• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERADILAN DALAM LINGKUP GUBERNEMEN

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 97-102)

1. Susunan peradilan gubernemen untuk golongan Eropa di Jawa dan Madura terdiri dari:

a. Residentiegerecht

Untuk wilayah Jawa dan Madura terdapat 80 buah residentiegerecht yang berada di kota-kota keresidenan. Residentiegerecht terdiri dari hakim tunggal dibantu oleh seorang panitera yang menjadi hakim dan panitera pada residentiegerecht adalah ketua dan panitia dari pengadilan Landraad yang terdapat pada ibukota keresidenan. Residentiegerecht tersebut berwenang memeriksa atau mengadili dalam tingkat pertama:

1) Perkara-perkara perdata kecil bagi orang-orang Eropa. Kemudian diperluas dengan memeriksa dan mengadili perkara gugatan perdata terhadap dan dilakukan oleh orang-orang Eropa atau Cina.

2) Perkara gugatan perdata yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia dan Timur Asing bukan Cina, kalau mereka tunduk dengan sukarela kepada hukum perdata Eropa.

3) Perkara sengketa perjanjian kerja orang Indonesia dan Timur Asing bukan Cina meskipun tidak tunduk secara sukarela kepada hukum perdata Eropa.

b. Raad van Justitie

Raad van Justitie terdapat di tiga kota besar di Jawa, yakni Jakarta, Semarang dan Surabaya. Masing-masing raad mempunyai jumlah anggota yang agak berbeda karena disesuaikan dengan ruang lingkup daerah wewenangnya masing-masing. Susunan dan ketiga raad van justitie yang diatur melalui ketetapan Gubernemen tanggal 23 Juli 1938 No. 53; S.1939 No. 442 adalah sebagai berikut.

Jabatan DAERAH

Jakarta Semarang Surabaya Presiden

Wakil Presiden Anggota

Officier van Justitie

Substitute-Officier van Justitie Panitera

Wakil panitera pertama

1 3 10

1 5 1 1

1 1 5 1 2 1 1

1 2 6 1 3 1 1

Kekuasaan yang dimiliki oleh Raad van Justitie sesuai dengan ruang lingkup daerah wewenangnya, adalah:

1) Merupakan lembaga peradilan bagi orang Eropa untuk perkara perdata dan pidana. Selain itu juga merupakan lembaga peradilan biasa untuk orang Cina sebagai penggugat perkara perdata bilamana yang tergugat adalah orang Eropa atau orang Cina.

2) Merupakan lembaga peradilan harian biasa dalam perkara perdata untuk orang Indonesia dan Timur Asing bukan Cina sebagai tergugat bilamana mereka tunduk secara sukarela kepada hukum perdata Eropa.

3) Memeriksa perkara perdata, tanpa memandang kebangsaan dari pada pihak, yang berkaitan dengan barang-barang temuan dari laut, dan perkara pidana, tanpa memandang kebangsaan terdakwa, terhadap kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan perdagangan budak kejahatan karena kepailitan, kejahatan pembajakan di laut, di pantai, di pesisir dan di sungai dan kejahatan yang bertalian dengan itu.

4) Sebagai pengadilan banding; Raad van Juatitie memeriksa putusan- putusan pengadilan keresidenan dan landraad yang mengajukan banding. Semua landraad di Jawa dan Madura dapat mengajukan banding hanya kepada Raad van Justitie di Jakarta.

c. Hooggerechtshof

Hooggerechtshof adalah merupakan lembaga peradilan tertinggi pada zaman Hindia Belanda dan berkedudukan di Jakarta. Daerah hukum Hooggerechtshof meliputi seluruh wilayah Hindia Belanda.

Sebagai lembaga peradilan tertinggi maka Hooggerechtshof mempunyai tugas-tugas pengadilan bawahannya di seluruh wilayah Hindia Belanda.

Susunan pengadilan untuk golongan Eropa di luar Jawa dan Madura sama seperti di Jawa dan Madura dengan satu Hooggerechtshof yang ada di Jakarta. Ketentuan yang mengatur tentang susunan peradilan-peradilan Gubernemen untuk luar Jawa dan Madura terdapat dalam Rechtsreglement Buitengeweten tahun 1927 No. 227. Hal tersebut berbeda dengan ketentuan- ketentuan untuk daerah Jawa dan Madura yang mana terdapat dalam reglement op de Rechterlijke Organisatie en het Beleid Der Justitie in Nederlands-Indie tahun 1847 No. 23 yang kemudian berkali-kali diubah.

Untuk daerah luar Jawa dan Madura, Residentiegerecht terdapat di ibukota-ibukota keresidenan dan beberapa kota lainnya. Sedangkan Raad van

Justitie di luar Jawa dan Madura terdapat di Kota Padang, Medan dan Makasar.

2. Susunan Peradilan Gubernemen untuk Bumi Putra

Susunan peradilan gubernemen untuk bumi putra di Jawa dan Madura adalah sebagai berikut

a. Districtsgerecht

Pada daerah pemerintahan tingkat distrik (kawedanan) terdapat districtsgerecht. Peradilan ini diselenggarakan oleh Wedana yang bertindak sebagai hakim tunggal. Dalam menjalankan tugasnya sebagai hakim Wedana dibantu oleh pegawai bawahan yang berkedudukan sebagai penasihat.

Perkara-perkara yang dapat diperiksa dan diadili dalam districtsgerecht adalah perkara pidana ringan (pelanggaran) yang dilakukan oleh orang Indonesia yang diancam denda maksimum f.3. di samping perkara pidana juga perkara perdata, sidang perselisihan yang gugatannya dilakukan oleh orang bukan golongan Eropa dan Timur Asing Cina dengan nilai kurang dari f.20

Upaya hukum yang berupa banding dapat diajukan pada regenschasgerecht.

b. Regensschapsgerecht

Pada kota-kota kabupaten terdapat regenschapsgerecht. Peradilan ini dilaksanakan oleh Bupati atau Patih jika Bupati berhalangan hadir sebagai hakim tunggal. Dalam menjalankan tugasnya, Bupati atau Patih dibantu oleh pegawai bawahan kabupaten, penghulu, jaksa atau adjuctmagistraat.

Pengadilan ini berwenang mengadili perkara pidana, dalam perkara pelanggaran oleh orang Indonesia dengan ancaman hukuman maksimum enam hari atau denda f.10. dalam perkara perdata pengadilan ini berwenang memeriksa dan mengadili gugatan yang dilakukan oleh penggugat bukan orang Eropa atau Timur Asing Cina terhadap orang Indonesia yang mempunyai nilai uang setara f.20 sampai f.50. terhadap putusan regenschapsgerecht, masih mungkin diajukan banding pada landraad.

Di samping regenschapsgerecht, pada kota kota kabupaten dan beberapa kota lainnya terdapat landraad. Berbeda dengan kedua peradilan sebelumnya, landraad terdiri dari majelis hakim. Majelis tersebut terdiri dari ketua landraad yakni seorang ahli hukum, ditambah dengan beberapa anggota yang

terdiri dari pegawai pemerintahan dan dibantu oleh seorang panitera.

Landraad berwenang mengadili:

1) Baik perkara pidana maupun perdata untuk orang-orang Indonesia sesuai dengan ketentuan-ketentuan undang-undang dalam tingkat pertama.

2) Dalam perkara pidana bagi orang-orang Cina dan Timur Asing lainnya.

3) Dalam perkara perdata bagi orang Timur Asing bukan Cina yang tunduk pada hukum adatnya dengan diadili untuk tingkat pertama.

4) Mengadili perkara banding yang diajukan atas putusan dari regentschapsgerecht.

Susunan peradilan gubernemen untuk Bumi Putra di luar Jawa dan Madura yang diatur tersendiri dalam Rechtsreglement Buitengewesten adalah sebagai berikut.

1) Negorijrechtbank

Peradilan ini hanya terdapat di desa-desa di Ambon, berupa majelis yang terdiri dari kepala desa (kepala negorij) yang bertindak sebagai ketua dari anggota-anggota yang berasal dari nagorij. Daerah wewenangnya terbatas tiap-tiap rechbank-nya sendiri dan berwenang mengadili untuk perkara pelanggaran yang dilakukan oleh setiap penduduk negorij yang ancaman hukumannya maksimum kurungan selama enam hari atau denda sebesar f.15 di luar pelanggaran fiskal untuk jenis pelanggaran yang diancam dengan hukuman kurungan atau denda lebih besar dari f.3 dapat diajukan banding pada magistaatsgerecht.

2) Districtsgerecht

Peradilan ini terdapat pada keresidenan-keresidenan Bangka dan Belitung, Manado, Sumatera Barat, Tapanuli dan daerah-daerah Banjarmasin dan Ulu sungai dari keresidenan Kalimantan Selatan dan Timur, dimana pada setiap district mempunyai satu districtgerecht.

Untuk district mempunyai suatu districtgerecht. Untuk districtgerecht yang terdapat di daerah-daerah keresidenan Bangka dan Belitung dan Manado, hakimnya adalah hakim tunggal. Di luar kedua keresidenan tersebut hakimnya terdiri dari majelis hakim, yakni kepala district sebagai ketua dan beberapa anggota lainnya yang ditunjuk oleh Residen.

Daerah wewenangnya terbatas pada lingkungan wilayah yang tidak melewati batas-batas district untuk districtsgeracht yang terdapat pada daerah-daerah keresidenan Bangka, Belitung dan Manado berwenang mengadili dalam tingkat pertama:

a) pada perkara perdata yang menyangkut gugatan dari orang Indonesia atau Timur Asing bukan Cina kepada tergugat orang Indonesia yang nilai gugatannya tidak lebih dari f.50

b) pada perkara pidana yang berupa semua pelanggaran yang dilakukan oleh orang Indonesia dengan ancaman hukuman kurungan maksimum enam hari atau denda tidak lebih dari f.15 di luar pengadilan fiskal.

Upaya hukum berupa banding untuk perdata, dapat diajukan pada Landraad kalau pokok perkaranya mempunyai nilai lebih dari f.20.

untuk perkara pidana di Bangka banding diajukan pada Landraad dan di Belitung dan Manado pada Magistraatsgerecht bilamana pelanggaran diancam dengan kurungan atau denda lebih berat dari f.3.

3) Magistraatsgerecht

Peradilan ini dilakukan oleh hakim tunggal, ditangani oleh pegawai- pegawai pemerintah Belanda yang ditugaskan untuk itu oleh Residen.

Dalam persidangan untuk mengadili perkara dihadiri oleh Jaksa. Daerah wewenang dari Magistraatsgerecht adalah daerah-daerah yang tak terdapat Landgerecht untuk perkara pidana. Kedudukan Magistraatsgerecht di luar daerah landgerecht adalah sama dengan landgerecht, yakni mengadili tindak pidana yang dilakukan oleh orang Indonesia dan Timur Asing.

Untuk perkara perdata Magistraatsgerecht mempunyai wewenang menangani gugatan-gugatan terhadap orang-orang tersebut telah menundukkan diri secara sukarela kepada hukum perdata Barat dengan batas gugatan tidak lebih dari f.50. upaya hukum yang berupa banding terhadap putusan magistraatsgercht untuk daerah-daerah Aceh, Sumatera Timur, Tapanuli, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Bengkulu, Palembang, Bali-Lombok dan Maluku dapat diajukan pada landraad bilamana pokok perkaranya bernilai lebih dari f.50. magistraatsgerecht sebagai pengadilan banding menangani putusan districtsgerecht di Belitung dan Manado sedangkan untuk Ambon menangani putusan dari Negorijrechtbank.

c. Landraad

Pada ibukota-ibukota keresidenan dan di beberapa tempat lainnya terdapat landraad. Pada umumnya susunan landraad di daerah-daerah luar

Jawa dan Madura diatur tidak berbeda dengan yang ada di Jawa. Namun untuk daerah-daerah tertentu seperti pada landraad di Gunung Sitoli, di pulau Nias, landraad Bengkulu, Majene, Palopo, Pare-pare dan pada landraad- landraad di Manokwari dan Fak-Fak, jabatan ketua landraad dapat dipegang oleh pegawai pemerintah Belanda. Hal itu disebabkan oleh karena daerah- daerah tersebut tidak cukup tersedia ahli-ahli hukum.

3. Peradilan Gubernemen untuk semua golongan

Untuk perkara-perkara pidana kecil terdapat suatu peradilan yang berlaku bagi setiap golongan rakyat. Peradilan itu dinamakan landgerecht.

Pembentukan landgerecht tersebut adalah merupakan suatu terobosan terhadap asas peradilan dualistis. Sebelum itu pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia dan Timur Asing di Jawa diadili oleh politierechter. Sedangkan bagi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orang Eropa diadili oleh residentiegerecht.

Beda dengan politierechter, yang diselenggarakan oleh Residen, Asisten Residen atau Controleur (aparat pemerintah), pada residentiegerecht terdapat kondisi dan jaminan yang lebih baik. Keadaan yang demikian menimbulkan keberatan-keberatan, yang akhirnya dibentuklah landgerecht (tahun 1914 untuk Jawa dan Madura) yang diperuntukkan bagi semua golongan rakyat.

Susunan landgerecht terdiri dari hakim tunggal dibantu oleh pegawai Indonesia yang bertugas menjalankan pekerjaan-pekerjaan panitera.

Daerah kekuasaan landgerecht ditetapkan oleh Gubernur Jenderal, dan langerecht hanya berwenang mengadili perkara-perkara pidana saja. Perkara- perkara yang dapat ditangani adalah semua pelanggaran dan beberapa kejahatan ringan yang ancaman hukumannya tidak lebih dari tiga bulan kurungan atau denda uang yang tidak melebihi f.500, dengan atau tanpa penyitaan barang-barang tertentu, kecuali perkara-perkara yang oleh undang- undang diserahkan kepada hakim lain untuk diperiksa. Terhadap putusan landgerecht tidak dapat dimintakan banding.

C. PERADILAN-PERADILAN DI LUAR PERADILAN

Dalam dokumen BOOK Sistem Hukum Indonesia (Halaman 97-102)