• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN JENIS-JENIS PENELITIAN KUANTITATIF

B. JENIS-JENIS PENELITIAN KUANTITATIF

7. Penelitian Pengembangan

sangat sulit mengontrol variabel extraneous, sehingga memberi pengaruh pada variabel terikat.

Adapun beberapa keuntungan penelitian eksperimen yaitu:

1) Dapat ditentukan pengaruh atau akibat variabel bebas terhadap variabel terikat atau pengaruh variabel yang lain terhadap variabel terikat.

2) Dengan dapat dilakukannya kontrol terhadap berbagai variabel dan kondisi pe­

nelitian, maka pembuktian hipotesis menjadi lebih baik dan ukuran sampel lebih kecil. Di samping itu, temuan penelitian lebih akurat dan teliti.

3) Eksperimen memberikan dan menyediakan kesempatan kepada peneliti untuk mempelajari perubahan sepanjang waktu penelitian (dengan melakukan analisis longitudinal).

groups of subjects for months or even years. Looking at academic and social development, we may choose a small sample from each of the low- and high-income areas and assess them on various measures every six months for a period of ten years. The results of longitudinal studies can provide valuable qualitative and quantitative data regarding the differences in development between various groups.

Di Inggris sering pula disebut dengan istilah “cohort study” atau “follow up study.” Nama lain yang dipakai untuk penelitian longitudinal adalah “panel study”.

Contoh: J. WB. Douglas: The 1046 National Cohort Study

Berbeda dengan “panel study”, juga dikembangkan oleh para peneliti “succes- sive study” sebagai salah satu cara untuk mengetahui perubahan pada objek peneli­

tian. Walaupun dari satu segi successive study adalah juga “longitudinal study”, tetapi sampel yang digunakan tidaklah sama pada setiap proses penelitian. Selanjutnya per­

hatikan diagram berikut:

Periode I Periode II Periode III

Sampel Sampel Sampel

Panel study A A A

Successive Study Sampel Sampel Sampel

A B C

Di samping “longitudinal study”, penelitian pengembangan dapat juga dilaku­

kan dalam bentuk “cross-sectional study”, yaitu secara langsung mengukur hakikat dan kecepatan perubahan dari sekelompok sampel yang berbeda peringkat dan ka­

rakteristiknya. Perhatikan kutipan berikut:

Cross sectional studies one way to reduce the amount of time and the mortality rate in a develop- mental study is to assess different ages at the same time rather than using the same groups over an extended period.

Ini berarti bahwa peneliti ingin mendapatkan karakteristik atau hakikat tentang suatu objek penelitian dengan menghasilkan suatu “snap shot” dari sampel; contoh dengan mengambil sampel yang tepat dari populasi yang terdiri dari kelompok umur yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, pandidikan yang tidak sama, maupun pen­

dapatan yang berlainan. Mereka diteliti dengan melakukan interviu dalam hari yang sama.

Contoh lain penelitian: H.M. Jelinek dan E.M. Britain tentang “Multiracial Ed- ucation”, yaitu menyelidiki sikap:

■ suasana sekolah multirasial;

■ pekerjaan sekolah;

■ sekolah pada umumnya.

Bentuk lain penelitian pengembangan adalah “trend study”. Bentuk ini diran­

cang untuk mengetahui dan menetapkan pola perubahan di masa lampau yang digu­

nakan untuk meramalkan keadaan dan pola masa datang. Penelitian pengembangan sering dilakukan sebagai penelitian formatif dan dapat juga studi rekontruksi, namun belum menghasilkan produk atau model yang lengkap.

Belakangan ini, jenis penelitian dan pengembangan (research and development) tumbuh dan berkembang dengan cepat, terutama sekali dalam dunia bisnis. Peneli­

tian dan pengembangan tidaklah sama dengan penelitian pengembangan, walaupun ada kesamaannya. Penelitian dan pengembangan mencakup dua fase, yaitu: (1) pe­

nelitian; dan (2) pengembangan. Di samping itu mempunyai tujuan yang berbeda pula.

a. Ciri-ciri Penelitian Pengembangan

Berhubung karena tujuan penelitian yang ingin dicapai untuk menemukan pola, urutan, perubahan, atau kecenderungan tentang sesuatu, maka penelitian pengem­

bangan hendaklah dirancang secara konseptual dan terkendali. Suatu hal yang perlu diingat, bahwa melalui suatu penelitian tidak ada yang sekali jadi dan “final” ter­

hadap suatu masalah yang diteliti. Jawaban tuntas terhadap masalah tidaklah mung­

kin diberikan secara “fixed”, karena adanya hubungan antara satu masalah dengan yang lain dan adanya berbagai kesalahan (errors) dalam proses penelitian, atau karena penelitian ilmiah bukan memberikan jawaban/kepastian yang mutlak dan langsung sebagai suatu kebenaran yang mutlak untuk selama­lamanya.

Penelitian pengembangan akan memberikan hasil yang berarti apabila dipedo­

mani dan diperhatikan hal­hal berikut:

Apabila teknik “longitudinal study” yang dipakai dan dilaksanakan, maka masa­

lah sampling adalah suatu hal yang sangat serius, kompleks dan membutuhkan per­

hatian khusus, karena sulit menentukan subjek yang dapat mengikuti atau diikutkan dalam waktu yang relatif lama, sesuai dengan periodisasi waktu penelitian.

Seandainya pada penelitian tahap kedua atau ketiga ada subjek (respondent) yang tidak ikut, maka proses penelitian itu menjadi berkurang artinya; sebab sekali telah dimulai maka pada langkah berikutnya tidak ada lagi perbaikan atau penyempurnaan teknis termasuk di dalamnya penggantian responden. Di samping itu ba nyak fak­

tor yang memengaruhi hasil penelitian, karena selama proses penelitian berlangsung sering terjadi pergeseran/perubahan faktor internal dan eksternal. Karena itu pilihlah sampel sesuai dengan hakikat dan tipe penelitian, sehingga setiap responden dapat mengikuti semua tahap periode penelitian, dengan biaya yang mencukupi.

Apabila yang digunakan “cross sectional study”, maka subjek yang diteliti jauh lebih banyak, namun sangat sulit melihat perubahan karena responden yang terlibat berbeda­beda pula. Adalah sangat riskan untuk membandingkan satu sama lain, se­

bab pola perkembangan, motivasi, dan umur yang berbeda di antara mereka.

Penelitian pengembangan memusatkan perhatian pada variabel dan bagaimana perkembangan (pola, kecepatan, arah, urutan, maupun interelasi) variabel tersebut selama periode waktu tertentu.

b. Langkah-langkah Penelitian Pengembangan

Seperti juga dalam penelitian yang lain, secara umum langkah yang ditempuh dalam penelitian pengembangan diawali dengan perumusan masalah dan diakhiri de ngan penyusunan laporan. Secara terperinci langkah­langkah penelitian pengem­

bangan:

1) Rumuskan masalah atau tujuan penelitian dengan jelas.

2) Lakukan studi pendahuluan yang sistematis dan intensif tentang masalah yang ada. Di samping itu, lakukan konsultasi dengan ahli dalam bidang yang akan diteliti. Jangan lupa melakukan studi literatur/kepustakaan tentang teori yang melekat (embedded) pada masalah yang akan diteliti.

3) Susun rancangan penelitian pengembangan.

4) Laksanakan penelitian pengembangan sesuai dengan rancangan yang telah di­

tetapkan.

5) Evaluasi proses dan produk, analisis data dan refleksi.

6) Susun laporan hasil penelitian.

Dalam menyusun laporan perlu sekali disadari bahwa proses yang dilakukan secara benar dan tuntas, termasuk di dalamnya penahapan kegiatan, periode waktu kegiatan, sehingga tampak jelas karakteristik pengembangannya sesuai dengan ran­

cangan yang dipilih dan diterapkan.

uraian pada Bab 3.

1. Apakah ciri-ciri khusus penelitian kuantitatif?

2. Coba kemukakan perbedaan antara penelitian kuantitatif dan penelitian yang mengguna- kan pendekatan gabungan (mixed).

3. Jelaskan perbedaan penelitian eksploratif dan penelitian deskriptif.

4. Apakah kekuatan dan kelemahan penelitian deskriptif?

5. Apkah yang dimaksud dengan penelitian korelasional?

6. Apa beda hubungan simetris dan asimetris? Jelaskan dengan contoh.

8. Apabila seorang peneliti ingin mengetahui sebab-sebab warga masyarakat usia sekolah dasar tidak bersekolah, jenis penelitian manakah yang paling tepat digunakannya?Men- gapa jenis/tipe itu yang tepat, tidak jenis penelitian kuantitatif yang lain?

9. Apakah yang dimaksud dengan penelitian kausal komparatif?

10. Quasi-experiment sering juga disebut dengan penelitian eksperimen semu. Me ngapa de- mikian?

11. Dalam melakukan penelitian eksperimen sungguhan, peneliti sangat dituntut untuk “men- yamakan” atau ”membuat setara” (kualitas dan kuantitas) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Mengapa demikian?

12. Mengapa penelitian tindakan sangat bermanfaat? Jelaskan dengan contoh.

13. Apakah yang dimaksud dengan penelitian pengembangan?

14. Jelaskan dengan contoh, beda penelitian pengembangan dalam bentuk longitudinal study dan cross sectional study.

Bab 4