Pola asuh

Top PDF Pola asuh:

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasaan majemuk Siswa SD

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasaan majemuk Siswa SD

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apakah terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan majemuk siswa 2) berapakah proporsi varian pola asuh orang tua terhadap kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Januari 2011 di SDN 03 Cirendeu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausalitas. 1) metode kausalitas dengan teknik analisis data menggunakan teknik multi-regresi. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 siswa. Adapun teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling dengan cara undian yakni sebanyak 30 siswa. Sementara itu, instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan dua skala yaitu MI- FALAE dan pola asuh orang tua. Untuk memperkaya data yang terkait dengan penelitian, peneliti mencantumkan identitas responden, kegiatan ekstrakurikuler dan pekerjaan orang tua.
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Perbedaan Tingkat Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Pola Asuh Orangtua Pada Siswa Kelas Ix Smp Islam Al Abidin Surakarta

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Perbedaan Tingkat Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Pola Asuh Orangtua Pada Siswa Kelas Ix Smp Islam Al Abidin Surakarta

Pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya berbeda-beda antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Berdasarkan jenis-jenis pola asuh yang disebutkan oleh Baumrind (Steinberg, 2002), pola asuh yang diterapkan orangtua adalah pola asuh authoritative, authoritarian, permissive-indulgent, atau permissive-indefferent. Perbedaan pola asuh yang diterapkan orangtua terhadap anaknya, menurut Steinberg (2002) dapat menyebabkan perbedaan dalam perkembangan remaja. Lebih lanjut Steinberg (2002) mengemukakan perkembangan kemandirian, tanggung jawab, dan harga diri lebih didukung oleh pola asuh authoritative daripada pola asuh authoritarian, permissive-indulgent, dan permissive-indefferent.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Sikap Remaja tentang Seks Bebas di SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Sikap Remaja tentang Seks Bebas di SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo

Maraknya pergaulan bebas memacu remaja untuk melakukan seks bebas. Sejalan perkembangan jaman yang semakin pesat, orang tua di tuntut untuk selalu memberikan pengawasan pada anak-anaknya dalam hal pergaulan dan seksualitas. Kurangnya pelajaran dan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, sehingga mempengaruhi gaya pacaran dan pergaulan. Apabila remaja tidak mendapatkan pemahaman yang benar, serta peran pola asuh dari orang tua yang baik maka remaja akan terjerumus pada prilaku seks bebas.

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENG

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENG

Pola asuh orang tua merupakan pola interaksi antara anak dengan orang tua yang meliputi bukan hanya pemenuhan fisik dan psikologis tetapi juga norma-norma yang berlaku dimasyarakat agar dapat hidup selaras dengan lingkungan. Ada tiga jenis pola asuh yaitu pertama: pola asuh otoriter dimana orang tua membatasi dan menghukum, menuntut anak untuk mengikuti perintah-perintah orangtua, Kedua: pola asuh otoritatif yaitu pola asuh yang mendorong anak-anak agar mandiri tetapi masih menetapkan batas-batas dan pengendalian atas tindakan-tindakan mereka, Ketiga: pola asuh permisif: dimana orang tua sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak, Sedangkan yang terakhir adalah pola asuh uninvolved: dicirikan dengan orangtua yang bersikap mengabaikan dan lebih mengutamakan kebutuhan dan keinginan orang tua daripada kebutuhan dan keinginan anak, tidak adanya tuntutan, larangan ataupun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak (Adriani, 2005).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Pada Siswa Smp Negeri 3 Teras Boyolali.

PENDAHULUAN Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Pada Siswa Smp Negeri 3 Teras Boyolali.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Santosa dan Marheni (2013) dengan melibatkan 360 siswa kelas VII di Denpasar, menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan kemandirian berdasarkan tipe pola asuh pada siswa SMP Negeri di Denpasar. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan adanya perbedaan kemandirian pada masing-masing tipe pola asuh, diantaranya adanya perbedaan kemandirian berdasarkan tipe pola asuh demokratis dengan tipe pola asuh otoriter, adanya perbedaan kemandirian berdasarkan tipe pola asuh demokratis dengan tipe pola asuh permisif, adanya perbedaan kemandirian berdasarkan tipe pola asuh otoriter dengan tipe pola asuh permisif, selain itu adanya perbedaan kemandirian pada pola asuh tipe campuran terhadap pola asuh autoritatif dan pola asuh otoriter. Kemandirian paling baik dimiliki siswa dengan pola asuh demokratis.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM MEMBENTUK JIWA KEAGAMAAN ANAK (Studi di Perum Tribrata Polda Lampung Tanjung Senang Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM MEMBENTUK JIWA KEAGAMAAN ANAK (Studi di Perum Tribrata Polda Lampung Tanjung Senang Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

Temuan penelitian ini bahwa pola asuh orang tua yang bekerja dalam membentuk jiwa keagamaan anak di Perum Tribrata Polda Lampung Tanjung Senang Bandar Lampung dilakukan dalam bentuk tiga pola asuh yaitu : pertama pola asuh demokratik yaitu anak diberi kesempatan untuk tidak tergantung kepada orang tua dan diberi kesempatan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya. Kedua pola asuh permisif yaitu orang tua memberikan kelonggaran dan tidak terlalu mengekang dan membatasi anak untuk melakukan yang dikehendaki namun tetap dalam kontrol dan pengawasan orang tua dan ketiga pola asuh otoriter yaitu pola asuh kepada anak dengan membuat aturan-aturan yang ketat sehingga anak melaksanakan perintah atau tugas dari orang tua atas dasar takut memperoleh hukuman dari orang tuanya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua yang bekerja dalam membentuk jiwa keagamaan anak di Perum Tribrata Polda Lampung Tanjung Senang Bandar Lampung adalah (a) tingkat usia anak yang sedang mengalami masa pubertas. (b) Lingkungan keluarga yang berdampak terhadap perilaku anak, (d) Lingkungan pergaulan anak yang kurang terkontrol dan (e) Lemahnya kontrol dan sanki dari masyarakat dan aparat terkait sehingga tidak membuat jera para pelaku tindakan yang menyimpang tersebut.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMAN 1 Pupuan.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMAN 1 Pupuan.

Berdasarkan uraian di atas salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pola asuh orang tua. Berdasarkan analisa World Health Organization (WHO) pada berbagai literatur kesehatan reproduksi dari seluruh dunia menyatakan bahwa pola asuh merupakan faktor risiko perilaku seksual risiko berat. Interaksi antara remaja dengan orang tua dapat menunda bahkan mengurangi terjadinya perilaku berhubungan seksual pada remaja. Pengawasan dari orang tua yang kurang akan mempercepat remaja melakukan hubungan seksual. Pengawasan orang tua merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku seksual remaja. Remaja yang diawasi orang tuanya akan menunda bahkan menghindari hubungan seksual sedangkan pada remaja yang tanpa pengawasan orang tua akan melakukan hubungan seksual pertama pada usia lebih dini (Nursal, 2008).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Pengaruh Pola Asuh Single Parent Terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja : studi kasus terhadap siswa SMA Negeri 10 Bandung.

Pengaruh Pola Asuh Single Parent Terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja : studi kasus terhadap siswa SMA Negeri 10 Bandung.

Kematian salah seorang dari kedua orang tua sangatlah mungkin terjadi pada hidup seseorang, hal tersebut merupakan penyebab seseorang terpaksa harus menjalani kehidupan sebagai seorang single parent dan masih terdapat alasan lain yaitu dikarenakan perceraian, dan jika memang pasangan yang berpisah karena perceraian atau kematian yang memiliki anak dari perkawinan tersebut maka mau tidak mau akan terjadi pola asuh single parent dalam kurun waktu permanen atau sementara waktu. Tidak sedikit dari ibu yang memilih menjadi single parent karena merasa cukup mampu mendirikan suatu keluarga meski tanpa didampingi pasangan (Hude, 2001, hlm. 34).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS V SD SE-GUGUS 1 WATES KABUPATEN KULON PROGO.

PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS V SD SE-GUGUS 1 WATES KABUPATEN KULON PROGO.

Uji normalitas data digunakan untuk menguji apakah data yang diperoleh normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan melalui One-simple Kolmogorov- Smirnov Test program dari SPSS for windows versi 23. Data dikatakan berdistribusi normal pada taraf signifikansi 5% jika nilai Asymp. Sig. lebih dari 0,05. Berdasarkan perhitungan dengan SPSS for windows versi 23, didapat nilai variabel persepsi pola asuh permisif 0,66, dan variabel rasa percaya diri 0,56. Kedua variabel memiliki nilai Asymp. Sig diatas 0,05 maka distribusi data masing-masing variabel dikatakan normal. Ringkasan perbandingan normalitas dapat dilihat dari tabel berikut, namun untuk hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat di lampiran 8.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah (3-5 Tahun) Di Kelompok Bermain Melati Suka Ramai Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah (3-5 Tahun) Di Kelompok Bermain Melati Suka Ramai Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua menggunakan pola asuh Demokratis yaitu 34 orang (81.0%) Orang tua dengan pola asuh Demokratis baik untuk diterapkan oleh orang tua dalam mendidik anak, karena orang tua bertindak secara realistis dan selalu memberikan tanggungjawab pada anak secara penuh sehingga anak bisa tumbuh secara kreatif dan cerdas. Pola asuh yang diterapkan orangtua memiliki peranan yang penting dalam mendidik, membimbing, mendisiplinkan danmelindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat dan akan menjadikan anak menjadi lebih, sopan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh .Alfanti, (2012) di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 24 Malang pola asuh orang tua menggunakan pola asuh Demokratif yaitu (93,4%).Dan hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Ulumudin, (2014) di Paud Aisyiyah Nuraini Ngapalin Muhamadiyah Yogyakarta pola asuh orang tua mayoritas adalah pola asuh pemisif yaitu (95,5%). Hal serupa diungkap oleh (Hurlock, 1999) peranan orang tua atau keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Peranan orang tua terkait dengan cara pengasuhan memberi kesempatan belajar untuk mampu mandiri, memperoleh rasa aman, kesempatan berkembang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KOMPETENSI INTERPERSONAL REMAJA BERDASARKAN POLA ASUH ORANG TUA

PERBEDAAN KOMPETENSI INTERPERSONAL REMAJA BERDASARKAN POLA ASUH ORANG TUA

keberhasilan anak dikemudian hari, ketika harus berada pada lingkungan yang menuntut mereka untuk selalu berhadapan dengan orang lain, seperti pada dunia kerja. Setiap keluarga dalam menerapkan pola asuh pada anaknya mungkin berbeda-beda, sehingga kompetensi interpersonal yang dimiliki masing-masing remaja juga akan tidak sama. Dengan adanya kompetensi interpersonal yang berbeda berdasarkan pola asuh orang tua yang berbeda juga maka remaja juga akan tidak sama dalam menerapkan kompetensi interpersonal dalam lingkungan sosialnya. Jika pola asuh yang diterapkan oleh orang tua bisa diterima oleh anak make akan membentuk kompetensi interpersonal pada anak yang baik, tetapi jika pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tidak diterima baik oleh anak maka kompetensi interpersonal anak cenderung kurang baik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

GAMBARAN POLA ASUH SKIZOFRENIA KATATONIK (STUDI RETROSPEKTIF) DI WILAYAH KARISIDENAN SURAKARTA

GAMBARAN POLA ASUH SKIZOFRENIA KATATONIK (STUDI RETROSPEKTIF) DI WILAYAH KARISIDENAN SURAKARTA

anak-anak tumbuh tanpa kontrol, anak berbuat sesuka hatinya, anak kurang menghargai satu sama lain, proteksi yang berlebihan, anak kurang bertanggungjawab, anak sulit dikendalikan, anak cenderung liar dan anak mudah melanggar norma-norma yang ada dan punya kepercayaan diri yang rendah. Sehingga pola asuh yang diterapkan orang tua tak selamanya efektif terkadang dampaknya bagi anak bukannya baik tapi buruk. Pola asuh yang terlalu protektif atau memanjakan anak tentu menyebabkan anak menjadi tidak kreatif atau jadi selalu tergantung pada orang lain. Sehingga perlu berhati-hati dalam menerapkan pola asuh. Perlu diingat juga bahwa pola asuh sangat menentukan pertumbuhan anak, baik dalam potensi sosial, psikomotorik, dan kemampuan afektifnya. (Shanti, 2007).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan persepsi terhadap pola asuh demokratis orang tua dan penyesuaian diri pada remaja..

Hubungan persepsi terhadap pola asuh demokratis orang tua dan penyesuaian diri pada remaja..

Setiap keluarga akan menerapkan pola asuh yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya untuk mendidik anaknya. Hurlock (1999), mengatakan pola asuh orang tua adalah suatu metode disiplin yang diterapkan orang tua terhadap anaknya yang berfungsi untuk mengajari anak untuk menerima pengekangan-pengekangan yang diperlukan dan membantu mengarahkan emosi anak dan dapat diterima secara sosial. Pola asuh mengandung aturan-aturan atau nilai-nilai yang diberikan orang tua untuk dipatuhi anak yang bertujuan untuk membentuk sikap, perilaku, moral, dan sebagai modal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Pengaruh Pola Asuh Autoritatif Terhadap Religiositas Remaja Gereja Kristen Jawa Se-Klasis Surakarta

Pengaruh Pola Asuh Autoritatif Terhadap Religiositas Remaja Gereja Kristen Jawa Se-Klasis Surakarta

Orang tua harus mampu menyediakan tempat yaitu rumah sebagai wadah remaja untuk berkembang dengan baik dan remaja dapat merasakan suasana kemesraan, kasih dan keramah tamahan. Sehingga rumah menjadi pondasi berkembangnya iman Kristen remaja. Melalui pola asuh, orang tua mempengaruhi masa remaja anak-anaknya untuk selalu melibatkan Allah dalam hidupnya. Bagi remaja, orang tua adalah model yang harus ditiru dan diteladani, sebagai model orang tua harus mampu menjadi tokoh yang memiliki religiositas yang tinggi. Dengan dialog, orang tua memberikan bimbingan, pengarahan dan pendampingan kepada remaja, serta membuka diri untuk menerima kondisi dan permasalahan remaja. Dengan disiplin, orang tua mengenalkan, membiasakan dan melatih remaja untuk mengatur waktunya secara efesien untuk hal-hal yang positip. Dengan disiplin, remaja belajar mengendalikan diri dan menguasai tingkah lakunya dengan berpedoman pada iman Kristen.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA

HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA

Lebih lanjut dapat dijelaskan melalui beberapa aspek persepsi terhadap pola asuh demokratis orang tua, antara lain pandangan orang tua terhadap anak. Pandangan orang tua yang berpola asuh demokratis terhadap anak adalah mereka lebih mementingkan pemahaman terhadap perasaan, keinginan dan kondisi anaknya, mendorong dan memberi kesempatan kepada anak untuk mandiri dan bertindak secara matang sesuai dengan kemampuan anak, mengharapkan anaknya mencapai tingkat pendidikan tertentu, memberikan tanggung jawab terhadap anak (dalam Setiawan, 1996). Menghargai adanya hak-hak yang dimiliki anaknya. Seorang remaja yang mendapatkan tanggung jawab serta dihargai apa yang menjadi haknya akan merasakan kepuasan psikis dan efisien dalam setiap kegiatan yang diikuti. Dengan adanya kepuasan psikis dan efisien dalam setiap kegiatan tersebut, maka seorang remaja akan menjadi riang, senang, tenang dan aman dalam setiap kegiatan yang diikuti dan dilakukannya sehingga dapat menyesuaiakan diri dengan baik.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA PRA  Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Perkembangan Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Al-Islam I.

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA PRA Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Perkembangan Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Al-Islam I.

Berdasarkan hasil tes psikologi yang dilakukan di TK Al-Islam I Jamsaren Surakarta pada bulan Juli 2012 pada anak usia 4-6 tahun, dari 93 siswa terdapat 12 anak mengalami masalah pada tingkat perkembangan yang tidak sesuai dengan usia pra sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap tingkat perkembangan anak prasekolah di TK Al-Islam I Jamsaren Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling didapat 76 sampel anak usia 4-6 tahun di TK Al- Islam Jamsaren. Uji hipotesis menggunakan exact fisher probability. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pola asuh demokratis dengan tingkat perkembangan sector motorik halus normal (p=0,014),sector personal social normal (p=0,000), sector bahasa normal (p=0,256), sector motorik kasar (p=0,007).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Karakteristik Dan Pola Asuh Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Berat Badan Bgm Di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara, Binjai Tahun 2014

Karakteristik Dan Pola Asuh Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Berat Badan Bgm Di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara, Binjai Tahun 2014

Pola pengasuhan turut berkontribusi terhadap status gizi anak, salah satu pola pengasuhan yang berhubungan dengan status gizi anak adalah pola asuh makan. Pola asuh makan adalah sebuah praktik pengasuhan yang diterapkan oleh ibu kepada anak berkaitan dengan cara dan situasi makan. Selain pola asuh makan, pola asuh kesehatan yang dimiliki ibu turut mempengaruhi status gizi balita. Dalam tumbuh kembang anak, peran ibu sangat dominan untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas. Pola asuh makan pada balita berkaitan dengan kebiasaan makan yang telah ditanamkan sejak awal pertumbuhan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Pola Asuh, Pola Makan Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Di Kabupaten Magetan Tahun 2016.

PENDAHULUAN Hubungan Pola Asuh, Pola Makan Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Di Kabupaten Magetan Tahun 2016.

Menurut penelitian Suranadi dkk (2008), ada hubungan yang signifikan antara pola pengasuhan anak dengan karakteristik keluarga. Peranan keluarga terutama ibu dalam mengasuh anak sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pengasuhan yang baik dapat menjamin tumbuh kembang anak yang optimal. Namun, menurut Ita (2014), tidak ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi anak balita yang berusia 1-5 tahun.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Dengan Empati.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Dengan Empati.

Dari model-model pengasuhan di atas, pola asuh demokratis adalah pola pengasuhan yang paling tepat digunakan oleh orang tua untuk mengasuh dan mendidik anaknya, karena pola asuh ini menempatkan anak dan orang tua sejajar. Tidak ada hak anak yang dilanggar juga hak orangtua yang dilanggar, kewajiban anak dan orangtua sama-sama dituntut dalam pola asuh demokratis ini. Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stres, mempunyai minat terhadap hal-hal baru, koperatif terhadap orang-orang lain, serta berpartisipasi aktif dalam tugas keluarga dan juga kegiatan bersenang- senang dalam keluarga (Baumrind dalam Papalia, Olds, dan Feldman, 2009).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN KEMANDIRIAN    Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Kemandirian.

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN KEMANDIRIAN Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Kemandirian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kemandirian. Hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah ada hubungan antara pola asuh otoriter dengan kemandirian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Al-Islam Surakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini saturation samping. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala pola asuh otoriter dan skala kemandirian. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 16.00 dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara pola asuh otoriter dengan kemandirian. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil analisis data menunjukkan ada koefisien korelasi (r) sebesar -0,426 dengan p < 0,01, yang artinya terdapat hubungan negatif yang sangat sigifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku kemandirian. Hasil perbandingan skor empirik menunjukkan bahwa pola asuh otoriter tergolong sedang dengan rerata empirik (RE) = 76,08 dan rerata hipotetik (RH) = 80, kemandirian tergolong tinggi dengan rerata empirik (RE) = 81,88 dan rerata hipotetik (RH) = 65. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara pola asuh otoriter dengan kemandirian. Hal ini berarti variabel pola asuh otoriter dapat menjadi prediktor untuk mengukur kemandirian. Hal ini berarti bahwa untuk kemandirian remaja dapat dibentuk dengan pola asuh otoriter yang diterapkan oleh orangtua.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...