Top PDF RPP Diskusi Kesebangunan Dan Kekongruenan Kelas IX

RPP Diskusi Kesebangunan Dan Kekongruenan Kelas IX

RPP Diskusi Kesebangunan Dan Kekongruenan Kelas IX

Syarat dua buah bangun datar dikatakan kongruen adalah jika kedua bangun tersebut memiliki besar sudut dan panjang sisi yang bersesuaian yang sama.?. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban Sko[r]

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan T1 202010107 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan T1 202010107 BAB I

Kesulitan belajar geometri yang dialami siswa salah satunya mengenai kesebangunan dan kekongruenan. Chi (Panjaitan, 2011) menegaskan bahwa masalah kesulitan siswa dalam memahami konsep kesebangunan, yaitu: 1) Siswa kurang memahami apa perbedaan antara kesebangunan dan kekongruenan suatu bangun datar, 2) Siswa seringkali menemui kesulitan untuk membayangkan bahwa kondisi kesebangunan segitiga berlaku untuk semua jenis segitiga. Kesulitan yang dialami siswa terutama dalam memahami tentang 'sisi' dan’sudut’. Biasanya siswa tidak bisa membedakan bahwa dua bangun datar yang sebangun belum tentu kongruen dan dua bangun datar yang kongruen sudah pasti sebangun. Kedua hal ini bisa di ketahui berdasarkan perbandingan ukuran panjang sisi dan besar sudut dari bangun datar tersebut. Sesuai dengan konsep kesebangunan dan kekongruenan, dua bangun datar dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat yaitu:1) panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu memiliki perbandingan senilai; 2) sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua bangun itu sama besar. Dua bangun dikatakan kongruen jika bangun-bangun yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN   IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2

IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2

Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Kartasura tahun ajaran 2015/2016 dan dilaksanakan mulai bulan Mei 2015 sampai dengan selesai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Sutama (2012: 62) data kualitatif dihimpun dalam bentuk kata-kata atau gambar-gambar, bukan selalu dalam bentuk angka-angka. Metode penelitian kualitatif ini sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif (Sugiyono, 2013: 1).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Soal Dan Pembahasan Kesebangunan Dan Kekongruenan Kelas IX SMP

Soal Dan Pembahasan Kesebangunan Dan Kekongruenan Kelas IX SMP

 Dua jajaran genjang maupun belah ketupat belum tentu sebangun, meskipun perbandingan sisi yang bersesuaian sama belum tentu besar sudutnya sama..  Dua segitiga sama sisi pasti sebangu[r]

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 PANDANARUM PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 PANDANARUM PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP Negeri 1 Pandanarum pada materi kesebangunan dan kekongruenan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX E yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini siswa dikelompokan kedalam tiga kelompok, yaitu siswa kemampuan pemahaman konsep matematis tinggi, sedang, dan rendah. Masing-masing kelompok dipilih tiga siswa untuk keperluan wawancara. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dikatakan bahwa siswa berkemampuan tinggi dapat memahami soal serta menguasai kemampuan pemahaman konsep matematis dengan baik, ditunjukan dengan siswa menguasai 4 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis.Siswa berkemampuan sedang cukup baik dalam memahami soal tetapi kurang menguasai beberapa indikator kemampuan pemahaman konsep matematis, ditunjukan dengan masalah dalam pemahaman siswa terhadap setiap indikator.Siswa berkemampuan rendah kurang memahami soal dengan baik serta kurang menguasai kemampuan pemahaman konsep matematis, ditunjukan dengan siswa hanya menguasai tidak lebih dari 2 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN  MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN    IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA TAHUN AJARAN

IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA TAHUN AJARAN

melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi dengan judul ”Implementasi Penilaian Portofolio pada Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Kesebangunan dan Kekongruenan Kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Kartasura Tahun Ajaran 2015/2016” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan S-1 Program Studi Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

Kisi-kisi ujian semester ganjil 2014-2015 kelas IX

Kisi-kisi ujian semester ganjil 2014-2015 kelas IX

Memahami kesebangunan datar dan penggunaanya dalam pemecahan masalah 1.1 Mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen Kesebangunan dan kekongruenan Menentukan dua ba[r]

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan T1 202010107 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan T1 202010107 BAB II

Penelitian yang dilakukan Ardhianingsih (2008) dengan judul Pemahaman Siswa Kelas V SD tentang Bangun Datar dan Bangun Ruang bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep dalam bangun datar dan bangun ruang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penjelasan siswa tentang bangun ruang dan bangun datar yang diberikan secara tertulis seringkali tidak diikuti dengan penjelasan figuratif yang tetap. Hasil penelitian banyak juga ditemui bahwa penjelasan tertulisnya benar tapi penjelasan figuratifnya tidak sesuai. Sebaliknya penjealsan figuratifnya benar tetapi penjelasan tertulisnya kurang tepat. Penjelasan tertulis saja tidak cukup bagi seorang guru untuk meyakinkan bahwa siswa sudah paham dengan konsep yang diberikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Soal dan Pembahasan Kesebangunan dan Kekongruenan Kelas IX SMP

Soal dan Pembahasan Kesebangunan dan Kekongruenan Kelas IX SMP

 Dua jajaran genjang maupun belah ketupat belum tentu sebangun, meskipun perbandingan sisi yang bersesuaian sama belum tentu besar sudutnya sama..  Dua segitiga sama sisi pasti sebangu[r]

14 Baca lebih lajut

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK pada pembelajaran matematika pokok bahasan kesebangunan dan kekongruenan di kelas IX SMP Negeri 2 Jetis, Bantul.

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK pada pembelajaran matematika pokok bahasan kesebangunan dan kekongruenan di kelas IX SMP Negeri 2 Jetis, Bantul.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pada pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK rata-rata tingkat motivasi siswa sebesar 3,2 dengan kriteria kuat dimana tingkat hasrat dan keinginan untuk berhasil sebesar 3,67 dengan kriteria sangat kuat. Prosentase siswa yang memiliki motivasi kuat sebesar 70,37%, motivasi sangat kuat 29,63%. Sedangkan hasil belajar diperoleh rata-rata tingkat penguasaan bahan pelajaran 62% dengan kriteria sedang dan siswa yang tuntas sebanyak 25,93%. Prosentase siswa yang memiliki hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah berturut-turut 29,63%, 40,74%, 29,63%. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan kesebangunan dan kekongruenan yang memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK memberikan motivasi siswa kuat namun masih memberikan hasil belajar sedang.
Baca lebih lanjut

254 Baca lebih lajut

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK pada pembelajaran matematika pokok bahasan kesebangunan dan kekongruenan di kelas IX SMP Negeri 2 Jetis, Bantul

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK pada pembelajaran matematika pokok bahasan kesebangunan dan kekongruenan di kelas IX SMP Negeri 2 Jetis, Bantul

Hasil analisis menunjukkan bahwa pada pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK rata-rata tingkat motivasi siswa sebesar 3,2 dengan kriteria kuat dimana tingkat hasrat dan keinginan untuk berhasil sebesar 3,67 dengan kriteria sangat kuat. Prosentase siswa yang memiliki motivasi kuat sebesar 70,37%, motivasi sangat kuat 29,63%. Sedangkan hasil belajar diperoleh rata-rata tingkat penguasaan bahan pelajaran 62% dengan kriteria sedang dan siswa yang tuntas sebanyak 25,93%. Prosentase siswa yang memiliki hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah berturut-turut 29,63%, 40,74%, 29,63%. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan kesebangunan dan kekongruenan yang memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK memberikan motivasi siswa kuat namun masih memberikan hasil belajar sedang.
Baca lebih lanjut

252 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERTULIS SISWA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN BANGUN DATAR BAGI SISWA KELAS IX DI SMP TELADAN PEMATANG SIANTAR.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERTULIS SISWA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN BANGUN DATAR BAGI SISWA KELAS IX DI SMP TELADAN PEMATANG SIANTAR.

Dari data table diatas menunjukkan bahwa komunikasi matematis tertulis siswa SMP Teladan kelas IX masih sangat rendah sekali, terlihat bahwa semua aspek komunikasi matematis siswa masih perlu dibantu. Hasil tes dari 34 siswa dari aspek menggambar dan aspek ekspresi matematika hanya 1 siswa yang dikategorikan sangat tinggi kemampuan komunikasi matematisnya. Sementara untuk aspek menulis tak satu siswapun yang kategori sedang yaitu nilai ≥65, semua siswa mendapat kategori nilai rendah dan sangat rendah yaitu < 65.

22 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2015/2016.

PENDAHULUAN IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2015/2016.

Pembelajaran matematika dengan penilaian portofolio adalah pembelajaran dengan memperhatikan penilaian secara terus menerus atas kumpulan atau berkas pilihan yang dapat memberikan info[r]

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan T1 202010107 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan T1 202010107 BAB V

konsepsi siswa kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga tentang Kesebangunan dan Kekongruenan ternyata mendapatkan hasil yang berbeda-beda antara siswa satu dengan yang lain serta tidak semua konsepsi yang dimiliki siswa sesuai dengan konsep yang sesungguhnya. Siswa juga kesulitan dalam mengelompokkan bangun yang sebangun dan kongruen maka penelitian ini dapat digunakan untuk memberi masukan kepada:

3 Baca lebih lajut

RPP5 (Kesebangunan dan kekongruenan)

RPP5 (Kesebangunan dan kekongruenan)

 Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang ditemukan (menurut siswa) berdasarkan apa yang dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok  Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya

15 Baca lebih lajut

Bab 01 – Kesebangunan dan Kekongruenan – 1 – Sebangun – Latihan Soal

Bab 01 – Kesebangunan dan Kekongruenan – 1 – Sebangun – Latihan Soal

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1328 ke menu search.. Kedua trapesium di atas sebangun.[r]

2 Baca lebih lajut

Bab 01 – Kesebangunan dan Kekongruenan – 2 – Kongruen – Latihan Soal

Bab 01 – Kesebangunan dan Kekongruenan – 2 – Kongruen – Latihan Soal

Panjang AD = 5 cm Panjang BD = 12 cm Sudut BAD = 53o Jajaran genjang ABCD dibagi dua menghasil-kan dua segitiga siku-siku yang kongruen.[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...