• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Kolaborasi CGP Angkatan 11 Lampung Selatan

N/A
N/A
Widuri Suci Agustiah

Academic year: 2024

Membagikan "Ruang Kolaborasi CGP Angkatan 11 Lampung Selatan"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Ruang Kolaborasi Modul 1.1

“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”

Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD

CGP Angkatan 11

Lampung Selatan

(2)

FASILITATOR PENGAJAR PRAKTIK

Lilis Suryani, M.Pd Herlina Yuniarti, S.Pd.,Gr

(3)

INILAH ANGGOTA KAMI

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11

Desi Herliyanti, S.Pd SDN 2 PANCA TUNGGAL

Widuri Suci, S.Pd., Gr SMAN 1 KATIBUNG

Agus Rahman, S.Pd SDN 1 HAJIMENA

Fitri Mailani S.Pd SMPN 1 TANJUNG SARI

Destika Yanti S.Pd SMPN 2 TANJUNG SARI

(4)

Tujuan Pembelajaran

Peserta mampu menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid

sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat

(5)

Pertanyaan Diskusi

Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD?

Pertanyaan 1

Pertanyaan 2

Pertanyaan 3

Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai

anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?

Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan.

(6)

Konteks Sosio Kultural Di Daerah Lampung

“ Tradisi Adat Belangiran”

Dengan Pemikiran KHD

Kearifan Budaya Lokal

Masyarakat Adat Lampung

(7)

Sejarah

“ Tradisi Adat Belangiran”

Belangiran adalah tradisi menyucikan diri dengan mandi di sungai atau kali menyambut bulan Ramadan. Belangiran berasal dari kata langir yang berarti mandi dalam hal ini berarti mandi suci atau mandi bersama untuk bersuci atau mandi taubat.

Belangiran merupakan tradisi yang bertujuan menyucikan hati atau jiwa dan raga sebagai bekal memasuki bulan suci Ramadan agar tidak mengotori bulan yang penuh dengan kesucian dan keberkahan. Harapannya, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk dan memperat tali silahturahmi antar sesama warga

(8)

Sejarah

“ Tradisi Adat Belangiran”

Dalam pelaksanaannya, Belangiran dilakukan dengan cara mandi bersama di sungai. Namun, mandi yang dilakukan bukanlah mandi biasa, melainkan mandi yang disyaratkan dengan beberapa peralatan ritual, seperti air langir, bunga tujuh rupa, setanggi, dan daun pandan.

Ritual mandi suci ini dipercaya dapat membersihkan diri dari segala dosa dan kotoran, sehingga umat muslim dapat menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan suci.

Selain itu, Belangiran juga menjadi ajang untuk berkumpul dan saling berbagi antar sesama warga. Upacara ini juga menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

(9)

Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda 1 yang sejalan dengan pemikiran KHD?

Tradisi Adat Belangiran

Kaitan antara konteks lokal tradisi Adat Belangiran Dan pemikiran KHD Dalam Pembelajaran Yaitu :

Religi 1.

Gotong Royong 2.

Kekeluargaan 3.

Penghormatan Leluhur

4.

(10)

Pemikiran KHD Yang Dapat Dikontekstualkan Sesuai 2.

Dengan Nilai Luhur Kearifan Budaya Yang Relevan

(11)

RELIGI

Kegiatan Tradisi Adat Belangiran Berkaitan dengan Nilai Religi hal ini dikarenakan Pelaksanaan Kegiatan Menjelang Bulan Suci

Ramadhan , Sebelum Kegiatan Dilaksanakan dilakukan prosesi Doa Bersama

GOTONG ROYONG

Nilai Gotong Royong Terlihat dalam tradisi adat belangiran merupakan salah satu nilai karakter yang relevan diterapkan di satuan pendidikan sebagai karakter yang harus dimiliki murid . Pada Kurikulum merdeka dalam kegiatan P5 tentunya karakter gotong royong harus dilaksanakan

(12)

KEKELUARGAAN

Asas kekeluargaan pada kegiatan tersebut sangat yerlihat yaitu tradisi tersebut kolaborasi berbagai unsur masyarakat , perangkat adat kampung , sesepuh desa (pekon) dan setiap

masyakat diminta kontribusinya untuk sumbangan makanan dan tenaga dan adanya acara Cuak Mengan (Makan Bersama)

PENGHORMATAN PADA LELUHUR

Pada tradisi adat Belangir penghormatan pada leluhur sangat terlihat

yaitu memnghormati yang lebih tua (sepuh) Adat maupun Desa dan Tidak melupakan sejarah.

(13)

kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di 3.

kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI LUHUR DI SATUAN PENDIDIKAN

Nilai-nilai yang terkandung dari kegiatan Tradisi Adat Belangiran harus benar-benar

disosialisasikan dan diterapkan dikehidupan sehari-hari. Untuk konteks di satuan pendidikan bisa berupa :

RELIGI : Adanya Pembacaan Doa sebelum dan sesudah belajar , Pembacaan ayat Kursi , Sholat Dhuha , Jumat Berbagi , Doa Bersama

1.

GOTONG ROYONG : Bekerjasama dalam kelompok baik kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler

2.

(14)

kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di 3.

kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya

3. KEKELUARGAAN :

Adanya Kegiatan Senam Bersama , Kegiatan Sarapan Bersama 4. PENGHORMATAN PADA LELUHUR :

Selalu menbudayakan 5S : Senyum , Salam , Sapa ,Sopan Dan Santun

(15)

Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan

“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”

Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD

RELIGI

(16)

Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan

“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”

Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD

GOTONG ROYONG

(17)

Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan

“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”

Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD

KEKELUARGAAN

(18)

Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan

“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”

Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD

PENGHORMATAN PADA LELUHUR

(19)

TERIMAKASIH

SEMOGA BERMANFAAT

SALAM GURU PENGGERAK

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11

LAMPUNG SELATAN

Referensi

Dokumen terkait

Izin pemanfaatan diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. Izin pemanfaatan ruang yang menjadi kewenangan Pemerintah dan pemerintah daerah provinsi diberikan kepada

Solusi pemanfaatan ruang agar sesuai dengan rencana tata ruang yaitu dengan cara Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan harus melaksanakan proses pemberian

Pada saat Peraturan Daerah ini berlaku, Retribusi yang masih terutang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 38 Tahun 2000 tentang

Bagaimana pemikiran khd dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai- nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus

Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter peserta didik sebagai individu

Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter peserta didik sebagai individu

Dokumen ini berisi materi pembelajaran tentang penguatan nilai-nilai budaya daerah yang selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara untuk meningkatkan karakter