Top PDF Pengendalian Sistem Persediaan Bahan Baku Di Unit 10 PT. Sritex

Pengendalian Sistem Persediaan Bahan Baku Di Unit 10 PT. Sritex

Pengendalian Sistem Persediaan Bahan Baku Di Unit 10 PT. Sritex

Keberhasilan perusahaan dipengaruhi dengan kegiatan produksi. Kegiatan produksi dilakukan untuk memenuhi permintaan dari pasar atau konsumen. Keberhasilan suatu produksi dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya persediaan bahan baku. Bahan baku merupakan salah satu unsur bagian dari sumber-sumber di samping modal, tenaga kerja, dan lain-lain yang harus dimanfaatkan secara efisien dalam usaha memperoleh keuntungan tanpa melupakan pentingnya memenuhi kepuasan konsumen (Assauri, 1999). Pengendalian persediaan merupakan hal yang mendasar dalam penetapan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. RANDHOETATAH CEMERLANG PURWOSARI

EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. RANDHOETATAH CEMERLANG PURWOSARI

Puji Syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas segala berkah, rahmat dan bimbingan-Nya maka penulis dapat menyelesaiakan tugas akhir berupa skripsi ini dengan judul“ EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. RANDHOETATAH CEMERLANG PURWOSARI.”

17 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengadaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Jamu Tradisional Pada PT X Bogor

Analisis Sistem Pengadaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Jamu Tradisional Pada PT X Bogor

Penentuan jumlah persediaan simplisia baik dari segi tingkat pemesanan ataupun kuantitas pembeliannya dianalisis dengan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan ukuran lot teknik Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ) dan Part Period Balancing (PPB). Simplisia yang digunakan PT X dalam proses produksi berjumlah 21 jenis. Dalam penelitian ini simplisia yang dianalisis dibatasi dengan sistem klasifikasi ABC yang menerapkan ”Pareto Analysis” yang membagi bahan baku me njadi tiga kelas yaitu A,B dan C berdasarkan nilai pembeliannya. Bahan baku yang dianalisis adalah simplisia yang termasuk dalam kelas A yaitu jahe merah dan adas soa.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT Septatrada Hardaguna, Gunung Putri - Bogor

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT Septatrada Hardaguna, Gunung Putri - Bogor

optimum 4 had sekali, gula pasir dilakukan sebanyak 16 kali pemesanan, kuantitas pemesanan scbesar 17 000 kg per pemesanan dan waktu pemesanan optimum setiap 7 hari sekali Baker's fat dilakukan sebanyak 24 kali pemesanan, kuantitas pemesanan untuk baker's fat beragam mulai dari 2 250 kg sampai 7 500 kg per pemesanan dan waktu pemesanan optimum 6 hari sekali. Pada gula pasir dengan met ode perusahaan, terjadi kekurangan bahan yang tr.enyebabkan timbulnya biaya kekurangan bahan sebesar R, 410 320. Total biaya persediaan selama enam bulan untuk tepung terigu Rp 1 504 865 985, gula pasir Rp 1 171 148 694 dan baker's fat sebesar Rp 576 895 709.3.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada Industri Pakaian Jadi di PT Citra Abadi Sejati Unit Cileungsi

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada Industri Pakaian Jadi di PT Citra Abadi Sejati Unit Cileungsi

Economic Order Quantity (EOQ) pada produk J.Jill Pant Slim Leg Boyfriend Jeans ini digunakan untuk menganalisa jumlah pemesanan bahan baku ekonomis yang masuk kategori A, yaitu fabric dan interlining, dan juga menganalisa total biaya optimum dari pengendalian persediaan bahan baku fabric dan interlining. Analisis EOQ membutuhkan beberapa komponen perhitungan, komponen tersebut adalah permintaan bahan baku tahunan, biaya pemesanan, biaya peyimpanan, dan harga bahan baku per unit. Satuan unit yang digunakan dalam fabric dan interlining adalah yard, hasil kebutuhan bahan baku dengan menggunakan metode EOQ dapat dilihat pada Tabel 4.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Peran Sistem Pengendalian Manajemen dalam Persediaan Bahan Baku terhadap Efektivitas Proses Produksi pada PT. PINDAD (Persero).

Peran Sistem Pengendalian Manajemen dalam Persediaan Bahan Baku terhadap Efektivitas Proses Produksi pada PT. PINDAD (Persero).

Management control systems in an inventory of raw materials is very important for companies to find out their needs, so as not to be too big and not too little, guaranteed continuity, as well as efficient and effective. On the basis of the above ideas, the author tries to make the results of the research presented in a dissertation on "the role of management control systems in an inventory of raw materials on the efficiency of the production process ". The purpose of the research conducted in pt. PINDAD (Persero) with the research methods used in this peneliian descriptive analytical method is done by collecting, processing and analysing data in order to ensure the picture of the actual state of the company and to clarify the questions under examination. The required data obtained through the research literature for theoretical foundation is used as a reference in analyzing the data and field research conducted by the submission of questionnaires, and interviews with the independent variable (variable X) system of inventory management control of raw materials and the dependent variable (Y) the effectiveness of production.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Analisis kebijakan perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku di PT. X

Analisis kebijakan perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku di PT. X

Studi tentang manajemen rantai suplai dilakukan oleh Aini (2005) dan Usman (2007). Aini (2005) dengan judul penelitian Analisis Sistem Pasokan Sayuran ke Ritel menggunakan pendekatan analisis deskriptif untuk menyatakan bahwa alokasi penggunaan biaya terbesar dalam pengadaan barang (procurement) dan distribusi adalah pembelian bahan baku yang dilakukan secara kredit dan tunai serta biaya transportasi. Untuk itu perusahaan perlu melakukan efisiensi biaya dengan melakukan penghematan di sektor lain seperti biaya pemesanan (ordering cost) yang berkurang setelah beralih pada media elektronik. Selain itu perusahaan juga akan berusaha meningkatan pendapatan penjualan karena diharapkan dapat mengurangi biaya tetap perusahaan. Faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan adalah minimisasi persentase jumlah barang yang kembali dari pasar ( return). Jika presentase jumlah produk atau barang yang dikembalikan dari konsumen semakin rendah maka kinerja perusahaan dalam melakukan penanganan distribusi produk dikatakan baik, sebaliknya ketika presentase jumlah produk return banyak maka kinerja distribusi produk yang dilakukan oleh perusahaan rendah.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Spare Parts Gudang Bahan Baku Line 1 PT TDI

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Spare Parts Gudang Bahan Baku Line 1 PT TDI

EOI merupakan sistem pemesanan interval tetap untuk menentukan waktu dan jumlah pemesanan optimum untuk persediaan. Pada pembelian satuan dan gabungan, pemisahan pesanan jarang dilakukan untuk tiap item. Biasanya, pemasok menyediakan banyak item, dan ini lebih ekonomis untuk pemesanan gabungan. Ketika semua item dari sumber yang sama dipesan bersamaan, tinjauan level stok untuk item tersebut dapat dikoordinasikan dan perawatan inventori dapat ditekan menjadi minimum serta penghematan biaya logistik dan transportasi sangat dimungkinkan. Pada persiapan pemesanan gabungan, kuantitas tiap item yang dipesan berdasarkan interval waktu antara order pada group tersebut. Permasalahan mendasar pada situasi ini adalah penentuan interval waktu yang mana akan meminimalkan biaya inventori pada biaya grup keseluruhan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Busa pada PT. "X" untuk Meminimumkan Biaya Persediaan.

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Busa pada PT. "X" untuk Meminimumkan Biaya Persediaan.

Masalah persediaan merupakan salah satu masalah penting yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Salah satu upaya dalam mengantisipasi masalah persediaan ini adalah dengan mengadakan suatu sistem pengendalian persediaan. Kebutuhan akan sistem pengendalian persediaan muncul karena adanya permasalahan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan seperti kelebihan atau kekurangan persediaan. Jika perusahaan mengalami kelebihan persediaan maka banyak resiko yang harus diatasi perusahaan seperti kerusakan barang, biaya perawatan barang, serta tertanamnya modal. Agar dapat memenuhi permintaan konsumen secara maksimal, perusahaan yang bergerak di bidang produksi sudah tentu membutuhkan bahan baku untuk diproses. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, dibutuhkan peranan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran proses produksi. Salah satu cara untuk menunjang kelancaran proses produksi yaitu dengan melakukan pengendalian persediaan bahan baku.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

P engendalian Persediaan Produksi Crude Palm Oil (CPO) Pada Pabrik Kelapa Sawit PT. Umada Kebun Pernantian-A

P engendalian Persediaan Produksi Crude Palm Oil (CPO) Pada Pabrik Kelapa Sawit PT. Umada Kebun Pernantian-A

Sistem Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada perusahaan Susu Olahan.. Jurnal Teknik Mesin Vol.[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sepatu Di PT Foximas Mandiri.

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sepatu Di PT Foximas Mandiri.

4.5.1 Data Permintaan ............................................................................ 4-9 4.5.2 Data Pemasok Bahan Baku ......................................................... 4-10 4.5.3 Bill of Material ............................................................................ 4-10 4.5.4 Data Persediaan Akhir Bahan Baku Desember 2013 ................. 4-15 Bab 5 Pengolahan Data dan Analisis ................................................................... 5-1 5.1 Peramalan Permintaan............................................................................. 5-1 5.1.1 Perhitungan Coefficient of Variation ............................................ 5-1 5.1.2 Peramalan Permintaan 12 Produk ................................................. 5-2 5.1.3 Hasil Peramalan Permintaan 12 Produk ....................................... 5-5 5.2 Perhitungan Biaya ................................................................................... 5-5 5.2.1 Biaya Setup ................................................................................... 5-5 5.2.2 Biaya Pesan ................................................................................... 5-8 5.2.3 Biaya Simpan .............................................................................. 5-10 5.3 Perhitungan Jadwak Induk Produksi ..................................................... 5-19 5.3.1 Perhitungan Ongkos Produksi .................................................... 5-22 5.4 Perhitungan Material Rquirement Planning ......................................... 5-23 5.4.1 Metode Perusahaan ..................................................................... 5-23 5.4.2 Metode Usulan ............................................................................ 5-25 5.5 Perbandingan Biaya .............................................................................. 5-28 5.6 Analisis Hasil Peramalan ...................................................................... 5-30 5.7 Analisis Biaya Setup, Biaya Pesan dan Biaya Simpan ......................... 5-30 5.8 Analisis Jadwal Induk Produksi ............................................................ 5-33 5.9 Analisis Teknik Lotting Perusahaan ..................................................... 5-34 5.10 Analisis Teknik Lotting Usulan .......................................................... 5-34 5.11 Analisis Perbandingan Total Biaya Pengendalian Persediaan
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

PENDAHULUAN ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

Setiap organisasi memiliki kebutuhan persediaan yang berbeda- beda. Dengan mengklasifikasikan organisasi sebagai pengecer, grosir / distributor , dan pabrik ( manufacturing ), sejauh mana masalah-masalah persediaan akan dapat digambarkan (Waters, 2003). Pengecer ( retailer ) adalah organisasi yang menyediakan konsumen dengan barang dan jasa , maka persediaan dibeli dengan bentuk yang dapat digunakan tanpa melalui perubahan atau proses yang lebih lanjut. Sedangkan grosir membeli sejumlah besar barang untuk didistribusikan kepada para pengecer sehingga grosir tersebut memiliki masalah persediaan terbatas terhadap pasokan dan barang-barang jadi. Untuk sistem manufaktur, pabrik biasanya membeli bahan mentah dan mengubah bentuknya untuk menciptakan barang jadi. Sistem inilah yang memiliki masalah-masalah persediaan yang kompleks.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Meminimumkan Biaya Persediaan dengan Metode EOQ (Studi Kasus: PT. Sinar Sosro Medan)

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Meminimumkan Biaya Persediaan dengan Metode EOQ (Studi Kasus: PT. Sinar Sosro Medan)

Tabel 3.10 Ramalan Pemakaian Bahan Baku Tahun 2013 39 Tabel 3.11 Frekuensi Kumulatif Hasil Pengamatan dan Teoritis 41 Tabel 3.12 Waktu Tunggu Pengadaan Bahan Baku Tahun 2010 – 2012 44 Tabel 3.13 Perbandingan Metode Perusahaan dengan Metode EOQ 49

11 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Bahan Pendukung pada PT. MGN

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Bahan Pendukung pada PT. MGN

PT. MGN merupakan perusahaan manufaktur kayu olahan yang mengkhususkan pada produk easel dan frame. Penjualan PT. MGN berorientasi ekspor dengan negara tujuan Korea Selatan berdasarkan sistem pemesanan. Akan tetapi, saat ini PT. MGN belum mampu memenuhi seluruh pesanan yang ditentukan sebelumnya untuk setiap kali pengiriman barang. Kondisi ini membuat PT. MGN kehilangan kesempatan meraih keuntungan dari produk yang tidak dapat dipenuhi. Kekurangan persediaan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya keterbatasan dalam pengendalian bahan baku, keterbatasan kapasitas alat transportasi dan keterbatasan kapasitas produksi .
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Analisis pengendalian persediaan bahan baku impor dengan simulasi monte carlo di PT Goodyear Indonesia Tbk - Bogor

Analisis pengendalian persediaan bahan baku impor dengan simulasi monte carlo di PT Goodyear Indonesia Tbk - Bogor

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengendalian persediaan bahan baku impor di PT Goodyear Indonesia, Tbk., menganalisis tingkat persediaan dan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku impor yang optimal atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan, menghasilkan model penentu kebijakan pengendalian bahan baku impor dalam rangka menjaga kelancaran produksi dan meningkatkan efisiensi, mengetahui tingkat efisiensi metode yang digunakan oleh perusahaan dibandingkan dengan metode simulasi dalam hal penghematan biaya persediaan bahan baku impor. Analisis pengendalian persediaan bahan baku impor mengkaji beberapa aspek di antaranya analisis ABC, simulasi permintaan bahan baku impor, jumlah pemesanan optimal (economic order quantity), persediaan pengaman (safety stock), titik pemesanan kembali (re-order point), dan total biaya persediaan bahan baku impor.
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT Metro Medan

Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT Metro Medan

Persediaan merupakan bagian utama dari modal kerja yang merupakan aktiva yang pada setiap saat mengalami perubahan. Dalam suatu perusahaan persediaan mempunyai arti penting karena akan mempengaruhi tingkat produksimaupun penjualan. Untuk menjamin agar pengelolaan persediaan sesuai dengankebijakan manajemen perusahaan, maka dibutuhkan suatu sistem yang mampu menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Salah satu sistem tersebut adalah sistem akuntansi persediaan bahan baku. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Metode pencatatan persediaan bahan baku pada PT. Metro Medan, (2) Bagaimana prosedur yang membentuk sistem persediaan bahan baku pada PT. Metro Medan, (3) Bagaimana pengendalian intern yang terdapat dalam sistem akuntansi persediaan bahan baku pada PT. Metro Medan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Dalam dunia yang terus berkembang, menyebabkan perusahaan dituntut untuk mendapatkan informasi yang baru, lebih cepat, dan lebih andal. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka diperlukan perubahan sistem dalam perusahaan. Dengan semakin pesatnya perkembangan sistem ini, maka sistem informasi merupakan salah satu bagian yang penting bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan sistem pengendalian intern dalam perusahaan baik dalam memperoleh informasi, mengolah dan menggunakan informasi tersebut terutama untuk kepentingan intern perusahaan. PT. X adalah perusahaan yang memiliki sistem akuntansi yang kurang baik dalam pengendalian persediaan bahan baku. Terdapat dua masalah yang dialami perusahaan. Pertama adalah kurangnya jumlah karyawan. Kedua adalah kurangnya jumlah dokumen yang digunakan oleh perusahaan. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan cara mengumpulkan dan menganalisa data. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan memiliki dua langkah untuk menyelesaikan masalah. Pertama adalah menambah karyawan, dan kedua adalah menambah jumlah dokumen.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Sementara, untuk bahan baku yang berada di kelas A, belum ada yang di VMI kan. Bahkan sebelum dilakukan VMI pun, baik pemasok maupun PT XYZ menemui kesulitan yang disebabkan production planning yang sering berubah. PT XYZ mendapatkan kesulitan saat pemasok tidak dapat memenuhi tenggat jadwal pengiriman, baik dikarenakan ketidak tersediaan produk pada mereka maupun proses transportasi yang jauh. Terutama untuk black cocoa powder yang dibeli secara impor. Padahal, pemasok black cocoa powder sudah dipilih secara global dan merupakan single supplier dimana PT XYZ sudah memiliki kontrak global dengan pemasok tersebut dan berdasarkan global quality policy hanya black cocoa powder yang diproduksi oleh pemasok tersebut saja yang boleh digunakan untuk proses produksi biskuit OR di PT XYZ. Pemasok tersebut, menjadi pemasok tunggal black cocoa powder untuk semua pabrik PT XYZ di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan ketentuan tersebut, seharusnya PT XYZ dapat memVMIkan black cocoa powder.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...