Dollar cemas menanti inflasi.
OJK akan melonggarkan aturan buyback saham.
SMCB dan Lafarge merger tahun ini.
Saham turun 19%, Mandiri wacanakan buyback.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG kemarin bergerak bervariasi
dalam rentang 53 poin, gagal
bertahan di atas 4500 ditutup
terkoreksi 26 poin (0,6%) di
4484,242. Minimnya insentif positif
dan
kekhawatiran
perlambatan
ekonomi Indonesia dan China masih
membayangi psikologis pasar. Selain
terimbas
sentimen
negatif
perlambatan
ekonomi
China,
sentimen pasar emerging market
turut juga dipicu rencana kenaikan
bunga
The
Fed
menjelang
pertemuan The Fed bulan ini. Kedua
sentimen eksternal tersebut ikut
menekan pergerakan IHSG terutama
terlihat dari keluarnya arus dana
asing dari pasar saham. Pada
perdagangan
kemarin
penjualan
bersih asing mencapai Rp438,5
miliar.
Sepanjang Agustus ini hingga kemarin penjualan bersih asing di pasar
saham telah mencapai Rp4,9 triliun. Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS
kemarin kembali melemah di Rp13842 terimbas pelemahan mata uang emerging
market. Pelemahan rupiah atas dolar AS telah meningkatkan resiko
perekonomian domestik. Sementara bursa saham global tadi malam kembali
bergerak di teritori negatif. Indeks Eurostoxx di zona Euro anjlok 1,9% di 3429,84.
Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing‐masing koreksi 0,93% dan 0,83%
tutup di 17348,73 dan 2079,61. Harga minyak mentah anjlok 5% di USD40,95/
barrel setelah data cadangan minyak mentah AS pekan lalu melonjak 2,6 juta
barrel jauh lebih tinggi ketimbang perkiraan yang turun 777 ribu barel.
Anjloknya harga minyak mentah telah menekan harga saham sektor
energi di Wall Street. Meskipun pasar Wall Street meragukan kenaikan tingkat
bunga the Fed September mendatang menyusul hasil pertemuan The Fed bulan
lalu yang mengindikasikan belum terpenuhinya sejumlah indikator ekonomi
sebagai pertimbangan utama kenaikan bunga, namun pasar lebih
mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh memburuknya
perekonomian China.
Perkembangan pasar global yang kembali ditandai meningkatnya resiko
pasar terutama kekhawatiran perlambatan ekonomi global akan kembali
mendominasi sentimen pasar pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan
cenderung melemah menyusul minimnya insentif positif. Arus dana asing yang
cenderung keluar dari aset beresiko juga turut mempengaruhi psikologis pasar.
IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4450 dan resisten di 4530.
IHSG : S1 4450 S2 4410 R1 4530 R2 4570
Index Last Chg % DJIA 17348.73 (162.61) (0.93) S&P 500 2079.61 (17.31) (0.83) FTSE 100 6403.45 (122.84) (1.88) CAC 40 4884.10 (87.15) (1.75) DAX 10682.15 (233.77) (2.14) NIKKEI 225 20127.98 (368.61) (1.80) HANGSENG 23167.85 (307.12) (1.31) STI 3012.21 (37.44) (1.23) SHENZHEN 2222.05 47.63 2.19 SHANGHAI 3794.11 45.94 1.23 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 41.09 (1.71) (4.00) CPO (RM/M.T) 2035.00 (25.00) (1.21) Gold (USD/T.oz) 1132.20 16.60 1.49 Nikel (USD/M.T 10300.00 (290.00) (2.74) Timah (USD/M.T) 15500.00 100.00 0.65 Coal (USD/M.T) 56.05 (0.65) (1.15) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13716.50 (102.50) (0.74) USD/EUR 1.114 0.01 0.91 JPY/USD 123.91 (0.44) (0.35) IDR/SGD 9794.61 (47.83) (0.49) IDR/AUD 10088.62 (45.96) (0.45) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 41.46 2843 (0.31) (0.74)Top Gainers IDR % Chg
RANC 349 14.40 44
VICO‐W 9 12.50 1
RBMS 83 12.20 9
TIFA 175 11.50 18 ECII 1,100 10.00 100
Top Losers IDR % Chg
TPMA 240 (22.60) (70)
JKSW 68 (16.00) (13)
SPMA 122 (12.20) (17)
BVIC‐W3 15 (11.80) (2)
NRCA‐W 75 (11.80) (10)
Top Value IDR % (miliar)
BBCA 12,700 (2.10) 418 B BMRI 8,700 (1.10) 403 B TLKM 2,880 0.20 357 B SSMS 1,855 (0.30) 334 B BBRI 9,900 1.00 310 B
Top Volume IDR % (juta)
SIAP 184 (0.50) 738.517 SRIL 358 5.90 660.374 META 170 (0.60) 186.016 SSMS 1,855 (0.30) 180.058 MYRX 700 (1.40) 174.962 IHSG 4,484.24 Change (26.24) Change (%) (0.58) Change (%/ytd) (14.21) Total Value (IDR triliun) 3.573 Total Volume (miliar saham) 4.494 Net Foreign Buy (IDR miliar) (438.000)
News Update
2
Dollar cemas menanti inflasi. Mata uang USD harap-harap cemas menanti angka inflasi bulan Juli 2015 yang dirilis Rabu (19/8) waktu setempat. Selain itu, rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bakal mempengaruhi gerak dollar hari ini. Kemarin, The Greenback tunduk dihadapan sejumlah mata uang utama dunia. Mengutip Bloomberg, Rabu (19/8) pukul 17.11 WIB, pasangan GBP/USD naik tipis 0,08% menjadi 1,5673. EUR/USD naik 0,16% ke 1,1042. Lalu USD/JPY turun 0,08% ke level 124,31. Dollar AS melemah menjelang data inflasi Juli 2015 yang diperkirakan turun menjadi 0,2% dari bulan sebelumnya 0,3%. Sementara inflasi inti diperkirakan tetap 0,2%. Hari ini, FOMC juga akan merilis notulensi rapat terkait kenaikan suku bunga. Notulensi rapat yang sudah mendekati bulan September kemungkinan positif bagi USD. Namun untuk menaikkan bunga, The Fed juga mempertimbangkan faktor ekonomi China. Di sisi lain, GBP semakin pede, setelah inflasi Inggris Juli naik menjadi 0,1%, di atas perkiraan dan data sebelumnya 0%. Kenaikan inflasi Inggris ini mendukung Bank of England (BoE) menaikkan suku bunga. Sebagai catatan, suku bunga BoE saat ini 0,5%. (Kontan Online)
OJK akan melonggarkan aturan buyback saham. Menyikapi anjloknya pasar saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai pasang kuda-kuda. OJK bakal merilis aturan baru tentang kelonggaran pembelian kembali (buyback) saham bagi emiten, baik BUMN maupun non-BUMN. "Nanti ada aturan baru. Kami akan mengumumkan beberapa hari ini," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad saat ditemui KONTAN, kemarin (19/08). Sehari sebelumnya (18/8), Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida menilai, kelonggaran aturan pembelian saham kembali (buyback) belum perlu dilakukan. Kebijakan ini pernah dirilis pada 2013. Sebab, penurunan indeks saham serempak terjadi di bursa regional dan global. Menurut hitungan Nurhaida, penurunan IHSG dari posisi tertinggi ke posisi terendah tahun ini sekitar 18%. Sedangkan pada tahun 2013, IHSG anjlok sekitar 23%. Pada tahun 2013, OJK merilis Peraturan OJK (POJK) tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar Berfluktuasi secara Signifikan. Dalam aturan itu, kondisi pasar yang dianggap berfluktuasi signifikan adalah jika IHSG selama tiga hari bursa berturut-turut secara kumulatif merosot 15% atau lebih atau kondisi lain yang ditetapkan OJK. Nah, di saat yang sama, OJK merilis Surat Edaran (SE) Nomor 01/SE OJK.04/2013 yang menetapkan kondisi lain sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Aturan ini dikeluarkan lantaran ketika itu IHSG anjlok 23% sepanjang Juni-Agustus 2013. Emiten boleh buyback saham maksimal 20% dari modal disetor tanpa persetujuan RUPS. Hanya saja, tujuh hari bursa sebelum buyback, emiten harus memberikan keterbukaan informasi terkait rencana itu. Periode buyback dibatasi maksimal tiga bulan. Tapi emiten bisa memperpanjang periode buyback selama aturan itu belum dicabut. (Kontan Online)
SMCB dan Lafarge merger tahun ini. Dampak merger dua perusahaan semen terbesar dunia, Holcim Ltd dan Lafarge SA menyebabkan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dan PT Lafarge Cement Indonesia turut melebur. Merger SMCB dan Lafarge Indonesia dipercepat ke akhir tahun ini. Vice President of Sales SMCB Juhans Suryantan kepada Globalcement menyebutkan, pihaknya berharap dapat menyelesaikan proses merger di akhir 2015. Ia mengungkapkan, percepatan ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar SMCB. Saat ini, SMCB memegang 15% pangsa pasar dan Lafarge mengempit 3% pangsa pasar semen Indonesia. Saat ini, SMCB merupakan peringkat ketiga pemegang pangsa pasar semen, setelah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan porsi 43,7% dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan 30%. Juhan menyebutkan, merek produk SMCB dan Lafarge Indonesia tetap akan berbeda pascamerger. Ia mengaku, SMCB dan Lafarge belum memutuskan penggunaan merek. Meski begitu, SMCB tetap akan menggunakan merek Holcim dalam satu tahun hingga dua tahun mendatang. Nantinya, SMCB dan Lafarge Indonesia akan bertahan di bawah manajemen yang berbeda dan menyasar segmentasi yang berbeda. Adapun, merek SMCB dan Lafarge dinilai tak akan berbenturan karena perbedaan target pasar. Pasar SMCB kuat di Jawa dan Sumatera Selatan. Sementara Lafarge memegang pasar di Aceh dan Sumatera Utara. (Kontan Online)
Saham turun 19%, Mandiri wacanakan buyback. Di tengah kondisi ekonomi yang tengah seret, bank-bank besar di Indonesia ikut mengalami penurunan harga saham. Bank Mandiri contohnya. Setelah ditutup pada Rabu (19/8), harga per saham bank pelat merah ini turun menjadi Rp 8.700. Dibandingkan harga saham di awal tahun, Bank Mandiri mengalami penurunan harga saham sebesar 19,25% secara year to date. Harga saham Bank Mandiri pada Selasa (30/12) tahun lalu berada di posisi Rp 10.775. Melihat kondisi ini, Bank Mandiri pun berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham miliknya tersebut. "Buyback saham ada prosedurnya, kami harus melihat bagaimana aturan-aturannya," jelas Budi G. Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri. Meski begitu, Budi juga menjelaskan bagaimana cara untuk mempetahankan harga saham Bank Mandiri. "Sebagai emiten kan kita tidak dapat mengatur harga saham. Karena itu, secara teknis kita harus menjaga performance. Sementara secara psikologis, ya kita harus percaya diri," tutur Budi. Meski terjadi penurunan harga saham, Budi optimistis harga saham masih akan mengalami kenaikan. Tetapi, Budi tidak menampik bila saat ini merupakan saat yang tepat untuk membeli saham. (Kontan online)
Saham ikut turun, BRI juga akan buyback. Tren pelemahan harga saham perbankan juga dialami PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Sama seperti BNI dan Bank Mandiri, manajemen BRI juga berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham. BRI mengaku sedang menunggu waktu yang pas untuk melakukan buyback. Seperti diketahui, sejak awal tahun sampai saat ini, harga saham BRI tercatat menurun hampir sebesar 15,02% menjadi 9.900 per saham. Padahal jika diihat di awal tahun, harga saham BRI masih bertengger di angka 11.650 per saham. Direktur Utama Bank BRI, Asmawi Sjam mengatakan, perseroan masih melihat kondisi saham BRI dalam beberapa waktu ke depan. Jika nantinya harga saham terus mengalami penurunan, maka perseroan akan melakukan buyback di harga yang ditentukan. Namun Asmawi masih belum merinci di harga berapa perseroan akan melakukan buyback. Asmawi mengatakan, harga saham BRI saat ini yang berada di angka 9.900 per saham tidak mencerminkan kondisi rill perusahaan. Kendati melemah, Asmawi menilai harga saham BRI sekarang masih bagus mengacu pada harga pada saat aksi stock split beberapa waktu lalu. Ketika ditanya berapa persen saham yang akan di-buyback, Asmawi masih belum bisa menyebut. Yang jelas, kata dia, dana yang digunakan untuk buyback ini tidak akan mempengaruhi modal. (Kontan Online)Kamis, 20 Agustus 2015
Stock Picks
3ICBP 12500‐12800.
Harga saham emiten sektor barang konsumsi, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
dalam tiga sesi perdagangan terakhir berhasil melanjutkan rebound di tengah kondisi pasar yang kurang
kondusif. Harga sahamnya kemarin tutup menguat di Rp12675. Sejak awal Agustus harga sahamnya
bergerak konsolidasi di kisaran trading Rp12100 hingga Rp12800. Kinerja perseroan sepanjang 1H15
berhasil tumbuh positif di tengah merosotnya daya beli masyarakat. Hal ini terutama dikontribusikan dari
penjualan mie instan yang memberikan kontribusi hingga 65% terhadap total pendapatan perseroan.
Penjualan perseroan sepanjang 1H15 tumbuh 6,63% mencapai Rp16,55 triliun dibandingkan periode yang
sama 2014 (1H14) sebesar Rp15,52 triliun. Laba bersih naik 27,89% mencapai Rp1,74 triliun dari Rp1,36
triliun. Pertumbuhan laba tersebut lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun 2014 lalu yang hanya
tumbuh 6,61% (yoy). Ini menunjukkan perseroan berhasil meningkatkan kinerjanya di tengah perlambatan
ekonomi domestik sepanjang paruh pertama tahun ini. Laba usaha perseroan juga tumbuh lebih tinggi
ketimbang 1H14 yakni mencapai 26,66% dari 3,78%. Marjin usaha naik menjadi 13,25% dari 11,15%. Bila
dibandingkan dengan marjin usaha 1Q15 yang sebesar 12,67% juga lebih tinggi di 2Q15 sebesar 13,78%.
Marjin bersih 1H15 mencapai 10,5% naik dari 8,76% (1H14) dan 10% (1Q15). Kenaikan laba bersih ini
ditopang juga dengan kenaikan pendapatan keuangan 20,53%. Pencapaian penjualan bersih 1H15
mencerminkan 46% dari proyeksi penjualan tahun ini yang tumbuh 20% atau mencapai Rp36,03 triliun.
Sedangkan pencapaian laba bersih 1H15 mencerminkan 53,70% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang
tumbuh 24,5% atau mencapai Rp3,24 triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp556. Pada harga Rp12650 saham
ICBP ditransaksikan dengan PE 22,7x (E/15). Harga saham ICBP berpeluang ditransaksikan dengan PE 33x
sesuai industrinya atau mencapai Rp18348, punya ruang penguatan 45%. Secara technical, ruang
penguatan akan menguji resisten terdekat di kisaran Rp12800 hingga Rp13000. Sedangkan level support
saat ini bergeser ke Rp12500. Pergerakan harga sahamnya membentuk pola bullish continuation. Trading
4
BBNI 4300‐4500.
Tekanan jual atas saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kemarin redah dan sahamnya
berhasil rebound terbatas tutup di Rp4420. Bila dilihat dari harga tertingginya tahun ini di Rp7275 (7/4)
harga sahamnya telah terdiskon 39,2% dan 27,5% bila dilihat dari akhir 2014 lalu di Rp6100. Koreksi ini
terutama dipicu sentimen negatif atas kinerjanya sepanjang paruh pertama tahun ini (1H15) dimana laba
bersih anjlok hingga hampir 51% di Rp2,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar
Rp4,9 triliun. Penurunan laba ini dikarenakan peningkatan cadangan pinjaman bermasalah menjadi 172%
dari tahun lalu untuk menekan naiknya NPL. Di luar kenaikan cadangan pinjaman bermasalah, bisnis
perseroan masih bertumbuh tercermin dari pendapatan bersih tumbuh 9,1%. Sedangkan pendapatan
bunga bersih naik 14% menjadi Rp12,3 triliun dari Rp10,8 triliun. Pendapatan non bunga naik 2% menjadi
Rp4,28 triliun. Penyaluran kredit perseroan paruh pertama tahun ini naik 12,1% mencapai Rp288,7 triliun.
NPL perseroan naik menjadi 3% dari 2,2%. Perlambatan ekonomi domestik, depresiasi rupiah atas dolar AS,
dan kebijakan uang ketat telah berdampak terhadap peningkatan NPL perbankan dan melambatnya
pertumbuhan kredit. Namun pada harga saat ini saham BBNI sudah koreksi cukup dalam sehingga relatif
murah mengingat hanya ditransaksikan dengan PBV 1,1x dibandingkan rata‐rata emiten bank dengan aset
di atas Rp400 triliun yang saat ini ditransaksikan dengan rata‐rata PBV 2,1x. Harga saham BBNI berpeluang
ditransaksikan dengan PBV 1,7x berdasarkan historisnya setahun terakhir, atau berpeluang mencapai
Rp5560, memiliki ruang penguatan 25,8% dari harga saat ini. Secara technical harga sahamnya saat ini
bergerak dengan support di Rp4300 sedangkan target resisten di Rp4500. Pergerakan harga sahamnya
kemarin mengindikasikan sinyal bullish reversal karena terbentuknya bullish harami di area downtrend.
Maintain Buy, SL 4250
Stock Picks
5
Stock Picks
PTPP 3720‐3870.
Minimnya insentif positif pasar terutama akibat depresiasi rupiah atas dolar AS yang
sudah mendekati Rp13900 membuat pergerakan harga saham emiten jasa konstruksi cenderung melemah.
Kemarin harga saham PT PP Tbk (PTPP) kembali melemah tutup di Rp3765. Pasar saat ini tengah menanti
rilis laba keuangan paruh pertama tahun ini yang akan keluar akhir bulan ini. PTPP termasuk salah satu
emiten BUMN Karya yang mencatatkan kinerja positif sepanjang 1H15. Perseroan optimis laba bersih paruh
pertama tahun ini (1H15) tumbuh 35% mencapai Rp190,6 miliar. Pertumbuhan laba ini mencerminkan
kinerja perseroan tumbuh di atas rata‐rata industri sebagaimana tercermin dari rata‐rata pencapaian laba
bersih emiten jasa konstruksi dalam periode tersebut turun 4,4%. Hingga paruh ketiga Juli 2015, kontrak
baru yang diperoleh PTPP mencapai Rp14,6 triliun atau 54% dari target tahun ini Rp27 triliun atau tumbuh
30% dari tahun lalu Rp20,24 triliun. Dengan target tersebut, pendapatan tahun ini diperkirakan tumbuh
52% mencapai Rp19 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 35% mencapai Rp730 miliar. EPS
tahun ini diperkirakan Rp151. Pada harga saat ini di Rp3765, harga saham PTPP ditransaksikan dengan PE
25x. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 28x sesuai dengan sektornya. Ini berarti harga
sahamnya berpeluang mencapai Rp4228 atau punya ruang penguatan 12,3% dari harga saat ini. Secara
technical harga sahamnya kemarin bergerak konsolidasi dengan resisten terdekat di Rp3870. Sedangkan
level support di Rp3720. Pergerakan harganya kemarin membentuk pola gravestone doji di area downtrend
mengindikasikan sinyal reversal trend. Namun pasar yang kurang kondusif disarankan melakukan
pembelian di area supportnya. Buy on Weakness, SL 3680
Saham Pilihan
ASII 6000-6400 BoW, SL 5800
BBRI 9700-10200 BoW, SL 9600
PTBA 5100-5350 BoW, SL 5000
WIKA 2670-2800 BoW, SL 2650
ADHI 2000-2200 BoW, SL 1980
SMRA 1620-1700 TB, SL 1570
Kamis, 20 Agustus 2015
Stock View
6
Kamis, 20 Agustus 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
IHSG
4484.24 4516.95 4549.66 4463.83 4443.42
PERKEBUNAN AALI 18050 18,300.00 18,550.00 17,900.00 17,750.00 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 9.29 BWPT 315 330.00 345.00 300.00 285.00 LSIP 1040 1,070.00 1,100.00 1,020.00 1,000.00 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 7.93 SGRO 1635 1,658.33 1,681.67 1,613.33 1,591.67 649,627.93 10.94 29.32 141.04 13.94 SIMP 467 470.33 473.67 464.33 461.67 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 9.61 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 486 496.00 506.00 480.00 474.00 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 2.66 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 50 50.00 50.00 50.00 50.00 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.07 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 975 990.00 1,005.00 955.00 935.00 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 5.35 ITMG 9150 9,308.33 9,466.67 9,033.33 8,916.67 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 2.36 PTBA 5275 5,366.67 5,458.33 5,191.67 5,108.33 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 5.67 PTRO 388 396.67 405.33 382.67 377.33 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 4.08
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 78 80.00 82.00 76.00 74.00 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 4.44 ELSA 311 326.33 341.67 303.33 295.67 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 10.48 ENRG 62 64.00 66.00 61.00 60.00 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 3.19 ESSA 1950 1,966.67 1,983.33 1,916.67 1,883.33 126,590.83 22.89 42.71 28.12 11.41 MEDC 2060 2,103.33 2,146.67 2,033.33 2,006.67 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 4.19
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 535 541.67 548.33 521.67 508.33 INCO 1660 1,721.67 1,783.33 1,626.67 1,593.33 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 20.13 TINS 580 595.00 610.00 555.00 530.00 SEMEN INTP 17850 18,150.00 18,450.00 17,675.00 17,500.00 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 15.42 SMCB 1075 1,093.33 1,111.67 1,058.33 1,041.67 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 6.36 SMGR 8250 8,450.00 8,650.00 8,000.00 7,750.00 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 9.39
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 57 58.00 59.00 56.00 55.00 333,609.60 28.88 2.97 59.01 4.79 JPRS 174 174.00 174.00 174.00 174.00 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 6.69 KRAS 353 369.00 385.00 331.00 309.00 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐2.63 PAKAN TERNAK CPIN 1915 1,973.33 2,031.67 1,883.33 1,851.67 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 11.87 JPFA 384 392.67 401.33 377.67 371.33 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 19.33
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6175 6,233.33 6,291.67 6,108.33 6,041.67 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 13.22 GJTL 580 590.00 600.00 575.00 570.00 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 1.51
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 12675 12,783.33 12,891.67 12,533.33 12,391.67 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 5775 5,850.00 5,925.00 5,725.00 5,675.00 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 9.23 MYOR 26100 26,283.33 26,466.67 25,833.33 25,566.67 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 48.81 ROTI 1090 1,118.33 1,146.67 1,068.33 1,046.67 464,595.48 27.03 12.10 9.45 22.52 GGRM 46600 47,333.34 48,066.67 46,183.34 45,766.67 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 15.82 INAF 174 178.67 183.33 169.67 165.33 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐3.51 KAEF 775 801.67 828.33 756.67 738.33 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 46.05 KLBF 1580 1,590.00 1,600.00 1,570.00 1,560.00 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 37.55
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 325 328.33 331.67 322.33 319.67 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 5.63 ASRI 408 418.67 429.33 400.67 393.33 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 6.47 BKSL 76 78.33 80.67 73.33 70.67 BSDE 1680 1,706.67 1,733.33 1,646.67 1,613.33 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 15.04 COWL 630 636.67 643.33 626.67 623.33 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 98.79 CTRA 970 1,008.33 1,046.67 948.33 926.67 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 16.15 CTRP 448 470.00 492.00 431.00 414.00 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 22.90 CTRS 2500 2,521.67 2,543.33 2,481.67 2,463.33 347,893.21 27.73 66.20 25.74 9.44 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 240 242.33 244.67 236.33 232.67 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 3.99 MDLN 408 430.33 452.67 395.33 382.67 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2080 2,126.67 2,173.33 2,046.67 2,013.33 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 57.69 DGIK 84 87.33 90.67 81.33 78.67 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 11.61 PTPP 3765 3,818.33 3,871.67 3,733.33 3,701.67 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 74.20 SSIA 695 711.67 728.33 676.67 658.33 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 65.86 TOTL 785 798.33 811.67 773.33 761.67 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 17.65 WIKA 2715 2,740.00 2,765.00 2,695.00 2,675.00 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 24.88
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 3315 3,388.33 3,461.67 3,258.33 3,201.67 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1890 1,903.33 1,916.67 1,878.33 1,866.67 262,850.17 17.13 53.83 8.63 8.78 JSMR 5300 5,391.67 5,483.33 5,241.67 5,183.33 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 23.96 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 1.81 EXCL 2955 3,026.67 3,098.33 2,821.67 2,688.33 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 16.64 ISAT 4105 4,203.33 4,301.67 4,028.33 3,951.67 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 6.97 TLKM 2880 2,900.00 2,920.00 2,860.00 2,840.00 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 19.89 TRANSPORTASI GIAA 367 376.67 386.33 356.67 346.33 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐1.11 MBSS 525 531.67 538.33 521.67 518.33 435,871.55 21.78 59.94 3.87 2.19 WINS 180 193.00 206.00 173.00 166.00 518,942.64 36.32 23.63 53.05 1.90
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 247 255.67 264.33 241.67 236.33 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 3.50 BANK BBCA 12700 12,883.33 13,066.67 12,583.33 12,466.67 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 21.36 BBKP 645 655.00 665.00 640.00 635.00 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 5.90 BBNI 4420 4,490.00 4,560.00 4,330.00 4,240.00 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 8.61 BBRI 9900 10,050.00 10,200.00 9,775.00 9,650.00 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 10.29 BBTN 1130 1,148.33 1,166.67 1,118.33 1,106.67 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 8.75 BDMN 3065 3,188.33 3,311.67 3,003.33 2,941.67 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 8.40 BJBR 700 740.00 780.00 675.00 650.00 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 5.22 BMRI 8700 8,841.67 8,983.33 8,591.67 8,483.33 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 10.31 BNGA 540 550.00 560.00 530.00 520.00 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 3.09
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 5575 5,625.00 5,675.00 5,525.00 5,475.00 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 30.01 INTA 259 265.67 272.33 255.67 252.33 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.74 UNTR 18600 19,191.67 19,783.33 18,266.67 17,933.33 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 110.03 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 4290 4,378.33 4,466.67 4,198.33 4,106.67 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 39.12 RALS 650 660.00 670.00 645.00 640.00 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 28.38
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1930 1,978.33 2,026.67 1,873.33 1,816.67 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 17.48 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 50 50.67 51.33 49.67 49.33 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐2.13 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00 2,503,679.10 190.79 7.10 1,526.00 1.76
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII
Astra International Tbk.
AGM 28/04/2015 0:08:30
The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA
Nusa Raya Cipta Tbk
AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐
suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA
Rukun Raharja Tbk.
AGM 29/04/2015 0:10:00
Intercontonental mid plaza hotel
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
AGM 30/04/2015 0:01:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
AGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
EGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BRAU
Berau Coal Energy Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
AGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
EGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
AGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
EGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
Kamis, 20 Agustus 2015
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
PLIN
70
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
7‐May‐15
ITMG
645
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
24‐Apr‐15
SMBR
8.34385
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
WTON
11,82
9‐Apr‐15
14‐Apr‐15
5‐May‐15
BJBR
71.6
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
MERK
6500
10‐Apr‐15
15‐Apr‐15
5‐May‐15
PGAS
144,84
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
8‐May‐15
BDMN
81,50
14‐Apr‐15
17‐Apr‐15
8‐May‐15
GEMS
3,36
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
20‐Apr‐15
Dividen Interim
KAEF
8.4488
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
BBCA
98
16‐Apr‐15
21‐Apr‐15
13‐May‐15
Dividen Final
BJTM
41,86
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
ACST
42
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
4‐May‐15
LEAD
40
7‐Apr‐15
10‐Apr‐15
30‐Apr‐15
JASS
159
‐
16‐Apr‐15
23‐Apr‐15
AALI
472
21‐Apr‐15
24‐Apr‐15
15‐May‐15
TURI
10
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
BFIN
54
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
ASGR
52
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
SMGR
375,34
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
TOBA
‐
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
JASS
100
‐
28‐Apr‐15
7‐May‐15
Dividen Interim
MDIA
10
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
SSMS
22,65
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.