• Tidak ada hasil yang ditemukan

aktivitas kerja teknologi informasi Information Technology Work Activity

Dalam dokumen Annual Report BNI Syariah 2015 (Halaman 136-139)

Program-program Divisi Teknologi Informasi pada tahun 2015 berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan, berikut di bawah ini adalah aktivitas kerja Teknologi Informasi:

1. Dukungan Teknologi Informasi untuk Pengembangan Produk dan Layanan

Dengan adanya dukungan penuh dari Bank Induk, BNI Syariah sebagai anak perusahaan Bank BNI diperbolehkan untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan sistem teknologi informasi yang dimiliki agar dapat tumbuh dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Sejalan dengan ketentuan Bank Indonesia, BNI Syariah telah menerapkan sistem SKNBI Next Generation

untuk menggantikan sistem SKNBI yang lama. Selain itu, BNI Syariah juga telah mengembangkan aplikasi

Sales Activity Performance Monitoring (SAPM) untuk memonitor antara target dan pencapaian perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ada di BNI Syariah.

Di sisi lain, pengembangan EFO (Electronic Financing Origination) yang telah dibangun secara inhouse

dilakukan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan otomasi pemrosesan pembiayaan yang digunakan secara online baik di kantor pusat maupun kantor cabang. Saat ini, pengembangan sistem EFO telah digunakan untuk otomasi pembiayaan konsumtif yang ditujukan untuk kebutuhan reguler (Pembiayaan Griya, Multijasa, Multiguna, Fleksi, Oto), otomasi pembiayaan konsumtif yang ditujukan untuk kerja sama antara BNI Syariah dengan Multifinance (EFO MAPS – Multifinance Administering & Processing System), otomasi pembiayaan produktif (Pembiayaan Wira Usaha Syariah) yang dapat digunakan sebagai modal kerja atau investasi, EFO SDN (Sistem Dokumentasi Nasabah) yang dapat digunakan untuk penyimpanan dokumen-dokumen pembiayaan nasabah, dan EFO Collection untuk monitoring

pembiayaan nasabah.

Pengembangan EFO secara berkelanjutan juga dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan sistem

The work programs of Information Technology Division in 2015 went according to the plan. Below are the work activities of the Information Technology Division:

1. Information Technology Support for the Development of Products and Services

With the full support from Parent Bank, BNI Syariah as a subsidiary of Bank BNI was allowed to utilize and optimize the information technology systems owned by Bank BNI in order to grow and thrive in the increasingly fierce competition.

In line with the provision of Bank Indonesia, BNI Syariah has implemented SKNBI Next Generation to replace the old SKNBI system. Additionally, BNI Syariah has also developed Sales Activity Performance Monitoring (SAPM) application to monitor the targets and achievement of Third Party Fund (DPK) in BNI Syariah.

On the other hand, the development of EFO (Electronic Financing Origination), which has been developed inhouse, was carried out continuously to meet the needs of online financing processing automation used both at head office and branch offices. Currently, the EFO system development has been used for the automation of consumptive financing aimed at the regular needs (House Financing, Multiservice Financing, Multipurpose Financing, Flexi Financing, Oto Financing), consumptive financing automation addressed to the cooperation between BNI Syariah with Multifinance (EFO MAPS - Multifinance Administering & Processing System), productive financing automation (Sharia Entrepreneur Financing) which could be used as working capital or investment, EFO SDN (Customer Documentation System) which could be used for storage of customer financing documents, and EFO Collection to monitor the customer’s financing.

The constant development of EFO is also done to optimize the use of EFO system for Micro Banking

Pengembangan Sharia Link (Sharlink) sebagai

middleware system untuk kebutuhan transaksional BNI Syariah terkait dengan kerja sama pihak ketiga guna peningkatan fee based income telah selesai dilakukan pada tahun sebelumnya. Sharlink terus dikembangkan agar dapat digunakan untuk layanan transaksional seperti layanan Student Payment Center (SPC) dan

Virtual Account. Saat ini Sharia Link sudah terintegrasi dengan channel ATM dengan fitur yang mencakup Modul Penerimaan Negara (MPN) Gen II dan Student Payment Center (SPC) yang telah diimplementasikan pada akhir 2015.

BNI Syariah juga mengembangkan produk Hasanah Payment yang merupakan produk PPOB dengan tujuan memenuhi kebutuhan transaksional ritel rumah tangga antara lain: pembayaran rekening (PLN, TELKOM, PDAM, dll) dan pembelian (token, pulsa elektrik, dll). Divisi Teknologi Informasi memberikan dukungan dalam pembukaan 1 Kantor Cabang, 14 Kantor Cabang Pembantu dan 6 Payment Point. Selain itu, Divisi Teknologi Informasi juga memberikan dukungan dalam relokasi 2 Kantor Cabang dan 2 Kantor Cabang Pembantu.

Sepanjang tahun 2015 BNI Syariah juga telah menjalin kerja sama dengan instansi dan universitas mengenai pelayanan jasa perbankan, khususnya penerbitan dan pengelolaan kartu derivatif, di antaranya yaitu Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Pesantren Pondok Karya Pembangunan Al Hidayah (PKP Al Hidayah), dan Madrasah Aliyah Negeri 7. BNI Syariah juga menerbitkan produk Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai implementasi dari program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai Generic Model Tabungan Siswa. Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan efisiensi waktu layanan, saat ini sedang dilakukan pengembangan untuk pembukaan rekening online di mana nasabah dapat melakukan pembukaan rekening dengan mengisi aplikasi elektronik pada situs resmi (website) BNI Syariah.

2. Sistem Informasi Manajemen

BNI Syariah telah mengimplementasikan Laporan Bulanan Bank Umum Syariah (LBUS) dengan menggunakan metode eXtensible Business Reporting Language (XBRL). Implementasi ini mengharuskan BNI Syariah untuk melakukan perubahan metode pelaporan

Sharia Development Link (Sharlink) as a middleware system for BNI Syariah transactional needs related to the third party cooperation to increase fee based income has already been done in the previous year. Sharlink is continuously developed to be used for transactional services such as service Student Payment Center (SPC) and Virtual Account. Currently Sharia Link is integrated with ATM channel with features that include State Revenue Module (MPN) Gen II and Student Payment Center (SPC) which has been implemented at the end of 2015.

BNI Syariah also developed Hasanah Payment which is a PPOB product with the aim of meeting the needs of domestic retail transactional include: bill payment of PLN, Telkom, PDAM, and many others, as well as purchase of token, electrical voucher, and many others.

Information Technology Division also provided support in the opening of 1 Branches, 14 Sub-branches, and 6 Payment Point. In addition, Information Technology Division also provided support in the relocation of 2 Branch Offices and 2 Sub-branches.

Throughout 2015, BNI Syariah has established cooperation with universities and institutions in the field of banking services, especially derivative card issuance and management, with the Indonesian Association of Islamic Economist, Islamic Boarding House of Pondok Karya Pembangunan Al Hidayah (PKP Al Hidayah), and Madrasah Aliyah Negeri 7. BNI Syariah also launched saving product for student (Simpanan Pelajar/SimPel) as the implementation of Financial Services Authority (OJK) program on Generic Model of Student Saving.

In order to improve service and efficiency of service time, the development of online account opening was currently being conducted in which customers could open an account by filling out the electronic application on the official website of BNI Syariah.

2. Management Information System BNI Syariah has implemented Sharia Banks Monthly Report (LBUS) by using the eXtensible Business Reporting Language (XBRL) method. This implementation requires BNI Syariah to adjust its reporting method that was previously in text-file

formal XML dengan menggunakan metode XBRL. Selain itu, Divisi Teknologi Informasi bekerja sama dengan unit bisnis selalu berupaya untuk melakukan penambahan dan optimalisasi fitur-fitur pelaporan pada aplikasi Business Intelligence System (BIS), aplikasi

Executive Dashboard dan aplikasi Report Delivery Channel (RDC) guna mendukung penyediaan data baik untuk pihak internal divisi maupun pihak eksternal BNI Syariah.

3. Pengamanan Sistem Informasi

Perbaikan dan peningkatan kualitas pengamanan sistem informasi selalu menjadi perhatian jajaran manajemen BNI Syariah. Pengamanan sistem informasi BNI Syariah sangat berkualitas dengan adanya dukungan dan peran serta Bank BNI sebagai perusahaan induk. Penggunaan IT infrastruktur bersama (sharing) dengan Bank BNI membuktikan bahwa keamanan sistem informasi (Pusat Data Center

dan Disaster Recovery Center) BNI Syariah sangat terjamin kualitasnya guna menjaga kesinambungan operasional perusahaan.

BNI Syariah berupaya semaksimal mungkin menyempurnakan fitur software aplikasi pada mesin pinpad untuk segenap kantor cabang reguler maupun kantor cabang mikro. Hal ini dilakukan untuk mencegah tindakan penipuan pada setiap transaksi penarikan dan transaksi transfer yang bernilai di atas Rp5 juta dengan mewajibkan adanya verifikasi PIN nasabah pada mesin pinpad. Selain itu, untuk meningkatkan pengamanan sistem informasi, BNI Syariah telah mengembangkan fitur SSO (Single Sign-On) guna mempermudah staf pegawai dalam mengingat banyak user-id dan password pada saat melakukan akses aplikasi internal yang berbeda-beda. 4. Manajemen Risiko

BNI Syariah telah mengembangkan aplikasi Risk Management Information System (RMIS) sebagai bagian dari pelaporan profil risiko online kepada Bank Indonesia. Penggunaan RMIS dapat memberikan gambaran mengenai kerugian pada masa yang akan datang, meningkatkan metode dan proses pengambilan keputusan yang sistematis berdasarkan ketersediaan informasi, sebagai dasar pengukuran yang lebih akurat mengenai kinerja perusahaan, serta menilai risiko yang melekat pada kegiatan usaha BNI Syariah. 5. Manajemen Sumber Daya Manusia

Sejalan dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pegawai BNI Syariah, maka pemanfaatan sistem yang sesuai dengan kebutuhan diperlukan untuk melaksanakan manajemen sumber daya manusia yang lebih baik. Untuk memperbarui sistem yang lama, BNI Syariah telah mengembangkan aplikasi Human Resources Information System (HRIS) fase pertama yaitu

Organization Management, Payroll dan Personnel

Furthermore, the Information Technology Division in collaboration with

the business units are always striving to make addition and optimization of the reporting features in Business Intelligence System (BIS), Executive Dashboard, and Report Delivery Channel

(RDC) applications in order to support the provision of data both for internal as well as external parties of BNI Syariah.

3. Information System Security

The quality improvement of information system security has always been a concern for the management of BNI Syariah. The security of BNI Syariah’s information system is highly qualified due to the support and participation from Bank BNI as the holding company. By sharing the IT infrastructure with Bank BNI, BNI Syariah’s Data Center and Disaster Recovery Center’s has a very assured quality in order to maintain the sustainability of the company’s operations.

BNI Syariah strives to enhance application software features in pinpad machines for branches and microbranches. This is done to prevent fraud on withdrawal and transfer transactions above Rp5 million by requesting verification of the customer’s PIN in the pinpad machine. In addition, to increase the security of information system, BNI Syariah has developed SSO (Single Sign-On) feature to allow employees in remembering many user-id and password when accessing different internal applications.

4. Risk Management

BNI Syariah has developed Risk Management Information System (RMIS) application as a part of online risk profile reporting to Bank Indonesia. This development is an extension from the first stage that had been done the previous year. The utilization of RMIS can predict future losses, improve systematic risk-taking method and process based on information availability, act as an accurate standard measure for the company’s performance, as well as measure the risk of BNI Syariah’s business activities.

5. Human Resources Management

Along with the rapid growth in the number of employees, the utilization of appropriate systems is necessary to implement better management of human resources. To update the old system, BNI Syariah has developed the first phase of Human Resources Information System (HRIS) application, which includes Organization Management, Payroll and Personnel Administration. This phase had been implemented in

Succession Planning, Coaching and Mentoring), dan

Compensation Management telah diimplementasikan pada tahun 2015. Sedangkan untuk pengembangan aplikasi Human Resources Information System (HRIS) fase selanjutnya masih dalam pengembangan dan akan diimplementasikan pada tahun 2016.

Management which was implemented in 2015. As for the next phase development of Human Resources Information System (HRIS) is still ongoing and will be implemented in 2016.

Dalam dokumen Annual Report BNI Syariah 2015 (Halaman 136-139)