• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI - IAIN Repository - IAIN Metro

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI - IAIN Repository - IAIN Metro"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Jual beli adalah akad yang diperbolehkan berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah dan Ijma' para ulama. Berdasarkan landasan hukum jual beli di atas, dapat dipahami bahwa jual beli diperbolehkan dan dibenarkan oleh agama, tegasnya Al-Qur'an. Salah satunya yang terjadi pada jual beli mebel di Desa Teluk Dalem yaitu wanprestasi.

Sedangkan permasalahan yang timbul dalam perjanjian jual beli di Toko Mebel Desa Teluk Dalem adalah adanya ketidakadilan dalam penyelesaian sengketa perjanjian jual beli. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Penyelesaian Sengketa Akad Jual Beli Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur).

Pertanyaan Penelitian

Maksudnya: "Dan jika dua golongan orang mukmin berperang, hendaklah kamu damaikan di antara mereka."

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Penelitian oleh Siti Rondiyah, berjudul “Review Hukum Islam Tentang Penyelesaian Sengketa Konsumen Di Luar Pengadilan (Analisis Pasal 45 dan 47 UU RI No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen)”. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian terkait di atas adalah penyelesaian sengketa pada Pasal 45 dan Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999. Pasal 47 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen), di http://eprints.walisongo.ac.id/5172/, diakses pada tanggal 29 Mei 2018.

Namun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini hanyalah penyelesaian sengketa menurut hukum Islam. Penelitian Nasrudin, berjudul “Tinjauan Hukum Islam tentang Praktek Penyelesaian Sengketa Warisan Tanah Bayan/Kaling (Studi Kasus di Desa Sucenjurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo)”.

LANDASAN TEORI

Perjanjian Jual Beli

  • Pengertian Perjanjian Jual Beli
  • Dasar Hukum Perjanjian Jual Beli
  • Rukun dan Syarat Sahnya Perjanjian Jual Beli
  • Asas-asas Perjanjian Jual Beli
  • Prestasi, Wanprestasi, dan Overmacht
  • Jual Beli Pesanan (Istishna‟)

Pengucapan istishna' berasal dari akar kata shana'a ditambah alif, sin, dan ta' menjadi istishna'a yang sinonimnya adalah “minta dibuatkan sesuatu”. 44 Secara terminologi istishna' berarti meminta seseorang untuk membuat suatu. item tertentu dengan spesifikasi tertentu. Jadi, dalam akad istishna', barang yang menjadi objek adalah barang tiruan atau karya seni. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat barang tersebut berasal dari orang yang membuatnya, jika barang tersebut dari orang yang memesan atau meminta dibuatkan, maka akadnya adalah akad ijarah, bukan akad istishna.

Rukun jual beli istishna' adalah pelanggan (mustasni', penjual atau pembuat barang (sani'), barang atau objek akad (masnu'), dan sighth (izin dan ijab). syarat tidak terpenuhi, maka akad istishna' dianggap rusak atau batal.

Sengketa

  • Pengertian Sengketa
  • Sebab-Sebab Timbulnya Sengketa
  • Penyelesaian Sengketa

Dalam penelitian ini akan disajikan data penelitian yang diperoleh di daerah yaitu di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur. Penelitian deskriptif yang dimaksud dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelesaian sengketa dalam perjanjian jual beli di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur menurut Hukum Ekonomi Syariah. Dalam penelitian ini teknik dokumenter digunakan untuk mengumpulkan dokumentasi seperti dokumen perjanjian jual beli di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur seperti register pelanggan, catatan sengketa dan putusan atau penyelesaian sengketa tersebut.

Luas Desa Teluk Dalem adalah 825 Ha, yang terdiri dari berbagai wilayah sebagai berikut: 90. Data mata pencaharian yang ditekuni oleh masyarakat Desa Teluk Dalem dapat dilihat pada tabel berikut: 94. Saat ini sudah terlihat jual beli banyak perkembangan terutama dalam hal tata cara atau aturan yang digunakan salah satunya jual beli dengan sistem pesanan yang terjadi pada beberapa mebel di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur.

Namun dalam akad jual beli di Desa Teluk Dalem terdapat beberapa persoalan yang menimbulkan sengketa. Pada penelitian ini untuk mengetahui ketidaksesuaian perjanjian jual beli beberapa mebel di Desa Teluk Dalem diambil 4 buah mebel yaitu Mebel Saban, Mebel Carkim, Mebel Istiqomah dan Mebel Sahril. Pemilik mebel di Desa Teluk Dalem biasanya memberikan kelonggaran untuk membayar sisa pembayaran yang belum dibayar untuk menyelesaikan perselisihan.

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa penyelesaian sengketa dalam perjanjian jual beli beberapa mebel yaitu Mebel Saban, Mebel Carkim, Mebel Istiqomah dan Mebel Sahril di Desa Teluk Dalem Kec. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penyelesaian sengketa dalam perjanjian jual beli beberapa mebel yaitu Mebel Saban, Mebel Carkim, Mebel Istiqomah dan Mebel Sahril di Desa Teluk Dalem Kec. Bagi para pemilik mebel dan masyarakat di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur khususnya para pihak yang terlibat dalam akad jual beli, dalam bermuamalah hendaknya lebih memperhatikan prinsip-prinsip muamalah yang telah diajarkan oleh agama Islam. , agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang oleh Islam.

Penyelesaian Sengketa Menurut Hukum Ekonomi Syariah

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data

Setelah itu, pada tahun 1960 semakin banyak penduduk dari pulau Jawa pindah ke desa Teluk Dalem.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram

  • Sejarah Singkat Desa Teluk Dalem
  • Kondisi Wilayah Desa Teluk Dalem
  • Keadaan Penduduk Desa Teluk Dalem
  • Struktur Organisasi Desa Teluk Dalem
  • Denah Lokasi Desa Teluk Dalem

Desa Teluk Dalem awalnya terbentuk dari migrasi penduduk desa Teluk Dalem Ilir yang bernama Seputih Banyak. Pada awalnya tujuan orang datang ke Teluk Dalem adalah untuk membuat kebun dan mencari kayu untuk membangun rumah. Setelah semuanya terkumpul, ia lalu membawa istri dan anaknya yang berada di Seputih Banyak untuk tinggal di Desa Teluk Dalem, maka berdirilah Desa Teluk Dalem pada tahun 1918.

Sengketa dalam Perjanjian Jual Beli di Desa Teluk Dalem

Mengenai cara penyelesaian sengketa yang terjadi karena kesalahan pihak perabot, Sdr. JS menyatakan akan bertanggung jawab mengembalikan uang muka yang diberikan oleh pembeli. Setelah mengantarkan sofa yang dipesan, ternyata sofa tersebut tidak sesuai dengan keinginannya, sehingga ia meminta untuk mengembalikan uang muka yang diberikan kepada Saban Furniture. Namun apabila dalam jangka waktu tersebut pembeli tetap tidak dapat membayarnya, maka barang pesanan tersebut akan dijual kepada pembeli lain dan uang muka tersebut tidak dapat dikembalikan.

Namun jika penyebabnya memang karena pembeli kurang beritikad baik, maka uang jaminan tidak akan dikembalikan dan barang yang dipesan akan dijual kepada pembeli lain. Namun jika tidak ada itikad baik seperti selalu menghindar saat dihubungi, maka barang yang dipesan sebelumnya akan dijual ke pembeli lain dan DP tidak dapat dikembalikan. Namun, jika pembeli tetap tidak dapat membayar dalam waktu tersebut, barang pesanan akan dijual kepada pembeli lain dan uang jaminan tidak akan dikembalikan.

Ketika proses pengerjaan barang pesanan telah menelan biaya lebih dari pembayaran yang diberikan, pembayaran tidak dikembalikan. Apabila pembeli tidak menanggapi dan tidak memenuhi kewajibannya menerima pesanan, maka dapat dipastikan pembayaran yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan dan barang yang dipesan sebelumnya akan dijual kepada pembeli lain dan pembayaran tersebut tidak dapat dikembalikan. Namun apabila pembeli tetap tidak dapat membayar dalam jangka waktu tersebut, maka barang pesanan tersebut akan dijual kepada pembeli lain dan pembayaran tersebut tidak dapat dikembalikan.

Saya sependapat dengan hal diatas, Pak MM menyatakan sebagai salah satu pembeli di Istiqomah furniture pernah memesan meja jati seharga 3jt dengan uang muka sebesar Rp. Dalam hal terjadi perselisihan karena cacat pada perabot, Tuan SR menyatakan bahwa ia bertanggung jawab untuk mengembalikan uang muka atau memproses barang pesanan, jika hal itu dikehendaki oleh pembeli. Namun jika tidak ada itikad baik maka uang jaminan tidak dapat dikembalikan dan barang yang dipesan tadi akan dijual kepada pembeli lain.

Penyelesaian Sengketa dalam Perjanjian Jual Beli di Desa

Dilihat dari prakteknya, perselisihan timbul karena pihak furniture tidak membuat barang pesanan sesuai dengan kriteria yang diinginkan pembeli. Dari segi hukum Islam, persoalan ini tentu tidak sesuai dengan syariat Islam, karena Islam sangat menjunjung tinggi dan mewajibkan manusia untuk menaati dan menepati serta memenuhi janji yang telah dibuatnya kepada orang lain. Selain itu, Islam menghormati dan mewajibkan setiap orang yang telah mengadakan kontrak dengan orang lain untuk memenuhi kontrak tersebut.

Dalam Islam, dalam hal apa yang disepakati dalam akad, masing-masing pihak harus saling menghormati apa yang telah disepakati, baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan petikan ayat di atas, Allah SWT menegaskan kepada orang-orang yang beriman untuk memenuhi dan mentaati janji-janji yang diberikan-Nya serta akad jual beli di Desa Teluk Dalem atas beberapa perabot yang dibuat sesuai pesanan dengan pembayaran dusun. . Setelah kedua belah pihak menyepakati perjanjian yang mereka buat, perjanjian itu mengikat mereka.

Mengenai penjualan barang pesanan kepada pembeli lain yang dilakukan pada saat pemesan belum menerima barang pesanannya, berarti pemilik perabot tidak melaksanakan perjanjian sesuai dengan yang diperjanjikan, yaitu berkaitan dengan obyek barang pesanan. perjanjian . Selain itu, penjualan barang pesanan kepada pembeli lain berarti pemilik perabot telah melakukan akad baru, dengan kata lain dia telah melakukan beyatayn fi bey'ah (dua pembelian dan penjualan dalam satu transaksi) dan ini haram. Bahkan, jika pemilik perabot mengembalikan uang muka kepada pembeli ketika gagal menyelesaikan pesanan penjualan, itu lebih baik dan pahalanya lebih besar di sisi Allah sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.s.

Islam menganjurkan umatnya untuk berdamai ketika terjadi masalah dalam suatu perjanjian atau transaksi lain yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, maupun dalam perselisihan mengenai akad jual beli mebel di Desa Teluk Dalem, agar tidak menimbulkan masalah di antara keduanya. Para Pihak. dan menjaga hubungan silaturrahmi dengan sesama, karena tujuan perdamaian adalah untuk menghindari konflik antar sesama manusia. Lampung Timur mematuhi hukum dagang syariah, meskipun dalam beberapa kasus seperti ini, masih ada itikad baik bagi beberapa pihak untuk melakukan perselisihan secara kekeluargaan, kekeluargaan. Bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru agar lebih memberikan pedoman kepada masyarakat khususnya yang melaksanakan muamalah agar kegiatan muamalahnya sesuai dengan prinsip Islam.

PENUTUP

Kesimpulan

Perdamaian dalam Islam sangat dianjurkan karena dengan perdamaian antara pihak-pihak yang berselisih maka rusaknya silahturahmi (hubungan kasih sayang) antara pihak-pihak akan terhindar dan sekaligus permusuhan antar pihak akan diakhiri.

Saran

  • Luas Wilayah Desa Teluk Dalem Menurut Penggunaan
  • Batas Wilayah Desa Teluk Dalem
  • Penduduk Desa Teluk Dalem Berdasarkan Jenis Kelamin
  • Keadaan Penduduk Desa Teluk Dalem Menurut Agama
  • Penduduk Desa Teluk Dalem Berdasarkan Mata Pencaharian

Gambar

FOTO DOKUMENTASI
Foto 2. Bapak SB, pembeli di mebel Saban Furniture
Foto 1. Bapak JS, pemilik Mebel Saban Furniture
Foto 6. Bapak TN, pembeli di mebel Istiqomah
+5

Referensi

Dokumen terkait

sebagai perjanjian jual beli yang batal.7 Saling menyepakati di antara kedua belah pihak merupakan salah satu syarat dalam jual beli dan hibah dalam Islam, pada saat unsur saling

vi ABSTRAK ANALISIS PENETAPAN UJRAH PEMBIAYAAN TALANGAN HAJI PERSPEKTIF FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Studi Kasus PT BPRS Rajasa Kantor Kas Kalirejo Lampung Tegah Dana talangan

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa implementasi hak khiyar pada transaksi jual beli baju di toko Andri, toko Annisa

Namun, terlebih dahulu peneliti akan memaparkan hasil wawancara mengenai kualitas pelayanan melalui financial technology yang diberikan oleh BNI Syariah KCP Rajabasa Bandar Lampung ini

Skripsi ini membahas tentang jual beli cacing sutera dalam perspektif fiqih.13 Berdasarkan paparan singkat beberapa skripsi yang ada menunjukan bahwa masih kurang komprehensipnya

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mekanisme penerapan blacklist terhadap sistem preorder jual beli online toko Izqybags, pembeli yang membatalkan pesanan secara tiba-tiba serta tidak

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pandangan masyarakat muslim Desa Banjarrejo 38 B Batangahari Lampung Timur terhadap bank syariah dapat disimpulkan bahwa tedapat

Praktik Jual Beli Online Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Studi pada Hijrah Olshop Palopo” menggunakan penelitian kualitatif dan meneliti tentang jual beli membahas tentang jual beli