• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Jumat, 29 Agustus 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Jumat, 29 Agustus 2014"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Sentimen Ukraina kembali menekan Wall Street.



Fed rate naik, likuiditas bank makin kering.



TLKM garap proyek US$ 1 miliar.



Erajaya optimistis cetak penjualan Rp 13 triliun.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

P

ada perdagangan kemarin

pasar kembali memburu

saham-saham sektoral yang

sensitif interest-rate seperti

properti, industri manufaktur,

dan

perdagangan

setelah

Presiden SBYmemastikan tidak

akan menaikkan harga bahan

bakar minyak (BBM) di sisa

masa pemerintahannya yang

tinggal dua bulan lagi. IHSG

kemarin

menguat

terbatas

19,232

poin

(0,37%)

di

5184,479. Pergerakan indeks

kemarin tidak sejalan dengan

pergerakan bursa saham Asia

yang umumnya terkoreksi.

Kepastian tidak adanya kenaikan harga BBM dalam masa

pemerintahan saat ini membuat ancaman tekanan inflasi dan kenaikan

bunga untuk sementara bisa diabaikan sehingga tidak semakin

memperburuk perekonomian nasional tahun ini. Sementara Wall

Street dan sejumlah bursa utama di zona Euro ditutup di teritori

negatif. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi

0,25% dan 0,17% ditutup di 17079,57 dan 1996,74. Pasar saham global

kembali tertekan akibat konflik Rusia-Ukraina yang kembali memanas

setelah pemerintah pusat Ukraina menuduh militer Rusia telah

menyerang Ukraina Timur. Perhatian atas krisis Rusia-Ukraina tersebut

telah mengurangi perkembangan positif perekonomian AS menyusul

data pertumbuhan ekonomi 2Q14 AS tumbuh 4,2% di atas angka awal

4% dan konsensus ekonom yang disurvei Bloomberg 3,9%.

Menyusul meningkatnya kembali tensi geopolitik global,

pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berfluktuatif dalam rentang

konsolidasi. Indeks berpeluang menembus level 5200 sebelum

mengalami aksi ambil untung menyusul sentimen negatif pasar saham

kawasan dan global. IHSG bergerak dalam kisaran support 5145 dan

resisten di 5225.

IHSG : S1 5145 S2 5120 R1 5200 R2 5225

Index Last Chg % DJIA  17079.57  (42.44)  (0.25)  S&P 500  1996.74  (3.38)  (0.17)  FTSE 100  6805.80  (24.86)  (0.36)  CAC 40  4366.04  (29.22)  (0.66)  DAX  9462.56  (107.15)  (1.12)  NIKKEI 225  15406.91  (46.86)  (0.30)  HANGSENG  24741.00  (177.75)  (0.71)  STI  3330.22  (18.72)  (0.56)  SHENZHEN  1198.71  (10.49)  (0.87)  SHANGHAI  2195.82  (13.65)  (0.62)  Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  94.52  0.74   0.79   CPO (RM/M.T)  1979.00  3.00   0.15   Gold (USD/T.oz)  1291.60  5.90   0.46   Nikel (USD/M.T  18720.00  (160.00)  (0.85)  Timah (USD/M.T)  21975.00  (200.00)  (0.90)  Coal (USD/M.T)  70.20  0.00   0.00   Exchange Rates Chg % IDR/USD  11703.00  18.00   0.15   USD/EUR  1.318  (0.00)  (0.20)  JPY/USD  103.71  (0.06)  (0.06)  IDR/SGD  9371.77  (1.91)  (0.02)  IDR/AUD  10942.42  15.19   0.14   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  46.53  2723  (0.65)  (1.38)  Top Gainers IDR % Chg

BBNP  1,850  25   370  INPP  256  22   46  TRIS‐W  100  21   17  SMRU‐W  112  20   19  SMDR  6,300  20   1,050 

Top Losers IDR % Chg

MAGP‐W  6  (25.00)  (2) 

BRAM  2,500  (16.70)  (500) 

MGNA‐W  41  (14.60)  (7) 

UNIT  325  (14.00)  (53) 

IMJS  660  (10.80)  (80)  Top Value IDR % (miliar)

MPPA  3,065  3.20   534 B  TLKM  2,720  (0.50)  454 B  EXCL  5,825  0.90   405 B  UNTR  22,125  0.00   385 B  PWON  438  3.50   356 B 

Top Volume IDR % (juta)

PWON  438  3.50   817.359  DILD  575  6.50   355.569  META  204  (1.40)  288.923  BKSL  119  1.70   268.477  CPGT  110  0.90   208.493  IHSG 5,184.48 Change 19.23 Change (%) 0.37 Change (%/ytd) 20.10

Total Value (IDR triliun) 5.562 Total Volume (miliar saham) 5.179 Net Foreign Buy (IDR miliar) 199.000

(2)

News Update

2



Sentimen Ukraina kembali menekan Wall Street. Bursa AS mencatatkan penurunan terbesar dalam tiga pekan terakhir. Data yang di-himpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.32 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,4% menjadi 1.992,69. Dapat dikatakan, bursa AS menuju penurunan terbesar sejak 7 Agustus lalu. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4% menjadi 17.058,05. Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya: Williams-Sonoma Inc yang anjlok 11%, Abercrombie & Fitch Co turun 2,9%, dan Guess? Inc turun 7,9%. Salah satu penyebab penurunan bursa AS antara lain semakin meningkat-nya ketegangan di Ukraina. "Apa yang memberatkan pasar saat ini adalah memanasmeningkat-nya kembali ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Faktor lainnya adalah: setelah menyentuh level 2.000, apa yang terjadi selanjutnya pada pasar?" jelas Alan Gayle, director asset allocation RidgeWorth Investments di Atlanta. Asal tahu saja, Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyerukan pertemuan darurat keamanan untuk melakukan aksi pertahanan diri dari ekspansi Rusia. Sementara itu, Prancis dan Jerman sudah mengancam pemerintahan Vladimir Putin dengan sanksi lainnya setelah kelompok pemberontak pro-Rusia memperluas serangan mereka ke pasukan keamanan Ukraina. Mereka sudah menguasai sejumlah kota seperti DOnetsk dan Luhansk, termasuk di dekat Laut Azov. (Kontan Online)



Fed rate naik, likuiditas bank makin kering. Kompetisi bank memperebutkan dana nasabah terus berlanjut. Tidak cuma memburu dana di luar negeri, bank pun getol mengejar dana segar ke luar negeri. Catatan Bank Indonesia (BI), perbankan telah mengajukan pinjaman bilateral sebesar US$ 6 miliar di tahun ini. Dari jumlah itu, BI sudah menyetujui pinjaman sebesar US$ 4 miliar. Halim Alamsyah, Deputi Gubernur BI menuturkan, pinjaman bank ke luar negeri bakal membengkak lebih dari US$ 6 miliar di tahun 2015. Sebabnya, "Likuiditas keuangan Indonesia akan sulit di tahun mendatang jika The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga," tambah Halim, Kamis (28/8). Ramalan sama dilontarkan Chatib Basri, Menteri Keuangan. Saat ini, pemerintah tengah menakar seberapa besar imbas negatif kenaikan bunga The Fed atawa Fed rate terhadap likuiditas perbankan nasional. Asumsi regulator, kenaikan Fed rate sebesar 100 basis poin (bps) memicu kekeringan likuiditas perbankan Tanah Air. Halim menyatakan, BI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan likuiditas. Sayangnya, BI enggan merinci. Yang pasti, proyeksi BI, pada tahun depan bank masih mampu menyalurkan kredit. Kendati begitu, otoritas mendesak perbankan agar memupuk modal lebih banyak. "Bank yang likuiditasnya ketat harus memperkuat modal," kata Halim. Sebagai gambaran, rasio likuiditas atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan nasional menembus level aman 90%. Per Juni, LDR berada di level 90,25% melesat jauh dari level 86,80% di Juni tahun lalu (lihat tabel). Sementara, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 19,45% per Juni lalu, naik tipis dari posisi 18,13% di Juni tahun 2013. Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kenaikan Fed rate menjadi faktor penentu likuiditas perbankan. "Dampak kredit pasti ada, sekarang saja sudah ada perlambatan kredit menjadi 15%-16%," kata Muliaman. (Kontan Online)



TLKM garap proyek US$ 1 miliar. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah rajin menggarap usaha luar negeri. Terdapat tiga proyek pembangunan kabel laut yang TLKM sasar. Secara keseluruhan, nilai investasinya proyek tersebut adalah US$ 1 miliar. Jika melihat nilai tukar rupiah terhadap dollar di posisi Rp 11.700, maka investasi tersebut bernilai Rp 11,7 triliun. "Dari keseluruhan, porsi Telkom 40%," ungkap Direktur Utama TLKM Arief Yahya. Tiga proyek tersebut antara lain: pertama, TLKM bersama konsorsium South East Asia-United States (SEA-US) membangun kabel laut yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat. Proyek yang di-harapkan rampung tahun 2016 ini memiliki nilai investasi US$ 250 juta. Di situ, TLKM akan memegang porsi 28,5% atau US$ 71,25 juta. Konsorsium ini terdiri dari 7 perusahaan telekomunikasi yakni Telin, Telekomunikasi Indonesia International Inc. (Telkom USA), Globe Tele-com, RAM Telecom International, Hawaiian TeleTele-com, Teleguam Holdings, dan GTI Corporation. Nantinya, kabel bawah laut ini akan memiliki panjang 15.000 kilometer yang membentang menghubungkan lima area dan teritori, yakni Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (AS), dan Los Angeles (AS). Tak berhenti di sana, TLKM pun tengah menggaet beberapa negara lain. Menurut Arief, ter-dapat 2 negara lain yang akan bergabung dengan konsorsium ini. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penjajakan ke Australia dan Papua Nugini. Kedua, TLKM telah membangun sistem komunikasi kabel laut yang menghubungkan ke negara-negara belahan barat hingga Eropa. Ini dilakukan melalui konsorsium South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) dari 17 negara. Ketiga, TLKM juga sudah mengantungi rencana pembangunan jaringan kabel laut yang diberi nama Indonesia Global Gateaway (IGG). Pada 2016 mendatang, sistem kabel laut SEA-US akan terintegrasi dengan SEA-ME-WE 5, Asia America Gateaway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS), serta kabel domestik lain. Sehingga, terdapat konfigurasi jaringan yang memghubungkan Asia, Eropa, dan Amerika. (Kontan Online)



SMGR kejar proyek properti akhir tahun ini?. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memiliki core bisnis sebagai produsen semen. Tapi ke depan, emiten pelat merah ini bakal memajukan lini bisnisnya yang lain. Salah satunya adalah bisnis properti. Sebelumnya, SMGR pernah menggarap sebuah proyek bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Nah, atas dasar itu, kemungkinan besar jika bisnis prop-ertinya nanti juga akan dikerjakan dengan menggandeng WIKA. Meski masih dalam kajian, tapi kedua belah memiliki peluang besar untuk menjalin kerjasama. Sebab, belum lama ini SMGR dan WIKA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjalin si-nergi dalam bidang ketenagalistrikan, realty dan properti. Tinggal menunggu masalah waktu untuk mengeksekusi proyek tersebut. Fokus pertama yang bakal dikerjakan SMGR adalah mengembangkan aset yang dimiliki SMGR di Gresik, Jawa Timur. Dilokasi itu, SMGR punya lahan eks pabrik PT Semen Gresik yang sudah dipindahkan ke Tuban. Rencananya lahan tersebut akan dibangun sebagai kawasan properti komersial, perkantoran, maupun hunian. Sementara sebagian bangunan yang bernilai sejarah akan dipertahankan sebagai warisan (heritage), dan menjadi ikon kota ini. (Kontan Online)



Erajaya optimistis cetak penjualan Rp 13 triliun. PT Erajaya Swasembada Tbk optimistis kerjasama dengan vendor ponsel asal China, Xiaomi, bisa mendorong kinerjanya tahun ini. Perusahaan itu meyakini bisa mengempit pendapatan minimal Rp 13 triliun tahun ini. Seperti yang Anda ketahui, Xiaomi Inc resmi menunjuk Erajaya sebagai importir bagi produknya di Indonesia. Atas masuknya Xiaomi seba-gai mitra bisnis itu, Sekretaris perusahaan Erajaya Swasembada Djatmiko Wardoyo menyatakan ada dua hal positif bagi Erajaya. Pertama, membantu Erajaya meraih target pendapatan tahun ini. Kedua, Erajaya bisa menjadi bagian dari munculnya merek baru yang diharapkan penjualannya bisa besar. "Harapan kami Xiaomi sebagai salah satu brand yang cukup fenomenal ini bisa memberikan kekuatan kepada Erajaya Group untuk bisa meraih pendapatan tahun ini," kata Djatmiko kepada KONTAN. Djatmiko belum bisa memberitahu berapa kontri-busi yang akan didapat dari penjualan Xiaomi. Namun, dia berharap agar kerjasama Erajaya dengan Xiaomi bisa berlanjut ke dalam bentuk kerjasama penjualan secara ritel. (Kontan Online)

(3)

Stock Picks

3

LPKR 1070-1125

. Setelah mengalami tekanan jual sejak pertengahan Agustus lalu, harga saham emiten

properti Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam dua sesi perdagangan terakhir berhasil mengalami technical

rebound namun masih ditutup di Rp1085. Target resisten terdekat di kisaran Rp1125 hingga Rp1140.

Sedangkan support sederhana di Rp1070. Kinerja perseroan sepanjang kuartal dua tahun ini (2Q14)

mengalami perlambatan apabila dibandingkan kuartal pertama tahun ini (1Q14). Pendapatan 2Q14 tumbuh

31,85% mencapai Rp2,09 triliun. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan pertumbuhan pendapatan 1Q14

33,94%. Begitu juga dengan laba bersih 2Q14 tumbuh 13,57% dibandingkan 1Q14 yang tumbuh 34,72%.

Emiten properti tahun ini akan mengalami perlambatan pertumbuhan kinerja menyusul kondisi makro

ekonomi yang kurang kondusif seperti kebijakan uang ketat yang masih diterapkan oleh Bank Indonesia (BI).

Pelemahan rupiah atas dolar AS dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan hanya 5,3%

tahun ini turut menghambat pertumbuhan bisnis sektor properti. Bila dilihat sepanjang 1H14, pendapatan

LPKR tumbuh 33,94% mencapai Rp4,11 triliun. Pencapaian pendapatan ini mencerminkan 45,31% dari

proyeksi pendapatan tahun ini yang diperkirakan sebesar Rp9,07 triliun. Sedangkan laba bersih 1H14

tumbuh 23,32% mencapai Rp672,91 miliar atau mencerminkan pencapaian 43,66% dari proyeksi laba bersih

tahun ini yang diperkirakan Rp1,54 triliun. Proyeksi laba tahun ini tersebut tumbuh 25,5% dari tahun lalu

sebesar Rp1,23 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan sebesar Rp66,78. Pada harga saat ini di Rp1085

saham LPKR ditransaksikan dengan PE 16,2x (E/14). Saat ini PE industri sekitar 21,2x. Sedangkan berdasarkan

NAV saat ini sebesar Rp2591, harga sahamnya ditransaksikan dengan diskon NAV sebesar 58%. Harga

saham LPKR berpeluang ditransaksikan dengan diskon NAV 40% atau mencapai harga Rp1555 atau punya

ruang penguatan 43% dari harga saat ini. Secara technical untuk jangka pendek peluang penguatan akan

menguji resisten di Rp1125. Sedangkan level support saat ini di Rp1070. Maintain Buy, SL Rp1060

(4)

Stock Picks

4

ASII 7600-7775.

Harga saham Astra International Tbk (ASII) sejak Juli lalu bergerak sideways dengan kisaran support di

Rp7550 hingga Rp7600 dan resisten di kisaran Rp7775 hingga Rp7900. Kemarin harga sahamnya ditutup di Rp7675

mencoba kembali menguji resisten di Rp7775. Pergerakan harga saham ASII sangat dipengaruhi dengan fluktuasi nilai

tukar rupiah atas dolar AS. Secara keseluruhan bisnis ASII tahun ini cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan

terutama akibat ketatnya persaingan di bisnis otomotif di tengah kebijakan uang ketat yang dijalankan BI dan

perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pelemahan kembali harga komoditas CPO memasuki paruh kedua tahun

ini dan juga harga komoditas batubara dan melambatnya belanja infrastruktur pemerintah akibat momen politik tahun

ini turut memperlambat pertumbuhan bisnis perseroan tahun ini terutama memasuki paruh kedua tahun ini. Namun di

tengah tantangan makro ekonomi tersebut, perseroan hingga paruh pertama tahun ini masih bisa membukukan

pertumbuhan laba double digit yakni 11% mencapai Rp9,8 triliun. Sedangkan pendapatan bersih tumbuh 8% mencapai

Rp101,5 triliun. Pertumbuhan laba 1H14 perseroan terutama ditopang dari divisi alat berat dan pertambangan dan divisi

perkebunan. Laba dari divisi alat berat dan pertambangan naik 41% dan laba dari divisi perkebunan naik 91%.

Sedangkan dari divisi otomotif laba justru turun 9% akibatketatnya pasar otomotif nasional tahun ini. Penjualan mobil

Grup Astra 1H14 hanya tumbuh 4% di bawah pertumbuhan penjualan mobil nasional 7%. Pendapatan bersih perseroan

tahun ini diproyeksikan mencapai Rp214,37 triliun atau tumbuh 10,6% (yoy). Hingga 1H14 pendapatan bersih perseroan

mencapai 47,37% dari proyeksi tahun ini. Sedangkan laba bersih tahun ini diproyeksikan tumbuh 10,4% mencapai

Rp21,44 triliun. Hingga 1H14 laba bersih mencapai 45,71% dari proyeksi tahun ini. EPS proyeksi tahun ini sebesar

Rp529,5. Pada harga Rp7675 saham ASII ditransaksikan dengan PE 14,5x (E/14). Harga saham perseroan berpeluang

ditransaksikan dengan rata-rata PE 16x sesuai dengan industrinya. Dengan asumsi PE 16x harga saham ASII berpeluang

menuju Rp8472, atau memiliki ruang penguatan 10,4% dari harga saat ini. Kemarin harga sahamnya berhasil ditutup di

Rp7675. Secara technical berpeluang menguji resisten Rp7775. Trading Buy, SL Rp7500

(5)

5

TINS 1420-1475.

Harga saham Timah Tbk (TINS) sejak pekan pertama Agustus bergerak flat seiring dengan

masih melemahnya harga komoditasnya timah dunia yang saat ini berada di bawah USD22000/MT. Secara

technical saat ini level support di kisaran Rp1400 hingga Rp1420 dan resisten di Rp1475 hingga Rp1500.

Kemarin harga sahamnya ditutup di Rp1445. Secara valuasi TINS tahun ini bakal mencatatkan pertumbuhan

kinerja di atas tahun lalu menyusul keberhasilan perseroan menjalankan efisiensi dan peluang penguatan

harga timah dunia. Tahun ini manajemen menargetkan pendapatan tumbuh 20%-30% menjadi berkisar Rp7

triliun hingga Rp7,6 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 20% hingga 30% atau berkisar

Rp618 miliar hingga Rp669 miliar. Dengan proyeksi laba bersih 2014 Rp618 miliar berarti EPS 2014

diperkirakan Rp83. Harga saham TINS berpeluang ditransaksikan dengan PE 19x atau mencapai Rp.1577,

punya ruang penguatan 9% dari harga saat ini di Rp1445. Trading Buy, SL Rp1390

Stock Picks

Jumat, 29 Agustus 2014

Saham Pilihan

CTRA 1200-1250 Buy, SL 1150

INCO 4120-4200 TB, SL 4060

ASRI 500-530 Buy, SL 495

BBNI 5350-5600 SoS, SL 5225

JPFA 1290-1360 SoS, SL 1270

MPPA 3040-3145 TB, SL 2950

BIPI 120-130 TB, SL 115

(6)

Stock View

6

Jumat, 29 Agustus 2014

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5184.48  5197.63  5210.79  5168.17  5151.87 

               PERKEBUNAN AALI  26000  26,075.00  26,150.00  25,850.00  25,700.00  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  13.39  BWPT  1025  1,040.00  1,055.00  1,015.00  1,005.00                LSIP  1905  1,913.33  1,921.67  1,893.33  1,881.67  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  14.53  SGRO  2080  2,103.33  2,126.67  2,068.33  2,056.67  649,627.93  10.94  29.32  141.04  17.73  SIMP  850  856.67  863.33  841.67  833.33  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  17.50  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1315  1,335.00  1,355.00  1,305.00  1,295.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  7.20  BORN  97  97.00  97.00  97.00  97.00                BRAU  111  113.00  115.00  109.00  107.00                BUMI  194  196.67  199.33  191.67  189.33  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.25  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  2280  2,305.00  2,330.00  2,265.00  2,250.00  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  12.52  ITMG  28650  28,866.67  29,083.33  28,441.67  28,233.33  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  7.40  PTBA  13600  13,683.33  13,766.67  13,483.33  13,366.67  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  14.61  PTRO  1250  1,256.67  1,263.33  1,246.67  1,243.33  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  13.15 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  124  125.00  126.00  122.00  120.00  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  7.06  ELSA  690  695.00  700.00  685.00  680.00  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  23.24  ENRG  90  91.00  92.00  89.00  88.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  4.63  ESSA  3250  3,271.67  3,293.33  3,231.67  3,213.33  126,590.83  22.89  42.71  28.12  19.02  MEDC  3495  3,515.00  3,535.00  3,465.00  3,435.00  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  7.11 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  1205  1,216.67  1,228.33  1,191.67  1,178.33                INCO  4155  4,183.33  4,211.67  4,118.33  4,081.67  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  50.39  TINS  1445  1,453.33  1,461.67  1,428.33  1,411.67                SEMEN INTP  24475  24,600.00  24,725.00  24,400.00  24,325.00  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  21.14  SMCB  2955  2,978.33  3,001.67  2,923.33  2,891.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  17.49  SMGR  16400  16,500.00  16,600.00  16,325.00  16,250.00  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  18.67 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  90  92.67  95.33  87.67  85.33  333,609.60  28.88  2.97  59.01  7.57  JPRS  259  265.00  271.00  256.00  253.00  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  9.96  KRAS  510  520.00  530.00  500.00  490.00  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐3.80  PAKAN TERNAK CPIN  4050  4,058.33  4,066.67  4,033.33  4,016.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  25.10  JPFA  1310  1,323.33  1,336.67  1,288.33  1,266.67  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  65.95 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7675  7,725.00  7,775.00  7,625.00  7,575.00  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  16.43  GJTL  1765  1,780.00  1,795.00  1,750.00  1,735.00  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  4.59 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  10550  10,600.00  10,650.00  10,500.00  10,450.00  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  6950  7,000.00  7,050.00  6,925.00  6,900.00  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  11.11  MYOR  30400  30,400.00  30,400.00  30,400.00  30,400.00  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  56.85  ROTI  1230  1,246.67  1,263.33  1,221.67  1,213.33  464,595.48  27.03  12.10  9.45  25.41  GGRM  54600  55,050.00  55,500.00  54,075.00  53,550.00  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  18.53  INAF  173  175.00  177.00  172.00  171.00  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐3.49  KAEF  1285  1,303.33  1,321.67  1,263.33  1,241.67  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  76.35  KLBF  1680  1,690.00  1,700.00  1,665.00  1,650.00  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  39.93 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  376  380.33  384.67  369.33  362.67  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  6.51  ASRI  510  516.67  523.33  501.67  493.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  8.08  BKSL  119  121.67  124.33  116.67  114.33                BSDE  1625  1,638.33  1,651.67  1,613.33  1,601.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  14.55  COWL  575  585.00  595.00  570.00  565.00  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  90.16  CTRA  1220  1,231.67  1,243.33  1,196.67  1,173.33  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  20.32  CTRP  765  771.67  778.33  751.67  738.33  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  39.10  CTRS  2325  2,373.33  2,421.67  2,288.33  2,251.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  8.78  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  280  283.67  287.33  277.67  275.33  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.66  MDLN  545  561.67  578.33  516.67  488.33                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  3050  3,075.00  3,100.00  3,035.00  3,020.00  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  84.59  DGIK  173  174.67  176.33  170.67  168.33  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  23.90  PTPP  2425  2,441.67  2,458.33  2,411.67  2,398.33  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  47.79  SSIA  800  813.33  826.67  788.33  776.67  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  75.81  TOTL  800  806.67  813.33  791.67  783.33  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  17.98  WIKA  2840  2,863.33  2,886.67  2,828.33  2,816.67  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  26.02 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  5950  5,966.67  5,983.33  5,916.67  5,883.33                JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  4125  4,183.33  4,241.67  4,083.33  4,041.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  19.16  JSMR  6300  6,366.67  6,433.33  6,241.67  6,183.33  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  28.48  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  5825  5,900.00  5,975.00  5,725.00  5,625.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  32.79  ISAT  3825  3,845.00  3,865.00  3,815.00  3,805.00  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.49  TLKM  2720  2,748.33  2,776.67  2,703.33  2,686.67  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  18.78  TRANSPORTASI GIAA  434  436.00  438.00  432.00  430.00  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.31  MBSS  1215  1,218.33  1,221.67  1,213.33  1,211.67  435,871.55  21.78  59.94  3.87  5.07  WINS  1310  1,320.00  1,330.00  1,300.00  1,290.00  518,942.64  36.32  23.63  53.05  13.86 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  725  736.67  748.33  716.67  708.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  10.27  BANK BBCA  11850  11,891.67  11,933.33  11,766.67  11,683.33  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  19.93  BBKP  735  741.67  748.33  726.67  718.33  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.72  BBNI  5450  5,516.67  5,583.33  5,366.67  5,283.33  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  10.62  BBRI  11100  11,150.00  11,200.00  11,075.00  11,050.00  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  11.54  BBTN  1125  1,150.00  1,175.00  1,110.00  1,095.00  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  8.71  BDMN  3805  3,820.00  3,835.00  3,775.00  3,745.00  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  10.43  BJBR  860  865.00  870.00  855.00  850.00  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.41  BMRI  10525  10,583.33  10,641.67  10,458.33  10,391.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  12.47  BNGA  995  998.33  1,001.67  993.33  991.67  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  5.69 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5100  5,166.67  5,233.33  4,991.67  4,883.33  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  27.45  INTA  303  304.00  305.00  302.00  301.00  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  2.03  UNTR  22125  22,416.67  22,708.33  21,941.67  21,758.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  130.88  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  6050  6,108.33  6,166.67  5,983.33  5,916.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  55.16  RALS  1025  1,040.00  1,055.00  1,015.00  1,005.00  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  44.75 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2835  2,851.67  2,868.33  2,821.67  2,808.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  25.67  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  267  272.00  277.00  260.00  253.00  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐11.36  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

RUPS

EMITEN

JENIS

TANGGAL

TEMPAT

BBNI  

Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk.  

AGM  

06/03/2014  

The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta   

MTFN  

Capitalinc Investment Tbk.  

EGM  

10/03/2014  

  

SRIL  

Sri Rejeki Isman Tbk  

EGM  

10/03/2014  

Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392 

Solo   

BNII  

Bank Internasional Indonesia 

Tbk.  

EGM  

12/03/2014  

Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No. 

8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270   

ADHI  

Adhi Karya (Persero) Tbk.  

AGM  

14/03/2014  

Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 

18, Jakarta selatan   

ARNA  

Arwana Citramulia Tbk.  

AGM  

14/03/2014  

Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004 

RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186   

WSKT  

Waskita Karya (Persero) Tbk  

AGM  

18/03/2014  

Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10 

Jakarta   

CNKO  

Exploitasi Energi Indonesia 

Tbk  

EGM  

19/03/2014  

Hotel Redtop ‐ Pecenongan   

BLTA  

Berlian Laju Tanker Tbk  

AGM  

19/03/2014  

Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend. 

Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta   

BTPN  

Bank Tabungan Pensiunan 

Nasional Tbk.  

AGM  

20/03/2014  

  

GIAA  

Garuda Indonesia (Persero) 

Tbk  

EGM  

24/03/2014  

  

MITI  

Mitra Investindo Tbk.  

EGM  

24/03/2014  

Ruang Serbaguna BEI   

BBRM  

Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk  

AGM  

25/03/2014  

  

BBRM  

Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk  

EGM  

25/03/2014  

  

BJBR  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B  

AGM  

26/03/2014  

Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 

Bandung   

BJBR  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B  

EGM  

26/03/2014  

Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 

Bandung   

BJTM  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Timur Tbk  

AGM  

26/03/2014  

Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya   

BBRI  

Bank Rakyat Indonesia 

(Persero) Tbk.  

AGM  

26/03/2014  

  

INAF  

Indofarma Tbk.  

AGM  

26/03/2014  

  

ITMA  

Sumber Energi Andalan Tbk  

EGM  

27/03/2014  

  

WIKA  

Wijaya Karya (Persero) Tbk.  

AGM  

27/03/2014  

Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9 

Jakarta Timur   

BNGA  

Bank CIMB Niaga Tbk  

AGM  

27/03/2014  

Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman 

Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta   

AGRO  

Bank Rakyat Indonesia 

Agroniaga Tbk  

AGM  

27/03/2014  

  

DEWA  

Darma Henwa Tbk  

AGM  

28/03/2014  

Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

DEWA  

Darma Henwa Tbk  

EGM  

28/03/2014  

Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

IGAR  

Champion Pacific Indonesia 

Tbk  

AGM  

28/03/2014  

Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta   

Jumat, 29 Agustus 2014

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH

DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

NELLY  4  01/09/2014  02/09/2014  18/09/2014     ACST  40  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     JAWA  2  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     RDTX  105  22/08/2014  25/08/2014  10/09/2014     DGIK  3  12/08/2014  15/08/2014  22/08/2014     RUIS  8  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     KIAS  2  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     SMAR  5  08/08/2014  11/08/2014  27/08/2014     TPMA  11  07/08/2014  08/08/2014  26/08/2014     GGRM  800  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LMSH  200  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LION  400  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     DART  28  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     MDRN  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     ETWA  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     GEMA  7  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     DPNS  20  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     PANR  8  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     MASA  1  25/07/2014  04/08/2014  20/08/2014     BFIN  0  02/07/2014  02/07/2014  02/07/2014  1(satu) saham akan memperoleh  Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐ sikan pada saat Recording Date  TSPC  75  24/07/2014  25/07/2014  19/08/2014     ASBI  25  23/07/2014  24/07/2014  19/08/2014     PEGE  10  22/07/2014  23/07/2014  15/08/2014     ASDM  57  18/07/2014  21/07/2014  12/08/2014     ULTJ  12  18/07/2014  02/07/2014  02/07/2014     ALDO  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FORU  10  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     PWON  5  17/08/2014  18/07/2014  22/08/2014     CLPI  0  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014  USD0.0018  GPRA  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FAST  30  15/07/2014  16/07/2014  05/08/2014     INDF  142  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     MFIN  20  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     DYAN  3  14/07/2014  15/07/2014  06/08/2014     AMFG  80  11/07/2014  14/07/2014  24/07/2014     KBLI  4  10/07/2014  11/07/2014  25/07/2014    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Thamrin

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Taman Palem

Ruko Mall Taman Palem No.32

Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng

Jakarta 11730

Phone : +62 21 5437 6266

Latumenten

Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F

Jakarta 14450

Phone : +62 21 662 9496

Pantai Indah Kapuk

The Centro Metro Broadway

Blok A No. 28 Lt. 2

Jl. Pantai Indah Utara 2

Jakarta 14460

Phone : +62 21 3001 0315

Serpong:

Ruko Golden 8

Blok F No.6

Jl. Ki Hadjar Dewantara

Gading Serpong - Tangerang

Banten 15810

Phone : +62 21 2923 8930

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q

Surakarta 57141

Phone : +62 271 743 498

Makasar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 726 3969

Fax

: +62 21 571 0895

CS

: +62 21 726 2757

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

BSDE  1560‐1700.  Tekanan  jual  kembali  melanda  saham  sektor  properti  di  tengah  meningkatnya  kekhawatiran 

Anjloknya harga komoditas logam menyusul tren bearish harga minyak dipicu respon atas diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini oleh Bank Dunia menjadi

Hingga akhir Juni, perseroan baru menyerap capex sebesar 22% dari target yang dipatok tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun.. Dengan begitu, emiten properti dan kawasan industri ini

Pada tahun 2013, OJK merilis Peraturan OJK (POJK) tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar Berfluktuasi

Angka penjualan tersebut yang mencapai Rp21,43 triliun mencerminkan pertumbuhan 72% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp12,46 triliun. Pada kondisi pasar bullish pergerakan

HMSP  3600‐3850.  Harga saham emiten rokok, HM Sampoerna Tbk (HMSP), sepekan terakhir bergerak bearish seiring  memburuknya  kondisi  pasar  dikhawatirkan 

Dari kontrak itu, sebanyak 51% dijual dengan harga tetap, sedangkan 31% dijual harga sesuai indeks, 6% belum ditentukan, serta 13% belum terjual.Di tahun ini, anak usaha ITMG,

Dengan pertumbuhan laba sekitar 25% tahun ini, harga saham perseroan saat ini relatif murah karena hanya ditransaksikan dengan PE 5,7x (E/12).. Padahal saat ini emiten