Penerimaan pajak capai Rp 932,8 T hingga November.
Inilah pemilik BUMI usai restrukturisasi utang.
WOM Finance mulai berpaling ke kredit multiguna.
BOPO Bank Bukopin 2017 bakal naik.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
H
ampir sepanjang perdagangan
bergerak di teritori negatif
dalam
rentang
terbatas,
IHSG
akhirnya berhasil tutup tipis di teritori
positif naik 7,322 poin (0,14%) di
5211,996. IHSG bergerak dalam ren‐
tang konsolidasi dengan support di
kisaran 5180 dan resisten di 5230.
Saham tambang, perkebunan, dan
perdagangan masih ramai dilanda
aksi beli seiring sentimen rally harga
komoditasnya. Sedangkan sejumlah
saham sektoral yang sensitif interest‐
rate bergerak konsolidasi cenderung
koreksi. Pergerakan pasar saham
masih terus dibayangi resiko pele‐
mahan rupiah, kenaikan yield obligasi
yang dipicu keluarnya arus dana as‐
ing. Kemarin penjualan bersih asing
di pasar saham mencapai Rp806,89
miliar dan rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp13490 dibandingkan
posisi hari sebelumnya di Rp13424.
Sementara pasar saham global tadi malam bergerak bervariasi. Indeks
saham di Uni Eropa, Eurostoxx koreksi 0,4% di 3032,14. Di Wall Street indeks sa‐
ham DJIA mencatatkan level tertinggi baru di 19083,18 menguat 0,3%. Indeks S&P
menguat tipis 0,1% di 2704,72. Indeks Nasdaq koreksi 0,11% di 5380,68. Aksi beli
terutama melanda saham material seiring rally harga komoditas seperti tembaga,
nikel, timah. Pasar merespon positif data ekonomi AS seperti durable goods order
Oktober naik 4,8% (mom), indeks Flash Manufacturing PMI di 53,9 di atas estimasi
53,6 dan bulan sebelumnya 53,4. Indeks sentimen konsumen di AS Nopember
naik ke 93,8 di atas estimasi 91,6. Data‐data ekonomi tersebut mengindikasikan
perekonomian AS bergerak positif dan semakin mendekati rencana The Fed
menaikkan tingkat bunganya di Desember mendatang. Di sisi lain pasar melepas
obligasi yang memicu yield obligasi AS tenor 10 yr melonjak 1,56% tadi malam di
2,35% seiring menguatnya rencana kenaikan bunga di AS.
Perkembangan positif di perekonomian AS berimbas pada perekono‐
mian emerging market terkait meningkatnya resiko capital outflow. Rupiah
cenderung akan melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini yang membuat pasar
saham akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi menyusul meningkat‐
nya resiko capital outflow. Di Pasar obligasi, yield obligasi Indonesia 10 yr kemarin
mencapai 8,01% naik 1,29%. IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak ber‐
variasi namun cenderung koreksi menyusul memburuknya resiko pasar emerging
market. Penguatan diperkirakan masih akan melanda saham pertambangan
logam. IHSG diperkirakan bergerak di 5180 dengan support di 5230.
S1 5180 S2 5130 R1 5230 R2 5280
Index Last Chg % DJIA 19083.18 59.31 0.31 S&P 500 2204.72 1.79 0.08 FTSE 100 6817.71 (2.01) (0.03) CAC 40 4529.21 (19.14) (0.42) DAX 10667.56 (46.29) (0.43) NIKKEI 225 18337.05 174.11 0.96 HANGSENG 22676.69 (1.38) (0.01) STI 2824.00 1.80 0.06 SHENZHEN 2129.51 (8.37) (0.39) SHANGHAI 3241.14 (7.21) (0.22) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 48.07 0.09 0.19 CPO (RM/M.T) 2954.00 35.00 1.20 Gold (USD/T.oz) 1185.70 (27.60) (2.27) Nikel (USD/M.T 11395.00 190.00 1.70 Timah (USD/M.T) 21125.00 400.00 1.93 Coal (USD/M.T) 84.75 (2.35) (2.70) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13635.00 195.00 1.45 USD/EUR 1.054 (0.01) (0.85) JPY/USD 112.58 1.54 1.38 IDR/SGD 9516.84 41.28 0.44 IDR/AUD 10072.20 85.50 0.86 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 28.77 3923 (0.48) (1.64)Top Gainers IDR % Chg
AKKU 159 34.70 41 GDST 128 34.70 33 JPRS 176 34.40 45 TKIM‐W 47 30.60 11 BAJA 362 24.80 72
Top Losers IDR % Chg
MCOR‐W2 1 (50.00) (1) AHAP 189 (10.00) (21) DART 450 (10.00) (50) ITMA 820 (9.90) (90) MLIA 550 (9.80) (60)
Top Value IDR % (miliar)
ANTM 975 7.10 1,033 B TLKM 3,940 (0.30) 854 B
LPPF 14,575 9.40 604 B MYRX 136 0.00 434 B BBRI 11,500 0.20 404 B
Top Volume IDR % (juta)
MYRX 136 0.00 3,209.820 BKSL 97 3.20 1,894.795 BIPI 85 (5.60) 1,717.946 BUMI 278 (2.80) 1,212.859 ANTM 975 7.10 1,080.055 IHSG 5,212.00 Change 7.33 Change (%) 0.14 Change (%/ytd) (0.29)
Total Value (IDR triliun) 7.514 Total Volume (miliar saham) 12.452 Net Foreign Buy (IDR miliar) (810.000)
News Update
2
Penerimaan pajak capai Rp 932,8 T hingga November. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak tahun ini hingga 21 November 2016 telah mencapai Rp932,8 triliun atau sekitar 68,83 % dari target. "Termasuk PPh migas mencapai Rp932,8 triliun atau 68,83 % dari target. Tahun lalu, periode sama Rp841 triliun atau 65 % dari target," kata Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal di Jakarta. Yon menambahkan, tanpa PPh migas, penerimaan pajak baru mencapai Rp901,2 triliun atau 68,34 % dari target atau lebih tinggi dari pencapaian tahun 2015 yaitu Rp794,63 triliun atau 63,84 %. "Kalau kita lihat pertumbuhannya dibanding periode tahun lalu, secara total kita tumbuh 10,88 %, tapi kalau tidak termasuk PPh Migas kita tumbuh 13,42 %," kata Yon. Ia mengharapkan adanya tambahan penerimaan dari sektor PPh, terutama dari program amnesti pajak, karena masih banyak Wajib Pajak besar (prominent) maupun profesi yang belum melapor kewajiban perpajakannya secara tepat. "Kami mendorong, kalau dirasa ada yang kurang ini kesempatannya. Misal untuk profesi dokter baru lima % yang ikut. Berarti masih ada 95 % (yang belum ikut). Seluruh data sudah kami distribusikan ke Kanwil," ujar Yon. Terkait pelaksanaan amnesti pajak, Yon mengharapkan Wajib Pajak yang berminat untuk ikut amnesti pajak secara jujur melaporkan aset maupun dana yang belum tercatat sepenuhnya dalam laporan pajak, agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari. "Kalau ada orang lapor tapi belum sesuai profilnya, dia seharusnya setor lagi. Kita tahu data dan profilnya. Kami akan lakukan (pemeriksaan) setelah Maret 2017. Sambil berjalan, kita juga melakukan klarifikasi," katanya. (Kontan)
Inilah pemilik BUMI usai restrukturisasi utang. Proses restrukturisasi utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan berdampak pada kepemilikan saham publik BUMI. Dalam rencana perdamaian, salah satu bentuk restrukturisasi utang BUMI adalah konversi utang menjadi saham dan merilis mandatory convertible bonds (MCB) berjangka waktu tujuh tahun. Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, mengatakan, efek dilusi pemegang saham lama dari penerbitan saham ini diperkirakan 44,3%. Dalam laporan BUMI ke Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini China Investment Corporation (CIC) memiliki 16,9% saham BUMI dan publik menguasai 83,1% saham. "Setelah penerbitan saham baru, kepemilikan publik akan turun menjadi 55,2%," ujar Dileep. BUMI berniat merilis saham kepada kreditur konkuren dengan nilai tidak lebih dari US$ 200 juta. Harga pelaksanaan Rp 926,16 per saham. Harga konversi ini sempat dipertanyakan otoritas bursa. Pasalnya, dasar perhitungan BUMI adalah dari ekuitas bersih US$ 4,6 miliar. Padahal, di laporan keuangan BUMI, emiten ini mencatat ekuitas negatif alias defisiensi modal. BUMI menjelaskan, ekuitas bersih itu adalah hasil penilaian internal (internal valuation). Tapi BUMI belum memaparkan lebih lanjut mengenai laporan penilaian tersebut. Yang terang, dengan seluruh agenda konversi utang menjadi saham dan penerbitan MCB, setidaknya akan ada sembilan kreditur yang menjadi pemilik saham BUMI. Usai restrukturisasi, kepemilikan CIC akan bertambah sebanyak 8,6 miliar unit saham menjadi 14,8 miliar unit saham. Kelak, CIC akan memiliki 22,6% saham BUMI. Lalu pemegang senior notes 2017 memiliki 10,6% saham BUMI, sementara pemegang senior notes 2016 memiliki 4,6% saham. Masih ada enam kreditur lain yang akan memiliki saham BUMI dengan kepemilikan di bawah 5%. Mereka adalah Credit Suisse fasilitas 1, UBS, Axis Bank, Deutsche Bank, Raiffeisen Bank International AG (RBI), dan Credit Suisse fasilitas 2. Masing-masing akan memiliki 2%, 0,8%, 0,8%, 0,7% 1,2% dan 1,6% saham BUMI setelah restrukturisasi utang. Dengan begitu, saham BUMI akan dimiliki kurang lebih sembilan kreditur. Rights issue dalam rangka konversi utang ini rencananya dilakukan sebelum 30 Juni 2017. (Kontan)
WOM Finance mulai berpaling ke kredit multiguna. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi perusahaan pembiayaan melakukan perluasan usaha. Salah satunya menjajal peluang multiguna usaha. Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mengatakan, saat ini porsi pembiayaan multiguna perusahaan mencapai 20% dari total portofolio. Nantinya, pembiayaan multiguna ini akan dikerek menjadi 35% pada tahun depan. Alasan memperbesar pembiayaan multiguna karena menyumbang profitabilitas cukup baik bagi perusahaan. Djaja mengungkapkan, per September 2016, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 57 miliar. Angka ini melesat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu, dimana WOM menorehkan kerugian Rp 14 miliar. "Kenaikan laba ini salah satunya disumbang oleh pembiayaan multiguna," terang Djaja. Berbeda dengan pembiayaan multiguna yang porsinya terus meningkat, pembiayaan motor baru justru mengalami penurunan dari 62% tahun lalu menjadi 54% tahun ini. Melihat geliat bisnis yang menarik pada pembiayaan multiguna, WOM Finance akan fokus memperbesar pembiayaan multiguna dibanding motor baru. (Kontan)
BOPO Bank Bukopin 2017 bakal naik. PT Bank Bukopin Tbk memprediksi tahun depan tingkat efisiensi bank berkode BBKP ini akan sedikit mengalami penurunan. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan indikator rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) mengalami sedikit kenaikan menjadi 83% sampai 84%. Kenaikan tipis BOPO ini disebabkan karena bank memperkirakan akan sedikit ke kenaikan biaya operasional utamanya dari pencadangan. Sampai kuartal 3 2016, tercatat rasio BOPO bank berkode BBKP ini mengalami kenaikan 13 bps yoy menjadi 86,03%. Asal tahu saja, rasio BOPO yang semakin besar menunjukkan kinerja bank kian boros biaya. Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin mengatakan bahwa kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan penambahan cadangan kerugian penurunan nilai untuk mitigasi risiko. "Hal ini untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang ada saat ini," ujar Glen kepada Kontan, Rabu (23/11). Jika dilihat kuartal 3 2016, secara industri perbankan mencatatkan rasio biaya operasional dibandingkan dengan biaya operasional sebesar 81,02% atau turun 80bps yoy. (Kontan)Stock Picks
3BBTN 1680‐1840.
Harga beberapa sesi bergerak konsolidasi di area downtrend, harga saham Bank Tabun‐
gan Negara Tbk (BBTN) kemarin berhasil melanjutkan rebound tutup di Rp1720. Pergerakan harga saham‐
nya mengindikasikan terbentuknya sinyal bullish reversal setelah dua candle membentuk long white sete‐
lah downtrend. Saat ini support harga sahamnya ada di Rp1680 dengan resisten di Rp1840. Saat ini secara
fundamental harga sahamnya relatif murah dengan dukungan pertumbuhan laba di atas rata‐rata industri.
Laba bersih Perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini (9M16) tumbuh 32,64% mencapai
Rp1,6 triliun dibandingkan periode yang sama di 2015 sebesar Rp1,2 triliun. Pertumbuhan laba ini di atas
rata‐rata industri yang hanya tumbuh 9,14%. Pertumbuhan laba bersih terutama ditopang pertumbuhan
pendapatan bunga bersih 12,93% (yoy) mencapai Rp5,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun
2015 sebesar Rp4,9 triliun. Pendapatan bunga bersih ditopang pertumbuhan kredit 16,9% (yoy) mencapai
Rp153,8 triliun. Sedangkan pertumbuhan DPK 18,5% (yoy) mencapai Rp147,5 triliun. Kinerja perseroan
juga ditopang turunnya NPL gross menjadi 3,6% dibandingkan periode yang sama di 2015 sebesar 4,5%.
Hal ini menunjukkan kinerja perseroan di atas rata‐rata industri yang saat ini tengah menghadapi kenaikan
NPL sebagaimana tercermin dari data OJK dimana hingga Agustus lalu rata‐rata NPL perbankan nasional
naik menjadi 3,2%. Pertumbuhan kredit perseroan yang mencapai 16,9% di atas proyeksi pertumbuhan
kredit perbankan tahun ini yang diperkirakan hanya 6%‐8% (perkiraan OJK). Secara kuartalan, laba bersih
perseroan di 3Q16 tumbuh 5,06% (qoq) mencapai Rp579,09 miliar dan tumbuh 48,02% (yoy) dibandingkan
periode yang sama tahun 2015 yang hanya Rp391,21 miliar. Kinerja perseroan sepanjang 9M16 sudah se‐
suai dengan estimasi kami sebelumnya. Pada harga saat ini di Rp1730, harga saham BBTN relatif murah
karena hanya ditransaksikan dengan PBV 0,9x dan PE 8,1x (E/16). Sebelumnya kami perkirakan harga sa‐
hamnya berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,3x atau mencapai Rp2340. Dari harga saat ini ada ruang
penguatan 36%. Secara technical saat ini posisi harga sahamnya berada di area oversold sehingga redahnya
tekanan jual akibat resiko pasar yang meningkat akan kembali mengangkat harga sahamnya. Maintain Buy,
SL 1630
4
Stock Picks
UNTR 21300‐22600.
Harga saham United Tractors Tbk (UNTR) dalam dua sesi perdagangan terakhir
berhasil rebound di tengah pasar yang masih konsolidasi. Harga sahamnya kemarin berhasil tutup di
Rp21900. Saat ini secara technical level support di Rp21300 dengan resisten di Rp22600. Pertengahan
Nopember ini ketika pasar mengalami tekanan jual, harga sahamnya koreksi di Rp20500 (15/11).
Sebelumnya harga sahamnya sempat mencapai Rp23975 (11/11). Sentimen positif atas sahamnya saat ini
ditopang dengan tren bullish harga komoditas termasuk batubara. Rally harga komoditas sejak paruh kedua
tahun ini membuat bisnis alat berat berpeluang tumbuh positif. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun
ini (9M16) pendapatan usaha perseroan mencapai Rp33,90 triliun atau turun 11,48% (yoy) mencapai
Rp33,90 trliun dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp38,29 triliun. Pencapaian
pendapatan usaha ini mencerminkan 73% terhadap target pendapatan usaha tahun ini sebesar Rp46,39
triliun atau turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih sepanjang 9M16 mencapai
Rp3,13 triliun turun 43,88% (yoy) dibandingkan 9M15 sebesar Rp5,57 triliun terutama akibat rugi kurs
Rp644 miliar. Pencapaian laba bersih hingga September 2016 mencerminkan 67,5% terhadap target laba
bersih tahun ini sebesar Rp4,64 triliun. Secara kuartalan laba bersih cenderung meningkat begitu juga
dengan marjin bersih. Laba bersih 3Q16 tumbuh 14,28% (qoq) mencapai Rp1,28 triliun dibandingkan 2Q16
sebesar Rp1,12 triliun. Pertumbuhan laba ini lebih tinggi ketimbang kuartal dua 2016 yang tumbuh 9,46%
(qoq). Marjin bersih 3Q16 mencapai 11,29% naik dari 2Q16 sebesar 9,46% dan 1Q16 sebesar 6,83%.
Sebelumnya target harga sahamnya tahun ini diperkirakan bisa mencapai Rp22400 atau PE 18x (E/16).
Trading Buy, SL 20500
5
Stock Picks
RALS 1190‐1260.
Rebound harga saham eminten Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) kemarin kembali
tertahan. Pasar cenderung bermain dalam pola trading dalam rentang konsolidasi. Kemarin harga
sahamnya sempat menguat ke Rp1260 namun di sesi akhir koreksi tutup di Rp1220. Menjelang akhir tahun
sentimen atas saham perdagangan ritel biasanya positif. Di tengah resiko pelemahan rupiah atas dolar AS,
perseroan menjadi salah satu emiten ritel yang diuntungkan mengingat aset bersih lebih banyak dalam
dolar AS sehingga berpeluang mencatatkan laba kurs. Kinerja perseroan sepanjang tahun ini hingga
September lalu memberikan pertumbuhan bisnis yang kuat setelah tahun lalu ikut tertekan. Penjualan
perseroan hingga 3Q16 mencapai Rp6,43 triliun atau tumbuh 6% dari periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp6,06 triliun. Pencapaian hingga 3Q16 sudah mencerminkan 77,5% dari proyeksi penjualan bersih
perseroan tahun ini sebesar Rp8,3 triliun. Hingga akhir 3Q16, marjin laba bersih mencapai 5,8% dan hingga
akhir tahun ini diperkirakan bisa mencapai 6,1%. Perseroan saat ini tengah melakukan konversi 10
supermarket menjadi SPAR pada paruh kedua tahun ini. Sebelumnya kami memproyeksikan laba bersih
tahun ini mencapai Rp665,15 miliar atau tumbuh 98% dari 2015 sebesar Rp336,05 miliar. EPS proyeksi
2016 diperkirakan Rp94. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 17x atau mencapai
Rp1600. Secara technical pergerakan harga sahamnya tengah konsolidasi di area downtrend. Level support
saat ini di Rp1175 hingga Rp1190. Sedangkan level resisten di Rp1260. Maintain Buy, SL 1150
Kamis, 24 November 2016
Saham Pilihan
ADRO 1580-1700 TB, SL 1450
TINS 1200-1270 TB, SL 980
INCO 3250-3500 TB, SL 3000
ANTM 930-1000 TB, SL 850
AALI 15300-16200 TB, SL 14900
BBNI 5000-5250 BoW, SL 4900
PGAS 2400-2650 BoW, SL 2300
Stock View
6
Kamis, 24 November 2016
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5212.00 5221.88 5231.76 5192.23 5172.46
PERKEBUNAN AALI 15600 15,833.33 16,066.67 15,283.33 14,966.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 212 224.00 236.00 202.00 192.00 LSIP 1675 1,695.00 1,715.00 1,640.00 1,605.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 1910 1,943.33 1,976.67 1,888.33 1,866.67 SIMP 500 504.00 508.00 497.00 494.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1630 1,675.00 1,720.00 1,590.00 1,550.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 278 291.33 304.67 269.33 260.67 DEWA 50 50.67 51.33 49.67 49.33 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2380 2,470.00 2,560.00 2,310.00 2,240.00 ITMG 16200 16,500.00 16,800.00 15,750.00 15,300.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 11900 12,050.00 12,200.00 11,700.00 11,500.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 790 803.33 816.67 783.33 776.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 85 101.33 117.67 75.33 65.67
ELSA 430 441.33 452.67 423.33 416.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 1210 1,213.33 1,216.67 1,208.33 1,206.67
MEDC 1360 1,398.33 1,436.67 1,338.33 1,316.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 975 1,006.67 1,038.33 926.67 878.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 3370 3,460.00 3,550.00 3,250.00 3,130.00 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 1250 1,271.67 1,293.33 1,221.67 1,193.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 14575 14,708.33 14,841.67 14,483.33 14,391.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 890 891.67 893.33 886.67 883.33 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 8400 8,475.00 8,550.00 8,325.00 8,250.00 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 128 139.00 150.00 106.00 84.00 JPRS 176 190.67 205.33 146.67 117.33 KRAS 790 821.67 853.33 771.67 753.33 PAKAN TERNAK CPIN 3370 3,413.33 3,456.67 3,333.33 3,296.67 JPFA 1755 1,776.67 1,798.33 1,741.67 1,728.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7775 7,825.00 7,875.00 7,725.00 7,675.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 1085 1,121.67 1,158.33 1,066.67 1,048.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8775 8,825.00 8,875.00 8,675.00 8,575.00 INDF 7700 7,775.00 7,850.00 7,600.00 7,500.00 MYOR 1535 1,543.33 1,551.67 1,523.33 1,511.67 ROTI 1540 1,545.00 1,550.00 1,530.00 1,520.00 GGRM 64500 64,983.34 65,466.67 63,858.34 63,216.67 INAF 4020 4,146.67 4,273.33 3,846.67 3,673.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2700 2,876.67 3,053.33 2,586.67 2,473.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1500 1,525.00 1,550.00 1,465.00 1,430.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 246 250.67 255.33 242.67 239.33 ASRI 382 387.33 392.67 379.33 376.67 BKSL 97 100.00 103.00 94.00 91.00 BSDE 1815 1,841.67 1,868.33 1,776.67 1,738.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1050 1,055.00 1,060.00 1,045.00 1,040.00 CTRA 1435 1,448.33 1,461.67 1,413.33 1,391.67 CTRP 710 720.00 730.00 705.00 700.00 CTRS 2820 2,850.00 2,880.00 2,790.00 2,760.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 286 289.33 292.67 283.33 280.67 MDLN 336 342.67 349.33 332.67 329.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2000 2,028.33 2,056.67 1,983.33 1,966.67 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 55 56.00 57.00 54.00 53.00 PTPP 4060 4,086.67 4,113.33 4,006.67 3,953.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 555 556.67 558.33 551.67 548.33 TOTL 760 770.00 780.00 755.00 750.00 WIKA 2460 2,513.33 2,566.67 2,413.33 2,366.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2530 2,560.00 2,590.00 2,490.00 2,450.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1530 1,533.33 1,536.67 1,528.33 1,526.67 JSMR 4210 4,270.00 4,330.00 4,180.00 4,150.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2250 2,296.67 2,343.33 2,206.67 2,163.33 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6300 6,341.67 6,383.33 6,216.67 6,133.33 TLKM 3940 3,966.67 3,993.33 3,916.67 3,893.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 342 350.00 358.00 336.00 330.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 336 344.00 352.00 330.00 324.00 WINS 179 183.33 187.67 172.33 165.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 795 821.67 848.33 776.67 758.33 BANK BBCA 14700 14,758.33 14,816.67 14,633.33 14,566.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 630 633.33 636.67 623.33 616.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 5125 5,200.00 5,275.00 5,075.00 5,025.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 11500 11,566.67 11,633.33 11,416.67 11,333.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1720 1,745.00 1,770.00 1,690.00 1,660.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 3550 3,583.33 3,616.67 3,493.33 3,436.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 1495 1,518.33 1,541.67 1,473.33 1,451.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 10900 10,983.33 11,066.67 10,758.33 10,616.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 805 823.33 841.67 793.33 781.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6625 6,716.67 6,808.33 6,566.67 6,508.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 300 306.00 312.00 288.00 276.00 UNTR 21900 22,175.00 22,450.00 21,550.00 21,200.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 4890 4,960.00 5,030.00 4,760.00 4,630.00 RALS 1220 1,255.00 1,290.00 1,190.00 1,160.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1735 1,748.33 1,761.67 1,718.33 1,701.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 76 79.67 83.33 73.67 71.33
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.