5. Rencana Kerja terkait Pengembangan dan Utilisasi Produk
a. Berkoordinasi dengan product owner untuk
mengembangkan customer centric banking solution & services.
b. Melakukan evaluasi atas solusi dan service
perbankan BNI bersama dengan product owner beserta unit-unit yang menjadi enabler-
nya.
Kantor Cabang Luar Negeri
Untuk tahun 2015, keberadaan Kantor Cabang Luar Negeri tetap diutamakan untuk mendukung posisi BNI sebagai bank dengan kapabilitas global. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadikan BNI sebagai salah satu bank Indonesia terkemuka yang mampu bersaing di tingkat ASEAN.
Rencana kerja kantor cabang luar negeri untuk tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1. Optimalisasi Layanan
a. Memperkuat keberadaan Kantor Cabang Luar Negeri untuk mendukung pengembangan bisnis debitur korporasi BNI pada kancah internasional.
b. Mengoptimalkan keberadaaan Kantor Cabang Luar Negeri sebagai point of sales untuk
produk dan jasa layanan keuangan BNI kepada nasabah potensial yang ada di luar negeri. 2. Ekspansi Jaringan Internasional
Memperluas jaringan melalui pembukaan kantor baru di negara-negara yang menjadi destinasi wisata maupun bisnis bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka memfasilitasi nasabah BNI dalam melakukan aktivitas perbankan di luar negeri, serta sebagai akses ekspansi pasar
Indonesia-related business.
Rencana ekspansi jaringan internasional adalah sebagai berikut:
a. Kantor perwakilan di Myanmar akan
menjalankan fungsinya sebagai mediator bisnis antara korporasi di Indonesia dan Myanmar. b. Pembukaan outlet/cabang tambahan di
Singapura berupa Limited Purpose Branch
(LPB).
c. Pembukaan Kantor Cabang di Saudi Arabia. d. Pembukaan Kantor Cabang di Korea Selatan.
3. Memperkuat peran Kantor Cabang Luar Negeri sebagai “Duta BNI” di luar negeri dalam menjalin hubungan dengan investor, regulator, counterpart,
perwakilan negara RI dan masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri.
4. Menyelaraskan pengelolaan SDM Kantor Cabang Luar Negeri sejalan dengan Human Capital Global Policy.
5. Menjadikan Kantor Cabang Luar Negeri sebagai
training ground dalam rangka meningkatkan
kapabilitas SDM BNI.
6. Memperkuat struktur funding yang efisien pada
Kantor Cabang Luar Negeri melalui implementasi Global Treasury.
Bisnis Tresuri
Selain menjaga kecukupan likuiditas, BNI Tresuri juga bertanggung jawab untuk mengelola risiko pasar dan memberikan kontribusi optimal terhadap laba bank. Pengembangan bisnis Tresuri BNI selalu dilakukan dengan mengikuti perubahan dan kebutuhan pasar. Salah satu bentuk pengembangan bisnis Tresuri diwujudkan dalam perubahan model operasional
Global Treasury, melalui konsolidasi aktivitas bisnis
Tresuri BNI dalam negeri maupun BNI luar negeri yang dikelola dengan konsep pengelolaan satu tim, satu sistem, satu portofolio, satu risiko dan satu P/L. Impelementasi Global Treasury membuat aktivitas
bisnis Tresuri menjadi lebih efektif dan pengelolaan risiko eksposur tresuri BNI menjadi lebih baik, yang pada akhirnya menopang pertumbuhan laba. Dalam pengelolaan likuiditas BNI, operasional Global Treasury diwujudkan dalam model operasional Global Liquidity dengan tujuan menjaga kecukupan likuiditas
BNI secara global. Tresuri mengelola kebutuhan dan keseimbangan likuiditas untuk operasional dan pemenuhan compliance dengan tingkat risiko yang
dapat diterima.
Perbankan Internasional & Tresuri
117
BNI Laporan Tahunan 2014
Kinerja 2014
Di tengah ketidakpastian kondisi pasar global serta dinamika politik dalam negeri sepanjang tahun 2014, Tresuri masih dapat berkontribusi terhadap pendapatan BNI sebesar 11,2% dari total pendapatan BNI yang bersumber dari pendapatan bunga,
keuntungan transaksi surat berharga, dan keuntungan transaksi valuta asing.
Sepanjang tahun 2014 secara umum kondisi likuiditas Rupiah di pasar cukup melimpah, namun demikian distribusi likuiditas terkonsentrasi di beberapa bank besar saja terutama di bank buku 4, sehingga terjadi persaingan yang cukup tajam dalam memperebutkan dana nasabah yang berakibat pada naiknya tingkat suku bunga baik dana pihak ketiga (DPK) maupun pinjaman. Pada kesempatan lain Pemerintah melalui Ototitas Jasa Keuangan telah mengeluarkan ketentuan pemberian maksimal besarnya suku bunga deposito serta keharusan untuk mengupayakan penurunan suku bunga pinjaman bagi bank buku 3 dan buku 4. Namun demikian hal tersebut belum cukup efektif untuk mengurangi tensi persaingan bank dalam memperebutkan dana nasabah.
Untuk mengurangi tingkat persaingan serta mendukung kebijakan Bank Indonesia guna pendalaman pasar keuangan, BNI Tresuri telah aktif menginisiasi kembali dan melakukan transaksi
repurchase agreement (Repo/Reverse Repo) dengan
beberapa counterpart sebagai instrumen alternatif
pemenuhan likuiditas di pasar uang.
Guna memperluas cakupan aktivitas transaksi Repo hingga akhir Desember 2014, BNI telah melakukan penandatangan perjanjian Mini MRA (MiniMaster RepurchaseAgreement) dengan 46 bank baik bank
lokal maupun bank asing.
Dalam upaya meningkatkan kapabilitas, kinerja dan kualitas pemantauan risiko, BNI Tresuri telah melakukan serangkaian perubahan yang mencakup framework kebijakan aktivitas tresuri
dalam pengelolaan eksposur dan risiko yang lebih terintegrasi dan terukur, fokus bisnis yang mengarah pada customeroriented, dan pengembangan sumber
daya manusia.
Penyempurnaan terhadap proses bisnis juga dilakukan melalui implementasi sistem Tresuri yang terintegrasi dari front to back, meliputi frontoficesystem, middleoficesystem serta backoficesystem, yang
dimonitor secara harian oleh Unit Middle Office. Potensi bisnis yang bersumber dari aktivitas bisnis nasabah, baik bank maupun non-bank pada segmen
BusinessBanking, ConsumerRetail dan Financial Institutions terus dikembangkan. Hal ini diwujudkan
118
BNI Laporan Tahunan 2014
Tinjauan
Bisnis
dengan terus meningkatkan aksesibilitas pasar melalui solusi pemenuhan kebutuhan transaksional dan transaksi lindung nilai nasabah, seperti ForexToday, Tom, Spot; ForexSwap; ForexForward; Depositon Call; MoneyMarketAccount; CrossCurrencySwap; Interest Rate Swap; Plain Vanilla Option; Repo/ Reverse Repo Obligasi; dan BanknotesTrading.
Aktivitas-aktivitas tersebut sejalan dengan semangat pendalaman pasar keuangan yang dicanangkan pemerintah.