DASAR-DASAR KEMAHIRAN HUKUM
KEMAHIRAN DASAR HUKUM
FAKULTAS HUKUM10 SKILL UTAMA AHLI HUKUM
Membaca
Cepat. Komunikasi. Berfikir Kritis. Menulis Kritis dan Membuat
Catatan.
Penerangan Ringkas (Case
Breafing). Menguraikan. Riset dan
Analisis. Manajerial Sederhana.
Menjaga
Keseimbangan. Kolaborasi dan
Memimpin.
KOMUNIKASI
Pembicara yang baik
- Memberikan argument atau berdebat
- Presentasi di kelas (kilen untuk profesional)
Pendengar yang baik
- Mendengar materi kuliah (klien untuk profesional) - Mendengar masukan
KOMUNIKASI HUKUM
Kemampuan Memahami Bahasa Verbal dan Non – Verbal - Pemilihan pertanyaan yang baik;
- Mendengar secara seksama jawaban rekan bicara;
- Jangan hanya perhatikan kata-kata tetapi juga suara, intonasi dan bahasa tubuh;
- Terbuka dan terus terang;
- Lengkapi informasi dengan bertanya;
Masalah: Lawan bicara atau klien dalam kondisi emosi yang tidak stabil
KOMUNIKASI HUKUM 2
Kemampuan Membangun Hubungan - Berkata jujur
- Memberikan pemahaman
- Berikan alasan untuk dipercaya
- Jangan berikan ekspektasi yang tidak masuk akal - Mengenali peran yang tepat untuk situasi yang tepat
PEMBICARA YANG BAIK
Confidence – Passion –
Be Yourself –
Voice Modulations –
Keep it Short and Sweet – Connect with your Audience –
Paint a Picture through Storytelling – Repetition –
PENDENGAR YANG BAIK
Remove or avoid distractions –
Watch for non-verbal communication and tone of voice – Be the mirror –
Empathize, sympathize, and show interest – Practice silence –
Ask probing questions –
Don't interrupt or change the subject – Think before responding.
KUALITAS PENDENGAR YANG BAIK BAGI PEMBELAJAR HUKUM
''Better to remain silent and be thought a fool than to speak out and remove all doubt'‘ - Abraham Lincoln
''One of the best ways to persuade others is with your ears.'‘ - Dean Rusk, U.S.
secretary of state (1961-1969)
Language is the tool of a lawyer's trade, regardless of the practice area. But being able to write or speak with great clarity is only half the equation.
Demonstrating that you can really hear the concerns of others is an equally important skill for a lawyer.
Being a good listener is not a passive role. Rather, a good listener is someone who uses active listening skills.
KETERAMPILAN
WARM UP : TELEPHONE Attending - memperhatikan Paraphrasing - memaknakan
Focusing – memfokuskan pembicaraan
Reflecting – memantulkan isi, pikiran, perasaan Summarizing - merangkumkan
Confronting – memperjelas maksud
LATIHAN 1
Saya lulus SMA saat usia 17 tahun, kemudian saya melanjutkan kuliah. Awalnya saya ingin kuliah kedokteran namun karena masalah biaya, orang tua saya tidak mampu membiayai mengingat kuliah di kedokteran memakan biaya yang besar. Sebenarnya saya anak yang cukup cerdas namun ketika mengikuti tes beasiswa, saya gagal.
Padahal secara nilai saya baik. Namun di tes wawancara, saya dinyatakan tidak lulus. Saya mencurigai ada kecurangan dalam tes beasiswa tersebut dimana anak dengan kenalan orang dalam lebih diutamakan. Oleh sebab itu saya terpaksa melanjutkan kuliah di jurusan berbeda. Dari semua pilihan yang ada di kampus saya, saya mengambil Fakultas Hukum. Awalnya tidak menyenangkan, karena jiwa saya bukan di hukum. Nilai saya kurang maksimal terbukti dari IPK saya selama 1 tahun tidak mencapai 3.00. Namun akhirnya saya sadar bahwa saya telah menyia-nyiakan 1 tahun hidup saya untuk mengeluh hal yang sudah terjadi. Di semester 3 saya bertekad memperbaiki nilai saya dan terbukti saya akhirnya lulus dengan IPK diatas 3.
LATIHAN 2
Klien
Beberapa minggu yang lalu saya mengalami hal paling memalukan dalam hidup saya. Saya pergi ke toko dekat rumah untuk mengambil beberapa kebutuhan dan karena tangan saya penuh maka saya meletakkan satu buah odol ke kantong jaket saya. Lalu saya ke kasir dan membayar semua barang yang saya beli tapi saya lupa dengan odol yang ada di kantong. Saat saya hendak keluar, seorang pegawai toko membentak saya dan mengatakan saya “pencuri”. Hal tersebut dilakukan di depan tetangga saya sehingga mempermalukan saya dan keesekoannya saya dilaporkan ke polisi. Kamis depan saya akan ke kanyor polisi dan saya butuh bantuan sseorang pengacara, karena itu saya datang kemari.
RESPON MAHASISWA
1. … 2. … 3. …
TINGKATAN DALAM MERESPON
Level 1 Advokat (Tidak ada empati dan menakut-nakuti)
Tindakan yang dilakukan oleh pegawai toko sah dan benar menurut hukum. Anda sudah salah disana meskipun tidak ada niatan.
Level 2 Advokat (Tidak ada empati dan Tidak menenangkan)
Apakah anda bilang kalau anda masih di dalam toko saat anda dituduh pencuri ? Anda bilang kalau anda sudah bayar semua barang, dan pegawai toko tersebut menghentikan anda sebelum anda keluar, dimana posisi tepatnya anda dikatakan pencuri?
Level 3 Advokat (Sedikit empati dan tidak menenangkan)
Saya bisa memahami perasaan anda. Hal tersebut bisa saja terjadi pada semua orang. Saya akan mendampingi anda untuk menjelaskan kepada pegawai toko dan polisi.
Level 4 Advokat (Cukup empati tetapi tidak menenangkan)
Saya pikir, pegawai toko itu salah dan berlebihan. Kalau saya jadi anda, saya pasti tersinggung juga. Saya perlu cerita lebih lengkap dari anda, apakah ada orang di toko itu yang mengetahui bahwa tangan anda kepenuhan saat itu sehingga terpaksa menaruh odol itu di kantong jaket.
Level 5 Advokat (Cukup empati dan menenangkan)
Anda pasti bingung dan terkejut saat itu. Anda dituduh mencuri odol yang anda lupa taruh di jaket karena tangan anda penuh saat itu. Oh Tuhan, dan itu disaksikan oleh banyak tetangga. Coba ceritakan lebih lanjut agar saya dapat memahami permasalahan anda.