• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Dasar Pengembangan Kurikulum

N/A
N/A
Risna Inna

Academic year: 2024

Membagikan "Prinsip Dasar Pengembangan Kurikulum"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengenbangan Kurikulum PAI Semester V Program Studi Pendidikan Agama Islam

Oleh:

KELOMPOK I WILDANA MUSRIL

862082021074

ANDI NUHALIZAH SAPUTRI 862082021075

SUBHAN 862082021086

RISNA 862082021093

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BONE

2023

(2)

ii

KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Prinsip Dasar Pengembangan Kurikulum". Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang senantiasa ikhtiar di jalan Allah SWT.

Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Pengembangan Kurikulum PAI. Penulisan ini dilakukan sebagai bahan pelajaran kepada siapa saja yang membacanya, serta terlebih kepada kami yang membuatnya. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Watampone, 7 November 2023

Kelompok I

(3)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan Penulisan 2

BAB II PEMBAHASAN 3

A. Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum 3

B. Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum 5

C. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 6

BAB III PENUTUP 12

A. Kesimpulan 12

B. Saran 12

DAFTAR PUSTAKA 13

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, misalnya : perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang.

Seperti: politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur-unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.

Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Dalam proses pengembangan kurikulum banyak unsur-unsur yang harus diperhatikan mulai dari landasan, dasar-dasar, prinsip-prinsip, dan lain sebagainya. Dalam makalah ini akan membahas mengenai tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari prinsip pengembangan kurikulum?

2. Apa saja sumber-sumber prinsip pengembangan kurikulum?

3. Apa saja macam-macam prinsip pengembangan kurikulum?

(5)

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian dari prinsip pengembangan kurikulum.

2. Untuk mengetahui sumber-sumber prinsip pengembangan kurikulum.

3. Untuk mengetahui macam-macam prinsip pengembangan kurikulum.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prinsip adalah asas kebenaran yang menjadi pokok berfikir, bertindak dan sebagainya. Secara gramatikal, prinsip berarti dasar, keyakinan dan pendirian. Makna prinsip ini menunjukkan bahwa prinsip itu memiliki fungsi yang sangat penting dalam kaitannya dengan keberadaan sesuatu.(Baharuddin, Hasan, 2017)

Kata pengembangan yang biasa diartikan adalah perubahan, pembaharuan, perluasan dan sebagainya. Dalam arti yang lazim. "pengembangan berarti menunjuk pada suatu kegiatan yang menghasilkan cara baru setelah diadakan penilaian serta penyempurnaan seperlunya. Jadi yang dimaksud dengan pengembangan adalah penyusunan, pelaksanaan, penilian dan penyempurnaan.

Pengembangan kurikulum oleh Oemar Hamalik, didefinisikan sebagai perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang di inginkan dan menilai sampai di mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa.(Oemar, 2008) Sedangkan Dakir menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum ialah proses mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.(Dakir, 2010)

Istilah pengembangan kurikulum sebagaimana disebut di atas mencakup dimensi yang luas. Pengembangan kurikulum merupakan istilah yang komprehensif, yang meliputi perencanaan, implementasi. dan evaluasi.

Perencanaan kurikulum yaitu langkah terdepan dalam membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan rencana yang akan dipakai oleh guru dan siswa. Penerapan

(7)

kurikulum atau yang biasa disebut implementasi kurikulum berupaya memindahkan perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum adalah tahap akhir pengembangan kurikulum untuk melihat sejauh mana hasil pembelajaran, tingkat pencapaian program yang direncanakan, dan hasil dari kurikulum tersebut. Pengembangan kurikulum bukan hanya melibatkan orang-orang yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan, tetapi juga melibatkan banyak individu, seperti politisi, wirausahawan, orang tua siswa, dan elemen masyarakat lainnya yang merasa tertarik dengan pendidikan. Prinsip- prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada intinya ada lah aturan atau undang-undang yang akan menginspirasi kurikulum.(Kamal, 2014)

Pada dasarnya pengembangan kurikulum adalah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi dan memahami masa depannya dengan baik sebagai anak dan generasi penerus bangsa.

Dari beberapa pernyataan di atas pemakalah menyimpulkan bahwa prinsip pengembangan kunkulum merupakan berbagai hal mendasar yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam menentukan berbagai tindakan yang terkait dengan pengembangan kurikulum.

Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan.

Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktifitas pendidikan demi tercapainya tujuan- tujuan pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup dan uraian isi serta proses pendidikan. Kurikulum dalam sistem persekolahan merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kurikulum yang baik harus selalu berubah dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, peserta didik maupun lembaga penddikan itu sendiri.

(8)

5

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum tidaklah bersifat statis.

Kurikulum dapat diubah maupun dimodifikasi secara dinamis mengikuti arah perkembangan zaman. Proses mengubah dan memodifikasi ini dinamakan proses pengembangan. Dalam kajian ini dipahami bahwa kegiatan pengembangan adalah penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaaan kurikulum. Istilah pengembangan menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru. Selama kegiatan tersebut, penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan. Apabila setelah mengalami penyempurnaan penyempurnaan, akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup mantap untuk digunakan seterusnya, maka berakhirlah kegiatan pengembangan tersebut.(Syafaruddin, 2017)

B. Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum

Dalam kajian tentang sumber-sumber prinsip pengembangan kurikulum. Peter F. Oliva mengemukakan bahwa pada prinsip pengembangan kurikulum ada 4 sumber yang menjadi acuan sebuah pengembangan kurikulum: yaitu data empiris (empirical data), data hasil penelitian (experimental data), kisah rakyat (folkfore curriculum) yang menyangkut tentang keyakinan masyarakat dan nilai-nilai yang ada di dalamnya, serta pemahaman bersama atau pengertian umum yang ada dalam suatu masyarakat (common sense).(Oliva, 1992)

Berdasarkan sumber-sumber pengembangan yang dikemukakan di atas, dapat dikategorikan bahwa hanya ada 2 sumber yang menjadi prinsip pengembangan kurikulum yaitu sumber ilmiah dan sumber non ilmiah. Sumber ilmiah didapat dari data-data dari kegiatan yang bersifat ilmiah seperti halnya penelitian, data- data empiris tentang kelemahan dan kekurangan kurikulum sebelumnya, informasi faktual dan sebagainya. Sedangkan sumber non ilmiah didapat dari hal- hal yang bersifat non ilmiah seperti cerita rakyat, legenda, mitos dan sebagainya yang telah menjadi keyakinan umum oleh suatu masyarakat dan memiliki nilai- nilai tertentu di dalamnya.

(9)

Sedangkan menurut Sukmadinata dalam bukunya Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, menyebutkan beberapa sumber pengembangan kurikulum diantaranya ialah:

1. Kehidupan dan pekerjaan orang dewasa, di mana isi kurikulum disesuaikan sebagai persiapan anak untuk menjalani kehidupan dan pekerjaan orang dewasa.

2. Budaya masyarakat, termasuk di dalamnya semua disiplin ilmu yang ada sebagai pengetahuan ilmiah, nilai-nilai, perilaku, benda material dan unsur kebudayaan lainnya.

3. Anak, sebagai pusat atau sumber kegiatan pembelajaran. Perhatian dalam menyusun pengembangan kurikulum bukan sesuatu yang akan diberikan pada anak tapi bagaimana potensi yang ada pada anak dapat dikembangkan secara optimal.

4. Pengalaman penyusunan kurikulum sebelumnya, baik sesuatu yang negatif maupun hasil evaluasi positif atas pelaksanaan kurikulum sebelumnya.

5. Tata nilai di masyarakat, termasuk nilai-nilai apa saja yang akan diajarkan di sekolah atau dalam pelaksanaan kurikulum.

6. Kekuasaan sosial-politik tertentu termasuk lembaga, arah kebijakan dan produk-produk politik berupa peraturan perundang- undangan yang berlaku.(Syaodih Sukmadinata, 2007)

C. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan prinsip- prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di lembaga pendidikan sangat dimungkinkan untuk menggunakan prinsip yang berbeda dari kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lain, sehingga akan ada banyak prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum.

Nana Syaodih Sukmadinata mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibagi ke dalam dua kelompok: (1) prinsip- prinsip

(10)

7

umum, yaitu sebuah prinsip yang diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari gabungan komponen- komponen yang membangunnya. (2) prinsip-prinsip khusus, yaitu: prinsip berkenaan dengan mengembangkan komponen tujuan pendidikan, isi kurikulum, pemilihan proses belajar mengajar, pemilihan media dan alat pelajaran, dan komponen kurikulum yang lainnya.

Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam seluruh pengembangan kurikulum dimanapun. Sedangkan prinsip khusus artinya hanya berlaku ditempat tertentu dan situasi tertentu.

Prinsip umum dimaknai sebagai prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari gabungan komponen- komponen yang membangunnya. Adapun penjabaran prinsip-prinsip umum ialah sebagai berikut:

1. Prinsip Relevansi

Relevansi memiliki makna sesuai atau serasi. Jika mengacu pada prinsip relevansi, setidaknya kurikulum harus memperhatikan aspek internal dan eksternal. Secara internal, kurikulum memiliki relevansi antara komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi, dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal komponen itu memiliki relevansi dengan tuntutan sains dan teknologi (relevansi epistemologis), tuntutan dan potensi siswa (relevansi psikologis), serta tuntutan dan kebutuhan pengembangan masyarakat (relevansi sosiologis).(Soetopo, Hendyat, 1986)

Oleh sebab itu, dalam membuat kurikulum harus memperhatikan kebutuhan lingkungan masyarakat dan siswa di sekitarnya, sehingga nantinya akan bermanfaat bagi siswa untuk berkompetisi di dunia kerja yang akan datang. Dalam realitanya prinsip di atas memang harus betul-betul diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Dan yang tidak kalah penting harus sesuai dengan perkembangan teknologi sehingga mereka selaras dalam upaya membangun negara.

(11)

Dalam pengembangan kurikulum yang juga menjadi keharusan bagi lembaga pendidikan dalam memberikan bahan pelajaran atau bahan ajar bagi peserta didik adalah memahami kondisi lingkungan perserta didik, baik itu di lingkungan perkotaan ataupun di pedesaan, hal ini harus dilakukan oleh lembaga pendidikan agar apa yang menjadi tujuan pendidikan tercapai.

2. Prinsip Fleksibilitas

Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang, disini dan di tempat lain, bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal- hal yang solid, tetapi dalam pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan, dan latar belakang.

Dalam prinsip fleksibilitas ini dimaksudkan bahwa, kurikulum harus memiliki fleksibilitas. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal- hal yang solid, tetapi dalam implementasinya dimungkinkan untuk menyesuaikan penyesuaian berdasarkan kondisi regional. Waktu dan kemampuan serta latar belakang anak. Kurikulum ini mempersiapkan anak- anak untuk saat ini dan masa depan. Kurikulum tetap fleksibel di mana saja, bahkan untuk anak-anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda, pengembangan kurikulum masih bisa dilakukan. Kurikulum harus menyediakan ruang untuk memberikan kebebasan bagi pendidik untuk mengembangkan program pembelajaran. Pendidik dalam hal ini memiliki kewenangan dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan minat, kebutuhan siswa dan kebutuhan bidang lingkungan mereka.(Mansur, 2016) 3. Prinsip Kontinuitas

Perkembangan dan proses pembelajaran berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus atau terhenti oleh karena itu pengalaman-pengalaman yang disediakan kurikulum hendaknya

(12)

9

berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya, antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang yang lain, juga dengan jenjang pendidikan dengan pekerjaan. Perkembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama, perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembangan kurikulum pendidikan dasar dengan pendidikan mengengah dan juga pendidikan tinggi.(Setiadi, 2020)

4. Prinsip Efisiensi

Peran kurikulum dalam ranah pendidikan adalah sangat penting dan bahkan vital dalam proses pembelajaran, ia mencakup segala hal dalam perencanaan pembelajaran agar lebih optimal dan efektif. Dewasa ini, dunia revolusi industri menawarkan berbagai macam perkembangan kurikulum yang dilahirkan oleh para ahli dari dunia barat. Salah satu pengembangan kurikulum yang dipakai oleh pemerintah Indonesia untuk mecapai sebuah cita-cita bangsa yaitu mengoptimalkan kecerdasan anak-anak generasi penerus bangsa untuk memilki akhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur.

Efisiensi adalah salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum, sehingga apa yang telah direncanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika sebuah program pembelajaran dapat diadakan satu bulan pada satu waktu dan memenuhi semua tujuan yang ditetapkan, itu bukan halangan. Sehingga Siswa dapat mengimplementasikan program pembelajaran lain karena upaya itu diperlukan agar dalam pengembangan kurikulum dapat memanfaatkan sumber daya pendidikan yang ada secara optimal, cermat, dan tepat sehingga hasilnya memadai.(Soetopo, Hendyat, 1986)

5. Prinsip Efektivitas

Mengembangkan kurikulum pendidikan perlu mempertimbangkan prinsip efektivitas, yang dimaksud dengan efektivitas di sini adalah sejauh mana rencana program pembelajaran dicapai atau diimplementasikan. Dalam prinsip ini ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: efektivitas mengajar

(13)

guru dan efektivitas belajar siswa. Dalam aspek mengajar guru, jika masih kurang efektif dalam mengajar bahan ajar atau program, maka itu menjadi bahan dalam mengembangkan kurikulum di masa depan, yaitu dengan mengadakan pelatihan, workshop dan lain-lain. Sedangkan pada aspek efektivitas belajar siswa, perlu dikembangkan kurikulum yang terkait dengan metodologi pembelajaran sehingga apa yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan metode yang relevan dengan materi atau materi pembelajaran.

Sedangkan prinsip khusus, sebagaimana dikemukakan oleh Sukmadinata mencakup lima hal, yakni; prinsip penentuan tujuan pendidikan, pemilihan isi pendidikan, pemilihan proses belajar mengajar, pemilihan media dan alat pengajaran, serta berkenaan dengan penilaian.(Syaodih Sukmadinata, 2007) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut:

1. Prinsip penentuan tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum dan khusus.

Dalam perumusan tujuan pendidikan, didasarkan pada sumber-sumber, seperti; ketentuan dan kebijakan pemerintah, survei mengenai persepsi masyarakat tentang kebutuhan mereka, survei tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu, survei tentang kualitas sumber daya manusia, serta pengalaman negara lain dalam menghadapi masalah yang sama.

2. Prinsip pemilihan isi pendidikan/kurikulum

Dalam menentukan isi kurikulum, beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan dasar acuan ialah; diperlukan penjabaran tujuan pendidikan ke dalam perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana, isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis, maksudnya ketiga ranah belajar tersebut diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar.

3. Prinsip pemilihan proses belajar mengajar

(14)

11

Dalam proses belajar mengajar, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini; kecocokan metode/teknik belajar mengajar untuk mengajarkan bahan pelajaran, variasi metode/teknik dalam proses belajar mengajar terhadap perbedaan individu siswa, serta keefektifan metode/teknik dalam mengaktifkan siswa dan mendorong berkembangnya kemampuan baru.

4. Prinsip pemilihan media dan alat pengajaran

Dalam proses pemilihan media dan alat pengajaran, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini: kegiatan perencanaan dan inventaris terhadap alat/media apa saja yang tersedia, serta pengorganisasian alat dalam bahan pembelajaran, baik dalam bentuk modul atau baku paket.

5. Prinsip berkenaan dengan penilaian

Penilaian merupakan proses akhir dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam proses penilaian belajar, setidaknya mencakup tiga hal dasar yang harus diperhatikan, yakni; pertama, merencanakan alat penilaian. Hal yang harus diperhatikan dalamn fase ini ialah penentuan karakteristik kelas dan usia, bentuk tes/ujian, dan banyaknya butir tes yang disusun. Kedua, menyusun alat penilaian. Langkah-langkahnya adalah dengan merumuskan tujuan pendidikan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, mendeskripsikan dalam bentuk tingkah laku siswa yang dapat diamati, menghubungkan dengan bahan pelajaran, serta menuliskan butir-butir tes.

Ketiga, mengelola hasil penilaian. Prinsip yang perlu diperhatikan ialah norma penilaian yang digunakan dalam pengelolaan hasil tes serta penggunaan skor standard.

(15)

12 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

1. Prinsip pengembangan kurikulum merupakan berbagai hal mendasar yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam menentukan berbagai tindakan yang terkait dengan pengembangan kurikulum.

2. Ada 4 sumber yang menjadi acuan sebuah pengembangan kurikulum: yaitu data empiris (empirical data), data hasil penelitian (experimental data), kisah rakyat (folkfore curriculum) yang menyangkut tentang keyakinan masyarakat dan nilai-nilai yang ada di dalamnya, serta pemahaman bersama atau pengertian umum yang ada dalam suatu masyarakat (common sense).

3. Macam-macam pengembangan kurikulum ada dua yaitu prinsip umum dan khusus. Adapun prinsip umum pengembangan kurikulum yaitu: prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip efensiensi, dan prinsip efektifitas. Sedangkan prinsip khusus ialah : prinsip penentuan tujuan pendidikan, pemilihan isi pendidikan, pemilihan proses belajar mengajar, pemilihan me dia dan alat pengajaran, serta berkenaan dengan penilaian.

B. Saran

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan- kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sagat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

(16)

13

DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin, Hasan, D. (2017). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Pustaka Nurja.

Dakir. (2010). Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Bumi Aksara.

Kamal, M. (2014). Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas.

Mansur, R. (2016). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural (Suatu Prinsip-Prinsip Pengembangan). Jurnal Pendidikan Islam, 1, no. 2. Diakses 07 November 2023

Oemar, H. (2008). Manajemen Pengembangan Kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Oliva. (1992). Peter F.Developing The Curriculum United States: Harper Collins Publishers.

Setiadi, B. dkk. (2020). Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. Khazanah Pendidikan Jurnal Ilmiah Kependidikan, Vol. XIV,. Diakses 07 November 2023

Soetopo, Hendyat, dkk. (1986). Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum: Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Bina Aksara.

Syafaruddin, dkk. (2017). Manajemen Kurikulum. Medan Perdana Publishing.

Syaodih Sukmadinata, N. (2007). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.

Bandung, Remaja Rosdakarya.

Referensi

Dokumen terkait

Prinsip pengembangan kurikulum menunjuk pada pengertian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum khusus yang dimaksud adalah: prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip yang berkenaan dengan isi pendidikan, prinsip berkenaan

Oliva mengemukakan bahwa pada prinsip pengembangan kurikulum paling tidak ada 4 (empat) sumber yang menjadi acuan sebuah pengembangan kurikulum yaitu data empiris

Oleh karena itu, dalam implementasi Kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan Prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan

Menurut Sukmadinata (2000:150-151) menjelaskan bahwa terdapat lima prinsip umum pengembangan kurikulum, pertama prinsip relevansi artinya prinsip kesesuaian, kedua prinsip

o IPTEK Kriteria penilaian : ketepatan meringkas dan menjelaskan Penilaian: bentuk non- test: tulisan dan makalah 10 dan 11 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yaitu

Makalah ini membahas tentang tinjauan sosiologis dalam pengembangan

Makalah ini membahas tentang proses manajemen pengembangan kurikulum