Top PDF Lampiran 2 KUESIONER KUALITAS HIDUP WANITA LANSIA di KELURAHAN PABATU KECAMATAN PADANG HULU TEBING TINGGI PETUNJUK PENGISIAN

Lampiran 2 KUESIONER KUALITAS HIDUP WANITA LANSIA di KELURAHAN PABATU KECAMATAN PADANG HULU TEBING TINGGI PETUNJUK PENGISIAN

Lampiran 2 KUESIONER KUALITAS HIDUP WANITA LANSIA di KELURAHAN PABATU KECAMATAN PADANG HULU TEBING TINGGI PETUNJUK PENGISIAN

Berilah tanda ( √) pada kolom jawaban yang tersed ia sesuai dengan jawaban ibu. Pertanyaan berikut menyangkut perasaan ibu terhadap kualitas hidup, kesehatan dan hal-hal lain dalam kehidupan ibu. Pilihlah jawaban yang menurut ibu paling sesuai. Jika ibu tidak yakin tentang jawaban yang akan ibu berikan terhadap pertanyaan yang diberikan, pikiran pertama yang muncul pada benak ibu seringkali merupakan jawaban yang terbaik.

23 Baca lebih lajut

Lampiran 2 KUESIONER KUALITAS HIDUP WANITA LANSIA di KELURAHAN PABATU KECAMATAN PADANG HULU TEBING TINGGI PETUNJUK PENGISIAN

Lampiran 2 KUESIONER KUALITAS HIDUP WANITA LANSIA di KELURAHAN PABATU KECAMATAN PADANG HULU TEBING TINGGI PETUNJUK PENGISIAN

Saya adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelasaikan tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran kualitas hidup wanita lansia.

23 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Perubahan psikologis pada wanita lansia meliputi short term memory, frustasi, kesepian, takut kehilangan kebebasan, takut menghadapi kematian, perubahan keinginan, depresi, dan kecemasan. Psikis pada wanita usia lanjut perubahan dapat berupa sikap yang semakin egosentrik, mudah, curiga, bertambah pelit. Hal yang perlu dimengerti adalah sikap umum yang ditemukan pada hamper setiap lanjut usia, yakni keinginan berumur panjang, tenaganya sedapat mungkin dihemat. Individu tetap mengharapkan tetap diberi peranan dalam masyarakat, ingin mempertahankan hak dan harkatnya serta ingin tetap berwibawa.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Lampiran 1 FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padabg Hulu Tebing Tinggi

Lampiran 1 FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padabg Hulu Tebing Tinggi

Berilah tanda ( √) pada kolom jawaban yang tersed ia sesuai dengan jawaban ibu. Pertanyaan berikut menyangkut perasaan ibu terhadap kualitas hidup, kesehatan dan hal-hal lain dalam kehidupan ibu. Pilihlah jawaban yang menurut ibu paling sesuai. Jika ibu tidak yakin tentang jawaban yang akan ibu berikan terhadap pertanyaan yang diberikan, pikiran pertama yang muncul pada benak ibu seringkali merupakan jawaban yang terbaik.

23 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Moons, dkk (2004) dalam (Nofitri, 2009) mengatakan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup antara individu yang tidak menikah, individu bercerai ataupun janda, dan individu yang menikah atau kohabitasi. Penelitian empiris di Amerika secara umum menunjukkan bahwa individu yang menikah memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi daripada individu yang tidak menikah, bercerai, ataupun janda/duda akibat pasangan meninggal Glenn dan Weaver (1981) dalam (Nofitri, 2009) .Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahl, dkk (2004) dalam (Nofitri, 2009) menemukan bahwa baik pada pria maupun wanita, individu dengan status menikah atau kohabitasi memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Perubahan psikologis pada wanita lansia meliputi short term memory, frustasi, kesepian, takut kehilangan kebebasan, takut menghadapi kematian, perubahan keinginan, depresi, dan kecemasan. Psikis pada wanita usia lanjut perubahan dapat berupa sikap yang semakin egosentrik, mudah, curiga, bertambah pelit. Hal yang perlu dimengerti adalah sikap umum yang ditemukan pada hamper setiap lanjut usia, yakni keinginan berumur panjang, tenaganya sedapat mungkin dihemat. Individu tetap mengharapkan tetap diberi peranan dalam masyarakat, ingin mempertahankan hak dan harkatnya serta ingin tetap berwibawa.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Kualitas Hidup Wanita Lansia di Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi

Moons, dkk (2004) dalam (Nofitri, 2009) mengatakan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup antara individu yang tidak menikah, individu bercerai ataupun janda, dan individu yang menikah atau kohabitasi. Penelitian empiris di Amerika secara umum menunjukkan bahwa individu yang menikah memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi daripada individu yang tidak menikah, bercerai, ataupun janda/duda akibat pasangan meninggal Glenn dan Weaver (1981) dalam (Nofitri, 2009) .Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahl, dkk (2004) dalam (Nofitri, 2009) menemukan bahwa baik pada pria maupun wanita, individu dengan status menikah atau kohabitasi memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lansia 2.1.1 Defenisi lansia - Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lansia 2.1.1 Defenisi lansia - Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan.

Menurut Mickley et al (1992) menguraikan spiritualitas sebagai suatu yang multidimensi yaitu dimensi eksistensial dan dimensi agama. Dimensi eksistensial berfokus pada tujuan dan arti kehidupan, sedangkan dimensi agama lebih berfokus pada hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Spiritualitas sebagai konsep dua dimensi, dimensi vertikal sebagai hubungan dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang menuntun kehidupan seseorang, sedangkan dimensi horizontal adalah hubungan dengan diri sendiri, hubungan dengan orang lain dan hubungan dengan lingkungan. Terdapat hubungan terus-menerus antara dua dimensi tersebut (Stoll, 1989; dikutip dari Kozier, Erb, Blais & Wilkinson, 1995).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI LINGKUNGAN IX KELURAHAN PETISAH HULU MEDAN

HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI LINGKUNGAN IX KELURAHAN PETISAH HULU MEDAN

Spirituality improves more to group of elderly where the development of spirituality includes the development of feelings, identity, creation and maintenance of meaningful relationships with others and the Divine, and respect nature. Spirituality is one of the parameters that affect quality of life. Each person has a different quality of life depends on how individuals addressing the problems occurred in her. This research aims to know the relationship of spirituality with the quality of life of the elderly in the Lingkungan IX sub-district of Petisah Hulu Medan. The research was done on February 27 – March 14 2014. It is a descriptive correlation design research with a sample of 40 people with total sampling method. The instruments used is in the form of questionnaire. Research results showed that the elderly has high spirituality as many as 35 people (87.5%) and low as many as 5 people (12.5%). The elderly has good quality of life as many as 31 people (77.5%) and has enough quality for 10 people (22.5%). Data analysis using the Spearmen Rank correlation test (Rho) with the result of correlation between spirituality with the elderly quality of life i.e 0.528 (r) with a level of significance (p) 0.000 i.e. there is pretty strong positive relationships that the higher spirituality then the higher the quality of life of the elderly as well. Researcher concluded that spirituality affect physical health the elderly so that they can cope with changes or stress that occurred in his/her life and more optimistic elderly will feel happier and satisfied upon his life, evaluate themselves positively and can control vital aspects of his/her life. This research is expected to be a consideration and input for nursing gerontik nursing education specifically to study the elderly’s quality of life and spirituality so that later can be applied while in the environmental commmunity.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

 Kata Pengantar

Kata Pengantar

Untuk memenuhi data pendukung dalam Penyusunan Laporan Pemerintah Daerah (LPPD) Kota Tebing Tinggi Tahun 2012, Kecamatan Padang Hulu sebagai perangkat daerah dan koordinator penyelengaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan, mencoba menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan SKPD Kecamatan Padang Hulu Tahun 2012.

1 Baca lebih lajut

75 LAMPIRAN LAMPIRAN 1: kuesioner SURAT PERMOHONAN PENGISIAN KUESIONER

75 LAMPIRAN LAMPIRAN 1: kuesioner SURAT PERMOHONAN PENGISIAN KUESIONER

Item-LAMPIRAN 7-UJI RELIABILITAS KEBERHASILAN USAHA Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .983 .985 2 Item-Total Statist[r]

25 Baca lebih lajut

Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan.

Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan.

kualitas hidup yang baik (77.5%) dan 9 responden memiliki kualitas hidup yang cukup (22.5%). Hasil penelitian ini dikuatkan oleh Hurlock (1999) bahwa pada usia lanjut mereka akan membangun ikatan dengan sesama kelompok usia mereka untuk menghindari kesepian akibat ditinggalkan anak yang tumbuh besar dan masa pensiun. Seperti yang dikatakan Kuntjoro (2002) perubahan dalam peran sosial dimasyarakat, lansia sebaiknya selalu diajak untuk melakukan aktivitas dan memiliki peranan dimasyarakat, selama yang bersangkutan masih sanggup, agar tidak merasa terasing atau diasingkan. Karena jika keterasingan terjadi akan membuat lansia menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kadang- kadang terus muncul perilaku regresi seperti mudah menangis, mengurung diri, dan merengek-rengek bila bertemu dengan orang lain.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan.

Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup lansia di Lingkungan IX Kelurahan Petisah Hulu Medan. Saya mengharapkan jawaban yang Bapak/Ibu berikan sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu sendiri. Saya menjamin kerahasiaan identitas dan pendapat Bapak/Ibu. Informasi yang Bapak/Ibu berikan hanya akan digunakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan khususnya ilmu keperawatan dan tidak akan dipergunakan untuk maksud-maksud lain selain penelitian ini.

28 Baca lebih lajut

Hubungan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga tentang Hipertensi terhadap Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang.

Hubungan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga tentang Hipertensi terhadap Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang.

Manajemen yang efektif dalam mengatasi masalah hipertensi memerlukan motivasi dan dukungan dari anggota keluarga. Keluarga sebagai agen sosial utama dalam mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan. Keluarga memainkan peran utama dalam berbagai aspek manajemen hipertensi termasuk kepatuhan terhadap pengobatan, modifikasi gaya hidup dan tindak lanjut kunjungan. Keluarga juga yang menentukan apakah harus menggunakan pelayanan kesehatan atau tidak (Aboloje, 2010).

13 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kualitas Hidup di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Medan Amplas

Hubungan Antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kualitas Hidup di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Medan Amplas

Saya, mahasiswa Fakultas Kedokteraan Universitas Sumatera Utara, bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara Diabetes Melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada responden. Jadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas hidup pasien DM tipe 2. Ibu/Bapak/Saudara tidak dapat dan tidak akan dipaksa ikut dalam penelitian ini. Partisipasi dalam penelitian ini mengikut kehendak sendiri dan peneliti menghargai keinginan Ibu/Bapak/Saudara untuk tidak meneruskan dalam penelitian ini, kapan saja saat penelitian berlangsung.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA TENTANG HIPERTENSI TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN SURAU GADANG KECAMATAN NANGGALO PADANG.

HUBUNGAN PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA TENTANG HIPERTENSI TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN SURAU GADANG KECAMATAN NANGGALO PADANG.

Kualitas hidup dapat diukur dari kesehatan fisik dan mental (Ware, 2000). Hipertensi menimbulkan gangguan fisik yang terlihat dari gejala fisik yang sering ditemui, seperti sakit kepala, epistaksis, marah, telinga berdengung, rasa berat di tengkuk, sukar tidur, mata berkunang-kunang, dan pusing (Mansjoer, 2000). Salah satu penyebab hipertensi adalah stres, yang dapat memicu kambuhnya hipertensi. Stres menyebakan gangguan pada kesehatan mental lansia (Meiner, 2011). Berdasarkan gejala-gejala tersebut, tampak bahwa hipertensi mempengaruhi kualitas hidup lansia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Dampak Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Terhadap Kualitas Hidup Keluarga Miskin di Kelurahan Bandar Utama Tebing Tinggi Kota Kota Tebing Tinggi

Dampak Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Terhadap Kualitas Hidup Keluarga Miskin di Kelurahan Bandar Utama Tebing Tinggi Kota Kota Tebing Tinggi

One of the government program for tackling poverty level in the Tebing Tinggi City - North Sumatra Province is by the Social Rehabilitation Programme of The House Uninhabitable. Research on the program aims to know whether the Social Rehabilitation Programme of The House Uninhabitable it has been giving impact on increased quality of life for poor families in Bandar Utama Village.

16 Baca lebih lajut

Lampiran II Petunjuk Pengisian

Lampiran II Petunjuk Pengisian

2) Pengisian NPWP, Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak, nomor Dokumen Tertentu, dan nomor Nota Retur/Nota Pembatalan harus dituliskan secara lengkap dan tidak boleh disingkat. Untuk pengisian SPT dengan menggunakan tulisan tangan atau mesin ketik, PKP diperbolehkan untuk mengisi data NPWP pada kolom atau baris tanpa menggunakan tanda baca, kecuali untuk identitas NPWP yang sudah disediakan formatnya pada formulir.

57 Baca lebih lajut

 LAPORAN REV

LAPORAN REV

Kelurahan Tambangan terletak pada bagian Pusat Kota Tebing Tinggi dengan ketinggian berkisar 25-34 meter di atas permukaan laut dan berada pada bagian paling utara batas Kota Tebing Tinggi yang bersebelahan dengan wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Kualitas Hidup Lansia Dengan Edentulus Yang Memakai Dan Tidak Memakai Gigi Tiruan Penuh Di Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2012

Perbedaan Kualitas Hidup Lansia Dengan Edentulus Yang Memakai Dan Tidak Memakai Gigi Tiruan Penuh Di Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2012

Pada tabel 2 terlihat seluruh lansia edentulus yang memakai GTP berjenis kelamin laki-laki sebanyak 4 orang (100%) dan perempuan sebanyak 11 orang (100%) tidak pernah mengalami kesulitan dalam pengunyahan, tidak pernah mengalami bau nafas yang kurang menyenangkan, tidak pernah merasa tidak nyaman untuk memakan makanan, tidak pernah mengalami sariawan di mulut, tidak pernah merasa malu, tidak pernah menghindari makanan, tidak pernah menghindari untuk tersenyum, tidak pernah mengalami gangguan tidur, tidak pernah mengalami gangguan konsentrasi, tidak pernah menghindari bersosialisasi, aktivitas sehari-hari tidak pernah terganggu, biaya hidup tidak pernah tinggi dan percaya diri tidak pernah terganggu. Menurut penelitian Chomjai (2009) mengenai kepuasan pemakaian GTP, hampir seluruh pasien dalam penelitian ini memilih skor 0 dan 1 bagi semua pertanyaan OHIP. 47 Berdasarkan penelitian Adam(2006), lansia edentulus yang memakai GTP melaporkan bahwa pemakaian GTP menyebabkan mereka tidak pernah merasa ketidaknyamanan karena makanan tersisa, tidak pernah merasa malu, tidak pernah menghindari makanan dan tidak pernah menghindari untuk tersenyum. 46
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...