Top PDF Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Sustini, Andajani dan Marsudiningsih di Kabupaten Sidoarjo dan Lamongan Jawa Timur, mengenai Pengaruh pendidikan kesehatan, monitoring dan perawatan ibu pascapersalinan terhadap kejadian morbiditas nifas menunjukkan bahwa pelaksanaan monitoring pada ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian morbiditas nifas. Pelaksanaan monitoring yang baik dapat memonitor keluhan atau kejadian morbiditas ibu bermanfaat untuk deteksi dini kesakitan sehingga dapat segera dirawat, diobati, lama sakit diperpendek, serta mencegah kematian ibu. Kurangnya monitoring ibu selama masa nifas berdampak pada kemungkinan tidak tercatatnya morbiditas ibu. Selain itu, Perawatan ibu pascapersalinan terbukti berhubungan dengan risiko terjadinya morbiditas nifas. Pelaksanaan perawatan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya morbiditas nifas.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

Saya telah diminta dan memberikan izin untuk berperan serta dalam penelitian dengan judul “Pelaksanaan Pelayanan Nifas oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan tahun 2014” yang dilakukan oleh mahasiswa Program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

26 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pelaksanaan Pelayanan Nifas Oleh Bidan di Klinik Haryantari Kota Medan Tahun 2014

Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan. Untuk deteksi dini komplikasi pada ibu nifas diperlukan pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dan meningkatkan cakupan KB Pasca Persalinan dengan melakukan kunjungan nifas minimal sebanyak 3 kali dengan ketentuan waktu : Kunjungan nifas pertama pada masa 6 jam sampai dengan 3 hari setelah persalinan, kunjungan nifas ke dua dalam waktu hari ke-4 sampai dengan hari ke-28 setelah persalinan, kunjungan nifas ke tiga dalam waktu hari ke-29 sampai dengan hari ke-42 setelah persalinan (Kemenkes, 2010)
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Hasil : Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi SOAP.100% pencatatan tanggal dan waktu pelaksanaan.100% pencatatan biodata dan keluhan ibu.100% pencatatan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan, tanda vital, palpasi dan auskultasi.100% pencatatan diagnosis masalah.97,1% pencatatan perencanaan asuhan.100% pencatatan tanda tangan. Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi partograf,100% pengisian nama, umur, tanggal ibu datang ke Klinik.100% pengisian warna air ketuban.100% pengisian pembukaan serviks, penurunan kepala janin dan waktu mulainya fase aktif persalinan.94,3% pengisian lama kontraksi.91,4% pengisian pemberian oksitosin.100% pengisian suhu setiap 2 jam.100% pengisian tanggal persalinan dan nama bidan.97,1% pengisian partograf melewati garis waspada, masalah lain jika melewati garis waspada dan penatalaksanaan masalah tersebut.94,3% pengisian distosia bahu.100% pengisian lama kala III, pemberian oksitosin 10 U IM, masase fundus uteri, dan plasenta lahir lengkap. 100% pengisian kondisi ibu dan tanda vital.100% pengisian berat badan, panjang, penilaian bayi baru lahir dan pemberian asi.100% pengisian pemantauan kala IV setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Hasil : Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi SOAP.100% pencatatan tanggal dan waktu pelaksanaan.100% pencatatan biodata dan keluhan ibu.100% pencatatan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan, tanda vital, palpasi dan auskultasi.100% pencatatan diagnosis masalah.97,1% pencatatan perencanaan asuhan.100% pencatatan tanda tangan. Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi partograf,100% pengisian nama, umur, tanggal ibu datang ke Klinik.100% pengisian warna air ketuban.100% pengisian pembukaan serviks, penurunan kepala janin dan waktu mulainya fase aktif persalinan.94,3% pengisian lama kontraksi.91,4% pengisian pemberian oksitosin.100% pengisian suhu setiap 2 jam.100% pengisian tanggal persalinan dan nama bidan.97,1% pengisian partograf melewati garis waspada, masalah lain jika melewati garis waspada dan penatalaksanaan masalah tersebut.94,3% pengisian distosia bahu.100% pengisian lama kala III, pemberian oksitosin 10 U IM, masase fundus uteri, dan plasenta lahir lengkap. 100% pengisian kondisi ibu dan tanda vital.100% pengisian berat badan, panjang, penilaian bayi baru lahir dan pemberian asi.100% pengisian pemantauan kala IV setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

persalinan kala empat untuk memungkinkan penolong persalinan mencegah terjadinya penyulit dan membuat keputusan klinik yang sesuai. Dokumentasi ini sangat penting untuk membuat keputusan klinik terutama pada pemantauan kala empat untuk mencegah terjadinya perdarahan setelah persalinan. Selain itu, catatan persalinan yang sudah diisi dengan lengkap dan tepat dapat pula digunakan untuk menilai sejauh mana telah dilakukan pelaksanaan asuhan persalinan yang bersih dan aman (Depkes, 2011).

19 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Hasil : Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi SOAP.100% pencatatan tanggal dan waktu pelaksanaan.100% pencatatan biodata dan keluhan ibu.100% pencatatan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan, tanda vital, palpasi dan auskultasi.100% pencatatan diagnosis masalah.97,1% pencatatan perencanaan asuhan.100% pencatatan tanda tangan. Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi partograf,100% pengisian nama, umur, tanggal ibu datang ke Klinik.100% pengisian warna air ketuban.100% pengisian pembukaan serviks, penurunan kepala janin dan waktu mulainya fase aktif persalinan.94,3% pengisian lama kontraksi.91,4% pengisian pemberian oksitosin.100% pengisian suhu setiap 2 jam.100% pengisian tanggal persalinan dan nama bidan.97,1% pengisian partograf melewati garis waspada, masalah lain jika melewati garis waspada dan penatalaksanaan masalah tersebut.94,3% pengisian distosia bahu.100% pengisian lama kala III, pemberian oksitosin 10 U IM, masase fundus uteri, dan plasenta lahir lengkap. 100% pengisian kondisi ibu dan tanda vital.100% pengisian berat badan, panjang, penilaian bayi baru lahir dan pemberian asi.100% pengisian pemantauan kala IV setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Hasil : Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi SOAP.100% pencatatan tanggal dan waktu pelaksanaan.100% pencatatan biodata dan keluhan ibu.100% pencatatan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan, tanda vital, palpasi dan auskultasi.100% pencatatan diagnosis masalah.97,1% pencatatan perencanaan asuhan.100% pencatatan tanda tangan. Berdasarkan pelaksanaan dokumentasi partograf,100% pengisian nama, umur, tanggal ibu datang ke Klinik.100% pengisian warna air ketuban.100% pengisian pembukaan serviks, penurunan kepala janin dan waktu mulainya fase aktif persalinan.94,3% pengisian lama kontraksi.91,4% pengisian pemberian oksitosin.100% pengisian suhu setiap 2 jam.100% pengisian tanggal persalinan dan nama bidan.97,1% pengisian partograf melewati garis waspada, masalah lain jika melewati garis waspada dan penatalaksanaan masalah tersebut.94,3% pengisian distosia bahu.100% pengisian lama kala III, pemberian oksitosin 10 U IM, masase fundus uteri, dan plasenta lahir lengkap. 100% pengisian kondisi ibu dan tanda vital.100% pengisian berat badan, panjang, penilaian bayi baru lahir dan pemberian asi.100% pengisian pemantauan kala IV setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelayanan kebidanan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara profesional, tersedia selama 24 jam dan berkelanjutan selama seorang pasien kebidanan menjalani perawatan. Dengan demikian, pelayanan kebidanan memegang peranan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di institusi tempat bidan tersebut memberikan pelayanan kebidanan. Dokumentasi kebidanan tidak hanya merupakan dokumen yang sah, tetapi juga merupakan instrumen untuk melindungi para bidan dan pasien. Oleh karena itu, dalam memberikan pelayanan kebidanan, bidan mampu bekerja sesuai dengan standar profesi yang telah ada. Sejak tahun 1950 pencatatan telah mulai dilaksanakan oleh profesi perawat dan bidan. Pada tahun 1970 kebutuhan kesehatan berkembang dan menuntut tanggung jawab bidan untuk melaksanakan praktik secara mandiri, sehingga diperlukan pendokumentasian asuhan kebidanan. Selama 10 tahun terakhir, pendokumentasian telah mengalami perkembangan pesat seiring dengan pesatnya perkembangaan pelayanan kebidananan (Muslihatun, 2009).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Bounding Attachment Pada Ibu Nifas Di Klinik Nining Pelawati Kecamatan Lubuk Pakam Tahun 2014

Pelaksanaan Bounding Attachment Pada Ibu Nifas Di Klinik Nining Pelawati Kecamatan Lubuk Pakam Tahun 2014

Kesimpulan : Dari hasil penelitian menunjukkan masih adanya ibu yang tidak melakukan bounding attachment sebanyak 5 orang (8,3%) dikarenakan faktor kelelahan setelah persalinan, bayi sakit, penolakan dari ibu itu sendiri untuk melaksanakan bounding attachment . menurut hasil penelitian hendaknya bidan memberikan pemahaman kepada ibu nifas dan memberikan pelayanan dalam penerapan bounding attachment secara langsung kepada ibu dan bayinya, misalnya pada saat melaksanaan Imunisasi Menyusui dini dan rooming in. dan ibu mencari informasi tentang teknik dan manfaat dari bounding attachment .
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Reference Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Reference Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka... Panduan Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif.[r]

2 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Keberhasilan pemberian ASI tidak terlepas dari pelaksanaan manajemen laktasi, motivasi bidan sebagai pemberi pelayanan terdepan sejak kehamilan, persalinan dan masa nifas. Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menuaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dari berbagai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya (Siagian, 1998).

93 Baca lebih lajut

Chapter I Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Chapter I Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Keberhasilan pemberian ASI tidak terlepas dari pelaksanaan manajemen laktasi, motivasi bidan sebagai pemberi pelayanan terdepan sejak kehamilan, persalinan dan masa nifas. Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menuaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dari berbagai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya (Siagian, 1998).

6 Baca lebih lajut

Cover Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Cover Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bidan sudah melaksanakan manajemen laktasi dengan baik. Sehingga ibu hamil nantinya berhasil memberikan ASI eksklusif. Disarankan kepada pelayanan kebidanan lebih intensif melakukan konseling dan penyuluhan tentang pentingnya pelaksanaan manajemen laktasi pada ibu hamil dan keluarga.

12 Baca lebih lajut

Abstract Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Abstract Pelaksanaan Manajemen Laktasi Oleh Bidan Pada Ibu Hamil di Klinik Sally Medan Tahun 2014

Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bidan sudah melaksanakan manajemen laktasi dengan baik. Sehingga ibu hamil nantinya berhasil memberikan ASI eksklusif. Disarankan kepada pelayanan kebidanan lebih intensif melakukan konseling dan penyuluhan tentang pentingnya pelaksanaan manajemen laktasi pada ibu hamil dan keluarga.

1 Baca lebih lajut

Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Terhadap Pelayanan Asuhan Kebidanan di Klinik Sahara Padangsidimpuan Tahun 2015

Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Terhadap Pelayanan Asuhan Kebidanan di Klinik Sahara Padangsidimpuan Tahun 2015

Dalam hal ini, bidan melakukan pemantauan pada ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi dalam dua jam pasca persalinan, serta melakukan tindakan yang dibutuhkan. Selain itu, bidan juga memiliki keharusan guna memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang mempercepat pemulihan kesehatan ibu dan membantu ibu untuk memulai pemberian ASI.

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan, Jakarta: Salemba Medika.. Buku saku Asuhan kebidanan ibu bersalin, Jakarta: EGC.[r]

2 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin oleh bidan di Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2014

Nama saya Mutmainnah, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “ Pelaksanaan Dokumentasi Kebidanan pada ibu bersalin di Kecamatan Medan Deli Kota Medan tahun 2014”.

66 Baca lebih lajut

Lampiran 1 KUESIONER PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI, PEMUNGKIN DAN KEBUTUHAN TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS PARONGIL KABUPATEN DAIRI Petunjuk Pengisian

Lampiran 1 KUESIONER PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI, PEMUNGKIN DAN KEBUTUHAN TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS PARONGIL KABUPATEN DAIRI Petunjuk Pengisian

Menurut ibu, apakah bidan dapat diandalkan dalam pemeriksaan kehamilan, persalinan, pelayanan nifas dan bayi baru lahir serta pelayanan KB?. Menurut ibu, apakah bidan memberikan jalan [r]

21 Baca lebih lajut

Hubungan Komunikasi Verbal dan Non Verbal oleh Bidan dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas di RSIA Sri Ratu Medan

Hubungan Komunikasi Verbal dan Non Verbal oleh Bidan dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas di RSIA Sri Ratu Medan

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan Komunikasi Verbal dan Non Verbal oleh Bidan dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas di RSIA Sri Ratu Medan Tahun 2014 Metodologi: Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 67 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling. Dilakukan di ruang nifas RSIA Sri Ratu Medan. Analisa data menggunakan uji chi square

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...