UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 6 TAHUN 1960
TENTANG
SENSUS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa guna menyusun rencana-rencana pembangunan nasional
disegal a bidang diperl ukan bahan-bahan yang l engkap dan sempurna mengenai pel bagai hal :
b. bahwa sal ah sat u j al an yang sempurna guna pel aksanaan
pengumpul an bahan-bahan t ersebut , ial ah mengadakan sensus secara berkal a;
c. bahwa Vol kst el l ing Ordonnant ie 1930 (St aat sbl ad 1930 No. 128),
yang hanya mengat ur sensus penduduk t idak l agi sesuai dengan keadaan dan kemaj uan-kemaj uan yang cepat yang dicapai ol eh negara kit a;
d. bahwa unt uk penyel enggaraan sensus-sensus perl u diadakan
perat uran-perat uran;
Mengingat : a. surat Keput usan Perdana Ment eri Republ ik Indonesia No. 26
P. M. / 1958, t anggal 16 Januari 1958 yang berisi pemberian t ugas kepada Biro Pusat St at ist ik unt uk menyel enggarakan pekerj aan persiapan sensus penduduk dal am t ahun 1960 at au t ahun 1961;
b. Keput usan Kabinet dal am sidangnya ke-III, pada t anggal 14 Juni 1958, yang menyet uj ui unt uk mengadakan sensus pert anian di Indonesia pada t ahun 1962;
c. Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945;
Dengan perset uj uan Dewan Perwakil an Rakyat Got ong-Royong
Memut uskan :
Mencabut Vol kst el l ing Ordonnant ie 1930 (St aat sbl ad 1930 No. 128) dan Menet apkan:
UNDANG-UNDANG TENTANG SENSUS.
Pasal 1.
Sensus, ial ah usaha-usaha :
b. mengol ah, menyusun dan menyiarkan bahan-bahan yang diperol ehnya, demikian pul a memberikan ket erangan-ket erangan seperl unya kepada Pemerint ah khususnya dan masyarakat umumnya.
Pasal 2.
Penyel enggaraan sensus dit ugaskan kepada Biro Pusat St at ist ik
Pasal 3.
(1) Sensus penduduk diadakan pada t ahun 1961 dan unt uk sel anj ut nya diadakan pada t ahun-t ahun yang dapat dibagi dengan angka 10.
(2) Wakt u mengadakan sensus yang l ain-l ainnya dit ent ukan dengan Perat uran
Pemerint ah, dengan ket ent uan sekurang-kurangnya dal am 10 t ahun diadakan sekal i.
(3) Perat uran pel aksanaan unt uk t iap-t iap j enis sensus diat ur dengan Perat uran
Pemerint ah.
Pasal 4.
(1) Kepal a Biro Pusat St at ist ik mempersiapkan, menyel enggarakan dan memimpin sensus yang diadakan unt uk sel uruh Indonesia dan membent uk Kant or-kant or Cabang dit empat - t empat yang dipandang perl u, dengan menent ukan bat as-bat as wil ayah kerj anya.
(2) Kepal a Kant or Cabang memimpin pel aksanaan sensus masing-masing dal am bat as-bat as daerah kerj a yang dit ent ukan.
(3) Pel aksanaan sensus dil akukan ol eh pet ugas-pet ugas sensus.
Pasal 5.
(1) Pet ugas-pet ugas sensus diangkat ol eh Kepal a Kant or Cabang at au pej abat l ain yang dit unj uk ol ehnya sel ama wakt u yang diperl ukan unt uk sensus.
(2) Kepada t iap-t iap pet ugas sensus diberikan surat penet apan pengangkat an.
(3) Kepal a Biro Pusat St at ist ik menet apkan honorarium unt uk pet ugas sensus.
Pasal 6.
(1) Dengan menunj ukkan surat penet apan pengangkat an di maksud dal am pasal 5 ayat (2) diat as, khusus unt uk keperl uan pel aksanaan sensus, pet ugas sensus mendapat kebebasan memasuki hal aman, pel at aran, t anah-t anah t empat peribadat an, t anah-t anah pert anian, perkebunan dan t anah-t anah perusahaan l ainnya, demikian pul a masuk kedal am al at -al at pengangkut an yang t erl et ak didal am daerah kerj a yang t el ah dit et apkan baginya.
Pasal 7.
Set iap orang dan badan yang ada di Indonesia sewakt u diadakan sensus, diwaj ibkan memberi bant uan seperl unya guna mel ancarkan pel aksanaan sensus. Kewaj iban memberi bant uan ini diat ur l ebih l anj ut dal am Perat uran Pemerint ah, dengan memperhat ikan hal -hal yang berhubungan dengan keamanan nasional .
Pasal 8.
(1) Kepal a Biro Pusat St at ist ik, Kepal a Kant or Cabang sert a pet ugas-pet ugas sensus diwaj ibkan merahasiakan segal a ket erangan mengenai diri seseorang dan/ at au badan yang diperol ehnya dari sensus.
(2) Pengumuman hasil -hasil sement ara at au yang bersif at l okal dari sensus hanya dapat diberikan ol eh Kepal a Biro Pusat St at ist ik at au dengan perset uj uannya ol eh Kepal a Kant or Cabang at au pej abat -pej abat l ain yang dit unj uknya.
Pasal 9.
(1) Barangsiapa dengan sengaj a mengacaukan, menghal ang- hal angi at au mengganggu j al annya sensus yang disel enggarakan menurut Undang-undang ini, dapat dihukum dengan hukuman penj ara set inggi-t ingginya sat u t ahun at au denda sebanyak-banyaknya Rp. 20. 000, -
(2) Barangsiapa dengan sengaj a menol ak memberi bant uan yang diwaj ibkan sesuai dengan pasal 7 diat as, dapat dihukum dengan hukuman kurungan set inggi -t ingginya -t iga bul an a-t au denda sebanyak-banyaknya Rp. 5. 000, -.
(3) Barangsiapa yang waj ib memberikan ket erangan guna keperl uan sensus, dengan sengaj a memberikan ket erangan yang t idak benar, dapat dihukum dengan hukuman penj ara set inggi-t ingginya enam bul an at au denda sebanyak-banyaknya Rp. 10. 000, -
(4) Kepal a biro Pusat St at ist ik, Kepal a Kant or Cabang sert a pet ugas-pet ugas sensus yang dengan sengaj a membuka rahasia sebagaimana dimaksud dal am pasal 8 ayat (1) at au menyal ahgunakan kewenangan yang diberikan kepada mereka, dapat dikenakan hukuman penj ara set inggi-t ingginya enam bul an at au denda sebanyak-banyaknya Rp. 10. 000, -.
(5) Pet ugas Sensus yang mel al aikan kewaj iban dapat dikenakan hukuman kurungan set inggi-t ingginya t iga bul an at au denda sebanyak-banyaknya Rp. 5. 000, -.
Pasal 10.
(1) Tindak-pidana dimaksud dal am pasal 9 ayat (1), (3), dan (4) dianggap sebagai kej ahat an.
(2) Tindak-pidana dimaksud dal am pasal 9 ayat (2) dan (5) dianggap sebagai
pel anggaran.
Pasal 11.
(1) Undang-undang ini dapat disebut Undang-undang Sensus 1960.
Agar set iap orang dapat menget ahuinya memerint ahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempat an dal am Lembaran Negara Republ ik Indonesia.
Disahkan di Jakart a
pada t anggal 24 Sept ember 1960 Presiden Republ ik Indonesia.
SUKARNO.
Diundangkan
pada t anggal 24 Sept ember 1960. Sekret aris Negara
PENJELASAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1960
TENTANG
SENSUS.
PENJELASAN UMUM.
Unt uk mencipt akan masyarakat yang adil dan makmur sepert i dicit a-cit akan ol eh Rakyat Indonesia, diperl ukan pembangunan disegal a l apangan. Tidak ada suat u pembangunan dapat t erl aksana dengan baik, j ika t idak direncanakan l ebih dul u dengan seksama. Unt uk it u diperl ukan pengumpul an bahan-bahan dan ket erangan- ket erangan yang l uas dan l engkap dengan penyel idikan yang t el it i.
Tidak ada suat u proyek dapat t erl aksana dengan baik, kal au sebel umnya t idak diket ahui dengan seksama j uml ah penduduk yang akan mengambil manf aat dari proyek t ersebut , apa l apangan hidup sert a mat a pencarian dan l ain-l ain keadaan dari penduduk yang bersangkut an.
Pencacahan (sensus) j iwa unt uk Indonesia dil akukan yang t erakhir pada t ahun 1930 dan hingga kini unt uk sel uruh Indonesia bel um pernah diadakan l agi.
Adal ah sudah sewaj arnya dan benar-benar dirasakan perl unya, bahwa sesudah sekian l amanya, segera diadakan usaha kearah it u.
Perat uran yang l ama (Vol kst el l ing Ordonant ie t ahun 1930) t idakl ah sesuai l agi dengan keadaan dankemaj uan-kemaj uan yang cepat yang dicapai ol eh negara dan masyarakat dan karenanya perl u digant i.
Sel ain dari pada it u dizaman modern ini t idakl ah cukup bil a hanya diadakan sensus mengenai penduduk saj a, akan t et api disamping it u dirasa sangat perl u unt uk j uga mengadakan sensus mengenai bidang l ainnya sepert i : perumahan, pert anian, perindust rian, keagamaan al iran masyarakat dan hal -hal l ainnya l agi yang dipandang perl u, dengan cat at an bahwa sel al u akan diperhat ikan kemungkinan menempuh t ehnik dan cara yang ringkas t idak t erl ampau memberat kan anggaran bel anj a negara dan t erl al u banyak memerl ukan pengerahan t enaga manusia dan mat erial .
Sedapat mungkin mengenai bidang l ainnya yang t ermasuk pent ing j uga unt uk dipel aj ari sel uk-bel uknya, karena dari sensus-sensus l ainnya t el ah dapat t ersususun rangka (benchmark) berupa ket erangan-ket erangan pokok, akan dil akukan penyel idikan secara sampl ing, yakni penyel idikan yang t erbat as kepada sebagian dar pada kesel uruhan et api t idak mengurangi pendapat an-pendapat an/ sif at -sif at kesel uruhannya sehingga dengan demikian hasil it u cukup mewakil i kesel uruhan t ersebut .
Dengan demikian usaha berbagai macam sensus t idak usah mendesak l ain-l ain usaha Pemerint ah.
PENJELASAN PASAL DEMI PASAL.
Pasal 1.
Pasal ini memberi ket erangan singkat mengenai pekerj aan dan obyek sensus.
a. suat u sensus nasional disel engggarakan ol eh Pemerint ah dibant u ol eh Pemerint ah set empat / ot onom.
b. sensus harus mel iput i daerah yang t ert ent u.
c. sensus harus mencangkupi segenap individu t anpa ada yang dil upakan at au dihit ung dua kal i.
d. j uml ah yang dicacah harus bert al ian dengan sat u wakt u yang t ert ent u dan sedapat mungkin bersamaan unt uk sel uruh wil ayah.
e. Ket erangan-ket erangan harus didapat kan dari penanyaan l angsung, bukan dari daf t ar-daf t ar (regist er desa dan sebagainya).
f . pengol ahan, dan penyusunan dan penyiaran hasil pencacahan merupakan bagian-bagian yang t idak t erpisahkan dari pekerj aan Sensus.
Pasal 2.
Mengingat , bahwa st at ist ik dan sensus berhubungan erat sat u sama l ain maka dianggap bij aksana unt uk menyerahkan penyel enggaraan sensus kepada Biro Pusat St at ist ik.
Pasal 3.
Ol eh Perserikat an Bangsa-Bangsa dianj urkan, supaya Negara-Negara Angot a Perserikat an Bangsa-Bangsa mengadakan sensus penduduk dan sensus pert anian dinegaranya masing-masing serent ak pada sekit ar t ahun 1960 dan sel anj ut nya t iap-t iap 5 t ahun at au 10 t ahun sekal i. Pemerint ah Republ ik Indonesia t el ah memut uskan mengadakan sensus penduduk di Indonesia sekit ar t ahun 1960. Dikirakan t ahun 1961 akan merupakan t ahun sensus penduduk yang pert ama bagi negara Republ ik Indonesia set el ah 30 t ahun di Indonesia t idak l agi diadakan.
Jangka wakt u ant ara 2 sensus bagi pencacahan (sensus) penduduk dibedakan dengan j angka wakt u bagi sensus l ainnya, at as pert imbangan bahwa bagi sensus-sensus l ainnya sangat mungkin karena cepat nya perkembangan dibidang-bidang it u perlu diambil j angka wakt u yang l ebih singkat daripada 10 t ahun.
Pasal 4.
Kepal a Biro Pusat St at ist ik bert anggung-j awab at as segal a sesuat u dari Sensus, baik dal am persiapan, organisasi, maupun pimpinan dal am penyel enggaraannya. Penyel enggaraan sensus, berhubung dengan l uasnya pekerj aan, t idak dapat dil akukan dari Pusat saj a dan dirasa perl u dibent uk Kant or-Kant or Cabang. Pel aksanaan Sensus didaerah dipimpin ol eh Kepal a Kant or Cabang, dibant u ol eh pet ugas-pet ugas sensus (pencacah, pemeriksa dan pengawas).
Pasal 5.
Pasal 6.
Guna mel aksanakan sensus, para pet ugas sensus perl u mendapat kebebasan masuk hal aman, t anah-t anah pert anian, perkebunan, t anah-t anah t empat peribadat an dan l ain-l ainnya, pul a masuk dal am al at -al at pengangkut an. Kebebasan ini t ent ul ah t idak t anpa bat as-bat as, akan t et api harus dibat asi dengan misal nya mengingat kepada wakt u, ket at asusil aan, adat ist iadat sedaerah, agama, ket ert iban umum dan l ain sebagainya.
Pasal 7.
Set iap sensus memberikan bahan-bahan pokok yang sangat diperl ukan unt uk rencana pembangunan dan pel aksanaannya membut uhkan beaya yang besar sekal i. Sensus t idak akan berhasil j ika t idak cukup mendapat sambut an, bant uan dan kerj a sama yang baik ant ara set iap f ihak yang bersangkut an dan karenanya kewaj iban membant u pel aksanaan sensus perl u dij amin dengan Undang-Undang. Yang dimaksudkan dengan set iap orang disini ial ah bukan hanya warga negara Republ ik Indonesia saj a, akan t et api t ermasuk pul a set iap orang asing yang ada di Indonesia sewakt u diadakan sensus. Yang dimaksudkan disini dengan badan-badan Swast a, baik yang bersif at badan hukum maupun bukan.
Pasal 8.
Ket erangan-ket erangan yang diperol eh dari seseorang kadang- kadang adal ah sangat pribadi dan karenanya perl u dil indungi dengan undang-undang supaya t et ap rahasia. Kewaj iban merahasiakan ini perl u pul a guna menj amin supaya pert anyaan-pert anyaan dal am sensus yang sangat pribadi t erj awab dengan sebenarnya. Unt uk menj aga supaya t idak ada pengumuman yang bersimpang-siur t ent ang hasil -hasil dari Sensus, maka perl u diadakan pengat uran siapa yang berwenang mengadakan pengumuman t ersebut .
Pasal 9.
Mengingat bahwa sensus merupakan usaha yang l uas yang memerl ukan biaya dan pengerahan t enaga yang banyak maka di pandang sangat perl u diadakan ancaman hukuman t erhadap set iap gangguan, penghal angan dan pengacauan j al annya sensus agar t erpel ihara kel ancarannya. Mengambi l kart u-kart u sensus at au menghapuskan t anda-t anda/ nomor-nomor pada bangunan-bangunan yang digunakan dal am mempersiapkan pencacahan adal ah t ergol ong t indakan yang dil arang dan dikenakan hukuman. Lebih t erkut uk l agi perbuat an-perbuat an penghasut an unt uk t idak memberikan bant uan seperl unya at au menghal anghal angi para pet ugas sensus menunaikan t ugasnya dengan baik. Karena it u t erhadap perbuat an-perbuat an demikian it u diadakan ancaman hukuman yang pal ing berat . Perbuat an t erkut uk it u dapat t imbul baik dari f ihak umum maupun dari f ihak pet ugas sendiri.
Ini dapat t ercapai dengan penerangan yang t epat sert a usaha yang t el it i unt uk menghindari dimasukkannya pert anyaan-pert anyaan yang dapat menyinggung perasaan, menimbul kan kecurigaan at au yang sul it -sul it dij awab. Meskipun demikian sebagai l angkah t erakhir perl u diadakan ancaman hukuman t erhadap pel anggaran-pel anggaran berupa keengganan member ikan ket erangan yang diperl ukan.
Juga t erhadap pet ugas-pet ugas yang mel al aikan kewaj ibannya dapat dikenakan hukuman. Bil a seorang pencacah misal nya mengabaikan ancer-ancer wakt u kerj a yang t el ah dit et apkan ol eh at asannya at au t iba-t iba meninggal kan pekerj aannya t anpa al asan yang sah at au dengan cerobah menyel esaikan t ugasnya maka ia dapat dianggap mel al aikan kewaj ibannya.
Pasal 10.
Cukup j el as.
Pasal 11.