Peran ibu sangat penting untuk menyiapkan payudaranya dengan aman bagi bayi.
DAMPAK ADVERTENS
Advertensi atau periklanan tidak dapat dibendung dan selalu ada dalam kehidupan. Ia datang dan mengalir bagaikan tsunami. Pengaruh terbesar dan sangat kuat dari periklanan susu formula berdampak pada ibu-ibu yang hendak menyusui bayinya dengan susu ibu. Ini telah menjadi kenyataan betapa banyak ibu dalam masyarakat luas telah memberi susu formula kepada bayinya.
Media televisi sering menayangkan ibu yang tersenyum manis sedang memberi susu formula melalui botol. Kecenderungan yang hebat adalah mereka menyewa para ibu yang selebritis sebagai ibu yang dengan bangga memperagakan kehebatan susu formula yang diberikan kepada bayi. Sayang sekali bayi-bayi tidak pernah mengenali betapa besar keuntungan yang seharusnya ia dapatkan dari susu ibu dibandingkan susu formula. Perhimpunan selebriti dengan segala kehebatannya menawarkan sesuatu yang seolah-olah lebih baik dari susu formula dibandingkan susu ibu. Ibu-ibu menjadi sangat mudah mengalihkan nutrisi bayinya kepada susu formula dengan beraneka ragam dalih untuk tidak menyusui dari payudaranya.
Women and Breast 1
Demikian halnya dengan media cetak. Majalah-majalah wanita memuat hal yang sama untuk memikat dan menjerat setiap ibu untuk memberi susu formula kepada bayinya. Reklame susu, botol, dan alat isap disajikan dengan begitu menawan. Ada juga banyak iklan yang menekankan bahwa susu botol adalah susu yang sama baiknya seperti susu segar yang keluar dari sapi. Susu sapi diperuntukkan untuk sapi. Susu manusia diperuntukkan untuk manusia. Bahkan, banyak produk yang berani menjamin bahwa susu formula adalah susu yang telah diformulasikan sedemikian rupa dan menyamai susu ibu. Botol dengan dotnya sama seperti puting susu ibu.
Keindahan dan kepiawaian advertensi akan banyak membawa ibu-ibu pada setiap level psikologis. Ibu-ibu diharapkan untuk dapat memilih susu formula botol. Ada jutaan ibu tidak berpikir panjang dan terbujuk untuk melakukan hal yang sama. Mereka tidak mau menyadari hal ini. Susu ibu tidak akan pernah dapat digantikan dengan susu buatan.
Susu formula dibuat oleh manusia dari susu sapi, kambing, kerbau, atau lembu. Mereka diajak untuk mengerti bahwa susu for- mula adalah susu yang sangat aman, dijamin dan disetarakan de- ngan susu ibu. Pemberian susu formula tidak menyusahkan, tetapi menyenangkan dan bebas risiko. Itu menjadi alat propaganda yang ditawarkan kepada ibu-ibu untuk mengganti nutrisi kepada bayinya. Kemasan susu formula dibuat menarik dan tersedia di mana-mana, cepat disajikan dengan cara sederhana dalam botol. Susu formula dapat disajikan setiap saat kepada bayinya. Berbeda dengan pemberian susu ibu, ibu harus membuka baju dan mengeluarkan payudaranya. Bagaimana bila menyusui di tengah orang banyak, di daerah terbuka? Rasa malu akan menjadi halangan bagi ibu untuk menyusui bayinya.
Proses pemberian susu ibu dimulai sejak awal bayi dilahirkan, atau beberapa jam setelah kelahiran bila bayi sudah sanggup mengisap puting susu ibunya. Ibu-ibu harus menyadari bahwa payudaranya telah berfungsi jauh sebelum kelahiran bayinya. Ibu harus secara sadar memberi susu sebagai nutrisi kehidupan bayinya segera setelah bayi lahir.
Dibentuk untuk Kehidupan Generasi Saat sedang mengandung, baik untuk pertama kalinya atau untuk kesekian kalinya, calon ibu menjadi orang yang juga akan menyusui bayinya. Sejak awal kehamilan, ibu harus mempersiapkan dirinya untuk menyusui. Ubahlah pola pikir Anda sejak awal untuk menyusui bayi dengan payudara Anda, bukan dengan susu botol.
Sebuah buku yang menarik untuk dibaca, ditulis oleh Stacey H. Rubin (2008), The ABC’s of Breast Feeding. Ia mengajarkan kepada semua ibu untuk melakukan “breast feeding” atau menyusui. ASI yang dikeluarkan dari payudara yang berfungsi dan berperan sangat penting bagi kehidupan bayi pada masa mendatang. ASI menjadi sandaran utama bagi pertumbuhan bayi dan pencegahan penyakit pada masa mendatang.
Stacey menekankan betapa pentingnya pengetahuan dan pengenalan mengenai “breast feeding” bagi ibu, terutama ibu baru. Ia melukiskannya dalam pernyataan di cover depan: “Everything a mom need to know for happy nursing experience”. Artinya, setiap ibu perlu mengetahui kesukaan dalam pengalaman merawat bayi. Ada sukacita dan kebahagiaan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain. Bila Anda melakukannya, ada pengalaman penting yang membuat Anda bersukacita. Merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagi ibu untuk menyusui anaknya. Ia akan melihat anaknya bertumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang kuat, sehat, serta pintar.
Buku lain yang sangat menarik ditulis oleh Gail Goldbert dan kawan-kawan: Breast Feeding: Early Influences on Later Health
(2009). Mereka menulis pengaruh ASI terhadap kesehatan anak pada kemudian hari. Buku ini baik untuk dibaca supaya ibu-ibu mendapatkan pengetahuan dan pengenalan tentang alasan ibu harus menyusui anaknya. Menyayangi dan mengasihi anak dinyatakan dengan memproteksi anak-anak dari berbagai penyakit hanya dengan menyusui (Gail Goldberg, et al, 2009). Keuntungan ibu menyusui adalah mencegah atau memperlambat kemungkinan adanya alergi makanan.
Direkomendasikan untuk menggunakan ASI dalam jangka pan- jang. Alergi banyak diderita oleh anak-anak. Alergi makanan, terutama alergi terhadap susu sapi barangkali menjadi tanda awal adanya gejala
Women and Breast 1
penyakit alergi pada anak (Hill, D.J., Hosking, C.S., 1995). Tanda alergi susu sapi biasanya muncul setelah menyapih anak dan anak mulai diberi susu kaleng yang mengandung susu sapi (Savilahti E., Heyman M., MacDonald, T., et al., 1992.) Namun, ada beberapa bayi yang telah alergi dengan pemberian susu ibu (Machtinger, S.,1989) sehingga perlu penanganan khusus.
Meskipun demikian, menyusui dengan susu ibu banyak menguntungkan bayi. Susu ibu menyediakan nutrien, faktor pertum- buhan, bahkan anti infeksi, dan sangat penting bagi pertahanan tubuh bayi untuk melawan infeksi (Hansson, L.A., Ahlstedt, S., Andersson, B., et al., 1985).Pemberian susu ibu telah menurunkan risiko infeksi saluran napas dan saluran cerna (Ruuska, T., 1992). Demikian juga pemberian susu dalam jangka panjang akan mencegah munculnya penyakit atopi pada anak-anak (Zeiger, R.S., Heller, S., Mellon, M.H., et al., 1989).
Pemberian ASI dianjurkan secara luas menjadi nutrisi optimal bagi bayi selama beberapa bulan kehidupan bayi. Belum ada kesepakatan secara luas kapan atau berapa lama sebaiknya bayi diberi ASI (Chandra RK. 1981; Ahn CH, MacLean WC, 1980). Komposisi elektrolit air susu terutama klorida didapatkan setelah 6 bulan pertama dari kelahiran. Kadar klorida tetap stabil dalam ASI pada 6–12 bulan setelah melahirkan.
ASI adalah cairan nutrisi isoosmotik dengan plasma, sementara komponen utama osmotik ASI adalah laktosa (ACC/SCN, 1992). ASI selalu segar karena ia dikeluarkan langsung dari kantong susu. Setelah kosong, kantong akan diisi kembali oleh susu segar. Susu akan tetap segar dan tersimpan dalam temperatur yang sama seperti suhu tubuh ibu. Bayi selalu mendapatkan susu yang segar dan sehat.
Satu hal yang perlu disadari adalah advertensi susu formula akan memberitahu ibu-ibu bahwa ASI tidak dapat digantikan dengan susu formula. Susu manusia adalah makanan kehidupan atau living food yang dibuat atau diciptakan khusus dari keunikan kebutuhan bayi manusia. Para ahli terbaik di dunia tidak dapat menciptakan susu lebih dari dua ratus komponen pada ASI di laboratorium. Tidak sama seperti bahan-bahan dalam susu formula, yang tidak pernah berubah.
Dibentuk untuk Kehidupan Generasi ASI dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang spesifik dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Itu benar, baik Anda akan menyusui dalam waktu seminggu atau setahun (Stacey H. Rubin, 2008).
MENOLAK MENYUSUI—“BREAST FEEDING STRIKE”
Bayi yang menyusu dari payudara berperan besar bagi kesehatan payudara ibu. Bayi tidak hanya memperoleh nutrisi untuk kehidupannya, tetapi justru menolong ibu untuk mengeluarkan air susu supaya ibu tidak menderita. Susu akan keluar bila payudara diisap. Jadi, bagaimana bila tidak ada yang mengisapnya? Sekalipun ada alat pengisap yang dijual di pasaran, alat itu tidak fisiologis. Bersyukurlah bahwa bayi sejak dini dapat menolong ibunya dengan mengeluarkan produk yang dihasilkan payudara. Payudara akan bengkak dan tidak nyaman serta terancam infeksi bila susu tidak keluar atau dikeluarkan. Ada hubungan antara bayi yang sehat dan menyusui.
Bayi yang lemah dan sakit tidak mudah mengisap susu. Ia harus sehat dan kuat sehingga ia dapat menghisap susu dengan kuat ke mulutnya. Beberapa peran bayi mengisap susu: (1) Mengeluarkan susu dari kantong susu, (2) Membantu susu baru mengisi kantong susu, (3) Membersihkan kantong dan saluran susu, (4) Membuat payudara lebih nyaman dan tidak sakit, (5) Mencegah infeksi, sekalipun dapat terjadi, (6) Membuat payudara lebih sehat dan berfungsi, (7) Membuat hormon yang bekerja di payudara lebih baik, (8) Mencegah kehamilan sebelum waktunya, dan (9) Mencegah kanker payudara pada kemudian hari.
Bayi membutuhkan hidup. Ia memiliki hak hidup sebagaimana kita. Hidup membutuhkan makanan. Makanan didapat dari payudara ibu. Air susu payudara diproduksi berlimpah untuk kehidupan bayi. Bayi ada, seharusnya air susu juga ada. Air susu ada karena bayi ada. Dua hal ini penting untuk dimengerti oleh setiap ibu yang melahirkan anak. Jangan merampok hak kehidupan bayi.
Permasalahannya adalah bagaimana air susu itu tersalurkan ke bayi agar dapat hidup? Air susu itu disediakan oleh ibu. Ibu harus
Women and Breast 1
bersedia payudaranya diisap bayi agar memperoleh air susu. Ibu dapat mengusahakan segala upaya agar anaknya mendapatkan air susu ibu.
Tidak dapat disangkal ada banyak ibu yang menolak menyusui bayi yang baru dilahirkannya. Ada banyak alasan ibu tidak mau menyusui anaknya. Semua kesalahan akhirnya tertuju kepada ibu karena bayi tidak menyusu, sekalipun ada beberapa hal yang menye- babkan bayi tidak mau minum ASI.
Penyebab dari Sisi Bayi.
Seharusnya bayi yang sehat tidak punya alasan untuk menolak ASI, yang merupakan satu-satunya sumber makanan bagi kehidupan- nya. Bayi harus makan untuk hidup. Jadi, penolakan bayi sehat tidak menyusu sangat kecil kemungkinannya. Meskipun demikian, ada bayi yang dilahirkan dengan kekurangan fisik sehingga ia tidak mampu meminum ASI.
o Kelainan bawaan di daerah mulut yang menyebabkan bayi tidak mampu menyusu. Bibir sumbing, celah palatum menjadi peng- halang utama bayi tidak dapat mengisap ASI melalui puting susu. o Bayi imatur, yaitu bayi yang belum cukup usia, tetapi telah
dilahirkan ke bumi. Hal ini membuat bayi tidak mampu mengisap air susu. Sebenarnya ia masih membutuhkan ari-ari dan tali pusat untuk menyalurkan nutrisi bagi kehidupannya.
o Bayi bisa tidak menyenangi payudara. Hal ini biasa dialami oleh bayi dengan mulut kecil dan puting susu ibu terlalu besar. o Infeksi mulut bayi. Nyeri akan mengalangi bayi untuk menggerak-
kan mulutnya. Ia tidak dapat mengisap susu ibunya.
o Chocking–gagging karena derasnya aliran susu. Banyak terjadi bayi
mulai tidak suka menyusu karena terlalu banyak susu yang masuk ke mulutnya. Bayi belum memiliki kemampuan untuk mengatasi kelebihan air susu yang masuk ke mulutnya. Oleh karena itu, peran ibu menjadi sangat penting untuk mengatur derasnya air susu ke mulut bayinya.
Dibentuk untuk Kehidupan Generasi Penyebab dari Sisi Ibu
• Kehamilan yang tidak dikehendaki karena tidak menikah. Keadaan ini sangat menyedihkan dan seharusnya tidak perlu terjadi. Kehamilan di luar pernikahan sudah merambah gadis- gadis modern dan gadis-gadis yang tidak berpengalaman. Janin yang tidak dikehendaki orangtuanya biasanya akan digugurkan sebelum lahir atau dibuang setelah lahir. Membuang bayi adalah salah satu kejahatan ibu di hadapan Tuhan. Membuang bayi sama dengan membunuh bayi. Rasa malu dan takut menjadi alasan ibu membuang bayinya. Bayi yang hidup harus mendapatkan air susu, tetapi ibu tersebut tidak akan mau melakukannya.
• Keindahan payudara. Payudara adalah bagian penting dari kecantikan dan sensualitas perempuan. Perempuan lebih senang mempertahanhan keindahan payudaranya daripada memfung- sikannya. Apakah menyusui akan merusak kosmetik payudara? Barangkali hal itu menjadi pertimbangan ibu-ibu muda untuk tidak menyusui bayinya. Sebaliknya, ia akan kehilangan banyak hal dari manfaat menyusui demi mempertahankan keindahan payudaranya. Lalu, untuk apakah ibu melahirkan anak dan Tuhan memberi payudara untuk difungsikan pada waktunya?
• Medis. Ada banyak keadaan medis yang menyebabkan ibu tidak dapat menyusui anaknya. Ibu tidak memungkinkan untuk menyusui segera setelah anaknya lahir karena perawatan. Ibu yang sedang dirawab medis dan mengonsumsi obat-obat dapat mempengaruhi pertumbuhan bayinya. Luka dan infeksi payudara sering menjadi penyebab ibu tidak dapat menyusui. Payudara kecil dan tidak bertumbuh semasa gadis dapat menjadi alasan medis ibu tidak dapat menyusui. Selain itu, pascaoperasi payudara, banyak saluran susu dan kantong susu atau kelenjar susu yang hilang atau rusak.
• Tidak ada air susu. Keadaan ini dapat terjadi pada ibu yang telah melahirkan. Payudara selama kehamilan tidak banyak berubah, padahal seharusnya ia bertambah besar paralel dengan bertambahnya usia kehamilan. Kelenjar payudara otomatis akan bertambah besar dan menyiapkan nutrisi selama bayi dalam
Women and Breast 1
8
kandungan. Air susu bukan tidak ada, melainkan jumlah yang dihasilkan sedikit. Sedikit atau banyaknya air susu akan dapat diubah oleh setiap isapan bayi terhadap payudara ibu. Hormon yang memproduksi susu akan dikeluarkan dengan rangsangan isapan puting susu oleh bayi.
• Proporsional mulut dan puting susu. Salah satu keadaan bayi tidak dapat mengisap air susu karena disproporsi mulut bayi dengan puting susu. Puting susu terlalu besar untuk dimasukkan ke mulut bayi.
• Malas. Malas dapat menjadi alasan si ibu tidak mau menyusui. Ibu yang terlalu muda dan tidak berpengetahuan dapat menjadi malas menyusui. Ibu-ibu muda perlu belajar dan mengenal bahwa bayinya perlu makan dan hidup. Ibu dapat memberi makanan yang membahayakan kehidupan dan pertumbuhan bayi. Bayi yang baru lahir seharusnya mendapat air susu, tetapi ibu ini memberi makanan anak-anak, seperti pisang, bubur, dan sebagainya. Ada ibu yang berkata, “Aku akan mencoba menyusui, tetapi apakah itu akan berhasil?” Hanya dengan belajar memangku bayi dan mengarahkan puting susu ke mulut bayi, semua akan berjalan dengan baik.
• Pekerjaan. Bagi perempuan karir, menyusui menjadi keputusan berat. Berkarir dan menyusui adalah dua hal yang menuntut pengurbanan dan waktu. Siapa yang hendak dikorbankan? Semua menjadi penting. Jadilah ibu yang bijak dan mulai percaya kepada Tuhan yang sanggup memelihara ibu. Ketakutan dan kekhawatiran akan hidup menjadi alasan bagi ibu untuk tidak menyusui. Ibu karier barangkali bisa mengambil cuti untuk menyusui bayi. Ada banyak waktu dan kesempatan, bila ibu mau, untuk menyusui. Keputusan dan komitmen ibu menjadi yang terpenting untuk membayar harga bagi kehidupan generasi.
Dibentuk untuk Kehidupan Generasi