metode Campbell Dudek and

Top PDF metode Campbell Dudek and:

Penerapan Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek and Smith untuk Mengurangi Waktu Produksi (Studi Kasus pada PT. "X").

Penerapan Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek and Smith untuk Mengurangi Waktu Produksi (Studi Kasus pada PT. "X").

Penelitian ini menggunakan metode Campbell, Dudek & Smith (CDS). Alasan menggunakan metode tersebut adalah proses produksi yang dilakukan oleh PT. X adalah secara seri dan lebih dari dua mesin. Selain itu tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan urutan pekerjaan yang optimal yaitu dengan mencari produk mana yang seharusnya diproduksi terlebih dahulu agar dapat meningkatkan efisiensi waktu produksi.

18 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Mesin Seri pada CV "X" dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek, and Smith, guna Mengurangi Total Makespan pada Penyelesaian Produksi.

Analisis Penjadwalan Mesin Seri pada CV "X" dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek, and Smith, guna Mengurangi Total Makespan pada Penyelesaian Produksi.

Persaingan dalam industri manufaktur saat ini sudah semakin berkembang, dikarenakan sudah banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang ini, untuk itu setiap perusahaan harus mampu menghadapi persaingan dengan menampilkan dan memberikan performa mereka yang terbaik bagi konsumennya baik dengan pelayanannya, produk maupun keduanya. Penenlitian ini membahas tentang sistem penjadwalan pada mesin seri dengan menggunakan metode Campbell, Dudek, and Smith dengan maksud untuk meminimumkan waktu penyelesaian produk. Dengan menggunakan metode penjadwalan CDS ini diharapakan perusahaan dapat meminimalkan keterlambatan penyelesaian suatu pesanan dan mendapatkan waktu yang lebih efesian dalam penyelesaian pesanan (makespan). CV X adalah perusahaan yang menerapkan sistem make to order dengan pesanan yang datang terlebih dahulu (first-come first-serve). Penjadwalan yang dilakukan sesuai pesanan dengan urutan 1-2-3-4-5-6 didapatkan makespan sebesar 324,25 jam dan idle time sebesar 575,1 jam, sedangkan dengan menggunakan metode Campbell, Dudek, and Smith menghasilkan alternatif terbaik yaitu K=1 dan K=4 dengan makespan 272,75 jam dan idle time 422,55 jam.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Mesin dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan (Studi pada PT. "X").

Analisis Penjadwalan Mesin dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan (Studi pada PT. "X").

PT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya dalam usaha jahit. Penjadwalan produksi yang diterapkan perusahaan menggunakan sistem produksi First Come First Serve (FCFS). Metode FCFS melakukan pengurutan berdasarkan job yang datang pertama dikerjakan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan waktu penyelesaian seluruh produksi (makespan) memiliki kecenderungan yang lebih panjang. Penelitian ini bertujuan mencari alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) untuk meminimumkan makespan dan diharapkan dapat meminimumkan keterlambatan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Penjadwalan Produksi untuk Meminimalisasi Waktu Proses Produksi dengan Metode Campbell Dudek and Smith / CDS (Studi Kasus pada CV. Tri Sapta Jaya, Bandung).

Penjadwalan Produksi untuk Meminimalisasi Waktu Proses Produksi dengan Metode Campbell Dudek and Smith / CDS (Studi Kasus pada CV. Tri Sapta Jaya, Bandung).

Dari data di atas terlihat bahwa terdapat banyak pesanan konsumen yang mengalami keterlambatan. Perencanaan dan penjadwalan produksi dilakukan perusahaan selama ini tidak berdasarkan metode penjadwalan tertentu, hanya berdasarkan urutan order pesanan yang masuk terlebih dahulu. Karena proses produksinya untuk menghasilkan suatu produk akhir harus melewati lebih dari satu mesin secara berurutan, maka metode penjadwalan yang digunakan adalah metode Campbell Dudek Smith (CDS). Dari uraian di atas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:

18 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH - Bina Darma e-Journal

PENINGKATAN PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH - Bina Darma e-Journal

Abstrak : PT Karya Makmur Armada adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konstruksi logam. Penjadwalan produksi yang diterapkan perusahaan menggunakan sistem produksi First Come First Serve (FCFS). Metode FCFS melakukan pengurutan berdasarkan job yang datang lebih dulu. Hal ini menyebabakan waktu penyelesaian seluruh produksi (makespan) menjadi lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan digunakan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) untuk meminimumkan makespan. Metode CDS merupakan pengembangan dari algoritma Jhonson yang melakukan penjadwalan produksi berdasarkan atas waktu proses terkecil pada n job dan m mesin. penjadwalan dengan metode CDS pada penelitian ini menghasilkan 7 iterasi dengan urutan yang dihasilkan adalah 2 – 3 – 1. Nilai makespan yang diperoeh adalah 6960 menit. Setelah dilakukan perbandingan, kesimpulannya adalah penjadwalan produksi menggunakan metode CDS lebih baik daripada metode FCFS.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI (Studi Kasus di UD. Arjasa, Batu Malang)

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI (Studi Kasus di UD. Arjasa, Batu Malang)

menurunkan makespan ( total waktu proses yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kumpulan job ) sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan baik itu dari segi waktu maupun dari segi biaya produksi dengan menggunakan metode Campbell Dudek And Smith Dari penerapan metode Campbell Dudek And Smith secara analisis diperoleh penjadwalan job yang lebih baik dari penjadwalan yang ada pada perusahaan. Pada perhitungan makespan metode Campbell Dudek And Smith diperoleh urutan pengerjaan job yang berbeda dengan urutan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

USULAN PENJADWALAN JOB DENGAN METODE CAMPBELL, DUDEK AND SMITH (CDS) DAN METODE NAWAZ, ENSCORE AND HAM (NEH) UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PROSES STAMPING PART ISUZU DI LINE B PT XYZ

USULAN PENJADWALAN JOB DENGAN METODE CAMPBELL, DUDEK AND SMITH (CDS) DAN METODE NAWAZ, ENSCORE AND HAM (NEH) UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PROSES STAMPING PART ISUZU DI LINE B PT XYZ

Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) dikembangkan oleh H.G Campbell, R.A. Dudek, dan M.L. Smith yang didasarkan atas algoritma Johnson [2]. Metode ini pada dasarnya memecahkan persoalan dua mesin flow shop dengan membagi m mesin ke dalam dua grup, kemudian pengurutan job pada kedua mesin tadi menggunakan algoritma Johnson. Setelah diperoleh sebanyak m-1 alternatif, kemudian dipilih urutan dengan makespan terkecil.

9 Baca lebih lajut

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG).

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG).

Oleh karena itu, perlu dilakukan penjadwalan produksi untuk menanggulangi masalah tersebut sehingga tersedia waktu yang lebih panjang untuk memproses produk non rutin lainnya. Peneliti melihat bahwa makespan di PT Pan Panel Palembang dapat diperkecil, sehingga menjadi lebih efisien dengan melakukan penjadwalan produksi. Salah satu metode penjadwalan produksi yang dapat meminimasi makespan dan menghasilkan solusi yang mendekati optimal adalah metode Campbell Dudek and Smith (CDS). Metode yang sama pernah digunakan untuk melakukan analisa penjadwalan produksi di PT Loka Refraktoris Surabaya [6].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan pada Mesin Seri Guna Meminimalkan Waktu Penyelesaian Produksi Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith Studi pada Usaha L Collection.

Analisis Penjadwalan pada Mesin Seri Guna Meminimalkan Waktu Penyelesaian Produksi Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith Studi pada Usaha L Collection.

“L collection” adalah perusahaan konveksi yang menerapkan sistem make to order dan pelayanan produksinya sesuai dengan pesanan (order) yang lebih dahulu datang (First Come First Serve). Sebagai perusahaan yang melakukan produksi berdasarkan pesanan, masalah yang kerap kali muncul adalah waktu selesai dari tiap pesanan akan berbeda – beda sesuai dengan jumlah pesanan dan jenis produk. Dalam proses produksi perusahaan terdapat sejumlah pekerjaan (job) yang diproses dalam seri tahapan operasi. Keseluruhan pekerjaan diproses dalam beberapa mesin seri aliran proses satu arah, mulai seri tahap awal sampai dengan seri tahap akhir. Terdapat dua metode yang dapat digunakan yaitu kaidah Johnson dan metode Campbell Dudek and Smith. Salah satu penjadwalan yang dapat dilakukan penulis ialah dengan menggunakan metode Campbell Dudek and Smith, dimana produksinya dilakukan sesuai dari pesanan yang diterima dan merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan waktu penyelesaian produksi guna menghindari adanya pekerjaan yang terlambat untuk diselesaikan. Alasan penulis menggunakan penjadwalan mesin seri dengan metode Campbell Dudek and Smith dibandingkan dengan menggunakan kaidah Johnson karena metode ini merupakan pengembangan dari kaidah Johnson. Dengan metode ini dapat mengetahui alternatif rancangan produksi terbaik, dibanding kaidah Johnson yang hanya dengan satu alternatif saja. Dengan metode ini dapat diketahui waktu yang dihabiskan pekerjaan dalam produksi (flowtime) dan meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi (makespan), diharapkan dapat mengurangi waktu penyelesaian pesanan dan menghindari keterlambatan (lateness).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatek.

Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatek.

Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penjadwalan produksi serta proses pengerjaan pekerjaan yang lebih efektif dalam pelaksanaan aktivitas proses produksinya, namun tetap memperhatikan dan mengutamakan kualitas produk. Dalam penelitian ini metode penjadwalan yang akan digunakan adalah metode Campbell, Dudek and Smith (CDS), karena proses produksi perusahaan menggunakan lebih dari dua mesin seri.

20 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN URUTAN JOB UNTUK MINIMASI MAKESPAN DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS) DI BAGIAN PRODUKSI PT KOMATSU PATRIA ATTACHMENT

ANALISIS PERBANDINGAN URUTAN JOB UNTUK MINIMASI MAKESPAN DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS) DI BAGIAN PRODUKSI PT KOMATSU PATRIA ATTACHMENT

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT berkat segala rahmat-Nya dan anugrah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment ” . Penulisan skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment. - Ubharajaya Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment. - Ubharajaya Repository

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis ingin megajukan judul penelitian “ Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment ”.

9 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Waktu Penyelesaian Produksi pada CV. Megah Jaya Abadi.

Analisis Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Waktu Penyelesaian Produksi pada CV. Megah Jaya Abadi.

CV. Megah Jaya Abadi merupakan perusahaan konveksi dimana penjadwalan produksi saat ini dibuat dengan metode First Come, First Serve (FCFS) yang artinya pesanan dibuat sesuai dengan urutan pesanan yang datang. Sehingga permasalahan yang muncul dalam perusahaan adalah sering terjadi waktu penyelesaian produksi yang lama. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang penjadwalan mesin seri dengan metode Campbell Dudek and Smith untuk meminimumkan waktu penyelesaian produksi pada CV. Megah Jaya Abadi. Metode Campbell Dudek and Smith adalah metode yang dikemukakan oleh H.G. Campbell, R.A. Dudek dan M.L. Smith (CDS) yang merupakan pengembangan dari kaidah Johnson. Penjadwalan dengan metode CDS ditujukan untuk penjadwalan pada beberapa mesin (lebih dari 2 unit) untuk mendapatkan waktu penyelesaian (makespan) yang minimum dan mendapatkan urutan pengerjaan yang lebih baik. Dari hasil analisis, dengan metode FCFS pada bulan November perusahaan mendapat total waktu produksi sebesar 106.905 menit dengan idle time 301.130 menit dan pada bulan Desember total waktu produksi sebesar 131.504 menit dengan idle time 368.344 menit. Sedangkan dengan menggunakan metode CDS, pada bulan November perusahaan mendapat total waktu produksi terkecil yaitu 103.315 menit dengan idle time 292.405 menit dan pada bulan Desember total waktu produksi terkecil yang didapat adalah 128.424 menit dengan idle time 353.964 menit. Dengan metode CDS maka perusahaan dapat meminimumkan waktu produksi sebesar 3.590 menit pada bulan November dan 3.080 menit pada bulan Desember.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penjadwalan Flowshop Berdasarkan Algoritma Nawaz, Enscore dan Ham (NEH) dengan Pendekatan Shortest Processing Time (SPT) dan Longest Processing Time (LPT) di PT Growth Sumatra Industry, Ltd

Penjadwalan Flowshop Berdasarkan Algoritma Nawaz, Enscore dan Ham (NEH) dengan Pendekatan Shortest Processing Time (SPT) dan Longest Processing Time (LPT) di PT Growth Sumatra Industry, Ltd

Usulan Penjadwalan Job Dengan Metode Campbell, Dudek And Smith CDS dan Metode Nawaz, Enscore And Ham NEH Untuk Meminimasi Makespan Proses Stamping Part Isuzu di Line B PT XYZ.. Diak[r]

1 Baca lebih lajut

Peranan Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Keterlambatan pada Perusahaan "X".

Peranan Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Keterlambatan pada Perusahaan "X".

1. Penjadwalan produksi yang dilakukan oleh Perusahaan “X” selama ini berdasarkan metode First Come First Serve (FCFS) dengan Makespan sebesar 447,5 jam dan semua proses produksi mengalami keterlambatan penyelesaian. 2. Dengan menggunakan metode Campbell, Dudek, dan Smith (CDS), untuk

19 Baca lebih lajut

Analisa Penjadwalan Produksi untuk Meminimalkan Waktu Produksi dengan Menggunakan Algoritma Campbell, Dudek dan Smith (Studi Kasus pada PT. Toko Online).

Analisa Penjadwalan Produksi untuk Meminimalkan Waktu Produksi dengan Menggunakan Algoritma Campbell, Dudek dan Smith (Studi Kasus pada PT. Toko Online).

Pertumbuhan industri yang semakin pesat, menuntut setiap perusahaan untuk lebih kompetitif dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Penjadwalan produksi pada perusahaan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang dapat menjadi salah satu cara perusahaan dalam menghadapi para pesaing. Pada umumnya penjadwalan produksi merupakan hal yang penting khususnya pada perusahaan manufaktur. Waktu produksi yang dimiliki setiap perusahaan menjadi salah satu acuan konsumen dalam memilih pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu, penyusunan penjadwalan produksi perusahaan harus dibuat sebaik mungkin guna mencapai efisiensi produksi. Salah satu perusahaan yang memerlukan penjadwalan produksi adalah PT. Toko Online yang bergerak di bidang konveksi khususnya dalam pembuatan kemeja,jaket,jeans dan chino. PT. Toko Online merupakan perusahaan yang menerapkan sistem job order dimana produk akan dibuat apabila jenis dan jumlah pesanan telah diterima dari konsumen. Dalam hal ini penerapan metode Campbell,Dudek dan Smith (Algoritma CDS) merupakan metode yang sesuai dengan sistem produksi yang selama ini diterapkan oleh PT. Toko Online. Algoritma CDS merupakan penjadwalan yang digunakan pada penggunaan lebih dari dua mesin seri. Dengan menggunakan algoritma CDS didapat makespan 4378 menit, sehingga bisa menghemat waktu selama 62 menit bila dibandingkan dengan kebijakan perusahaan selama ini.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Evaluasi Penjadwalan Produksi pada Bengkel Bubut Cahaya Teknik dengan Metode CDS (Campbell, Dudek, Smith).

Evaluasi Penjadwalan Produksi pada Bengkel Bubut Cahaya Teknik dengan Metode CDS (Campbell, Dudek, Smith).

Dalam hal ini Bengkel Bubut Cahaya Teknik memproduksi empat produk yaitu gear besar, gear kecil, as, dan roll. Permasalahan yang muncul yaitu masih adanya mesin yang menganggur pada saat proses poduksi berlangsung, untuk mencegahnya penjadwalan menggunakan metode Campbell, Dudek, dan Smith digunakan untuk mencari beberapa alternatif penjadwalan.

18 Baca lebih lajut

Penjadwalan Mesin dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) untuk Mengurangi Keterlambatan pada Tea Collection.

Penjadwalan Mesin dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) untuk Mengurangi Keterlambatan pada Tea Collection.

Banyak industri yang sejenis saling berlomba-lomba untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi kepuasan dan kebutuhan konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan harus dapat mempertahankan kualitas dan ketepatan waktu pada setiap produk yang dihasilkannya. Agar produk dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan metode penjadwalan yang dapat mendukung proses produksi dengan baik. Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penjadwalan produksi serta proses pengerjaan job yang lebih efektif dalam pelaksanaan aktivitas proses produksinya, namun tetap memperhatikan dan mengutamakan kualitas produk. Dalam penelitian ini metode penjadwalan yang akan digunakan adalah metode Campbell Dudek Smith ( CDS ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan dengan menggunakan metode CDS menghasilkan makespan 1398.27 jam dengan 8 job, dimana terdapat 1 job yang tidak terlambat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...