Pola asuh

Top PDF Pola asuh:

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasaan majemuk Siswa SD

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasaan majemuk Siswa SD

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apakah terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan majemuk siswa 2) berapakah proporsi varian pola asuh orang tua terhadap kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Januari 2011 di SDN 03 Cirendeu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausalitas. 1) metode kausalitas dengan teknik analisis data menggunakan teknik multi-regresi. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 siswa. Adapun teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling dengan cara undian yakni sebanyak 30 siswa. Sementara itu, instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan dua skala yaitu MI- FALAE dan pola asuh orang tua. Untuk memperkaya data yang terkait dengan penelitian, peneliti mencantumkan identitas responden, kegiatan ekstrakurikuler dan pekerjaan orang tua.
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Diri 2.1.1. Definisi - Pengaruh Pola Asuh Orangtua dan Peer Group Terhadap Konsep Diri Remaja Tentang Perilaku Seksual Di SMA Dharma Bakti Medan Tahun 2014

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Diri 2.1.1. Definisi - Pengaruh Pola Asuh Orangtua dan Peer Group Terhadap Konsep Diri Remaja Tentang Perilaku Seksual Di SMA Dharma Bakti Medan Tahun 2014

memelihara anak itu, mengurus makan, minum, pakaiannya, dan keberhasilannya dalam periode yang pertama sampai dewasa. Dengan pengertian diatas dapatlah dipahami bahwa pengasuhan anak yang dimaksud adalah kepemimpinan, bimbingan, yang dilakukan terhadap anak berkaitan dengan kepentingan hidupnya. Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak, yaitu bagaimana cara sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak,termasuk cara penerapan aturan,mengajarkan nilai / norma,memberikan perhatian dan kasih sayang serta menunjukkan sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan panutan bagi sikap anaknya. 2.2.2. Jenis Pola Asuh
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Pada Siswa Smp Negeri 3 Teras Boyolali.

PENDAHULUAN Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Pada Siswa Smp Negeri 3 Teras Boyolali.

Dariyo (2004) membagi pola asuh orangtua menjadi empat tipe yakni otoriter, permisif, demokratis dan situasional. Pola Asuh otoriter mempunyai ciri- ciri diantaranya menekankan segala aturan orang tua harus ditaati oleh anak. Anak harus menurut dan tidak boleh membantah terhadap apa yang diperintahkan oleh orang tua. Jenis pola asuh ini apabila diterapkan oleh orang tua akan membentuk seorang anak yang kurang mandiri sebab dalam hal ini, anak seolah- olah menjadi robot, sehingga ia kurang memiliki inisiatif, merasa takut, tidak percaya diri, pencemas, rendah diri, dan minder dalam pergaulan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Perbedaan Tingkat Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Pola Asuh Orangtua Pada Siswa Kelas Ix Smp Islam Al Abidin Surakarta

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Perbedaan Tingkat Kemandirian Remaja Ditinjau Dari Pola Asuh Orangtua Pada Siswa Kelas Ix Smp Islam Al Abidin Surakarta

Demikian beberapa jenis pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya, dan pola asuh ini dapat mempengaruhi pembentukan kemandirian pada remaja. Kemandirian berkembang melalui proses pengalaman, latihan-latihan, kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh tiap-tiap pola asuh. Oleh karena itu, pembentukan kemandirian remaja dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan berkembang ke lingkungan di luar keluarga.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pola Asuh Single Parent Terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja : studi kasus terhadap siswa SMA Negeri 10 Bandung.

Pengaruh Pola Asuh Single Parent Terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja : studi kasus terhadap siswa SMA Negeri 10 Bandung.

Seiring perkembangan zaman dan tranformasi budaya, baik budaya masa maupun budaya populer di masyarakat, hal ini berdampak terhadap banyaknya para remaja yang mengubah gaya hidupnya. Pada kenyataannya perubahan gaya hidup ini berdampak kepada meningkatnya perilaku menyimpang di masyarakat. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah semakin meningkatnya perilaku seks pranikah yang dilakukan oleh remaja di kota Bandung terutama siswa SMA, serta kurangnya pengawasan dari orang tua dalam mencegah perilaku ini. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMA Negeri 10 Bandung yang memiliki orang tua single parent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh single parent yang diterapkan dan kondisi perilaku seks pranikah siswa serta adakah pengaruh dari pola asuh single parent terhadap perilaku seks pranikah remaja atau siswa di SMA Negeri 10 Bandung. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pola asuh single parent dan perilaku seks pranikah remaja. Dimensi yang digunakan untuk pola asuh single parent ini adalah: pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter, sedangkan dimensi perilaku seks pranikah remaja adalah bermesraan, bercumbu dan berhubungan kelamin. Penelitian ini menggunakan metode explanatory survey, teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran angket (kuesioner). Instrumen yang digunakan adalah angket model skala Likert. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan dalam pola asuh yang diterapkan oleh orang tua single parent pada siswa SMAN 10 Bandung, (2) Perilaku seks pranikah pada siswa SMAN 10 Bandung tergolong tinggi dimana memiliki rata- rata sebesar 2,77, (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari pola asuh single parent terhadap perilaku seks pranikah remaja.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PENGARUH  POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VII  SMP NURUL ISLAM  Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VII SMP Nurul Islam Ngemplak Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012.

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NURUL ISLAM Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VII SMP Nurul Islam Ngemplak Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012.

Dalam dunia pendidikan, proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan yang dikenal dengan sebutan trilogi pendidikan, yaitu pendidikan di dalam keluarga (pendidikan informal), sekolah (pendidikan fomal), dan masyarakat (pendidikan non formal). Ketiga pusat pendidikan tersebut harus bekerjasama dan secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap proses pendidikan. Pendidikan keluarga merupakan awal dari pendidikan anak selanjutnya. Pendidikan di dalam keluarga dapat terwujud dari pola asuh orang tua kepada anak-anaknya. Pola asuh orang tua merupakan faktor penting yang mempengaruhi prestasi siswa dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VII SMP Nurul Islam Ngemplak Boyolali tahun ajaran 2011/2012, dan untuk mengetahui pola asuh mana yang paling tepat diterapkan oleh orang tua untuk meningkatkan prestasi belajar IPA. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif korelasional. Variabel dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua (pola asuh otoriter = X 1 , pola asuh permisif = X 2 , dan pola asuh demokratis = X 3 ) sebagai variabel bebas, dan prestasi belajar IPA siswa (Y) sebagai variabel terikat. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Proportional Random Sampling. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa F hitung > F tabel , yaitu 23,630 > 2,695 dan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pola Asuh Orang Tua dan Tingkat Kebiasaan Remaja dalam Mengkonsumsi Alkohol di Desa Sirajaoloan Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara

Pola Asuh Orang Tua dan Tingkat Kebiasaan Remaja dalam Mengkonsumsi Alkohol di Desa Sirajaoloan Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara

Hasil distribusi frekwensisi dan persentase tingkat kebiasaan remaja dalam mengkonsumsi akohol di Desa Sirajaoloan menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada tingkat kecanduan sebanyak 1 responden remaja (2.38%) dengan data karakteristik umur 21 tahun, tingkat pendidikan SD. Remaja dengan tingkat kecanduan cenderung memiliki kebiasaan akan lebih percaya diri berbicara dengan orang lain jika sudah minum alkohol terlebih dahulu, akan mencuri uang orang tua untuk membeli alkohol, ketika ada masalah lebih senang mengkonsumsi alkohol daripada membicarakannya dengan orang tua ataupun orang lain, tidak bisa tidur di waktu malam hari jika tidak mengkonsumsi alkohol. Hal ini sesuai dengan pernyataan Irwan (2008) yang menyatakan bahwa remaja dengan tingkat kecanduan memiliki pola pikir yang aneh dengan kebiasaan yang tidak wajar. Remaja menganggap alkohol sebagai kebutuhan hidup agar dapat menjalankan kegiatannya. Pola asuh orang tua yang dialami si anak adalah pola asuh permisif karena tidak adanya komunikasi dengan orang tua akibat ketidakharmonisan dalam keluarga. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa terjadi perselisihan dan persaingan antara anak dan ayah, yang mengakibatkan si anak merasa tersingkirkan dan bertindak dengan sesuka hatinya. Soetjiningsih (2004) menyatakan bahwa remaja menganggap dengan alkohol dapat mengatasi keadaan cemas, gelisah, ketegangan, merasa kuat dan percaya diri, mengurangi perasaan nyeri dan merasa mampu mengatasi stress kehidupan sehari- hari.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENG

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENG

dapat mengawali perilaku pengguna Napza. Sesuai hasil penelitian yang dilakukan BNN 2005 bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) usia termuda penyalahguna narkoba sesuai hasil survei nasional itu adalah tujuh tahun, sementara dari segi pendidikan, yang paling banyak memiliki proporsi penyalahguna narkoba adalah mahasiswa (9,9%), menyusul SLTA (4,8%), dan SLTP (1,4%). Inilah yang melandasi peneliti untuk melakukan suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada “Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Penyalahgunaan NAPZA pada Remaja”.Hal ini membuktikan ada beberapa pola asuh orang tua dapat memberikan atau menjadikan dampak buruk bagi generasi selanjutnya contohnya seprti penyalahgunaan napza.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMAN 1 Pupuan.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMAN 1 Pupuan.

karena sedang dalam keadaan lelah, stres, atau frustasi. Sehingga mereka tidak hangat dengan anaknya dan tidak memberikan tuntutan apapun kepada anaknya. Mereka memberikan waktu yang sangat minimal untuk berinteraksi dengan anaknya, biasanya orang tua dengan pola asuh ini merupakan orang tua yang lalai. Orang tua merespon anak dengan cara memenuhi kebutuhan anak berupa makanan atau mainan, namun tidak berusaha ke hal-hal yang bersifat jangka panjang, seperti aturan pekerjaan rumah dan standar tingkah laku. Anak dari kegiatan pola asuh seperti ini cenderung terbatas secara akademis dan sosial.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

POLA ASUH OTORITATIF DALAM PEMBENTUKAN K

POLA ASUH OTORITATIF DALAM PEMBENTUKAN K

Pola asuh Otoritatif memberi pengaruh pada kebiasaan membaca anak, karena pada pola asuh ini cenderung mendorong orang tua untuk tidak memaksakan kehendaknya kepada anak, tetapi mendorong anak untuk melakukan suatu hal yang diharapkan orang tua dengan memberi pertimbangan yang rasional pada anak. Dalam hal ini, orang tua mendorong anak untuk belajar mengenal huruf dengan orang tua langsung yang mengajarkan. Orang tua juga menyampaikan asyiknya belajar mengenal huruf sehingga anak tertarik untuk melakukannya. Selain itu, orang tua juga memberi kesempatan pada anak untuk melakukan hal diinginkan anak. Misalnya ketika anak ingin mengenal huruf melalui permainan daripada video, orang tua bersedia melakukannya. Berbeda halnya dengan orang tua yang tidak menerapkan pola asuh Otoritatif, orang tua tersebut bisa jadi bersikap mengekang, atau bahkan menelantarkan anak tanpa memperhatikan perkembangan keterampilan literasi anak secara detail. Poola asuh Otoritatia yang diterapkan orang tua nantinya dapat menentukan apakah orang tua mampu menumbuhkan potensi anak, pembinaan minat baca sejak dini. Kebiasaan apa saja yang didapat anak akan berpengaruh pada prestasinya di masa yang akan datang. Jika sejak usia dini anak-anak dikenalkan dengan bahan bacaan dan kebiasaan membaca, maka kebiasaan membaca di masa anak-anak ini akan terus terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Berkaitan dengan hal itu, orang tua menekankan kepada anak bahwa membaca buku dan bermain terkait literasi perlu lebih dimanaaatkan sebagai aktivitas literasi yang memberi pengalaman menyenangkan. Adapun jika orang tua tidak berupaya mengenalkan bahan bacaan pada anak, bisa jadi anak akan memiliki kebiasaan dan minat baca yang rendah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang - Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Sosialisasi Remaja di SMA Negeri 15 Medan

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang - Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Sosialisasi Remaja di SMA Negeri 15 Medan

perasaan dari orang lain. Pola asuh dapat bekerja sangat baik ketika pola ini diterapkan pada anak secara individu dan dalam situasi yang spesifik sehingga dapat terbina hubungan yang baik antar remaja dan orang tua (Soetjiningsih, 2004 dalam Sipahutar, 2009).

Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah (3-5 Tahun) Di Kelompok Bermain Melati Suka Ramai Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah (3-5 Tahun) Di Kelompok Bermain Melati Suka Ramai Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak pra sekolah.Terdapattigakategoripolaasuh orang tuaterhadapanaknyayaituotoriter, demokratisdanpermisif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pola asuh orang tua dan perkembangan anak usia pra sekolah di Kelompok Bermain Melati Suka Ramai kabupaten Tanah Datar. Desain Penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif.Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, Sehingga seluruh populasi di jadikan sampel yaitu 42 orang. Hasil penelitian di peroleh sebagian besar orang tua memiliki pola asuh demokratis yaitu 34 ibu (81,0%), dan perkembangan anak sesuai dengan perkembangan yaitu 37 anak (88%). Peneliti menyarankan agar orang tua dapat menerapkan pola asuh demokratis dalam mengasuh anaknya karena pola asuh demokratis orang tua bertindak secara realities dan selalu memberi tanggung jawab pada anak secara penuh sehingga anak bisa tumbuh secara kreatif dan cerdas.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Sikap Remaja tentang Seks Bebas di SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Sikap Remaja tentang Seks Bebas di SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo

Penduduk wilayah Sukoharjo khususnya Kecamatan Tawangsari sebagaian besar merupakan perantau ke luar kota seperti Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar anak hidup bersama kakek atau neneknya, dimana kakek dan nenek tersebut tidak memiliki pengawasan yang ketat kepada cucunya. Sehingga pola asuh orang tua terhadap anak di wilayah Kecamatan Tawangsari adalah autoritathive dan permissive, sedangkan pola asuh autoritarian tidak ditemui pada obyek penelitian.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS V SD SE-GUGUS 1 WATES KABUPATEN KULON PROGO.

PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS V SD SE-GUGUS 1 WATES KABUPATEN KULON PROGO.

tua akan menimbulkan sifat yang biasanya agresif, tidak dapat bekerjasama dengan orang lain, sukar menyesuaikan diri, emosi kurang stabil, kurang percaya diri, serta mempunyai sifat selalu curiga. Akibatnya anak berperilaku sesuai dengan keinginannya sendiri, tidak peduli apakah hal itu sesuai dengan norma masyarakat atau tidak. Keadaan lain pada pola asuh ini adalah anak-anak bebas bertindak dan berbuat. Baumrind (dalam Yusuf, 2015: 51-52) menambahkan mengenai penerapan pola asuh permisif dari orang tua akan membentuk profil perilaku seorang anak yang bersikap implusif dan agresif, suka memberontak, suka mendominasi, tidak jelas arah hidupnya, prestasinya rendah, kurang memiliki rasa percaya diri, dan pengendalian diri.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

Karakteristik Dan Pola Asuh Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Berat Badan Bgm Di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara, Binjai Tahun 2014

Karakteristik Dan Pola Asuh Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Berat Badan Bgm Di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara, Binjai Tahun 2014

Pola pengasuhan turut berkontribusi terhadap status gizi anak, salah satu pola pengasuhan yang berhubungan dengan status gizi anak adalah pola asuh makan. Pola asuh makan adalah sebuah praktik pengasuhan yang diterapkan oleh ibu kepada anak berkaitan dengan cara dan situasi makan. Selain pola asuh makan, pola asuh kesehatan yang dimiliki ibu turut mempengaruhi status gizi balita. Dalam tumbuh kembang anak, peran ibu sangat dominan untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas. Pola asuh makan pada balita berkaitan dengan kebiasaan makan yang telah ditanamkan sejak awal pertumbuhan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Karakteristik Keluarga dan Pola Asuh terhadap Status Gizi Balita pada Ibu Menikah Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Keude Geureubak Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur  Tahun 2013

Pengaruh Karakteristik Keluarga dan Pola Asuh terhadap Status Gizi Balita pada Ibu Menikah Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Keude Geureubak Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur Tahun 2013

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik keluarga dan pola asuh terhadap status gizi balita pada ibu menikah dini di wilayah kerja Puskesmas Keude Geureubak Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dengan desain potong lintang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu menikah dini yang mempunyai balita usia 0-59 bulan sebanyak 104 responden. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan kuesioner. Analisis deskriptif dilakukan pada semua variabel, dan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga dan pola asuh terhadap status gizi balita dilakukan dengan uji regresi logistik berganda.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERSEPSI REMAJA ETNIS ARAB TERHADAP POLA ASUH PENGAWASAN DAN KOMUNIKASI ORANG TUA

PERSEPSI REMAJA ETNIS ARAB TERHADAP POLA ASUH PENGAWASAN DAN KOMUNIKASI ORANG TUA

Peran pola asuh yang meliputi pola asuh pengawasan dan komunikasi dalam keluarga sangatlah berpengaruh. Pola asuh yang diberikan orang tua dapat berdampak positif atau negatif terhadap anak bergantung dari bagaimana cara orang tua menyampaikan pola asuh tersebut. Disini pola asuh pengawasan dan komunikasi sangat berpengaruh, karena menyangkut persepsi remaja dalam memandang pola asuh yang diberikan oleh orang tua.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA - DIGILI

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA - DIGILI

Intisari: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Sleman Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Sleman Yogyakarta yang berjumlah 97 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji Korelasi uji Korelasi Chi Square dilakukan uji koreksi dengan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Sleman Yogyakarta dengan p (value) = 0,270 (>0,05). Hasil penelitian ini yaitu tidak ada hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Sleman Yogyakarta.. Saran dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku yang positif dengan menjauhi segala macam bentuk bullying baik mengejek dengan sebutan yang jelek, mengancam akan memukul atau menyakiti, dan mengucilkan karena tidak peduli dengan teman yang tidak disukai.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM MEMBENTUK JIWA KEAGAMAAN ANAK (Studi di Perum Tribrata Polda Lampung Tanjung Senang Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM MEMBENTUK JIWA KEAGAMAAN ANAK (Studi di Perum Tribrata Polda Lampung Tanjung Senang Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

Pertama, kesalahan pola asuh (mall adjusment) dalam keluarga yang cenderung mengarah pada pola asuh permisif. Perkembangan jiwa keagamaan anak yang mendapat perhatian dan monitoring yang kurang baik. Dari perspektif teoritis, kasus yang terjadi di masyarakat Perum Tribrata Polda Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung tersebut menunjukkan adanya pola asuh yang permisif. Pola asuh ini ditandai dengan cara orang tua mendidik anak secara bebas, anak dianggap sebagai orang dewasa/muda, ia diberi kelonggaran seluas- luasnya untuk melakukan apa saja yang dikehendaki. Kontrol orang tua terhadap anak sangat emah, juga tidak memberikan bimbingan yang cukup berarti bagi anak. Semua apa yang telah dilakukan oleh anak adalah benar dan tidak perlu mendapatkan teguran, arahan dan bimbingan.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH AUTORITATIF DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DI DENPASAR.

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH AUTORITATIF DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DI DENPASAR.

Beberapa penelitian yang serupa telah dilakukan sebelumnya, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Wulansari (2013) yang meneliti mengenai hubungan pola asuh demokratis orangtua dan lingkungan sekolah dengan kecerdasan emosional anak siswa SD kelas V Keceme I, Sleman. Penelitian ini mengambil sampel siswa-siswa kelas V SD dengan teknik sampling adalah sampel total. Sampel diambil dengan jumlah 46 orang siswa. Data hasil penelitian diuji dengan menggunakan teknik regresi berganda dan korelasi parsial. Terdapat beberapa perbedaan antara penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilaksanakan ini, perbedaan tersebut diantaranya terdapat pada jenis dan jumlah variabelnya. Pada penelitian ini hanya terdapat dua variabel, yaitu variabel pola asuh autoritaif dengan variabel resiliensi. Selain itu, perbedaan juga dapat dilihat dari karakteristik subjek penelitian. Pada penelitian ini subjek penelitiannya adala remaja siswa-siswi SMA. Perbedaan juga dapat dilihat dari segi teknik pengambilan sampel serta analisis data yang digunakan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel two stages cluster random sampling dengan teknik analisis data menggunakan uji person product moment.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...