EKONOMI SEIMBANG
C. Budaya Hidup Seimbang
Berdiskusi
Diskusikan bersama teman kalian atau carilah referensi dari berbagai sumber!
1. Sebagai pelajar, bagaimana pemahaman kalian mengenai nilai-nilai umum Tiga Corak Universal dalam memaknai budaya konsumtif?
2. Bagaimana dampak budaya konsumtif bagi pelajar?
3. Bagaimana peran nilai-nilai agama Buddha dan Pancasila dasar negara dalam menghadapi budaya konsumtif?
Aktivitas Peserta Didik
Buddha bersabda tentang kesederhanaan kepada para siswa:
“Makanlah sedikit saja dan sederhanalah dalam hal makan. Dengan sedikit keinginan dan bebas dari ketamakan, dia tidak terserang penyakit keinginan. Dia berada dalam keadaan tanpa nafsu dan tenang.” (Sutta Nipata 707, Khuddaka Nikāya)
Inspirasi Dharma
Membaca
menimbulkan ketidak seimbangan antara pemasukan dengan pengeluaran.
Kita harus berani melawan arus tren masa kini, jika secara ke mampuan, kita belum dapat men cukupi. Kita juga perlu memiliki rencana di masa depan agar dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik. Hal itu agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Penyelesaian permasalahan ekonomi menjadi tanggung jawab bersama dari semua pihak, tidak terkecuali pelajar. Pelajar harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku mengambil peran dan posisi terhadap masalah perekonomian.
Pelajar juga harus menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila yaitu pada dimensi mandiri dan berpikir kritis. Mandiri artinya bertanggung jawab terhadap diri sendiri untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ada saat ini. Adapun berpikir kritis bahwa pelajar harus menggunakan nalar dengan baik untuk mengolah dan mengambil keputusan dengan baik, tentunya harus selaras dengan nilai-nilai agama Buddha dan Pancasila dasar negara. Mengapa harus sejak dini? Karena generasi muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa ini. Kita mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memastikan bangsa ini agar makin baik.
Generasi muda juga dituntut untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa, salah satunya ialah permasalahan ekonomi.
Kalian juga dapat menunjukkan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai agama Buddha dan Pancasila dasar negara sebagai bentuk kontribusi dalam mengatasi masalah perekonomian. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Belajar dengan Tekun
Sebagai pelajar, sebaiknya kalian memfokuskan diri untuk belajar dengan baik, daripada berfoya-foya, menghambur-hamburkan kekayaan, dan memenuhi keinginan yang tidak terbatas. Belajar dan berusaha dengan tekun setiap hari dapat menghindarkan diri kalian dari sikap konsumtif. Apabila kalian menjadi sibuk, tidak banyak waktu untuk berselancar di dunia maya.
Maka, hal ini dapat menjadi salah satu peran nyata dari kontribusi kalian dalam mengatasi permasalahan ekonomi.
Gambar 5.7 Ilustrasi kesehatan mental.
2. Turut Menjaga Kekayaan
Meskipun masih berperan sebagai seorang pelajar, kalian perlu untuk belajar menjaga dan melindungi kekayaan kedua orang tua kalian. Caranya ialah dengan tidak boros meskipun hidup berkecukupan, tidak menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting, dan menggiatkan budaya menabung.
3. Menjalin Persahabatan yang Baik
Persahabatan yang baik dapat membawa manfaat yang luar biasa bagi perkembangan kita, baik secara fisik maupun batin. Sahabat yang baik ialah sahabat yang selalu ada dalam setiap kondisi, baik senang maupun susah.
Sahabat dapat membawa kita kepada kemajuan bukan kemunduran, dan tidak membawa kita kepada pemborosan. Jika kalian menemukan sahabat yang demikian, hendaknya dijalin dengan baik.
4. Belajar Mengelola Keuangan
Memiliki keseimbangan dalam pemasukan dan pengeluaran merupakan cara untuk mencegah timbulnya masalah ekonomi. Seseorang yang mampu mengelola keuangan dengan baik akan memikirkan dengan cermat setiap biaya yang akan dikeluarkannya. Dia tidak akan mengeluarkan biaya melebihi pemasukannya supaya tidak menimbulkan utang. Misalnya, ketika seorang pelajar diberi uang jajan oleh orang tuanya, dia harus mampu mengelola agar uang yang diberikan tidak habis dan dia bisa menabung.
5. Aktif Melakukan Kegiatan Positif
Keyakinan yang kuat terhadap Tri Ratna merupakan kekuatan untuk menangkal permasalahan ekonomi. Keyakinan yang kuat dapat mendorong orang untuk lebih aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan positif, misalnya berolahraga, belajar kelompok, bermain seni peran, drama, dan sebagainya.
Akibatnya, dia dapat menghindari sikap konsumtif karena memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan dari sikap tersebut.
6. Berperilaku Baik
Memiliki moral dan perilaku yang baik sangat memengaruhi kualitas kehidupan pelakunya. Perilaku bermoral dan baik tidak berkorelasi dengan pendidikan. Artinya, walaupun masih sebagai pelajar, seseorang dapat memiliki moral dan perilaku yang baik. Jika demikian, apa sebenarnya yang menjadikan seseorang makin baik? Perilaku yang baik ini harus diupayakan sendiri oleh setiap orang. Jika semua orang memiliki perilaku yang baik dan bermoral, tidak akan ada yang mau menjadi pencuri, koruptor, penipu, penghasut, dan sejenisnya.
7. Murah Hati dan Suka Menolong
Sebagai seorang pelajar, sikap murah hati dan suka menolong dapat dilakukan dengan cara berikut. Kalian dapat menyisihkan uang jajan untuk membeli makanan atau minuman, kemudian diberikan kepada teman yang sedang membutuhkan atau tidak mampu. Jika sikap seperti ini sering dilakukan, hal ini akan menjadi kebiasaan yang baik hingga dewasa nanti. Itu akan berdampak baik bagi perkembangan pelakunya maupun bagi negara.
Seorang pelajar yang memiliki sikap dermawan dan suka menolong dia, akan menjadi figur pemimpin yang diharapkan di masa depan.
8. Belajar menjadi Bijaksana
Seseorang dikatakan bijaksana jika dia dapat menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya). Bijaksana juga diartikan dengan arif, bersikap pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dan sebagainya) apabila dia menghadapi kesulitan. Sikap pelajar yang demikian menunjukkan bahwa dia sudah memiliki pengendalian diri yang baik. Tidak mengandalkan emosi dalam menghadapi permasalahan. Sikap ini akan berdampak baik pula terhadap perkembangan ekonomi suatu negara.
Berlatih
Berdasarkan materi tentang Gaya Hidup Seimbang, jawablah pertanyaan- pertanyaan berikut ini!
1. Bagaimana ajaran Buddha tentang cara hidup seimbang?
2. Apa dampak jika hidup tidak seimbang?
3. Apa yang dimaksud dengan ungkapan bahwa generasi muda harus menjadi solusi penyelesaian masalah ekonomi?
4. Sebagai peserta didik, bagaimana peran kalian terhadap masalah perekonomian selaras dengan nilai-nilai agama Buddha dan Pancasila dasar negara?
Aktivitas Peserta Didik
Refleksi
Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran materi “Ekonomi Seimbang”
dengan model pembelajaran nilai (value learning) dan pendekatan pembelajaran berbuat (action learning approach), silakan lakukan refleksi ke dalam diri kalian masing-masing untuk menemukan hal-hal berikut ini.
1. Pengetahuan baru apa yang kalian peroleh?
2. Nilai-nilai baik apa yang dapat kalian temukan dalam pembelajaran ini?
3. Sikap dan perilaku seperti apa yang kalian lakukan untuk menunjukkan peran dan posisi kalian terhadap masalah perekonomian yang selaras dengan nilai-nilai agama Buddha dan Pancasila dasar negara dalam kehidupan sehari-hari?
4. Rencana tindakan nyata apa yang akan kalian lakukan setelah pembelajaran ini, yang ada kaitannya dengan permasalahan ekonomi?
A. Penilaian Pengetahuan