• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berlakunya BW di Indonesia

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 91-96)

C. HUKUM PERDATA BARAT

3. Berlakunya BW di Indonesia

Setelah Belanda lepas dari Perancis, code Napoleon tidak segera diganti, tetapi tetap diterapkan dengan penyesuaian di sana-sini sesuai dengan kebutuhan Belanda. Meskipun kemudian BW kembali dirumuskan, tetapi sebagian besar isinya adalah Code Civil Perancis, yang berarti pula dipengaruhi hukum Romawi yang terkenal itu. BW Belanda tersebut kemudian diberlakukan di Hindia Belanda sampai sekarang, yang berarti sangat dipengaruhi hukum Romawi, hukum Perancis, dan hukum Agama atau gereja.

adanya kepastian hukum daripada hukum adat yang merupakan hukum yang dipakai oleh golongan Bumiputra.

b. Sistem hukum di Hindia Belanda

Sebagai suatu jajahan, tentu saja sistem hukum yang berlaku di Hindia Belanda sesuai dengan kepentingan dan selera dari penjajah itu sendiri.

Dalam melaksanakan hukum disesuaikan dengan kepentingan politik pemerintahan pada masa itu, sehingga mulai 1 Januari 1920 berdasarkan Stb.

1919 No. 621, Pasal 131 IS memuat ketentuan antara lain:

1) Hukum perdata, hukum dagang, hukum pidana, hukum acara perdata, hukum acara pidana harus diletakkan dalam kitab undang-undang atau dikodifikasi (ayat 1).

2) Terhadap golongan Eropa, harus diberlakukan perundang-undangan yang ada di negeri Belanda dalam bidang hukum perdata dan hukum dagang (ayat 2 sub a). Ayat ini sering disebut sebagai ayat yang memuat asas konkordansi.

3) Bagi orang Indonesia asli dan Timur Asing ketentuan perundangan Eropa dalam bidang hukum perdata dan hukum dagang dapat diberlakukan apabila kebutuhan mereka menghendakinya (ayat 2 sub b).

4) Orang Indonesia asli dan Timur Asing diperbolehkan menundukkan dirinya kepada hukum yang berlaku bagi orang Eropa, baik sebagian maupun seluruhnya (ayat 4).

5) Hukum adat yang masih berlaku bagi orang Indonesia asli dan Timur Asing tetap berlaku sepanjang belum ditulis dalam undang-undang (ayat 6).

Dari isi pasal-pasal tersebut nampaknya ada politik memecah belah dari Pemerintah Hindia Belanda, yakni

1) Membedakan hukum yang berlaku untuk orang Eropa, Bumiputra dan Timur Asing yang ada di Hindia Belanda.

2) Membagi penduduk di Hindia Belanda atas golongan: Eropa, Bumiputra dan Timur Asing.

Dengan adanya ketentuan seperti itu maka di bidang hukum perdata terdapat dualisme hukum, yaitu hukum perdata barat untuk orang-orang barat dan hukum (perdata) adat untuk orang Bumiputra.

c. Perubahan-perubahan terhadap BW

Setiap perubahan terhadap BW di Belanda maka BW yang berlaku di Hindia Belanda juga mengalami perubahan walaupun tidak seketika. Hal tersebut disebabkan oleh jauhnya jarak dan juga adanya penyesuaian dengan kondisi masing-masing yang berbeda. Adakalanya terjadi perubahan BW di Belanda tetapi BW di Hindia Belanda tidak dapat diubah karena perbedaan kondisi, begitu pula sebaliknya.

BW di Hindia Belanda masih dapat dikatakan utuh seperti pada saat diberlakukan karena sedikit sekali mengalami perubahan, dan ketika Indonesia merdeka, maka asas konkordansi tidak berlaku lagi, sehingga perubahan-perubahan yang terjadi di Belanda tidak akan pernah lagi diikuti oleh BW yang masih berlaku di Indonesia.

1) Jelaskan sejarah perkembangan hukum adat!

2) Jelaskan sejarah perkembangan hukum Islam!

3) Jelaskan sejarah perkembangan hukum perdata1 Petunjuk Jawaban Latihan

1) Sejarah dimulai sejak zaman Maleo Polinesia dan kemudian berkembang sampai masa kini.

2) Sejarah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad menjadi Rasul dan Kepala Negara Madinah yang berkembang sampai saat ini.

3) Sejarah dimulai sejak zaman Code Napoleon dibentuk.

Hukum adat tumbuh, dianut dan dipertahankan sebagai peraturan penjaga tata tertib sosial dan tata tertib hukum di antara manusia, yang bergaul di dalam suatu masyarakat, supaya dengan demikian dapat dihindarkan segala bencana dan bahaya yang mungkin atau telah mengancam. Ketertiban yang dipertahankan oleh Hukum Adat itu baik

LA T I HA N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

RA NG K UM A N

bersifat batiniah maupun jasmaniah, kelihatan dan tidak kelihatan, tetapi diyakini dan dipercaya sejak kecil sampai berkubur berkalang tanah.

Dimana ada masyarakat, di situ ada hukum (adat).

Hukum Islam terlihat dalam bentuk adanya peraturan perundang- undangan (hukum tertulis) dan hukum tidak tertulis, serta praktek ketatanegaraan dan sosial keagamaan bangsa Indonesia.

Burgelijk Weboek di Hindia Belanda masih dapat dikatakan utuh seperti pada saat diberlakukan karena sedikit sekali mengalami perubahan, dan ketika Indonesia merdeka, maka asas konkordansi tidak berlaku lagi

1) Sejarah hukum Adat Indonesia dimulai sejak zaman ....

A. Malaio Polinesia.

B. Hindu C. Budha D. Islam

2) Zaman Hindu membawa perubahan yang cukup besar di beberapa Kerajaan dan pulau-pulau di Indonesia, yaitu ....

A. seluruh kepulauan di Indonesia B. pulau Jawa, Sumatera dan Bali

C. pulau-pulau di Nusantara termasuk pulau di Timur D. pulau Jawa

3) Pada zaman Raja Kertanegara di Kerajaan Singasari, telah ada tata hukum, yaitu ....

A. “Sapta Menteri” dengan Mahkamah “Sapta Upapati” dengan tiga orang pamegat yaitu Tirwan, Mandamuri dan Manghuri

B. adanya pejabat tinggi sebagai menteri di bawah pimpinan seorang Perdana Menteri dan raja memerintah disamping Rakryah Hino (putera Mahkota)

C. memiliki pemerintahan yang memiliki pegawai tinggi dengan sebutan “Tu-ka-ya-na” dan pegawai rendah disebut dengan “Tu-ka- si-na,”

D. bentuk kerajaan yang “patrimonial,” dengan unsur kerajaan yang tujuh (sapta)

T E S FO RM A T IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

4) Pada zaman kerajaan Majapahit telah dikenal tiga kitab hukum, yaitu ....

A. Bagaskara, Bhayangkara, Hino

B. Kutaramanawa, Kutarasyatra, Manawasyatra C. Jalapati, Jalayuda, Sapu Bayu

D. Jalawisesa, Rakyan, Kanuruhan

5) Tidak berubahnya struktur masyarakat dan hukum adat masyarakat Batak, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Malaio-Polinesia, kecuali pada hukum ....

A. perkawinan B. perdata C. pidana D. kenegaraan

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.

Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.

Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar 100%

Jumlah Soal

Kegi atan Bel ajar 3

Peradilan di Indonesia Sebelum Merdeka

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 91-96)