• Tidak ada hasil yang ditemukan

WARGA NEGARA RI

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 185-190)

Tiga syarat utama dari suatu negara adalah adanya wilayah, rakyat yang tetap dan pemerintahan yang berdaulat. Ketiganya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bila suatu negara tidak memiliki wilayah, maka tidak mungkin negara tersebut dapat berdiri, begitu pula bila tidak memiliki

masyarakat yang tetap. Pemerintahan yang berdaulat secara nasional atas negara tersebut merupakan hal yang mutlak, karena bila yang melakukan pemerintahan bukan merupakan suatu kesatuan dengan wilayah dan rakyatnya, maka negara tersebut belumlah berdaulat.

Rakyat (people) yang menetap di suatu wilayah tertentu, dalam konteks negara disebut dengan warga negara (citizen).Warga negara secara sendiri- sendiri merupakan subjek-subjek hukum yang menyandang hak dan sekaligus kewajiban dari dan terhadap negara. Hak-hak warga negara yang harus dipenuhi oleh negara adalah wajib diakui (recognized) oleh negara dan wajib dihormati (respected), dilindungi (protected), dan difasilitasi (facilitated), serta dipenuhi (fulfilled) oleh negara. Sebaliknya, negara juga memiliki hak- hak yang merupakan kewajiban bagi warganya, yaitu wajib diakui (recognized), dihormati (respected), dan ditaati atau ditunaikan (complied) oleh setiap warga negara.

Dalam era yang sangat global, di suatu negara tidak hanya menetap warga negara yang bersangkutan, tetapi juga terdapat warga negara asing yang tinggal, dan keduanya disebut dengan penduduk. Warga negara (citizen) mempunyai hubungan yang tidak terputus walaupun yang bersangkutan berdomisili di luar negeri, asalkan yang bersangkutan tidak memutus sendiri kewarganegaraannya. Bagi orang asing, hanya mempunyai hubungan dengan negara selama ia bertempat tinggal di wilayah negara yang bersangkutan.

Negara berkewajiban untuk melindungi setiap penduduk yang ada di dalam wilayah negaranya.

Menurut ketentuan yang ada dalam UUD 1945, yang menjadi warga negara Indonesia (WNI) adalah orang-orang Indonesia asli dan keturunan asing yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Dengan demikian WNI dapat digolongkan menjadi dua (2), yaitu:

1. WNI Asli.

2. WNI keturunan Asing.

Ketentuan yang mengatur tentang kewarganegaraan Republik Indonesia saat ini diatur pada UU Kewarganegaraan yaitu UU No. 12 Tahun 2006 yang berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2006. Sebelumnya, hal mengenai kewarganegaraan diatur berdasarkan UU No. 62 Tahun 1958 yang mulai berlaku sejak diundangkan pada tanggal 1 Agustus 1958.

WNI adalah:

1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia.

2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI.

3. Anak yang lahir dari perkawinan sah seorang ayah WNI dan ibu Warga Negara asing (WNA). Akibat kewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

4. Anak yang lahir dari perkawinan sah seorang ayah WNA dan ibu WNI.

Akibat kewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

5. Anak yang lahir dari perkawinan sah seorang ibu WNI, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.

6. Anak yang lahir dalam tenggat waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan sah ayahnya WNI.

7. Anak yang lahir di luar perkawinan sah dari seorang ibu WNI.

8. Anak yang lahir di luar perkawinan sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. Akibat kewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

9. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.

10. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.

11. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.

12. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. Akibat kewarganegaraan ganda, setelah berusia 18

tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

13. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

14. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai WNI. Akibat kewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

15. Anak WNI yang belum berusia 5 tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai WNI.

Akibat kewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

Kewarganegaraan RI dapat diperoleh melalui pewarganegaraan (dulu dikenal dengan istilah naturalisasi). Proses pewarganegaraan diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan:

1. telah berusia 18 tahun atau sah kawin;

2. pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut;

3. sehat jasmani dan rohani;

4. dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945;

5. tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara satu tahun atau lebih;

6. jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;

7. mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan 8. membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.

WNA yang kawin secara sah dengan WNI dapat memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dengan menyampaikan pernyataan warga negara di hadapan pejabat. Pernyataan tersebut dilakukan apabila yang bersangkutan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia

paling sedikit 5 tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut, kecuali dengan perolehan kewarganegaraan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda.

Hilangnya kewarganegaraan dapat terjadi bila:

1. memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;

2. tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;

3. dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas permohonan sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dinyatakan hilang kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan (stateless).

4. masuk dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari presiden;

5. secara sukarela masuk dinas negara asing, yang jabatannya dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan hanya dapat dijabat oleh WNI;

6. secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut;

7. tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;

8. mempunyai paspor atau surat bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya; atau

9. bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama lima tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu lima tahun itu berakhir, dan setiap lima tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Kehilangan kewarganegaraan Indonesia bagi ayah atau ibu tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya yang mempunyai hubungan hukum dengan ayah atau ibunya atau bagi seorang ibu yang putus perkawinannya sampai dengan anak tersebut berusia 18 tahun atau sudah kawin. Bagi

perempuan atau laki-laki yang kawin dengan laki-laki atau perempuan WNA, kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum asal suami atau istrinya, yang menganut kewarganegaraan istri atau suami mengikuti kewarganegaraan suami atau istri sebagai akibat perkawinan tersebut.

E. HAK ASASI MANUSIA DARI SUDUT HUKUM TATA NEGARA

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 185-190)