Top PDF RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 2

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 2

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 2

Banyo - I), Jl. Teguh II (Jl. Banyo- II), Jl. Teguh III (Jl. Banyo - III), Jl. Pelepah Indah 1, Jl. Griya Pratama, Jl. Griya Pratama I, Jl. Griya Pratama II, Jl. Griya Pratama III, Jl. Griya Pratama IV, Jl. Griya Pratama V, Jl. Griya Pratama VI, Jl. Griya Pratama VII, Jl. Pelangi (Jl. Taska), Jl. Melodi Mas I, Jl. Melodi Mas III, Jl. Melodi Mas IV, Jl. Musik Raya, Jl. Kelapa Lilin Raya LA dan LB, Jl. Mandolin, Jl. Legong, Jl. Seudati, Jl. Serimpi, Jl. Ketuk Tilu, Jl. Bondan, Jl. Tj Katung, Jl. Kendang Sisi Mesjid Al Huda, Jl. Reog dan Jl. Pisok + (Jl. Ballyra Raya), Jl. Janger dan Jl.Polka, Jl. Masuk SMU 45, Jl. Tifa dan Jl. Gambang, Jl. Harpa 1, Jl. Bonang, Jl. Kecapi, Jl. Mesjid Al Ihsan, Jl. Giro Raya, Jl. Giro 1, Jl. Simponi Mas Raya, Jl. Simponi Mas 5, Jl. Simponi Mas 2, Jl. Simponi Mas 1, Jl. Simponi Mas 6, Penghubung Jl. Simfoni Mas 4 dan Jl. Simfoni Mas 3, Jl. Pelangi, Jl. Sutra Ungu, Jl. Merah Delima, Jl. Merah Delima Taman, Jl. Gading Raya
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 3

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 3

29% pada tahun 2015, 2016 capaian nihil, dimana kegiatan DIKLAT POL PP Tingkat dasar tidak bisa dilaksanakan karena pada tahun 2014 berdasarkan Pergub No 259 Tahun 2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Satpol PP tidak ada klausul secara detail terkait pelatihan Pol PP tingkat dasar bagi aparatur Satpol PP. note : pada DPA Tahun Anggaran 2017 jumlah peserta menjadi 480 orang (450 org swakelola dan 30 pengiriman ke BPSDM Kemendagri)

109 Baca lebih lajut

8.BAB 2 - Evaluasi Kinerja Tahun Lalu (2015-2016) PART 2

8.BAB 2 - Evaluasi Kinerja Tahun Lalu (2015-2016) PART 2

Tahun 2015 Taget Rasional berjumlah 13 dengan penambahan 4 Gelanggang Remaja. Rehabilitasi Total untuk tahun 2015 tidak terealisasi karena adanya review perencanaan yang membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dan waktu pelaksanaan pekerjaan membutuhkan waktu 8 bulan, sehingga diperlukan waktu 11 bulan.

90 Baca lebih lajut

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 4

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 4

Permasalahan pembangunan daerah merupakan “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat inidengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai dimasa datang dengan kondisi riil saat perencanaan sedang dibuat. Dalam melaksanakan pembangunan pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menghadapi kendala pembangunan daerah. Secara umum permasalahan dan tantangan yang dihadapi Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 masih meliputi permasalahan dan tantangan yang terkait dengan pembangunan manusia yang didukung melalui penyediaan infrastruktur, pembangunan moda transportasi, penyeimbangan daya dukung lingkungan dan sumber daya alam, peningkatan ketahanan sosial dan budaya, peningkatan kapasitas dan kualitas pemerintahan dan pengembangan kerjasama regional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 1

RKPD 2018 - BAB 2 Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 1

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa capaian Angka Melek Huruf Provinsi DKI Jakarta tahun 2011 hingga 2015 telah melampaui capaian Nasional. Perkembangan Angka Melek Huruf DKI Jakarta selama kurun waktu 2011-2015 selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa hampir sebagian besar penduduk Provinsi DKI Jakarta mampu untuk membaca dan menulis serta menyerap informasi dengan baik. Persentase angka melek huruf yang tinggi di Provinsi DKI Jakarta ini juga mengindikasikan ketersediaan sarana dan prasana pendidikan yang cukup memadai. Meskipun demikian, capaian Angka Melek Huruf tersebut masih belum mencapai target MDG’s, yakni 100% pada tahun 2015.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daftar Isi

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daftar Isi

I-8 BAB 2 EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN 2.1 Kondisi Umum Kabupaten Tabalong.... II-6 2.1.1.1Fokus Kesejahteraan dan Pe[r]

3 Baca lebih lajut

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN - BAB II Buku RKPD 2016

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN - BAB II Buku RKPD 2016

Rata-rata pertumbuhan konsumsi susu, masyarakat Kabupaten Subang selama 5 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang negatif sebesar 6,71%. Dari angka yang terukur selama ini, pencapaian target standar gizi nasional untuk komoditi susu hingga akhir tahun 2013 baru mencapai 2,62 %. Angka tersebut belum menunjukan angka yang sebenarnya karena perhitungan yang dilakukan masih pada komoditi susu segar saja sedangkan susu olahan belum. Padahal Potensi susu olahan baik susu tepung, susu pasteurisasi dan susu sterilisasi di Kabupaten Subang sangat baik dan relatif telah mampu menjangkau hampir seluruh pelosok wilayah. Diharapkan untuk kedepannya perhitungan untuk konsumsi susu dapat lebih dioptimalkan sehingga hasil pengukuran yang diperoleh dapat lebih akurat.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Daftar Isi  - FIX 30MEI 2014

Daftar Isi - FIX 30MEI 2014

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2013 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH .................................................................................. II-1 2.1 Gambaran Kondisi Umum Daerah............................................... II-1 2.1.1 Aspek Geografi ............................................................................ II-1 2.1.2 Aspek Demografi ......................................................................... II-3 2.2 Evaluasi Kinerja Pembangunan ................................................... II-5 2.2.1 Evaluasi Agregatif Pembangunan Jawa Tengah ........................... II-5 2.2.2 Evaluasi Kinerja Berdasrkan Prioritas Dan Fokus
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah DAFTAR ISI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah DAFTAR ISI

Sistematika Dokumen RKPD 5 1.5 Maksud dan Tujuan 7 BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH 9 2.1 Gambaran Umum Kondisi Daerah[r]

3 Baca lebih lajut

RKPD BAB 2 EVALUASI HASIL KINERJA PEMB DAERAH

RKPD BAB 2 EVALUASI HASIL KINERJA PEMB DAERAH

Curah hujan yang dicatat dari Data Badan Metereologi dan Geofisika di pusat pencatatan di wilayah Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo, menunjukkan curah hujan untuk daerah dataran rendah mempunyai variasi antara 500-1000 mm/th, sedangkan untuk daerah hulu (pengunungan) berkisar antrara 1000-2000 mm/tahun. Curah hujan dan hari hujan ini akan menentukan pula potensi air permukaan (air sungai) maupun ketersediaan akir tanah (ground water) seperti dalam peta hidrogeologi Kota Palopo dan wilayah Kabupaten Luwu pada umumnya, yang dapat digunakan sebagai data potensi air tanah dalam jika diperlukan untuk fasilitas pengairan menggunakan sistem pompa air tanah dalam untuk kebutuhan pertanian maupun perkebunan/peternakan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

RKPD 2016 (bab 2)_III

RKPD 2016 (bab 2)_III

antara kinerja pembangunan Kabupaten Natuna yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi riil saat perencanaan dilakukan. Permasalahan pembangunan diperlukan dalam perumusan prioritas pembangunan pada tahun RKPD yang direncanakan, yang selanjutnya akan dituangkan dalam perumusan program dan kegiatan dalam RKPD. Identifikasi permasalahan pembangunan dapat diverifikasi dari informasi pada gambaran umum daerah dan sumber informasi lainnya yang relevan serta evaluasi RKPD pada tahun sebelumnya, berdasarkan hasil analisis permasalahan pembangunan untuk masing-masing aspek dan urusan, maka permasalahan pembangunan dapat ditentukan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

9.BAB 2 - Evaluasi Kinerja Tahun Lalu (2015-2016) PART 3

9.BAB 2 - Evaluasi Kinerja Tahun Lalu (2015-2016) PART 3

Permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan penataan ruang adalah peningkatan efektivitas RTRW sebagai instrumen pembangunan yang secara konsisten digunakan untuk mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman dan berkualitas. Pengendalian pemanfaatan ruang belum dilakukan secara konsisten dikarenakan belum lengkapnya perangkat dan piranti peraturan untuk menunjang pelaksanaan RTRW. Penyelesaian permasalahan terkait penataan ruang tersebut menjadi tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu dengan memperkuat pengendalian pemanfaatan ruang (sesuai UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang) melalui penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif serta pengenaan sanksi yang tegas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

7.BAB 2 - Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 1

7.BAB 2 - Evaluasi Kinerja Tahun Lalu PART 1

penyelenggaraan pemerintahan, perubahan lingkungan dunia usaha, dan perubahan praktek bisnis. Dalam pengelolaan keuangan, lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (PERFINDO), telah memberikan peringkat AA Plus dengan stable outlook kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang artinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif. Pada lingkup regional, perubahan tatanan ekonomi, sosial, dan budaya ditandai dengan rencana terbentuknya masyarakat ASEAN pada tahun 2015 dan diperkirakan akan meningkatkan perdagangan barang dan jasa dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA). Sementara itu, di tingkat global perubahan tatanan ekonomi sosial dan budaya ditandai oleh semakin berperannya multi national corporation, terintegrasinya sistem keuangan global, perdagangan bebas, serta munculnya regionalisasi perekonomian. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, maju dan modern akan berdampak pada tinggi dan kompleksnya dinamika pasar dan perubahan sosial budaya masyarakat.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

3 BAB 2 EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH .... 45 2.2 Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD dan Realisasi RJMD ...[r]

4 Baca lebih lajut

MAKALAH EVALUASI SENI TARI PART 2

MAKALAH EVALUASI SENI TARI PART 2

Jadi, dari pernyataan pernyataan diatas dapat kita simpulkan bahwa, pengertian evaluasi pembelajaran seni tari adalah proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian ekspresi jiwa manusia yang diubah melaui gerak ritmis yang indah (tari).

9 Baca lebih lajut

PHP File Tree Demo 006 BAB II C

PHP File Tree Demo 006 BAB II C

RKPD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 c. Tinjauan SDM : dapat dilihat dari nilai IPM masing-masing kabupaten/kota. Besaran angka IPM menurut wilayah kabupaten/kota sangat bervariasi. Ini tercermin dari makin besarnya range antara angka IPM atau HDI tertinggi dan terendah. Boleh jadi ini disebabkan prioritas sasaran program maupun kebijakan yang diambil masing-masing daerah tidak sama. Terdapat 7 kabupaten/kota dengan kategori sangat tinggi, di antaranya Kota Blitar, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kabupaten Kediri dan Sidoarjo. Kota Blitar menempati urutan tertinggi dengan IPM sebesar 77,28 pada tahun 2010. Adapun kabupaten/kota yang tertinggal dalam aspek IPM adalah dengan nilai indeks di bawah rata-rata Jatim tersebar pada 19 kabupaten/kota. Kabupaten/kota dengan kategori nilai IPM rendah dan sangat rendah adalah kabupaten/kota di Kepulauan Madura, dan di daerah Probolinggo serta Bondowoso.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

RKPD Tahun 2013

RKPD Tahun 2013

Berdasarkan pada asumsi-asumsi tersebut di atas, maka untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah, diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah yang mengacu pada: (1) Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah melalui perluasan obyek pajak sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan; (2) Peningkatan kualitas pelayanan, kualitas SDM pengelola dan koordinasi antara dinas dan instansi yang terkait; (3) Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi, efektif dan berkesinambungan; (4) Anggaran daerah harus bertumpu pada kepentingan publik dan memberikan hasil yang baik dan biaya rendah; (5) Mengevaluasi Peraturan Daerah yang tidak lagi sesuai dengan kondisi daerah untuk peningkatan sumber pendapatan daerah. Dan sekaligus membuat Peraturan Daerah untuk dapat digunakan acuan dalam rangka menyusun program-program yang dapat merangsang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada berbagai sektor yang ada.
Baca lebih lanjut

661 Baca lebih lajut

 Bab II (2)R-RKPD

Bab II (2)R-RKPD

Secara geografis sebagian wilayah Kota Tebing Tinggi merupakan wilayah yang rawan banjir. Permasalahan yang sering terjadi di Kota Tebing Tinggi adalah Bencana Banjir Bandang yang rata-rata terjadi 3-4 kali dalam satu tahun dengan ketinggian air 0,5 s/d 1,5 meter di Kelurahan Mandailing (Kampung Rao), Kelurahan Bandar Sakti, Kelurahan Persiakan, Kelurahan Badak Bejuang, Kelurahan Bandar Utama, Kelurahan Bulian dan Kelurahan Pasar Gambir. Adapun penyebab banjir Bandang tersebut berasal dari meluapnya sungai Bahilang dan sungai Padang yang disebabkan oleh curah hujan tinggi di hulu sungai. Dan upaya yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Bencana seperti Badan Kesbanglinmas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, Camat se-Kota Tebing Tinggi, Unit Pemadam Kebakaran, dan Tagana (Taruna Siaga Bencana) adalah Pemantauan cuaca yang bias secara tiba-tiba dan atau berangsur berpotensi menjadi sumber bahaya bencana; Memonitoring ketinggian air sungai Padang dan sungai Bahilang untuk pendeteksian potensi banjir; Membentuk posko-posko kesiapsiagaan yang diketuai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Camat se-Kota Tebing Tinggi dan Lurah se-Kecamatan Kota Tebing Tinggi yang daerah rawan bencana. Sedangkan Pernyataan status keadaan darurat bencana dipegang oleh Badan Penanggulangan Bencana selaku Komandan Posko Penanggulangan Bencana. Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah, dapat diidentifikasi wilayah yang berpotensi rawan bencana alam di wilayah Kota Tebing Tinggi, seperti banjir adalah :
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

RKPD 2016 Bab 2 CAMBRIA

RKPD 2016 Bab 2 CAMBRIA

Menurut Undang-undang No.43 tahun 2009 tentang Kearsipan, arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga Negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain arsip merupakan suatu bukti pertanggungjawaban dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga arsip perlu di kelola dan dimanfaatkan dengan baik agar keselamatan dan keamanan arsip tersebut bisa terjamin. Pemanfatan arsip yang opimal dapat dicapai melalui tahapan manajemen arsip modern yaitu perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat serta pengawasan yang ketat. Mengingat pentingnya arsip dalam suatu organisasi, maka pengelolaan arsip harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip serta tujuan manajemen kearsipan,yaitu dapat menyediakan arsip dengan cepat, tepat, lengkap dan efisien apabila dibutuhkan.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

BAB 2 RKPD SULTRA 2016

BAB 2 RKPD SULTRA 2016

Kondisi   Kualitas   Pendidikan   dan   kesehatan   masyarakat   Sulawesi Tenggara sampai dengan saat ini masih rendah. Untuk itu peningkatan kualitas   pendidikan   utamanya   ditujukan   untuk   meningkatkan   angka melek   aksara   penduduk   usia   diatas   15   tahun,   rata­rata   lama   sekolah penduduk   usia   diatas   15   tahun,   persentase   lembaga   pendidikan menengah yang terakreditasi dan memenuhi standar pelayanan minimal, dan   mutu   tenaga   pendidik.   Selain   itu     Pembentukan   karakter   bangsa melalui peningkatan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada bidang pembangunan kualitas kesehatan masyarakat,  kedepan juga masih   dibutuhkan   upaya   yang   lebih   serius   dan   konsisten,   terutama dalam mengatasi  persoalan   pada masih  adanya  kendala  yang  dihadapi oleh   masyarakat   dalam   menjangkau   pelayanan   kesehatan   yang berkualitas   yang   di   pengaruhi   oleh   terbatasnyajumlah   dan   mutu sumberdaya   manusia,  kesehatan,   serta   sarana   dan   prasana   pelayanan kesehatan yang dapat memberikan pelayanan prima dibidang kesehatan. Untuk   itu,   peningkatan   kualitas  kesehatan   utamanya  ditujukan   untuk menurunkan   angka   kematian   ibu   per   100.000   kelahiran   hidup,   angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup melalui peningkatan kapasitas tenaga   medis   dan   para   medis,   pemberian   jaminan   kesehatan   bagi masyarakat miskin dan rentan serta peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...