Top PDF MAKALAH KIMIA TENTANG KOLOID (1)

MAKALAH KIMIA TENTANG KOLOID (1)

MAKALAH KIMIA TENTANG KOLOID (1)

Sol liofil adalah sol yang zat terdispersinya tidak menarik dan tidak mengadsorpsi molekul mediumnya. Bila sol tersebut menggunakan air sebagai mediumnya, maka disebut hidrofob. Contoh sol hidrofob adalah sol sulfida, sol logam, sol belerang, dan sol Fe(OH)3. Sol liofil lebih kental daripada mediumnya dan tidak terkoagulalsi jika ditambah sedikit elektrolit. Oleh karena itu, koloid liofil lebih stabil jika dibandingkan koloid liofob. Untuk mtnggumpalkan koloid liofil diperlukan elektrolit dalam jumlah banyak sebab selubung molekul-molekul cairan yang berfungsi sebagai pelindung harus dipecahkan terlebih dahulu. Untuk memisahkan mediumnya dari koloid liofil dapat kita lakukan dengan cara pengendapan atau penguapan. Akan tetapi, jika zat mediumnya ditambah lagi, maka akan terbentuk koloid liofil lagi. Dengan kata lain, koloid liofil bersifat reversibel. Koloid liofob mempunyai sifat yang brelawanan dengan koloid liofil
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA ORGANIK (1)

MAKALAH KIMIA ORGANIK (1)

beda. Coba kita perhatikan rumus bangun dibawah ini pada Gambar di bawah ini. Semua atom karbon (merah) yang dapat mengikat 3 atom hidrogen dan berposisi di tepi, disebut dengan atom karbon primer. Atom karbon nomor 3 (hijau) yang mengikat 2 atom hidrogen disebut dengan atom karbon sekunder. Demikian pula atom karbon yang mengikat hanya 1 atom hidrogen (warna abu

21 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Problem Based Learning Pada Konsep Sistem Koloid

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Problem Based Learning Pada Konsep Sistem Koloid

dalam proses pembelajaran kimia pada konsep sistem koloid antara lain: 1) Perhatian guru terhadap siswa sudah meningkat dan tidak hanya pada sebagian siswa melainkan seluruh siswa; 2) Motivasi untuk terlibat di dalam kegiatan belajar cukup tinggi, siswa lebih percaya diri, lebih berani mengungkapkan pendapatnya, lebih berkonsentrasi dan lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar; 3) Kegiatan siswa dalam melakukan langkah-langkah atau sintaks model PBL seperti mencari informasi yang relevan, menyajikan hasil karya serta menganalisis proses pemecahan masalah yang diajukan oleh gutu telah mengalami peningkatan dibandingkan siklus pertama; 4) Hasil belajar kimia yang diperoleh siswa telah mencapai indikator pencapaian keberhasilan; 5) Hal-hal yang kurang dan perlu diperbaiki dalam siklus pertama sudah terlihat adanya penyempurnaan dalam siklus kedua berdasarkan hasil tes dan lembar observasi serta kuesioner/angket implementasi model PBL.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TUGAS KIMIA LAPORAN PRAKTIKUM KOLOID ONG

TUGAS KIMIA LAPORAN PRAKTIKUM KOLOID ONG

Koloid merupakan suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Koloid termasuk salah satu jenis sistem dispersi yang terlihat homogen, tetapi sebenarnya heterogen dan bersifat stabil. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 Nm.

11 Baca lebih lajut

MAKALAH OKSIGEN kimia anorganik 1

MAKALAH OKSIGEN kimia anorganik 1

tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.

26 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA FISIKA. docx 1

MAKALAH KIMIA FISIKA. docx 1

Sebagai energi gas alam cair komoditas ekspor salah satu manfaat LNG (Liquified Natural Gas). Gas alam cair Liquefied Natural Gas (LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gas alam pada Suhu dan Tekanan Standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh kendaraan LNG. Dibandingkan dengan minyak mentah, pasar gas alam cair relative lebih kecil. Saat ini teknologi manusia juga telah mampu menggnakan gas alam untuk air conditioner (AC), seperti yang digunakan di bandara Bangkok, Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Makalah Kimia Unsur (1) docx

Makalah Kimia Unsur (1) docx

peajaran kimi yang diberikan oleh Ibu Elisabeth Kuddi. Kami menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak kekurangan yang perlu perbaikan. Olehnya itu,tangan kami terbuka lebar untuk menerima kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan makalah ini.

17 Baca lebih lajut

this PDF file EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PROBLEMBASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KOLOID SMA KELAS XI | Pratama | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 1 SM

this PDF file EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PROBLEMBASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KOLOID SMA KELAS XI | Pratama | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 1 SM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan modul pembelajaran kimia berbasis P roblem- Based Learning Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah “Randomized Control-Group Pretest Posttest Design” Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Surakarta, SMAN 7 Surakarta, SMAN 8 Surakarta. Sampel terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksperimen menggunakan modul pembelajaran Problem-Based Learning dengan metode pemberian tugas dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif menggunakan metode tes sedangkan prestasi belajar afektif siswa menggunakan angket. dengan bentuk pilihan ganda. Data menunjukkan Uji normalitas dan homogenitas membuktikan bahwa kedua kelas itu homogen dan terdistribusi normal. Uji t, sebagai analisis data yang dilakukan, menunjukkan bahwa t hitung (3,88) lebih besar dari t tabel (1,65). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kognitif siswa di kelas eksperimen jauh lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sehingga Penggunaan modul pembelajaran kimia berbasis Problem-Based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Makalah Kimia Unsur docx 1

Makalah Kimia Unsur docx 1

b. Senyawa Asam Sulfat Asam sulfat (H2SO4) dibuat dengan proses kontak. Belerang dibakar dalam udara kering di ruang pembakar pada suhu 100 °C. Gas yang dihasilkan mengandung kurang lebih 10% volume sulfur dioksida. Setelah didinginkan sampai 400 °C, kemudian dimurnikan dengan cara pengendapan elektrostastik. Sulfur dioksida yang terbentuk kemudian dikonversi menjadi SO3 dengan menggunakan vanadium (V) oksida. Reaksi yang terjadi adalah eksoterm. Reaksi dilakukan pada suhu 450 °C – 474 °C. d. Unsur Oksigen Oksigen dapat dibuat dengan beberapa cara, antara lain seperti berikut ini. Oksigen dapat dibuat secara komersial dengan cara seperti berikut ini. 1) Distilasi bertingkat udara cair. 2) Elektrolisis air.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Kimia Koloid. docx

Laporan Praktikum Kimia Koloid. docx

Sol adalah partikel berukuran koloid 0,001-0,1 ¼m yang tidak dapat membentuk dispersi koloid dalam air dan karena ukuran partikelnya sol koloid ini cenderung tidak stabil. Gel merupakan sistem padatan yang bersifat elastis karena terbentuknya suatu jalinan antara partikel-partikel koloid sol. Transformasi koloid sol menjadi gel apabila tercipta beberapa kondisi seperti perubahan suhu, perubahan agensia pembentuk gel, pengurangan jumlah gugus bermuatan akibat perubahan derajat keasaman atau penambahan garam (Lesmana dkk, 2008). Selain dari jenis-jenis koloid, terdapat juga sifat-sifat koloid:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA SISTEM PERIODIK 1.docx

MAKALAH KIMIA SISTEM PERIODIK 1.docx

MAKALAH STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK .Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, manusia tidak terlepas dari berbagai bentuk masalah dalam kehidupan ,olehnya para ilmuan selalu mengkaji persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan. Dengan hal tersebut sejarah perkembangan yang diangkat lewat latar belakang ini adalah sejarah perkembangan system periodik unsur mulai dari pengelompokkan unsur – unsur yang sederhana hingga pengelompokkan yang secara modern. Sistem priodik merupakan suatu cara untuk mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifatnya. Pengelompokkan unsur mengalami sejarah perkembangan, sifat logam, non logam, hukum-hukum, golongan, peride, dan sifat-sifat unsur dalam system periodik modern.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA ANORGANIK 2 print (1)

MAKALAH KIMIA ANORGANIK 2 print (1)

radium dalam aplikasi-aplikasi tersebut. Beberapa sumber ini sangat kuat dan yang lainnya sangat aman digunakan. Radium kehilangan sekitar 1% dari aktifitasnya dalam 25 tahun, karena tertransformasikan menjadi unsur-unsur yang lebih ringan. Timbal merupakan hasil akhir disentegrasi radium. Radium harus disimpan di ruangan dengan ventilasi yang baik untuk menghindari pembentukan radon.

21 Baca lebih lajut

MAKALAH SISTEM KOLOID Sistem Koloid

MAKALAH SISTEM KOLOID Sistem Koloid

Selanjutnya, jika kita campurkan susu (misalnya susu bubuk) dalam air, ternyata ―susu‖ larut tetapi ―larutan‖ itu tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopik, campuran ini homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel lemak susu tersebar dalam air. Campuran seperti ini yang disebut koloid. ukuran partikel koloid berkisar antara 1 nm-100 nm.

17 Baca lebih lajut

Makalah Kimia Pangan tentang Zat Aditif (1)

Makalah Kimia Pangan tentang Zat Aditif (1)

Kondisi produksi bahan makanan dan distribusinya saat ini dituntut untuk lebih meningkatkan usia ketahanan dari suatu bahan makanan. Selain itu, situasi pasokan pangan dunia membutuhkan penjagaan kwalitas makanan dengan menghindari kerusakan sebanyak mungkin. Perpanjangan masa simpan melibatkan perlindungan terhadap pembusukan mikroba, misalnya, dengan menggunakan aditif antimikroba dan dengan menggunakan bahan aktif yang menekan dan menghambat perubahan kimia dan fisik yang tidak diinginkan dalam makanan.

33 Baca lebih lajut

Makalah Kimia Penerapan Sistem Koloid da

Makalah Kimia Penerapan Sistem Koloid da

Di bidang industri, penerapan koloid contohnya mengurangi polusi asap pabrik menggunakan alat Cottrel, penggumpalan lateks, dan penjernihan air. Di bidang pangan, penerapan koloid contohnya pemutihan gula, agar-agar, pectin, gelatin, proses perebusan telur, pembuatan yoghurt, pembuatan tahu, dan pengilang kotoran pada proses pembuatan sirup. Di bidang kesehatan, penerapan koloid contohnya hemodialisis, penggumpalan darah, penggunaan arang aktif, dan deodoran. Sedangkan contoh peristiwa aplikasi koloid lainnya adalah pembentukan delta di muara sungai.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

LAPORAN KIMIA Yang Pembuatan Koloid (1)

LAPORAN KIMIA Yang Pembuatan Koloid (1)

Jadi, ada beberapa cara dalam membuat koloid, yaitu cara kondensasi dan cara dispersi. Cara kondensasi yaitu dengan menggabungkan partikel-partikel halus menjadi lebih kasar melalui suatu reaksi kimia. Dalam percobaan ini dapat dilakukan dengan cara hidrolisis. Sedangkan cara dispersi yaitu dengan memecah partikel-partikel kasar menjadi partikel yang lebih halus atau partikel koloid.

9 Baca lebih lajut

TUGAS PRAKTIKUM KIMIA KOLOID LAPORAN PRA (1)

TUGAS PRAKTIKUM KIMIA KOLOID LAPORAN PRA (1)

Jika mencampurkan air dengan susu instant dan detergen , ternyata kedua larutan itu larut tetapi larutan itu tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan campuran susu tidak akan memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaring. Hasil penyaringan tetap keruh. Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, secara mikroskopis partikel-partikelnya yang tersebar di dalam air masih dapat dibedakan. Campuran seperti inilah yang dinamakan koloid. Dan jika didiamkan campuran detergen tidak akan memisah dan juga dapat dipisahkan dengan penyaring. Hasil penyaringan tetap keruh. Campuran seperti ini juga yang dinamakan koloid. Pada campuran susu dengan air, fase terdispersinya adalah lemak, sedangkan medium pendispersinya adalah air. Jika mencampurkan air dengan gula dan belerang, ternyata kedua larutan itu larut dan bening. Jika didiamkan campuran itu tidak akan memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaring. Hasil penyaringan tetap bening. Secara makroskopis campuran ini tampak homogen dan secara mikroskopis partikel-partikelnya tersebar di dalam air tidak dapat dibedakan. Campuran seperti inilah yang dinamakan larutan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA TENTANG PEMBUATAN KOLOID X

MAKALAH KIMIA TENTANG PEMBUATAN KOLOID X

Ion-ion atau molekul yang berukuran sangat kecil (Berukuran larutan sejati) di perbesar menjadi partikel-partikel berukuran koloid. Dengan kata lain, larutan sejati diubah menjadi dispersi koloid. Pembentukan kabut dan awan di udara merupakan contoh pembentukan aerosol cair melalui kondensasi molekul- molekul air membentuk kerumuan (cluster).

9 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA TENTANG UNSUR UNSUR GOLONG (1)

MAKALAH KIMIA TENTANG UNSUR UNSUR GOLONG (1)

MAKALAH KIMIA TENTANG UNSUR-UNSUR GOLONGAN VIIA ANGGOTA KELOMPOK XII IPA 3 : AIEDO DJAMAN LUTFI ZAINUL HASAN MOH.. AFIFURROHMAN ROHMATUL IFTITAH Jl.[r]

1 Baca lebih lajut

MAKALAH ini adalah KIMIA LINGKUNGAN (1)

MAKALAH ini adalah KIMIA LINGKUNGAN (1)

Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Untuk dapat dikonsumsi air harus memenuhi syarat fisik, kimia maupun biologis. Secara fisik air layak dikonsumsi jika tidak berbau, berasa, maupun tidak berwarna. Di samping itu air tidak boleh mengandung racun maupun zatzat kimia berbahaya (syarat kimia), dan tidak mengandung bakteri, protozoa ataupun kumankuman penyakit. Oleh karena itu kebersihan dan terbebasnya air dari polutan menjadi hal yang sangat penting.

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...