• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Kamis, 20 Agustus 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Kamis, 20 Agustus 2015"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Dollar cemas menanti inflasi.



OJK akan melonggarkan aturan buyback saham.



SMCB dan Lafarge merger tahun ini.



Saham turun 19%, Mandiri wacanakan buyback.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG  kemarin  bergerak  bervariasi 

dalam  rentang  53  poin,  gagal 

bertahan  di  atas  4500  ditutup 

terkoreksi  26  poin  (0,6%)  di 

4484,242.  Minimnya  insentif  positif 

dan 

kekhawatiran 

perlambatan 

ekonomi  Indonesia  dan  China masih 

membayangi psikologis pasar. Selain 

terimbas 

sentimen 

negatif 

perlambatan 

ekonomi 

China, 

sentimen  pasar  emerging  market 

turut  juga  dipicu  rencana  kenaikan 

bunga 

The 

Fed 

menjelang 

pertemuan The Fed bulan ini. Kedua 

sentimen  eksternal  tersebut  ikut 

menekan  pergerakan  IHSG  terutama 

terlihat  dari  keluarnya  arus  dana 

asing  dari  pasar  saham.  Pada 

perdagangan 

kemarin 

penjualan 

bersih  asing  mencapai  Rp438,5 

miliar.  

 

Sepanjang  Agustus  ini  hingga  kemarin  penjualan  bersih  asing  di  pasar 

saham  telah  mencapai  Rp4,9  triliun.  Sedangkan  nilai  tukar  rupiah  atas  dolar  AS 

kemarin kembali melemah di Rp13842 terimbas pelemahan mata uang emerging 

market.  Pelemahan  rupiah  atas  dolar  AS  telah  meningkatkan  resiko 

perekonomian  domestik.  Sementara  bursa  saham  global  tadi  malam  kembali 

bergerak di teritori negatif. Indeks Eurostoxx di zona Euro anjlok 1,9% di 3429,84. 

Di  Wall  Street  indeks  DJIA  dan  S&P  masing‐masing  koreksi  0,93%  dan  0,83% 

tutup  di  17348,73  dan  2079,61.  Harga  minyak  mentah  anjlok  5%  di  USD40,95/

barrel  setelah  data  cadangan  minyak  mentah  AS  pekan  lalu  melonjak  2,6  juta 

barrel jauh lebih tinggi ketimbang perkiraan yang turun 777 ribu barel.  

 

Anjloknya  harga  minyak  mentah  telah  menekan  harga  saham  sektor 

energi  di  Wall  Street.  Meskipun  pasar  Wall  Street  meragukan  kenaikan  tingkat 

bunga the Fed September mendatang menyusul hasil pertemuan The Fed bulan 

lalu  yang  mengindikasikan  belum  terpenuhinya  sejumlah  indikator  ekonomi 

sebagai  pertimbangan  utama  kenaikan  bunga,  namun  pasar  lebih 

mengkhawatirkan  perlambatan  ekonomi  global  yang  dipicu  oleh  memburuknya 

perekonomian China.  

 

Perkembangan pasar global yang kembali ditandai meningkatnya resiko 

pasar  terutama  kekhawatiran  perlambatan  ekonomi  global  akan  kembali 

mendominasi sentimen pasar pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan 

cenderung  melemah  menyusul  minimnya  insentif  positif.  Arus  dana  asing  yang 

cenderung  keluar  dari  aset  beresiko  juga  turut  mempengaruhi  psikologis  pasar. 

IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4450 dan resisten di 4530. 

IHSG : S1 4450  S2 4410  R1 4530  R2 4570   

Index Last Chg % DJIA  17348.73  (162.61)  (0.93)  S&P 500  2079.61  (17.31)  (0.83)  FTSE 100  6403.45  (122.84)  (1.88)  CAC 40  4884.10  (87.15)  (1.75)  DAX  10682.15  (233.77)  (2.14)  NIKKEI 225  20127.98  (368.61)  (1.80)  HANGSENG  23167.85  (307.12)  (1.31)  STI  3012.21  (37.44)  (1.23)  SHENZHEN  2222.05  47.63   2.19   SHANGHAI  3794.11  45.94   1.23   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  41.09  (1.71)  (4.00)  CPO (RM/M.T)  2035.00  (25.00)  (1.21)  Gold (USD/T.oz)  1132.20  16.60   1.49   Nikel (USD/M.T  10300.00  (290.00)  (2.74)  Timah (USD/M.T)  15500.00  100.00   0.65   Coal (USD/M.T)  56.05  (0.65)  (1.15)  Exchange Rates Chg % IDR/USD  13716.50  (102.50)  (0.74)  USD/EUR  1.114  0.01   0.91   JPY/USD  123.91  (0.44)  (0.35)  IDR/SGD  9794.61  (47.83)  (0.49)  IDR/AUD  10088.62  (45.96)  (0.45)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  41.46  2843  (0.31)  (0.74) 

Top Gainers IDR % Chg

RANC  349  14.40   44 

VICO‐W  9  12.50   1 

RBMS  83  12.20   9 

TIFA  175  11.50   18  ECII  1,100  10.00   100 

Top Losers IDR % Chg

TPMA  240  (22.60)  (70) 

JKSW  68  (16.00)  (13) 

SPMA  122  (12.20)  (17) 

BVIC‐W3  15  (11.80)  (2) 

NRCA‐W  75  (11.80)  (10) 

Top Value IDR % (miliar)

BBCA  12,700  (2.10)  418 B  BMRI  8,700  (1.10)  403 B  TLKM  2,880  0.20   357 B  SSMS  1,855  (0.30)  334 B  BBRI  9,900  1.00   310 B 

Top Volume IDR % (juta)

SIAP  184  (0.50)  738.517  SRIL  358  5.90   660.374  META  170  (0.60)  186.016  SSMS  1,855  (0.30)  180.058  MYRX  700  (1.40)  174.962  IHSG 4,484.24 Change (26.24) Change (%) (0.58) Change (%/ytd) (14.21) Total Value (IDR triliun) 3.573 Total Volume (miliar saham) 4.494 Net Foreign Buy (IDR miliar) (438.000)

(2)

News Update

2



Dollar cemas menanti inflasi. Mata uang USD harap-harap cemas menanti angka inflasi bulan Juli 2015 yang dirilis Rabu (19/8) waktu setempat. Selain itu, rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bakal mempengaruhi gerak dollar hari ini. Kemarin, The Greenback tunduk dihadapan sejumlah mata uang utama dunia. Mengutip Bloomberg, Rabu (19/8) pukul 17.11 WIB, pasangan GBP/USD naik tipis 0,08% menjadi 1,5673. EUR/USD naik 0,16% ke 1,1042. Lalu USD/JPY turun 0,08% ke level 124,31. Dollar AS melemah menjelang data inflasi Juli 2015 yang diperkirakan turun menjadi 0,2% dari bulan sebelumnya 0,3%. Sementara inflasi inti diperkirakan tetap 0,2%. Hari ini, FOMC juga akan merilis notulensi rapat terkait kenaikan suku bunga. Notulensi rapat yang sudah mendekati bulan September kemungkinan positif bagi USD. Namun untuk menaikkan bunga, The Fed juga mempertimbangkan faktor ekonomi China. Di sisi lain, GBP semakin pede, setelah inflasi Inggris Juli naik menjadi 0,1%, di atas perkiraan dan data sebelumnya 0%. Kenaikan inflasi Inggris ini mendukung Bank of England (BoE) menaikkan suku bunga. Sebagai catatan, suku bunga BoE saat ini 0,5%. (Kontan Online)



OJK akan melonggarkan aturan buyback saham. Menyikapi anjloknya pasar saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai pasang kuda-kuda. OJK bakal merilis aturan baru tentang kelonggaran pembelian kembali (buyback) saham bagi emiten, baik BUMN maupun non-BUMN. "Nanti ada aturan baru. Kami akan mengumumkan beberapa hari ini," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad saat ditemui KONTAN, kemarin (19/08). Sehari sebelumnya (18/8), Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida menilai, kelonggaran aturan pembelian saham kembali (buyback) belum perlu dilakukan. Kebijakan ini pernah dirilis pada 2013. Sebab, penurunan indeks saham serempak terjadi di bursa regional dan global. Menurut hitungan Nurhaida, penurunan IHSG dari posisi tertinggi ke posisi terendah tahun ini sekitar 18%. Sedangkan pada tahun 2013, IHSG anjlok sekitar 23%. Pada tahun 2013, OJK merilis Peraturan OJK (POJK) tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar Berfluktuasi secara Signifikan. Dalam aturan itu, kondisi pasar yang dianggap berfluktuasi signifikan adalah jika IHSG selama tiga hari bursa berturut-turut secara kumulatif merosot 15% atau lebih atau kondisi lain yang ditetapkan OJK. Nah, di saat yang sama, OJK merilis Surat Edaran (SE) Nomor 01/SE OJK.04/2013 yang menetapkan kondisi lain sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Aturan ini dikeluarkan lantaran ketika itu IHSG anjlok 23% sepanjang Juni-Agustus 2013. Emiten boleh buyback saham maksimal 20% dari modal disetor tanpa persetujuan RUPS. Hanya saja, tujuh hari bursa sebelum buyback, emiten harus memberikan keterbukaan informasi terkait rencana itu. Periode buyback dibatasi maksimal tiga bulan. Tapi emiten bisa memperpanjang periode buyback selama aturan itu belum dicabut. (Kontan Online)



SMCB dan Lafarge merger tahun ini. Dampak merger dua perusahaan semen terbesar dunia, Holcim Ltd dan Lafarge SA menyebabkan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dan PT Lafarge Cement Indonesia turut melebur. Merger SMCB dan Lafarge Indonesia dipercepat ke akhir tahun ini. Vice President of Sales SMCB Juhans Suryantan kepada Globalcement menyebutkan, pihaknya berharap dapat menyelesaikan proses merger di akhir 2015. Ia mengungkapkan, percepatan ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar SMCB. Saat ini, SMCB memegang 15% pangsa pasar dan Lafarge mengempit 3% pangsa pasar semen Indonesia. Saat ini, SMCB merupakan peringkat ketiga pemegang pangsa pasar semen, setelah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan porsi 43,7% dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan 30%. Juhan menyebutkan, merek produk SMCB dan Lafarge Indonesia tetap akan berbeda pascamerger. Ia mengaku, SMCB dan Lafarge belum memutuskan penggunaan merek. Meski begitu, SMCB tetap akan menggunakan merek Holcim dalam satu tahun hingga dua tahun mendatang. Nantinya, SMCB dan Lafarge Indonesia akan bertahan di bawah manajemen yang berbeda dan menyasar segmentasi yang berbeda. Adapun, merek SMCB dan Lafarge dinilai tak akan berbenturan karena perbedaan target pasar. Pasar SMCB kuat di Jawa dan Sumatera Selatan. Sementara Lafarge memegang pasar di Aceh dan Sumatera Utara. (Kontan Online)



Saham turun 19%, Mandiri wacanakan buyback. Di tengah kondisi ekonomi yang tengah seret, bank-bank besar di Indonesia ikut mengalami penurunan harga saham. Bank Mandiri contohnya. Setelah ditutup pada Rabu (19/8), harga per saham bank pelat merah ini turun menjadi Rp 8.700. Dibandingkan harga saham di awal tahun, Bank Mandiri mengalami penurunan harga saham sebesar 19,25% secara year to date. Harga saham Bank Mandiri pada Selasa (30/12) tahun lalu berada di posisi Rp 10.775. Melihat kondisi ini, Bank Mandiri pun berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham miliknya tersebut. "Buyback saham ada prosedurnya, kami harus melihat bagaimana aturan-aturannya," jelas Budi G. Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri. Meski begitu, Budi juga menjelaskan bagaimana cara untuk mempetahankan harga saham Bank Mandiri. "Sebagai emiten kan kita tidak dapat mengatur harga saham. Karena itu, secara teknis kita harus menjaga performance. Sementara secara psikologis, ya kita harus percaya diri," tutur Budi. Meski terjadi penurunan harga saham, Budi optimistis harga saham masih akan mengalami kenaikan. Tetapi, Budi tidak menampik bila saat ini merupakan saat yang tepat untuk membeli saham. (Kontan online)



Saham ikut turun, BRI juga akan buyback. Tren pelemahan harga saham perbankan juga dialami PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Sama seperti BNI dan Bank Mandiri, manajemen BRI juga berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham. BRI mengaku sedang menunggu waktu yang pas untuk melakukan buyback. Seperti diketahui, sejak awal tahun sampai saat ini, harga saham BRI tercatat menurun hampir sebesar 15,02% menjadi 9.900 per saham. Padahal jika diihat di awal tahun, harga saham BRI masih bertengger di angka 11.650 per saham. Direktur Utama Bank BRI, Asmawi Sjam mengatakan, perseroan masih melihat kondisi saham BRI dalam beberapa waktu ke depan. Jika nantinya harga saham terus mengalami penurunan, maka perseroan akan melakukan buyback di harga yang ditentukan. Namun Asmawi masih belum merinci di harga berapa perseroan akan melakukan buyback. Asmawi mengatakan, harga saham BRI saat ini yang berada di angka 9.900 per saham tidak mencerminkan kondisi rill perusahaan. Kendati melemah, Asmawi menilai harga saham BRI sekarang masih bagus mengacu pada harga pada saat aksi stock split beberapa waktu lalu. Ketika ditanya berapa persen saham yang akan di-buyback, Asmawi masih belum bisa menyebut. Yang jelas, kata dia, dana yang digunakan untuk buyback ini tidak akan mempengaruhi modal. (Kontan Online)

Kamis, 20 Agustus 2015

(3)

Stock Picks

3

ICBP 12500‐12800. 

Harga saham emiten sektor barang konsumsi, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 

dalam  tiga  sesi  perdagangan  terakhir  berhasil  melanjutkan  rebound  di  tengah  kondisi  pasar  yang  kurang 

kondusif.  Harga  sahamnya  kemarin  tutup  menguat  di  Rp12675.  Sejak  awal  Agustus  harga  sahamnya 

bergerak  konsolidasi  di  kisaran  trading  Rp12100  hingga  Rp12800.  Kinerja  perseroan  sepanjang  1H15 

berhasil tumbuh positif di tengah merosotnya daya beli masyarakat. Hal ini terutama dikontribusikan dari 

penjualan  mie  instan  yang  memberikan  kontribusi  hingga  65%  terhadap  total  pendapatan  perseroan. 

Penjualan perseroan sepanjang 1H15 tumbuh 6,63% mencapai Rp16,55 triliun dibandingkan periode yang 

sama  2014  (1H14)  sebesar  Rp15,52  triliun.  Laba  bersih  naik  27,89%  mencapai  Rp1,74  triliun  dari  Rp1,36 

triliun. Pertumbuhan laba tersebut lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun 2014 lalu yang hanya 

tumbuh 6,61% (yoy). Ini menunjukkan perseroan berhasil meningkatkan kinerjanya di tengah perlambatan 

ekonomi  domestik  sepanjang  paruh  pertama  tahun  ini.  Laba  usaha  perseroan  juga  tumbuh  lebih  tinggi 

ketimbang 1H14 yakni mencapai 26,66% dari 3,78%. Marjin usaha naik menjadi 13,25% dari 11,15%. Bila 

dibandingkan dengan marjin usaha 1Q15 yang sebesar 12,67% juga lebih  tinggi di 2Q15 sebesar 13,78%. 

Marjin  bersih  1H15  mencapai  10,5%  naik  dari  8,76%  (1H14)  dan  10%  (1Q15).  Kenaikan  laba  bersih  ini 

ditopang  juga  dengan  kenaikan  pendapatan  keuangan  20,53%.  Pencapaian  penjualan  bersih  1H15 

mencerminkan  46%  dari  proyeksi  penjualan  tahun  ini  yang  tumbuh  20%  atau  mencapai  Rp36,03  triliun. 

Sedangkan  pencapaian  laba  bersih  1H15  mencerminkan  53,70%  dari  proyeksi  laba  bersih  tahun  ini  yang 

tumbuh  24,5%  atau  mencapai  Rp3,24  triliun.  EPS  proyeksi  tahun  ini  Rp556.  Pada  harga  Rp12650  saham 

ICBP ditransaksikan dengan PE 22,7x (E/15). Harga saham ICBP berpeluang ditransaksikan dengan PE 33x 

sesuai  industrinya  atau  mencapai  Rp18348,  punya  ruang  penguatan  45%.  Secara  technical,  ruang 

penguatan  akan  menguji  resisten  terdekat  di  kisaran  Rp12800  hingga  Rp13000.  Sedangkan  level  support 

saat ini bergeser ke Rp12500. Pergerakan harga sahamnya membentuk pola bullish continuation. Trading 

(4)

4

BBNI 4300‐4500. 

Tekanan jual atas saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kemarin redah dan sahamnya 

berhasil  rebound  terbatas  tutup  di  Rp4420.  Bila  dilihat  dari  harga  tertingginya  tahun  ini  di  Rp7275  (7/4) 

harga  sahamnya  telah  terdiskon  39,2%  dan  27,5%  bila  dilihat  dari  akhir  2014  lalu  di  Rp6100.  Koreksi  ini 

terutama dipicu sentimen negatif atas kinerjanya sepanjang paruh pertama tahun ini (1H15) dimana laba 

bersih  anjlok  hingga  hampir  51%  di  Rp2,43  triliun  dibandingkan  periode  yang  sama  tahun  2014  sebesar 

Rp4,9 triliun. Penurunan laba ini dikarenakan peningkatan cadangan pinjaman bermasalah menjadi 172% 

dari  tahun  lalu  untuk  menekan  naiknya  NPL.  Di  luar  kenaikan  cadangan  pinjaman  bermasalah,  bisnis 

perseroan  masih  bertumbuh  tercermin  dari  pendapatan  bersih  tumbuh  9,1%.  Sedangkan  pendapatan 

bunga bersih naik 14% menjadi Rp12,3 triliun dari Rp10,8 triliun. Pendapatan non bunga naik 2% menjadi 

Rp4,28 triliun. Penyaluran kredit perseroan paruh pertama tahun ini naik 12,1% mencapai Rp288,7 triliun. 

NPL perseroan naik menjadi 3% dari 2,2%. Perlambatan ekonomi domestik, depresiasi rupiah atas dolar AS, 

dan  kebijakan  uang  ketat  telah  berdampak  terhadap  peningkatan  NPL  perbankan  dan  melambatnya 

pertumbuhan kredit. Namun pada harga saat ini saham BBNI sudah koreksi cukup dalam sehingga relatif 

murah mengingat hanya ditransaksikan dengan PBV 1,1x dibandingkan rata‐rata emiten bank dengan aset 

di atas Rp400 triliun yang saat ini ditransaksikan dengan rata‐rata PBV 2,1x. Harga saham BBNI berpeluang 

ditransaksikan  dengan  PBV  1,7x  berdasarkan  historisnya  setahun  terakhir,  atau  berpeluang  mencapai 

Rp5560,  memiliki  ruang  penguatan  25,8%  dari  harga  saat  ini.  Secara  technical  harga  sahamnya  saat  ini 

bergerak  dengan  support  di  Rp4300  sedangkan  target  resisten  di  Rp4500.  Pergerakan  harga  sahamnya 

kemarin  mengindikasikan  sinyal  bullish  reversal  karena  terbentuknya  bullish  harami  di  area  downtrend. 

Maintain Buy, SL 4250     

 

 

Stock Picks

(5)

5

Stock Picks

PTPP  3720‐3870. 

Minimnya  insentif  positif  pasar  terutama  akibat  depresiasi  rupiah  atas  dolar  AS  yang 

sudah mendekati Rp13900 membuat pergerakan harga saham emiten jasa konstruksi cenderung melemah. 

Kemarin harga saham PT PP Tbk (PTPP) kembali melemah tutup di Rp3765. Pasar saat ini tengah menanti 

rilis  laba  keuangan  paruh  pertama  tahun  ini  yang  akan  keluar  akhir  bulan  ini.  PTPP  termasuk  salah  satu 

emiten BUMN Karya yang mencatatkan kinerja positif sepanjang 1H15. Perseroan optimis laba bersih paruh 

pertama  tahun  ini  (1H15)  tumbuh  35%  mencapai  Rp190,6  miliar.  Pertumbuhan  laba  ini  mencerminkan 

kinerja perseroan tumbuh di atas rata‐rata industri sebagaimana tercermin dari rata‐rata pencapaian laba 

bersih  emiten  jasa  konstruksi  dalam  periode  tersebut  turun  4,4%.  Hingga  paruh  ketiga  Juli  2015,  kontrak 

baru yang diperoleh PTPP mencapai Rp14,6 triliun atau 54% dari target tahun ini Rp27 triliun atau tumbuh 

30%  dari  tahun  lalu  Rp20,24  triliun.  Dengan  target  tersebut,  pendapatan  tahun  ini  diperkirakan  tumbuh 

52% mencapai Rp19 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 35% mencapai Rp730 miliar. EPS 

tahun ini diperkirakan Rp151. Pada harga saat ini di Rp3765, harga saham PTPP ditransaksikan dengan PE 

25x. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 28x sesuai dengan sektornya. Ini berarti harga 

sahamnya  berpeluang  mencapai  Rp4228  atau  punya  ruang  penguatan  12,3%  dari  harga  saat  ini.  Secara 

technical  harga  sahamnya  kemarin  bergerak  konsolidasi  dengan  resisten  terdekat  di  Rp3870.  Sedangkan 

level support di Rp3720. Pergerakan harganya kemarin membentuk pola gravestone doji di area downtrend 

mengindikasikan  sinyal  reversal  trend.  Namun  pasar  yang  kurang  kondusif  disarankan  melakukan 

pembelian di area supportnya. Buy on Weakness, SL 3680   

  

Saham Pilihan

ASII 6000-6400 BoW, SL 5800

BBRI 9700-10200 BoW, SL 9600

PTBA 5100-5350 BoW, SL 5000

WIKA 2670-2800 BoW, SL 2650

ADHI 2000-2200 BoW, SL 1980

SMRA 1620-1700 TB, SL 1570

Kamis, 20 Agustus 2015

(6)

Stock View

6

Kamis, 20 Agustus 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

4484.24  4516.95  4549.66  4463.83  4443.42 

               PERKEBUNAN AALI  18050  18,300.00  18,550.00  17,900.00  17,750.00  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  9.29  BWPT  315  330.00  345.00  300.00  285.00                LSIP  1040  1,070.00  1,100.00  1,020.00  1,000.00  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  7.93  SGRO  1635  1,658.33  1,681.67  1,613.33  1,591.67  649,627.93  10.94  29.32  141.04  13.94  SIMP  467  470.33  473.67  464.33  461.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  9.61  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  486  496.00  506.00  480.00  474.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  2.66  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  50  50.00  50.00  50.00  50.00  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.07  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  975  990.00  1,005.00  955.00  935.00  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  5.35  ITMG  9150  9,308.33  9,466.67  9,033.33  8,916.67  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  2.36  PTBA  5275  5,366.67  5,458.33  5,191.67  5,108.33  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  5.67  PTRO  388  396.67  405.33  382.67  377.33  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  4.08 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  78  80.00  82.00  76.00  74.00  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  4.44  ELSA  311  326.33  341.67  303.33  295.67  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  10.48  ENRG  62  64.00  66.00  61.00  60.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  3.19  ESSA  1950  1,966.67  1,983.33  1,916.67  1,883.33  126,590.83  22.89  42.71  28.12  11.41  MEDC  2060  2,103.33  2,146.67  2,033.33  2,006.67  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  4.19 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  535  541.67  548.33  521.67  508.33                INCO  1660  1,721.67  1,783.33  1,626.67  1,593.33  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  20.13  TINS  580  595.00  610.00  555.00  530.00                SEMEN INTP  17850  18,150.00  18,450.00  17,675.00  17,500.00  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  15.42  SMCB  1075  1,093.33  1,111.67  1,058.33  1,041.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  6.36  SMGR  8250  8,450.00  8,650.00  8,000.00  7,750.00  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  9.39 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  57  58.00  59.00  56.00  55.00  333,609.60  28.88  2.97  59.01  4.79  JPRS  174  174.00  174.00  174.00  174.00  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  6.69  KRAS  353  369.00  385.00  331.00  309.00  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐2.63  PAKAN TERNAK CPIN  1915  1,973.33  2,031.67  1,883.33  1,851.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  11.87  JPFA  384  392.67  401.33  377.67  371.33  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  19.33 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  6175  6,233.33  6,291.67  6,108.33  6,041.67  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  13.22  GJTL  580  590.00  600.00  575.00  570.00  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  1.51 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  12675  12,783.33  12,891.67  12,533.33  12,391.67  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  5775  5,850.00  5,925.00  5,725.00  5,675.00  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  9.23  MYOR  26100  26,283.33  26,466.67  25,833.33  25,566.67  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  48.81  ROTI  1090  1,118.33  1,146.67  1,068.33  1,046.67  464,595.48  27.03  12.10  9.45  22.52  GGRM  46600  47,333.34  48,066.67  46,183.34  45,766.67  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  15.82  INAF  174  178.67  183.33  169.67  165.33  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐3.51  KAEF  775  801.67  828.33  756.67  738.33  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  46.05  KLBF  1580  1,590.00  1,600.00  1,570.00  1,560.00  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  37.55 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  325  328.33  331.67  322.33  319.67  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  5.63  ASRI  408  418.67  429.33  400.67  393.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  6.47  BKSL  76  78.33  80.67  73.33  70.67                BSDE  1680  1,706.67  1,733.33  1,646.67  1,613.33  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  15.04  COWL  630  636.67  643.33  626.67  623.33  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  98.79  CTRA  970  1,008.33  1,046.67  948.33  926.67  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  16.15  CTRP  448  470.00  492.00  431.00  414.00  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  22.90  CTRS  2500  2,521.67  2,543.33  2,481.67  2,463.33  347,893.21  27.73  66.20  25.74  9.44  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  240  242.33  244.67  236.33  232.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  3.99  MDLN  408  430.33  452.67  395.33  382.67                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2080  2,126.67  2,173.33  2,046.67  2,013.33  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  57.69  DGIK  84  87.33  90.67  81.33  78.67  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  11.61  PTPP  3765  3,818.33  3,871.67  3,733.33  3,701.67  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  74.20  SSIA  695  711.67  728.33  676.67  658.33  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  65.86  TOTL  785  798.33  811.67  773.33  761.67  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  17.65  WIKA  2715  2,740.00  2,765.00  2,695.00  2,675.00  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  24.88 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  3315  3,388.33  3,461.67  3,258.33  3,201.67                JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1890  1,903.33  1,916.67  1,878.33  1,866.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  8.78  JSMR  5300  5,391.67  5,483.33  5,241.67  5,183.33  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  23.96  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  2955  3,026.67  3,098.33  2,821.67  2,688.33  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  16.64  ISAT  4105  4,203.33  4,301.67  4,028.33  3,951.67  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.97  TLKM  2880  2,900.00  2,920.00  2,860.00  2,840.00  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  19.89  TRANSPORTASI GIAA  367  376.67  386.33  356.67  346.33  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.11  MBSS  525  531.67  538.33  521.67  518.33  435,871.55  21.78  59.94  3.87  2.19  WINS  180  193.00  206.00  173.00  166.00  518,942.64  36.32  23.63  53.05  1.90 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  247  255.67  264.33  241.67  236.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  3.50  BANK BBCA  12700  12,883.33  13,066.67  12,583.33  12,466.67  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  21.36  BBKP  645  655.00  665.00  640.00  635.00  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  5.90  BBNI  4420  4,490.00  4,560.00  4,330.00  4,240.00  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  8.61  BBRI  9900  10,050.00  10,200.00  9,775.00  9,650.00  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  10.29  BBTN  1130  1,148.33  1,166.67  1,118.33  1,106.67  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  8.75  BDMN  3065  3,188.33  3,311.67  3,003.33  2,941.67  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  8.40  BJBR  700  740.00  780.00  675.00  650.00  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  5.22  BMRI  8700  8,841.67  8,983.33  8,591.67  8,483.33  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  10.31  BNGA  540  550.00  560.00  530.00  520.00  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  3.09 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5575  5,625.00  5,675.00  5,525.00  5,475.00  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  30.01  INTA  259  265.67  272.33  255.67  252.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.74  UNTR  18600  19,191.67  19,783.33  18,266.67  17,933.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  110.03  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  4290  4,378.33  4,466.67  4,198.33  4,106.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  39.12  RALS  650  660.00  670.00  645.00  640.00  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  28.38 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1930  1,978.33  2,026.67  1,873.33  1,816.67  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  17.48  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  50  50.67  51.33  49.67  49.33  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐2.13  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII   

Astra International Tbk.   

AGM    28/04/2015    0:08:30 

The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA   

Nusa Raya Cipta Tbk   

AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐

suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA   

Rukun Raharja Tbk.   

AGM    29/04/2015    0:10:00 

Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

AGM    30/04/2015    0:01:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BRAU   

Berau Coal Energy Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

  

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

AGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

EGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

AGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

EGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

Kamis, 20 Agustus 2015

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

PLIN 

70 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

7‐May‐15 

  

ITMG 

645 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

  

SMBR 

8.34385 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

WTON 

11,82 

9‐Apr‐15 

14‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

BJBR 

71.6 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

MERK 

6500 

10‐Apr‐15 

15‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

PGAS 

144,84 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BDMN 

81,50 

14‐Apr‐15 

17‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

GEMS 

3,36 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

Dividen Interim 

KAEF 

8.4488 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BBCA 

98 

16‐Apr‐15 

21‐Apr‐15 

13‐May‐15 

Dividen Final 

BJTM 

41,86 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

ACST 

42 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

4‐May‐15 

  

LEAD 

40 

7‐Apr‐15 

10‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

JASS 

159 

‐ 

16‐Apr‐15 

23‐Apr‐15 

  

AALI 

472 

21‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

TURI 

10 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

BFIN 

54 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

ASGR 

52 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

SMGR 

375,34 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

TOBA 

‐ 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

JASS 

100 

‐ 

28‐Apr‐15 

7‐May‐15 

Dividen Interim 

MDIA 

10 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

SSMS 

22,65 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Resiko capital outflow yang ditandai dengan berlanjutnya arus dana asing yang keluar dari pasar saham sejak Mei lalu terutama dipicu antisipasi atas

Harga saham emiten batubara, Adaro Energy Tbk (ADRO), kemarin melanjutkan tren bullish seiring optimisme pasar atas tren penguatan harga batubara dunia yang saat ini berada

AALI  14600‐15400.  Harga  saham  emiten  perkebunan,  Astra  Agro  Lestari  Tbk  (AALI)  sepekan 

 KINERJA  2017:  Laba  Bersih  Champion  Pacific  (IGAR)  Naik  11,2%.  Emiten industri kemasan plastik, PT Champion  Pacific  Indonesia  Tbk.  membukukan 

Tekanan jual atas saham INCO yang membuat harga sahamnya sempat jatuh ke Rp.2250 pada sesi pertama perdagangan, akhirnya berhasil terangkat akibat pasar merespon positif

Harga saham perseroan diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE pasar 17x atau mencapai Rp6900, turun dari target harga sebelumnya di Rp8300.. Secara technical

Jaya Konstruksi juga melakukan penyertaan saham oleh perseroan dalam JTD dengan cara mengambil saham-saham yang dikeluarkan oleh JTD sebanyak 2.576 saham Seri C dengan

Dengan pertumbuhan laba sekitar 25% tahun ini, harga saham perseroan saat ini relatif murah karena hanya ditransaksikan dengan PE 5,7x (E/12).. Padahal saat ini emiten