• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aksi Nyata paud ke sd

N/A
N/A
Sahara Dewi Putri

Academic year: 2023

Membagikan "Aksi Nyata paud ke sd"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Aksi Nyata

Penguatan Transisi PAUD Ke SD Yang Menyenangkan

Di Awal

Tahun Ajadaran Baru

NUR ASMA,S.Pd

SDN 16 SITIUNG

(2)

Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting ?

Karena transisi PAUD-SD merupakan upaya untuk

memastikan setiap anak

mendapatkan haknya terlepas dari manapun titik berangkat anak.

Tidak dapat dipungkiri saat ini masih ditemukan banyak

anak yang langsung masuk kelas 1 SD dan membuat

mereka tidak mendapatkan

fase fondasi yang menjadi hak-

nya.

(3)

Transisi PAUD-SD merupakan proses perpindahan peran anak

sebagai peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD dan penyesuaian

diri anak dengan lingkungan belajar baru.

Kesiapan bersekolah harus

berangkat dari tujuan pembelajaran yang sesungguhnya, yaitu

memastikan setiap anak

mendapatkan haknya untuk

memiliki kemampuan fondasi untuk menjadi pembelajar sepanjang

hayat, di tingkatan kelas manapun.

(4)

Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi

PAUD-SD ?

1. Latihan Pemahaman

A. Indikator Ketercapaian Transisi PAUD-SD

Salah satu tahapan kegiatan yang dapat membantu anak menunjukkan respon positif terhadap kegiatan

pembelajaran di kelas

B. Dua Minggu Awal Sekolah : Sekolah Mengenal Anak Salah satu prinsip Penerapan Asesmen Awal sebagai upaya satuan pendidikan mengenal peserta didik

(5)

2 . Post test

1. Hari merupakan murid yang sering menolak pada saat masuk ke dalam kelas. Kejadian itu sejak Hari mendapat tugas dari Bu Guru untuk membaca dan Hari merasa kesulitan membaca lancar.

Yusuf merupakan murid periang, namun setelah memperoleh tugas berhitung dengan yang

ditampilkan dalam bentuk permainan kartu tebak

angka, dia hanya bisa 4 dari 10 soal yang ditanyakan, sejak saat itu Tati mempunyai rasa sedih dan tidak

bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Berkaitan dengan deskripsi tersebut juga pada aspek kemampuan fondasi maka aspek yang perlu

dikembangkan terhadap kasus Hari...

A. Pemaknaan belajar positif B. Keterampilan motorik

C. Kematangan emosi

D. Keterampilan bidang sosial Pembahasan :

Jawaban : A

(6)

Dokumentasi

(7)
(8)

Dokumentasi

Umpan Balik

(9)

Referensi

Dokumen terkait

ketiga karakteristik diatas akan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi murid untuk menumbuh- kembangkan murid secara holistik menjadi

Kesiapan bersekolah menurut fitzgerald merupakan kemampuan anak mencapai tingkat perkembangan emosi, fisik dan kognisi yang memadai sehingga anak mampu berhasil

Tangga umpan balik KLARIFIKASI Karya yang di buat selain untuk hiasan dinding juga untuk menghafal rumus rumus NILAI Karya yang di buat bagus ,sudah bisa menyebut atau menjelaskan

Dengan instrumen penilaian guru terhadap murid sebagai berikut: Tabel 2. Instrumen Penilaian Indikator Sub-Indikator Kriteria Penilaian BM MM BSH BSB Anak dapat berbicara lancer dengan kalimat yang terdiri dari Kelancaran 4 sampai 6 kata. menyampaikan Anak Dapat menyebutkan gambar yang diperlihatkan guru dengan lancer. Anak dapat berbicara dengan kata- kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Kejelasan Vocal Anak Dapat berbicara jelas saat berkomunikasi dengan temannya Ketetapan Anak dapat menggunakan kata- Intonasi kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak dapat berbicara dengan intonasi yang baik Ketetapan Anak dapat menceritakan pilihan kata menggunakan media gambar berseri dengan tepat. Anak mampu menceritakan sesuai tema dengan menggunakan gambar berseri. Struktur kalimat Anak mampu menjelaskan dengan menggunakan media gambar berseri dengan lengkap. Anak mampu berbicara tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang lengkap. Kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: (a) Belum Berkembang (BB), yaitu bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru; (b) Mulai Berkembang (MB), yaitu bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru; (c) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru; (d) Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. Teknik analisa data melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, deskripsi data, dan verifikasi data. Pertama, reduksi data adalah penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan semua

PROTOKOL KESEHATAN PROKES PENGANTARAN & PENJEMPUTAN ANAK 1 Orang tua/wali memastikan putra/putri-nya berangkat dari rumah menuju ke sekolah dalam keadaan sehat 2 Berangkat lebih

Asesmen adalah sebuah upaya untuk mendapatkan data/informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja siswa, kelas, atau mata pelajaran dibandingkan

Asesmen untuk mengetahui posisi peserta didik di awal siklus pembelajaran • Menyampaikan persepsi antar guru yang mengajar kelas dan materi yang sama, kriteria penilaian apa yang

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat Mengenal simbol angka 1 sampai 10 KEGIATAN 6 : AYO MENGELOMPOKKAN BENDA SESUAI BILANGANYA Kegiatan Pembelajaran : Assessment : -