• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGADILAN MILITER

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 103-111)

Pada daerah-daerah tertentu di Hindia Belanda terdapat Peradilan Militer yang berwenang mengadili perkara pidana yang pelakunya anggota angkatan darat dan anggota angkatan laut. Pada peradilan militer tidak dikenal adanya perbedaan golongan rakyat. Lembaga peradilan militer dibedakan atas:

1. Peradilan Angkatan Darat terdiri dari a. Krijgsraad.

b. Hoog Militair Gerechtshof.

2. Peradilan Angkatan Laut a. Zeekrijgsraad.

b. Hoog Militair Gerechtshof.

Upaya hukum yang berupa banding terhadap putusan Krijgsraad dan Zeekrijgsraad diajukan pada hoog militair Gerechtshof di Jakarta

1) Jelaskan susunan peradilan gubernemen untuk wilayah Jawa dan Madura!

2) Jelaskan susunan peradilan untuk Bumiputra!

3) Apakah ada peradilan Gubernemen untuk semua golongan?

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Sangat dipengaruhi oleh peraturan Hindia Belanda.

2) Didasari oleh peraturan Hindia Belanda dan Adat.

3) Untuk kasus-kasus tertentu bisa dilakukan.

Pada zaman Hindia Belanda tidak terdapat pengaturan yang seragam mengenai urusan hukum. Pada sisi subyek hukum, terdapat tiga penggolongan penduduk yang tunduk kepada ketentuan-ketentuan hukum yang berbeda, yaitu hukum perdata barat, hukum adat dan hukum Islam termasuk pada pelaksanaan peradilannya.

LA T I HA N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

RA NG K UM A N

1) Peradilan yang ada pada zaman Hindia Belanda meliputi Peradilan Gubernemen yang ....

A. meliputi Jawa dan Madura B. meliputi Bangsa Eropa C. meliputi Bangsa Bumiputra

D. yang meliputi seluruh wilayah Hindia Belanda

2) Pembagian kekuasaan masing-masing peradilan tidak berdasarkan daerah atau wilayah, tetapi berdasarkan golongan ....

A. adat, budaya, agama

B. kepulauan yang ada di Nusantara

C. peradilan yang mempunyai lingkungan kekuasaan sendiri-sendiri menurut perkara dan lingkungan kekuasaan menurut orang

D. masyarakat adat, masyarakat Eropa, masyarakat Timur Asing dan masyarakat setempat

3) Residentiegerecht tersebut berwenang memeriksa atau mengadili dalam tingkat pertama, kecuali ....

A. merupakan lembaga peradilan harian biasa dalam perkara perdata untuk orang Indonesia dan Timur Asing bukan Cina sebagai tergugat bilamana mereka tunduk secara sukarela kepada hukum perdata Eropa

B. perkara sengketa perjanjian kerja orang Indonesia dan Timur Asing bukan Cina meskipun tidak tunduk secara sukarela kepada hukum perdata Eropa

C. perkara gugatan perdata yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia dan Timur Asing bukan Cina, kalau mereka tunduk dengan sukarela kepada hukum perdata Eropa

D. perkara-perkara perdata kecil bagi orang-orang Eropa. Kemudian diperluas dengan memeriksa dan mengadili perkara gugatan perdata terhadap dan dilakukan oleh orang-orang Eropa atau Cina

4) Upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap hasil keputusan Regenschasgerecht adalah ....

A. kasasi B. banding

T E S FO RM A T IF 3

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

C. putusan sela D. upaya pidana ringan

5) Landraad berwenang mengadili kecuali ....

A. perkara pidana maupun perdata untuk orang-orang Indonesia sesuai dengan ketentuan-ketentuan undang-undang dalam tingkat pertama B. perkara pidana maupun perdata untuk orang-orang Indonesia sesuai

dengan ketentuan-ketentuan undang-undang dalam tingkat banding C. dalam perkara pidana bagi orang-orang Cina dan Timur Asing

lainnya

D. perkara perdata bagi orang Timur Asing bukan Cina yang tunduk pada hukum adatnya dengan diadili untuk tingkat pertama

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.

Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3.

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 3, terutama bagian yang belum dikuasai.

Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar 100%

Jumlah Soal 

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 1) C

2) A 3) B 4) B 5) C

Tes Formatif 2 1) A

2) B 3) A 4) B 5) A

Tes Formatif 3 1) D

2) C 3) A 4) B 5) B

Daftar Pustaka

Dicey, A.V. (2007). Introduction to the Study of the Law of the Constitution.

Diterjemahkan oleh Nurhadi. Bandung: Nusamedia.

Kelsen, Hans. (2007). General Theory of Law and State. Diterjemahkan oleh Somardi. Jakarta: BEE Media Indonesia.

Pound, Roscoe. (1996). Pengantar Filsafat Hukum. Diterjemahkan oleh Mohamad Radjab. Jakarta: Bhatara.

Purbatjaraka, Purnadi dan A. Ridwan Halim. (1983). Filsafat Hukum Perdata Dalam Tanya Jawab. Jakarta: Rajawali.

Purbatjaraka, Purnadi dan A. Ridwan Halim. (1982). Hak Milik, Keadilan dan Kemakmuran- Tinjauan Filsafat Hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rasjidi, Lili dan I.B. Wyasa Putra. (2003). Hukum Sebagai Suatu Sistem.

Bandung: Mandar Maju.

Rasjidi, Lili dan Ira Thania Rasjidi. (2002). Pengantar Filsafat Hukum.

Bandung: Mandar Maju.

Sidharta, Arief B. (2002). Hukum dan Logika. Terjemahan dari Hans Kelsen, Essays in legal and Moral Philosophy. Bandung: Alumni.

Soepomo. (1983). Sistem Hukum di Indonesia sebelum Perang Dunia ke II.

Jakarta: Pradnya Paramita.

Van Apeldorn, J.J. (1958). Pengantar Ilmu Hukum (Inleiding Tot De Studie van het Nederlandse Recht). Cetakan ketiga. Jakarta: Noordhof Kolff.

Hukum Positif di Indonesia

Harsanto Nursadi, SH., M.Si.

ukum positif adalah hukum yang berlaku pada suatu tempat tertentu, pada waktu tertentu. Dengan demikian, hukum positif Indonesia adalah hukum yang berlaku di Indonesia pada saat ini. Dalam modul ini akan dibahas mengenai berbagai hukum yang menjadi hukum positif di Indonesia saat ini, yaitu hukum adat, hukum Islam, hukum perdata barat, hukum antar tata hukum dan hukum internasional.

Hukum Adat adalah hukum yang tidak tertulis, berarti hukum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif (unstatutory law). Hukum adat bersendikan dasar-dasar alam pikiran bangsa Indonesia, yang tidak sama dengan alam pikiran yang menguasai sistem hukum barat. Untuk dapat sadar akan sistem hukum adat, orang harus menyelami dasar-dasar alam pikiran yang hidup di dalam masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya terdapat dua pendapat tentang keberlakuan hukum Islam di Indonesia. Pendapat pertama menyebutkan bahwa hukum Islam berlaku atas kekuatannya sendiri. Pendapat kedua menyatakan bahwa hukum Islam baru dapat berlaku bagi orang Indonesia asli yang tunduk pada hukum adat, bila bagian tertentu dari hukum Islam(misalnya hukum waris atau perkawinan) memang telah diterima sebagai bagiannya oleh hukum adat.

Berdasarkan kedua pendapat ini kemudian muncul berbagai macam teori.

Pengertian hukum barat sebenarnya adalah hukum yang berdasarkan ketentuan Pasal 131 jo Pasal 163 IS dinyatakan berlaku untuk pihak-pihak yang dimasukkan ke dalam golongan Eropa, atau untuk pihak-pihak yang dipersamakan dengan mereka. Hukum ini sengaja disebut sebagai hukum barat, karena berdasarkan asas konkordansi, hukum yang berlaku untuk golongan Eropa di “Hindia Belanda” harus meniru hukum (perdata) yang berlaku di Negeri Belanda.

H

P E NDA HUL UA N

Hukum antar Tata Hukum (HATAH), yaitu suatu ilmu yang mempelajari hukum mana yang berlaku apabila dalam satu peristiwa hukum di bidang perdata ternyata berhubungan dengan lebih dari satu sistem hukum. Suatu peristiwa hukum mungkin saja mempunyai hubungan dengan dua, tiga sistem hukum, atau bahkan lebih.

Hukum Internasional meliputi hukum yang berlaku bersama bagi beberapa negara, dan hukum suatu negara yang lingkup lakunya melampaui batas lingkup nasionalnya. Hukum yang berlaku bersama bagi beberapa negara tersebut akibat perjanjian antar dua negara (bilateral) atau perjanjian antar beberapa negara (multilateral). Perjanjian semacam itu dikenal sebagai perjanjian internasional. Perjanjian internasional dapat mengenai hukum tantra, perdata ataupun pidana.

Anda dapat menjelaskan Hukum Adat, Hukum Islam, Hukum Barat, dan Hukum Antar Tata Hukum Indonesia serta Hukum Internasional

Setelah mempelajari modul ini anda dapat menjelaskan:

1. Hukum Positif;

2. Hukum Adat;

3. Hukum Islam;

4. Hukum Barat, dan

5. Hukum Antar Tata Hukum Indonesia;

6. Hukum Internasional.

Kegi atan Bel ajar 1

Hukum Positif dan Hukum Adat

di Indonesia

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 103-111)