PEMBELAJARAN
C. Kegiatan Pra dan Awal Pembelajaran 1. Pengertian
Menurut Wina Sanjaya (2008: 175), tahapan pertama dalam proses belajar mengajar disebut tahap “Prainstruksional”, yakni tahapan yang ditempuh pada saat memulai proses balajar mengajar. Kegiatan pembukaan berkaitan dengan kemampuan guru dalam membuka pelajaran sebelum dimulainya pembelajaran. Membuka pelajaran
adalah perbuatan guru untuk menciptakan suasana mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat kepada apa yang ingin dipelajari.
Kegiatan Pra dan Awal Pembelajaran dalam pembelajaran sering pula disebut dengan pra-instruksional. Fungsi kegiatan tersebut untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Waktu dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran perlu diperhatikan, karena waktu yang tersedia hanya sekitar 5 (lima) menit. Oleh karena itu, dengan waktu yang singkat diharapkan guru dapat mewujudkan kondisi awal pembelajaran yang baik, sehingga aktivitas-aktivitas pada awal pembelajaran tersebut dapat mendukung pada proses dan hasil pembelajaran siswa.
2. Tujuan Kegiatan Awal
Menurut Uzer Usman (1998: 91) tujuan dari kegiatan awal adalah menyiapkan mental siswa agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajari dan dibicarakan. Kegiatan awal adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondisi bagi murid agar mental maupun perhatian terpusat pada pembelajaran yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan dampak yang positif terhadap kegiatan belajar nantinya.
Dengan kata lain, kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mewujudkan suasana siap mental dan untuk memperoleh perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajarinya.
Kegiatan pembukaan pelajaran yang dilakukan oleh guru bukan hanya pada awal jam pelajaran, tetapi juga awal setiap penggal kegiatan inti pelajaran diberikan selama jam pelajaran itu. Hal itu bias dilakukan dengan cara menjelaskna tujuan yang ingin dicapai, menarik perhatian siswa, memberi acauan, dan membuat kaitan antara materi pelajaran yang telah dikuasai oleh para siswa dengan bahan yang akan dipelajarinyan nantinya.
3. Kegiatan guru dalam kegiatan awal Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik;
b. Memberika pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang dipelajari dan berhubungan dengan materi yang akan dipelajari;
c. Mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau
tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai; dan d. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang
kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas.
Kegiatan guru pada kegiatan pendahuluan sebagai yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses (dalam Aqib, 2012: 44-45) , sebagai berikut:
a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin) b. Guru mengucapkan salam ramah kepada siswa ketika memasuki
ruang kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan:
religius)
d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli) f. Memastikan bahwa setiap siswa dating tepat waktu (contoh nilai
yang ditanamkan: disiplin)
g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, santun, peduli)
h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter.
i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/SD.
Menurut Wina Sanjaya (2008: 175) komponen kegiatan awal adalah:
a. Guru menanyakan kehadiran siswa , dan mencatat siapa yang tidak hadir.
b. Bertanya kepada siswa, sampai dimana pembahasan sebelumnya.
Dengan demikian, guru dapat mengetahui setidak-tidaknya kesiapan siswa dalam pelajaran itu
c. Mengajukan pertanyaan pada siswa tentang bahan pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman materi yang telah diberikan
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat dipahami bahwa kegiatan pendahuluan harus dapat menarik perhatian siswa: beberapa cara
yang digunakan guru untuk menarik perhatian siswa, antara lain:
penggunaan alat-alat bantu mengajar, gaya mengajar pola interaksi yang bervariasi. Diantaranya, memberikan acuan: acuan adalah usaha memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai hal-hal yang akan dipelajari dengan cara mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkaian alternatif yang relevan. Usaha-usaha guru yang biasa dikerjakan antara lain: menjelaskan tujuan dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengingatkan masalah inti yang akan dibahas. Menimbulkan motivasi awal: untuk mewujudkan motivasi bisa dengan cara menunjukkan kehangatan dan keantusiasan, menimbulakan rasa ingin tahu, serta memperhatikan minat siswa. Membuat kaitan: kaitan itu sangat penting digunakan bila guru ingin memulai pelajaran baru (appersepsi).
Sedangkan menurut Ana Rosilawati (2009: 14) kegiatan awal terdiri dari kegiatan:
a. Menyiapkan kondisi siswa untuk siap belajar b. Mengucapkan salam, membaca basmalah dan doa c. Menyampaikan tema dan tujuan pembelajaran d. Memberikan appersepsi
e. Melakukan pretes f. Memberi motivasi awal
Jadi dari pendapat di atas dapat peneliti simpulkan bahwa komponen kegiatan awal atau pembukaan adalah serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan mental siswa dan menarik perhatiannya. Dari beberapa komponen pembukaan pembelajaran di atas maka akan peneliti jelaskan sebagai berikut:
a. Mengkondisikan Siswa
Menurut Saekhan Muchith (2008: 112), mengkondisikan siswa dimaksudkan untuk mengkondisikan motivasi dan konsentrasi siswa agar siswa memiliki kesiapan secara utuh dalam menerima pelajaran dari guru. Jadi mengkondisikan siswa yang harus dilakukan oleh guru bukan hanya sekedar mengkondisikan siswa agar tertib dan tidak ribut akan tetapi seorang guru juga harus mengkondisikan mental siswa untuk belajar. Nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan ini yaitu disiplin dan cinta damai.
b. Mengucap Salam dan Membaca Basmalah
Kata salam berasal dari bahasa arab yang berarti kedamaian, keamanan juga penghormatan dari pengrtian tersebut dapat diartikan
bahwa salam berarti penghormatan sekaligus cara kita mendoakan keselamatan dan kedamaian bagi orang lain. Jadi dapat diterjemahkan bahwa kegiatan pembelajaran yang diawali dengan salam adalah membentuk sikap saling menghormati antara guru dan murid. Nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan ini yaitu komunikatif, relegius dan tanggung jawab.
c. Membuat Acuan Materi
Menurut Hasibuan (1999: 74) Acuan merupakan usaha memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai hal-hal yang akan dipelajari dengan cara mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkaian alternatif yang relevan. Usaha-usaha yang biasa dikerjakan guru antara lain: mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas. Nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan ini yaitu kreatif dan cinta damai
d. Appersepsi
Menurut Abdul Latief (2006: 30) Appersepsi adalah kegiatan awal belajar siswa dengan cara menghubungkan pengetahuan yang telah ada dengan penegtahuan yang akan dipelajarinya. Appersepsi mempunyai kemiripan arti lebih dekat dengan pree test. Appersepsi juga merupakan pertanyaan guru kepada muridnya, hanya saja appersepsi penggunaannya dalam bentuk pertanyaan materi ajar yang telah diberikan sebelumnya (telah diajar). Dengan appersepsi seorang guru bisa mengetahui sejauh mana pemahaman murid-murid mengenai materi yang telah diajar sebelumnya
Apersepsi sering juga disebut “batu loncatan” artinya seharusnya sebelum pengajaran dimulai untuk menyajikan bahan pelajaran baru, guru diharapkan dapat menghubungkan lebih dahulu bahan pelajaran sebelumnya atau kemarin yang menurut guru telah dikuasai peserta didik masih ingat atau sudah lupa, sudah dikuasai atau belum sehingga menjadi tolak ukur dalam memulai pengajaran yang baru. Beberapa cara guru untuk membuat bahan pengait antara lain: membuat kaitan antara aspek-aspek yang relevan dari mata pelajaran yang dikenal siswa, guru membandingkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah sudah diketahui oleh siswa atau guru menjelaskan konsep terlebih dahulu baru kemudian uraian secara terperinci.
Appersepsi sangat berpengaruh terhadap anak didik dalam usaha