Financial Services Sector Research and Reviews
Laporan Tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2020
177
10. How Do Banks Fare After Merger and Acquisition? Evidence From Indonesia.
Working paper tersebut di atas dapat diakses melalui laman riset OJK di www.ojk.go.id/id/data-dan-statistik/research/working-paper/Default.aspx.
Terdapat 2 (dua) working paper yang telah dipublikasikan ke jurnal internasional terindeks scopus q1 dan q2 yaitu topik riset “Is spin-off policy an effective way to improve performance of Islamic banks? Evidence from Indonesia” pada jurnal Research in International Business and Finance dan topik riset “The influence of liberalization on innovation, performance, and competition level of insurance industry in Indonesia” pada jurnal Sustainability.
Kajian Sektor Jasa Keuangan
Selain melakukan kegiatan riset tersebut di atas, OJK juga melakukan beberapa kajian terkait sektor jasa keuangan yaitu diantaranya:
1. Kajian “Dampak Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tanggal 13 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019” Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan POJK 11/2020 ini telah memberikan dampak positif bagi industri perbankan dalam menopang kegiatan intermediasi untuk sektor UMKM dan korporasi sejak Maret 2020.
2. Kajian “Inklusi Keuangan Syariah untuk Pengembangan Usaha Mikro Model Lembaga Keuangan Syariah Bank Wakaf Mikro (BWM)”
Kajian ini menganalisis keberlanjutan dan kinerja Bank Wakaf Mikro (BWM) di Indonesia dengan melihat kemandirian, jangkauan, kinerja dan risikonya dengan menggunakan data bulanan BWM periode 2018 s.d.
2020. Kajian ini ditujukan untuk memberikan perspektif bagi stakeholders dalam merancang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia.
3. Kajian Identifikasi Aset Syariah dalam Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah)Kajian ini bertujuan untuk membantu memudahkan pelaku melakukan sekuritisasi aset dengan skema kontrak investasi kolektif efek beragun aset syariah dalam rangka memperoleh pendanaan melalui pasar modal syariah. Berdasarkan identifikasi aset syariah sesuai fatwa DSN-MUI pada beberapa sektor industri, diperoleh hasil bahwa pada dasarnya sembilan sektor industri sesuai klasifikasi industri di Bursa Efek Indonesia mempunyai potensi aset yang dapat disekuritisasi, baik aset berupa aset berwujud barang, manfaat, maupun jasa.
4. Kajian Penerapan Teknologi Blockchain dalam Pasar Modal Syariah Kajian ini bertujuan untuk untuk menganalisis alternatif pemanfaatan blockchain bagi layanan urun dana syariah, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan teknologi blockchain serta memberikan pemahaman awal tentang teknologi blockchain khususnya bagi regulator Pasar Modal.
Kajian ini menganalisis potensi pemanfaatan blockchain dalam bagi proses KYC, timestamping dokumen, penerbitan dan perdagangan efek, serta peningkatan aspek syariah.
Riset Sektor Jasa Keuangan
A. Seminar Riset OJK
Seminar Riset OJK 2020 dilakukan secara virtual melalui video conference bersama dengan Panel Ahli dalam rangka proses evaluasi penelitian dari aspek teoritis, metodologi dan kelayakan hasil riset untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri jasa keuangan.
B. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVIII Tahun 2020 FREKS 2020 dilaksanakan bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dengan tema “Membangun ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan Melalui Sinergi Pengembangan Industri Halal, Adopsi Teknologi, dan Inklusi Keuangan”. FREKS 2020 dengan kegiatan utama presentasi Finalis Call for Papers secara daring melalui webinar yang dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Menteri Keuangan RI selaku Ketua Umum IAEI dan Rektor Universitas Diponegoro selaku host acara.
Dari acara tersebut diberikan hadiah untuk pemenang best paper per kategori yaitu peneliti utama (scopus), peneliti madya dan peneliti muda di masing-masing bidang perbankan syariah, pasar modal syariah dan IKNB syariah.
C. Riset Sektor Jasa Keuangan
Selama 2020, OJK telah menyelesaikan 10 topik penelitian terkait isu dan permasalahan di industri dan sektor jasa keuangan di Indonesia dalam bentuk working paper untuk selanjutnya dipublikasikan ke jurnal internasional terindeks scopus. Adapun judul 10 topik penelitian tersebut antara lain:
1. Is spin-off policy an effective way to improve performance of Islamic banks? Evidence from Indonesia;
2. Why Cash Waqf Fails to Meet the Expectation: Evidence from Indonesia;
3. The influence of liberalization on innovation, performance, and competition level of insurance industry in Indonesia;
4. What determines the participation in the pension fund? Evidence from Indonesia;
5. The impacts of general mutual funds and macroeconomic factors on the performance of an infrastructure oriented mutual fund in Indonesia;
6. Formulating Natural Disaster Insurance Scheme for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) In Indonesia;
7. Regional Banks’ Post-IPO Performance: Empirical Evidence From Indonesia;
8. Effects of Information and Communication Technologies on Financial Inclusion in Emerging Countries;
9. How Effective is Microlending Program to Improve Responsible and Sustainable Financial Inclusion in MSMEs? Evidence from Indonesia;
Financial Services Sector Research
A. OJK Research Seminar
The OJK Research Seminar 2020 was held virtually via videoconferencing technology together with an expert panel for the research evaluation process based on theoretical and methodological aspects along with the feasibility of research outcomes to support financial services industry development and growth.
B. Islamic Economy and Finance Research Forum (FREKS) XVIII 2020
FREKS 2020 was organised in conjunction with the Indonesian Association of Islamic Economists (IAEI), entitled “Building a Sustainable Islamic Economy and Finance through Halal Industry Development Synergy, Technology Adoption and Financial Inclusion”. FREKS 2020 was held virtually and headlined by presentations from finalists of the Call for Papers via a webinar officially kicked off by the Chairman of the OJK Board of Commissioners, Finance Minister of Indonesia, Chairman of IAEI and Chancellor of Diponegoro University as host. At the event, winners of the Best Paper per Category, namely principal researchers (Scopus), intermediate researchers and junior researchers for each of the Islamic banking, capital market and nonbank financial industries, were announced.
C. Financial Services Sector Research
In 2020, OJK completed 10 research topics relating to salient issues and emerging problems in the financial services industry and sector in Indonesia in the form of working papers for publication as indexed international journals in the Scopus database. The 10 working papers are recapitulated as follows:
1. Is Spin-off Policy an Effective Way to Improve Performance of Islamic Banks?
Evidence from Indonesia
2. Why Cash Waqf Fails to Meet Expectations: Evidence from Indonesia
3. The Influence of Liberalisation on Insurance Industry Innovation, Performance and Competition in Indonesia
4. What Determines Participation in Pension Funds? Evidence from Indonesia?
5. The Impact of General Mutual Funds and Macroeconomic Factors on the Performance of an Infrastructure-oriented Mutual Fund in Indonesia
6. Formulating a Natural Disaster Insurance Scheme for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia
7. Regional Banks’ Post-IPO Performance: Empirical Evidence from Indonesia 8. Effects of Information and Communication Technologies on Financial
Inclusion in Emerging Country.
9. How Effective are Microlending Programs to Improve Responsible and Sustainable Financial Inclusion in MSMEs? Evidence from Indonesia
5. Kajian Pemanfaatan Pasar Modal Syariah sebagai Sumber Pendanaan Industri Halal
Kajian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi bentuk pendanaan pelaku usaha industri halal dan potensi pendanaan melalui pasar modal syariah sesuai dengan karakteristiknya serta mengidentifikasi ketentuan terkait pendanaan syariah dari pelaku industri halal yang diatur oleh masing-masing regulatornya.
6. Kajian Pemetaan Kompetensi Kesyariahan Pelaku Industri Pasar Modal Kajian ini antara lain bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kompetensi kesyariahan pelaku industri Pasar Modal dan Memetakan kompetensi kesyariahan pelaku industri Pasar Modal.
7. Kajian terkait Penerbitan Sukuk melalui Crowdfunding
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan penerbitan sukuk melalui crowdfunding bagi UMKM, ditinjau dari aspek syariah, hukum, bisnis, dan manajemen risiko. Selanjutnya dalam kajian ini akan dianalisis hal-hal yang perlu diatur terkait pengembangan penerbitan sukuk melalui crowdfunding tersebut di Indonesia.
8. Kajian Pengaturan Comfort Letter di Pasar Modal
Latar belakang kajian ini adalah untuk mereviu ketentuan di Pasar Modal tentang Pedoman Penyusunan Comfort Letter (peraturan Bapepam Nomor VIII.G.5 tahun 1996), mengingat sejak diterbitkan hingga saat ini belum pernah dilakukan penyesuaian, khususnya terkait dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan pengaturan/praktik penawaran umum di Indonesia dan negara lain, serta kepastian hukum bagi profesi Akuntan Publik.
9. Kajian Pelaksanaan POJK Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (Buyback)
Indonesia Financial Services Authority 2020 Annual Report 178 10. How Do Banks Fare After Merger and Acquisition? Evidence From
Indonesia.
Working paper tersebut di atas dapat diakses melalui laman riset OJK di www.ojk.go.id/id/data-dan-statistik/research/working-paper/Default.aspx.
Terdapat 2 (dua) working paper yang telah dipublikasikan ke jurnal internasional terindeks scopus q1 dan q2 yaitu topik riset “Is spin-off policy an effective way to improve performance of Islamic banks? Evidence from Indonesia” pada jurnal Research in International Business and Finance dan topik riset “The influence of liberalization on innovation, performance, and competition level of insurance industry in Indonesia” pada jurnal Sustainability.
Kajian Sektor Jasa Keuangan
Selain melakukan kegiatan riset tersebut di atas, OJK juga melakukan beberapa kajian terkait sektor jasa keuangan yaitu diantaranya:
1. Kajian “Dampak Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tanggal 13 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019” Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan POJK 11/2020 ini telah memberikan dampak positif bagi industri perbankan dalam menopang kegiatan intermediasi untuk sektor UMKM dan korporasi sejak Maret 2020.
2. Kajian “Inklusi Keuangan Syariah untuk Pengembangan Usaha Mikro Model Lembaga Keuangan Syariah Bank Wakaf Mikro (BWM)”
Kajian ini menganalisis keberlanjutan dan kinerja Bank Wakaf Mikro (BWM) di Indonesia dengan melihat kemandirian, jangkauan, kinerja dan risikonya dengan menggunakan data bulanan BWM periode 2018 s.d.
2020. Kajian ini ditujukan untuk memberikan perspektif bagi stakeholders dalam merancang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia.
3. Kajian Identifikasi Aset Syariah dalam Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah)Kajian ini bertujuan untuk membantu memudahkan pelaku melakukan sekuritisasi aset dengan skema kontrak investasi kolektif efek beragun aset syariah dalam rangka memperoleh pendanaan melalui pasar modal syariah. Berdasarkan identifikasi aset syariah sesuai fatwa DSN-MUI pada beberapa sektor industri, diperoleh hasil bahwa pada dasarnya sembilan sektor industri sesuai klasifikasi industri di Bursa Efek Indonesia mempunyai potensi aset yang dapat disekuritisasi, baik aset berupa aset berwujud barang, manfaat, maupun jasa.
4. Kajian Penerapan Teknologi Blockchain dalam Pasar Modal Syariah Kajian ini bertujuan untuk untuk menganalisis alternatif pemanfaatan blockchain bagi layanan urun dana syariah, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan teknologi blockchain serta memberikan pemahaman awal tentang teknologi blockchain khususnya bagi regulator Pasar Modal.
Kajian ini menganalisis potensi pemanfaatan blockchain dalam bagi proses KYC, timestamping dokumen, penerbitan dan perdagangan efek, serta peningkatan aspek syariah.
10. How do Banks Fare after Merger and Acquisition? Evidence from Indonesia
The working papers are accessible through the Research Page on OJK's official website(www.ojk.go.id/id/data-dan-statistik/research/workingpaper/Default.as px). Two working papers have been published as indexed international journals through the Scopus database, namely Is Spin-off Policy an Effective Way to Improve Performance of Islamic Banks? Evidence from Indonesia and The Influence of Liberalisation on Insurance Industry Innovation, Performance and Competition in Indonesia, under the Sustainability Journal.
Financial Services Sector Reviews
In addition to research activity, OJK has also commissioned several reviews relating to the financial services sector as follows:
1. Impact of OJK Regulation (POJK) No. 11/POJK.03/2020, dated 13th March 2020, concerning National Economic Stimuli as Countercyclical Policy to the Impact of Coronavirus Disease 2019.
The review concluded that POJK No. 11/POJK.03/2020 has had a positive impact on the banking industry in terms of supporting intermediation activity for micro, small and medium enterprises (MSME) and the corporate sector since March 2020.
2. Islamic Financial Inclusion to Develop Business Models for Micro Waqf Banks.
The review analysed the sustainability and performance of micro waqf banks in Indonesia based on independence, reach, performance and risk using monthly data for the period from 2018-2020. The review aimed to provide perspective for stakeholders when designing microfinance institutions in Indonesia.
3. Identification of Islamic Assets in Islamic Asset-Backed Securities – Collective Investment Contracts (KIK-EBA)
The review helped to facilitate asset securitisation through asset-backed securities – collective investment contracts (KIK-EBA) and provide funding via the Islamic capital market. Based on Islamic asset identification in accordance with the fatwa issued by the National Sharia Board of the Indonesian Council of Ulama (DSN-MUI) concerning several sectors, the review found that, fundamentally, nine sectors based on the industry classifications of the Indonesia Stock Exchange (IDX) have assets with potential for securitisation in the form of goods, benefits and services.
4. Application of Blockchain Technology in the Islamic Capital Market
The review analysed alternative blockchain uses for Islamic crowdfunding services, identified the advantages and disadvantages of blockchain technology and provided early understanding of blockchain technology, specifically for the capital market regulator. The review also analysed the potential benefits of blockchain technology in terms of Know Your Customer (KYC), timestamping documents, offering and trading securities as well as increasing sharia aspects.
Riset Sektor Jasa Keuangan
A. Seminar Riset OJK
Seminar Riset OJK 2020 dilakukan secara virtual melalui video conference bersama dengan Panel Ahli dalam rangka proses evaluasi penelitian dari aspek teoritis, metodologi dan kelayakan hasil riset untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri jasa keuangan.
B. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVIII Tahun 2020 FREKS 2020 dilaksanakan bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dengan tema “Membangun ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan Melalui Sinergi Pengembangan Industri Halal, Adopsi Teknologi, dan Inklusi Keuangan”. FREKS 2020 dengan kegiatan utama presentasi Finalis Call for Papers secara daring melalui webinar yang dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Menteri Keuangan RI selaku Ketua Umum IAEI dan Rektor Universitas Diponegoro selaku host acara.
Dari acara tersebut diberikan hadiah untuk pemenang best paper per kategori yaitu peneliti utama (scopus), peneliti madya dan peneliti muda di masing-masing bidang perbankan syariah, pasar modal syariah dan IKNB syariah.
C. Riset Sektor Jasa Keuangan
Selama 2020, OJK telah menyelesaikan 10 topik penelitian terkait isu dan permasalahan di industri dan sektor jasa keuangan di Indonesia dalam bentuk working paper untuk selanjutnya dipublikasikan ke jurnal internasional terindeks scopus. Adapun judul 10 topik penelitian tersebut antara lain:
1. Is spin-off policy an effective way to improve performance of Islamic banks? Evidence from Indonesia;
2. Why Cash Waqf Fails to Meet the Expectation: Evidence from Indonesia;
3. The influence of liberalization on innovation, performance, and competition level of insurance industry in Indonesia;
4. What determines the participation in the pension fund? Evidence from Indonesia;
5. The impacts of general mutual funds and macroeconomic factors on the performance of an infrastructure oriented mutual fund in Indonesia;
6. Formulating Natural Disaster Insurance Scheme for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) In Indonesia;
7. Regional Banks’ Post-IPO Performance: Empirical Evidence From Indonesia;
8. Effects of Information and Communication Technologies on Financial Inclusion in Emerging Countries;
9. How Effective is Microlending Program to Improve Responsible and Sustainable Financial Inclusion in MSMEs? Evidence from Indonesia;
5. Kajian Pemanfaatan Pasar Modal Syariah sebagai Sumber Pendanaan Industri Halal
Kajian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi bentuk pendanaan pelaku usaha industri halal dan potensi pendanaan melalui pasar modal syariah sesuai dengan karakteristiknya serta mengidentifikasi ketentuan terkait pendanaan syariah dari pelaku industri halal yang diatur oleh masing-masing regulatornya.
6. Kajian Pemetaan Kompetensi Kesyariahan Pelaku Industri Pasar Modal Kajian ini antara lain bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kompetensi kesyariahan pelaku industri Pasar Modal dan Memetakan kompetensi kesyariahan pelaku industri Pasar Modal.
7. Kajian terkait Penerbitan Sukuk melalui Crowdfunding
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan penerbitan sukuk melalui crowdfunding bagi UMKM, ditinjau dari aspek syariah, hukum, bisnis, dan manajemen risiko. Selanjutnya dalam kajian ini akan dianalisis hal-hal yang perlu diatur terkait pengembangan penerbitan sukuk melalui crowdfunding tersebut di Indonesia.
8. Kajian Pengaturan Comfort Letter di Pasar Modal
Latar belakang kajian ini adalah untuk mereviu ketentuan di Pasar Modal tentang Pedoman Penyusunan Comfort Letter (peraturan Bapepam Nomor VIII.G.5 tahun 1996), mengingat sejak diterbitkan hingga saat ini belum pernah dilakukan penyesuaian, khususnya terkait dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan pengaturan/praktik penawaran umum di Indonesia dan negara lain, serta kepastian hukum bagi profesi Akuntan Publik.
9. Kajian Pelaksanaan POJK Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (Buyback)
effective way to improve performance of Islamic banks? Evidence from Indonesia” pada jurnal Research in International Business and Finance dan topik riset “The influence of liberalization on innovation, performance, and competition level of insurance industry in Indonesia” pada jurnal Sustainability.
Kajian Sektor Jasa Keuangan
Selain melakukan kegiatan riset tersebut di atas, OJK juga melakukan beberapa kajian terkait sektor jasa keuangan yaitu diantaranya:
1. Kajian “Dampak Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tanggal 13 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019” Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan POJK 11/2020 ini telah memberikan dampak positif bagi industri perbankan dalam menopang kegiatan intermediasi untuk sektor UMKM dan korporasi sejak Maret 2020.
2. Kajian “Inklusi Keuangan Syariah untuk Pengembangan Usaha Mikro Model Lembaga Keuangan Syariah Bank Wakaf Mikro (BWM)”
Kajian ini menganalisis keberlanjutan dan kinerja Bank Wakaf Mikro (BWM) di Indonesia dengan melihat kemandirian, jangkauan, kinerja dan risikonya dengan menggunakan data bulanan BWM periode 2018 s.d.
2020. Kajian ini ditujukan untuk memberikan perspektif bagi stakeholders dalam merancang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia.
3. Kajian Identifikasi Aset Syariah dalam Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah)Kajian ini bertujuan untuk membantu memudahkan pelaku melakukan sekuritisasi aset dengan skema kontrak investasi kolektif efek beragun aset syariah dalam rangka memperoleh pendanaan melalui pasar modal syariah. Berdasarkan identifikasi aset syariah sesuai fatwa DSN-MUI pada beberapa sektor industri, diperoleh hasil bahwa pada dasarnya sembilan sektor industri sesuai klasifikasi industri di Bursa Efek Indonesia mempunyai potensi aset yang dapat disekuritisasi, baik aset berupa aset berwujud barang, manfaat, maupun jasa.
4. Kajian Penerapan Teknologi Blockchain dalam Pasar Modal Syariah Kajian ini bertujuan untuk untuk menganalisis alternatif pemanfaatan blockchain bagi layanan urun dana syariah, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan teknologi blockchain serta memberikan pemahaman awal tentang teknologi blockchain khususnya bagi regulator Pasar Modal.
Kajian ini menganalisis potensi pemanfaatan blockchain dalam bagi proses KYC, timestamping dokumen, penerbitan dan perdagangan efek, serta peningkatan aspek syariah.
Riset Sektor Jasa Keuangan
A. Seminar Riset OJK
Seminar Riset OJK 2020 dilakukan secara virtual melalui video conference bersama dengan Panel Ahli dalam rangka proses evaluasi penelitian dari aspek teoritis, metodologi dan kelayakan hasil riset untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri jasa keuangan.
B. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVIII Tahun 2020 FREKS 2020 dilaksanakan bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dengan tema “Membangun ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan Melalui Sinergi Pengembangan Industri Halal, Adopsi Teknologi, dan Inklusi Keuangan”. FREKS 2020 dengan kegiatan utama presentasi Finalis Call for Papers secara daring melalui webinar yang dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Menteri Keuangan RI selaku Ketua Umum IAEI dan Rektor Universitas Diponegoro selaku host acara.
Dari acara tersebut diberikan hadiah untuk pemenang best paper per kategori yaitu peneliti utama (scopus), peneliti madya dan peneliti muda di masing-masing bidang perbankan syariah, pasar modal syariah dan IKNB syariah.
C. Riset Sektor Jasa Keuangan
Selama 2020, OJK telah menyelesaikan 10 topik penelitian terkait isu dan permasalahan di industri dan sektor jasa keuangan di Indonesia dalam bentuk working paper untuk selanjutnya dipublikasikan ke jurnal internasional terindeks scopus. Adapun judul 10 topik penelitian tersebut antara lain:
1. Is spin-off policy an effective way to improve performance of Islamic banks? Evidence from Indonesia;
2. Why Cash Waqf Fails to Meet the Expectation: Evidence from Indonesia;
3. The influence of liberalization on innovation, performance, and competition level of insurance industry in Indonesia;
4. What determines the participation in the pension fund? Evidence from Indonesia;
5. The impacts of general mutual funds and macroeconomic factors on the performance of an infrastructure oriented mutual fund in Indonesia;
6. Formulating Natural Disaster Insurance Scheme for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) In Indonesia;
7. Regional Banks’ Post-IPO Performance: Empirical Evidence From Indonesia;
8. Effects of Information and Communication Technologies on Financial Inclusion in Emerging Countries;
9. How Effective is Microlending Program to Improve Responsible and Sustainable Financial Inclusion in MSMEs? Evidence from Indonesia;
5. Kajian Pemanfaatan Pasar Modal Syariah sebagai Sumber Pendanaan Industri Halal
Kajian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi bentuk pendanaan pelaku usaha industri halal dan potensi pendanaan melalui pasar modal syariah sesuai dengan karakteristiknya serta mengidentifikasi ketentuan terkait pendanaan syariah dari pelaku industri halal yang diatur oleh masing-masing regulatornya.
6. Kajian Pemetaan Kompetensi Kesyariahan Pelaku Industri Pasar Modal Kajian ini antara lain bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kompetensi kesyariahan pelaku industri Pasar Modal dan Memetakan kompetensi kesyariahan pelaku industri Pasar Modal.
7. Kajian terkait Penerbitan Sukuk melalui Crowdfunding
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan penerbitan sukuk melalui crowdfunding bagi UMKM, ditinjau dari aspek syariah, hukum, bisnis, dan manajemen risiko. Selanjutnya dalam kajian ini akan dianalisis hal-hal yang perlu diatur terkait pengembangan penerbitan sukuk melalui crowdfunding tersebut di Indonesia.
8. Kajian Pengaturan Comfort Letter di Pasar Modal
Latar belakang kajian ini adalah untuk mereviu ketentuan di Pasar Modal tentang Pedoman Penyusunan Comfort Letter (peraturan Bapepam Nomor VIII.G.5 tahun 1996), mengingat sejak diterbitkan hingga saat ini belum pernah dilakukan penyesuaian, khususnya terkait dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan pengaturan/praktik penawaran umum di Indonesia dan negara lain, serta kepastian hukum bagi profesi Akuntan Publik.
9. Kajian Pelaksanaan POJK Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (Buyback) Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan buyback dan memberikan usulan mengenai revisi pengaturan terkait buyback.
5. Islamic Capital Market as Source of Halal Industry Funding
The review identified forms of halal industry business funding and funding potential through the Islamic capital market in accordance with the specific characteristics and identified regulations concerning Islamic funding for halal industry players as regulated by each respective regulator.
6. Mapping Sharia Competencies of Capital Market Players
The review analysed the sharia competency needs of capital market industry players and mapped sharia competencies of capital market industry players.
7. Review of Sukuk Crowdfunding
The review analysed sukuk issuances through crowdfunding for MSMEs based on sharia, legal, business and risk management aspects. The review also analysed which aspects to regulate in terms of sukuk crowdfunding in Indonesia.
8. Comfort Letter Arrangements in the Capital Market
The background of this review is to review the provisions in the Capital Market regarding Guidelines for the Preparation of Comfort Letters (Bapepam Regulation Number VIII.G.5 of 1996), considering that since it was published until now no adjustments have been made, especially related to the Professional Standards of Public Accountants (SPAP). and regulation/practice of public offerings in Indonesia and other countries, as well as legal certainty for the Public Accountant profession.
9. The Implementation of POJK Number 30/POJK.04/2017 concerning Buyback of Shares Issued by Public Companies (Buyback)
This review aims to identify important things that need to be considered in the implementation of buybacks and provide suggestions for revising arrangements related to buybacks.
OJK’s 2020 Strategic Direction
Arah Strategis OJK 2020
Focus 2020
Fokus 2020
Corporate Governance
Tata Kelola Organisasi Tentang OJK
OJK at Glance 2020 Overview of The Financial Services IndustryTinjauan Industri Sektor Keuangan 2020