Top PDF Panduan Penatalaksanaan Bedah Onkologi

Panduan Penatalaksanaan Bedah Onkologi

Panduan Penatalaksanaan Bedah Onkologi

Bila lesi metastasis tunggal masih operabel / resektabel dapat dilakukan tindakan eksisi, tetapi bila tidak dapat dieksisi, maka dilakukan khemoterapi dengan Doxorubicin seba[r]

72 Baca lebih lajut

HKFM - Panduan Penatalaksanaan Kasus Obstetri

HKFM - Panduan Penatalaksanaan Kasus Obstetri

Ikatan kompresi pertama kali diperkenalkan oleh Christopher B - Lynch sehingga tindakan tersebut dinamakan Ikatan B - Lynch ( B - Lynch suture ). Benang yang dapat dipakai adalah kromik catgut no.1 atau no 2, Vicryl 0 ( Ethicon ) dan PDS 0 tanpa adanya komplikasi. Akan tetapi perlu diingat bahwa tindakan B - Lynch ini harus didahului tes tamponade yaitu upaya menilai efektifitas tindakan B - Lynch dengan cara kompresi bimanual uterus secara langsung di meja operasi. Penting sekali kerjasama yang baik dengan ahli anestesi untuk menilai kemampuan pasien bertahan lebih lanjut dalam keadaan perdarahan bila upaya konservatif gagal. Khususnya di negara Indonesia, karena pasien seringkali datang ke tempat rujukan dalam keadaan sudah kehilangan banyak darah dan cadangan darah yang minim atau tidak ada, maka lebih bijaksana bila klinisi langsung melakukan histerektomi, daripada melakukan upaya konservatif. Upaya bedah konservatif hanya dilakukan bila kondisi pasien stabil. d. Systemic Pelvic Devascularization
Baca lebih lanjut

234 Baca lebih lajut

341455506 Panduan Penatalaksanaan Tertusuk Jarum

341455506 Panduan Penatalaksanaan Tertusuk Jarum

3. Zona Ruangan dengan Resiko Tinggi meliputi: Ruang Isolasi, Ruang Zona Ruangan dengan Resiko Tinggi meliputi: Ruang Isolasi, Ruang Perawatan Intensif, Ruang Radiologi, Ruang Laboratorium, Ruang Rawat Perawatan Intensif, Ruang Radiologi, Ruang Laboratorium, Ruang Rawat Inap, Ruang Jenazah, Ruang Operasi, Poli Gigi, Poli Bedah Umum, Poli Inap, Ruang Jenazah, Ruang Operasi, Poli Gigi, Poli Bedah Umum, Poli Penyakit Dalam, dan Unit Gawat Darurat

17 Baca lebih lajut

PEDOMAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN BEDAH ONKOLOGI

PEDOMAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN BEDAH ONKOLOGI

Sampai saat ini tindakan utama dalam penatalaksanaan penyakit kanker adalah tindakan operasi. Tindakan ini harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam bidang ini. Kompetensi tindakan bedah onkologi dapat dicapai setelah menjalani Pendidikan Dokter Spesialis Konsultan Bedah Onkologi yang dapat ditempuh dalam empat sampai dengan enam semester.

69 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Penelitian ini dilakukan di Divisi Bedah Onkologi RSUP H. Adam Malik Medan dengan subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien pada rentang waktu Januari sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional retrospective dengan mengambil data sekunder (total sampling) yaitu rekam medis dari pasien kanker payudara sebanyak 101 orang. Data- data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan program SPSS.

2 Baca lebih lajut

BUKU PERATURAN ORGANISASI MAJELIS PENILAI NASIONAL PERHIMPUNAN AHLI BEDAH ONKOLOGI INDONESIA ( MPN PERABOI )

BUKU PERATURAN ORGANISASI MAJELIS PENILAI NASIONAL PERHIMPUNAN AHLI BEDAH ONKOLOGI INDONESIA ( MPN PERABOI )

MPN PERABOI adalah badan khusus PERABOI yang bersifat otonom, melaksanakan keputusan-keputusan muktamar PERABOI yang berhubungan dengan penyelenggaraan Pendidikan Subspesialis Onkologi Bedah di wilayah Republik Indonesia dan bertanggung jawab kepada Muktamar PERABOI (Anggaran Dasar Pasal V ayat 9, 4 c) Pendidikan Subspesialis Onkologi Bedah dimulai pada tahun 1984 setelah disepakati pada Konferensi Kerja IKABI (Ikatan Ahli Bedah Indonesia) di Bandungan Semarang pada tanggal 27 Januari 1980, dengan tempat Pendidikan di FKUI / RSCM Jakarta. Pada Muktamar PERABOI 1994 di Bandung diputuskan untuk menambah Pusat Pendidikan Subspesialis Onkologi Bedah yang baru yaitu di Bandung dan Makassar.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

carcinoma mammae Ria harefa 35 Perempuan Premenopause Lambat 1 29 Ada Invasive duct carcinoma mammae I Suparti 37 Perempuan Menopause Normal 4 25 tidak tercatat Infiltrating ductal c[r]

19 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Salwa N., 2011. Gambaran Distribusi Kasus Penderita Tumor Payudara Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Berdasarkan Histopatologi Di Divisi Bedah Ongkologi di RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2009-2011 . Available at: www.repository.usu.ac.id[Accessed Agustus 25, 2013] .

3 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran sistemik, dan sebagai terapi ajuvan (tambahan). Kemoterapi ajuvan diberikan diberikan kepada pasien yang pada pemeriksaan histopatologik pasca bedah mastektomi ditemukan metastasis disebuah atau beberapa kelenjar (Sjamsuhidajat et al, 2005). Kemoterapi ajuvan bertujuan untuk membantu mencegah kekambuhan kanker. Biasanya akan diberikan lebih dari satu jenis obat selama dilakukan kemoterapi ajuvan. Contoh kombinasi obat kemoterapi yang diberikan adalah CMF (cyclophosphmide, methotrexate, dan 5-Fluorourasil), FAC (5-Fluorourasil, doxorubicin, dan cyclophosphmide), TAC (docetaxel. Doxorubicin, dan cyclophosphmide), GT (gemcitabine dan paclitaxel) (Cancer helps reaserch UK, 2012).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien kanker payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP Haji Adam Malik Tahun 2012.. Tujuan Khusus Ya[r]

3 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Karakteristik Pasien Kanker Payudara di Divisi Bedah Onkologi RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Penelitian ini dilakukan di Divisi Bedah Onkologi RSUP H. Adam Malik Medan dengan subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien pada rentang waktu Januari sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional retrospective dengan mengambil data sekunder ( total sampling ) yaitu rekam medis dari pasien kanker payudara sebanyak 101 orang. Data- data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan program SPSS.

12 Baca lebih lajut

Panduan Assesmen Pra Bedah Edit 1

Panduan Assesmen Pra Bedah Edit 1

3. Asesmen medis dilakukan paling lambat 24 jam sebelum tindakan operasi, asesmen keperawatan prabedah boleh dilakukan saat pasien berada di instalasi bedah. Untuk kasus bedah emergensi/ cito ketentuan waktu minimlal dilakukannya asesmen prabedah dapat diabaikan.

9 Baca lebih lajut

Faktor Risiko Kanker Rongga Mulut di Divisi Bedah Onkologi RSUP Haji Adam Malik Medan

Faktor Risiko Kanker Rongga Mulut di Divisi Bedah Onkologi RSUP Haji Adam Malik Medan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang meliputi riwayat merokok, mengunyah tembakau, menyirih, dan konsumsi alkohol pada pasien kanker rongga mulut di RSUP H.. [r]

64 Baca lebih lajut

Faktor Risiko Kanker Rongga Mulut di Divisi Bedah Onkologi RSUP Haji Adam Malik Medan

Faktor Risiko Kanker Rongga Mulut di Divisi Bedah Onkologi RSUP Haji Adam Malik Medan

Alhamdulillah puji syukur penulis atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kemudahan dan kelancaran sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Faktor Risiko Kanker Rongga Mulut di Divisi Bedah Onkologi RSUP H. Adam Malik “.

14 Baca lebih lajut

Panduan Diagnosis Dan Penatalaksanaan Reumatoid Artritis

Panduan Diagnosis Dan Penatalaksanaan Reumatoid Artritis

Ganti bDMARD pertama Capai target dengan bDMARD yang lain dalam 6 bulan. Ya Capai target Abatacept/Rituximab/inhibitor[r]

40 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Kanker Tiroid di Bagian Bedah Onkologi RSUP Sanglah DENPASAR 2009 2012.

Karakteristik Penderita Kanker Tiroid di Bagian Bedah Onkologi RSUP Sanglah DENPASAR 2009 2012.

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan dari penyakit dan banyaknya faktor risiko yang berperan serta di dalam patogenesis penyakit ini, penulis melakukan penelitan untuk mengetahui karakteristik penderita kanker tiroid di Bagian Bedah Onkologi RSUP Sanglah Denpasar.

13 Baca lebih lajut

Anestesi Umum Pada Penatalaksanaan Papilloma Laring Secara Bedah Mikrolaring

Anestesi Umum Pada Penatalaksanaan Papilloma Laring Secara Bedah Mikrolaring

Diperk irak an penyebaran peny ak it ini adalah pada saat lahir dar i ibu yang t er kena “ genit al w ar t s” .2- 6 Pada m ukosa sel norm al yang ber dekat an dengan papillom a, j uga m[r]

8 Baca lebih lajut

BUKU+PANDUAN+MAHASISWA+BEDAH+DIGESTIF+-+Strata+I

BUKU+PANDUAN+MAHASISWA+BEDAH+DIGESTIF+-+Strata+I

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan selesainya penyusunan Pedoman Bedah Digestif dalam Modul Surgery. Buku ini berisikan pedoman pembelajaran dan materi-materi yang diharapkan mencakup pengetahuan yang diminta untuk menjadi dokter sesuai harapan Konsil Kedokteran Indonesia.

17 Baca lebih lajut

Implementasi Fuzzy Neural Network untuk Memperkirakan Jumlah Kunjungan Pasien Poli Bedah di Rumah Sakit Onkologi Surabaya

Implementasi Fuzzy Neural Network untuk Memperkirakan Jumlah Kunjungan Pasien Poli Bedah di Rumah Sakit Onkologi Surabaya

Fuzzy neural network dalam penelitian ini merupakan kombinasi antara fuzzy time series yang memiliki nilai akurasi paling baik dari penelitian sebelumnya [2],[1] dan multi layer perceptron neural network [3]. Pada metode gabungan ini data jumlah kunjungan pasien poli bedah yang sebelumnya telah dimodelkan dengan fungsi fuzzy akan digunakan sebagai input pada model peramalan multi layer perceptron neural network. Pemilihan metode ini diharapkan dapat dapat memberikan hasil metode peramalan yang lebih efisien serta mempunyai akurasi lebih baik lagi. Agar dapat membantu RSOS dalam membuat perencanaan yang lebih efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Onkologi Dasar

Onkologi Dasar

 berperanan penting penting pada pada karsinogenesis karsinogenesis dibuktikan dibuktikan dengan dengan berbagai berbagai percobaan percobaan binatang. Hasil penelitian [r]

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...