• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Peran Guru Tahfizh Dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-qur ... - Iiq

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF Peran Guru Tahfizh Dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-qur ... - Iiq"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)

PENCAPAIAN KURIKULUM DI SMP AZHARI ISLAMIC SCHOOL CILANDAK

Skripsi Diajukan

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh:

Elsa Yusi Nopita NIM. 14311336

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA

1439 H/2018 M

(2)

PENCAPAIAN KURIKULUM DI SMP AZHARI ISLAMIC SCHOOL CILANDAK

Skripsi Diajukan

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh:

Elsa Yusi Nopita NIM. 14311336

Dosen Pembimbing:

Dr. Hj. Romlah Widayati, M. Ag

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA

1439 H/2018 M

(3)

Skripsi dengan judul “Peran Guru Tahfizh dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-Qur’an Sesuai Pencapaian Kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak” yang disusun oleh Elsa Yusi Nopita dengan Nomor Induk Mahasiswa: 14311336 telah melalui proses bimbingan dengan baik dan dinilai oleh dosen pembimbing sudah memenuhi syarat ilmiah untuk diujikan ke sidang munaqasyah.

Jakarta, 09 Agustus 2018 Pembimbing

Dr. Hj. Romlah Widayati, M. Ag

i

(4)

Skripsi dengan judul Peran Guru Tahfizh dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-Qur’an Sesuai Pencapaian Kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak oleh Elsa Yusi Nopita dengan (NIM) 14311336 telah diujikan pada sidang Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada tanggal 11 Agustus 2018. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Jakarta, 11 Agustus 2018 Dekan Fakultas Tarbiyah

Dr. Hj. Ummi Khusnul Khotimah, M. Ag

Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag Wasmini

Penguji I Penguji II

Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag Siti Shopiyah, M.A

Pembimbing

Dr. Hj. Romlah Widayati, M. Ag ii

(5)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Elsa Yusi Nopita

NIM : 14311336

Tempat/Tanggal Lahir : Tasa X, 02 Agustus 1995

menyatakan bahwa skripsi dengan judul Peran Guru Tahfizh dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-Qur’an Sesuai Pencapaian Kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak adalah benar-benar merupakan asli karya penulis, kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan sumbernya. Kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Demikianlah surat pernyataan ini penulis buat dengan sesungguhnya tampa ada rekayasa.

Jakarta, 09 Agustus 2018 Penulis

Elsa Yusi Nopita

iii

(6)

“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sahabat karib mu, teman duduk mu, bacaan harian mu dikala kau senang ataupun susah, Maka Al-Qur’an akan menjadikan mu teman setia dari dunia sampai akhirat”

(Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad)

iv

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemberi Kemuliaan, Maha Pemberi Rizki, Maha Pemberi Kekuatan, Maha Mengabulkan, Maha Mendengar, Maha Semesta Alam yang hanya Kepada-Nya tempat meminta dan memohon segala sesuatu.

Sholawat teriringkan serta salam, tak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW. yang dengan mengingatnya begitu damai di hati, sangat menenangkan bagi ruh, menjadi cahaya pada mata, yang datang membawa semua kebaikan dan membawa agama yang memudahkan bagi semua ummat manusia.

Selesainya penulisan skripsi ini tidak luput dari rahmat, karunia, taufik, hidayah serta inayah-Nya. Demikian juga atas dukungan dari berbagai pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Maka penulis haturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Ibu Prof. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA.

2. Ibu Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag. Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

3. Ibu Dr. Hj. Romlah Widayati, M. Ag. Pembimbing skripsi yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis tampa lelah.

4. Untuk yang teristimewa Abah ku tercinta Muhammad Yusuf dan Ibunda ku tersayang Siti Yuhana yang telah banyak memberikan segala motivasi serta do’anya dengan setulus hati kepada ananda, yang sudah memberikan

v

(8)

menjalani berbagai macam kendala hidup yang fana’ ini, ananda berharap ridho atas segala perjuangannya untuk Abah dan Ibunda ku tercinta semoga Allah SWT. membalasnya dengan kebaikan di syurga-Nya nanti Amiin.

5. Untuk saudara kandung ku tercinta, kak Fikri Adi Putra dan adek ku Reza Aditya yang telah memberikan semangat, motivasi dan dukungannya untuk ananda dalam menyelesaikan skripsi ini agar dapat wisuda tepat pada waktunya. Kepada saudara kandung ku semoga Allah SWT. senantiasa memberkahinya.

6. Kepada Bak Sopyan Rais dan Embik Nurlina yang ananda sayangi, terima kasih ananda ucapkan kepadanya atas segala bantuan baik dalam dana maupun dalam dukungannya selama proses perkuliahan sampai akhir menyelesaikan skripsi dan wisudah ini ananda ucapkan ribuan terima kasih semoga Allah SWT. membalasnya di Syurga dengan kebaikan pula.

7. Ibu Wasmini dan Ibu Yuyun Zainab, S.Pd.I staf Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang telah banyak membantu hingga akhir skripsi ini penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

8. Seluruh dosen Fakultas Tarbiyah yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang sudah sangat berjasa telah ikhlas mendidik, membimbing dan mentransfer ilmu pengetahuan selama kegiatan perkuliahan berlangsung.

9. Kepada seluruh staf perpustakaan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta terima kasih yang sudah banyak membantu penulis dengan baik.

10. Kepada para instruktur tahfidz di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta yang tidak bisa disebutkan satu persatu penulis ucapkan ribuan terima kasih atas segala arahan, bimbingan dalam mengajarkan Al-Qur’an.

vi

(9)

dek Veren, dek Siti Astutik dan teman-teman angkatan tahun 2014 Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang tak bisa disebutkan satu persatu yang penulis sayangi, kepada sahabat dan teman-teman saling memberikan support, do’a, bara semangat, berbagi, dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan perkuliahan dan skripsi ini penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya semoga Allah SWT. selalu menjadikan kita saudara sampai akhirat.

12. Kepada mang Tasihat, bibik Rus, mang Darmawan dan semua angota keluarga ku yang tak bisa disebutkan satu per satu sudah banyak memberi dukungan dan semangatnya selama perkuliahan sampai akhir skripsi ini ananda ucapkan ribuan terima kasih semoga Allah SWT. senantiasa merahmatinya.

Semoga semua kebaikan dan jasa yang diberikan kepada penulis, Allah SWT. jadikan amal baik dan diterima serta diberikan pahala yang berlipat ganda disisi-Nya Amiin. Sebagai penutup semoga Allah SWT. memberikan kita taufiq dalam kebaikan agama dan akhirat, mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Jakarta, 09 Agustus 2018 Penulis

Elsa Yusi Nopita

vii

(10)

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN PENULIS ... iii

MOTTO ... iv

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... xiv

ABSTRAKSI ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 8

C. Pembatasan Masalah ... 9

D. Perumusan Masalah ... 9

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 9

F. Tinjauan Pustaka ... 11

G. Sistematika Penulisan ... 16

BAB II KAJIAN TEORI ... 19

A. Peran Guru Tahfizh ... 19

1. Pengertian Guru ... 19

2. Pengertian Tahfizh ... 20

3. Peran Guru ... 22

B. Motivasi ... 26

1. Pengertian Motivasi ... 26 viii

(11)

4. Bentuk-Bentuk Motivasi ... 32

5. Tujuan Motivasi ... 33

6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi ... 34

C. Kurikulum ... 35

1. Pengertian Kurikulum ... 35

D. Menghafal Al-Qur’an... 36

1. Pengertian Menghafal Al-Qur’an ... 36

2. Pengertian Al-Qur’an ... 38

3. Keutamaan Menghafal Al-Qur’an ... 39

4. Metode atau Cara dalam Menghafal Al-Qur’an ... 46

5. Faktor Penghambat dalam Menghafal Al-Qur’an... 51

6. Faktor Pendukung dalam Menghafal Al-Qur’an ... 53

7. Syarat-Syarat dalam Menghafal Al-Qur’an ... 55

8. Faidah-Faidah Bagi Penghafal Al-Qur’an ... 59

9. Motivasi Untuk Menghafal Al-Qur’an ... 63

BAB III METODE PENELITIAN ... 65

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 65

B. Metode dan Pendkatan Penelitian ... 65

C. Sumber Data... 67

D. Teknik Pengumplan Data ... 68

E. Analisis Data ... 71

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 73

A. Gambaran Umum Penelitian ... 73

1. Sejarah Singkat Berdirinya Azhari ... 73

2. Visi, Misi dan Tujuan SMP Azhari... 74 xi

(12)

5. Profil Tenaga Pengajar SMP Azhari ... 79

6. Pembiasaan Nilai-Nilai Keislaman SMP Azhari ... 79

7. Target Lulusan dan Strategi Pencapaiannya Azhari .... 80

8. Sarana dan Prasarana Smp Azhari ... 85

9. Program Sekolah SMP Azhari ... 86

10. Proses Belajar Mengajar di SMP Azhari ... 87

11. Kurikulum di SMP Azhari ... 87

B. Deskripsi dan Analisis Data ... 88

C. Temuan Penelitian ... 101

BAB V PENUTUP... 107

A. Kesimpulan ... 107

B. Saran ... 108

DAFTAR PUSTAKA ... 111 LAMPIRAN-LAMPIRAN

BIOGRAFI PENULIS

x

(13)

Tabel 1 : Jumlah Siswa SMP Azhari Islamic School Cilandak Tahun 2018 Tabel 2 : Struktur Organisasi Guru SMP Azhari Islamic School Cilandak

xi

(14)

Gambar 1 : Poto Bangunan SMP Azhari Islamic School Cilandak Gambar 2 : Poto Wawancara dengan Koordinator Tahfidz SMPAzhari Gambar 3 : Poto Wawancara dengan Siswa SMP Azhari Cilandak Gambar 4 : Poto Belajar Tahfidz dan Setoran Hafalan di Ruang Kelas Gambar 5 : Poto Kegiatan Sima’an Bulanan di Rumah Wali Murid Gambar 6 : Poto Pemberiaan Penghargaan Setelah Sima’an Bulanan Gambar 7 : Poto Kegiatan Akhir Tahun Tahfidz Competition

Gambar 8 : Poto Festival Al-Qur’an dan Perlombaan di SMP Azhari Gambar 9 : Poto Kegiatan Sima’an Hafalan Antara Siswa

xii

(15)

Lampiran 1 : Pedoman Wawancara

Lampiran 2 : RPP Tahfidz SMP Azhari Islamic School

xiii

(16)

Transliterasi (alih aksara) adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. dalam skripsi ini ditulis dengan berpedoman kepada buku panduan petunjuk teknis penulisan proposal, skripsi, tesis dan disertasi Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, tahun 2017 sebagaimana diuraikan sebagai berikut:

1. Konsonan

: a : z : q

: b : s : k

: t : sy : l

: ts : sh : m

: j : dh : n

: h : th : w

: kh : zh :h

: d : „ : ؙ

: dz : gh : y

: r : f

xiv

(17)

Fathah : a Kasrah : i Dhammah : u

آ : â ي : î و : û

ْي... : ai

ْو... : au

3. Kata Sandang

a. Kata sandang yang diikuti alif lam (لا) qamariyah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya.

Contoh:

: al-Baqarah : al-Madînah

b. Kata sandang yang diikuti oleh alif-lam (لا) syamsiyah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan sesuai dengan bunyinya.

Contoh:

: ar-Rajul : asy-Syams

: as-Sayyidah : ad-Dârimî c. Syaddah (Tasydid)

Syaddah (Tasydid) dalam sistem aksara Arab digunakan lambang (ّ), sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda tasydid.

xv

(18)

kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyah.

Contoh:

Âmannâ billâhi Âmana as-Sufahâ’u Inna al-ladzîna

wa ar-rukka’i Ta Marbuthah

Ta Marbuthah (na’at),

al-Af’idah

al-Jâmi’ah al-Islâmiyyah

Sedangkan ta marbuthah yang diikuti atau disambungkan (diwashal) dengan kata benda (isim), maka dialih aksarakan menjadi huruf “t”

Contoh:

Âmilatun Nâshibah al-Âyat al-Kubrâ

xvi

(19)

telah dialih aksarakan maka berlaku ketentuan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, seperti penulisan awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain-lain.

Ketentuan yang berlaku pada EYD berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal nama diri, bukan kata sandangnya.

Contoh: „Alî Hasan al-„Âridh, al-„Asqallânî, al-Farmawî dan seterusnya. Khusus untuk penulisan kata Alqur‟an dan nama-nama surahnya menggunakan huruf kapital. Contoh: Al-Qur‟an, Al- Baqarah, Al-Fâtihah dan seterusnya

xvii

(20)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT. yang mengandung mukjizat, diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul (yaitu Nabi Muhammad SAW.) melalui perantara malaikat Jibril As. tertulis pada mushaf, diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, membacanya bernilai ibadah, dimulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas.1

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi umat muslim, yang senantiasa terjaga kemurniannya dan selalu terjamin pemeliharaannya, yang tidak akan mengalami perubahan, tidak ada satu huruf atau kalimat yang dapat dirubah oleh manusia, sebagaimana firman Allah SWT. Berikut:

ُ ۡ َ

َ ۡ َ ِإ َ ۡ ِّ ٱ ُ َ

َن ُ ِ ٰ َ َ ۥ )

ﺮﺠﳊا : ٩ (

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr [15] : 9)

Maha suci Allah SWT. yang telah menciptakan kita sebagai manusia di muka bumi ini yang diberi potensi akal dan pikiran untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh sebab itu Allah SWT. menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi agar potensi tersebut bisa berjalan dengan baik sebagai mana mestinya. Manusia diberi beban kewajiban untuk belajar dan menuntut ilmu guna memperluas pemikiran serta wawasannya, baik itu yang menyangkut masalah dunia maupun

1Anshori, Ulumul Qur’an Kaidah-Kaidah Memahami Firman Tuhan, (Jakarta:

Rajawali Pers, 2013), Cet. 1, hlm. 18

(21)

akhirat, sehingga ia menjadi manusia yang berakhlak mulia dan berilmu.

Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II, Pasal 3 yang menyatakan:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaraan agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dirinya yang diperlukan masyarakat bangsa dan negara, Pendidikan Nasional juga berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.2

Al-Qur’an ialah firman Allah SWT. Bagi siapa yang membacanya merupakan suatu ibadah, dan merupakan sumber utama ajaran Islam dan sebagai pedoman hidup bagi setiap muslim. Al-Qur’an bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya bahkan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.3

Rasulullah SAW. Menerima Al-Qur’an melalui pengajaran malaikat Jibril As. lafadz-lafadz Al-Qur’an didiktekan satu persatu agar bisa ditirukan dan dihafal Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau mengajarkan ayat-ayat itu kepada para sahabatnya dengan metode yang sama. Dan beliau memerintahkan untuk menuliskan ayat-ayat itu dihadapannya dengan menunjuk beberapa sahabat yang bisa menulis

2 Undang-Undang Sisdiknas, Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2003), hlm. 5-6

3Choirudin Hadhiri, Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003), Cet. 1, hlm. 25

(22)

bersama para saksi sahabat-sahabat lainnya. Metode pengajaran seperti itu disebut dengan talaqqi yaitu guru membacakan, sementara murid mendengarkan, lalu menirukan apa yang diajarkan oleh seorang guru sampai hafal.4

Sebagai muslim menyadari bahwa mempelajari Al-Qur’an adalah kewajiban karena Al-Qur’an adalah kitab suci yang berisi pedoman hidup dan petunjuk bagi manusia untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ingin mendapatkan kedudukan mulia disisi Allah SWT.

Pelajarilah Al-Qur’an serta dihafal dan diamalkan. Sebagai kalamullah yang mulia, Allah SWT. senang jika Al-Qur’an dibaca, Allah senang jika Al-Qur’an dihafal, Allah SWT. senang jika Al-Qur’an dipelajari serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena itu Allah SWT. akan memuliakan serta mengangkat derajat orang yang selalu menjaganya dengan caranya tersendiri baik itu di dunia ataupun di akhirat nanti.

Keberadaan guru (pengajar) sangat berpengaruh dalam metode belajar Al-Qur’an secara talaqqi, dengan metode tersebut Al-Qur’an bukan sekedar terjaga huruf-huruf secara lisan ataupun tulisan, akan tetapi terjaga pula cara membacanya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Menghafal Al-Qur’an boleh dikatakan sebagai langkah awal dalam suatu proses memahami dan mempelajari isi kandungannya setelah memahami langkah selanjutnya adalah mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT.

menganugerahkan kepada para penghafal dan orang yang ingin mempelajari Al-Qur’an berupa kemudahan untuk memahami isi kandungannya. Segala puji bagi Allah SWT. yang telah menurunkan Al- Kitab (Al-Qur’an) kepada hanba-Nya dan tidak ada kebengkokan di

4Deden Makhyaruddin, Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Qur’an, (Bandung:

Mizan Media Utama, 2013), Cet. 1, hlm. 79-80

(23)

dalamnya dan memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran Sebagaimana firman Allah SWT:

َ ۡ َ ۡ َ َ َو َناَءۡ ُ ۡ ٱ

ۡ َ َ ِ ۡ ِّ ِ

ِ ِٖ

) ﺮﻤﻘﻟا : ١٧ (

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar [54]:

17)

Allah SWT. telah menyebutkan ayat ini di dalam surah Al-Qamar sebanyak 4 kali, untuk menegaskan bahwa Allah SWT. telah memudahkan lafadz Al-Qur’an untuk dibaca dan dihafalkan serta mudah untuk dipahami, juga mudah untuk ditadabburi (dihayati) bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran darinya. Dari sini mendorong kita untuk selalu memperbanyak membaca Al-Qur’an, menghafal, mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain. Karena Allah SWT. menjadikan penghafal Al-Qur’an sebagai keluarga-Nya dan memiliki kedudukan khusus di sisi-Nya.5

Menghafal Al-Qur’an adalah perkerjaan yang sangat mulia, orang yang menghafal Al-Qur’an sudah dijanjikan oleh Allah SWT. akan mendapatkan kemuliaan dan kenikmatan baik di dunia maupun di akhirat, menghafal Al-Qur’an akan sangat berbeda dengan menghafal buku atau kamus. Karena Al-Qur’an adalah kalammullah yang memiliki susunan bahasa yang sangat indah dan enak didengar, sehingga tidak terasa bosan membacanya, bagi mereka yang ahli dalam Al-Qur’an memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.6

5 Yahya Abdul Fattah, Revolusi Menghafal Al-Qur’an, (Solo: Insan Kamil, 2010), Cet. 1, hlm. 7-8

6Abdul Aziz dan Abdul Rauf, Kiat Sukses Menjadi Hafidz Qur’an Da’iyyah, (Bandung: Syaamil Cipta Media, 2004), Cet. 4, hlm. 55

(24)

Sungguh banyak sekali keutamaan orang-orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an, karena Al-Qur’an dasar utama serta pondasi yang paling pokok bagi ajaran umat Islam, semua landasan ajaran agama Islam kembali kepada kitab suci ini. Al-Qur’an mampu menyatukan umat muslim di seluruh penjuru dunia dan menjadi kewajiban bagi kaum muslim untuk menjaga, memelihara serta mempelajari seluruh kandungan makna dan isinya, karena Al-Quran akan menjadi syafa’at bagi para pembaca dan penghafalnya di akhirat kelak.

Menghafal Al-Qur’an bukanlah perkara yang mudah, banyak sekali hambatan dan ujiannya saat kita hendak menghafal Al-Qur’an seperti malas, susah mengatur waktu dan lain sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan motivasi dari diri sendiri ataupun orang lain agar menghafal tidak menjadi beban yang berat dan aktifitas yang menjenuhkan. Bisa menghafal Al-Qur’an adalah anugrah yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Menghafal ayat per ayat, surah per surah membutuhkan kerja keras baik tenaga, fikiran dan mengorbankan waktu yang cukup untuk duduk mengaji sambil menghafal dan mengulang-ulang ayat, karena ingatan atau memori manusia terbatas kadang mudah lupa, sehingga untuk mencapai hafalan yang optimal dan memperkuat ingatan hafalan tersebut di perlukan ketekunan serta istiqomah.

Motivasi untuk menghafal Al-Qur’an inilah yang menjadi perhatian khusus, karena hal tersebut bisa mendorong proses dan kemajuan hafalan Al-Qur’an. Motivasi tersebut bisa berasal dari dalam diri sendiri dengan kemauan serta kerja keras yang optimal, dan bisa juga berasal dari orang lain, hasil dan perkembangan dalam menghafal Al- Qur’an tidak akan maksimal jika tidak ada peran dari guru untuk meningkatkan motivasi hafalan perserta didik.

(25)

Bimbingan dari guru yang sudah ahli dalam bidang Al-Qur’an baik itu hafalannya yang sudah sangat lancar, maupun bacaannya yang sudah fasih sangat berpengaruh sekali terhadap minat serta usaha bagi peserta didik dalam proses belajar dan menghafal Al-Qur’an. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan usaha menghafal tersebut banyak sekali kendala-kendalanya bagi peserta didik dalam menghafal, baik itu dari segi waktu yang kadang tak tersedia, keinginan perserta didik, minatnya menghafal, kelancaran hafalan, bacaan tajwid dan fasohah yang masih belum sempurna.

Azhari Islamic School Cilandak Lebak Bulus merupakan salah satu sekolah cabang Al-Azhar Cairo Mesir yang ada di Indonesia dengan visi terwujudnya lembaga pendidikan dan dakwah terkemuka, yang dapat membentuk generasi Rabbani, berprestasi dan berakhlak mulia. sedangkan misinya adalah membentuk sistem lembaga pendidikan Azhari Islamic School Lebak Bulus efektif dan efisien, mendorong terbentuknya SDM yang memiliki komitmen ke Islaman, berkarakter kuat, dan memiliki kompetensi yang unggul, mengembangkan kurikulum yang mampu menghantarkan pribadi-pribadi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Kurikulum di Azhari Islamic School menggunakan kombinasi kurikulum dalam sistem pembelajaran siswanya yaitu kurikulum Al-Azhar Cairo Mesir untuk pembelajaran bahasa Arab, Islamic Studies, dan Tahfidz Qur’annya, sedangkan untuk pelajaran umum yang lainya menggunakan kurikulum Diknas Kementerian Pendidikan. Dengan kombinasi dua kurikulum tersebutlah diharapkan siswa dapat memahami ilmu pengetahuan dan agama dengan baik. Kemudian diharapkan menjadi calon-calon penerus pemimpin masa depan dengan memiliki kemampuan akademis yang tinggi, memiliki pemahaman Islam yang menyeluruh,

(26)

memiliki akhlak mulia, memiliki budi pekerti yang baik, memiliki pengetahuan teknologi informasi yang luas, serta bersikap disiplin, mandiri dan bertanggung jawab dalam segala hal.

SMP Azhari Islamic School adalah salah satu sekolah yang di dalamnya mewajibkan seluruh siswanya menghafal Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an hidup di dalam pribadi dan jiwa anak didik. Selama proses sekolah tiga tahun siswa di Azhari wajib menghafal sesuai dengan ketentuan kurikulum yang ada di sekolah, adapun program hafalan ada dua kategori, pertama program hafalan 12 juz, kedua program hafalan 6 juz. Sehingga seiring berjalannya waktu tidaklah semudah yang kita pikirkan dalam menghafal Al-Qur’an, tentunya banyak terjadi kendala- kendala dalam proses menghafal yang perserta didik alami di Azhari, baik dalam hal metode menghafalnya, bacaannya, tajwidnya, kedisplinannya, motivasinya menghafal dan lain sebagainya yang dialami oleh siswa.

Sebab tidak semua yang melanjutkan pendidikannya di Azhari mereka berasal dari MI atau pesantren-pesantren yang mempunyai pengalaman menghafal Al-Qur’an akan tetapi ada banyak juga siswa yang mereka berasal dari sekolah-sekolah SD umum yang sangat minim basic ilmu Agama maupun cara-cara membaca dan menghafal Al-Qur’annya, oleh karena itu dari asal sekolah yang berbeda-beda itulah terdapat perbedaan pula dalam cara dan motivasinya menghafal Al-Qur’an pada diri tiap masing-masing individu sehingga mempengaruhi proses syarat pencapaian kurikulum tahfidznya di Azhari yang wajib 6 juz.

Karena Tahfidz Al-Qur’an merupakan salah satu program unggulan yang wajib bagi seluruh siswa dan termasuk ke dalam kurikulum Al Azhar Cairo Mesir yang ada di SMP Azhari Islamic School Cilandak Lebak Bulus, tentunya seluruh siswa wajib menyetorkan hafalan yang sudah mereka persiapkan sebelumnya kepada guru tahfidznya masing-

(27)

masing di dalam kelas sesuai dengan target program yang ia pilih masing- masing, baik itu hafalan mereka lancar atau justru sebaliknya masih belum lancar, terbata-bata dan tersendat. Dari bermacam-macam kendala dan kesulitan-kesulitan siswa tersebut dalam proses menghafal Al-Qur’an yang wajib mereka hafal untuk memenuhi syarat pencapaian kurikulum yang ada di sekolah SMP Azhari Islamic School Cilandak dengan baik sesuai target kurikulum di sekolah, maka saya terdorong untuk menelitinya dan menjadikannya sebagai bahan penulisan skripsi yang berjudul: “Peran Guru Tahfizh dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-Qur’an Sesuai Pencapaian Kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan permasalahan yang disajikan pada latar belakang masalah tersebut, maka permasalahan penelitian ini dapat penulis identifkasikan sebagai berikut ini:

1. Kurangnya tingkat motivasi menghafal Al-Qur’an di dalam diri siswa.

2. Rendahnya motivasi menghafal siswa disebabkan latar belakang asal pendidikan sekolah yang dulunya berbeda-beda.

3. Perbedaan kemampuan prestasi siswa dalam menghafal yang mempengaruhi proses pencapaian kurikulum tahfidz.

4. Pengaruh tajwid dan kelancaran siswa dalam membaca Al-Qur’an yang kadang masih belum stabil berdampak mempengaruhi kesulitan proses siswa menghafal Al-Qur’an.

5. Pengaruh waktu jam menghafal yang kadang terbatas di kelas membuat siswa masih kesulitan menghafal dan masih ada yang belum bisa untuk mencapai target kurikulum.

(28)

6. Banyaknya siswa yang belum memahami metode menghafal dan mengatur waktu menghafal dengan baik, sehingga berdampak sulit dalam menghafal Al-Qur’an yang mempengaruhi motivasinya.

7. Pentingnya peran guru dalam menumbuhkan dorongan semangat dan motivasi siswa menghafal agar tercapai target kurikulum tahfidz di sekolah.

C. Pembatasan Masalah

Dari berbagai uraian latar belakang dan identifikasi masalah yang penulis sudah uraikan untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis membatasi penelitian ini fokus pada: “Peran Guru Tahfizh dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-Qur’an Sesuai Pencapaian Kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak”.

D. Perumusan Masalah

Dengan memperhatikan pembatasan masalah yang sudah di paparkan tersebut, maka permasalahan yang dibahas dapat penulis rumuskan sebagai berikut yaitu: Bagaimana peran guru tahfizh dalam memotivasi siswa untuk menghafal Al-Qur’an sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian a. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimanakah peran guru tahfizh dalam memotivasi hafalan siswa sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak

(29)

2. Untuk memberikan solusi pada guru tahfizh dalam meningkatkan motivasi perserta didik dalam menghafal Al-Qur’an agar hafalan mereka sesuai dengan pencapaian kurikulum di Sekolah Azhari b. Manfaat Penelitian

Sejalan dengan tujuan penelitian maka penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat:

1. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang luas dalam pendidikan Agama Islam terutama tentang ilmu Al-Qur’an, khususnya bagi para guru dalam bidang tahfizh agar bisa dijadikan sebagai bahan diskusi dan kajian untuk mengembangkan motivasi dan kedisiplinan serta cara-cara dalam mengajar bahwa peran seorang guru sangat besar dalam menunjang keberhasilan perserta didik dalam bidang Al-Qur’an atau menghafalnya.

2. Secara Praktis a. Bagi Peneliti

Penelitian ini semoga bermanfaat sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta wawasan dalam seputar motivasi kedisiplinan menghafal Al-Qur’an.

b. Bagi Para Pembaca

Penelitian ini diharapkan agar berguna sebagai acuan bagi para penghafal atau para pemula menghafalkan Al-Qur’an untuk menambah pengetahuan mengenai faktor penghambat dan faktor yang bisa dilakukan dalam memotivasi kedisiplinan menghafal Al-Qur’an.

(30)

c. Bagi SMP Azhari Islamic School Cilandak

Penelitian ini diharapkan semoga dapat meningkatkan peran bagi Guru tahfizh khususnya dalam memotivasi kedisiplinan para siswa menghafal Al-Qur’an dan bisa meningkatkan kualitas hafalan mereka menjadi lebih baik lagi ke depannya terhadap pencapaian nilai sesuai dengan kurikulum di sekolah.

d. Bagi Masyarakat dan Orang Tua Siswa

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi semangat bagi masyarakat dan segenap para orang tua yang ingin mengembangkan khazanah keilmuan Islam bagi putra dan purtinya terutama dalam bidang Al-Qur’an agar lebih giat dalam mempelajarinya.

F. Tinjauan Pustaka

Untuk mengetahui dan melihat hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini maka penulis melihat ada beberapa sumber penelitian yang relevan dan dapat dijadikan sebagai bahan telaah serta rujukan oleh penulis yang bisa dijadikan acuan dalam penulisan skripsi ini yaitu diantaranya sebagai berikut:

1. Rosyyah Kausarah Kamaliyah, Nim: 12311174 Mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, Fakultas Tarbiyah PAI tahun 2016, menulis skripsi dengan judul “Motivasi Menghafal Al-Qur’an Siswa Berdasarkan Latar Belakang Sekolah (Studi Kasus di SMP Azhari Islamic School Cilandak)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motivasi siswa menghafal Al-Qur’an berpengaruh pada latar belakang sekolahnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan juga menggunakan referensi-referensi yang berkaitan dengan tema

(31)

yang dibahas (library research), penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif analisis, yakni penelitian yang menuturkan dan menganalisa suatu permasalahan yang timbul dalam suatu tempat.

Sedangkan Pengumpulan datanya dilakukan dengan mengunakan metode wawancara mendalam (deep interview), metode dokumentasi, dan metode observasi. Jadi hasil penelitian yang telah diperoleh adalah menunjukkan bahwa siswa lulusan SD Azhari dapat mencapai target menghafal 30 juz, dan siswa yang lulusan non Azhari hanya mencapai target menghafal mayoritas sebanyak 6 juz, ini menunjukan letak perbedaan motivasi menghafal Al-Qur’an antara siswa lulusan SD Al- Azhari dan SD non Azhari. Persamaan skripsi yang akan penulis tulis adalah bahwa skripsi penulis sama-sama membahas tentang motivasi menghafal Al-Qur’an, akan tetapi perbedaannya penulis lebih berfokus pada peran guru tahfizh dalam memotivasi siswa untuk menghafal Al- Qur’an sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak.

2. Ennung Komala Dewi, Nim: 12311154 Mahasiswi Institut Ilmu Al- Qur’an Jakarta skripsi tahun 2016, Fakultas Tarbiyah PAI dengan judul skripsi “Pengaruh Kegiatan One Day With Qur’an Terhadap Motivasi Siswa dalam Menghafal Al-Qur’an (Studi kasus pada sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Azkar Pamulang)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan One Day With Qur’an berpengaruh terhadap motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an. kemudian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (Quantitative Approach) menggunakan analisis data statistik dan bersifat penelitian korelasi yaitu mengabungkan antara variabel X dan variable Y. dalam memperoleh data penulis mengumpulkan nya melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun kesimpulan

(32)

berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditemukan bahwa dari perhitungan angka korelasi antara variabel X dengan Y menggunakan product moment dan setelah memperhatikan besarnya rxy yang diperoleh ialah sebesar 0,267 yang terletak diantara 0,20-0,40 berarti terdapat korelasi atau pengaruh yang lemah atau rendah. Dengan memeriksa tabel nilai r product moment ternyata rhitung lebih besar dari rtabel pada taraf signifikan 5% rxy > rtabel yaitu 0,267 >0,250, sedangkan pada taraf signifikan 1% rhitung lebih kecil dari pada rtabel, sehingga dengan demikian penulis mengambil kesimpulan maka Hipotesa Alternatif diterima atau disetujui, sedangkan Hipotesa Nihil nya ditolak. bahwa kegiatan One Day With Qur’an memberi pengaruh yang cukup terhadap motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Persamaan skripsi yang akan penulis tulis adalah bahwa skripsi penulis sama-sama membahas tentang motivasi menghafal Al-Qur’an, akan tetapi perbedaannya penulis lebih berfokus pada peran guru tahfizh dalam memotivasi siswa untuk menghafal Al-Qur’an sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak.

3. Nida Muflihah, Nim: 13311246 Mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta skripsi tahun 2017, Fakultas Tarbiyah PAI menulis skripsi dengan judul “Peran Guru Tahfizh dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an 30 Juz (Studi Analisa pada Santri Takhassus di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Putri Bojongsari Depok)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perang guru tahfizh dalam meningkatkan motivasi santri pada program menghafal Al-Qur’an 30 juz. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif, adapun langkah-langkah yang ditempun peneliti saat penelitian yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, serta mengumpulkan dokumentasi yang berkaitan dengan

(33)

objek penelitian. Adapun hasil penelitiannya menunjukkan bawa peran guru tahfizh dalam meningkatkan motivasi santri pada program menghafal Al-Qur’an 30 juz ialah, dengan cara menjadi motivator, demonstrator, fasilitator, pengelola kelas, evaluator, memberikan reward kepada santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz memberangkatkan santri umroh ke tanah suci Mekah, serta mengadakan acara wisudah acara tasyakuran. Persamaan skripsi yang akan penulis tulis adalah bahwa skripsi penulis sama-sama membahas tentang motivasi menghafal Al-Qur’an, akan tetapi perbedaannya penulis lebih berfokus pada peran guru tahfizh dalam memotivasi siswa untuk menghafal Al-Qur’an sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak.

4. Miftahul Fitriani, Nim: 13311243 Mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta sikripsi tahun 2017, Fakultas Tarbiyah PAI menulis skripsi dengan judul “Pelaksanaan Ta’zir dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an (Studi kasus di Pondok Pesantren Raudatul Qur’an Jember Jawa Timur)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pelaksanaan ta’zir dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an siswa. seorang guru dalam memberi pengetahuan pada siswa yaitu dengan memberikan hukuman, yang merupakan suatu cara dalam pendidikan yang berfungsi sebagai motivasi siswa dalam peroses pembelajaran. sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif kualitatif, yaitu penelitian ke lapangan untuk memahami dan mengamati fenomena yang sedang terjadi di pesantren tersebut. kemudian teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

Populasi yang diambil penulis dalam penelitian ini seluruh santri

(34)

pondok pesantren Roudhatul Qur’an Balong Kulon berjumlah 66 orang, sedangkan sampel yang diambil oleh peneliti 3 orang dari lembaga SMP dan 3 orang santri dari MA untuk mewakili santri lainnya.

Adapun hasil penelitian ini bahwa dengan mengetahui tata tertib tertulis yang sudah ada dan berjanji untuk mematuhinya dengan ucapan dengan lisan santri sendiri serta bersedia menerima hukuman apapun jika pada suatu saat melanggar peraturan tersebut. santri lebih termotivasi untuk menghafal sehingga perhatian santri terhadap kegiatan pembelajaraan tahfidz Qur’an meningkat. Persamaan skripsi yang akan penulis tulis adalah bahwa skripsi penulis sama-sama membahas tentang motivasi menghafal Al-Qur’an, akan tetapi perbedaannya penulis lebih berfokus pada peran guru tahfizh dalam memotivasi siswa untuk menghafal Al- Qur’an sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak.

5. Lia Minhatul Fauziah, Nim: 13311285 Mahasiswa Institut Ilmu Al- Qur’an Jakarta, Fakultas Tarbiyah PAI tahun 2017, menulis skripsi dengan judul “Strategi Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an Juz 30 Kelas VI di MI. PUI Pasar Salasa Ciampea Bogor)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru tahfidz dalam meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur’an juz 30 kelas VI, karena masa anak-anak adalah masa yang paling efektif untuk menghafal Al-Qur’an untuk mengarahkan mereka tertarik dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya dilakukan dengan menelaah data, mereduksi, menyusun, dan mengategorisasi, kemudian menguji keabsahan data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah antara lain, metode yang

(35)

digunakan oleh guru tahfidz yaitu memberikan hadia bagi siswa yang sudah hafal juz 30 dan memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengikuti kegiatan tahfidz di kelas. Respon siswa terhadap cara tersebut bahwa sebagian besar siswa termotivasi untuk menghafal karena mereka ingin mendapatkan penghargaan berupa piagam dan hadia ketika sudah hafal juz 30. Persamaan skripsi yang akan penulis tulis adalah bahwa skripsi penulis sama-sama membahas tentang motivasi menghafal Al-Qur’an, akan tetapi perbedaannya penulis lebih berfokus pada peran guru tahfizh dalam memotivasi siswa untuk menghafal Al-Qur’an sesuai pencapaian kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak.

Dari kelima tinjauan pustaka yang penulis baca di atas tersebut persamaannya dengan skripsi yang akan penulis tulis adalah bahwa skripsi penulis sama-sama membahas tentang motivasi menghafal Al- Qur’an, akan tetapi perbedaannya penulis lebih berfokus pada “Peran Guru Tahfizh dalam Memotivasi Siswa Untuk Menghafal Al-Qur’an Sesuai Pencapaian Kurikulum di SMP Azhari Islamic School Cilandak”

G. Sistematika Penulisan

Penulisan skripsi ini berpedoman pada buku Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta terbitan tahun 2017. Untuk lebih jelas dalam penelitian ini, maka hasil akhir dari penelitian ini dibagi menjadi 5 bab tiap-tiap bab nya terdiri dari sub-sub rincian, sistematika tersebut adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan

(36)

manfaat penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan.

Bab II Kerangka teori pada bab ini pembahasan yang mencakup landasan teoritis di dalamnya untuk mendukung penulisan skripsi ini yaitu tentang pengertian guru tahfidz, peran seorang guru, pengertian motivai, jenis motivasi, bentuk-bentuk motivasi, pengertian kurikulum, pegertian menghafal Al- Qur’an, keutamaan Al-Qur’an dan penghafalnya, metode dalam menghafal Al-Qur’an, kendala atau faktor penghambat dalam menghafal Al-Qur’an, faktor pendukung dalam menghafal Al-Qur’an, syarat-syarat menghafal, faidah bagipenghafal Al-Qur’an.

Bab III Metodologi penelitian yang berisi tentang uraian menjelaskan secara rinci tentang tahapan-tahapan suatu penelitian dilakukan, yang mencakup yaitu tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, sumber data, jenis data, tekhnik pengumpulan data, populasi dan sampel penelitian, tekhnik analisis data.

Bab IV Hasil Penelitian yang meliputi kajian dan gambaran umum tentang SMP Azhari Islamic School Cilandak Lebak Bulus, analisis data dan hasil penelitian mengenai tahfidz dan peran guru tahfidz dalam memotivasi hafalan siswa sesuai dengan kurikulum tahfidz di SMP Azhari.

Bab V Penutup pada bab ini penjelasan yang mencakup pemaparan akhir dari pembahasan penelitian ini yang berisi kesimpulan dan saran dari penelitian.

(37)

19

BAB II KAJIAN TEORI

A. Peran Guru Tahfidz 1. Pengertian Guru

Dalam pradigma Jawa guru berasal dari kata “gu” dan “ru”

yang berarti “digugu” (dipercaya) dan “ditiru” (dicontoh).

Dikatakan dipercaya karena guru memiliki seperangkat ilmu yang memadai, yang karenanya ia memiliki wawasan dan pandangan yang luas dalam melihat kehidupan ini. Dikatakan dicontoh karena guru memiliki kepribadian yang utuh, yang karenanya segala tindak tanduknya patut dijadikan panutan dan suri teladan oleh perserta didiknya.1

Selanjutnya dalam konteks pendidikan Islam pengertian pendidik atau guru secara etimologi ditemukan beberapa kata dalam Al-Qur’an yang menunjukan kepada pengertian pendidik yaitu mu’allim, mudarris, murabbi, mursyid, muzakki dan mukhlis. Dari beberapa kata tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda sebagai pendidik.2

Guru atau pendidik secara etimologi merupakan orang yang melakukan bimbingan, pengertian ini memberikan kesan bahwa pendidik atau guru adalah orang yang melakukan kegiatan dalam pendidikan.3

Sedangkan secara terminologi pengertian guru menurut Syaiful Bahri Djmarah ialah: “guru adalah figure seorang pemimpin

1 Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm. 90

2 Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), hlm. 102-103

3 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2005), hlm. 49

(38)

atau sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik yang bertujuan untuk membangun kepribadian anak didik menjadi orang berguna bagi agama, bangsa dan negara”.4 Adapun menurut Muhammad Nurdin pengertian guru ialah: “guru dalam Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan seluruh potensinya, baik itu potensi apektif, potensi kognitif, maupun potensi psikomotorik”.5 Dalam dunia pendidikan, istilah guru bukanlah hal yang asing.

Menurut pandangan lama, guru adalah sosok manusia yang patut di gugu dan ditiru. Digugu dalam arti setiap ucapannya dapat dipercaya, ditiru berarti segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat.6 Sedangkan di Indonesia pendidik disebut juga guru yaitu orang yang digurui dan ditiru.

Adapun sebagaimana menurut Hadari Nawawi pengertian guru dalam bukunya Ramayulis Ilmu Pendidikan Islam ialah sebagai berikut:

Guru merupakan orang-orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau di kelas. Lebih khususnya adalah orang yang berkerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang ikut bertanggung jawab dalam membentuk dan membimbing anak-anak mencapai kedewasaan masing-masing, baik kedewasaan jasmani maupun rohani.7

2. Pengertian Tahfizh

Dalam gramatika bahasa Arab (ilmu sharaf), tahfidz adalah kata jadian. Ia merupakan isim mashdar (kata benda abstrak) dari

4 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2010), hlm. 36

5 Muhammad Nurdin, Kiat Menjadi Guru Profesional, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), hlm. 128

6 Sukadi, Guru Powerfull Masa Depan, (Bandung: Kolbu, 2006), hlm. 8

7Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, hlm. 105

(39)

wazan (bentuk kata) fa’ala yufa’ilu taf’iilan, yang dalam disiplin ilmu sharaf disebut ruba’i mazid bi ziyadah al-tadh’iif al-ta’diyah alias kata berbasis empat huruf, yang dari akar katanya telah mendapatkan tambahan huruf berupa tasydid atau penggandaan huruf dengan makna transitif yang berarti membuat orang lain jadi hafal.8 Tahfizh adalah bentuk masdar dari haffazh yang memiliki arti penghafalan dan bermakna proses menghafal. Sebagaimana lazimnya suatu proses menulis suatu tahapan dengan menggunakan tekhnik atau metode tertentu. Tahfizh adalah proses menghafal sesuatu ke dalam ingatan sehingga dapat diucapkan dengan menggunakan metode tertentu. Sedangkan orang yang menghafal Al-Qur’an disebut hafizh atau huffazh dan hamil atau hamalah Al-Qur’an.9

Secara teknis dalam penggunaan sehari-hari, istilah tahfizh memiliki kemiripan dengan istilah ta’lim. Tahfizh juga mempunyai konotasi mengajar, atau lebi tepatnya memberi bimbingan dan tuntunan kepada orang lain (anak didik) supaya dia hafal ilmu, syair ataupun lainnya. Jika dikatakan tahfizh Al-Qur’an maka yang dimaksud ialah “kegiatan memberikan bimbingan dan arahan kepada orang lain (anak didik) untuk menghafal Al-Qur’an” adapun guru mengaji yang menerima setoran anak didik untuk menghafal Al- Qur’an dinamakan muhaffizh Al-Qur’an, sebagai bentuk ajektif atau kata pelaku dari kata tahfizh.10

8 Muhaimin Zen, Tahfidz Al-Qur’an Metode Lauhun, (Jakarta: Transpustaka, 2013), Cet. 1, hlm. 1

9 Deden Makhyaruddin, Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Qur’an, (Bandung:

Mizan Media Utama, 2013), Cet. 1, hlm. 37

10Muhaimin Zen, Tahfidz Al-Qur’an Metode Lauhun, Cet. 1, hlm. 2

(40)

3. Peran Guru

Kehadiran guru dalam proses pembelajaran mempunyai peran yang penting, peran guru itu belum dapat digantikan oleh teknologi apapun, banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi kebiasaan dan keteladanan yang diharapkan dan hasil proses pembelajaraan yang tidak dapat dicapai kecuali melalui pendidik. Demikianlah gambaran betapa pentingnya peran guru dan tanggung jawabnya terutama dalam moral untuk digurui dan ditiru oleh perserta didik. Di sekolah guru menjadi ukuran dan pedoman bagi murud-muridnya, sedangkan di masyarakat seorang guru dipandang sebagai suri tauladan bagi setiap warga masyarakat.11 Peran guru selalu berkembang seiring dengan pradigma pendidikan mutakhir yang sedang berkembang. Sebagai contoh perubahan pradigma pendidikan formal (jalur sekolah) bahwa “guru mengajar, siswa belajar” sehingga menjadi “guru membelajarkan perserta didik” dan “siswa sebagai objek didik” sehingga menjadi

“subjek didik”. Hal tersebut jelas menuntut perubahan peran guru sebagai seorang “pengajar” yang peranannya lebih menonjol pada transfer of knowledge dan transmisi kebudayaan.12

Menurut Ramayulis yang di kutip oleh Kompri bahwa sebagai seorang guru ia diberikan kewenangan dalam menjalankan tugasnya. Adapun tugas-tugas guru sebagai tanggung jawab diantaranya yaitu sebagi berikut:

a. Sebagai pembimbing, guru harus membawa perserta didik ke arah kedewasaan berpikir dan kreatif serta inovatif.

b. Sebagai penghubung, antara sekolah dan masyarakat dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah prinsip kerja sama dan

11Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, hlm. 123

12 Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Juli 2016), Cet. 2, hlm. 40-41

(41)

bahu membahu dalam menciptakan akses edukatif bagi perserta didik.

c. Sebagai penegak disiplin, guru harus menjadi contoh dalam melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan oleh sekolah.

d. Sebagai administrator, seorang guru harus pula mengerti dan melaksanakan urutan tata usaha terutama yang berhubungan dengan administrasi pendidikan.

e. Sebagai suatu profesi, seorang guru harus berkerja profesional dan menyadari benar-benar perkerjaan sebagai amanah dari Allah SWT.

f. Sebagai perencanaan kurikulum, maka guru harus berpartisipasi aktif dalam setiap penyusunan kurikulum, karena ia lebih tahu kebutuhan perserta didik dan masyarakat tentang masalah keagamaan.

g. Sebagai pekerja yang memimpin, guru harus berusaha membimbing perserta didik dalam pengalaman belajar.

h. Sebagai fasilitator pembelajaraan, guru bertugas membimbing dalam mendapatkan pengalaman belajar, memonitor kemajuan belajar, membantu kesulitan belajar.

i. Sebagai motivator, guru harus dapat memberikan dorongan dan niat yang ikhlas karena Allah SWT. dalam belajar.

j. Sebagai organisator, guru harus dapat mengorganisasi kegiatan belajar perserta didik, baik di sekolah maupun itu di luar sekolah.

k. Sebagai manusia sumber, maka guru harus menjadi sumber nilai keagamaan dan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perserta didik.

l. Sebagai manajer, guru harus berpartisipasi dalam menajemen pendidikan di sekolahnya, baik itu yang bersipat kurikulum maupun lain sebagainya.13

Guru berkewajiban untuk menciptakan out put pendidikan yang berkualitas, yaitu siswa. Untuk itu tugas seorang guru tidaklah ringan, karena cakupannya berhubung dengan manusia bukan benda.

Disaat berhadapan dengan perserta didik maka perkataan dan perlakuan seorang guru sebagai pendidik merupakan wahana belajar anak didik yang patutu untuk dicontoh dan dijadikan suri tauladan.

13 Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, Cet. 2, hlm. 45-46

(42)

Adapun berikut ini akan dijelaskan beberapa peran guru yang paling dominan dalam pembelajaran perserta didik menurut Kompri dalam bukunya Motivasi Pembelajaraan Persepektif Guru dan Siswa ialah sebagai berikut:

a. Guru Sebagai Pendidik

Predikat guru sebagai pendidik lebih kental dibanding sebagai pengajar atau pelatih. Para siswa lebih diarahkan menjadi manusia yang taat pada sang maha pencipta, sopan, tunduk pada hukum dan ada istiadat. Meskipun hal ini tampaknya kurang rasional, namun hasilnya lebih berkualitas dalam segi pencapaian menjadi “manusia yang utuh”.

b. Guru Sebagai Fasilitator

Yaitu guru mengusahakan berbagai sumber belajar yang menunjang pencapaian tujuan pembelajaran.

c. Guru Sebagai Pembimbing

Dalam artian mengusahakan kemudahan anak untuk belajar.

Peran guru seperti inilah yang disebut membelajarkan perserta didik.

d. Guru Sebagai Mediator

Yaitu guru yang kreatif memilih dan menggunakan media pembelajaraan yang tepat.

e. Guru Sebagai Pengelola Kelas

Yaitu guru mengusahakan terciptanya kondisi belajar di kelas secara optimal.

f. Guru Sebagai Motivator

Yaitu lebih banyak memberikan dorongan semangat terhadap belajar siswa, sehingga siswa lebih bergairah untuk belajar atas dorongan diri sendiri dan mereka menjadi sadar bahwa belajar adalah demi kepentingan masa depan dirinya.

g. Guru Sebagai Evaluator

Yaitu guru mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa serta proses pembelajaraan oleh guru sendiri dalam rangka memperoleh balikan yang dapat digunakan untuk merevisi strategi pembelajaraan yang lebih tepat.14

h. Guru Sebagai Demonstrator

Melalui perannya sebagai demonstrator, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkan dalam arti

14Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, Cet. 2, hlm. 41-42

(43)

meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya. Karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.15

Guru merupakan orang yang paling penting statusnya dan bertanggung jawab atas semua proses pembelajaraan, terutama mengelola dan menguasai kelas, serta membina siswa dengan baik sehingga suasana di kelas menjadi kondusif. Guru dianggap memiliki peran srategis dalam memperoleh hasil belajar anak didik.

Melalui guru transformasi nilai ilmu pendidikan dan lainnya berlangsung optimal, guru salah satu penggerak dan pelaksana dalam kegiatan pembelajaraan di sekolah. Guru adalah seseorang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan perserta didik, baik secara individu maupun secara klasikal, baik di sekolah maupun di luar sekolah ia tetap berusaha untuk mencerdaskan perserta didiknya, menghilangkan ketidak tahuan dan mengajarkan nilai-nilai kebenaran kepada perserta didik.16

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian guru tahfizh adalah orang yang bertanggung jawab dalam membimbing, mengarahkan, mengajarkan, menuntun dan memberikan ilmu yang ia miliki untuk diajarkan kepada peserta didik dalam mengajarkan Al-Qur’an, baik itu menghafal atau membacanya sehingga peserta didik bisa menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid agar perserta didik dapat mencapai keinginannya sesuai dengan tujuan, kehadiran guru juga sebagai pendorong dalam meningkatkan kedisiplinan serta motivasi siswa dalam belajar.

15 Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 9

16Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, Cet. 2, hlm. 46-47

(44)

B. Motivasi

1. Pengertian Motivasi

Adapun mengenai pengertian motivasi Pupuh Faturrohman dan M. Sobry Sutikno mengemukakan bahwa: “motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan, bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan)”.17 Motivasi juga merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Kemudian dalam kegiatan belajar dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberi arah kegiatan belajar sehingga diharapkan tujuan yang ada dapat tercapai.18

Menurut Hamzah B. Uno mengemukakan; “Motivasi adalah dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya”.19

Menurut Ely Manizar mengemukakan bahwa motivasi berarti daya penggerak dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

Dengan demikian yang dimaksud motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arahan pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh siswa tercapai.20

17 Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Refika Aditama, 2014), hlm. 19

18 Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, hlm. 19

19 Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 3

20 Ely Manizar, Pengantar Psikologi Pendidikan, (Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2008), hlm. 81

(45)

Menurut Rohmalina Wahab mengemukakan bahwa:

“motivasi adalah keseluruhan dorongan, keinginan, kebutuhan dan daya yang sejenis menggerakan perilaku. Dan motivasi juga menimbulkan faktor-faktor tertentu di dalam organisme yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku menuju sasaran”. 21 Lebih lanjut Oemar Hamalik mengemukakan pengertian motivasi yang dikutip oleh Rohmalina Wahab bahwa: “motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya apektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan”.22

Menurut Sardiman mengemukakan pendapatnya bahwa:

“motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka tersebut”.23

Banyak sekali teori yang mengemukakan motivasi, adapun berikut menurut kamus umum bahasa Indonesia disebutkan bahwa motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, atau usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya.24

21 Rohmalina Wahab, Psikologi Pendidikan, (Palembang, IAIN Raden Fatah Press, 2008), hlm. 149

22Rohmalina Wahab, Psikologi Pendidikan, hlm. 149

23 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2014), Cet. 22, hlm. 75

24Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, Cet. 2, hlm.1

(46)

Motivasi juga dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik), maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki oleh individu akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, berkerja, maupun kehidupan yang lainnya.25

Mengingat motivasi merupakan motor penggerak dalam perbuatan, maka bila ada anak didik yang kurang memiliki motivasi di dalam dirinya diperlukan dorongan dari luar agar anak didik termotivasi dalam belajar. Disini diperlukan pemanfaatan bentuk- bentuk motivasi secara akurat.26

Dari beberapa pengertian di atas dapat disipulkan bahwa motivasi adalah suatu dorongan penggerak yang timbul dalam diri manusia, baik itu berasal dari dorongan orang lain maupun dalam dirinya sendiri sehingga dapat perubahan dan membangkitkan gairah serta semangat seseorang untuk melakukan segala aktivitas dalam mencapai tujuan dan cita-cintanya tertentu.

2. Jenis-Jenis Motivasi

Menurut Hamzah B. Uno motivasi membagi motivasi menjadi dua jenis yaitu:

a. Motivasi Intrinsik

Yaitu motivasi yang muncul dari dalam diri, seperti minat dan keingin tahuan. Sehingga seseorang tidak lagi termotivasi oleh bentuk-bentuk insentif atau hukuman. Motivasi intrinsik

25Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, Cet. 2, hlm. 3

26 Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2011), hlm. 200

(47)

mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu apabila ia menyenangi kegiatan itu, maka termotivasi untuk melakukan kegiatan tersebut. Jika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, maka orang tersebut akan mencoba melakukan kegiatan tersebut.27

Menurut Rohmalina Wahab bahwa: “motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu tersebut sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”.28

Sedangkan menurut Fufuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno mengemukakan bahwa: “motivasi intrinsik ini suatu jenis motivasi yang timbul dari dalam individu sendiri tampa ada paksaan dari dorongan orang lain, namu atas dasar kemauan sendiri”.29 Adapun menurut Sumardi Suryabrata dalam bukunya Kompri mengemukakan bahwa: “motivasi intrinsik yaitu motif- motif yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Memang dari dalam diri individu sendiri telah ada dorongan itu. Misalnya orang gemar membaca tidak usah ada yang mendorongnya ia telah mencari sendiri buku-buku untuk dibacanya”.30

b. Motivasi Ekstrinsik

Yaitu motivasi yang disebabkan oleh keinginan untuk menerima ganjaran atau menghindari hukuman, motivasi yang terbentuk oleh faktor-faktor eksternal baik berupa ganjaran ataupun hukuman.31

27Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, hlm. 7

28 Rohmalina Wahab, Psikologi Pendidikan, hlm. 150

29Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, hlm. 19

30Kompri, Motivasi Pembelajaraan Perspektif Guru dan Siswa, Cet. 2, hlm. 6

31Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, hlm. 8

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesantunan direktif tuturan guru untuk memotivasi siswa dalam amanat pembina upacara di SMP N 1 Karangdowo ada 5 tipe

Abstrak: Menghafal Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang mudah tetapi bukan pula suatu hal yang tidak mungkin, sebab pada zaman Nabi telah banyak orang yang menghafal Al-Qur’an.

Hasil Kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus di SMP Al-Azhaar Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dalam Menghafal Al- Qur‟an Melalui Metode yang Diterapkan Guru PAI

(3) Untuk mendeskripsikan hasil kemampuan anak berkebutuhan khusus di SMP Al-Ahzar Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dalam menghafal Al- Qur‟an melalui

Menghafal Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang mudah tetapi bukan pula suatu hal yang tidak mungkin, sebab pada zaman Nabi telah banyak orang yang menghafal

PERAN GURU DALAM MEMOTIVASI SISWA YANG KESULITAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PKN DI KELAS VIII SMP NEGERI 6

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan menghafal ayat-ayat al-Qur`an pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa di

Penegakan sikap kedisiplinan sudah sering kita alami, namun sering kali kita mengabaikan bahkan tidak peduli dengan kedisiplinan tersebut. SMP Negeri 2 Kartasura