• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

+

 Pada bulan Juni 2015, Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,89 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, pada bulan Juni 2015 ini, 76 kota IHK mengalami inflasi, dan 6 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-12. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Sorong dengan besaran 1,90 persen, inflasi terendah terjadi di kota Palu sebesar 0,03 pesen. Sementara kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Tual dengan besaran -0,80 persen dan Pangkal Pinang mengalami deflasi terendah dengan besaran -0,14 persen.

 Inflasi Kota Bengkulu Juni 2015 terjadi pada 6 kelompok pengeluaran sementara 1 kelompok lainnya mengalami deflasi. Besaran inflasi/deflasi pada masing-masing kelompok adalah sebagai berikut; kelompok bahan makanan sebesar 3,00 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,74 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,38 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen.  Laju inflasi tahun kalender (Desember 2014-Juni 2015 ) tercatat sebesar -0,29 persen dan laju inflasi

tahunan (Juni 2014 - Juni 2015) tercatat sebesar 9,90 persen.

No.37/07/17/Th.XVII, 1 Juli 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

BULAN JUNI 2015 KOTA BENGKULU MENGALAMI INFLASI 0,89 persen

Perkembangan harga barang dan jasa di kota Bengkulu selama bulan Juni 2015 secara umum tercatat mengalami kenaikan. Hal ini tercermin dari naiknya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juni 2015 (IHK 2012 = 100) sebesar 0,89 persen. Angka ini lebih rendah dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,38 persen.

Gambar 1

Inflasi Kota Bengkulu Desember 2012 - Juni 2015

1,72

0.38

0.89

-2 -1 0 1 2 3 4 Des 2012 Jan 2013

Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des 2013

Jan 2014

Feb Mar Apr May Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Jan 2015

(2)

kelompok adalah sebagai berikut ; kelompok bahan makanan sebesar 3,00 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,74 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,38 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen

Berdasarkan perubahan harga yang terjadi pada setiap komoditi tersebut, masing-masing kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi/deflasi sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,7443 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0606 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0081 persen; sandang 0,0415 persen; kesehatan sebesar 0,0093 persen; pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,0316 persen; serta kelompok transportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar -0,0035 persen.

Tabel 1

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Juni 2015 (IHK 2012 = 100)

*) Persentase perubahan IHK bulan Juni 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan Juni 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK bulan Juni 2015 terhadap IHK Juni 2014

Tabel 2

Perubahan Harga dan Andil Beberapa Komoditi Terhadap Inflasi Kota Bengkulu Juni 2015 (2012=100)

No Komoditi Perubahan Harga Inflasi Andil (persen)

No Komoditi Perubahan Harga Andil Inflasi (persen)

1 Cabai merah 16,0246 0,2303 1 Dencis -8,1665 -0,0462

2 Telur ayam ras 14,3568 0,1152 2 Beras -0,5757 -0,0315

3 Daging ayam ras 4,3890 0,0778 3 Telepon seluler -5,4800 -0,0115

4 Jengkol 22,8299 0,0531 4 Kangkung -2,7327 -0,0107

5 Tomat sayur 34,5700 0,0448 5 Teri Kering -1,5389 -0,0061 6 Bawang merah 6,3714 0,0300 6 Teri Basah -9,8914 -0,0043 7 Gula pasir 4,7831 0,0219 7 Udang basah -1,1200 -0,0040 8 Rokok kretek filter 0,9191 0,0211 8 Tongkol/ambu-ambu -1,7754 -0,0039

9 Daging sapi 4,0151 0,0204 9 Cumi-cumi -3,9243 -0,0021

10 Celana panjang jeans 7,8189 0,0199 10 Bihun -6,8270 -0,0017 Kelompok pengeluaran IHK Mei 2014 IHK Juni 2015

Andil Inflasi Juni 2015 Inflasi Juni 2015 *) Laju Inflasi Tahun Kalender**) Laju Inflasi Year on Year***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 123,09 124,19 0,8919 0,89 -0,29 9,90 1.Bahan makanan 129,21 133,09 0,7443 3,00 -3,84 14,03

2.Makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau 119,93 120,37 0,0606 0,37 2,92 8,07 3.Perumahan, air, listrik gas, dan bahan bakar 117,93 117,98 0,0081 0,04 2,56 9,52

4.Sandang 110,57 111,39 0,0415 0,74 1,76 4,11

5.Kesehatan 123,78 124,06 0,0093 0,23 5,59 9,82

6.Pendidikan, rekreasi dan olah raga 117,16 117,60 0,0316 0,38 1,22 6,08 7.Transpor, komunikasi dan jasa keuangan 131,88 131,85 -0,0035 -0,02 -3,63 10,17

(3)

+

Inflasi pada bulan ini terutama disebabkan oleh naiknya bahan makanan seperti cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, jengkol, tomat sayur, bawang merah, daging sapi, ayam hidup, kentang, tomat buah, bumbu masak jadi dan beberapa komoditi lainnya yang mengalami kenaikan harga. sementara turunnya harga beberapa komoditi seperti dencis, beras, telepon seluler, kangkung, teri kering, teri basah, udang basah, tongkol/ambu-ambu, cumi-cumi, bihun dan beberapa komoditi lainnya yang mengalami penurunan harga tidak mampu meredam inflasi yang terjadi pada bulan ini.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Kelompok Bahan Makanan

Pada bulan Juni 2015 kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 3,00 persen. Dari sebelas subkelompok yang tergabung dalam kelompok ini, sembilan subkelompok mengalami kenaikan indeks sementara dua subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks. Kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan terutama disebabkan oleh kenaikan indeks pada subkelompok Bumbu – bumbuan 10,80 persen, Sayur-sayuran 6,60 persen, Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 5,50 persen, Daging dan Hasil-hasilnya 4,76 persen, Buah – buahan 3,16 persen, Bahan Makanan Lainnya 1,78 persen, Kacang – kacangan 0,43 persen, Lemak dan Minyak 0,30 persen, serta Ikan Segar -0,35 persen. Naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan pada bulan ini memberi andil inflasi sebesar 0,7443 persen, yang terutama disebabkan oleh naiknya harga cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, jengkol, tomat sayur, bawang merah, daging sapi, ayam hidup, kentang, tomat buah, bumbu masak jadi dan lain-lain.

2.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Juni 2015 mengalami inflasi 0,37 persen. Dari ketiga subkelompok yang tergabung dalam kelompok ini semuanya mengalami kenaikan indeks yang dipicu oleh naiknya harga gula pasir, rokok kretek filter, biskuit, sate, rokok putih, coklat batang, kembang gula dan minuman ringan. Secara keseluruhan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,0606 persen.

3.

Kelompok Perumahan

,

Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Pada bulan Juni 2015 , kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Kenaikan indeks terutama dipicu oleh kenaikan tarif listrik, sabun cream detergent, sabun detergen bubuk, kipas angin, lilin dan pengharum/pelembut cucian. Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi andil inflasi sebesar 0,0081 persen.

4. Kelompok Sandang

Kelompok sandang pada bulan juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0,74 persen. kenaikan indeks dipicu oleh naiknya harga celana panjang jeans, baju muslim laki-laki, wanita dan anak-anak, emas perhiasan, kerudung/ dan sepatu anak, secara keseluruhan kelompok sandang memberikan andi inflasi sebesar 0,0415 persen.

(4)

Kelompok kesehatan pada bulan Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen. Kenaikan indeks disebabkan oleh naiknya harga parfum, tarip gunting rambut anak dan wanita, obat batuk, facial, creambath, obat flu, obat gosok, obat sakit kepala dan lain-lain Keseluruhan kelompok kesehatan memberikan andil inflasi sebesar 0,0093 persen.

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan,rekreasi dan olahraga pada bulan Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Pemicu inflasi pada kelompok ini adalah karena naiknya harga buku pelajaran SD, SMP dan SMA, pakaian olah raga anak, majalah berkala / dewasa serta tabloid. Secara keseluruhan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberikan andil inflasi sebesar 0,0316 persen.

7. Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan juni 2015 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Penekan inflasi pada kelompok ini adalah subkelompok komunikasi dan pengiriman dengan turunnya harga telepon seluler. Di samping itu juga terjadi penurunan tarif angkutan udara. secara keseluruhan, kelompok transpor, komunikasi, & jasa keuangan menyumbang andil inflasi sebesar -0,0035 persen.

PERBANDINGAN INFLASI

TAHUNAN

Bulan Juni 2015 Kota Bengkulu inflasi 0,89 persen, angka ini lebih tinggi dari bulan Juni 2014 yang

mengalami deflasi sebesar 0,38

persen, lebih rendah jika dibandingkan laju inflasi Juni 2013 yang mengalami inflasi sebesar 1,72 persen. Laju inflasi tahunan/year on year pada Juni 2015 sebesar 9,90 persen, lebih tinggi dari Juni 2014 yang sebesar 5,79 persen dan Juni 2013 yang sebesar 7,89 persen.

Gambar2

Perbandingan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Juni 2013-2015 (2012=100)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI INDONESIA

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesiapada bulan Juni 2015 ini, 76 kota IHK mengalami inflasi, dan 6 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-12. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Sorong dengan besaran 1,90 persen, inflasi terendah terjadi di kota Palu sebesar 0,03 pesen. Sementara kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Tual dengan besaran -0,80 persen dan Pangkal Pinang mengalami deflasi terendah dengan besaran -0,14 persen. -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00

Inflasi Mei Laju Inflasi Tahun Kalender

Laju Inflasi Year on year 1.72 4.45 7.89 0.38 0.57 5.79 0.89 -0.29 9.90 2013 2014 2015

(5)

+

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI SUMATERA

Tabel 3

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-Kota di Sumatera Juni 2015 (2012=100)

Gambar 3

Inflasi Kota-Kota di Sumatera pada bulan Mei 2015 dan Juni 2015

Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Juni 2015, 22 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar sebesar 1,44 persen, sementara inflasi terendah sebesar -0,14 persen terjadi di Pangkal Pinang.

1.44 0.39 0.89 -0,14 -1.00 0.00 1.00 2.00 M eul abo h B anda A ce h Lhok seum aw e Si bol ga P emat ang S ia nt ar Meda n P ada ng S idem pua n P ada ng B uk it ti ng gi Te mbi la ha n P ek an B aru D umai B ung o Ja mbi P al embang Lubuk L ing ga u B eng kul u B anda r L ampung Met ro Ta nj ung P anda n P ang ka l P ina ng B at am Ta nj ung P ina ng

Inflasi May-15 Inflasi Jun-15

Pematang Siantar Inflasi Tertinggi Pangkal Pinang Deflasi Tertinggi Bengkulu Palembang Inflasi Terendah

K O T A IHK Juni 2015 Juni 2015 Inflasi K O T A IHK Juni 2015 Juni 2015 Inflasi

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]

1 Pematang siantar 123,52 1,44 13 Tanjung pandan 125,91 0,65

2 Sibolga 121,46 1,36 14 Bungo 117,29 0,62

3 Banda aceh 115,26 1,20 15 Tanjung pinang 120,78 0,56

4 Lhokseumawe 115,52 1,03 16 Dumai 120,83 0,51

5 Bengkulu 124,19 0,89 17 Meulaboh 120,05 0,50

6 Batam 118,68 0,87 18 Jambi 119,33 0,44

7 Lubuk linggau 116,62 0,86 19 Padang sidempuan 118,12 0,41

8 Metro 128,00 0,84 20 Bukittinggi 117,15 0,38

9 Padang 123,48 0,83 21 Tembilahan 124,94 0,37

10 Medan 121,91 0,77 22 Palembang 117,06 0,34

11 Pekan baru 120,31 0,75 23 Pangkal pinang 117,90 -0,61

(6)

Menurut Kelompok/Subkelompok Bulan Juni 2015 (IHK 2012 = 100)

Kelompok/Sub kelompok IHK Juni 2015

% perubahan terhadap Maret 2015 Inflasi Tahun Kalender Inflasi Y o Y (1) (4) (5) (6) (7) U M U M / T O T A L 124,19 0,89 -0,29 9,90 I BAHAN MAKANAN 133,09 3,00 -3,84 14,03

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 131,34 -0,51 9,07 17,75

Daging dan Hasil-hasilnya 126,23 4,76 23,48 6,71

Ikan Segar 115,55 -0,35 -0,50 5,01

Ikan Diawetkan 144,03 -0,62 0,66 8,83

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 128,72 5,50 6,41 11,74

Sayur-sayuran 159,96 6,60 6,70 8,19

Kacang - kacangan 114,67 0,43 0,86 2,82

Buah - buahan 161,60 3,16 0,89 9,23

Bumbu - bumbuan 142,86 10,80 -44,45 58,50

Lemak dan Minyak 118,86 0,30 2,52 3,06

Bahan Makanan Lainnya 134,40 1,78 9,49 24,12

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 120,37 0,37 2,92 8,07

Makanan Jadi 120,94 0,14 2,60 6,62

Minuman yang Tidak Beralkohol 115,66 0,89 2,85 7,45 Tembakau dan Minuman Beralkohol 121,95 0,58 3,64 11,69

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 117,98 0,04 2,56 9,52

Biaya Tempat Tinggal 116,27 0,00 2,51 8,36

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 128,14 0,08 1,83 14,68

Perlengkapan Rumahtangga 110,56 -0,05 4,36 6,56 Penyelenggaraan Rumahtangga 112,52 0,29 3,23 7,54 IV SANDANG 111,39 0,74 1,76 4,11 Sandang Laki-laki 114,84 1,32 4,30 6,52 Sandang Wanita 117,40 0,34 1,34 4,53 Sandang Anak-anak 113,29 0,60 0,60 4,64

Barang Pribadi dan Sandang Lain 97,84 0,63 0,01 -0,39

V KESEHATAN 124,06 0,23 5,59 9,82

Jasa Kesehatan 132,69 0,08 13,24 14,32

Obat-obatan 111,32 0,13 1,15 7,61

Jasa Perawatan Jasmani 136,42 1,50 5,97 15,96

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 120,99 0,15 1,31 5,89

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 117,60 0,38 1,22 6,08

Pendidikan 123,22 0,00 0,00 6,67

Kursus-kursus / Pelatihan 102,73 0,00 1,32 2,40

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 115,19 2,50 5,42 9,01

Rekreasi 106,90 -0,15 1,43 1,85

Olahraga 120,39 0,69 5,56 11,96

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 131,85 -0,02 -3,63 10,17

Transpor 148,58 0,05 -5,14 14,52

Komunikasi Dan Pengiriman 100,00 -0,32 -0,13 -0,07

Sarana dan Penunjang Transpor 114,90 0,03 0,31 3,38

Referensi

Dokumen terkait

 Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,78 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,26

Dari 7 kelompok pengeluaran yang ada, semuanya mengalami inflasi yaitu : Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,57 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok Dan Tembakau sebesar

Sementara kelompok pengeluaran lain mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,26 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,21

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar 0,3024 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Sementara kelompok pengeluaran lainnya memberikan andil inflasi antara lain Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & tembakau sebesar 0,14 persen, Kelompok

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Maret 2015, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26 persen; kelompok

 Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,45 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,48

Sementara 3 (tiga) kelompok memberikan andil inflasi diantaranya; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen; kelompok sandang sebesar