• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

ARFAH 10541 00265 10

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA MEI 2015

(2)

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR MOTIF BATIK PADA SISWA KELAS XI JURUSAN DESAIN PRODUKSI DAN KRIYA TEKSTIL SMK NEGERI

3 KOTA BIMA

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Ujian Skripsi Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh:

ARFAH 10541 00265 10

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA MEI 2015

(3)

iii Mahasiswa yang bersangkutan:

Nama : ARFAH

NIM : 10541 00265 10

Program Studi : Strata Satu (S1) Jurusan : Pendidikan Seni Rupa

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan Judul : Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Motif Batik Pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi Dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Telah diperiksa dan diteliti ulang, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan untuk diujikan.

Makassar, Mei 2015 Diketahui oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

AndiBaetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn. Muh. Faisal, S.Pd.,M.Pd

NBM: 431 879 NIDN: 0927027904

Mengetahui:

DEKAN FKIP Ketua Prodi

UNISMUH Makassar Pendidikan Seni Rupa

Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum AndiBaetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM : 858625 NBM : 431 879

(4)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

iv

SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : ARFAH

NIM : 10541 00256 10

Program Studi : Strata Satu (S1) Jurusan : Pendidikan Seni Rupa

Dengan Judul : Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Motif Batik Pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi Dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Dengan ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang saya ajukan kepada tim penguji adalah ASLI hasil karya saya sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuat oleh siapapun.

Makassar, Mei 2015 Yang membuat pernyataan

ARFAH

(5)

v

SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : ARFAH

NIM : 10541 00265 10

Jurusan : Pendidikan Seni Rupa Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Mulai penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya menyusunnya sendiri tanpa dibuatkan oleh siapapun.

2. Dalam penyusunan skripsi ini saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing, yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan dalam menyusun skripsi ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian saya seperti yang tertera di atas maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Mei 2015 Yang membuat perjanjian

ARFAH

(6)

. ...]''''.1':1,,t

r. l;:i :1, .:,il

il .. !:

' ..Jj r.. i

ti;,;"r ',..:'.'

, -.., l.l .r,.

rAK

TT

LTAS KEG

IJ R{.]

A]Y

DA

]\ fLM

LI PEI{ D { D[

KAIY

IJIYTVERSI

TAS MU HAMMAIXYA

FI N,TAKASSAR

T-,8 [,{ BAR. PEl\G tsSAI{AN

Skr{psi af;}s nama ARF;{}I" NiM i0541 265 Jtl <literirna cian clisahican oleh papitra

rijiat skripsi herdasarkan strat keputusau ltrektur Liniversitas Muharnmarlivah Makassar Noi:ror. i)'l7r''TahLrn 1436 Hi2015 lvt, tanggal

Il

S_va'ban 14351{l;9 lvlei 201S. sebagai saial;

satu svarat guila merlperoleh gelar Sar.iana Fe&clidikam pada .lmrLrsan penriidikan Seni I{upa Fakuitas Kegurtian dan lhnu PenCidikan LJriiversitas Muhamrnadiy,ah Makassar pada hari Senin tanggal C) t .furni 2015"

Makassar,L4 Sya'ban 1435 H

01|uni 2015 M

Panitia Ujian :

1. Fengalvas firnum Ketua

J.

Sekretarls

1.

Dosen llenguji

Dr. F$, Ir"w*xi Akitr, h,f. Pd.

Dr, {ndi liorirn Syanrsera"i, &1. llulrn, I{h*erudelim, S. Fd", S{. f.,d"

l. r\ntli Ba*tatr L,Iuknclelas, S. tlc!.. ft,f.

2. Sri Satriani, S. Fd., Nl. P{t.

3. f,}rs, Benny'Suhiantoro, hi. Sn.

4. Drs" NIuh. Rapi, &{. Ird.

eh:

mmadi Dekan

BM : 858 625

h Makassar

(7)

UNIYERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

r\r.,1^.,..;..,,^

! ulllcL lvldtld)l-\ \vd

\, I\.I

.-LlrUSan

. :.kultas

)engan Jr-rdul

PEB$ E TU J UAN _P4 ry{SIU{TI}{ G

ARFAH

10541 0026s 10

Pendidikan Seni Rupa

Keguruan dan ilmu

Pendidikan

Muh ammadiyah 1\4akas sar

Penggunaan Media Garntrar dalam S'Ieningkatk*n Kemampuan Menggambar Vtotif Batill patla Siswa Kelas ,KI Jurusan Desain Produksi dan Kriva Tekstil SMK fiegeriS Kota Bima

Seteiali dipenksa dan diteliti secara s€ksarna, inaka skripsi ini sudali layak

:leuenuhi persyaratan untuk diaiukan dalani u.iian skripsi dl hadapan Tirri Pengrrli

.iripsi

F-akultas Keguruan dan llincr Pendidikan Liniversitas Muharnmariit,ah

\ iakassar.

Makassar, Mei 2015 Disetujui Oleh

D^*t-i,-t-;-- r

I ttttt/ltltllttlL I

*

Mukaddas, S. Pd., M. Sn.

NlDN

ptengetahui

Ketua Prr:di Pendidikan SeniRupa

'"*tl

q/\r'

Llniversitas

7

uri, M.

Dr. am$

\5

{[di

l]aeta NBM : 431

\lukaddas, S. Pd." U. Sn.j

7qt (

.\V

M. Pd.

(8)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

\

KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

Nama : Arfah

Tempat, Tgl Lahir : Dena, 18 Mei 1991 Stambuk : 105 410 0265 10 Jurusan : PendidikanSeni Rupa

Judul skripsi : Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan

Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Pembimbing : 1. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn 2. Muh. Faisal S.Pd.,M.Pd

Konsultasi Pembimbing I

No. Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan: Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali.

Mengetahui, Ketua Jurusan

Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM. 431 879

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

\

KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

Nama : Arfah

Tempat, Tgl Lahir : Dena, 18 Mei 1991 Stambuk : 105 410 0265 10 Jurusan : PendidikanSeni Rupa

Judul skripsi : Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan

Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Pembimbing : 1. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn 2. Muh. Faisal S.Pd.,M.Pd

Konsultasi Pembimbing I

No. Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan: Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali.

Mengetahui, Ketua Jurusan

Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM. 431 879

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

\

KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

Nama : Arfah

Tempat, Tgl Lahir : Dena, 18 Mei 1991 Stambuk : 105 410 0265 10 Jurusan : PendidikanSeni Rupa

Judul skripsi : Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan

Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Pembimbing : 1. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn 2. Muh. Faisal S.Pd.,M.Pd

Konsultasi Pembimbing I

No. Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan: Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali.

Mengetahui, Ketua Jurusan

Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM. 431 879

(9)

KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

Nama : Arfah

Tempat, TglLahir : Dena, 18 Mei 1991 Stambuk : 105 410 0265 10 Jurusan : PendidikanSeni Rupa

Judulskripsi : Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Pembimbing : 1. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

2. Muh. Faisal S.Pd.,M.Pd KonsultasiPembimbing II

No. Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan: Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali.

Mengetahui, Ketua Jurusan

Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM. 431 879 KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

Nama : Arfah

Tempat, TglLahir : Dena, 18 Mei 1991 Stambuk : 105 410 0265 10 Jurusan : PendidikanSeni Rupa

Judulskripsi : Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Pembimbing : 1. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

2. Muh. Faisal S.Pd.,M.Pd KonsultasiPembimbing II

No. Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan: Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali.

Mengetahui, Ketua Jurusan

Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM. 431 879 KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

Nama : Arfah

Tempat, TglLahir : Dena, 18 Mei 1991 Stambuk : 105 410 0265 10 Jurusan : PendidikanSeni Rupa

Judulskripsi : Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

Pembimbing : 1. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

2. Muh. Faisal S.Pd.,M.Pd KonsultasiPembimbing II

No. Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan: Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali.

Mengetahui, Ketua Jurusan

Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM. 431 879

(10)

vii

MOTO DAN PERSEMBAHAN

Bijaknya seseorang manakala ia mampu melihat setiap peristiwa baik ataukah buruk. Hakikatnya adalah Allah yang

mendatangkannya untuk menguji kebenaran dan kesabaran

Imannya.

(UJE)

Setiap langkah yang dibuat selalu beriontasi pada tujuan akhir, mengoptimalkan setiap langkah dengan sungguh- sungguh, yakin akan adanya hari kemudian sehingga memiliki kendali diri, memiliki keyakinan akan jaminan masa depan, dan akhirnya ketenangan batiniah.

(Agustian,2001:206)

Persembahan:

Dengan segala kerendahan hati

terucap Syukur Alhamdulillah untuk segala

nikmat yang telah diberikan Robb sangpencipta alam semesta, sehingga dengan ridho-Nya skripsi ini bisa terselesaikan. Tulisan

ini kupersembahkankepada yang selalu kubanggakan Ayahanda dan Ibundaku tercinta, dan saudara-saudara kuterima kasih untuk

segala cinta, kasih sayang dan do’anya selama ini

(11)

viii

Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Andi Baetal Mukaddas dan pembimbing II Muh. Faisal.

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menggambar motif batik pada siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima.

Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui peningkatan kemampuan menggambar motif batik pada siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima dalam menggunakan media gambar.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reaserch) yang terdiri atas dua siklus yang dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima sebanyak 24 orang.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada siklus pertama yang tuntas secara individual dari 24 orang siswa hanya 11 orang atau 46 % yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori rendah. Secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh sebesar 74, 20 %.

Sedangkan pada siklus II dimana dari 24 orang siswa, terdapat 21 orang atau 87,5 % telah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 81,96 %

Atau berada pada kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan hasil belajar menggambar motif batik siswa kelas XI Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima melalui penggunaan media gambar mengalami peningkatan.

Kata Kunci : media gambar, kemampuan, siklus, hasil belajar

(12)

viii

KATA PENGANTAR

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuuh

Syukur Alhamdulillah senantiasa penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul ” Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Motif Batik pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Kota Bima”dapat diselesaikan.

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sejak awal hingga akhir penyususan skripsi ini, penulis tidak terlepas dari berbagai rintangan. Namun, berkat rahmat dan karuniah Allah semua rintangan dapat diatasi. Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis ucapkan kepada kedua orang tua, Ayahanda H.Abidin dan Ibunda Hafsah, atas doa dan tetesan keringat serta air mata untuk menyekolahkan ananda, semoga Allah SWT memuliakan ayahanda dan ibunda. Kepada Abang saya yang Gagah, Fadlin Kakak saya yang Cantik Nurrahmi beserta Suaminya Irwansyah, Adik saya yang ganteng Muhammad Akbar, dan keponakan-keponakanku kk. Citra, abang Daffa, abang Irzal sang pemberi semangat ku terima kasih atas dorongan dan motivasi yang diberikan selama saya kuliah. Terima kasih kepada seluruh keluargaku yang selalu mendukung saya baik moril maupun materil.

Penulis sadar bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari motivasi dan arahan pembimbing. Oleh karena itu, penulis patut

(13)

ix

membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Ucapan terima kasih dan penghargaan juga kepada :

1. Bapak Dr. H. Irwan Akib, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Andi Baetal Mukaddas S.Pd., M.Sn, Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Muhammad Thahir, S.Pd, Sekretaris Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar.

5. Bapak-bapak dan Ibu-ibu dosen Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, atas segala bimbingan dan ilmu yang diberikan kepada penulis selama di bangku kuliah.

6. Bapak Sanusin, S.Pd., M.Si Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Bima dan Bapak Wangsit Juliadi, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Seni Budaya yang senantiasa membimbing dan membantu selama melakukan penelitian, serta siswa kelas XI atas segala pengertian dan kerjasamanya.

7. Teman-teman seperjuanganku kelas A 2010, terkhusus untuk Nur Amelia, Nurhidayah M, Rismayanti, Fandi Ahmad, dan D’RUPART’S 010 atas perhatian dan bantuannya selama ini.

8. Teman-teman seasrama Nurul Anisyah Lama terkhusus untuk cany, cayas, dan adek Heni, atas perhatian dan motivasinya selama ini.

(14)

x

Terlalu banyak orang yang berjasa dan mempunyai andil kepada penulis selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar, sehingga tidak akan muat bila dicantumkan dan dituturkan semuanya dalam ruang yang terbatas ini, kepada mereka semua tanpa terkecuali penulis ucapkan terima kasih yang teramat dalam dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Tak ada ilmu yang memiliki kebenaran mutlak, tak ada kekuatan dan kesempurnaan, semuanya hanya milik Allah SWT.Oleh karena itu, penulis berlapang dada untuk menerima kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.

Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi diri pribadi dan pembaca pada umumnya.

Wassalamu’ Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuu...

Makassar, Mei 2015

Penulis

(15)

xi

Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Andi Baetal Mukaddas dan pembimbing II Muh. Faisal.

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menggambar motif batik pada siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima.

Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui peningkatan kemampuan menggambar motif batik pada siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima dalam menggunakan media gambar.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Class Action Reaserch) yang terdiri atas dua siklus yang dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima sebanyak 24 orang.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada siklus pertama yang tuntas secara individual dari 24 orang siswa hanya 11 orang atau 46 % yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori rendah. Secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh sebesar 74, 20 %.

Sedangkan pada siklus II dimana dari 24 orang siswa, terdapat 21 orang atau 87,5 % telah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 81,96 %

Atau berada pada kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan hasil belajar menggambar motif batik siswa kelas XI Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima melalui penggunaan media gambar mengalami peningkatan.

Kata Kunci : media gambar, kemampuan, siklus, hasil belajar

(16)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR ... 5

A. Tijauan Pustaka ... 5

1. Pengertian Media Pembelajaran ... 5

2. Jenis-Jenis Media Pembelajaran ... 8

3. Fungsi Media Pembelajaran ... 9

4. Pengertian Media Gambar……….……….... 10

5. Pengertian Menggambar………... 11

6. Pengertian Kemampuan ... 12

7. Sejarah Batik Indonesia ... 13

8. Pengertian Batik ... 14

9. Fungsi Batik ... 15

10. Jenis batik Menurut Teknik Pembuatannya ... 16

11. Motif-Motif Batik ... 17

B. Kerangka Pikir ... 24

C. Hipotesis Tindakan ... 25

(17)

xii

D. Instrumen Penelitian ... 31

E. Teknik Pengumpulan Data ... 32

F. Teknik Analisis Data... 34

G. Indikator Keberhasilan ... 37

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 38

A. Hasil Penelitian ... 38

1. Hasil Penelitian Siklus I ... 38

2. Hasil Penelitian Siklus II ... 40

3. Perbandingan Hasil Belajar Siklus I danII…………... 43

B. Pembahasan ... 46

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 48

A. Kesimpulan ... 48

B. Saran ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 51 LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(18)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Instrumen Penelitian... 32 3.2 Rubrik Peniaian ... 33 3.3 Tingkat Ketuntasan Pengetahuan dan Keterampilan ... 38 4.1 Statistik Skor Hasil Belajar Menggambar Motif Batik dengan

Menggunakan Media Gambar pada Siklus I ... 40 4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Kemampuan

Menggambar Motif Batik dengan Menggunakan Media Gamabar Pada Siklus I... 41 4.3 Statistik Skor Hasil Belajar Menggambar Motif Batik dengan

Menggunakan Media Gambar pada Siklus II... 42 4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Kemampuan

Menggambar Motif Batik dengan Menggunakan Media Gamabar Pada Siklus II ... 43 4.5 Perbandinagan Hasil Belajar Menggambar Motif pada Siklus I dan

II ... 45 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase hasil kemampuan menggambar

motif batik denagnMenggunakan Media Gambar Pada Siklus I dan II ... 47

(19)

xiv

2.1 Motif batik parang ... 29

2.2 Maotif nbatik geometris ... 20

2.2 Motif batik banji... 20

2.3 Motif batik menjalar ... 21

2.4 Motif batik tumbuh-tumbuhan air ... 22

2.5 Motif batik bunga ... 23

2.6 Motif batik satwa dalam kehidupan ... 24

2.7 Skema Kerangka Pikir... 25

3.1 Peta lokasi I ... 27

3.1 Peta lokasi II ... 27

3.2 Skema penelitian Tindakan Kelas ... 28

4.1 Perbandinagan hasil belajar menggambar motif batik peserta didik siklus I dan Siklus II…... 43

4.2 Gambar Motif Batik Trate Rinenggo ... 45

4.3 Gambar Motif Batik Kudup ... 45

4.4 Gambar Motif Batik Mulwa Rengga... 46

(20)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Perangkat Pembelajaran... 92

2. Instrumen Penelitian ... 138

3. Analisis Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ... 171

4. Data Hasil Belajar Peserta Didik ... 187

5. Analisis Data ... 199

6. Daftar Hadir Peserta Didik ... 221

7. Lembar Observasi Peserta Didik ... 223

8. Angket Tanggapan Peserta Didik ... 226

9. Rekaman Mengajar ... 228

10. Surat-surat ... 232

(21)

1 A. Latar Belakang

Proses pendidikan merupakan upaya pengenalan sejak dini mengenai tradisi dan budaya daerah sendiri, salah satunya pelestarian batik pada generasi muda, sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, secara khusus dalam pendidikan seni rupa. Sekolah dapat mengembangkan batik untuk pembelajaran sesuai dengan kemampuan guru, sekolah dan peserta didik. Guru dapat mengembangkan batik dengan cara penyederhanaan motif, warna, dan teknik sesuai dengan perkembangan peserta didik. Pengembangan batik untuk pembelajaran di sekolah seperti yang disampaikan Yusuf Effendy (2000) Jika mengkaji budaya batik dari segi simbolisasi, dapat dilakukan dari 4 (empat) pendekatan yaitu : a) Simbolisasi warna (pendekatan estetika warna dan teknologi). b) Simbolisasi ragam hias (pattern) termasuk mitos-mitosnya (pendekatan adat mitos dan latar filosofinya). c) Simbolisasi dari bahan kainnya (pendekatan teknologi kenyamanan dan estetika bahan kain). d) Simbolisasi pemakaian kain batik (pendekatan sosiologi, antropologi kekuasaan, dan adat). Demikian juga penerapannya dalam pembelajaran di sekolah.

Kegiatan pembelajaran seni di sekolah terutama mengenai seni tradisi salah satunya mengenai batik saat ini masih kurang optimal. Sehingga anak kurang memahami dan mengenal motif batik daerah setempat oleh karena itu, penulis

(22)

2

merencanakan mengadakan penelitian tindakan kelas mengenai pembelajaran menggambar motif batik selain untuk mengenalkan kepada para siswa tentang seni tradisi daerah setempat, juga untuk meningkatkan kemampuan siswa sendiri dalam menggambar motif batik melaui metode meniru dan memodifikasi. Penulis memilih materi pembelajaran tentang batik dikarenakan batik pada saat ini sedang di gemari, jadi untuk mempertahankan dan agar tetap lestari salah satunya melalui pembelajaran batik di sekolah terutama mengenai batik Bima yang pada saat ini mulai berkembang.

Dalam pelaksanaannya, para siswa dapat dilatih untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan dalam kegiatan menggambar dan meniru serta memodifikasi atau menggembangkan motif hias sebagai salah satu pembelajaran mengenai seni tradisi daerah setempat. Proses pembelajaran yang dapat dilakukan dalam pembelajaran berupa pemaparan konsep, kegiatan meniru dan memodifikasi atau mengkreasikan motif hias yang sudah ada. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya pendidikan seni rupa di sekolah. Selain itu, diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan-kemapuan yang dimilikinya sehingga menjadi individu yang kreatif.

Dalam Upaya peningkatan mutu pendidikan senantiasa dicari, diteliti dan diupayakan melalui kajian berbagai komponen pendidikan seperti perbaikan dan penyempurnaan kurikulum, bahan-bahan instruksional, seminar pendidikan, proses belajar mengajar, termasuk sarana atau fasilitas belajar lainnya.

(23)

Salah satu alternatif yang di tempuh oleh guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran adalah dengan menggunakan media visual (gambar) dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media secara tepat dan bervariasi mempunyai nilai praktis antara lain: mengatasi keterbatasan pengalaman belajar siswa, mengkongkritkan pesan yang abstrak, menanamkan konsep dasar yang benar, menimbulkan keseragaman dan akhirnya dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses belajar mengajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Melaui penggunaan media visual (gambar ) anak dapat belajar lebih efektif.

Aktifitas belajar anak akan tergantung pada metode pembelajaran bervariasi yang di gunakan oleh guru. Pengembangan kemampuan sendiri perlu dibina dan dikembangkan, agar siswa menjadi individu yang terampil. Setiap orang memiliki kemampuan dalam tingkat yang berbeda-beda dan dalam bidang yang berbeda-beda.

Potensi ini perlu dibina sejak dini agar dapat di wujudkan. Untuk itu diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri serta yang tidak kalah penting dalam mengembangkan kemampuan siswa. adalah sarana dan prasana sekolah.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan media gambar (visual) sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar.

Pemanfaatan media merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru atau

(24)

4

fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Seperti di sampaikan oleh Oleh Muhammad Rapi (2013) guru atau fasilitator perlu mempelajari dan menemukan cara dan teknik, serta strategi untuk membimbing, mendorong, dan mengarahkan peserta didik untuk dapat menyerap, memahami, dan melakukan kegiatan belajar di kelas, di laboratorium, dan di luar kelas. Dengan startegi menggunakan media pembelajaran akan dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

Dari uraian diatas salah satu upaya yang di anggap dapar memecahkan masalah tersebut penulis mencoba mengadakan penelitian dengan judul.

Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Motif Batik Pada Siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima”.

B. Rumusan Masalah

Dari uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah utama yang akan dibahas dalam kajian penulisan yaitu: Apakah dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menggambar motif batik pada siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima ?

C. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui peningkatan kemampuan menggambar motif batik siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima dalam menggunakan media gambar.

(25)

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah Untuk mengetahui peningkatan kemampuan menggambar motif batik siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima dalam menggunakan media gambar

(26)

5 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Tinjauan Pustaka

Pada bagian ini akan disajikan beberapa teori yang dijadikan sebagai kerangka acuan dalam penelitian ini. Teori yang dimaksud merupakan hasil tinjauan pustaka yang dilakukan penulis dari berbagai sumber. Sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian, ada beberapa teori yang akan dikemukakan di bawah ini yang ada hubungannya dengan penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menggambar motif batik kelas XI SMK Negeri 3 Kota Bima.

1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2002: 6).Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir, menurut Gagne (dalam Sadiman, 2002: 6).

Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman, 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.Jadi, media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan

(27)

perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman, 2002: 6). Dari pendapat Gagne dan Brigs kita dapat menyimpulkan bahwa media merupakan alat dan baha fisik yang terdapat di lingkungan siswa untuk menyajikan pesan kegiatan pembelajaran (proses kegiatan belajar-mengajar) sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar.

Kata Media berasal dari Bahasa Latin Medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. namun penegertian media dalam proses pemebelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Media merupakan segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara, sarana, alat untuk proses komunikasi belajar mengajar (Rohani, 1997: 2-3).

Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang” sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (AECT, 1977:162).

Asosiasi Pendidikan Nasional memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya.

Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Adapun batasan yang diberikan, ada persamaan yang diantara batasan tersebut, yaitu bahwa

(28)

7

media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Semua proses pembelajaran yang ada sekarang tidak lepas dari campur tangan media sebagai perantara dalam penyampaian informasi atau materi pelajaran kepada siswa. Media pembelajaran ini pun sangat banyak jenisnya dan juga sangat beragam kegunaannya. Sistem atau pola pendidikan sekarang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang berdampak diterapkannya unsur media pembelajaran sebagai perantara atau penyampai informasi dan materi dalam proses pembelajaran.

Dalam penggunaannya kita perlu memilih dengan tepat media apa yang cocok dan sesuai serta layak digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini tidak lepas dari berbagai macam faktor seperti psikologi anak, kesiapan belajar anak, dan penguasaan anak terhadap media tersebut.

Pada dasarnya media dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu media audio, media visual dan media audio visual. Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannya, media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung

(29)

secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.

Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

2. Jenis- Jenis Media Pembelajaran

Menurut Badru, dkk (2009: 4.18) bahwa “media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu media visual, audio dan audiovisual”.

Secara garis besar media pembelajaran dapat diklasifikasikan atas: media grafis, media audio, media proyeksi diam (hanya menonjolkan visual saja dan disertai rekaman audio), dan media permainan-simulasi. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi, yaitu: media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.

1. Media grafis. Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbol-simbol visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan.

2. Media audio. Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam

(30)

9

simbol-simbol auditif (verbal dan/atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera pendengaran.

3. Media proyeksi diam. Beberapa jenis media yang termasuk kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya. Ada kalanya media ini hanya disajikan dengan penampilan visual saja, atau disertai rekaman audio.

4. Media permainan dan simulasi. Ada beberapa istilah lain untuk kelompok media pembelajaran ini, misalnya simulasi dan permainan peran, atau permainan simulasi. Meskipun berbeda-beda, semuanya dapat dikelompokkan ke dalam satu istilah yaitu permainan (Sadiman, 1990).

3. Fungsi-fungsi Media Pembelajaran

Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Levie & Lentz (1982) mengemukakan 4 fungsi media pengajaran, khususnya media visual, yaitu[6] :

1. Fungsi Atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

(31)

2. Fungsi Afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.

3. Fungsi Kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4. Fungsi Kompensatoris media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dan lambat menerima isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau secara verbal.

5. Dan menurut Kemp & Dayton (1985) dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk merorangan, kelompok/

kelompok jumlah besar, yaitu (1) memotivasi minat dan tindakan, (2) menyajikan informasi, (3) memberi intruksi

4. Pengertian Media Gambar

Menurut Oemar Hamalik (1986:43) berpendapat bahwa “ Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran”. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 329) “ Gambar adalah tiruan barang, binatang, tumbuhan dan sebagainya.

Media gambar merupakan salah satu bentuk atau bagian dari media grafis yang memberikan gambaran nyata mengenai keadaan suatu benda. Media gambar

(32)

11

sebagai perantara dalam proses pembelajaran menggambarkan atau memfisualisasikan materi ajar yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengerti dan memahami secara optimal mengenai materi atau bahan ajar yang diberikan guru pada siswa.

Dalam pengajaran Bahasa Asing, menurut (Zukhaira: 2010) mengatakan bahwa “media gambar merupakan alat bantu yang sering digunakan”. Yang dimaksud dengan media gambar adalah gambar yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang dituangkan dalam bentuk simbol-simbol komunikasi visual biasanya memuat gambar orang, tempat, dan binatang. Jadi media gambar adalah merupakan alat bantu yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang dituangkan dalam bentuk memberi label dan menggambar bentuk simbol-simbol komuniasi baik berupa gambar orang, tempat, benda-benda sekitar, binatang dan lain-lain.

5. Pengertian Menggambar

Menggambar sering diartikan sama dengan melukis. Menggambar identik dengan menggoreskan benda untuk menghasilkan seperti pensil dan sejenisnya.Hasil yang digoreskan tidak mengandung warna. Secara garis besar menggambar merupakan aktivitas manusia yang bernilai estetika dengan menggunakan pensil dan sejenisnya. Menggambar merupakan bagian dari seni rupa, dimana seni rupa itu sendiri memiliki konsep, sebagai berikut : Bastomi ( 1998 : 54-55 ) memberikan

(33)

pengertian luas, bahwa menggambar merupakan aktivitas berkarya seni dua dimensi dengan menggoreskan pensil di atas kertas gambar. Menggambar tidak terlepas dari hasil atau produk yang di buat. Dalam arti luas menggambar merupakan bagian terkecil dari seni rupa yang dapat dipahami sebagai “produk” atau sebagai

“kemahiran” atau sebagai “kegiatan mencipta atau kegiatan kreasi”.

6. Pengertian Kemampuan

Ada beberapa komponen kemampuan yang tercakup dalam ilmu pengetahuan, namun yang diuraikan adalah yang berkenaan dengan tulisan ini yaitu :

a. Kemampuan Pengetahuan

Menurut Umar Tirtaraharja dalam Sukarman, (l99l : l5) ”mengetahui”

didefinisikan sebagai :”ingatan kembali terhadap materi/bahan yang telah dipelajari sebelumnya”. Oleh Subiyanto dalam Sukarman, (1991:16), dikemukakan bahwa “ini bersangkutan dengan ingatan, ialah segala sesuatu yang terekam oleh otak seseorang”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan merekam ialah segala sesuatu yang diperoleh melalui hasil belajar, baik secara formal maupun secara nonformal.

b. Kemampuan Memahami

Umar Tirtaraharja dalam Sukarman, (1991 : 15) mendefenisikan

“pemahaman” sebagai “kemampuan menyerap arti dari materi/bahan yang telah dipelajari”. Sementara itu Subiyanto dalam Sukarman, (1991) mengemukakan bahwa;

Ini bersangkutan dengan inti sari dari sesuatu, ialah sesuatu bentuk pengertian atau

(34)

13

pemahaman yang menyebabkan seseorang mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan, dan dapat mengkomunikasikan bahan atau ide yang dikomunikasikan itu tanpa harus menghubungkan dengan bahan lain.

Jadi kemampuan memahami dimaksudkan sebagai kemampuan dalam menyerap arti atau inti Sari dan materi/bahan yang telah dipelajari agar lebih mudah mengetahui sesuatu yang dikomunikasikan dan mampu mengkomunikasikan sendiri.

c. Kemampuan Mengevaluasi

Evaluasi diartikan oleh Umar Tirtaraharja dalam Sukarman (1991:18), sebagai

“kemampuan untuk menetapkan nilai atau harga dari suatu bahan atau materi, penggunaan metode untuk tujuan tertentu”. Oleh Subiyanto dalam Sukarman, (1991:18), juga dikemukakan bahwa : evaluasi bersangkutan dengan penentuan secara kualitatif tentang nilai materi atau metode untuk sesuatu maksud dengan memenuhi tolak ukur tertentu.

7. Sejarah Batik Indonesia

Sejarah batik di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan dan raja-raja berikutnya. Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX.

(35)

Teknik batik sendiri telah diketahui lebih sedekad (millennium), kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik meluas di beberapa negara di Afrika Barat seperti Nigeria, Cameroon dan Mali, atau di Asia, seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Hingga awal abad ke- XX, batik yang dihasilkan semuanya adalah batik tulis. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia Pertama berakhir atau sekitar tahun 1920.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia di zaman dulu. Awalnya aktiviti membuat batik hanya terbatas dalam keraton saja dan ia dihasilkan untuk pakaian di raja dan keluarga kerajaan serta para pembesar. Oleh kerana banyak dari pembesar tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan dihasilkan pula di tempatnya masing-masing. Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sehingga menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangga mereka untuk mengisi waktu luang.

Antara bahan-bahan pewarna yang dipakai adalah terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

8. Pengertian batik

Kata “batik” berasal dari dua kata dalam bahasa jawa: yaitu “amba” yaitu mempunyai arti “tulis” dan ” titik “yang mempunyai arti “titik”, dimana dalam

(36)

15

pembuatan kain batik sebagian prosesnya dilakukan dengan menulis dan sebagai dari tulisan tersebut berupa titik. Titik berarti juga tetes. Diketahui bahwa dalam membuat kain batik dilakukan pula penetesan lilin di atas kain putih. (Sri Rusdiati 2000:6) Istilah batik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti corak atau gambar pada kain yang cara pembuatanya secara khusus dengan menerakan malam panas, kemudian pengolahanya, di proses secara tertentu. Batik merupakan salah satu karya seni kriya yang menjadi aset bangsa Indonesia. (Widya Gamma 2013:10) Batik merupakan bahan kain yang sangat erat dengan nilai budaya masyarakat, sehingga batik tidak saja sebai hasil produksi semata, tetapi juga merupakan hasil budaya dari suatu masyarakat.

9. Fungsi batik

Batik mempunyai beberapa aspek kegunaan yang tentunya bermanfaat bagi manusia. Aspek kegunaan batik sebagai berikut:

a. Batik sebagai Bahan Dekorasi

Dalam ilmu tata ruang dekorasi lebih dikenal dengan istilah elemen estetis.

Batik yang digunakan sebagai dekorasi dalam ruangan di antaranya bisa berupa hiasan dinding atau wall hanging, sketsel atau penyekat ruangan. dan patung.

Penggunaan batik terus berkembang seiring dengan inovasi dan kreativitas para pengusaha dan desainer batik. Ditinjau dari segi motif, batik bisa hadir dalam nuansa klasik atau pun nuansa modern dengan warna yang menyesuaikan kebutuhan

(37)

dekorasi. Akan tetapi, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu aspek bahan baku yang digunakan untuk membatik. Media batik tidak berupa kain mori dan sutra saja.

Batik yang dihadirkan dalam elemen estetis dekorasi harus mempunyai karakter bahan yang lebih kuat dibanding dengan bahan yang digunakan sebagai busana.

Bahan untuk batik harus menyesuaikan fungsi pakai dan kegunaannya. Hal ini harus selalu diperhatikan.

b. Batik sebagai Bahan Perlengkapan Hidup

Setelah berkembang menjadi bahan sandang nasional dan sebagai hiasan, kini batik mulai digunakan untuk membuat perlengkapan dan aksesori seperti tas, kantong ponsel, sandal, dan kipas. Perkembangan produk ini memperkuat daya kreativitas sehingga kegunaan batik pun semakin luas. Dengan begitu batik menjadi sangat akrab dalam kehidupan kita.

c. Batik sebagai Busana

Penggunaan batik sebagai busana tradisional semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Makna simbolik yang ada pada ragam hias batik tradisional juga makin kurang dikenal. Akan tetapi, dengan berbagai kreasi dan inovasi, kini batik telah menjadi pakaian umum. Motif dan desainnya pun semakin berkembang pesat sehingga generasi muda merasa nyaman dan senang menggunakan busana batik. Banyak desainer muda yang memulai kiprah desain bajunya dengan mengambil

(38)

17

batik sebagai inspirasi pembuatan desain baju. Kreatifitas para desainer muda ini banyak melahirkan beragam desain baju batik yang sangat elegan dan memenuhi tuntutan gaya hidup modern. Batik sangat cocok dipakai untuk segala keperluan sehingga batik saat ini sangat di sukai oleh sebagaian masyarakat Indonesia (Herry Lisbijanto 2013:94)

10. Jenis Batik Menurut Teknik Pembuatannya

Ada 3 jenis batik menurut cara pembuatanya, di mana masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. (Riyanto 1993;10) Jenis tersebut adalah:

1. Batik tulis adalah yang cara pembuatanya, khusus dalam membentuk motif atau corak batik dengan mengunakan tangan dan alat bantu canting. Setiap lembar kain batik dibuat dengan tehnik ini secara telaten sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikanya.kain batik tulis ini mempunyai cirri khas yang tidak sama persis bentuknya setiap kain, sehingga membuat harga kain batik tulis ini sangat mahal. Pengrajin yang membuat kain batik tulis ini merupakan pengrajin yang telaten, sabar, dan teliti karena setiap titik dalam motif batik akan memberi pengaruh pada jhasil akhirnya. Batik tulis yang baik adalah kain batik yang halus cara membatiknya dan mempunyai warna yang etnik. Kain batik tulis dahulu sering digunakan oleh raja dan para pembesar keraton serta

(39)

bangsawa.sebagai symbol kemewahan.Salah satu contoh proses pembuatan batik tulis.

2. Batik cap adalah kain yang cara pembuatan corak dan motifnya dengan mengunakan cap atau semacam stempel yang terbuat dari tembaga. Cap tersebut mengantikan funsi canting alam membatik, dengan cap ini maka satu helai kain batik dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun kain batik cap ini kurang mempunyai nilai seni, karena hasil dari proses ini terlihat sama persis setiap helainya dan kurang menarik bagi yang memahami batik. Motif dan corak batik sama dengan motif atau corak batik tulis. Harga kain batik cap lebih murah karena cara pembuatanya bias dilakukan secara masal.

3. Batik lukis adalah kain batik yang proses pembuatanya dengan cara di lukis pada kain putih, dalam melukis juga mengunakan bahan malam yang kemudia di beri warna sesuai dengan kehendak seniman tersebut. Motif dan corak batik lukis ini tidak terpaku pada pakem motif batik yang ada tetapi sesuai dengan keinginan pelukis tersebut. Batik lukis ini sebenarnya merupakan pengembangan motif batik diluat batik tulis dan batik cap. Harga batik lukis ini cukup mahal karena di buat dalam jumlah yang terbatas dan mempunyai ciri ekslusif.

(40)

19

11. Motif- Motif Batik

Ada ribuan motif batik yang telah diciptakan oleh para pengrajin dan seniman di Indonesia. Ribuan motif batik tersebut dapat dikelompokkan menjadi 7 kelompok batik Indonesia yaitu:

1. Batik Parang. Motif batik ini sudah dikenal sejak Mataram Kartasura.

Motif batik parang memiliki nilai filofosi yang tinggi berupa petuah agar tidak pernah menyerah sebagaimana ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parangpun menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga. Ba tik parang dimasa lalu merupakan hadiah dari bangsawan kepada anak- anaknya. Contohnya: Parang Klitik dan Parang Rusak.

Gambar 1: motif batik parang

(41)

2. Motif Batik Geometris. Motif Batik Geometris adalah motif-motif batik yang ornamen-ornamennya merupakan susunan geometris. Ciri ragam hias motif batik geometris ini adalah motif tersebut mudah dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang disebut satu “raport”. Contohnya: Gambir Saketi, Limaran, Sriwedari, dan Tirta Reja.

Gambar 2 : motif Geometris

3. Motif Batik Banji. Motif ini memiliki makna keteraturan dalam kehidupan atau kunci perhiasan yang terkunci rapat, contohnya: Banji Bengkok.

(42)

21

Gambar 3: Motif Banji

4. Motif Batik Tumbuh-tumbuhan Melanjar. Motif ini memiliki makna bahwa kesinambungan antara manusia dan alam yang indah dan harmonis, contohnya: Cokrak-cakrik, Luwung Klewer, Semen Yogya.

Gambar 4: Motif Batik Tumbuhan Menjalar

(43)

5. Motif Batik Tumbuh-tumbuhan air. Motif ini menggambarkan peran tumbuhan air dalam kehidupan manusia, contohnya: Ganggong, Ganggong Sari.

Gambar 5 : Motif Batik Tumbuh-tumbuhan air

6. Motif Batik Bunga. Motif bunga dan daun secara sederhana berartikan suatu keindahan, kecantikan, dan kebahagiaan. Motif yang sederhana seperti dedaunan. Motif ini dapat berarti sebagai wahyu Tuhan untuk menggapai suatu cita-cita. Seperti kenaikan pangkat, penghargaan, kehidupan yang baik, dan rizki yang berlimpah. Contohnya: Kembang Kenikir, Truntum.

(44)

23

Gambar 6: Motif Batik Bunga

7. Motif Batik Satwa dalam kehidupannya. Ragam hias fauna merupakan bentuk gambar motif yang diambil dari hewan tertentu. Hewan pada umumnya telah mengalami perubahan bentuk atau gaya. Figur-figur binatang yang ada pada batik memiliki makna yang dalam dan berbeda- beda, misalnya figur burung yang menggambarkan suatu kebebasan, figur gajah yang memiliki arti kekuatan yang besar, dan lain sebagainya.

Beberapa hewan yang biasa dipakai sebagai objek ragam hias adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan. Ragam hias motif fauna telah mengalami deformasi namun tidak meninggalkan bentuk aslinya. Contohnya: Gringsing, Sido Mukti.

(45)

Gambar 7: Motif Batik Satwa dalam Kehidupan

B. Kerangka Pikir

Dari urain di atas, maka dapat dibuat kerangka atau skema yang dapat dijadikan sebagai acuan konsep berfikir tentang Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menggambar Motif Batik pada Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil di SMK Negeri 3 Kota Bima. Dengan melihat konsep yang telah disebutkan di atas maka skema kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

(46)

25

Gambar 8 Bagan Kerangka Pikir C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas dapat dirumuskan hipotesis tindakan adalah dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menggambar motif batik pada pada kelas XI Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil di SMK Negeri 3 Kota Bima.

(47)

26 A. Jenis penelitian

Penelitian ini tergolong Penelitian Kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan yang Berbasis Kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatan aspek keterampilan dan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, yaitu kemampuan siswa dalam menggambar motif batik.

B. Lokasi Penelitian dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Kota Bima. SMK Negeri 3 Kota Bima adalah salah satu sekolah yang berada di Kabupaten Bima yang memiliki potensi seni budaya dalam hal kerajinan tangan, salah satu diantaranya adalah tekstil (batik). Sebelumnya SMK Negeri 3 Kota Bima bernama Sekolah Menengah Industri Kerajianan (SMIK) yang didirikan pada tanggal 23 Agustus 1993 dengan NSS / NPSN 711230601001 / 50204716 dan nomor SK pendirian 0313/0/1993, yang beralamat di Jln. Garuda Nomor 05 Raba-Bima 84115. Adapun Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil.

(48)

27

Peta Lokasi

Gambar : Peta lokasi I

Sumber: http//www.bimakutanahku.com

Gambar. Peta lokasi II Sumber : Arfah C. Prosedur Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan minimal dalam dua Siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II yang merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan.

Model ini dapat digambarkan sebagai berikut:

(49)

Sumber: Arikunto (2007: 16)

Gambar 3.2 Skema Penelitian Tindakan Kelas

1. Kegiatan Siklus I 1.) Siklus Pertama

Siklus pertama ini melalui tiga tahap, yaitu (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi.

(50)

29

a. Perencanaan Tindakan

Pada tahap ini peneliti dan guru secara kolaboratif melakukan kegiatan sebagai berikut:

1. Menentukan jenis mata pelajaran dan jenis keterampilan yang dipadukan dalam pembelajaran Seni Budaya.

2. Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang sesuai dengan metode pembelajaran

3. Menentukan sub keterampilan yang dipadukan 4. Merumuskan indikator hasil belajar

5. Menentukan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini guru dan peneliti melaksankan tindakan dengan langkah - langkah sebagai berikut:

1. Peneliti bekerja sama dengan kolaborator dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran batik sesuai yang direncanakan.

2. Menerapkan media gambar sebagai media pembelajaran.

3. Menyampaikan pengetahuan dasar batik dengan menggunakan media gambar.

4. Memberikan tes tertulis.

(51)

c. Pengamatan

Pada tahap ini guru dan peneliti melaksankan tindakan dengan langkah - langkah sebagai berikut:

1. Melakukan observasi pada siklus 1 dengan memakai format observasi.

2. Peneliti bersama kolaborator mengamati teknik pembelajaran yang telah dilakukan.

3. Mengamati situasi kegiatan belajar- mengajar, dan peranan penggunaaan media gambar dalam pembelajaran batik.

d. Refleksi

1. Mengidentifikasi faktor-faktor hambatan dan kemudahan peneliti dalam pembelajaran batik.

2. Peneliti bersama kolaborator merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan pada pembelajaran selanjutnya.

3. Peneliti bersama kolaborator melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran.

4. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesui hasil evaluasi.

2.) Kegiatan Siklus II

Pada siklus II, tahap perencanaan hanya melanjutkan pelaksanaan siklus I, dengan menambah atau mengurangi bagian-bagian yang dianggap kurang baik berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.

(52)

31

D. Instrumen Penelitian

Dalam instrumen penelitian ini yang digunakan berupa lembar observasi.

Berisi aspek keterampilan yang dilakukan peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran menggambar motif batik, adapun rubrik penilaian sebagai berikut:

INSTRUMEN PENILAIAN MENGGAMBAR MOTIF BATIK

No. Indikator Kemampuan

Hasil Penilaian 4

(Sangat Baik)

3 (Baik)

2 (Kurang)

1 (Sangat Kurang) 1

Merancang Desain Motif Batik

2

Menggambar / membuat karya

3 Hasil karya

Jumlah Skor yang Diperoleh

(53)

RUBRIK PENILAIAN

No Indikator Rubrik

1

Merancang Desain Motif Batik

1. Kesiapan alat dan bahan 2. Desain motif

3. Tingkat kerumitan desain

2 Menggambar/

membuat karya

1. Tidak mampu menggunakan media gambar 2. Sedikit menguasai penggunaan media gambar 3. Kurang menguasai penggunaan media gambar 4. Menguasai penggunaan media gambar

3 Hasil Karya

1. Karya kotor dan tidak rapi 2. Karya kotor dan sedikit rapi 3. Karya sedikit rapi dan 4. Karya tidak retak dan halus

E. Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan variabel yang telah dijelaskan tersebut, maka teknik pengumpulan data yang sesuai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Observasi

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung di lokasi penelitian pada proses pembelajaran. Dalam penelitian

(54)

33

ini observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung baik kegiatan yang dilakukan oleh guru maupun peserta didik.

Hal-hal yang menjadi dasar dalam kegiatan observasi ini antara lain : a).

proses pembelajaran menggambar motif batik dengan menggunakan media gambar yang meliputi tujuan, materi, kegiatan praktek, metode dan evaluasi pembelajaran seni rupa. b). kemampuan siswa dalam menggambar motif batik, khususnya kelas XI Jurusan Desain Produksi dan Kriya Tekstil SMK Negeri 3 Kota Bima

b. Wawancara

Teknik wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan cara berkomunikasi langsung dengan orang yang dijadikan sasaran penilaian.

c. Dokumentasi

Dokumentasi yakni teknik yang dilakukan dengan cara pengambilan data dari dokumen yang ada serta pengambilan gambar melalui kamera atau foto pada karya sebagai salah satu objek penelitian.

c. Tes Praktik

Tes dilakukan dengan maksud untuk memperoleh data tentang kemampuan peserta didik dalam menggambar motif batik. Dengan tes, kemampuan peserta didik dapat diukur. Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam berkarya menggambar motif batik . Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan : membuat desain, mewarnai hingga menghasilkan karya motif batik. Adapun bentuk instrumen yang diberikan

(55)

adalah peserta didik diminta memenggambar motif batik nusantara dengan teknik menciplak dan memodifaikasi media gambar.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang akan dilakukan dalam melaksanakan tes praktik menggambar motif batik.

1. Menyampaikan rubrik penilaian sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik.

2. Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang kriteria penilaian.

3. Menyampaikan tugas kepada peserta didik.

4. Memeriksa kesediaan alat dan bahan yang digunakan untuk tes praktik.

5. Melaksanakan penilaian selama rentang waktu yang direncanakan.

6. Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian.

7. Melakukan penilaian dilakukan secara individual.

8. Mencatat hasil penilaian.

9. Mendokumentasikan hasil penilaian.

F. Teknik Analisis Data

Semua data yang telah berhasil dikumpulkan, di masukkan dalam suatu sistem pencatatan yang lebih lengkap dan sistematis. Penelitian ini banyak berisi kutipan- kutipan data hasil catatan lapangan. Data tersebut kemudian dipilih sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi penelitian. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam berkarya meggambar motif batik dapat dilihat dari nilai yang diperoleh peserta

(56)

35

didik melalui tes praktik meggambar motif batik. Adapun kriteria penilaiannya meliputi kemampuan:

1. Merancang desain

2. Menggambar / membuat karya 3. Hasil karya

Skor atau nilai yang disajikan tentang kemampuan peserta didik dalam berkarya menggamabar motif batik, selanjutnya dibuat dalam bentuk tabel dan dianalisa menggunakan teknik analisis kualitatif dengan mendeskripsikan hasil tes.

Untuk mengetahui komponen apa yang dikuasai dan tak dikuasai oleh peserta didik yang bersangkutan.

Karena yang hendak dideskripsikan oleh peneliti adalah penigkatan kemampuan keseluruhan peserta didik pada kelas XI SMK Negeri 3 Kota Bima dalam berkarya menggambar motif batik, maka untuk mendeskripsikan kemampuan tersebut dibutuhkan nilai rata-rata dari nilai keseluruhan peserta didik kelas ekstrakulikuler teknik sablon. Untuk mendapatkan nilai rata-rata

peserta didik, maka skor diolah dengan menggunakan rumus rata-rata aritmatik berikut ini:

Mean =∑

(57)

Keterangan : Mean = Rata-rata

∑ = Jumlah tiap skor peserta didik

N = Jumlahpeserta didik

Berikut ini langkah yang akan dilakukan peneliti dalam penggunaan rumus tersebut:

1. Dilakukan tes praktik berkarya oleh para peserta didik.

2. Dilakukan penskoran dari masing-masing peserta didik

3. Skor dari masing-masing peserta didik (∑ ) dikelompokkan sesuai dengan jenis tes praktik (Tes Merancang desain, Tes menggambar motif batik/berkarya & Hasil karya).

4. Jumlah setiap skor peserta didik tersebut kemudian dibagi dengan jumlah total peserta didik (N) yang mengikuti tes praktik.

5. Hasil dari pembagian tersebut menjadi nilai rata-rata dari kemampuan peserta didik di setiap jenis tes praktiknya.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara deskriptif, yaitu skor rata-rata dan presentase. Selain itu, juga ditemukan juga tabel frekuensi, standar deviasi, nilai maksimum dan nilai-nilai minimum siswa setiap akhir siklus

Tingkat ketuntasan pengetahuan disusun berdasarkan acuan kriteria dengan rentang persentase tingkat penguasaan peserta didik sebesar 70% sampai 100%. Nilai

(58)

37

ketuntasan dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 1,0 – 4,0 untuk angka yang ekuivalen dengan huruf D sampai dengan A sebagaimana tertera pada Tabel 3.2 berikut.

Tabel 3.2 Tingkat Ketuntasan Pengetahuan

Tingkat Ketuntasan

Nilai Ketuntasan

Pengetahuan dan Keterampilan

Angka Huruf

≥ 90% 4,00 A

≥ 80% 3,00 B

≥ 70% 2,00 C

< 70% 1,00 D

Sumber: Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 G. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah apabila terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar Seni Budaya dari siklus pertama ke siklus berikunya. Menurut kriteria ketutasan minimal (KKM) kompetensi dasar SMK Negeri 3 Kota Bima jurusan desain produksi dan kriya tekstil, berdasarkan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 yaitu jika peserta didik memperoleh skor minimal 75 untuk kompetensi pengetahuan. Selain itu yang termasuk indikator peningkatan hasil belajar peserta didik adalah meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang direkam melalui lembar observasi.

Gambar

Tabel Halaman
Gambar 1: motif batik parang
Gambar 2 : motif Geometris
Gambar 3: Motif Banji
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mengamati video pembelajaran tentang siklus hidup 3 hewan yang berbeda, peserta didik dapat menganalisis perbedaan siklus hidup ketiganya dengan tepat.. Dengan

“The Effectiveness of Using Simulation Technique in Improving Students’ Speaking Ability An Experimental Research at the Eleventh Grade Students of SMK Negeri 4 Bantaeng”., under the

Peserta didik membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari beberapa teks drama yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber tersebut di atas.. Peserta didik

Dimana dilakukan pengamatan atau pemusatan perhatian terhadap objek yang akan digunakan untuk mengetahui tentang pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa di SMP Negeri 4

2 skor rata-rata persentase jumlah siswa yang melakukan aktivitas yang diharapkan mencapai 85,20% dan hal ini berarti aktivitas siswa telah mencapai kriteria aktif.3 skor rata-rata dan

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar setelah mengikuti pembelajaran melalui model Problem Based Learning PBL, teknik observasi

Berdasarkan hasil observasi di MTs Muhammadiyah Salaka pada tanggal 11 April 2018, bahwa masalah yang dihadapi siswa selama kegiatan proses belajar mengajar berlangsung, yaitu 1 Umumnya

Keterampilan berbicara yang dimaksud adalah nilai yang menunjkkan kemampuan murid dalam berbicara dengan standar kompotensi memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek