangan Evaluasi

Bentuk evaluasi yang akan dilakukan pada kegiatan ini adalah :

1. Evaluasi awal dilakukan dengan metode pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta mengenai topik yang akan disampaikan dalam penyuluhan dan pelatihan.

Kategori tingkat pengetahuan peserta dibedakan menjadi tiga katagori, yaitu rendah (<

40), sedang (40-80), dan tinggi (>80)

2. Evaluasi akhir, dilakukan dengan metode post test dengan menggunakan pertanyaan pada pre test. Pada evaluasi akhir juga akan dihitung jumlah anggota KWT yang mengolah cabai menjadi produk-produk abon cabai, saos cabai, dan/atau manisan cabai, serta mengitung jumlah produksinya. Evaluasi ini untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan kegiatan yang dilakukan.

(22)

IV. PERSONALIA PENGUSUL DAN KEAHLIAN

Tim personalia yang akan melaksanakan pengabdian sebanyak 4 orang (satu orang ketua dan 3 orang anggota). Anggota tim terdiri dari dosen yang berpengalaman dalam bidang penelitian dan pengabdian di bidang pangan dan wirausaha. Curriculum vitae personil dapat dilihat pada Lampiran 1. Alokasi waktu untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat masing-masing personalia adalah 30 jam/bulan selama 5 bulan, dengan rincian setiap bulan akan dilakukan kunjungan ke lokasi pengabdian sebanyak satu kali untuk melakukan perkenalan, penyuluhan, pelatihan, pembinaan, dan evaluasi. Rincian waktu untuk setiap bulan adalah 1 x 10 jam/kunjungan lapang dan 2 x 10 jam/persiapan yang dilakukan di kampus, jadi total waktu dialokasikan adalah 30 jam/bulan. Adapun bidang keahlian dan tugas serta tanggung jawab masing-masing personal dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Rincian bidang keahlian, alokasi waktu, tugas, dan tanggung jawab masing-masing personal untuk kegiatan pengabdian di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

No. Nama Jabatan Program Studi/

Bidang Keahlian Alokasi

Waktu Tugas dan Tanggung Jawab

1 Ir. Ribut Sugiharto, M.Sc.

Ketua Teknologi Hasil Pertanian/

Pekayasa Proses.

30 jam/

bulan 1. Penanggung jawab dan sebagai

koordinator kegiatan 2. Mempersiapkan

bahan, alat, dan administrasi kegiatan.

3. Memberikan penyuluhan dan pelatihan proses produksi abon, saos, dan manisan cabai.

4. Melakukan evaluasi akhir

(23)

2 Novita Herdiana, S.Pi., M.Si.

Anggota Teknologi Hasil Pertanian/

Mikrobiologi Pangan.

30 jam/

bulan 1. Memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai sanitasi dan higiene dalam proses produksi 2. Melakukan evaluasi

mengenai sanitasi dan higiene selama

produksi 3 Pramita Sari

Anungputri, S.T.P., M.Si.

Anggota Teknologi Industri Pertanian/

Managemen Industri.

30 jam/

bulan 1. Memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam manajemen usaha 2. Memberikan

penyuluhan dan pelatihan dalam hal marketing/pemasaran.

3. Membantu melakukan evaluasi akhir/

menyeluruh.

4 Esa Ghanin Fadhallah, S.Pi., M.Si.

Anggota Teknologi Hasil Pertanian/

Teknologi Pasca Panen.

30 jam/

bulan 1. Memberikan penyuluhan dan pelatihan proses produksi dan pengemasan abon, saos, dan manisan cabai.

2. Melakukan evaluasi mengenai

keberlanjutan dalam proses produksi.

No. Nama Jabatan Program Studi/

Bidang Keahlian Alokasi

Waktu Tugas dan Tanggung Jawab

(24)

BAB 5. RENCANA ANGGARAN BELANJA DAN JADWAL PELAKSANAAN 5.1. Rencana Anggaran Belanja

Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebesar Rp. 20.000.000,-(dua puluh juta rupiah) dengan rincian biaya yang dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Rencana anggaran belanja penyuluhan dan pelatihan pengembangan produk olahan berbasis gula merah yaitu gula semut di Kelompok Wanita Tani Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

No. URAIAN VOLUME HARGA

SATUAN (Rp)

JUMALH (Rp) I. Biaya Bahan dan Alat

1 Topless kaca 400ml 10 pak 70,000 700,000

2 Kertas untuk pelabelan 10 pak 30,000 300,000

8 Wadah plastik untuk penyimpanan 10 unit 50,000 500,000

10 Ayakan bubuk cabai kering 4 buah 125,000 500,000

11 Nampan jemur 8 buah 175,000 1,400,000

12 Kompor gas 2 tungku 1 unit 600,000 600,000

Panci kukusan stainless steel 24 cm 2 unit 300,000 600,000

Gilingan cabai manual 4 unit 260,000 1,020,000

Sub Jumlah (I) 5,620,000

II. Biaya Perjalanan

1 Biaya survei dan perijinan 1 paket 1,000,000 1,000,000 2 Biaya transportasi pelaksanaan 4 paket 750,000 3,000,000

Sub Jumlah (II) 4,000,000

III. Biaya ATK/Bahan Habis Pakai

Penggadaan makalah penyuluhan 60 eks 5,000 300,000

Kertas HVS 80 gr 3 RIM 60,000 180,000

Paket bahan seminar 60 set 50,000 3,000,000

Sum Jumlah (III) 3,480,000

(25)

5.2. Jadwal Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini direncanakan selama 5 bulan, jadwal kegiatan pelatihan dan penyuluhan pengembangan produk olahan berbasis cabai pada KWT Putri Handayani Desa Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Rencana jadwal kerja penyuluhan dan pelatihan pengembangan produk olahan berbasis gula merah yaitu gula semut di Kelompok Wanita Tani Putri Handayani di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

2 Penyusunan laporan 2 paket 200,000 400,000

3 Seminar 1 paket 1,500,000 1,500,000

4 Jurnal (publikasi) 1 paket 5,000,000 5,000,000

Sub Jumlah (IV) 6,900,000

Total 20,000,000

Terbilang: Dua puluh juta rupiah.

No. URAIAN VOLUME HARGA

SATUAN (Rp)

JUMALH (Rp)

No Kegiatan

Bulan/2021

Mei Juni Juli Agustus September 1 Persiapan bahan

2 Pengurusan izin 3 Evaluasi awal

4 Ceramah dan diskusi 5 Praktek/demonstrasi 6 Evaluasi I

7 Evaluasi II 8 Evaluasi akhir

9 Penyusunan laporan dan penyerahan Laporan

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2008. Panduan Lengkap Budidaya dan Bisnis Cabai. Agromedia Pustaka Jakarta Anonymous, 2004. Cara Penanganan Pascapanen yang Baik Good Handling Pratices (GHP) Komoditi Hortikultura. www.deptan.org

Arief, 1990. Hortikultura . Andi offset.Yogyakarta

Rukmana, R. 1996. Usaha Tani Cabai Hibrida Sistem Mulsa Plastik. Kanisius. Yogyakarta.

Suhardiyono,L. 1990. Penyuluhan : Petunjuk Bagi Penyuluh Pertanian. Erlangga. Jakarta Winarno, F. G., S. Fardiaz dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. PT Gramedia.

Jakarta.

(27)

LAMPIRAN

(28)

Lampiran 1. Daftar Riwayat Hidup Personil Pengabdian Kepada Masyarakat Ketua Pelaksana

A. Identitas Diri

B. Riwayat Pendidikan

1. Nama Lengkap Ir. Ribut Sugiharto, M.Sc.

2. Jenis Kelamin Laki-laki 3. Jabatan Fungsional Lektor

4. NIDN 0014036603

5. NIP 19660314199003109

6. NPWP 16.739.802.3-323.000

7 Tempat/Tanggal Lahir Seputih Banyak/14 Maret 1966

8. Alamat Rumah Jl. Pramuka Kavling Raya III/No. 5. Raja Basa Bandar Lampung 35144

.9 Nomor Telpon/HP 0721700682/082185001727

10. Alamat Kantor Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1, Gedong Meneng, Bandar Lampung 35145

11. Alamat Email ribut.sugiharto@fp.unila.ac.id 12. Matakuliah yang Diampu Semester Ganjil:

1. Neraca Masa dan Energi 2. Kimia Hasil Pertanian

3. Teknologi Minyak dan Lemak Pangan 4. Pengembangan Produk Hasil Pertanian Semester Genap:

1. Kimia Fisik dan Koloid 2. Satuan Operasi dan Proses 3. Analisis Hasil Pertanian

4. Teknologi Rempah dan Minyak Atsiri

No. Keterangan S1 S2

1 Nama Perguruan Tinggi Universitas Lampung University of Illinois at Urbana-Champaign

2 Bidang Ilmu Ilmu Pangan Ilmu Pangan

(29)

C. Pengalaman Penelitian

4 Judul Skripsi/Thesis Pengaruh Kualitas Lada Hitam Terhadap

Kharakteristik Oleoresin yang Dihasilkan

Production of Mono- and Diglicerides as Emulsifier from Butterfat Fractions by Thermal Glyserolisis 5 Nama Pembimbing Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum,

M.S.

Prof. Dr. Edward G.

Perkins

No. Keterangan S1 S2

No. Tahun Judul Penelitian Sumber

Pendanaan 1 2020 Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Sebagai Karbok

Aktif: Produksi Dan Krakterisasi

Mandiri

2 2019 Produksi Bahan Aditif Biosolar Dari Gliserol, By Product Industri Bisolar, Dengan Etanol Melalui Proses Eterifikasi

DIPA-BLU Unila

3 2018 Reaktivasi Deoiled Spent Bleaching Earth Sebagai Adsorben Proses Pemucatan Crude Palm Oil

Mandiri

4 2018 Produksi Biosolar Dari Spent Bleaching Earth (SBE) Secara Transeterifikasi In Situ (Tahun Ke-2)

PPT-Dikti

5 2017 Produksi Biosolar Dari Spent Bleaching Earth (SBE) Secara Transeterifikasi In Situ (Tahun Ke-1)

PPT-Dikti

6 2016 Fortifikasi dengan Asam Lemak Omega-3 dan Antioksidan untuk Meningkatkan Nilai Gizi dan Mutu Roti Tawar.

Mandiri

7 2015 Aplikasi Gliserol, Hasil Samping (By Product) Industri Biosolar, Untuk Bahan Aditif Biosolar.

HB-Dikti

8 2015 Analisis Produksi Gas Metana Pada Proses

Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Penambahan Limbah Cair Pabrik Sawit:

Perbandingan Dengan Produksi Gas Metana Dari Kolam Anaerobik

ASTRA

9 2014 Penelitian MP3EI: Optimasi Industri Kelapa Sawit dalam Ranggka Mingkatkan Nilai Tambah

(Penelitian Lanjutan: Tahun III)

MP3EI

10 2013 Penelitian MP3EI: Optimasi Industri Kelapa Sawit dalam Ranggka Mingkatkan Nilai Tambah

(Penelitian Lanjutan: Tahun II)

MP3EI

(30)

D. Publikasi Ilmiah

11 2012 Penelitian MP3EI: Optimasi Industri Kelapa Sawit dalam Ranggka Mingkatkan Nilai Tambah

(Penelitian Tahun I)

MP3EI

12 2012 Analisis Neraca Bahan Proses Pengomposan Tandan Kosong Buah Sawit dengan Penambahan Limbah Cair Industri Sawit.

DIPA-BLU

13 1999 Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Katalisator

Terhadap Produksi dan Mutu Bahan Pengemulsi dari Beberpa Minyak Nabati

Dikti

14 1998 Produksi Mono- dan Digliserida Secara Gliserolisis Panas dari Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit

Dikti

15 1997 Produksi Mono- dan Digliserida Sebagai Bahan Pengemulsi dari Minyak Kelapa

Dikti

16 1995 The Effect of Soy Protein Concentrate to the Cheese Quality

UIUC

17 1994 Analysis of Heat Resistant of Lactic Acid Bacteria Encapsulated by Trehalose

UIUC

No. Tahun Judul Penelitian Sumber

Pendanaan

No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Vol/No/Tahun 1 Application Of Response Surface

Methodology To Evaluate Biodiesel Production From Spent Bleaching Earth By In Situ Transesterification Process

IOP Conference Series: Earth And Environmental Science

Volume 230/2019

2 Peningkatan Usaha Ksu Srikandi Ulubelu Melalui P-IRT, Kopi Bubuk Herbal, Rumah Produksi

Proseding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

(Semadinas)

15 September 2018

3 Produksi Kopi Bubuk Terintegrasi Untuk Meningkatkan Mutu Pada Kelompok Serba Usaha Srikandi Di Kabupaten Tanggamus

Batoboh Vol. 2/No. 1/2017

(31)

4 Penyuluhan Dan Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Cabai Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di KWT Tunas Mekar Di Kecamatan Prinsewu Kabupeten Pringsewu

Proseding Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Lampung 2016

1 Desember 2016.

5 Efek Penambahan Antioksidan Terhadap Sifat Sensori Dan Lama Simpan Roti Tawar Yang Diperkaya Dengan Minyak Ikan

Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian

Vo. 21/No. 2/2016

6 Formulasi Virgin Coconut Oil Dan Pengemulsi Lesitin Kedelai

Terhadap Stabilitas Emulsi Dan Sifat Organoleptik Pasta Kacang Merah

Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian

Vo. 21/No. 1/2016

7 Tinjauan Neraca Masa Pada Proses Pengomposan Tandan Buah Kosong Kelapa Sawit Dengan Penambahan Air Limbah Pabrik Kelapa Sawit

Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian

Vo. 21/No. 1/2016

8 Palm Oil Mill Effluent Treatment and Utilization to Ensure The Sustainability of Palm Oil Industries.

Water Science and Technology

Vol. 72/No. 7/2015.

9 Pengaruh Perbandingan Tepung Tapioka Dan Tepung Jamur Tiram Terhadap Volume Pengembangan, Kadar Protein, Dan Organoleptik Kerupuk

Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian

Vo. 20/No. 1/2015

10 Efek Fortifikasi Minyak Ikan Terhadap Kadar Omega-3 Dan Sifat Sensori Roti Tawar Selama

Penyimpanan

Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian

Vo. 20/No. 1/2015

11 Effect of Spontaneous Lactic Acid Fermentation on Physico-chemical Properties of Sweet Potato Flour.

Microbiology Indonesia

Vol. 8/No. 1/2014

12 Pengaruh Jumlah Pelarut Etanol Dan Suhu Fraksinasi Terhadap Kharakteridtik Lemak Kakao Hasil Ekstraksi Non Alkalized Cocoa Butter

Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian

Vo. 19/No. 2/2014 No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Vol/No/Tahun

(32)

E. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat

No. Tahun Judul Pengabdian Sumber

Pendanaan 1 2020 Pengenalan Oven Tenaga Surya Untuk Pengeringan

Gula Semut Dalam Rangka Peningkatan Produksi Dan Mutu Produk Serta Ekonomi Masyarakat Kwt Putri Handayani Di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus

DIPA BLU Unila

2 2019 Pengembangan Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Gula Merah Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Kelompok Wanita Tani Srikandi Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus

DIPA BLU Unila

3 2018 Usaha Produksi Kopi Bubuk Terintegrasi Untuk Mengikatkan Mutu Dan Keamanan Produk Pada Mitra Tani Di Kabupaten Tanggamus (Hi-Link) (Tahun Ke-2)

Hi-Link Dikti

4 2017 Usaha Produksi Kopi Bubuk Terintegrasi Untuk Mengikatkan Mutu Dan Keamanan Produk Pada Mitra Tani Di Kabupaten Tanggamus (Hi-Link) (Tahun Ke-1)

Hi-Link Dikti

5 2016 Penyuluhan Dan Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Cabai Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di KWT Tunas Mekar Di Kecamatan Prinsewu Kabupaten Pringsewu

Dipa-BLU

6 2015 IbM Kelompok Wanita Tani Gula Merah di Gisting, Kabupaten Tanggamus.

IbM Dikti

7 2014 Pelatihan Pengolahan Abon Cabe di Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu

Dipa-BLU

8 2012 Percontohan dan Pelatihan Pembuatan Bioreaktor Skala Rumah Tangga di Kabupaten Tanggamus.

Unila

9 2011 Pelatihan Pengolahan Keripik Buah-Buahan Menggunakan Penggoreng Vakum Sebagai Upaya Untuk Mengembangkan Budaya Wirausaha Di Kabupaten Tanggamus

Unila

10 2001 Percontohan dan pelatihan Pembuatan Minyak Kelapa Secara Fermentasi

Unila

11 2000 Desain Pabrik Crude-Crude Palm Oil (CCPO) skala mikro (kerja sama dengan Dinas Perindustrian Provinsi Lampung)

Dinas Perindustrian

Prop.

Lampung

(33)

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Bandar Lampung, 02 Maret 2021.

Hormat Kami, 2 Maret 2021.

Ir. Ribut Sugiharto, M.Sc.

NIP 196603141990031009

(34)

Anggota Pelaksana I I. Data Identitas Diri

I. RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI

II. PENGALAMAN PENELITIAN (Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi) Urutkan dari tahun terakhir judul penelitian yang pernah dilakukan

1.1 Nama Lengkap (dengan gelar) Novita Herdiana,S.Pi.,M.Si

1.2 Tempat dan Tanggal Lahir Bandar Lampung, 18 November 2013 1.3 Golongan / Jabatan Penata / IIIC

1.4 NIP/NIDN 197611182001122001/ 0018117602

1.5 Alamat Kantor Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Jl. Soemantri Brodjonegoro No.1 1.6 Nomor Telepon/Faks 0721 781 823

1.7 Nomor HP 0813-11525429

1.8 Alamat e-mail novita.herdiana@yahoo.com

1.9 Alamat Rumah Jl. Dr. Harun II no 115 Kotabaru Bandar Lampung

1.10 Nomor Telepon/Faks 0721 -262044

1.11 Alamat e-mail novita.herdiana@yahoo.com

1.12 Mata Kuliah yg diampu Teknologi Hasil Perikanan dan Perairan Pengembangan Produk Agroindustri Teknologi Hasil Hewani

Matematika Pertanian

Tahun Lulus

Program pendidikan (diploma, sarjana, magister,spesialis dan doctor

Perguruan Tinggi

Jurusan / Program studi

2000 Sarjana Teknologi Hasil Perikanan IPB Teknologi Hasil Perikanan

2010 Magister Sains IPB Teknologi Pasca

Panen

No. Tahun Judul Penelitian

1 2010 Komposisi Kimia dan karakteristik Organoleptik Abon Daging Domba

(35)

IV. PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Urutkan dari tahun terakhir judul pengabdian kepada masyarakat yang pernah dilakukan

V. PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

2 2007 Pengaruh Pemberian Fermentasi dari Umbi Ubi kayu Dalam Ransum Terhadap Penampilan Ayam Pedaging

3 2002 Pembuatan Protein Hidrolisat Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Secara Enzimatis Dan Pemanfaatannya Dalam Pembuatan Kerupuk

No. Tahun Judul Penelitian

Tahun Jenis/Nama Kegiatan Tempat

2001 Pengenalan Pengolahan Dendeng dan Bakso Ikan Kepada Para Ibu Rumah Tangga di Desa Indralaya Kab. OKI

Desa Indralaya, Kab OKI Sumatera Selatan

2003 Penyuluhan Penanganan dan Pengolahan Hasil Perikanan di daerah Sungsang Kec Banyuasin II Kab. Banyuasin

Kab. Banyuasin Sumatera Selatan

2003 Pelatihan Peningkatan Mutu Olahan Hasil Perikanan di Daerah Sungsang Kec. Banyuasin II kab. Banyuasin

Kab. Banyuasin Sumatera Selatan

2004 Penyuluhan Pentingnya Konsumsi Ikan dan Cara Pemilihan Produk – Produk Pengolahan Hasil Perikanan yang Baik

P o n d o k P e s a n t r e n A l - Amalul Khair Palembang, Sumsel

2005 Penyuluhan Pentingnya Konsumsi Ikan dan Cara Pemilihan Produk – Produk Pengolahan Hasil Perikanan yang Baik

P o n d o k P e s a n t r e n Randhatul Ulum Desa Sakatiga Kec. Indralaya Ogan Ilir Sum-sel

2011 Pelatihan Pembinaan petani kelompok Tani/

Gapoktan Di Desa Mitra Tentang Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

STPP Bogor

2011 Penyuluhan Penyuluhan Tentang Diversifikasi Pangan dan Sosialisasi Pembuatan Mie Casava Dikelompok Wanita Tani Kartini Desa Rawa Kalong.

D e s a R a w a K a l o n g Tanggerang

2013 Penyuluhan tentang diversifikasi umbi – umbian.

Kelompok Tani dalam rangka Penumbuhan Sistem Pertanian Terpadu

Desa Ciburayut Kec.

Cigombong Kab. Bogor

(36)

Urutkan dimulai dari tahun terakhir judul artikel ilmiah yang pernah diterbitkan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Bandar Lampung, 2 Maret 2021.

Novita Herdiana,S.Pi.,M.Si NIP. 197611182001122001

Tahun Judul Penerbit/Jurnal

2010 Komposisi Kimia dan

karakteristik Organoleptik Abon Daging Domba dengan

Penambahan Kunyit Selama Penyimpanan

Jurnal Penyuluhan Pertanian STPPBogor.

Hasil Penelitian Terapan. Bidang Sosial- Ekonomi dan Pertanian Vol. 5 No. 1 Mei 2010

2009 Pengolahan Hasil Pertanian (Buku)

Universitas Terbuka

2007 Pengaruh Pemberian Fermentasi dari Umbi Ubi kayu Dalam Ransum Terhadap Penampilan Ayam Pedaging

Jurnal Penyuluhan Pertanian STPP Bogor.

Hasil Penelitian Terapan. Bidang Sosial- Ekonomi dan Pertanian Vol 2. No. 2, November 2007

2002 Pembuatan Protein Hidrolisat Ikan Mujair (Oreochromis

mossambicus) Secara Enzimatis Dan Pemanfaatannya Dalam Pembuatan Kerupuk

Prosiding Seminar Nasional Agribisnis dan Agroindustri Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya

(37)

Anggota Pelaksana II

A. Identitas Diri

1.Nama : Pramita Sari Anungputri, S.T.P., M.Sc., M.Si.

2.Jabatan Fungsional : -

3.NIP : 198809182015042002

4.NIDN : 0018098802

5.Tempat dan Tanggal Lahir : Sumedang, 18 September 1988

6.Alamat Rumah : Jl. Swadaya 7F, Kel. Gunung Terang, Kec.

Langkapura, Bandar Lampung 1.Nomor Telepon / Fax : -

2.Nomor HP : 082306300057

3.Alamat Kantor : Jl. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 4.Nomor Telepon / Fax : 0721-781823 / 0721-781823

5.Alamat email : pramita.sari@fp.unila.ac.id 6.Mata Kuliah yang diampu : 1. Kimia Dasar 1

2. Kimi Dasar 2

3. Mikrobiologi Umum

4. Dasar Teknologi Komponen Bioaktif

B. Riwayat Pendidikan

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

S1 S2

Nama PT Institut Pertanian Bogor Universitas Sriwijaya / Mie University, Jepang Bidang Ilmu Teknologi Industri Pertanian Ilmu Tanaman /

Bioresources

Tahun Masuk 2006 2012

Tahun Lulus 2010 2014

Judul Skripsi / Tesis / Disertasi

Kajian Pembuatan Gambir Bubuk dari daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Kering Menggunakan Spray Dryer

Study on Functionality of Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Extract

Nama Pembimbing Akademik

Prof. Ir. Khaswar Syamsu, M.Sc.St.

Prof. Ir. E. Gumbira-Said, M.A.Dev.

Prof. Hayato Umekawa Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, M.P.

(38)

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

E. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Bandar Lampung, 5 Maret 2021.

Pramita Sari Anungputri, S.T.P., M.Sc., M.Si.

NIP. 197611182001122001


No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber* Jumlah (Rp) 1 2018 Pengaruh Ekstrak Etanol dan Air Serai

Dapur (Cymbopogon citratus) Terhadap Profil Langerhans Mencit Diabetes

DIPA Fakultas

7.500.000

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber* Jumlah (Rp) 1 2017 Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan

Kefir Sirsak (Annona muricata L.) di Desa Sumber Rejo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan

DIPA Fakultas

7.500.000

2 2018 Introduksi manfaat Ubi Jalar dan Pengolahannya pada Anggota IKA Tanjung Sakti, Sukarame – Bandar Lampung

DIPA Fakultas

7.500.000

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan Tahun 1 Karya Inovasi Rekayasa Proses

Produksi Gambir Bubuk dari Daun Gambir Kering Sebagai Salah Satu dari 103 Inovasi Paling Prosfektif 2011

Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia

2011

(39)

A. Identitas Diri

B. Riwayat Pendidikan

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

1 Nama Lengkap Esa Ghanim Fadhallah, S.Pi., M.Si.

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Jabatan Fungsional -

4 NIP 1991029 201903 1 014

5 NIDN 0029019104

6 Tempat, tanggal lahir Jakarta, 29 Januari 1991

7 E-mail esa.ghanim@fp.unila.ac.id dan

ghanimfadh@gmail.com

8 Nomor Telepon/HP 0878 8378 2791 / 0822 7817 1769

9 Alamat Kantor Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Gedung Meneng Bandar Lampung

10 Nomor telepon/Faks 0721-781823 / 0721-781823 11 Lulusan yang telah dihasilkan -

12 Matakuliah yang diampu Kimia Dasar Kimia Dasar I Teknologi Pati

Teknologi Serealia dan Palawija Agroindustri Berbasis Hasil Perairan Pendidikan Kewarganegaraan

Jenjang Pendidikan S1 S2

Nama Perguruan Tinggi Institut Pertanian Bogor Institut Pertanian Bogor Program Studi Teknologi Hasil Perairan Teknologi Pascapanen

Tahun Masuk-Lulus 2008-2013 2014-2016

Judul Skripsi/Tesis

Prototype Material Penyerap Gelombang Radar dari Komposit Polimer Chitosan-PVA

Kajian Proses Perendaman dan Pengukusan untuk Meningkatkan Mutu Beras Pratanak pada Beberapa Varietas Gabah

Nama Pembimbing

Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si.

Dr. Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si.

Dr. Akhiruddin Maddu Dr. Ir. Lilik Pujantoro Eko Nugroho, M.Agr.

(40)

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

E. Publikasi Artikel Ilmiah 5 Tahun Terakhir

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

H. Peroleh HKI dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber* Jumlah (Rp)

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber* Jumlah (Rp)

No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/ Nomor/

Tahun

1

Steaming process of paddy to

improve quality and reduce glycemic index of parboiled rice

Prosiding Acta Horticulturae

III International Conference on Agricultural and Food Engineering

1152: 375-380.

2 Pengaruh Lama Pengukusan terhadap Mutu Fisik Beras Pratanak pada Beberapa Varietas Gabah

Jurnal Keteknikan

Pertanian 4/2/2016

3

Material Kemasan Penyerap Gelombang Mikro dari Komposit Polimer Chitosan-Polivinil Alkohol

Jurnal Pengolahan Hassil Perikanan Indonesia

17/2/2014

No Nama Pertemuan Ilmiah/

Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

1 Seminar Nasional Keteknikan Pertanian

Kajian Proses Pengukusan untuk Meningkatkan Mutu Fisik Beras Pratanak

25 November 2015, Universitas Sriwijaya

No Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit

No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

(41)

J. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Bandar Lampung, 2 Maret 2021.

!

Esa Ghanim Fadhallah, S.Pi., M.Si.

NIP. 1991029 201903 1 014 No Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial

Lainnya yang Telah Diterapkan Tahun Tempat Penerapan Respon Masyarakat

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan Tahun

1

Penghargaan Kategori Inovasi Partisipasi Masyarakat dengan judul

“Material Organik Penyerap Gelombang Radar dari Komposit Polimer Chitosan- Hidroksiapatit untuk Aplikasi Militer Modern”

Tentara Nasional

Indonesia 2014

(42)

Lampiran 2. Gambaran Iptek yang Akan Dilaksanakan

1. Pembuatan Abon Cabai

Prosedur Pembuatan Abon Cabai adalah sebagai berikut : a) Cuci cabai hingga bersih.

b) Jemur cabai hingga kering dengan waktu 5-10 hari atau menggunakan oven dengan suhu 150o dan dalam waktu 50 menit.

c) Blender cabai yang sudah kering hingga menjadi serbuk.

d) Kemudian masukkan gula, garam, dan bawang putih yang sudah ditumis terlebih dahulu ke dalam wajan. Tuangkan minyak sayur ke dalam wajan lalu nyalakan kompor dengan api yang kecil.

e) Aduk bahan-bahan yang sudah dimasukkan kedalam wajan hingga merata

f) Masukkan cabai yang telah menjadi serbuk ke dalam wajan dan aduk hingga matang.

g) Abon sudah jadi dan siap untuk dikemas.

• DIAGRAM ALIR PEMBUATAN ABON CABAI Cabai

Penjemuran

Blender Cabai Hingga menjadi serbuk

Pencampuran & Pengandukan Bumbu (gula, garam, bawang putih)

Abon cabai

(43)

2. Manisan Cabai

Prosedur Pembuatan Manisan Cabai adalah sebagai berikut :

a) Belah cabai dan buang semua biji, tangkai pilih yang ada di dalamnya.

b) Rendam cabai dalam larutan garam selama 6-12 jam.

c) Tiriskan cabai lalu rendam dalam air kapur selama 10 menit.

d) Sambil menunggu, masaklah air dan gula pasir lalu aduk hingga merata.

e) Angkat cabai yang telah di rendam dalam air kapur dan masukkan ke dalam larutan gula yang masih panas, dan rendam selama 6-12 jam.

f) Cobalah rasa cabai tersebut, jika sudah manis berarti manisan cabai telah jadi. Jika belum manis, ulangilah proses dari memasak gula sampai selesai hingga rasanya menjadi manis.

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN MANISAN CABAI Cabai

Penyiangan (Buang Biji dan tangkai)

Rendam dalam larutan garam (6 – 12 jam)

Tiriskan & rendam dalam larutan kapur (10 menit)

Larutan dalam air gula & rendam (6 – 12 jam)

Penirisan

Manisan cabai

(44)

Lampiran 4. Peta Lokasi Kegiatan Pengabdian

Lokasi Pengabdian:

Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung

(45)
(46)

Figur

Memperbarui...

Referensi

  1. www.deptan.org
Related subjects :