dari tingkat Pusat. Tingkat Induk terletak di Kecamatan Cikajang. Tingkat Induk membawahi tingkat Ranting yang terletak di Desa Pameungpeuk.
ini Perguruan Pencak Silat Putra Siliwangi diketuai oleh Bapak Ikin (58 Tahun).
Nama Pencak Silat Putra Siliwangi berasal dari kata Siliwangi. Siliwangi sendiri memiliki kepanjangan, yaitu Silih Asah, Silih Asuh, Silih Asih, dan Silih Wewangian. Silih Asah berarti saling mengingatkan, bahwa sesama anggota perguruan pencak silat harus saling mengingatkan pada kebenaran. Silih Asuh berarti saling mengasuh, bahwa mereka yang dewasa harus saling mengasuh dan saling membimbing anggota yang lebih muda. Silih Asih berarti saling mengasihi, bahwa antara satu anggota dengan anggota lainnya harus saling mengasihi dan saling menjaga satu sama lain selayaknya sebuah keluarga. Dan Silih Wewangian berarti saling mengharumkan, bahwa semua yang ada dalam perguruan berkewajiban untuk mengharumkan dan memajukan nama baik dari Perguruan Pencak Silat Putra Siliwangi.
Pola Rekruitmen Anggota
Dalam sebuah kelompok atau komunitas biasanya memiliki syarat-syarat untuk seseorang dapat bergabung ke dalam kelompok atau komunitas tersebut.
Pencak Silat Putra Siliwangi dalam merekrut anggota tidak ada standar maupun aturan khusus, para calon anggota bisa langsung datang dan bergabung bahkan bisa langsung mengikuti latihan. Hanya saja menurut mang Oleh para anggota diharuskan memiliki keseriusan dalam berlatih. Anggota Pencak Silat Putra Siliwangi kebanyakan merupakan anak-anak dan para remaja. Hingga kini anggota Pencak Silat Putra Siliwangi berjumlah kurang lebih 40 orang baik anggota aktif maupun nonaktif. Anak-anak biasanya
“dititipkan” oleh para orang tua untuk mengikuti latihan pencak silat guna untuk mengisi waktu bermain. Karena menurut penuturan Mang Oleh, para orangtua biasanya menitipkan anak-anaknya agar anak-anak mereka bisa menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang positif.
“Gak ada syarat-syarat, bebas siapa aja boleh latihan, kalau anak-anak biasanya orangtua nitipin disuruh latihan daripada main gak jelas, mendingan latihan”.34
Gambar 3.1
Anggota Pencak Silat Putra Siliwangi Ranting Pameungpeuk
Sumber: Dokumentasi Pribadi (2018) Program Kegiatan
Seperti pada komunitas lainnya, Pencak Silat Putra Siliwangi juga memiliki program kegiatannya sendiri yang terdiri dari kegiatan rutin dan kegiatan non- rutin. Dalam kegiatan rutinnya, Pencak Silat Putra Siliwangi melakukan latihan yang dilaksanakan pada hari sabtu selepas ba’da Isya. Latihan rutin biasanya bertempat di halaman rumah Mang Oleh atau di halaman rumah Bapak Mugni tergantung siapa yang pada saat itu memiliki waktu untuk melatih, namun sesekali juga mereka mengadakan latihan di halaman kantor kepala desa atau di gor. Biasanya para orangtua memberikan iuran secara sukarela kepada pelatih yang pada saat itu melatih anak-anak mereka sekitar Rp. 1000,- sampai Rp. 2000,-.
“Latihan biasa di sini, di depan rumah disitu aja rame- rame abis shalat isya sama ngaji, kalau saya ga bisa bisa kadang dirumah pak mugni kadang juga di balai desa di halaman atau di gor. Kalau bayaran mah ga minta cuma ada yang kasih seribu-duaribu”35
Gambar 3.2
Latihan rutin Pencak Silat Putra Siliwangi
Sumber: Dokumentasi Pribadi (2018)
Latihan dimulai dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu, Pemanasan biasanya dilakukan dengan berlari-lari kecil dan melakukan peregangan badan.
Kemudian dilanjut dengan berlatih jurus, jurus yang dilakukan hampir sama dengan pencak silat pada umumnya seperti kuda-kuda dan atraksi lainnya.
Namun ada beberapa jurus yang menjadi ciri khas Pencak Silat Putra Siliwangi salah satunya yaitu kedung panauwan. Kemudian yang terakhir dilanjut dengan ibing. Ibing pencak silat berbeda dengan tari pencak silat. Ibing merupakan kesatuan gerak yang memiliki unsur keindahan dan gerak untuk menjatuhkan lawan. Dalam Ibing pencak silat unsur beladirinya lebih menonjol dibandingkan dengan tari pencak silat. Saat latihan ibing biasanya menggunakan alat musik yang dimainkan oleh nayaga seperti kendang, goong, bulanter, terompet dan sebagainya. Namun, apabila kekurangan nayaga ataupun sedang tidak ada alat musik biasanya mereka menggunakan rekaman untuk berlatih.
Dalam kegiatan non-rutin, Pencak Silat Putra Siliwangi memiliki beberapa kegiatan seperti pentas dalam event-event, mengikuti lomba-lomba, sampai menjadi undangan untuk mengisi acara hajatan baik di desa Pameungpeuk itu sendiri hingga keluar desa. Memang jam terbang mereka belum terlalu banyak, hal tersebut dikarenakan Pencak Silat Putra Siliwangi belum lama berdiri.
Namun, hal ini sudah menjadi pembuktian bahwa desa Pameungpeuk memiliki aset seni bela diri yang sudah diakui oleh desa-desa yang ada di sekitar desa Pameungpeuk, hal ini berdasarkan penuturan Bapak Dasep selaku kepala desa Pameungpeuk.
“Pencak Silat kita udah dikenal sama desa-desa lain, disini yang paling bagus diantara desa lain seperti di desa yang juga jadi tempat tinggal temen-temen yang lain di Mancagahar, Mandalakasih, sama di Jatimulya kita yang paling sering diundang buat event-event, lomba juga.”36 Acara terakhir yang mereka ikuti yaitu acara Napak Jagat Pasundan Silaturahmi Budaya. Dalam acara tersebut anak-anak yang melakukan jurus- jurus sedangkan nayaga diisi oleh para pelatih dan orang-orang dewasa. Selain itu, prestasi Pencak Silat Putra Siliwangi juga tercatat pernah memenangkan lomba dan mendapat penghargaan sebagai juara favorit dan juara pemula.
Gambar 3.3
Pementasan Pencak Silat Putra Siliwangi dalam acara Napak Jagat Pasundan
Sumber: Dokumentasi Kepala Desa Pameungpeuk (2018)
Pencak Silat Putra Siliwangi seringkali mendapat undangan di acara hajatan.
Biasanya mereka diundang untuk sebagai acara hiburan maupun acara sambutan dengan menampilkan ibing. Setiap kali ibing dalam acara hajatan biasanya mereka mendapatkan biaya ongkos, tergantung seberapa jauh jarak
sekitar Rp. 500.000 sampai Rp. 2.000.000 yang nantiny akan mereka bagi-bagi kepada setiap anggota yang mengikuti acara tersebut.
“Iya kalau ibing dibayar, tergantung tempatnya dimana, kalau jauh ya mahal. Kalau harga sih sekitar 500 ribu kalo deket, kalau jauh bisa sampe 2 juta, tapi kan itu dibagi lagi buat ongkos, buat makan”37
Hal tersebut tentunya dapat dijadikan ajang unjuk gigi bagi Pencak Silat Putra Siliwangi agar bisa memperkenalkan desa Pameungpeuk kepada desa-desa lain.
Tentu saja hal tersebut dapat menaikan pamor desa Pameungpeuk itu sendiri.
Selain itu juga dapat menambah penghasilan mereka yang tergabung dalam Pencak Silat Putra Siliwangi.
Skema 3.2